Patriot Bangsa Anthonius Gunawan Agung - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Minggu, 30 September 2018

Patriot Bangsa Anthonius Gunawan Agung

foto / Anthonius Gunawan Agung
Palu ,Balikini.Net - Perjuangan dan tangung jawab terhadap tugas menang sangat berat hal ini di buktikan Anthonius Gunawan Agung seorang petugas ATC Bandara Mutiara Al Jufri, Palu. menurut penuturan seorang saksi Birgaldo Sinaga menceritakan sebelum terjadi gempa dengan kekutan 7.4 kala ricter yang meregut jiwanya Agung  dan juga merupakan tugas terahir di ATC membantu Pilot Batik Air Toke Off  berikut petikan agus dengan pilot .

"Pilot Batik Air ID 6231.. Allowed to take off.. Copy", ucap Agung dari menara ATC Bandara Mutiara Al Jufri, Palu. 
"Copy.  Crew attendant.. Air flight ready to take off", ucap pilot ara 
Capt. Ricosetta Mafella dari ruang kemudi.
Pesawat Batik Air itu mulai bergerak perlahan lalu melaju semakin kencang. 
Brrakkk... Bummmm.. Brakkk... Bummm.. '' ujarnya sinaga .

Akibat gempa itu Agung Tetiba gempa berkekuatan 7.7 skala richter mengguncang Palu.  Bandara Mutiara Al Jufri ikut terguncang.  Puluhan orang berteriak ketakutan sambil menyelamatkan diri keluar dari dalam gedung bandara. 

Petugas menara control bandara, Anthonius Gunawan Agung juga merasakan getaran gempa yang mengguncang menara air traffic controller. 

Agung dalam posisi bertugas memandu pilot Batik Air untuk lepas landas dari landasan.  Saat itu jam menunjukkan pukul 17.55 Wita.  

Saat gempa terjadi,  pesawat masih bergerak kencang di landasan terbang .  Pesawat belum terbang penuh.   Roda pesawat masih tampak di badan pesawat.  Belum menutup. 

Sementara di bawah menara,  banyak teman-teman Agung berteriak ada gempa.  Mereka berteriak meminta Agung agar turun dari menara.  Agung tidak bergeming meski goncangan tempat duduknya semakin keras. 

Ia kukuh bersikap tenang  memandu pilot Batik Air. Tugas  harus dituntaskannya.  Memastikan roda pesawat Batik Air masuk dalam badan pesawat. 

"Safe  flight Batik Air..Take care", ucap Agung dalam rekaman menutup komunikasinya dengan Pilot Batik Air yang sudah posisi aman mengudara. 

Malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih menara ATC roboh.  Agung terlambat menyelamatkan diri.  Ia tewas dalam tugas mulia untuk memastikan semua penumpang dan pilot benar-benar sudah mengudara dengan aman.  Anthonius Gunawan Agung menjadi patriot yang sungguh mengemban tugas sepenuh tanggung jawab meski harus kehilangan nyawanya sendiri.[tim/r4]


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net