Alat Music Mandolin Pupuan Peninggalan Saudagar China Bangkit Kembali - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Rabu, 14 Februari 2018

Alat Music Mandolin Pupuan Peninggalan Saudagar China Bangkit Kembali

Alat music Mandolin di desa Pupuan peninggalan saudagar china mampu memangil hujan bangkit kembali , selain suaranya yang merdu  

Tabanan ,Balikini.Net - Alat musik Mandolin yang merupakan alat musik peningalan pada masa penjajahan Jepang oleh saudagar Tionghoa yang kini hanya temukan  di desa pupuan .
Alat musik petik jenis kecapi  dengan 12 nada itu hampir punah kemudian direkonstruksi tahun 2010.

Dengan memodifikasi dari 12 nada menjadi 21 nada Mandolin kemudian dikolaborasikan dengan gitar, bass, suling, perkusi jimbe, perkusi chimes.dengan kombinasi itu akhirnya keturunan Pan Sekar salah satu pewaris alat music yang ditinggal ( I Ketut Lastra – almarhum ) membentuk group musik mandolin yang awalnya bernama Bungsil Gading. Alat music yang juga dikenal Kramat itu mengingat setiap pementasan selalu di awali hujan bahkan juga sering di sebut alat music pemagil hujan .

Kebangkitan alat music Mandolin di desa pupuan yang hamper punah tersebut berawal saat pementasan Bungsil Gading ternyata memikat hati dari Manajer E- Productinon Ngurah Manik seperti yang diungkapanya rebo 14 /2 di warung be jawa tabanan ,, Saat menghadiri prosesi pernikahan di Wihara di Pupuan pertengahan tahun 2017 Saya sangat tertarik, dengan alunan music mandolin bahkan jatuh cinta  Apalagi kombinasikan dengan alat musikm lainya .’’ Ujarnya .
Ia kemudian mengajak Bungsil Gading bergabung dengan E- production. Setelah melalui komunikasi yang panjang akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama memperkenalkan music tradisional itu agar bisa bersaing dengan music lainya bila perlu go internasional .
Mandolin sendiri berasal dari kata Mandarin yang lama kelamaan berubah cara pengucapannya menjadi mandolin, karena alat musik tersebut dulunya sangat cocok dan sering dimainkan untuk membawakan melodi bernuansa mandarin.
Seriring perkembangan jaman dan sentuhan I Ketut Lastra, mandolin saat ini menjadi alat musik yang tidak hanya memainkan nada-nada bernuansa mandarin tetapi nada yang lebih luas. 
Dengan di rangkulnya mandolin oleh Gita Bhaskara diharapkan terus berkembang  dan bisa menjadi duta budaya Tabanan  Kedepanya, pihaknya berharap Gita Bhaskara bisa berbicara banyak di  tingkat nasional maupun internasional.

Hal senada juga disampaikan Ajik Kobar dari E-production yang juga menciptakan lagu lagu bagi Gita Bhaskara. [dr/r4]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net