WHDI dan DWP Denpasar Ngayah Rejang Renteng di Pura Agung Jagatnatha - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Jumat, 03 November 2017

WHDI dan DWP Denpasar Ngayah Rejang Renteng di Pura Agung Jagatnatha

Denpasar,Balikini.Net -  Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar dibawah binaan Ny. Antari Jaya Negara dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar dibawah binaan Ny Ida Ayu Kerthi Rai Iswara bersama istri pimpinan OPD di lingkungan Kota Denpasar serta Bagian Kesra Setda Kota Denpasar ngayah mesolah Rejang Renteng pada Puncak Karya Pedudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah Utama di Pura Agung Jagatnatha Denpasar pada Rahina Sukra Paing Dunggulan bertepatan dengan Purnama Kelima, Jumat (03/11).

Dalam kesempatan tersebut tampak Penglingsir Puri Satria yang juga anggota DPD Dapil Bali, AAN Oka Ratmadi, Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar IG Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Panglingsir Puri se-Kota Denpasar serta seluruh OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Denpasar berbaur bersama masyarakat melaksanakan persembahyangan besama.  

Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara ditemui usai Ngerejang mengaku merasa senang dan bahagia bisa meyadnya dengan ngerejang bersama ibu ibu PKK, DWP, WHDI Kota Denpasar. Ia mengatakan jenis tarian yang ditampilkan merupakan jenis tari Rejang Renteng yang merupakan salah satu tarian sakral di Bali . “Sekitar 30an penari ini melaksanakan proses latihan yang cukup singkat di Kantor Walikota Denpasar, namun karena sebagian besar sudah mahir menari jadi proses pemahaman materi tariannya tidak memakan waktu yang lama,” ujarnya.

Lebih lanjut Ny. Antari Jaya Negara mengatakan Gerak-gerik tari ini sangat sederhana namun progresif dan lincah. Biasanya pagelaran tari Rejang renteng ini diselenggarakan di pura pada waktu berlangsungnya suatu upacara adat atau upacara keagamaan.

Tarian ini ditarikan oleh penari-penari penuh dengan rasa hidmat, penuh rasa pengabdian kepada Dewa-Dewi dan penuh penjiwaan. Para penarinya mengenakan pakaian upacara yang sederhana dan bernuansa putih kuning, menari dengan berbaris melingkari halaman pura atau pelinggih yang dilakukan dengan berpegang-pegangan tangan. “Pihaknya selalu melaksanakan program rutin ngayah tari - tarian disetiap pelaksaan karya serta piodalan di pura Sad Khayangan seperti misalnya di Pura Agung Jagatnatha Denpasar,” ungkap Ny. Antari Jaya Negara. (Eka/r6)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net