Umat Hindu Diminta Sisihkan Waktu untuk Nyoblos - Bali Kini

Bali Kini

Bali Kini, Portal Berita Bali

Breaking News

Sabtu, 06 April 2019

Umat Hindu Diminta Sisihkan Waktu untuk Nyoblos

DENPASAR, Balikini.Net - Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, Prof  Dr I Gusti Ngurah Sudiana, MSi meminta agar umat Hindu yang ada di Bali menyisihkan waktunya untuk mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) tanggal 17 April 2019 mendatang. Gunakan hak pilih anda sebaik-baiknya, jelas Sudiana.

Hal itu dikatakan Sudiana , Kamis (4/4) lalu di Denpasar dalam sosialsasi pemilu 2018 di Gedung Jaya Sabha Denpasar. Sudiana yang saat itu didampingi Gubernur Bali Dr I Wayan Koster dan Bendesa Agung Majelis  Utama Desa Pakraman, Jero Gede Suwena Putus Upadesha mengungkapkan pada saat itu memang banyak kesibukan umat, terutama terkait dengan upacara panca yadnya, ada yang ngaben, petoyan dan persembahyangan di Pura Besakih dan masih banyak lagi.

Namun hal itu jangan sampai tidak mempergunakan hak pilihnya sebagai warga Negara.
Dikatakan oleh Sudiana dalam konteks keagamaan, mengikuti pencoblosan pada saat pemilu itu merupakan bagian dari dharmaning Negara, yakni kewajiban kita sebagai warga Negara.

Hal yang senada juga dilontarkan Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakrama Jero Gede Suwena. Menurut Jero Gede kewajiban sebagai warga Negara harus dilaksanakan oleh setiap umat Hindu di mana saja. Lebih-lebih yang berada di lingkungan desa adat. Terkait dengan itu dia minta kepada krama Bali untuk menyisihkan waktunya datang ke TPS tanggal 17 April mendatang.

Di bagian lain terkait dengan kegiatan pemilu mendatang Gubernur Bali, Dr I Wayan Koster yang bakal mencoblos di Desa Sembiran Buleleng itu meminta kepada perusahaan perusahaan untuk memberikan izin kepada karyawan  melakukan pencoblosan. Sekali pun hari itu, hari yang diliburkan, jika memang tidak ada libur untuk karyawannya, bisa digunakan pengaturan jam kerja, katanya.
R 4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net