Lestarikan Subak dan Pertanian Bali - Bali Kini

Bali Kini

https://www.voaindonesia.com

Breaking News

Selasa, 04 Desember 2018

Lestarikan Subak dan Pertanian Bali

Prof Dr I Wayan Windia
Lestarikan Subak dan Pertanian Bali

DENPASAR, Balikini Net - Prof Dr I Wayan Windia, gurubesar Fakultas Pertanian Unud mendukung sepenuhnya kebijakan gubernur Bali, I Wayan Koster untuk melestarikan subak yang ada di Bali. Jika melestarikan subak berarti menjaga persawahan, untuk itu pemprov Bali harus bersikap tegas terhadap penggunaan lahan-lahan subur yang ada untuk pembangunan perumahan dan sebagainya. Pemprov harus berpikir bagaimana mengurangi pengalihan lahan subur atau pertanian di Bali.

“Saya setuju saja dengan pelestarian subak di Bali, sebab dia merupakan bagian dan kebudayaan Bali. Caranya pemprov harus mengurangi pengalihan lahan subur menjadi lahan perumahan. Dan ini harus dilaksanakan secara konsekswen,” jelas Prof Dr I Wayan Windia. Di Badung dan Denpasar banyak sekali pengalihfungsian lahan subur menjadi perumahan. Banyak sawah-sawah subur di Badung dan Denpasar kini menjadi kawasan pemukiman seperti villa dan perumahan. Windia menegaskan Gubernur Bali, Koster harus tegas dan konsisten dalam melaksanakan di lapangan.
Karena itu terkait dengan rencana pembangunan bandara Buleleng yang ditawarkan di darat oleh Koster, menurut Windia ini harus ditinjau ulang. Masalahnya di atas lahan seluas hampir 600 hektar itu bisa saja ada ratusan hektar lahan subur yang akan tergusur, ini akan sangat berpengaruh terhadap keberadaan lahan subur di Bali. 

Hal senada juga dilontarkan oleh dosen antropologi, Unud, Drs I Wayan Geria di sela-sela kongres. Menurut Geria, jika memang ingin melestarikan subak sebagai bagian dari kebudayaan Bali, maka gubernur Bali harus konsisten menjaga persawahan, jangan terjadi pengalihan lahan subur ke lahan perumahan.
(r4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net