Dukung Komitmen Pemerintah, PLN Gelar Lomba Masak Gunakan Kompor Induksi

Header Menu

BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA
Cari Berita

Advertisement


Dukung Komitmen Pemerintah, PLN Gelar Lomba Masak Gunakan Kompor Induksi

Bali Kini
Jumat, 07 Februari 2020

Jembrana ,BaliKini.Net - Dalam rangka memperkenalkan dan mengedukasi gaya hidup kekinian yakni Electrifying Lifestyle, PLN ULP Negara, Kabupatn Jembrana, Provinsi Bali, Jumat (7/2) menggelar Lomba Masak menggunakan Kompor Induksi.

Kegitan ini disentralkan di sisi Lapangan Skate Board Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Kabupaten Jembrana, diikuti sebanyak 7 peserta dari siswa tingkat SMK/SMA se-Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Manajer PLN ULP Negara, I Dewa Gede Gina Sanjaya mengatakan, kegiatan ini mengajak kaum millennial untuk menggunakan dan merasakan sensasi menggunakan teknologi kekinian khususnya Kompor Induksi. "Selain memperkenalkan Kompor Induksi, kami juga memperkenalkan motor listrik. Alat-alat kekinian ini sudah tidak lagi menggunakan Bahan Bakar Minyak dan Gas, melainkan berbahan bakar listrik. Jadi tentu ini aman dan ramah lingkungan", jelas Gina.

Menurutnya,  Ada 4 (empat) kelebihan menggunakan Kompor Indiksi, diantaranya :

Pertama, lebih ramah lingkungan karena Kompor Induksi tidak seperti Kompor Gas yang mengeluarkan Emisi seperti CO2. Prinsip kerjanya adalah melalui prinsip pemanasan Induksi. Kawat konduktor dialiri listrik AC berfrekuensi tinggi, dan bekerja dengan cara merubah Medan Magnet di sekitar Kumparan untuk memunculkan Arus Eddy pada Konduktor, dimana Konduktor ini kemudian mengalami pemanasan yang cukup digunakan untuk memasak. Sehingga, bila diasumsikan konsumsi Gas LPG rumah tangga per-tahun mencapai 144 kilogram, maka Emisi CO2e yang dikeluarkan per-tahun per rumah tangga mencapai 429.7 kilogram. Bila seluruh rumah tangga pengguna LPG se-Bali beralih menggunakan Kompor Induksi, maka Estimasi penurunan Emisi Karbon-nya bisa mencapai 5,48 Giga ton CO2e per-tahun. 

Kedua, lebih hemat karena selain dapat mengurangi Emisi Karbon, penggunaan Kompor Induksi juga dapat menghemat pengeluaran rumah tangga. Jika dalam perhitungan biaya penggunaan Tabung Gas untuk memasak 10 liter air adalah setara Rp. 6.171,- Sedangkan, untuk memasak air dengan jumlah yang sama dengan Kompor Induksi berkekuatan 1200 Watt, hanya diperlukan uang setara Rp. 1.283,- Sehingga bila beralih menggunakan Kompor Induksi, dalam pengeluaran rumah tangga sehari-hari, satu keluarga dapat menghemat pengeluaran hingga 18%. 

Ketiga, lebih praktis dan aman karma Kompor Induksi juga memiliki model yang lebih pipih, ramping dan ringan dibanding kompor gas biasa. Bentuknya datar dengan lapisan kaca yang mudah dibersihkan. Selain itu, kompor ini juga lebih mudah dibawa kemana-mana dan hanya memerlukan stop kontak untuk memasak sebagaimana menggunakan Rice Cooker. 

Keempat, Suhu mudah diatur karena Kompor Induksi mengalirkan panas lewat proses Induksi terhadap peralatan masak yang digunakan, bukan kompornya, sehingga pemanasan dapat berlangsung dengan lebih cepat, dimana Derajat suhunya juga dapat diatur sesuai kebutuhan dan relatif stabil dalam waktu yang lama.

"Sehingga ini dapat dikatakan sebagai hal yang bersifat mendukung komitmen Gubernur Bali dan Pemerintah khususnya dalam membangun Bali yang bersih dan ramah lingkungan",  jelasnya. (Suar/r3)