-->

Iklan

Menu Bawah

Unwar Gelar Wisuda Ke-63 Secara Daring

BaliKini.Net
Sabtu, 25 Juli 2020, 08.09 WIB Last Updated 2020-07-25T11:01:17Z
Ket. Foto: [Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E.,Sp.Park. (tengah) didampingi Wakil Rektor I Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. (2 dari kiri)), Wakil Rektor II Ni Putu Partamawati, SE.,MM.,Wakil Rektor III Dr. Ir. I Wayan Parwata, MT.,IPM. (kiri) dan Ketua Panitia Wisuda Drs. I Wayan Sudemen, M.Si.]
Denpasar,BaliKini.Net - Universitas Warmadewa (Unwar) di bawah naungan Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali untuk pertama kalinya dalam sejarah menggelar Wisuda secara virtual (online) bagi lulusannya sebagai dampak dari Pandemi Covid-19, Sabtu (25/7) ini. Meskipun dilaksanakan secara online, namun tidak mengurangi esensi dan makna dari wisuda pada umumnya.

Pada wisuda ke-63 ini, Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E.,Sp.ParK., melepas sebanyak 749 orang wisudawan dari 25 program studi (Prodi) yang dikembangkan. Namun, hanya perwakilan masing-masing Prodi yang diwisuda secara langsung yang prosesinya dipusatkan di Gedung Auditorium Widya Sabha Uttama Kampus Unwar. Sedangkan wisudawan lainnya mengikuti prosesi secara daring dari kediaman masing-masing. Dengan dilepasnya para wisudawan ini, Unwar telah mempunyai alumni sebanyak 32.295 orang.

Rektor Unwar, Prof. Widjana, mengatakan dilihat dari segi Indek Prestasi Kumulatif (IPK) dari 749 lulusan sebanyak 94,65 % di atas 3,0. Sementara yang menyelesaikan tugas akhir kurang dari 6 bulan 93,19 % dan studi tepat waktu sebanyak 83,84 %. Sedangkan dari hasil tracer study yang terakhir, sebanyak 97,74 % lulusan sudah bekerja dan masa tunggu untuk mendapatkan pekerjaan selama 3,54 bulan. Kinerja lulusan sebanyak 91,28 % mempunyai kinerja baik dan sangat baik.

Meskipun demikian, Prof. Widjana mengajak para lulusan dalam situasi pandemi Covid-19 ini agar tetap produktif, walaupun hidup dalam suasana tatanan kehidupan normal baru (new normal). Sebab, kondisi ini mempengaruhi pertumbuhan ekonomi ke arah yang kurang menggembirakan. "Tingkatkan jiwa entrepreneurship dan pengusaan teknologi informasi untuk bisa bersaing di masa yang akan datang,"ujar Prof. Widjana.

Dikatakan, sejauh ini usaha-usaha memajukan Unwar dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Mulai dari instrumen input yang meliputi sarana dan prasarana, sumberdaya manusia serta meningkatkan daya saing lulusan melalui implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan melakukan Audit Mutu Internal (AMAI) secara berkala. Menyikapi masa pandemi Covid-19, khususnya pada bidang pembelajaran sepenuhnya dilakukan secara daring.

Bahkan, untuk memudahkan monitoring dan evaluasi proses pembelajaran pada semester Ganjil 2020/2021 ini semua dosen diwajibkan menggunakan aplikasi Learning Manajement System, yaitu Moodle atau Google Classroom. Sehingga proses pembelajaran bisa berjalan dengan interaktif. "Kedepan akan terus kami tata dan menuju ke satu sistem, yaitu Moodle dengan server tersendiri agar bisa di-link-kan ke laman Spada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,"tandasnya.

Saat ini Unwar didukung sebanyak 399 orang dosen yang terdiri dari S3 sebanyak 102 orang (25,56%) dan sisanya pendidikan Magister. Untuk menambah dosen yang berpendidikan S3, sebanyak 51 orang dosen sedang tugas belajar S3. Dilihat dari segi kualifikasi Jabatan akademik terdiri dari 15 Guru Besar, 143 Lektor Kepala, 88 Lektor, Asisten Ahli 92 orang dan sisanya dosen baru yang masih dalam pengusulan jabatan akademik.

"Dengan kemajuan tersebut, berdasarkan evaluasi Badan Riset dan Inovasi Nasional kinerja Penelitian yang dilakukan para dosen kami, Unwar sukses meraih klaster utama, demikian pula kinerja pengabdian kepada masyarakat meningkat ke jajaran klaster Unggul,"ungkapnya seaya mengatakan saat ini Unwar berada di posisi 17 dari 4.600 perguruan tinggi di Indonesia di bidang prestasi Pomnas ''.

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., berharap para wisudawan hadir sebagai social change di tengah-tengah masyarakat. Para sarjana Unwar harus berkarakter, kritis, cerdas, inovatif, dan profesional yang dijiwai Spirit Sapta Bayu. "Hanya dengan keunggulan yang dimiliki, para sarjana akan mampu memenangkan kompetisi yang semakin ketat dan meraih apa yang dicita–citakan. Tetap jaga nama baik almamater,"pungkas Wisnumurti. (*)


Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+