sponsor

Breaking News

Bali Kini

Bali Nu Ada

Kabar Nasional

Kabar Internasional

Budaya

Technology

» » Koster Kunjungan Korban Keracunan Massal di SDN 3 Pemuteran

Singaraja,Balikini.Net - Ratusan siswa SDN 3 Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Rabu (13/6) mengalami keracunan massal. Jumlah yang mengalami keracunan 184 siswa, dimana sebanyak 84 korban mendapatkan perawatan di Puskesmas I Gerokgak, sedangkan 8 korban dilarikan ke RS Pratama Buleleng untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.  
Calon Gubernur Bali nomer urut 1 Wayan Koster didampingi istri Ni Putu Putri Suastini sempat mengunjungi para korban didampingi kader senior PDI Perjuangan Buleleng  I Nyoman Sutjidra yang juga Wakil Bupati Buleleng. Dari informasi yang dihimpun siswa yang keracunan diduga lantaran mengkonsumsi nasi bungkus yang diberikan pihak sekolah.
“Mulai ada tanda-tanda sekitar pukul 9 pagi, lalu pukul setengah satu siang anak saya muntah-muntah,”ungkap seorang orang tua siswa saat berdialog dengan Wayan Koster. Sampai berita ini diturunkan sejumlah korban keracunan masih dalam perawatan, namun sebagian kondisinya sudah mulai membaik.
Koster mengharapkan Pemkab Buleleng memberikan perhatian khusus kepada seluruh korban dengan memberikan perawatan sebaik-baiknya. “Pastikan kondisi seluruh korban benar-benar pulih baru kemudian diberikan pulang,”katanya. Kedepannya agar kasus ini tidak terulang, kebersihan makanan termasuk yang dijual di kantin-kantin sekolah harus benar-benar terjamin kebersihannya. 
Dan, perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala bekerjasama dengan BP POM  untuk memastikan makanan yang dijual di kantin-kantin sekolah aman untuk dikonsumsi. Untuk seluruh biaya pengobatan menurut Sutjidra ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Buleleng.*

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net