-->

Iklan

Modal Sosial, Anak Dagang Blayak Sukses Jadi Legislator 4 Periode

BaliKini.Net
Sabtu, 07 September 2019, 19.42 WIB Last Updated 2019-09-07T12:42:55Z
Denpasar,BaliKini.Net - DPRD Bali telah melantik anggota baru periode 2019-2024. PDIP sebagai partai pemenang mampu menyumbangkan kader terbaiknya sebanyak 33 orang. beberapa wajah baru dan lama menghiasi Lembaga Wakil Rakyat yang terletak di Jalan Dr. Kusuma Atmaja No. 3 Renon Denpasar tersebut.

Salah satu yang kader terbaik PDIP yang lolos adalah Kadek Setiawan. Politisi asal Buleleng ini merupakan satu diantara sekian anggota dewan yang lolos untuk kesekian kali. Ditemui di Gedung DPRD Bali, Kadek Setiawan menceritakan kisah hidupnya yang terbilang tidak terlalu mulus. Dirinya juga sejak kecil tidak ada cita-cita ataupun berfikir sebagai politisi. Apalagi, Setiawan merupakan anak dari Pedagang Blayag.

“Saya ini anak Dagang Blayag. Sejak sekolah saya ngarit (cari rumput), sampek kuliah saya ngarit. Ada warung dipinggir jalan itu aku geluti. Setelah tamat kuliah tidak jadi Guru,” katanya saat menceritakan perjalanan hidupnya, Minggu (08/09).

Saat ini Kadek Setiawan telah duduk sebagai anggota dewan selama empat periode. Dua periode di DPRD Kabupaten Buleleng (2004-2009 dan 2009-2014) dan dua periode di DPRD Bali (2014-2019 dan 2019-2024) dengan perolehan suara terbanyak kedua dari Dapil VI. Ia mengaku selama ini hanya bermodal social kepada masyarakat. Menurutnya, dengan modal tersebut masyarakat akan merasa diperhatikan. Hal itu dirinya contohkan dengan rumah tanpa pintu gerbang.

“Rumah saya tidak saya kasih gerbang. Jadi terbuka bagi siapa pun yang ingin bertemu dengan saya, 24 jam. Rumah ini representative buat rakyat. Buat apa rumah kita dikasih gerbang dan tembok tinggi, ada anjingnya. Nanti masyarakat mau bertemu kita kan susah. Di kamus Setiawan tidak ada seperti itu,” jelasnya.

Sebagai anggota dewan, Setiawan juga ingin memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Saat dilantik, dirinya telah bersumpah dan berjanji untuk menjadi pelayan masyarakat. “Sehebat apa pun kita, sekaya apa pun kita, tidak akan menjadi wakil rakyat tanpa dicalonkan oleh partainya dan dipilih oleh rakyat. Yang hebat adalah partainya dan yang lebih hebat lagi adalah rakyatnya yang memilih,” akunya.

Kata dia, tuntutan masyarakat itu kan ada empat hak dirinya yakini. Yakni tiga hak dasar yang ingin masyarakat dapatkan setiap saat dan satu hak yang bukan dasar. “Pertama kan tegur sapa, kedua selalu ada buat rakyat, ketiga hadir untuk rakyat. Keempat itu hak yang tidak dasar yaitu program-program yang ada di provinsi seperti pembangunan dan hibah bansos. Hibah bansos ini penting tapi bukan segala-galanya, karena datangnya satu tahun sekali,” tandasnya. Sesuai dengan motto hidupnya, jangan pernah melupakan dan harus menjadi SEJARAH (Sejalan, Sejajar, dan Searah).

Untuk di partai politik, karir Setiawan cukup mulus, pernah menjabat sebagai Ketua PAC PDIP Kecamatan Buleleng dan Wakil Ketua DPC PDIP Buleleng. Dp/r2
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU