Terkait Raperda Keolahragaan Anggaran Diplot Rp 78 Millyar - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Selasa, 10 April 2018

Terkait Raperda Keolahragaan Anggaran Diplot Rp 78 Millyar

Denpasar-Balikini.Net - Raperda Inisiatif dewan tentang Keolahragaan saat ini sudah mulai dilakukan pembahasan. Hal ini terlihat dari Rapat yang digelar pada Hari Selasa (10/4) kemarin. Dalam rapat tersebut, anggaran pembinaan menjadi salah satu pokok pembahasan. Diketahui, anggaran mengerucut pada angka 2 persen dari alokasi belanja langsung APBD Bali sebesar Rp. 3,8 Triliun yakni sebesar Rp. 78 Millyar.


Rapat pembahasan Raperda Keolahragaan dipimpin oleh Ketua Pansus Bagus Suwitra dengan hadir juga beberapa anggota Pansus, seperti Dewa Mahayadnya, Setiawan dan lainnya. Hadir juga Kadispora Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, Karo Hukum Agung Kartika dan lainnya. Sedangkan yang diundang adalah jajaran atlet, purna atlet dan jajaran Koni Bali seperti Ketua Koni Ketut Suwandhi, mantan Bupati Badung AA Gede Agung dan jajaran lainnya.


KONI Bali, selama ini mendapat anggaran yang sangat kecil. Sebelumnya, hanya Rp. 2 Millyar, kemudian meningkat menjadi Rp. 14 Millyar, saat ini telah meningkat menjadi Rp. 20 Millyar. Bahkan, jika dibandingkan dengan daerah lain, anggaran tersebut tergolong kecil. “Sudah ada peningkatan, namun jauh dibandingkan Provinsi lain yaitu Jawa Timur memang dari segi wilayah dan ABDNnya beda,” ujar Ketua KONI Bali Ketut Suwandi. 

Maka dari itu, pihaknya berharap kedepan anggaran yang digelontorkan untuk pembinaan olahraga bisa meningkat. “Yang pasti nanti semoga mendapatkan anggaran lebih dan perhatian lebih untuk olahraga,” harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu pengurus KONI Bali Putu Juliana Jaya. Dirinya sangat sepakat terhadap patokan anggaran sebesar 2 persen dari Belanja Langsung APBD Bali. Kendati demikian, perlu adanya evaluasi menggunakan skala prioritas. Menurutnya, jangan hanya mengutamakan olahraga prestasi, tetapi juga harus merangkul olahraga pendidikan dan rekreasi. “Saya juga berpandangan, jangan dalam hal anggaran mematok angka. Namun setiap pembahasan mesti mengedepankan skala prioritas, pembangunan Bali,” tegasnya.

Usulan juga muncul dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali. Ketua IMI Seniweca mengatakan, di Bali belum ada stadion yang representatif bagi gelaran balap mobil. Termasuk fasilitas penunjung lainnya. “Kami harapkan ini menjadi perhatian dalam membuat Perda,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Bali Boy Jayawibawa menjelaskan, di Bali selama ini belum sampai dalam tahap membangun olahraga, melainkan tahap pembinaan. “Jika kedepannya mampu dibangun olahraga, seperti anggaran dinas PU, Pertanian dan lainnya. Itu membangun, namun saat ini olahraga baru sebatas membina,” tuturnya.

Menyikapi hal itu, Ketua Pansus Raperda Keolahragaan Bagus Suwirta Wirawan (BSW) menyatakan, semua masukan akan dijadikan pertimbangan. Ditargetkan, tanggal 30 April 2018.  “Kami pastikan 30 April ini sudah disahkan menjadi Perda, kami kebut namun tetap kami kerjakan sesempurna mungkin,” jelasnya.

Terkait rencana alokasi anggaran sebesar 2 persen dari Belanja Langsung APBD Bali, politisi Partai Gerindra asal Canggu ini mengaku masih belum pasti. Menurutnya, perlu adanya pengkajian dan evaluasi secara mendalam. Bahkan, jika dilihat dari kondisi anggaran saat ini, angka 2 persen sulit terwujud. “Belum, belum pasti, itu draf awal yang menyubut angka 2 persen. Sepertinya tidak mungkin dengan angka 2 persen dari Belanja Langsung APBD Bali,” kata Anggota Komisi IV DPRD Bali ini.

Pansus menilai, alokasi anggaran 2 persen sangat besar dan berat bagi APBD Bali. Pasalnya, jika dihitung bisa mencapai puluhan Triliyun. “Satu triliun saja 2 persennya itu Rp. 20 miliar. Kalau Rp 3,8 triliun itu mencapai Rp. 76 miliar, sangat besar. Apalagi jika dibandingkan dengan anggaran selama ini. Ini yang akan kami evaluasi, memang benar harus ada skala prioritas untuk saat ini,” tutupnya.[WP/*]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net