-->

Minggu, 07 Juni 2026

1000 Lebih Rare Angon Mengikuti Lomba Layang-layang Pelangi Bali

1000 Lebih Rare Angon Mengikuti Lomba Layang-layang Pelangi Bali

Laporan Reporter: Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini  - Antusiasme rare angon Bali terhadap kelestarian tradisi layang-layang kian meningkat. Hal ini terbukti dari melonjaknya jumlah peserta dalam gelaran lomba layang-layang Pelangi Bali ke-48 yang digelar di Pantai Padanggalak, Minggu (7/6).
Event tahunan yang diselenggarakan pada 6 dan 7 Juni 2026 ini diikuti total 1.077 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Sekretaris Pelangi Bali, I Gusti Ngurah Arya Wardana, mengungkapkan jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
"Ada peningkatan yang sangat signifikan. Tahun lalu kita di angka 900-an, tepatnya 920-an peserta. Nah, tahun ini sudah mencapai 1.077 peserta," katanya,. Arya Wardana menambahkan, jika dahulu perlombaan didominasi oleh perwakilan Seka Teruna-Teruni (STT), kini peserta juga datang dari klub-klub layangan mandiri. 
Meski demikian, keterlibatan STT dinilai masih tetap ada walaupun tidak sedominan dulu. Kategori yang dilombakan terbagi menjadi dua kelompok usia, yaitu remaja dan dewasa. 
Sementara untuk jenis layangan yang dilombakan meliputi layang pecukan, bebean, janggan, janggan buntut, hingga kreasi. Selain itu, ada juga lomba pindekan dengan 70 peserta.
Untuk menjaga kredibilitas kompetisi, Pelangi Bali menerjunkan tiga tim khusus, yakni tim ukur, tim juri, dan tim pantau.  Adapun kriteria penilaian yang ditetapkan oleh tim juri meliputi aspek warna, elog, keserasian/pakaian, hingga panjang tali layangan. 
Dalam gelaran ini, Arya Wardana menyelipkan harapan sekaligus ruang refleksi bagi para rare angon.  Menurutnya, kelestarian budaya layangan di Bali saat ini tengah menghadapi tantangan serius akibat menyempitnya lahan terbuka.
Saat ini, wilayah Denpasar hanya menyisakan dua lokasi yang representatif untuk menerbangkan layang-layang berskala besar, yaitu di Pantai Padanggalak dan Pantai Mertasari. "Harapan kami dari Pelangi Bali, sebagai induk organisasi pelayang di Bali, agar pemerintah dalam hal ini bisa menyediakan lahan yang pas dan cukup. Dengan begitu, kami sebagai generasi muda Bali bisa terus melestarikan lomba layang-layang ini dan dapat melayangan dengan nyaman," pungkasnya.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved