sponsor

Breaking News

Bali Kini

Bali Nu Ada

Kabar Nasional

Kabar Internasional

Budaya

Technology

» » » Ngusabha di Pura Watu Klotok dihadiri Wagub Sudikerta

Klungkung,Balikini.Net - Wagub Ketut Sudikerta dengan didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi menghadiri dan melaksanakan persembahyangan bersama pemedek upacara Mepepada serangkaian Wali Ngusabha Pemapagan di Pura Watu Klotok, Klungkung, Kamis (2/11).

Seusai persembahyangan, saat diwawancarai awak media, Wagub Sudikerta menyampaikan upacara Mepepada pada hakekatnya bertujuan menyucikan hewan-hewan yang akan disembelih sebagai persembahan suci kehadapan ISHWW serangkaian upacara dimaksud. Disamping juga mendoakan agar hewan-hewan persembahan tersebut diangkat derajatnya setelah reinkarnasi berikutnya.

Lebih jauh, Wagub Sudikerta menjelaskan serangkaian upacara Ngusabha juga digelar upacara Mulang Pakelem yakni persembahan kepada ISHWW dalam wujudnya sebagai Bhatara Baruna di pantai Watu Klotok yang bertujuan membersihkan alam Bali dari keletehan dan memohon perlindungan alam Bali beserta isinya dari bencana. "Pada hari ini juga dilaksanakan upacara Mulang Pakelem yang dimaksudkan untuk memohon kepada Bhatara Baruna agar alam Bali diberikan keteduhan dan dilindungi dari bencana-bencana yang mungkin terjadi kapan saja," pungkas Sudikerta.

Upacara Ngusabha di Pura Watu Klotok yang diempon oleh Subak se Kabupaten Klungkung puncaknya dilaksanakan esok, Jumat (3/11). Sementara itu, pelaksanaan upacara Mulang Pakelem dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Bajing dari Griya Tegal Jingga Sumerta Denpasar dan Ida Dalem Surya Dharma Sogata dari Puri Agung Klungkung, serta turut dihadiri oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta beserta Istri dan Mantan Gubernur Bali Dewa Beratha.[pro/r6]


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net