Mengikat Rakhi - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Minggu, 26 Agustus 2018

Mengikat Rakhi

Denpasar,Balikini.Net - Raksha Bandhan yang diselenggarakan oleh Brahma Kumaris Denpasar pada minggu 19 /8/2018, di  denpasar  dihadiri oleh para Sulinggih, Consul General India, perwakilan dari berbagai instansi pemerintah dan para tokoh masyarakat .

Dalam acara ini, Didi Janaki memaparkan tentang arti dari Raksha Bandhan yang bermakna mengikat diri kita dengan ikatan ilahi sehingga kita berada dalam swaka atau perlindungan Tuhan. Untuk benar-benar merasakan perlindungan Tuhan dalam hidup kita, kita perlu  introspeksi diri untuk melihat apakah dalam diri kita ada sifat keilahian ataukah masih banyak ada sifat buruk atau negatif yang masih perlu kita ubah. Misalnya kita bisa tanggalkan  amarah dan menggantikannya dengan kesabaran, kita melepaskan sifat sensitif dan menggantinya dengan sifat fleksibel. Dengan adanya komitmen seperti ini dalam diri kita, maka kita bisa menjadi manusia yang lebih baik.

Acara sangat istimewa bukan saja karena dihadiri oleh ratusan masyarakat Bali, tetapi juga karena kehadiran seorang yogini yang sangat spesial. Beliau adalah Didi Santosh dari Russia, seorang  Raja Yogini yang sudah menekuni yoga selama puluhan tahun dan kini bertugas melakukan pelayan di Russia. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan kata-kata bijak yang sangat menyentuh dan menginspirasi. Beliau memberikan sebuah contoh tentang balon gas yang dapat terbang. Balon gas itu terbang bukan karena warna luar dari balon, tetapi karena gas yang ada didalam balon. Artinya diri kita yang sejati bukanlah diri kita yang tampak secara external, melainkan diri kita yang internal. Yang dimaksudkan dengan diri kita yang didalam bukanlah mengenai organ-organ fisik dari badan ini, tetapi ini mengenai mental atau pikiran kita. Untuk merasakan diri kita yang sejati, Didi Santosh memberi hadiah cermin khusus yang tidak bisa dibeli di pasar manapun di seluruh dunia. Cermin itu bernama cermin spiritual, cermin pengetahuan. Cermin ini adalah cermin untuk melihat 5 jenis pikiran yang umumnya kita miliki, diantaranya adalah :

1.Pikiran negatif yaitu semua jenis pikiran yang membuat kita kehilangan kedamaian dan kebahagian. Yang termasuk  pikiran negatif adalah pikiran-pikiran tentang kebencian, iri hati, dendam, marah dll. Pikiran negatif ini akan berdampak pada perasaan sedih, murung dan meratap. 
2. Pikiran sia-sia adalah semua jenis pikiran tentang sesuatu hal yang belum terjadi atau yang telah terjadi dimasa lampau tetapi pikiran itu terus kita ulang –ulang  pada saat ini. Tanda bahwa kita memiliki pikiran sia-sia adalah kita menjadi sangat berat dan kaku sehingga kita merasa susah untuk memahami sesuatu hal yang ada dihadapan kita masa kini.
3 Pikiran biasa adalah pikiran tetang hal-hal biasa yang ada disekeliling kita. Biasa artinya tidak bermakna. Ciri-ciri yang tampak diwajah karena adanya pikiran biasa-biasa adalah wajah kita terlihat hampa, kosong dan kepribadian kita juga tampak sangat biasa.
4. Pikiran perlu yaitu pikiran tentang keperluan badan, pekerjaan, rumah tangga dll. Pikiran perlu disertai dengan satu perbuatan. Jika kita memiliki terlalu banyak pikiran  tentang satu perbuatan, maka pikiran itu membuat kita lelah, karena setiap satu pikiran adalah energi. 
5.Pikiran positif atau mulia adalah pikiran yang berdasarkan atas kedamaian, kesucian, kerjasama, cinta kasih dll,  yang cocok dengan sifat kwalitas sejati dari kita sang jiwa. Tanda-tanda yang tampak  jika ada pikiran mulia adalah  senyuman alami diwajah, ada cahaya dalam mata dan wajah  yang mempesona.

Inilah cermin ajaib, cermin pengetahuan yang bisa kita gunakan sepanjang hari untuk melihat dan mengecek diri kita, sehingga menjadi insan yang lebih baik dan mulia.
Acara ini diakhiri dengan pengikatan gelang rakhi kepada para hadirin sebagai simbol ikatan cinta kasih dan perlindungan dari Tuhan. Dengan selalu menjaga hati kita tetap bersih, berpikir suci dan selalu berusaha melihat dan mengapresiasi keistimewaan orang lain, maka secara otomatis kita menjadi insan yang istimewa. [rls/r3]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net