Coaching Clinic Penelitian Bagi Dosen Tetap Yayasan Kesejahtran Kopri Provinsi Bali - Bali Kini

Bali Kini

Bali Kini, Portal Berita Bali

Breaking News

Senin, 15 April 2019

Coaching Clinic Penelitian Bagi Dosen Tetap Yayasan Kesejahtran Kopri Provinsi Bali

Denpasar,BaliKini.Net -Para Dosen Universitas Warmadewa telah mengajukan proposal penelitian kepada Yayasan Kesejahteraan KORPRI Provinsi Bali. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Penilai Hibah Penelitian Bagi Dosen Tetap Yayasan Tahun 2019  Nyoman Gede Maha Putra, ST., M.Sc., Ph.D, Senin (15/04).

“Teman-teman di (Universitas ) Warmadewa telah membuat proposal untuk penelitian. Hari ini proposal tersebut akan diberi masukan dan akan dilihat oleh dua orang reviewers yang berkualifikasi DIKTI,” ujar dia.

Setelah diberikan masukan, proposal tersebut akan dilakukan perbaikan dan selanjutnya akan diberikan penilaian. Adapun dua reviewers yang berkaulifikasi DIKTI yakni Arianingsih dari Poltek Negeri Provinsi Bali dan Eka Marti Ningsih dari Universitas Maha Saraswati. “Kita sengaja mencari dari luar Warmadewa tapi yang berkualifikasi DIKTI. Untuk menjaga independensi,” terang dia.

Setidaknya, kata dia, saat ini sudah ada kurang lebih 34 proposal dari berbagai jurusan seperti ekonomi, pertanian, tehnik, kedokteran dan lainnya yang akan ditindaklanjuti. Sejak awal, penelitian dianggap sesuatu yang tidak penting. Pihaknya menginginkan, setelah proposal tersebut ditindaklanjuti dan dilakukan penelitian bisa memiliki manfaat bagi masyarakat. “Kami ingin membangun ekosistemresearch bersama masyarakat,” jelasnya.

Menariknya, penelitian yang akan dilakukan akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Contohnya, proposal penelitian dari salah satu Dosen berlokasi di Kabupaten Badung, maka lokus penelitian tentunya akan dilokasi tersebut. Dan juga akan mendapat masukan dari masyarakat langsung.

Disisi lain, Nyoman Gede Maha Putra juga berupaya untuk mendekatkan antara Universitas (Kampus) dengan komunitas masyarakat, Pemerintah, dan dunia usaha. 



Sementara menurut Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., SP. Park . berharap hasil-hasil dari  WaCR  atau warmadewa  Rescarch Cernter ini bisa mensupport lembaga penelitian dalam rangka memperkuat data bis penelitain DIKTI mengingat data bis itu nantinya sangat penting manfaatnya dalam rangka mendongkrak status perguruan tinggi Unwar yang selam ini masih merupakan status binaan ‘’ kita tidak ingin dibina terus kita ingin grid kita naik paling tidak madia bila perlu utama dan madia saja sudah cukup karena dengan grid madia disamping eksistensi  kita kuat kita juga bisa memanfaatkan dana penetian yang cukup banyak bisa kita dapatkan antara 2 milyat hingga 10 milyar ‘’ ujarnya .

Untuk saat ini Yayasan Kesejahtran Kopri Provinsi Bali menggelontorkan dana sebesar 1 milyar dengan 50 proposal yang diharapkan namun untuk itu program WaRC bisa meningkatkan strategi di tahun –tahun berikutnya terus meningkat .

Hal yang sama juga di tegaskan ketua Yayasan Kesejahtraan Kopri Provinsi Bali Dr. Drs. AA Gede Oka Wisnumurti, M.Si. , sesuai peranya perguruan tinggi yang memegang teguh tri darma yang mengajarkan penelitian dan pengabdian masyarakat dimana selama ini perguruan tinggi masih mengutamakan tentang pengajaran sehingga penelian dan pengabdian tertinggal ”oleh karena itu kami meneguhkan hati disamping ada lembaga penelitian kita juga membetuk lembaga yang bernama WaRC yang kita harapkan bisa menjadi salah satu generator dalam meningkatkan budaya peneliti di kalangan dosen ”ditegaskanya  wisnumurti saat di temui di kantor yayasan.

Untuk itu Wisnumurti mengharapkan para dosen muda terus bersaing meperebutkan sumber- sumber dana  yang dari luar kampus juga sangat banyak dengan penelitian yang bisa membawa dampak pada kemajuan bangsa terutama masyarakat di Bali ini sehingga dengan itu sumber dana dari luar juga bisa kita raih .*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net