Pupuk Kaltim Penuhi 31.173 Ton Per Tahun Kebutuhan Pupuk Bali - Bali Kini

Bali Kini

Bali Kini, Portal Berita Bali

Breaking News

Sabtu, 04 Mei 2019

Pupuk Kaltim Penuhi 31.173 Ton Per Tahun Kebutuhan Pupuk Bali

Mangupura - Balikini.Net - Dalam mengelola lahan pertanian, pupuk merupakan salah satu komponen yang memengaruhi terhadap kesuburan tanaman.

Pada tahun 2019, provinsi Bali mendapat alokasi pupuk urea bersubsidi, yang disuplai oleh pupuk Kaltim sebanyak 31.173 ton pertahun.

Kepala pemasaran Bali pupuk Kaltim Mukri mengatakan, daerah pemasaran pupuk Kaltim tersebar di sembilan kabupaten/ kota di Bali, dengan Tabanan merupakan kawasan terbanyak mendapatkan alokasi, sebesar 8.022 ton pertahun. Dan kota Denpasar dengan alokasi terendah sebanyak 820 ton pertahun. Sedangkan kebutuhan seluruh provinsi Bali dalam sebulan sebesar 2.000 ton.

Mukri menjelaskan harga eceran tertinggi (HET) pupuk urea setiap kilogram dalam kemasan 50 kg adalah Rp 1.800, dibayar kas dan diambil langsung ke kios pupuk Kaltim.

Mukri menegaskan, kios tidak boleh menaikan harga di atas harga yang telah ditetapkan.

"Rp 1.800 itu harga tertinggi yang yang ditetapkan pemerintah, jadi kios tidak boleh menjual di atas harga tersebut", kata Mukri.

Cakupan pemasan pupuk Kaltim meliputi sebagian provinsi Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Maluku dan Papua, dengan kapasitas produksi mencapai 3,4 juta ton pertahun.

Untuk pemasaran pupuk Kaltim di provinsi Bali, tersedia sembilan gudang penyangga, tujuh distributor dan 163 kios.

Petani yang mendapatkan pupuk bersubsidi merupakan petani yang terbangun dalam kelompok tani, dan mendapatk alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah untuk daerah tersebut.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net