Gubernur Belum Putuskan Soal Lokasi Bandara - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Selasa, 13 November 2018

Gubernur Belum Putuskan Soal Lokasi Bandara

Made Arimbawa
Gubernur Belum Putuskan Soal Lokasi Bandara

Denpasar, Balikini.Net - Jika selama ini gubernur sering mengatakan, lokasi bandara Buleleng nantinya di darat, Kubutambahan, itu baru sebatas wacana. Belum bisa diputuskan, karena semuanya masih dalam pengkajian. Gubernur Bali, I Wayan Koster masih melihat-lihat, masih dalam pembahasan.

Pernyataan itu dilontarkan langsung, Made Arimbawa salah satu orang dekat gubernur Bali Dr I Wayan Koster, dalam perbincangannya dengan Bali Kini Net di Denpasar, Rabu lalu. 

Made Arimbawa yang merupakan pentolan PDI Perjuangan Tabanan, ini secara tegas menyatakan, gubernur Bali Koster saat ini memprioritaskan pembangunan shortcut dan sarana infrastruktur lainnya. Setelah semuanya beres baru dipikirkan soal bandara. Soal lokasi apakah di darat atau di laut, masih dalam bahasan, katanya enteng. Dijelaskan Arimbawa, kalau di darat memang sedang diusulkan, tapi semuanya kita melihat perkembangan ke depan. Jika lahan yang digunakan nantinya yang merupakan milik desa adat Kubutambahan sudah dikontrakkan ke pihak ketiga, mungkin akan dipikirkan lagi. Begitu juga soal rekomendasi gubernur Bali sebelumnya, Drs Made Mangku Pastika yang diberikan kepada salah satu investor, akan ditinjau ulang atau gimana, kita lihat nanti.

Made Arimbawa menegaskan, untuk membangun bandara Internasional menurut angkasa pura membutuhkan persyaratan cukup berat misalnya, kelengkapan sarana akomadasi lainnya, seperti hotel berbintang, jalan pendukung dan sebagainya. Kita sedang mengusahakan itu, makanya dengan dibangunnya jalan-jalan besar ke Bulelang akan mempermudah persyaratan itu, jelasnya.(rt/4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net