Komisi II DPRD Bali Kunker ke BPD Bali di Buleleng - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Selasa, 17 Oktober 2017

Komisi II DPRD Bali Kunker ke BPD Bali di Buleleng

Denpasar , Balikini.Net - Komisi II DPRD Bali melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke  BPD Bali Cabang Singaraja dan Seririt, di Kabupaten Buleleng, Jumat (13/10/2017). Kunker ini untuk koordinasi terkait operasional keseharian Bank BPD Bali di kedua kantor cabang tersebut.

Rombongan yang dipimpim oleh Ketua Komisi II DPRD Bali I Ketut Suwandhi ini dierima oleh Kepala BPD Bali Cabang Singaraja I Made Lestara Widiatmika dan Kepala Cabang Seririt IB Ketut Arsa Putra, beserta staf Bank BPD Cabang Singaraja dan Cabang Seririt, di kantor Bank BPD Cabang Seririt.

Pada kesempatan tersebut Kepala BPD Bali Cabang Singaraja Made Lestara Widiatmika menjelaskan tentang perekonomian kabupaten buleleng, visi dan misi bank BPD Bali Cabang Singaraja, kinerja keuangan Bank BPD cabang Singaraja periode 2014 sampai september 2017, realisasi peredaran kredit dan jumlah tenaga kerja sebanyak 126 orang.

Kepala BPD Bali Cabang Seririt  IB KetutArsa Putra menjelaskan, capaian bank yang dipimpinnya belum bisa seperti BPD Bali Cabang Singaraja karena mayoritas penduduk Seririt bekerja di sektor pertanian. Capaian l total aset, kredit dan profitabilitas (laba), peredaran kredit per-sektor kredit kepada kelompok tani dan ternak. "Saya berharap ada arahan dan langkah - langkah bagaimana supaya BPD Bali bisa lebih maju," ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Bali I Ketut Suwandhi menjelaskan, dalam kurun waktu 6 bulan terakhir pihaknya sudah mendatangi kantor cabang BPD di sejumlah daerah di Bali, kecuali Jembrana, Klungkung dan Denpasar yang belum dikunjungi. "Terakhir kami mengunjungi Bank BPD Bali di Mataram. Dari seluruh BPD yang kami kunjungi, BPD Bali Cabang Mataram paling bagus," ujar Suwandhi.

Terkait pemberlakuan PP 18/2017,di mana seluruh kendaraan anggota DPRD Provinsi dan Kota sudah ditarik, Suwandhi menanyakan, "Bagimana Bank BPD bisa berperan dengan ini, karena kebanyakan anggota Dewan akan mengkredit mobil, supaya tidak Bank lain yang mendahului?"

Sejumlah anggota Komisi II DPRD Bali menyampaikan pandangannya. Gede Kusuma Putra mengatakan, Bank BPD sudah menorehkan banyak prestasi."Kami dan smua teman teman Komisi II tidak ingin ada prestasi banyak tapi tidak dapat dirasakan oleh masyarakat Bali," ujarnya. Ia meminta BPD Bali tetap bekerja keras.

Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack mempertanyakan kredit konsumtif yang lebih tinggi dari pada kredit produktif. "Kenapa bisa terjadi?" ujarnya. AA Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, pemberian kredit produktif supaya ke depannya disertai dengan pembinaan

Menanggapi tanggapan anggota dewan,
Kepala BPD Bali Cabang Singaraja I Made Lestara Widiatmika menjelaslan soal kredit konsumtif dan produktif. Kredit tetap disalurkan sesuai dengan aturan yang ada.

"Kami di cabang Singaraja juga banyak pertanian (kredit untuk petani) di daerah Tajun, Ambengan. Kami juga memberikan pembinaan, kalau macet memberikan surat peringatan 1, 2, 3. Kami tidak serta merta melakukan lelang. Kalau nasabah sudah menghiraukan surat peringatan sampai ketiga terpaksa kami melakukan lelang. Ada juga masyarakat sudah punya usaha tali  tidak mau bayar, apa yang harus kita lakukan?? Kami sudah melakukan pembinaan tapi kenyataan di lapangan sangat berbeda. Terkait Kredit bermasalah kami sudah gunakan strategi pendekatan secara kekeluargaan. Kita tidak semena-mena memberikan kredit ke nasabah, kita akan lihat dulu bagaimana karakter nasabah tersebut," jelasnya.

Kepala BPD Bali Cabang Seririt IB Ketut Arsa Putra mengatakan, "kami akan melakukan sosialiasi di empat kecamatan terkait kredit. Kami sudah membantu kredit untuk kelompok tani dan ternak kurang lebih Rp11 milyar,"katanya. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net