sponsor

Breaking News

Bali Kini

Bali Nu Ada

Kabar Nasional

Kabar Internasional

Budaya

Technology

» » » DPRD Minta Izin Pengelolaan Tahura Perlu Dievaluasi

DENPASAR-Balikini.Net - Pertengahan 2018, izin pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) yang dipegang oleh PT. Alam Graha Pesona (AGP). Bagaimana kelanjutannya, apakah diperpanjang atau tidak? DPRD Bali diminta akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.
Sebelumnya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Ngurah Rai telah melakukan rapat bersama dengan PT. AGP guna membahas perpanjangan izin pengelolaan Tahura. Melihat kondisi tersebut, Komisi III DPRD Bali meminta supaya jangan gegabah dalam memberikan perpanjangan izin.

"Jangan buru-buru diperpanjang. Mestinya dievaluasi lebih dulu, apakah dia sudah melaksanakan sesuai dengan yang disepakati dulu. Mesti ada evaluasi apa yang mereka sudah kerjakan. Menurut kami dengan evaluasi itu, nanti bisa diputuskan apakah memang layak diperpanjang. Apakah sesuai harapan atau tidak,” ujar anggota Komisi III DPRD Bali, Kadek Nurtana, Kamis (08/2/2018) kemarin.

Baginya, banyak hal yang harus menjadi pertimbangan dan evaluasi. Salah satunya soal target dari UPT Tahura Ngurah Rai dalam memberikan izin pengelolaan. “Itu juga harus dievaluasi. Apakah sudah tercapai atau belum. Kalau memang sudah tercapai dan layak diperpanjang ya diperpanjang. Kalau tidak ya mestinya kita berpikir lagi untuk memberikan izin perpanjangan,” akunya.

Jika hasil evaluasi, kata dia, dinyatakan tak layak dan tak sesuai dengan harapan, lebih baik tak diperpanjang. Disamping itu, juga memberikan kesempatan apabila ada pengelola lain yang  berminat. “Saya tidak tahu apakah ada PT lain yang berminat mengelola Tahura ini. Kita tidak tahu,” tandasnya.

Kadek Nuartana yang juga Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI ini juga tak menampik jika pemberian ijin pengelolaan Tahura merupakan wewenang eksekutif. Namun, tak ada salahnya jika Dewan juga diajak untuk berkomunikasi dan konsultasi. “Minimal sebelum memutuskan untuk memberikan izin perpanjang, bisa mendengarkan masukan dari dewan, sebagai pertimbangan atau apalah namanya,” pungkasnya. [WP/r8
]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net