Rai Mantra Mendem Pedagingan Di Bale Kulkul Banjar Padang Sumbu Kaja - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Rabu, 03 Oktober 2018

Rai Mantra Mendem Pedagingan Di Bale Kulkul Banjar Padang Sumbu Kaja

Denpasar,Balikini.Net - Bertepatan dengan rahina Buda Umanis wuku Dukut, Rabu (3/10) warga masyarakat Banjar Padang Sumbu Kaja, Desa Padangsambian Kelod, Kecamatan Denpasar Barat menyelenggarakan upacara Melaspas, Ngadegang Kul-kul Anyar lan Pujawali Ratu Gede Bhagawan Penyarikan yang dipuput oleh Ida Peranda Oka dari Geriya Toko Sanur dengan pacaruan ayaban ayam brumbun.. Upacara ini juga dihadiri oleh Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Bendesa Adat Kerobokan, A.A. Made Sutarja, Prebekel Desa Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya, Kabag Kesra Kota Denpasar, Raka Purwantara serta Tokoh Masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra berkesempatan melakukan mendem pedagingan pada Bale Kul-kul Anyar.

Kepala Dusun Banjar Padang Sumbu Kaja, I Wayan Merta didampingi Kelihan Adat, IB Sudiarta ketika ditemui disela-sela upacara mengatakan, sejatinya Ngadegang Kul-kul Anyar ini bertepatan dengan pujawali pelinggih Ratu Gede Begawan Penyarikan. Disamping itu juga bale kul-kul tersebut merupakan bangunan baru. Ketika disinghgung tentang pembangunan bale kul-kul tersebut Merta menjelaskan bahwa pembangunan bale kul-kul anyar ini mengabiskan waktu selama 3 bulan. Keseluruhan dana yang dihabiskan tersebut diperoleh dari swadaya masyarakat, bantuan pemerintah serta donatur lainnya. Untuk Kul-kul Anyar ini berjumlah 4 buah yang terbuat dari Taru Temulun.   

Selain itu prosesi upacara ini sudah dimulai sejak pagi dengan melibatkan partisipasi semua warga Banjar Padang Sumbu Kaja. Upacara ini juga diiringi oleh pementasan wayang lemah, topeng serta Tari Rejang Renteng yang dibawakan oleh Ibu-ibu PKK Banjar Padang Sumbu Kaja.

Sementara Walikota Rai Mantra dalam kesempatan tersebut mengapresiasi semangat warga Banjar Padang Sumbu Kaja dalam melaksanakan upacara yadnya. “Rasa bhakti kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa harus terus kita pupuk terlebih lagi kita harus mampu menjaga kesucian Parahyangan, Pawongan dan Palemahan yang merupakan wujud bhakti kita kehadapan-Nya. Serta yang tidak kalah pentingnya yakni bagaimana kita mampu memupuk rasa kebersamaan di antara warga masyarakat,” pungkas Rai Mantra. (Ngurah /r5).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net