DPRD Bali Dukung Program "BBM Satu Harga" di Nusa Penida - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Jumat, 03 November 2017

DPRD Bali Dukung Program "BBM Satu Harga" di Nusa Penida

[Foto: I Nyoman Sugawa Korry]
Denpasar,Balikini.Net -  DPRD Bali mengapresiasi PT Pertamina yang segera merealisasikan program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di Bali, khususnya Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Dengan adanya program tersebut, masyarakat Nusa Penida tidak lagi membeli BBM dengan harga mahal. Mereka dapat menikmati BBM dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp6.450/liter untuk Premium dan Rp5.150/liter untuk Solar.

Penyalur BBM Satu Harga di Nusa Penida adalah satu-satunya di Bali, dan daerah ke-27 di Tanah Air, yang mendapat Program BBM Satu Harga. Hingga akhir tahun ini, Pertamina targetkan mengoperasikan 54 Penyalur BBM Satu Harga di seluruh Indonesia. Sebelumnya, Pertamina sudah mengoperasikan 26 lembaga penyalur BBM Satu Harga di beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya 10 kabupaten di Papua dan Papua Barat, dua kabupaten di Maluku Utara, dan masing-masing satu kabupaten di NTT, NTB, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Jatim, Jateng, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah.

Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, masyarakat Nusa Penida memang menantikan penerapan program tersebut, sebab selama ini mereka harus membeli kedua jenis BBM itu dengan harga yang lebih mahal. "Program itu sangat positif. Kami apresiasi kinerja PT Pertamina yang merealisasikan program BBM Satu Harga di seluruh Indonesia, termasuk di Nusa Penida,” kata Sugawa Korry di Denpasar, Jumat (3/11).

Menurut dia, tingkat perekonomian masyarakat Nusa Penida selama ini relatif tertinggal dibandingkan masyarakat lainnya di Bali. Penyebab kesenjangan, antara lain karena adanya perbedaan harga BBM yang cukup tinggi. Akibatnya, biaya produksi yang harus dikeluarkan masyarakat menjadi sangat tinggi. Ia berharap, program BBM Satu Harga ini bisa menekan ongkos produksi maupun biaya transportasi yang harus dikeluarkan masyarakat Nusa Penida. "Sehingga tingkat keuntungan juga meningkat dan pada akhirnya taraf kesejahteraan juga akan menjadi lebih baik,” ujar Sugawa Korry.
   
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali ini optimistis, kondisi perekonomian masyarakat Nusa Penida akan lebih baik dengan penerapan program BBM Satu Harga tersebut. "Selain bisa meningkatkan roda perekonomian, kesamaan harga BBM diharapkan juga bisa membuat masyarakat setempat memiliki daya saing yang lebih kuat," kata Sugawa Korry.

Hal senda disampaikan anggota Komisi II DPRD Bali AA Ngurah Adhi Ardhana. Menurut dia, saat ini sebenarnya gerak roda ekonomi masyarakat Nusa Penida sudah mulai menunjukkan tren membaik. Terutama, dengan kian dikenalnya berbagai tempat pariwisata di tempat tersebut, baik wisata rohani, yang ditandai dengan banyaknya pura besar, maupun wisata alam dengan destinasi yang sangat beragam.

Hanya saja, meski geliat ekonomi sudah mulai positif, namun masyarakat Nusa Penida masih harus menanggung beban biaya yang cukup tinggi karena adanya kesenjangan harga BBM yang cukup tinggi, seperti yang terjadi selama ini. Hal ini menyebabkan harga kebutuhan pokok juga menjadi lebih tinggi yang sangat membebani masyarakat setempat.

Anggota Fraksi PDI-P DPRD Bali asal Kota Denpasar ini mengatakan, dengan adanya BBM Satu Harga tersebut bisa menghindari lonjakan harga yang tinggi sehingga mengurangi beban biaya masyarakat Nusa Penida. Sebab, adanya kesamaan harga BBM tersebut, maka biaya kebutuhan masyarakat Nusa Penida menjadi sama dengan masyarakat di wilayah lainnya di Bali. Karena itu, kata dia,  program ini sangat baik sekali dan wajib didukung. "Kami sangat mendukung. Program BBM Satu Harga ini sangat positif, tidak hanya bagi Nusa Penida, namun juga bagi Bali secara keseluruhan,” pungkas Adhi Ardhana.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net