Wacana TPA Badung di Kuta Selatan Perlu Kajian Mendalam
-->

Header Menu

BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA
Cari Berita

Advertisement


Wacana TPA Badung di Kuta Selatan Perlu Kajian Mendalam

Bali Kini
Senin, 04 November 2019

DENPASAR,BaliKini.Net -Wacana Gubenur Bali Wayan Koster yang meminta Badung untuk mengelola sampah sendiri di lahan milik Pemprov di Kuta Selatan mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Bali Wayan Diesel Astawa. Menurut dia, sejatinya lahan tersebut oleh Desa setempat akan diusulkan untuk mengelola sampah.

Akan tetapi, pengelolaan tersebut hanya sebatas untuk Desa Ungasan atau Kuta Selatan saja bukan tingkat Kabupaten. Sehingga peruntukannya bukan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seperti di Suwung.  “Kita sudah menggelar Paruman Desa yang akan mengusulkan tanah provinsi di Banjar Anggasari itu untuk kita jadikan tempat pengolahan sampah. Tapi bicara khusus wilayah Desa Ungasan,” jelasnya, Senin (04/11)

Lokasi yang dimaksud oleh Diesel adalah lahan sebelah selatan GWK (Garuda Wisnu Kencana). Baginya, untuk dikawasan wisata dan sebagai tempat pengolahan sampah Desa, hanya butuh sekitar 50 are saja. Mengingat, nantinya pengelolaan akan menggunakan teknologi mesin. Jadi, seluruh sampah tidak akan tertimbun, melainkan akan diolah dan pilah.

Berbeda halnya jika diperuntukan untuk TPA Kabupaten, tentunya akan membutuhkan lahan yang lebih luas lagi. Pria yang juga Bendesa ini meminta agar ada kajian terlebih dahulu apabila memang di kawasan Kuta Selatan akan dijadikan TPA Badung. “Mari kita kaji bersama amdal dan sebagainya. Apakah disana layak dan cocok sebagai tempat pengolahan sampah untuk wilayah Badung selatan, yang mana disana adalah daerah pariwisata. Kan kurang logis, kurang elok,” pintanya. Dp/r2