Cintai Budaya Bali - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Rabu, 28 November 2018

Cintai Budaya Bali

FOTO: Putu Indra Mandhala Putra
DENPASAR, Bali Kini - I Putu Indra Mandhala Putra (Iman) mendirikan sekolah kilat “majejahitan” gratis bagi kaum milenial, khususnya para pelajar di Kabupaten Jembrana, saat memasuki libur sekolah, Desember 2018 mendatang.

Sekolah dengan konsep Pasraman Kilat ini dipusatkan di “Rumah Aspirasi Iman” di Jalan Ahmad Yani No. 20, Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, Jembrana. Menariknya, buah karya pelajar itu akan dijual melalui pasar murah menjelang hari raya Galungan.

Iman mengaku melibatkan para tetua dan para Sarati (tukang banten, red) di desa setempat sebagai guru. Iman menjelaskan, selain bentuk kepeduliannya terhadap pelestarian seni dan budaya Bali, sekolah kilat yang dirancangnya juga memberikan dampak positif bagi perilaku pemuda dan manfaat ekonomi. Semangat ajeg Bali akan dibangkitkan kembali di tengah kehidupan kaum milenial yang berkutat dengan “gadget”. 

“Hasilnya berupa ‘jejahitan’ dan hiasan penjor kita akan jual melalui konsep pasar murah. Artinya karya mereka bermanfaat bagi masyarakat dengan harga terjangkau. Yang penting lagi, para pelajar mengisi kegiatan positif selama libur. Jadi nggak aneh-aneh,” kata Iman ditemui di Denpasar, Rabu (28/11).

Uang hasil penjualan, lanjut Iman, akan dikembalikan kepada peserta sekolah kilat sebagai motivasi mencintai adat istiadat Bali dan memacu jiwa wirausaha berbasis budaya lokal. Kultur umat Hindu Bali yang dikenal taat melaksanakan yadnya dengan segala bahan upakaranya harus dipenuhi oleh umat Hindu Bali sendiri untuk menjaga taksu.

Sebagai politisi muda, Iman mengaku mendorong pemerintah daerah membangkitkan lagi program Pasraman Kilat selama 30 hari penuh saat masa libur sekolah. “Saya sangat mendukung pasraman kilat. Jangan sampai hanya seremonial saja, apalagi jadwal penyelenggaraannya dipangkas,” kata dia.

Lebih lanjut, pria yang juga berprofesi sebagai notaris ini menaruh harapan yang cukup besar kepada Gubernur Bali Wayan Koster terkait pemajuan kebudayaan Bali. Apalagi melihat kebijakan-kebijakan Gubernur Koster yang sangat konsen dengan seni budaya Bali berdasarkan nafas Nangun Sat Kerti Loka Bali.[wd/r5]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net