Balikini. Net - Denpasar
melalui Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kota
Denpasar melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Selain memberikan penyuluhan terhadap hak anak dan keluara BKBPP
juga membuat inovasi dengan melatih para pengusaha home industry atau industri
rumah tangga agar dapat mengakses internet dalam mempromosikan
produk-produknya.
Kepala Badan KBPP Kota
Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti dalam sambutannya yang dibacakan
Sekretaris KBPP AAN Wijaya saat melaksanakan pelatihan teknologi bagi Perempuan
di Kampus STIKI Denpasar, Selasa (17/11).
Laksmi Dharmayanti menghimbau perempuan
sebagai subjek pembangunan harus dapat mengakses, berpartisipasi, mengontrol
dan menerima manfaat dari pembangunan. Namun kondisi ini berbanding terbalik
dengan realita, dimana sumber daya perempuan masih termarginalkan dalam
pembangunan. Hal ini dapat dilihat keterwakilan perempuan di kelembagaan desa
dan pemerintah masih belum seimbang dengan laki-laki.
Hasil survey keterwakilan
perempuan dalam dalam proses perencanaan kurang dari 10 persen. Termasuk juga
kehadiran perempuan dalam mengambil suatu keputusan yang strategis masih
dibawah 20 persen. Termasuk juga masih banyak perempuan belum bisa memanfaatkan
kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terutama para perempuan yang
memiliki hom industri. Untuk itu BKBPP Kota Denpasar menggandeng STIKI melatih
para perempuan yang memiliki home industry agar bisa mengakses internet dan
mampu berbisnis secara oneline.
Sementara Kabid Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Agung Sri Wetrawati menambahkan
pendidikan mengakses internet untuk para perempuan yang memiliki home industri
agar mereka mengetahui bagaimana menggunakan teknologi internet tersebut.
"Bila mereka telah mengetahui bagaimana mengakses internet dengan bisnis
online diharapkan dapat mepromosikan produknya melalui internet," ujarnya.
Menurutnya ini juga salah satu bentuk mendukung Kota Denpasar sebagai Smart City. Artinya semua komponen harus saling membantu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk juga memberikan pendidikan TIK bagi perempuan yang memiliki home industri. Tidak hanya diberikan pendidikan mengakses internet untuk bisnis oneline, para peserta juga di berikan pelatihan kemasan termasuk juga bagaimana tata cara pengurusan ijin. "Kami harapkan semua peserta yang memiliki home industri telah memiliki ijin usaha," ujarnya.(Hus / AR-07)
Menurutnya ini juga salah satu bentuk mendukung Kota Denpasar sebagai Smart City. Artinya semua komponen harus saling membantu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk juga memberikan pendidikan TIK bagi perempuan yang memiliki home industri. Tidak hanya diberikan pendidikan mengakses internet untuk bisnis oneline, para peserta juga di berikan pelatihan kemasan termasuk juga bagaimana tata cara pengurusan ijin. "Kami harapkan semua peserta yang memiliki home industri telah memiliki ijin usaha," ujarnya.(Hus / AR-07)
FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram