Cek Kesiapan Pilkel, Bupati Artha Minta Panitia Gencarkan Sosialisasi. - Bali Kini

Bali Kini

Bali Kini, Portal Berita Bali

Breaking News

Rabu, 11 September 2019

Cek Kesiapan Pilkel, Bupati Artha Minta Panitia Gencarkan Sosialisasi.

Jembrana,BaliKini.Net - Menjelang Pelaksanaan Pemilihan Perbekel ( Pilkel ) serentak yang tinggal beberapa hari, Bupati Jembrana I Putu Artha beserta jajaran , meninjau kesiapan  dengan menyambangi sejumlah  desa di kecamatan Melaya, rabu ( 11/9).

 Desa –desa itu diantaranya Melaya, Belimbing Sari, Eka Sari, Warna Sari, Tuwed , Candikusuma serta Tukadaya. Selain mengecek kesiapan logistik, kedatangan orang nomor satu bumi mekepung itu juga ingin memastikan kesiapan panitia pelaksana, khususnya pemahaman mereka akan regulasi /aturan berlaku selama Pilkel. Pemahaman akan itu,  regulasi disebutnya penting agar ada kesamaan persepsi antara seluruh pihak yang terlibat langsung saat Pilkel.

“ Kita berharap seluruh tahapan berlangsung lancar, begitu juga saat pelaksanaan aman tidak mnjurus konflik apalagi perpecahan ditingkat desa. Meski saya yakin lancar dan damai, potensi konflik harus diwaspadai. Terutama apabila pemilihan berlangsung ketat dengan selisih suara tipis, “ terang Artha.

Karena itu diperlukan ketegasan panitia pelaksana desa, khususnya pemahaman mereka akan regulasi yang mengatur.

Karena dalam pelaksanaannya, pasti akan ada sejumlah pertanyaan yang muncul. Sosialisasikan dengan jelas , alur dan aturan . Pahami lebih awal agar tidak timbul permasalahan kemudian hari. Berikan juga  pemahaman yang sama  kepada masing-masing  kandidat beserta team suksesnya.

Misalkan dicontohkan Artha, apabila hasil  pengutan suara, hasil pilkel disuatu desa dinyatakan seri, panitia diminta menjelaskan  lebih  awal mekanisme penentuan pemenangnya. Jika hasil penghitungan suara  terbanyak sama jumlahnya, pemenang akan ditentukan dengan jumlah TPS yang mampu dimenangi oleh kandidat tersebut. Apabila masih sama barulah pemenang ditentukan , siapa kandidat yang mampu memenangi TPS dengan jumlah pemilihan terbesar.
“ Misalkan , pilkel didesa A dengan total TPS sebanyak 11, perolehan  suara tertinggi dinyatakan seri , dengan jumlah total suara sama banyak  antara calon B dan C . Tapi C mampu meraup kemenangan di 6 TPS, sedangkan B hanya unggul di 5  TPS, maka C dinyatakan sebagai pemenang Pilkel.

Sebaliknya apabila jumlah total kemenangan di TPS mereka masih sama kuat, pemenang baru akan ditentukan dengan siapa yang berhasil memenangi TPS dengan jumlah pemilih terbesar didesa itu , “papar Artha.



 " Nah pemahaman akan hal seperti itu  perlu disosialisasikan lebih awal, guna meminimalisir konflik ,” tambahnya.
Penyampaian Bupati Artha itu dibenarkan Ketua Panitia Pemilihan Tingkat Kabupaten , I Nengah Ledang. Menurutnya , berbagai kemungkinna juga sudah diatur , pihaknya juga sebelumnya telah melakukan konsultasi , meminta penjelasan akan aturan-aturan tersebut kepada Dirjen Bina Pemerintahan desa , Kemendagri .

“ Kita berpatokan pada Permendagri 65 tahun 2017 tentang perubahan atas permendagri 112 tahun 2014 tentang pemilihan kepala desa . Makanya kita sudah sarankan kepada panitia desa untuk membuat TPS dengan jumlah ganjil. Nantinya juga tidak akan ada mekanisme pemungutan suara ulang, “tegas Ledang.

Sementara kepada masing-masing kandidat peserta Pilkel, Bupati artha juga mengingatkan mereka mengindari penggunaan SARA saat kampanye. Berlaku juga bagi masing-masing Timses. “ Hal itu berbahaya, jangan rusak keharmonisan masyarakat Jembrana dengan berpolitik seperti itu. Rangkul semua, dan siapapun berhak dipilih sepanjang sudah memenuhi syarat dan disahkan oleh penitia pelaksana, “kata Artha.

Sementara saat melaporkan kesiapan tahapan Pilkel ,Ketua Panita Pemilihan Perbekel desa Melaya Wayan Wirka, pihaknya telah melaksanakan berbagai persiapan , diantaranya sosialisasi aturan baik kepada calon perbekel maupun kepada masyarakat. Selain itu pihaknya juga akan melaksanakan kegiatan berupa adu program, visi dan misi dari masing - masing calon yang telah ditetapkan. "Itu kami lakukan agar masyarakat bisa tahu visi dan misi dari masing - masing calon sebagai salah satu referensi masyarakat menetukan pilihannya nanti. Ia juga senantiasa berkordinasi dengan panitia kabupaten , termasuk dalam mencegah permasalahan serta timbulnya kesalahpahaman.  ( humas /r5 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Redaksi Balikini.net menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan di Balikini.net . Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca berhak melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Redaksi Balikini.net akan menilai laporan dan berhak memberi peringatan dan menutup akses terhadap pemberi komentar.

Terimakasih
www.balikini.net