DPRD Bali Terima Aspirasi Pembangunan Pasraman Agung Nusantara - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Kamis, 04 Oktober 2018

DPRD Bali Terima Aspirasi Pembangunan Pasraman Agung Nusantara

Denpasar-Balikini.net-Sejumlah komponen masyarakat Hindu, diantaranya Dharma Adhyaksa PHDI, pandita, pinandita serta aktivis umat Hindu mendatangi Gedung DPRD Bali. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi mengenai Pembangunan Kahyangan Agung Jagatnatha Nusantara dan Pasraman Agung Nusantara. 

Ketua Umum Panitia, Ida Acharya Agni Yogananda menjelasjan, wacana Pembangunan tersebut merupakan hasil dari Lokakarya. Ditambah lagi, Surat Keputusan (SK) PHDI Pusat. “Usulan itu datang dari aspirasi umat, lokakarya, seminar, pasamuhan agung, mahasabha, pasamuhan sabha pandita. Setelah diadakan kajian ternyata kelemahan kita disini, SDM kita kurang. Harus ditingkatkan untuk mampu menjawab tantangan zaman, termasuk persaingan dalam bidang ekonomi,” jelasnya (03/10/2018).

Menurutnya, SDM di Bali bisa diberdayakan dan ditingkatkan. Dibandingkan dengan Lembaga pendidikan agama lain, di Hindu masih kalah jauh. Mulai dari jumlah guru, pasraman, hingga dana yang masih kurang. 

Menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi IV Nyoman Parta mengatakan, Pasraman memang menjadi sebuah kebutuhan tersendiri bagi umat hindu. Hanya saja, perlu alasan yang kuat dibalik itu. Namun, pada intinya, DPRD Bali siap mendukung. “Kami mendukung rencana itu. Kami akan sampaikan dalam persidangan tahun anggaran 2019. Apakah pemda ada niatan untuk membangun semacam Hindu Center yang didalamnya ada pasraman,” katanya. 

Bagi Parta, apa yang menjadi aspirasi tersebut sangatlah wajar disetiap daerah. Seperti yang dilakukan oleh Pemda DKI Jakarta dan NTB dengan membangun Islamic Center. Begitu juga dengan NTT yang mayoritas umat Kristiani dan Khatolik juga membangun pusat keagamaan. Maka di Bali, perlu juga adanya hal seperti itu. “Ini baru di tingkat ide, gagasan. Masih panjang prosesnya karena butuh kajian, feasibility study, dan selanjutnya baru ngomong anggaran. Lokasinya saja belum jelas. Pasraman disini lebih melembaga, ada kurikulum, kerja, aktivitas dan sebagainya, semacam pesantren,” pungkasnya. Dp/r2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net