DPRD Bali Bali Lakukan Sosialisasi Perda - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Rabu, 22 Agustus 2018

DPRD Bali Bali Lakukan Sosialisasi Perda

Lansia di Bali Mesti Dapat Perhatian

DENPASAR, Balikini.Net - Acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Wreda Sejahtera (YWS) ke-30 dalam Agustus Ceria 2018 yang berlangsung rabu 22/8/18 di Wantilan DPRD Provinsi Bali berlangsung meriah. Dihadiri ratusan peserta Lansia, oleh DPRD Bali dimanfaatkan untuk memaparkan Ranperda Lansia yang saat ini sedang dibahas. 

Menurut Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, I Nyoman Wenten, jumlah penduduk Bali saat ini adalah 4.201.000 jiwa, sedangkan jumlah penduduk Lansia di Bali sejumlah 465.349 jiwa. Dari jumlah tersebut terdapat 31.514 jiwa Lansia yang hidupnya kurang beruntung, miskin, terlantar dan ditelantarkan.

Di Bali, angka rata-rata usia harapan hidup mencapai 72 tahun. “Keberadaan lansia menjadi perhatian serius bagi kita semua. Dari sebagian beberapa program yang dilakukan Pemerintah, baru sebagian kecil Lansia yang terfasilitasi,” katanya. 

Sedangkan Ketua Yayasan Wreda Sejahtera (YWS) Bali, Prof. Luh Ketut Suryani menjelaskan, dirinya secara konsisten terus mensosialisasikan kepada masyarakat luas bahwa lansia membutuhkan bantuan. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan oleh dirinya di Kintamani Bangli, ternyata ditemukan fakta bahwa sekitar 34 persen masyarakat terbebani mengurus para lansia. “Ini mengejutkan bagi kami, karena Bali terkenal dengan istilah guru rupaka, menyama braya dan menghormati orang tua,” terangnya. 

Ditambah lagi, banyak para lansia yang mengalami Dimensia (pikun). Maka dari itu, dirinya bersama teman-teman yang lain mendirikan Yayasan Wreda Sejahtera. “Atas dasar ketiga alasan tersebut, kemudian didirikanlah Yayasan Wreda Sejahtera Bali sebagai tempat berkumpul dan bersosialisasi para Lansia,” akunya. 

Sementara itu, istri Gubernur Bali terpilih sekalihus pemerhati lansia Putu Putri Suastini Koster mengaku jika lansia selalu memberikan perhatian kepada penerusnya yakni anak dan cucunya agar sejahtera dan bahagia. “Kalau ada 31 ribu Ibu Bapak Lansia yang diterlantarkan, saya tidak bisa bayangkan hukuman apa yang akan diterima nantinya,” pungkas dia.[*]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net