sponsor

Breaking News

Bali Kini

Bali Nu Ada

Kabar Nasional

Kabar Internasional

Budaya

Technology

» » Polda Metro Jaya Sita 50.000 Butir Ekstasi Masuk Dari Jerman

JAKARTA,Balikini.Net  – Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menyita 50 ribu pil ekstasi dari Jerman ke Jakarta. Barang haram tersebut dibawa oleh para pelaku yang tergabung jaringan narkoba Surabaya dan Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, kasus ini berawal dari informasi adanya paket yang dikirim melalui kantor Pos di Jalan Lapangan Banteng Utara, Jakarta Pusat. Setelah diselidiki, paket tersebut berisi 25 ribu pil ekstasi.

“Pil ekstasi dimasukkan dalam makanan coklat biskuit,” kata Kabid Humas di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/5/2018). Setelah dilakukan pengembangan, polisi mengetahui bahwa ekstasi akan dikirim ke Jakarta oleh FS, SNL, MABD, MSCB dan LKT yang tinggal di Surabaya.

“Para tersangka merupakan sindikat jaringan Surabaya,” jelas Kabid Humas.

Selain jaringan narkoba Surabaya, polisi juga mendapatkam informasi adanya jual beli narkoba melalui Facebook. Setelah diselidiki polisi menangkap 5 tersangka lainnya di kawasan Jakarta pada Jumat (18/5/2018). “Ditangkap di 5 tempat di Jakarta. Mereka ini jaringan Jakarta,” ungkap Kabid Humas.

Dari jaringan ini, polisi juga berhasil mengamankan 25 ribu pil ekstasi yang siap diedarkan yang berasal dari Jerman. Identitas para tersangka yakni FNTG, FB RMW, IRW, SGT, SGT, dan RL.

Saat ini, para tersangka mendekam di Polda Metro Jaya. Mereka dijerat Pasal 113 Ayat 2 jo Pasal 132 Ayat 1 subsider Pasal 114 jo Pasal 132 subsider 112 Ayat 2 jo Pasal 132 tentang Undang-undang Narkotika dan Undang-undang Kesehatan. [buserkriminal]

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net