-->

Iklan

Menu Bawah

Dewan Usulkan Bangun Gedung Baru

BaliKini.Net
Rabu, 11 September 2019, 21.07 WIB Last Updated 2019-09-11T14:07:15Z
Denpasar,BaliKini.Net -Usulan pembangunan Gedung Baru DPRD Bali kembali mencuat. Hal ini muncul saat pembahasan awal Tata Tertib (Tatib) DPRD Bali masa jabatan 2019-2024 di Lantai III, Selasa (10/09). Para anggota menganggap bahwa Gedung dewan saat ini memang perlu dilakukan perluasan. 

Dibandingkan dengan Gedung dewan daerah lain yang terbilang memiliki kelengkapan dan ruangan masing-masing bagi anggota dewan, DPRD Bali belum memiliki hal itu. Sehingga dianggap tak lagi representatif. “Hampir sekian tahun, kita tidak punya ruangan yang representatif. Karpet sudah berdebu, meja-meja sudah hampir rontok semua. Padahal kita susah payah mencari kursi dan meja disini kan, dengan anggaran yang cukup besar,” ujar Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, I Gusti Putu Budiarta saat  rapat pembahasan awal Tatib serta kode etik dan tata beracara DPRD Bali.

Politisi asal Pedungan Denpasar ini berharap agar tahun anggaran mendatang bisa akomodir. Yang terpenting tidak boleh mengurangi kewajiban sebagai seorang wakil rakyat.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Bali yang memimpin Rapat I Nyoman Sugawa Korry memberikan tanggapannya. Menurut dia, pihaknya memang membutuhkan gedung baru. "Secara obyektif itu memang merupakan suatu kebutuhan," jelasnya saat wawancarai seusai memimpin rapat.

Sugawa Korry menjelaskan, sebelumnya memang sudah ada usulan dari eksekutif untuk membangun Gedung baru, bahkan siap dianggarkan. Namun, saat itu sempat ada penolakan dari salah seorang anggota dewan. "Sebenarnya waktu itu sudah ada usulan dan wacana gedung baru. Akan dibangun dibelakang (parkir). Tetapi, ada yang berstatmen di koran bahwa lebih baik dialokasikan untuk yang lain. Ya gak jadi," ujar dia.

Hanya saja, bila memang ingin ada pembangunan Gedung baru untuk dewan saat ini, perlu disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. Sehingga, tidak bisa dikategorikan mendesak. "Kalau saya melihat itu tidak mendesak dan tidak harus dipaksakan kalau tidak ada anggaran yang mencukupi," tandasnya.  Dari perhitungannya, anggaran pembangunan Gedung baru diperkirakan Rp. 25 Milyar.

DPRD Bali juga siap menyampaikan usulan dari para anggota kepada pihak eksekutif. "Kita akan koordinasi dulu dengan eksekutif," akunya.

Sugawa Korry berkelakar, ada opsi yanh memungkinkan untuk pembangunan gedung dilaksanakan dengan cepat. Yakni dengan memangkas dana hibah bansos. Namun kembali lagi, apakah seluruh anggota dewan bersedia. Mengingat anggaran tahun ini sudah tidak memungkinkan untuk dialokasikan. Selain itu masih ada beberapa prioritas yang harus segera dilaksanakan yakni penataan kawasan Besakih. "Saya kelakar tadi, kalau mau dana hibah dipangkas, ya bisa jadi. Kalau mereka setuju ya oke, cepet bisa," pungkasnya. Dp/r2

Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+