sponsor

Breaking News

Bali Kini

Bali Nu Ada

Kabar Nasional

Kabar Internasional

Budaya

Technology

» » Perda Atraksi Budaya Tradisional Bali Bisa Jadi Bagian Perda No 2 tahun 2012

DENPASAR-Balikini.Net - Pansus Perda Atraksi Budaya mewacanakan nama pergantian nama Perda. Hal ini terungkap pada saat menggelar Rapat Pembahasan Perda Atraksi Budaya Tradisional Bali bersama Akademis Anak Agung Gede Raka.

Ketua Pansus Atraksi Budaya Tradisional Bali Wayan Gunawan mengatakan, Perda tersebut merupakan inisiatif dari dewan. Maka dari itu, perlu adanya jawaban dari Gubernur. "Pak Gubernur mengatakan, kalau kita bicara atraksi budaya, cukuplah menjadi bagian daripada Perda Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Kepariwisataan Budaya Bali," ujarnya, Senin (09/04/2018).

Menyikapi jawaban Gubernur tersebut, pihaknya mencoba melakukan perbandingan dengan perda yang sudah ada sebelumnya. Agar kedepannya tak ada tumpang tindih Perda. "Kita sedang berdiskusi, coba diperbandingkan, dimana sih ada persamaannya, dimana sih sebetulnya ada tujuan-tujuan yang sama kalau kita bicara soal Atraksi Budaya Tradisional Bali," terang dia.

Anggota Komisi I DPRD Bali ini mengakui, jika dalam Perda Nomor 2 Tahun 2012 juga bertujuan untuk melindungi kebudayaan Bali sekaligus untuk konsumsi kepariwisataan Bali. Berbeda dengan Perda Atraksi Budaya Tradisional Bali yang sedang dibahas saat ini. Dimana, Perda lebih tekankan kepada keaslian budaya sekaligus dari sisi religius dan spiritual. "Kalau Perda Nomor 2 Tahun 2012 memang ada upaya untuk melindungi kebudayaan Bali dalam konteks komsumsi wisatawan. Kita nanti tidak spesifik harus berorientasi pada wisatawan. Itu yang harus kita konstruksikan. Kalau Perda Nomor 2 itu untuk pariwisata, kesejahteraan masyarakat, untuk PAD" tegasnya.

Terkait usulan dari salah satu anggota Pansus soal perubahan judul Perda, dirinya masih menunggu hasil kajian lebih dalam lagi. "Kita coba mengkonstruksi ulang dari judul," pungkasnya. [WP/r5]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net