WABUP KEMBANG MINTA DESA GALI POTENSI SEMAKSIMAL MUNGKIN

Header Menu

BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA
Cari Berita

Advertisement


WABUP KEMBANG MINTA DESA GALI POTENSI SEMAKSIMAL MUNGKIN

Bali Kini
Kamis, 21 November 2019
Loading...

Jembrana ,Balikini.Net - Rabu (20/11) Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan menghadiri, memberikan pengarahan sekaligus sebagai narasumber pada Acara Pelatihan bagi Calon Perbekel Terpilih se-Kabupaten Jembrana Bertempat di Ruang Rapat Lantai II, Gedung Kesenian Ir. Soekarno. Turut Hadir dalam acara tersebut, sejumlah kepala OPD, Camat se Jembrana, Peserta pelatihan yang terdiri dari 35 calon perbekel terpilih se Kabupaten Jembrana.

Pada acara tersebut, Wabup Kembang berharap bagi Calon Perbekel Terpilih agar membuat program yang bisa mensejahterakan masyarakat desanya sekaligus mengembangkan potensi di desanya. “Jangan hanya terfokus pada program kecil saja, namun harus memiliki impian dan program besar untuk pengembangan potensi desa. Gali potensi semaksimal mungkin”ucapnya. Ia menambahkan jika masih ragu dengan potensi desa, bisa bersurat kepada Universitas Udayana, untuk penggalian potensi desa. “Terlebih kita punya MOU dengan Universitas Udayana, tinggal bersurat kesana” ujarnya.

Ia mencontohkan seperti Desa Budeng yang memiliki potensi Jambu Budeng yang luar biasa dan hanya ada di Desa Budeng. Kembang mengatakan jika di tiap jengkal Desa Budeng ditanami Jambu Budeng dan dijadikan Agrowisata ataupun di jual, tentunya akan menjadikan pemasukan bagi desa sekaligus mensejahterakan warga. Tidak hanya Budeng, Kembang juga mencontohkan Desa Yehembang Kangin yang airnya melimpah. “Bumdes Desa Yehembang Kangin akan membangun usaha air minum kemasan yang tentunya akan membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya," imbuhnya.

Kembang berharap agar semua calon perbekel terpilih menumbuhkan rasa kecintaannya terhadap daerahnya dengan memaksimalkan potensi desa. Ia juga berharap jika di desa memiliki program infrastruktur, agar menggunakan SDM local dan membeli bahan yang ada di toko local. “Dengan begitu, uang kita berputar di daerah untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Namun jika menggunakan SDM dan bahan dari luar, maka uang akan dibawa keluar daerah," kata Kembang.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa, Gede Sujana, dalam laporannya mengatakan bahwa pelatihan ini untuk memberikan pembekalan yang mumpuni tentang pemerintahan desa dan memberikan pemahaman tentang tata kelola desa, harapannya begitu dilantik 6 desember 2019 sudah siap melaksanakan tugas. “Waktu pelaksanaan dua hari (20-21), dengan narasumber Bapak Wakil Bupati, Kepala KPPN Singaraja dan OPD terkait," ucapnya. (Adisuta/r4)