Padudusan Agung Pura Dalem Penataran Sumerta

Header Menu

BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA
Cari Berita

Advertisement


Padudusan Agung Pura Dalem Penataran Sumerta

Bali Kini
Senin, 25 November 2019

Denpasar,BaliKini.Net - erangkaian upacara Padudusan Agung yang dilaksanakan di Pura Dalem Penataran Desa Adat Sumerta dilaksanakan upacara Ngingsah dan Nyengker Setra yang dilaksanakan bertepatan dengan rahina Sukra Umanis Klawu, Jumat (22/11).

Nampak masyarakat yang mengenakan pakaian putih kuning yang akan melaksanakan persembahyangan serangkaian upacara mgingsah di Pura Dalem Penataran Desa Adat Sumerta. Acara ini dihadiri langsung Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, penglingsir pura, tokoh adat serta masyarakat lainnya.

Sebelum melaksanakan persembahyangan bersama yang dipimpin  Jro Mangku Pura Dalem Penataran Desa Adat Sumerta I Ketut Djiwi, Rai Mantra sempat menyerahkan dana punia kepada panitia karya.

Panitia Karya Pedudusan Agung Pura Dalem Penataran Desa Adat Sumerta, I Made Tirana mengatakan upacara ini sudah dimulai sejak tanggal 2 Nopember 2019 yang diawali dengan acara Nyukat Genah.

“Upacara dilanjutkan pada 10 Nopember 2019 yaitu acara Nanceb Tetaring dan Nuasen Karya, 16 Nopember 2019 yaitu acara Piodalan Ida Ratu Ayu dan Ratu Made, 19 Nopember 2019 yaitu acara Negtegang Beras, dilanjutkan pada tanggal 21 Nopember 2019 diisi dengan acara Nunas Tirta Sidakarya dan Tirta Empul/Taman Buka, hari ini pada tanggal 22 Nopember 2019 dilanjutkan dengan acara Ngingsah dan Nyengker Setra. Rangkaian upacara ini berakhir pada tanggal 3 Desember 2019 yaitu upacara Nyegara Gunung Ngaturang Pekelem di Pantai Padang Galak”, ujar Made Tirana.

Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, persembahyangan ini dilaksanakan bersama penglingsir pura serta masyarakat lainnya untuk memohon kerahayuan baik secara skala maupun niskala bagi seluruh masyarakat khususnya di Kota Denpasar.

“Adat dan budaya jangan sampai dilupakan, karena kondisi saat ini banyak yang melupakan tentang adat dan budaya. Tapi dengan adanya kemajuan teknologi yang canggih kita dapat mendapatkan banyak informasi melalui media sosial yang mempelajari bagaimana tentang pengertian bagaimana cara beryadnya yang benar. Karena beryadnya itu harus didasari dengan adanya ketulusan dan keikhlasan”, ujar Rai Mantra. (Arm/r5)