Jumat, 16 Oktober 2020

Walikota Rai Mantra Dampingi Ketua DPR-RI, Menteri Sosial dan Menteri PPPA Kunjungan ke Denpasar


Denpasar ,BaliKini.Net  –
Ketua DPR-RI, Puan Maharani bersama Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara serta Menteri PPPA RI, IGA. Bintang Darmawati mengadakan kunjungan ke sejumlah lokasi di Kota Denpasar pada Jumat (16/10) siang.


Kehadiran sejumlah pejabat ini ke Kota Denpasar disambut Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi Kadis Sosial Kota Denpasar, Made Mertajaya serta Camat Densel, I Wayan Buda.


Adapun kegatan kunjungan kerja ini berlokasi di  Kelurahan Panjer, tepatnya di E-Warong Kube Sedana Melangit, Jl. Tukad Melangit, Denpasar. Dalam kesempatan tersebut Ketua DPR-RI, Puan Maharani bersama Menteri Sosial RI, Juliari P. Batubara serta Menteri PPPA RI, IGA. Menyerahkan secara langsung bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat – Program Keluarga Harapan (KPM – PKH) atas nama Ni Ketut Reki dan Ni Nyoman Karyati.


Ketua DPR-RI, Puan Maharani disela- sela kunjungannya mengatakan adanya Elektronik-Warung (E-Warong) Gotong-royong Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan (PKH), bertujuan untuk mempermudah penyaluran bantuan sosial non tunai dan jual beli sembako murah serta stabilisasi harga sembako.


 “E-Warong KUBE PKH merupakan wadah dalam pemasaran hasil produk KUBE/UEP, dan yang paling penting E-Warong ini dimiliki dan dikelolah oleh Keluarga Miskin Penerima Bantuan,” katanya.


 Menurutnya, dalam upaya mengatasi kemiskinan, pemerintah telah melakukan intervensi berupa kebijakan, program, kegiatan dalam berbagai bentuk dari berbagai pihak. “Namun, yang lebih penting dari semua upaya itu, adalah bagaimana kita semua melakukannya secara bersama, dengan mengedepankan nilai-nilai: integritas, kerja keras, dan bergandengan tangan serta bergotong royong dalam menyelesaikan semua masalah yang ada secara mandiri,” kata Puan Maharani.


 Puan Maharani juga berpesan agar bantuan yang diterima dpat digunakan sebaik baiknya untuk kesejahteraan keluarga. “Bahwa uang bantuan itu digunakan untuk hal yang bermanfaat bagi keluarga, dan jangan digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat,” katanya


 Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra saat ditemui disela-sela kegiatan mengatakan di tahun ini di Kota Denpasar telah diberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diserahkan kepada 11.827 keluarga penerima manfaat (KPM). Dari program bantuan pangan non tunai realisasinya sejumlah 2.606 KPM memperoleh bantuan tunai sebesar Rp.200.000/bulan. “E-Warong ini memiliki 11 agen di Kota Denpasar dalam membantu penyaluran sejumlah program bantuan non tunai ini. Selain itu terdapat pula program keluarga harapan dimana bantuannya dari bulan Juli-September dengan realisasi  kepada 1.903 Keluarga Penerima Manfaat dan juga bantuan sosial presiden berupa Bantuan Sosial Beras (BSB) sebesar 15 kg per enam bulan kepada 2.168 keluarga penerima bantuan. Selain itu ada juga tambahan bantuan dari Pemerintah Kota Denpasar di sektor informal sebanyak 23.399 KK, ”  Rai Mantra.


Ditambahkan Rai Mantra, Pemkot Denpasar mengapresiasi bantuan dari pemerintah pusat ini kepada warga masyarakat Kota Denpasar. “Tentunya akan kami pantau terus dalam teknis pemberian bantuan ini agar tepat sasaran dan tepat manfaat," ujar Rai Mantra.(esa-arm)


 


 

Jumat, 09 Oktober 2020

Gubernur Koster Gelar Raker Bersama Ketua dan Jajaran Satgas Covid-19 Nasional

Denpasar,Balikini.Net - Pemerintah Pusat memberikan perhatian khusus terhadap Bali dalam penanganan Covid-19. Di mana Bali menjadi salah satu dari 10 provinsi yang mendapat prioritas penanganan Covid-19. 


Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam rapat kerja dan pengarahan Ketua Satgas Covid-19 Nasional bersama Satgas Penanganan Covid-19 se-Bali yang berlangsung secara video conference dari Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Jumat (9/10). 


“Bali dianggap bisa menjadi etalase dalam penanganan Covid-19 di Indonesia,” ungkap Gubernur Koster seraya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian khusus Pemerintah Pusat dalam penanganan Covid-19 di Bali. 


Rapat kerja ini, juga tampak dihadiri Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kapolda Bali Kapolda Bali, Irjen (Pol) Petrus Reinhard Golose, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara beserta jajaran terkait.


Dengan perhatian itu, pihaknya akan berupaya penuh untuk terus menekan angka pertambahan positif Covid-19. Dalam beberapa hari terakhir, lanjut dia, menunjukkan kemajuan yang cukup mengembirakan dengan angka kesembuhan yang meningkat tajam. 


“Selain upaya-upaya teknis, kami juga terus melakukan upaya lain yang sesuai dengan kearifan lokal kami di Bali. Dan untuk itu, kami selalu meminta dukungan dari Pemerintah Pusat dan terutama dari Satgas Nasional. Semoga Bali bisa secepatnya terbebas dari pandemi ini,” kata pria asal Sambiran, Buleleng ini.


Sementara itu, Kepala Satgas Nasional Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo yang hadir langsung di Bali mengatakan, Pemerintah Pusat melalui Satgas melakukan berbagai upaya untuk mendukung penuh sejumlah provinsi yang dianggap memiliki peningkatan kasus, termasuk Bali. 


“Saat ini masih ada masyarakat yang menganggap dirinya tidak mungkin terpapar Covid-19 berdasakan data BPS. Jumlahnya 17 persen yang angka riilnya hampir 45 juta orang. Termasuk di Bali yang sekitar 20,78 persen masyarakatnya ada yang merasa tidak mungkin terpapar. Ini adalah angka yang sangat besar dan untuk itu, langkah dan upaya untuk memutus mata rantai ini harus ditingkatkan lagi,” tandas Doni. 


Menurut dia, sosialisasi disiplin protokol kesehatan (prokes) merupakan hal mendesak yang harus jadi prioritas setiap kepala daerah, baik melalui media massa ataupun media sosial. 


Satgas sendiri telah bekerjasama dengan Dewan Pers dan sejumlah media untuk mendukung dan mengisi program yang dalam hal ini berhubungan dengan perubahan perilaku masyarakat.  


“Covid ini sangat berbahaya karena bukan ditularkan oleh hewan, tapi dari manusia ke manusia dan orang yang kemungkinan besar menularkan adalah orang terdekat, keluarga, kerabat, teman jadi harus dipahami betul masker, cuci tangan dan jaga jarak adalah prioritas untuk saat ini,” imbuh Doni.


Doni Monardo juga mengingatkan bahwa sampai saat ini vaksin untuk Covid-19 belum ada dan jika pun sudah ada, distribusinya tidak bisa serta merta untuk keseluruhan masyarkat namun perlu tahapan-tahapan lagi. 


Pada kesempatan itu, Satgas Covid-19 Nasional menyerahkan bantuan kepada Pemprov Bali yang diterima langsung Gubernur Koster berupa dua unit ventilator, 5 ribu face shield, 15 ribu alat pelindung diri (APD), 30 ribu masker bedah, 10 ribu masker N-95 dan 500 ribu masker kain.[ar/r5]

25 Tahun Program Doktor Ekonomi Unhas Gelar Webinar Peranan OJK


Makassar.BaliKini.Net -
Webinar Nasional tentang Peranan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka pemulihan Ekonomi Nasional pada Masa Pandemi Covid-19 dilaksanakan secara online pada Jumat petang tanggal 9 Oktober 2020. Pelaksanaan acara ini dalam rangka Dies Natalis FEB-Unhas yang ke-72 dan 25 Tahun Program Doktor Ekonomi Unhas.


Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas, Prof. Dr. Abd. Rahman Kadir dalam sambutan pembukaannya mengatakan menyambut baik acara ini dengan harapan webinar nasional ini dapat memberikan pemikiran-pemikiran untuk pemulihan ekonomi nasional di era kenormalan baru yang berfokus pada beberapa prioritas sinergi kebijakan baik secara nasional maupun skala daerah masing-masing, khususnya peran yang menjadi tanggungjawab oleh OJK berdasarkan Perpu 01 tahun 2020.


Sebagai narasumber pertama adalah Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. Amir Uskara, M.Kes, terutama menyoroti berbagai stimulus dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) seperti bantuan produktif usaha mikro, subsidi bunga, penjaminan kredit yang telah diluncurkan oleh Pemerintah untuk menopang kelangsungan UMKM, dengan realisasi yang baru mencapai 36,6 persen per pertengahan September lalu, maka upaya akselerasi perlu terus ditingkatkan. 


Dosen FEB Unhas sebagai narasumber ke dua, Dr. Anas Iswanto Anwar, SE, MA menyampaikan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang bertugas mengatur dan mengawasi kegiatan industri jasa keuangan secara terpadu, maka koordinasi dengan BI harus terus dilakukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. 


"Selain itu, untuk memperluas literasi dan penetrasi layanan dan produk jasa keuangan, edukasi terhadap masyarakat juga harus terus dilakukan," lanjut Anas. 


Webinar Nasional ini dimoderatori oleh Dr. Mursalim Nohong. 

Materi yang disampaikan pembicara direspon dengan antusias oleh peserta melalui berbagai komentar, pertanyaan dalam diskusi yang diikuti lebiih dari 200 peserta. 


Pada penutupan webinar, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 6 Sulampua, Moh. Nurdin Subandi menyampaikan kondisi dunia perbankan dan IKNB di Sulawesi Selatan setelah OJK melaksanakan program-program pemulihan ekonomi nasional.


Beberapa kegiatan lain juga diagendakan dalam rangka seperempat abad Program Doktor Ilmu Ekonomi Unhas, antara lain, Bakti Sosial, Kuliah Umum oleh Pj. Bupati Luwu Timur, Dr. Iqbal Suaib yang juga adalah alumni Doktor Ekonomi Unhas, serta peluncuran Buku (Book Chapter) dalam rangka 25 Tahun Program Doktor Ekonomi Unhas. Demikian disampaikan Ketua panitia, Saor Silitonga. ( tm )

Minggu, 13 September 2020

Diyakini Bisa Sembuhkan Corona, Obyek Wisata Pemandian Lejja Dibanjiri Wisatawan


BALIKINI ■ Kabupaten Soppeng di Sulawesi Selatan mempunyai obyek wisata permandian yang sangat begitu mempesona dan mengagumkan.

Kabupaten yang dipimpin H. Andi Kaswadi  Razak ini ternyata mempunyai pemandian air panas alami. Lejja, namanya.

Dimasa Adaptasi kebiasaan baru (AKB) new normal, permandian alam lejja menjadi primadona para wisatawan domestik.

Konon kabarnya, selain dipercaya menyembuhkan sakit otot, reumatik, dan gatal-gatal,  dimasa pandemik covid-19 air panas alami Lejja dipercaya mampu mengobati virus corona dengan air panas  yang mengandung kadar belerang 1,5% ini.

Kadis Kominfo Soppeng Drs. Sarianto. MSI, menjelaskan, Alhamdulillah, di era new normal saat ini, sarana pemandian air panas Lejja nampak sudah mulai ramai di kunjungi para wisatawan domestik.

"Diketahui Permandian air panas alami Lejja mempuyai lima kolam pemandian dalam berbagai bentuk dan fungsi. Kolam pertama, suhu airnya sangat panas, 60° C.  Kolam kedua, dangkal dengan air hangat untuk anak-anak.  Kolam 3,  dengan kedalaman 1,2m-1,5m untuk orang dewasa," ucapnya, (13/09/2020).


Dia menambahkan, masyarakat berkeyakinan air panas alami lejja mampu menjadi obat covid-19, menurut dia, mengingat para ahli epidemiologi beranggapan kalau virus covid 19 ini, tidak bisa bertahan hidup di suhu 25  derajat Celcius.

"Jadi secara kebetulan kolam air panas alami Lejja yang terendah bersuhu 30 derajat Celsius, artinya bisa membunuh virus covid 19," terangnya.

Sekalipun belum ada uji laboratorium, warga sangat berkeyakinan akan hal itu, sehingga setelah permandian air panas alami Lejja dibuka, pengunjung cukup ramai, pastinya tetap kita mempedomani protokol kesehatan yang telah ditetapkan, pungkas Sarianto.

 ■ A2M/ R-01


Wabup Kembang Hartawan Bagikan 30 Alat Fogging

       Wabup Kembang Hartawan Bagikan 30 Alat Fogging

BALI KINI ■ Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama organisasi Karang Taruna Kabupaten Jembrana, Jumat (11/9/2020) membagikan 30 alat fogging kepada seluruh karang taruna desa/kelurahan se-Kabupaten Jembrana di Gedung Kesenian Bung Karno, Negara. Hadir dalam kegiatan tersebut para Camat se-Kabupaten Jembrana, anggota karang Taruna Kabupaten Jembrana, dan seluruh perwakilan karang taruna desa/kel se-Kabupaten Jembrana. 

Ketua panitia Arya Tangkas yang juga selaku ketua Karang Taruna Kabupaten Jembrana menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dari Karang Taruna Jembrana yang berkaitan dengan hari jadi Karang Taruna yang akan jatuh pada tanggal 26 September 2020. Dengan melihat perkembangan situasi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat saat ini, disamping pandemi covid-19, juga terdapat wabah demam berdarah yang terjadi di Kabupaten Jembrana.

“Untuk itu, kami dari Karang Taruna Jembrana berinisiatif  membagikan alat fogging yang merupakan kreasi anak muda Jembrana sebayak 30 alat, masing-masing perkecamatan sejumlah 6 buah alat fogging. Semoga alat fogging yag dibagikan kepada karang taruna desa se-Kabupaten Jembrana dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna membantu masyarakat didesa dalam pencegahan deman berdarah,” ucapnya.

Sementara Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan dalam sambutannya sangat mengapresiasi rasa kepedulian karang taruna terhadap kondisi dan situasi yang terjadi pada masyarakat, disamping saat ini masih terdapat pandemi covid-19 juga terdapat  penyakit demam berdarah yang terjadi kabupaten Jembrana ini.

“Semoga peran aktif dan semangat karang taruna  tersebut dapat menjadi contoh yang baik bagi anak-anak muda di Jembrana dan alat foging yang dibagikan hari ini harus betul-betul di manfaatkan dengan sebaik-baiknya guna membantu didesa masing-masing dalam pencegahan deman berdarah,” ujarnya.

Selanjutnya Wabup Kembang berharap kepada seluruh Karang Taruna se-Kabupaten Jembrana untuk ikut serta membantu pemerintah dalam  mengingatkan masyarakat untuk terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas seperti menggunakan masker dan jaga jarak.

Mengingat saat ini di Jembrana, angka positif virus covod-19 belum menunjukkan penurunan yang signifikan. "Untuk itu kepada seluruh karang taruna, isilah pandemi ini dengan hal-hal yang baik dan positif, sehingga nantinya hal tersebut menjadi cerita yang baik, serta menjadi tauladan yang dapat ditiru oleh pemuda-pemudi Jembrana," harapnya. (Ari/hms)


 

Jumat, 11 September 2020

Pastikan Kesehatan Hewan dan Daging, Sarankan Pemotongan di RPH



BALI KINI ■  Pelaksanaan Hari Suci Galungan dan Kuningan di Bali yang akan segera tiba  memang memiliki keunikan tersendiri. Seperti halnya tradisi 'Nampah' atau memotong hewan yang biasa dilaksanakan sehari sebelum pelaksanaan Hari Suci Galungan yang dikenal dengan istilah Penampahan Galungan. Namun demikian, pandemi Covid-19 yang saat ini sedang mewabah menjadikan pelaksanaan tradisi nampah wajib menerapkan Protokol Kesehatan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra saat diwawancarai Jumat (11/9) menjelaskan agar  seluruh masyarakat turut memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih menjelang hari Suci Galungan. Hal ini dapat dilakukan dengan pengecekan hewan sebelum dan sesudah disembelih oleh dokter hewan berwenang. Selain itu, penerapan protokol kesehatan mulai dari cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak harus tetap dilaksanakan secara disiplin.

"Semua pihak agar selalu meningkatkan koordinasi, informasi dan edukasi agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan sanitasi yang ada, serta kepada konsumen agar tidak mengkonsumsi daging mentah (belum dimasak), sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mengkonsumsi daging saat perayaan Hari Suci Galungan, terlebih lagi penerapan protokol kesehatan yang harus tetap disiplin," jelasnya.

Karenanya, Distan Kota Denpasar mengajak masyarakat melaksanakan pengecakan kesehatan hewan dan daging secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga dapat menggunakan jasa RPH untuk pemotongan. Sehingga tidak perlu berkumpul, melainkan masyarakat sudah mendapatkan daging bersih yang siap di olah.

Ambara Putra menambahkan, dalam menunjang kelancaran pemotongan hewan jelang hari besar keagamaan senantiasa melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan hewan yang akan disembelih. Sehingga hewan yang disembelih nantinya menghasilkan daging yang aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Hal ini menurut Ambara dilakukan dengan pemeriksaan secara rutin terhadap hygin dan sanitasi, baik pemeriksaan hewan sebelum dipotong (antemortem) maupun pemeriksaan daging hasil pemotongan (postmortem).

"Hal ini tidak lain adalah untuk menjamin keamanan dan ketenteraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi pangan asal hewan (PAH), khususnya daging babi yang sehat, aman dan utuh, jadi bagi masyarakat, sekehe atau komunitas yang hendak memotong babi kami sarankan ke RPH, hal ini semata-mata untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di masyarakat, mengingat saat ini penyebaran Covid-19 kembali mengalami peningkatan," ungkapnya.. (Ags/HumasDps)




Selasa, 11 Agustus 2020

Vaksin China Diuji di Bandung, Gimana Tahapannya?


BALIKINI ■ 1.620 sukarelawan untuk uji klinis vaksin Covid-19 asal China di Bandung tidak dibayar, tapi dapat beragam fasilitas. Jika uji klinis ini berjalan lancar, maka Bio Farma siap produksi vaksin 5 bulan lagi.


Selasa, 14 Juli 2020

Bupati Eka Sampaikam Pidato Pengantar Terhadap Ranperda Tentang Perubahan APBD TA 2020

Tabanan,BaliKini.Net - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, menjelaskan, berdasarkan ketentuan pasal 161 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Pasal 154 (1) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa perubahan APBD dapat dilakukan apabila terjadi hal-hal seperti perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA, keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit , dan lainnya.

Hal itu disampaikan dalam pidato pengantarnya pada Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Tabanan yang membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah No.14 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2020.

Sesua dengan Protap Keshatan Pencegahan Covid-19, siding tersebut berlangsung melalui media teleconference, pada Senin (14/7). Dan dipimpin oleh Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, didampingi para wakilnya, dan dihadiri Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Forkopimda, Instansi Vertikal dan BUMD serta jajaran OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Lebih lanjut Bupati Eka menyebutkan, anggaran harus digunakan tepat sasaran. “Pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan dan antar jenis belanja, serta keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun berjalan, keadaan darurat dan keadaan luar biasa” ungkapnya.

Pada rancangan perubahan APBD Kabupaten Tabanan tahun anggaran 2020, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 1,809 trilyun lebih, mengalami penurunan  sebesar Rp 305,716 milyar lebih atau 14,46% dari rencana APBD induk sebesar Rp 2,114 trilyun lebih.

Belanja daerah direncanakan sebesar Rp 1,823 trilyun lebih mengalami penurunan sebesar Rp 356,108 milyar lebih atau 16,34%  dari rencana APBD induk sebesar Rp. 2,179 triliyun lebih sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp 14,608 milyar lebih mengalami penurunan sebesar Rp. 50,391 milyar lebih atau 77,52 % dari rencana APBD induk sebesar Rp. 65 milyar.

“Defisit tersebut akan ditutup dari pembiyaan netto, dimana pembiayaan netto tersebut dirancang bersumber dari silpa tahun 2019,” jelas Bupati Eka.

Terkait pendapatan daerah sebesar Rp 1,809 trilyun lebih, dijelaskannya terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp 409,435 milyar lebih, dana perimbangan sebesar Rp 1,049 trilyun lebih dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 350,275 milyar lebih.

“Selanjutnya belanja daerah terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1,178 trilyun lebih atau 64,61% dan belanja langsung sebesar Rp 645,311 milyar lebih atau 35,38%.” Beber Bupati Eka.

Ia menambahkan bahwa anggaran daerah harus diamankan agar mampu dioptimalkan. Karena anggaran daerah merupakan anggaran publik, adalah cerminan kebijakan daerah yang dituangkan dalam bentuk angka-angka. “Oleh karena itu, kita semua berkewajiban mengamankan agar pelaksanaannya dapat dilakukan dalam sisa waktu di tahun anggaran 2020,” himbaunya.

Untuk itu, Ia menghimbau agar semua pihak terkait agar sungguh-sungguh dan dengan serius melakukan setiap rancangan. “Konsekuensinya kita semua dituntut untuk membuat perencanaan yang lebih matang, realistis, implementatif dan berkualitas dengan mempertimbangkan berbagai aspek termasuk sumber daya yang tersedia, demi pencapaian visi Kabupaten Tabanan yaitu terwujudnya Tabanan Serasi,” imbuh Bupati Eka. (Hms/R3)
© Copyright 2019 Bali Kini | All Right Reserved