-->

Iklan

Menu Bawah

Hari Pertama Penerapan Pergub Nomor 46 di Kota Denpasar

BaliKini.Net
Senin, 07 September 2020, 22.21 WIB Last Updated 2020-09-07T15:21:17Z
Denpasar,BaliKini.Net - Secara serentak hari Senin 7 September 2020 Pemerintah Kota/Kabupaten seluruh Bali menerapkan Peraturan Gubernur Nomor 46  tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, untuk di Kota Denpasar penertiban Pergub hari pertama dilakukan Satpol PP Kota Denpasar bersama Tim gabungan dari unsur Kepolisian, TNI, Kejaksaan, Pengadilan dan Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Denpasar yang terkait melakukan penertiban atau sidak di hari pertama di Depan Museum Bali kawasan lapangan Puputan Badung Senin (7/8)

Sebelum Pergub ini diberlakukan  Satpol PP Kota Denpasar telah melakukan sosialisasi setiap hari sejak 2 Minggu yang lalu,  sehingga hari pertama tidak ditemukan orang yang melanggar tanpa masker 

Dengan adanya Pergub ini menurut Sayoga tujuan utamanya adalah bukan semata-mata, mendenda, menghukum masyarakat atau mencari kesalahan masyarakat, namun mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dan upaya pemerintah dalam memutus penyebaran mata rantai Covid 19. 

Mengingat kasus penularan Covid 19 di Kota Denpasar mengalami peningkatan,maka dari itu perlu pendisiplinan bagi masyarakat. "Jagan sampai satu orang tidak menggunakan masker menyusahkan  atau menularkan  banyak orang. Penularan hal seperti itulah yang harus dihentikan," ujar Sayoga.

Maka dari itu disiplin itu sangat penting mengingat limit waktu sosialisasi protokol kesehatan yang telah dilakukan dari bulan Maret sampai September  semestinya masyarakat telah memahami protokol kesehatan. 

Dengan adanya Pergub ini jika ditemukan ada yang melanggar Prokes akan dikenakan sanksi denda administratif. 

Sayoga menambahkan dalam kegiatan yang dilakukan ini, pihaknya juga   menertibkan  Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Untuk antisipasi adanya penularan covid-19 ODGJ tersebut langsung  dilakukan Rapid test. Setelah hasilnya keluar dan sesuai kesepakatan keluarga ODGJ tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Bangli. (Ayu/R4)
Komentar

Tampilkan

BERITA TERBARU

Kabar Internasional

+