Warga Asing Lancarkan Aksi Lembongan Cleaning, Bupati Suwirta Ajak Warga Untuk Jengah - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Minggu, 30 September 2018

Warga Asing Lancarkan Aksi Lembongan Cleaning, Bupati Suwirta Ajak Warga Untuk Jengah

Klungkung,Balikini.Net - Sejumlah warga asing datang ke Pulau Lembongan untuk membersihkan sampah plastik yang ada dilaut dan pantai secara berkesinambungan, kita semestinya merasa jengah, malu karena warga asing ini lebih peduli lingkungan pulau kita ketimbang warga kita sendiri. Demikian keluh kesah yang disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat meluncurkan aksi LEMBONGAN CLEANING di Sekolah TK Kumara Jaya Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung Sabtu (289/9/2018). Menurut bupati asal Nusa Ceningan ini, aksi para warga asing ini harus didukung semua pihak dan sekaligus digunakan sebagai pemicu dalam menjaga lingkungan masing masing. Kepada para donatur dan relawan Bupati Suwirta mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas perhatian dan kecintaannya kepada Pulau Lembongan.

 “Jangan senang jangan bangga ada orang asing membersihkan sampah di Lembongan  namun kita harus merasa malu karena orang lain lebih peduli membersihkan sampah di Pulau tempat anda mencari nafkah, sementara kita tidak berbuat apa, untuk itu seluruh prajuru dan masyarakat harus mendukung gerakan ini,” ujar Bupati Suwirta dengan nada ketus. Ditambahkan jika sampah ini tidak ditangani maka lambat laun pariwisata di Lembongan akan mengalami titik jenuh dan jika dilakukan recovery akan membutuhkan energi dan biaya yang besar. Untuk itu Bupati Suwirta mengingatkan semua untuk tidak menganggap remeh masalah sampah.

Bupati Suwirta juga mengajak seluruh warga untuk berusaha mengubah pola pikir untuk senantiasa menjaga lingkungan. Menurut Bupati Suwirta mengubah pola pikir masyarakat lebih susah dibandingkan menyediakan sarana prasarana penunjang kebersihan. Dukungan dari semua prajuru baik adat maupun dinas juga dianggap sangat penting untuk mengerakkan masyarakat untuk mendukung gerakan ini.

Sementara itu salah seorang pelopor dalam aksi ini yaitu Mrs. Carmen yang ini mengatakan awal mula dirinya memutuskan melakukan aksi ini ketika dirinya berlibur di Lembongan dan melakukan aktivitas selalu menemukan banyak sampah plastik.  Dirinya mengaku sedih namun tidak ingin pergi begitu saja meninggalkan Lembongan tanpa berbuat apa apa. Selanjutnya pada bulan Mei 2018 dirinya memutuskan untuk mulai melakukan sejumlah aksi diantaranya mengkampanyekan pengurangan penggunakan plastic kemasan seperti botol minum plastic dan makanan kemasan plastic, melaklukan sosialisasi daur ulang sampah plastic serta gerakan pembersihan sampah plastic yang dianggap sangat bahaya bagi biota laut dan lingkungan manusia.

Bahkan wanita asal Spanyol ini juga berani menggaji empat orang karyawan untuk melakukan aksi bersih sampah plastik dipantai pantai di Lembongan. Namun dirinya merasa tidak bisa seterusnya melakukan aksi ini sendiri, untuk itu Mrs. Carmen menggandeng para pemilik villa hotel dan restaurant disekitar lembongan dan jungutbatu untuk mendukung gerakannya ini. Dengan dukungan itu akhirnya Mrs.Carmen bisa melengkapi para karyawannya dengan kendaraan penganggkut sampah dan berbagai alat serta sarana penunjang aksi bersih bersih di pantai. Empat pekerja ini nantinya akan membersihkan tempat umum di desa Jungut batu ( jalan, pantai, mangrove dan hutan)8 jam stiap hari kecuali hari libur. Sampah plastic yang terkumpul nantinya akan dikirim keluar Nusa Lembongan untuk selanjutnya diolah. “Ini bukan pelayanan pemungutan sampah, ini adalah layanan sosial untuk memberikan edukasi, memotivasi kepada pemerintah, masyarakat, pengusaha ,dan turis agar sadar terhadap masalah  sampah  plastik di pulau ini.” Ujar Carmen.[Jim/r7]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net