sponsor

Breaking News

Bali Kini

Bali Nu Ada

Kabar Nasional

Kabar Internasional

Budaya

Technology

» » Mantra-Kerta Bantah Mangkir dari Panggilan Ombudsman

Denpasar,Balikini.Net - Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) belum bisa menghadiri undangan Ombudsman Republik  Indonesia (ORI) Provinsi Bali untuk memaparkan visi misi program kerja terkait pelayanan publik yang berkualitas yang dijawalkan Selasa (8/5/2018). 
Menurut Rai Mantra, permakluman untuk penjadwalan ulang acara tersebut sudah disampaikan tim LO (Liaison Officer) atau tim penghubung pasangan Mantra-Kerta ke Ombudasman RI Provinsi Bali jauh hari sebelumnya.

"Hal itu sudah dikomunikasikan sejak awal oleh LO kita ke Ombudsman.  Dan memang kita diminta mengatur jadwal supaya tidak berbenturan dengan jadwal kampanye," kata Rai Mantra saat ditanya wartawan di sela-sela kampanye di Nusa Penida,  Kabupaten Klungkung, Selasa (8/5/2018).
Dengan demikian,  Rai Mantra menegaskan tidak ada istilah mangkir untuk acara tersebut. Terkait info miring yang menyebut mangkir di Ombudsman adalah hoax atau tidak benar.
"Kalau hari ini sudah jelas ada kampanye. Hal ini (ketidakhadiran di Ombudsman-red) sudah diatur pihak LO dan kesepakatan dengan Ombudsman. Saya rasa itu yang paling benar karena semua sudah diatur," ungkapnya.       
    
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab membantah jika pasangan calon nomor urut 2 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-I Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta) mangkir dari jadwal pemaparan visi dan misi di Ombudsman Perwakilan Bali. "Pertama saya katakan bahwa saya tidak pernah memberikan pernyatakan kalau Mantra-Kerta itu mangkir dari jadwal pemaparan visi dan misi bagi para Paslon tentang pelayanan publik. Karena koordinasi kami dengan tim Mantra-Kerta sudah terjadi beberapa waktu lalu dan memang telah ada kesepakatan perubahan jadwal, akibat kesibukan kampanye Paslon Mantra-Kerta," ujarnya di Denpasar, Selasa (8/5/2018).                                             

 Umar mengaku tidak pernah memberikan keterangan kepada awak media di Bali soal Mantra-Kerta mangkir. Namun informasi itu diduga kuat akibat kesalahan persepsi bahwa Paslon Mantra-Kerta akan melakukan pemaparan visi dan misi di tanggal 8 Mei 2018.

Sementara itu Koordinator Media Center dan LO Tim Mantra-Kerta Komang Suarsana mengatakan, surat dari Ombudsman Perwakilan Bali untuk Mantra-Kerta diterima tanggal 30 April 2018 yang berisikan soal jadwal pemaparan visi dan misi pelayanan publik pada tanggal 8 Mei 2018. Namun karena pada hari yang sama sudah ada jadwal kampanye yang tidak bisa ditunda maka pihaknya sudah meminta untuk penjadwalan ulang.                             

“Karena tanggal 8 Mei tidak bisa maka pihak kami mohon diizinkan tanggal 9 Mei, namun Ombudsman Bali menyatakan tidak bisa karena sesuai hasil koordinasi dengan Bawaslu hari itu bukan jadwal kampanye Mantra-Kerta. Sementara tanggal 10 Mei adalah hari libur, tanggal 11 Mei ada kampanye di Buleleng. Lalu tanggal 12 dan 13 Mei bukan jadwal kampanye. Kami akhirnya sepakat dengan Ombudsman agar dilakukan pada tanggal 17 Mei 2018. Jadi sama sekali tidak benar kalau dikatakan Mantra-Kerta mangkir, karena memang jadwalnya sudah ada, dan sudah disepakati dengan Ombudsman," ujar Suarsana.

Menurutnya, selama ini koordinasi antara Tim LO dengan Ombudsman Bali baik-baik saja. Selain itu, Cagub Rai Mantra dan Cawagub Sudikerta juga sudah berkoordinasi dengan Ombudsman Bali soal ketidakhadiran sesuai jadwal tersebut. Dan semua pihak memahaminya. Selain itu, Ombudsman sendiri pernah memberikan catatan tentang kinerja pelayanan publik di Kota Denpasar selama dipimpin Rai Mantra, bahwa kinerja pelayanan publik di Kota Denpasar menjadi yang terbaik di Bali dan bahkan mendapatkan penghargaan di tingkat nasional. "Jadi berita mangkir dari Ombudsman untuk memaparkan visi misi pelayanan publik itu terlalu dibuat-buat dan ada pembohongan publik karena tidak ada konfirmasi dari Tim Mantra-Kerta," ujar Suarsana.(•)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net