sponsor

Breaking News

Bali Kini

Bali Nu Ada

Kabar Nasional

Kabar Internasional

Budaya

Technology

» » Gubernur Bali Apresiasi Lomba Arjuna Digital

Denpasar,balikini.net - Lomba Arjuna Di Era Digital adalah salah satu kegiatan Paiketan Krama Bali untuk mendorong para siswa untuk belajar mendalami Agama Hindu dengan keseharian anak-anak muda generasi milenial yakni teknologi digital.  

Secara implisit Gubenur Bali mengapresiasi Paiketan Krama Bali untuk menggelar Lomba Arjuna Era Digital. Paiketan Krama Bali memberi dorongan inisiatif kepada saya untuk mengantisipasi perubahaan yang sangat cepat dibidang teknologi digital.  Demikian antara lain penegasan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika disela-sela acara Suksma Guru di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur, Selasa, 22 Mei 2018.

Menurut Made Mangku Pastika, para guru Agama Hindu di seluruh Bali perlu mengetahui perubahan teknologi yang sangat cepat ini dan para guru harus menyesuaikan diri dalam sistem dan pola pembelajaran Agama Hindu. “Kita perlu sampaikan tentang perubahan yang terjadi agar kita tidak tertinggal, agar kita tidak gagap teknologi” pesan Made Mangku Pastika kepada para guru Agama Hindu.  Seni, budaya, pengetahuan dan teknologi, kata Made Mangku Pastika,  harus dikuasai secara seimbang. Penguatan teknologi termasuk digitalisasi harus diimbangi dengan rasa, seni, dan keindahan. Ia menambahkan, kehadiran Paiketan Krama Bali berusaha menjembatani pola pembelajaran Agama Hindu dengan aplikasi teknologi digital. “Paiketan ini menjembatani, bersinergi dengan pemerintah untuk mencapai hasil yang kita harapkan bersama-sama dalam hal pembelajaran Agama Hindu” ujar Made Mangku Pastika.  

Saat memberikan sambutan di hadapan dua ratusan guru Agama Hindu se Bali, pria asal Desa Sanggalangit Buleleng ini, menekankan pentingnya kita semua menyesuaikan diri dengan perubahan yang sangat cepat saat ini. “Kita saat ini dihadapkan oleh tiga tuntutan yakni speed, surprise dan suddenly sit. Ketiga tuntutan ini mengharuskan kita untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang sangat cepat” ujarnya. Menurutnya, ajaran Hindu itu sungguh sangat mulia. Namun demikian, kehadiran teknologi digital sangat penting untuk sarana pembelajaran Hindu sesuai dengan era digital saat ini. Oleh karenanya, even lomba Arjuna Digital antara lain bertujuan untuk mencetak anak-anak Hindu yang selaras dengan perkembangan dunia di era digital. “Jadi, tujuan pertemuan ini adalah untuk memberitahu tentang adanya perubahan kearah digitalisasi yang sangat cepat saat ini” tegasnya. Secara implisit Gubernur Bali  mendorong agar para guru Agama Hindu mengarahkan para siswanya untuk mengikuti  agenda Lomba Arjuna Digital sebagaimana dilaksanakan oleh Paiketan Krama Bali. Diakhir sambutannya, Made Mangku Pastika berpesan, agar menjadikan Hindu sebagai way of life dan mengajak kita semua menguatkan keyakinan terhadap Hindu.

Sebelumnya,  Ketua Umum Paiketan Krama Bali, Ir. Anak Agung Putu Agung Suryawan Wiranatha, M.Sc, Ph.D memaparkan keberadaan Paiketan Krama Bali sejak dideklarasikan di Pura Jagatnatha Denpasar, 1 Juni 2017. Agung Suryawan yang juga dosen S3 Pariwisata Univeritas Udayana ini merinci berbagai kegiatan yang telah dan sedang dilakukan oleh Paiketan Krama Bali. Yang menarik bahwa Paiketan Krama Bali adalah organisasi berbadan hukum yang independen, non partisan dan selalu siap bersinergi dengan pemerintah sebagai sparing partner. Dikatakan, Paiketan merupakan wadah berkumpulnya para pakar dan praktisi dari berbagai profesi dan keahlian. Sekali pun menjadi partner pemerintah, namun Paiketan Krama Bali juga melakukan control terhadap kebijakan pemerintah. “Kontrol yang kami maksud bukan bermaksud menjatuhkan, namun mengingatkan dan sekaligus memberi solusi” ujar Agung Suryawan. Ia memberi satu contoh yakni pengentasan Joged Jaruh sejal tahun 2016. Berkat kerjasama dengan Pemprov Bali khususnya Dinas Kebudayaan, pementasan Joged Jaruh bisa diminimalisir saat ini. Agung Suryawan sekaligus mengharapkan kehadiran Gubernur Made Mangku Pastika pada perayaan  HUT ke-1 Paiketan Krama Bali, 1 Juni 2018 di Kertha Gosana Pusat Pemerintahan Badung.
Terkait dengan Lomba Arjuna Digital, Agung Suryawan meminta para guru Agama agar mendorong para siswanya untuk ikut mengirimkan hasil karyanya dalam Lomba Arjuna Digital yang berhadiah total Rp 100 juta. Atas nama Paiketan Krama Bali, Agung Suryawan menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali beserta jajaran di Pemerintah Provinsi Bali karena telah memberikan fasilitas sehingga acara Suksma Guru itu berjalan lancar dan sukses. Ia juga meminta dukungan pemerintah untuk memfasilitasi Lomba Arjuna Digital yang telah disepakat disinergikan dengan agenda Pesta Kesenian Bali.  
Sebelumnya, Ketua Tim Digital Lomba Arjuna Digital, Putu Sudiarta mempresentasikan tantangan era digital sehingga munculnya ide membuat Lomba Arjuna Digital. Menurut Putu, empat jenis lomba yang diadakan secara online adalah loma menulis blog Hindu, Lomba Poster, Lomba Dharwacana gaul dan Lomba aplikasi Tri Sandya. Putu menambahkan, batas akhir penegiriman materi lomba adalah 23 Juni 2018 dan pada 25-30 Juni akan diseleksi. Pengumuman para nominator akan diumumkan pada 5 Juli 2018 dan hadiahnya akan diserahkan oleh Gubernur kepada para juara pada acara penutupan Pesta Kesenian Bali, 15 Juli 2018. Kata Putu, Paiketan Krama Bali menggelar lomba Arjuna Digital untuk menjawab tantangan saat di era teknologi digital yang erat dengan keseharian anak-anak generasi milenial (ram/r4)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net