sponsor

Breaking News

Bali Kini

Bali Nu Ada

Kabar Nasional

Kabar Internasional

Budaya

Technology

» » Bocah Nangis Minta Berfoto Bersama Koster, Begini ceritanya

Klungkung,Balikini.Net- Nama bocah wanita ini Putu Nila Cahyani Dewi. Duduk di Kelas 2 SDN 2 Semarapura Klod, Kabupaten Klungkung. Dewi demikian nama sapaan bocah ini ternyata sangat mengidolakan sosok Wayan Koster. Bahkan, saat calon Gubernur Bali ini melakukan simakrama di Banjar  Mergan, Kelurahan Semarapura Klod, Klungkung, Dewi sempat menangis karena gagal berfoto bersama tokoh idolanya ini. Bagaimana ceritanya??

Dewi sore kemarin, Selasa (10/4) mendengar Koster akan melakukan kegiatan di Balai Banjar Mergan, yang merupakan wilayah tempat tinggalnya. Dia memaksa ikut hadir bersama ayahnya, Komang Agus Suardana. Tujuannya hanya untuk bertemu dan berfoto bersama tokoh idolanya tersebut. Namun keinginannya pupus, lantaran sebelum sempat berfoto bersama, Koster bersama rombongan telah beranjak pergi.

"Anak saya nangis, karena tak bisa berfoto dengan pak Koster,"ujar Suardana sambil mengusap kepala anaknya. Karena tak tega, Suardana lantas mencari informasi kemana tujuan berikutnya rombongan Koster bersama pasangan BAGIA. Setelah diketahui rombongan makan sate Kambing di Rumah Makan Sederhana, Suardana langsung mengajaknya kesana.

Gayung bersambut, Koster langsung bergegas mendekati bocah berparas cantik tersebut. Keduanya langsung berfoto yang diambil dengan kamera Hp oleh ayahnya. "Anak saya memang sangat mengidolakan pak Koster. Kalau di rumah selalau mendengar lagu Salam Satu Jalur yang dinyanyikan Ray Peni dan lagunya Yong Sagita,"ungkap Suardana.

Koster sempat menanyakan nilai mata pelajaran Dewi, dan ternyata nilainya sangat bagus antara 80 hingga 90. "Belajar yang rajin ya, agar nilainya 90 semua," pesan Koster. Dewi pun mengiyakan dengan wajah sangat sumringah. [*]

















«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net