Ekspedisi Kapsul Waktu (EKW) 2085 tiba di Bali, Sabtu (14/11). Kedatangan sebuah kapsul berbahan stainless berdiameter +30 cm itu disambut langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan serta Gubernur Bali yang diwakili Wagub Ketut Sudikerta di Wantilan DPRD Bali.
Ketua Nasional EKW 2085 Jay Wijayanto menyebut, program ini merupakan gagasan Presiden Joko Widodo serangkaian memperingati 70 tahun Indonesia merdeka dan menjadi bagian penting dari gerakan 'Ayo Kerja'. Kapsul waktu ini nantinya akan menyimpan 7 mimpi atau cita-cita masyarakat dari tiap daerah. Mengawali ekspedisi pada 10 Maret 2015 di Sabang-Banda Aceh, kapsul waktu terus bergerak dan telah melewati seluruh provinsi di Pulau Jawa hingga tiba di Bali pada pertengahan Nopember ini. Menurut Jay, ekspedisi kapsul waktu dijadwalkan berakhir di Merauke dan disimpan pada sebuah museum. "Kapsul ini akan dibuka pada tahun 2085 oleh Presiden yang memimpin Indonesia masa itu," imbuhnya.
Sama seperti daerah lainnya, rakyat Bali pun punya kesempatan menulis dan menyimpan 7 mimpi atau cita-citanya dalam kapsul waktu itu. Tujuh mimpi rakyat Bali ini dirangkum oleh tim EKW daerah dengan melibatkan berbagai unsur dan dituangkan dalam dokumen 'Sapta Cita Wangsa Bali'. Tujuh mimpi rakyat Bali antara lain terwujudnya Sumber Daya Manusia yang berbudaya, disiplin, tertib dan unggul melalui program pendidikan gratis dan merata. Selanjutnya, Bali juga mencita-citakan terwujudnya masyarakat yang sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba melalui pembangunan fasilitas dan layanan kesehatan memadai serta menjadikan Bali sebagai rujukan kesehatan internasional.
Pada poin ke empat dan lima, rakyat Bali bercita-cita agar masyarakatnya dapat berkiprah dalam percaturan bisnis nasional hingga internasional dan terbangunnya hubungan harmonis antara alam lingkungan dan manusia yang berbasis Tri Hita Karana yang terimplementasi pada ketersediaan air keran langsung minum serta lestarinya flora dan fauna asli Bali. Rakyat Bali juga memiliki cita-cita terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat nusantara serta terwujudnya pemerintah akuntabel berlandaskan hukum yang adil dan wibawa sehingga masyarakat merasa terlindungi di negaranya. Yang paling menarik, pada poin ke-7, rakyat Bali ingin menjadi pemimpin nasional Negeri Nusantara.
Dokumen tersebut selanjutnya ditandatangani Wagub Sudikerta dan dimasukkan dalam sebuah kapsul kecil. Kapsul kecil tersebut dimasukkan kembali dalam kapsul besar yang nantinya menjelajah daerah yang belum dikunjungi.
Wagub Sudikerta menyambut positif program EKW 2085 yang digagas Presiden Joko Widodo. Dia berharap, mimpi rakyat Indonesia tak hanya tersimpan begitu saja di Kapsul Waktu tersebut. Yang lebih penting, kata Sudikerta, mimpi yang sudah dicatat dan tersimpan dalam Kapsul Waktu dapat menjadi spirit bagi masyarakat untuk berjuang mewujudkannya.
Sementara itu, Anies Baswedan menyinggung pentingnya gerakan menulis mimpi atau cita-cita. "Mungkin kegiatan ini terkesan remeh dan tidak perlu dilakukan. Tapi jika dimaknai, ini merupakan hal yang sangat penting dan menarik," imbuhnya. Dengan menuliskan cita-cita atau mimpi, tambah Anies, tiap individu akan dipaksa berpikir tentang masa depan dan berusaha untuk meraihnya. Anies berharap, gerakan nasional ini diikuti tiap individu dengan menuliskan impian masing-masing. “Kalau cita-cita bangsa ini rentang waktunya 70 tahun, tiap individu dapat mencatat cita-cita dalam jangka yang lebih pendek,” imbuhnya. Anies optimis catatan tentang cita-cita akan memotivasi tiap orang untuk bekerja lebih keras.
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram