-->

Iklan

Menu Bawah

Musibah Kebakaran Pura Puseh Desa Banyubiru Ditinjau Bupati Artha.

BaliKini.Net
Selasa, 03 September 2019, 19.27 WIB Last Updated 2019-09-03T12:27:44Z
Jembrana,BaliKini.Net - Pura Puseh Desa Pekraman Banyubiru kecamatan Negara yang porak poranda akibat dilalap api pada Senin sore(2/9) ditinjau langsung oleh Bupati Jembrana  I Putu Artha, Selasa pagi (3/9). Kedatangan orang nomor satu di bumi Mekepung didampingi Kasat Pol PP, IGN Rai Budi dan Kepala BPBD I Ketut Eko Susilo dan Camat Negara, I Wayan Andhy Suka Anjasmara serta Kabag Humas dan Protokol Setda Jembrana, Cipta Wahyudi  diterima bendesa pekraman Banyubiru, Nyoman Jaya Drata serta para tokoh masyarakat.

Saat berada di utama mandala pura, Bupati Artha masih melihat  sisa-sisa amukan “si jago merah”berupa atap pelinggih yang kesemuanya berasal dari ijuk yang masih berserakan. Tidak itu saja, puing-puing yang masih berdiri diatas bebaturan pelinggih yang berasal dari kayu yang diukir dengan polesan peradanya seperti, meru tumpang tiga, meru tumpang pitu, bale pepelik pelinggih ulun danu, taksu serta pelinggih Sri Sedana yang ada di madya mandala juga sebagiannya terlihat hancur berkeping-keping.

Usai berkeliling melihat bangunan pelinggih yang hangus,  Bupati I Putu Artha mengingatkan, krama dan para tokoh masyarakat untuk selalu waspada dan jangan mudah terpancing bahkan terprovokasi. “Tunggu hasil penyelidikan kepolisian. Jangan terprovokasi hal-hal menyesatkan. Saya minta musibah ini agar dijadikan pengalaman pertama dan terakhir kalinya,”harapnya.

Menyikapi musibah yang terjadi, Bupati Artha juga meyebut perlu diambil  langkah-langkah baik secara sekala dan niskala. “secara sekala saya harapkan krama segera melakukan pembersihan terhadap sisa-sisa bangunan yang berserakan ini. Langkah yang paling penting untuk dilakukan yakni, melakukan pembersihan secara niskalanya. Namun demikian, saya juga berharap sisa-sisa bangunan yang masih baik agar dimanfaatkan asalkan terlebih dahulu dilakukan pembersihan secara niskala berdasarkan petunjuk sulinggih, “tegasnya.

Sementara Bendesa Pekraman Banyubiru, Nyoman Jaya Drata mengatakan, krama desa pekraman dalam waktu secepatnya akan segera melakukan langkah-langkah untuk melakukan perbaikan baik secara sekala dan niskala. “Ini musibah bagi krama desa kami. Setelah dilakukan paruman pemucuk(tokoh) dan petunjuk Sulinggih, maka Ida Betara segera di “linggihan”(dibuatkan tempat khusus) di utama mandala dengan disertai dasar upakara. Selain itu, akan dilaksanakan “Guru Piduka Agung” dengan dasar upakara caru asu(anjing) blang bungkem termasuk pengerapuh serta pengaci setiap hari purnama,  “ujarnya.

Sebelumnya kunjungan serupa dilakukan Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan. Pasca musibah secepatnya , Ia akan mengkordinasikan dengan OPD terkait menindaklanjuti . Musibah ini juga disebut Kembang , hendaknya dijadikan pelajaran yang mahal bagi masyarakat, agar jangan lagi membakar  sampah terlebih lagi saat musim kering seperti sekarang. “ musibah ini mengajarkan kita semua  selalu waspada dan berhati-hati  , agar musibah serupa tidak terulang lagi,”imbaunya(eka/r5).
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+