Yuli Artini Pilih Reses di Tempat Pengungsian - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Selasa, 24 Oktober 2017

Yuli Artini Pilih Reses di Tempat Pengungsian

[Foto: Ni Putu Yuli Artini (kacamata) saat menyerap aspirasi di tempat pengungsian]
Denpasar ,Balikini.Net - Anggota DPRD Bali Dapil Karangasem Ni Putu Yuli Artini melaksanakan kegiatan reses (penyerapan aspirasi konstituen di dapil) di tengah suasana keprihatinan bencana Gunung Agung. Lebih dari 100 ribu masyarakat Karangasem yang berada di kawasan rawan bencana telah berada di posko-posko pengungsian selama sebulan terakhir.

Karena itu, selama masa reses sepekan terakhir, Yuli memilih menemui konstituennya di posko-posko pengungsian di yang tersebar di beberapa tempat di kabupaten Karangasem, di antaranya di Bukit Saab, Datah, Br. Griya, Rendang,  Br. Kreteg , Br. Dukuh, Br. Mantri, Br. Kalanganyar, Br. Kutubali, dan lainnya.

Kendati konstituennya dalam kondisi prihatin di tempat pengungsian, anggota Komisi II DPRD Bali ini mengaku, mereka tetap antusias saat dikunjungi. Pada kegiatan resesnya kali ini, ia datang tidak dengan tangan kosong. Srikandi partai Golkar ini membawa sejumlah bantuan untuk para pengungsi.

Putri mantan bupati Karangasem, I Wayan Geredeg, ini membeberkan sejumlah aspirasi konstituennya, yang sebagian besar terkait dengan kebutuhan sehari-hari mereka di tempat pengungsian. "Aspirasi yang disampaikan, mereka memerlukan MCK, bantuan logistik. Ada juga yang mengeluhkan kelangkaan air minum," ungkap Yuli saat dihubungi, Senin (23/10).

Keluhan lain, lanjut Yuli, masalah di bidang kesehatan, di mana banyak Lansia yang tidak kuat berada di tempat pengungsian. Ia menambahkan, para pengungsi juga mengeluhkan masalah perekonomian. "Mereka mengeluhkan bagaimana cara menyambung hidup di kala bencana seperti sekarang ini," pungkas Yuli. ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net