Para Lansia Apresiasi Perda - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Selasa, 06 November 2018

Para Lansia Apresiasi Perda

Denpasar,balikini.net-Ribuan lansia dari seluruh Bali mendatangi DPRD Bali pada Hari Selasa (06/11/2018). Kedatangan para lansia tersebut didasari atas disahkannya Perda Kesejahteraan Lansia oleh DPRD Bali. 

Mengingat jumlah lansia yang begitu banyak, para anggota dewan sepakat menerima di Wantilan DPRD Bali. Di wantilan itu, para lansia juga menampilkan tarian dan nyanyian sebagai bentuk apresiasi. 

Sementara itu, Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama saat memberikan sambutan dihadapan ribuan lansia mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi dari para lansia. Menurutnya, usia muda tak menghalangi semangat untuk berkreasi. Bukan hanya itu saja, Adi Wiryatama juga sempat melontarkan guyonan jika dirinya juga masuk kategori lansia. 

"Umur saya ini sudah 60 tahun, jadi saya ini juga termasuk lansia," katanya disambut tepuk tangan.

Disisi lain, Ketua Pansus Ranperda Kesejahteraan Lansia sekaligus Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan, pihaknya tak menyangka respon dari masyarakat khususnya para lansia sangat luar biasa. Bahkan, sehari sebelumnya, ia telah mendapat konfirmasi bahwa para lansia akan hadir saat Sidang Paripurna dengan agenda pengesahan Ranperda. 

Akan tetapi jumlahnya pun tak sebanyak yang dibayangkan. "Banyak sekali yang hadir, ada yang dari Karangasem, dari Jembrana juga ada. Ribuan itu," terangnya. 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Dalam sambutannya, Koster menyatakan sangat mendukung langkah dewan yang memberikan perhatian pada para lansia. Baginya, Perda Kesejahteraan Lansia merupakan program strategis untuk memanusiakan manusia. Selanjutnya, Gubernur akan segera menerbitkan Pergub. Dp/r2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net