-->

Iklan

Bali Harus Bentuk MKK Permanen

BaliKini.Net
Selasa, 01 Oktober 2019, 19.59 WIB Last Updated 2019-10-01T12:59:09Z
DENPASAR,BaliKini.Net - Revisi KUHP saat ini menjadi polemik dimasyarakat. Respon beragam dari berbagai pihak, ada menyetujui namun tak sedikit pula yang kontra. Di Bali, para pelaku pariwisata sangat mengkhawatirkan revisi KUHP yang telah digodok di DPR RI tersebut.

Kondisi tersebut dianggap akan berpengaruh bagi pariwisata di Bali. Maka dari itu, Bali harus segera melakukan antisipasi terhadap penurunan kunjungan wisatawan. Yakni dengan Managemen Krisis Kepariwisataan (MKK) seperti wacana Menteri Pariwisata beberapa bulan lalu. Mengingat, perekonomian Bali bergantung dari sektor pariwisata, sehingga isu apapun akan berpengaruh. Lebih dari itu, banyak daerah dari luar negeri yang menjadi pesaing.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali Made Duama menjelaskan, 10 destinasi saat ini sudah dirancang dengan MKK tersebut. Salah satunya Bali. Informasi yang dirinya terima, pembentukan MKK didasarkan pada daerah yang memiliki potensi bencana, krisis, ataupun konflik. Pemerintah juga telah memprioritaskan destinasi mulai dari Indonesia Bagian Barat, Tengah, dan Timur. Sementara Bali masuk dalam kawasan tengah.

Seperti contohnya saat kejadian meletusnya Gunung Agung yang sangat berdampak pada kunjungan wisatawan ke Bali. Begitu juga dengan kejadian Bom Bali beberapa tahun silam. Penurunan tersebut tak lepas dari kurangnya pengelolaan informasi yang menyebabkan adanya larangan dari negara lain terhadap warganya untuk datang ke Bali. "Itu urusan teknis, kalau ada dampak bagi wisatawan, belum ada yang menanganinya, olehkarenanya Bali sudah seharusnya membuat MKK dan semua lembaga harus saling berkoordinasi tangani krisis," kata dia, Senin (30/09).

Disisi lain, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menjelaskan, MKK pernah dibentuk seusai Bom Bali 2002 silam. Akan tetapi, sifatnya tidak permanen. Begitu juga waktu meletusnya Gunung Agung. Pihaknya berharap agar kedepan MKK secara permanen bisa terbentuk. Dp/r2
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU