Tegak Piodalan Pura - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Minggu, 28 Oktober 2018

Tegak Piodalan Pura

Jembrana , Balikini.Net - Odalan atau Piodalan berasal dari kata Wedal atau Medal, sehingga pada hakikatnya bisa dikatakan sebagai peringatan hari kelahiran (hari jadi) untuk sebuah Pura, jika pada orang dikatakan Otonan, sebut saja seperti peringatan ulang tahun. Namun, jika ulang tahun kita diperingati berdasarkan perhitungan kalender (umumnya tanggal dan bulan).

Jro Mangku Suardana, salah seorang Pemangku Pura Dangkahyangan Rambutsiwi, Rabu (27/10) menjelaskan, Tegak Podalan untuk Pura/Kahyangan adalah hari untuk memperingati lahirnya dimana saat pertama kali Pura itu di Pelaspas yang hari baiknya paling tepat ditentukan berdasarkan perhitungan Wariga atau Wewaran terutama memadukan Sapta Wara dan Panca Wara serta Wuku, maka Odalan sebuah Pura akan jatuh setiap 210 hari atau 6 (enam) bulan sekali.

Selanjutnya, adanya perhitungan Sasih (bulan Bali), akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan tingkatan Upakara dari Pidoalan tersebut.

Dicontohkan, semisal sebuah Piodalan Pura jatuh pada hari Anggara Kliwon wuku Kulantir, maka akan dilaksanakan Upacara Pidodalan di tingkat Pratama (Biasa/Nista). Namun jika Anggara Kliwon wuku Kulantir ini bertepatan dengan rahinan Tilem (bulan mati) maka Piodalan akan dilakukan pada tingkat Madya dan apabila Anggara Kliwon wuku Kulantir ini bertepatan dengan hari bulan Puranama maka akan dilaksanakan Piodalan di tingkat Utama (Jelih).

"Terkadang ada fenomena, dimana umat menetapkan Piodalan berdasarkan Sasih (bulan Bali), biasanya seperti pada Punama Kapat atau Puranama Kadasa, dan sebagianya. Ini adalah sah-sah saja. Namun karena Purnama biasanya digunakan sebagai perhitungan dalam menentukan tingkatan Jelih atau tidaknya sebuah Piodalan. Maka jika kita menentukan Piodalan menggunakan perhitungan Sasih yakni menetapkan Piodalan pada hari Purnama, setidaknya kita memiliki konsekwensi harus mampu selalu akan melaksanakan Piodalan Jelih", jelasnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net