-->

Kamis, 19 November 2015

Gubernur Ajak Masyarakat Siasati Keterbatasan Lahan

Gubernur Ajak  Masyarakat Siasati Keterbatasan Lahan


Balikini.net- Terbatasnya lahan pertanian yang dipengaruhi tidak terkontrolnya alih fungsi lahan, diharapkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika tidak mengurangi kreatifitas masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang dimiliki semaksimal mungkin guna menanam berbagai tanaman yang berhubungan dengan kebutuhan pangan sehari-hari. Untuk mensiasati ketersediaan lahan tersebut, Pastika menghimbau agar masyarakat menerapkan teknologi pertanian tepat guna yang ramah lingkungan seperti yang terlihat  dilokasi dengan memanfaatkan pekarangan rumah.Selain menjadi hiasan, tanaman-tanaman tersebut pun menurutnya akan menghasilkan produk pangan yang bisa bermanfaat bagi kebutuhan keluarga.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam saat di temuai Balikini hometown seusai menghadiri acara puncak peringatan Hari Pangan Sedunia XXXV yang digelar di Wantilan Bale Subak Lepud Desa Baha, Mengwi, Badung, Rabu (19/11). “Jika dirumah-rumah dibuat seperti ini, saya kira sangat luar biasa. Bisa jadi hiasan, juga sekaligus memproduksi pangan kita walaupun lahan kita terbatas,” tegas Pastika.

Dalam sambutannya Gubernur Pastika menyatakan berbagai program untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang sudah dilakukan, belum sepenuhnya efektif dan belum optimal dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini menurutnya karena pengaruh berbagai tantangan yang dihadapi semakin berat dan kompleks, diantaranya perubahan iklim dan pemanasan global, pertumbuhan penduduk yang pesat, serta ketersediaan lahan, air dan sumber daya alam. Untuk itu Pastika menghimbau adanya peningkatan pemberdayaan petani, karena dengan petani yang kuat dan sejahtera, akan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Dan dengan petani yang kuat, Pastika menyatakan optimis mewujudkan kedaulatan pangan, pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri, yang disamping sebagai pemenuhan faktor ekonomi, juga sebagai pemenuhan faktor kesehatan dan gizi masyarakat.

Lebih jauh Pastika menjelaskan secara statistik angka kemiskinan masyarakat Bali sangat kecil, sekitar 4,47 % dari total jumlah penduduk, dan jumlah tersebut merupakan terbaik kedua nasional. Tetapi fakta dilapangan menurut Pastika masih ada masyarakat Bali yang miskin, masih banyak keluarga miskin yang tidak mampu membeli beras, serta menyandang status gizi buruk dan keluarga rawan pangan. Pada hakikatnya, ketersediaan pangan dan ketahanan pangan merupakan faktor fundamental, yang menentukan terbentuknya sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Untuk itu melalui Momentum peringatan tersebut, Gubernur Pastika mengajak semua pihak yang hadir untuk memantapkan komitmen, dan senantiasa bekerja keras untuk menghapus masalah rawan pangan pada sebagian kecil masyarakat Bali sekaligus untuk turut memikirkan dan mengulurkan tangan demi mengatasi masalah tersebut.(Hus/r-07)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved