-->

Sabtu, 17 Februari 2024

Israel Tetap Berencana Serang Rafah di Tengah Kecaman Internasional

Foto :Pengungsi Palestina berkemah di dekat pagar perbatasan antara Gaza dan Mesir, 16 Februari 2024, di Rafah, di Jalur Gaza selatan, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hamas Palestina. (Foto: Mohammed Abed/AFP)

Israel , VOA Indonesia - Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan, Jumat (16/2), bahwa Israel “merencanakan secara menyeluruh” serangan militer di Kota Rafah di Gaza selatan. Rencana itu dibuat meskipun ada kekhawatiran internasional mengenai keselamatan ratusan ribu warga Palestina yang mencari perlindungan di sana.


Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mendesak Israel untuk tidak melakukan operasi tersebut tanpa rencana yang kredibel untuk melindungi warga sipil dan sebaliknya fokus pada gencatan senjata. Mesir mengatakan serangan terhadap Rafah dapat mengancam hubungan diplomatik antar negara. Banyak pemimpin dunia lainnya yang menyampaikan pesan keprihatinan serupa.


Diperkirakan 1,4 juta warga Palestina, lebih dari separuh populasi Gaza, memadati Rafah. Sebagian besar dari mereka mengungsi akibat pertempuran di tempat lain di wilayah tersebut. Ratusan ribu orang tinggal di tenda-tenda yang luas.


Biden mengatakan pada Jumat (16/2) bahwa dia telah berkali-kali melakukan pembicaraan yang panjang via telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama beberapa hari terakhir. Dia telah meminta Netanyahu untuk melakukan gencatan senjata sementara di Gaza untuk mengeluarkan para sandera.


“Saya masih berharap hal itu bisa dilakukan,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih.


“Saya berharap Israel tidak melakukan invasi darat besar-besaran untuk sementara waktu. Jadi, menurut perkiraan saya, hal itu tidak akan terjadi. Harus ada gencatan senjata,” katanya, seraya menambahkan bahwa tidak hanya orang Israel yang masih disandera.


“Mereka juga sandera asal Amerika,” katanya, dan menyatakan harapan bahwa mereka akan dibawa pulang.


Biden mengatakan negosiasi penyanderaan sedang berlangsung.


Mahkamah Internasional (ICJ) pada Jumat menolak permintaan Afrika Selatan untuk menerapkan langkah-langkah mendesak untuk melindungi Rafah. Namun, ICJ juga menekankan bahwa Israel harus menghormati langkah-langkah yang diberlakukan akhir bulan lalu pada tahap awal dalam kasus genosida yang penting.


ICJ mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “situasi berbahaya” di Rafah “menuntut implementasi segera dan efektif dari tindakan sementara yang ditunjukkan oleh pengadilan dalam perintahnya tertanggal 26 Januari 2024, yang berlaku di seluruh Jalur Gaza, termasuk di Rafah, dan tidak menuntut indikasi tindakan sementara tambahan."


Pengadilan dunia itu menambahkan bahwa Israel “tetap terikat untuk sepenuhnya mematuhi kewajibannya berdasarkan Konvensi Genosida dan perintah tersebut, termasuk dengan memastikan keselamatan dan keamanan warga Palestina di Jalur Gaza.”


Israel mengatakan mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk menyelamatkan warga sipil dan hanya menargetkan militan Hamas yang taktiknya adalah bersembunyi di wilayah sipil, sehingga menyulitkan Israel untuk menghindari jatuhnya korban sipil.


Bulan lalu pengadilan memerintahkan Israel untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk mencegah kematian, kehancuran, dan tindakan genosida di Gaza. Namun panel tersebut tidak memerintahkan diakhirinya serangan militer yang telah menghancurkan wilayah kantong Palestina.


Israel membantah keras melakukan genosida di Gaza.


Sementara itu, ICJ akan menggelar persidangan yang akan berlangsung selama enam hari mulai Senin (19/2) tentang konsekuensi hukum pendudukan Israel di wilayah Palestina.


Lima puluh dua negara bagian akan menyampaikan argumen pada sidang tersebut. Pengadilan ini bertindak berdasarkan permintaan yang dibuat pada tahun 2022 oleh Majelis Umum PBB untuk memberikan pendapat tidak mengikat mengenai pendudukan.


Meskipun Israel telah mengabaikan pendapat tersebut di masa lalu, sidang dan keputusan ICJ selanjutnya dapat menambah tekanan politik terhadap serangan militernya di Gaza.


Serangan udara intensif di Rafah dilaporkan memaksa orang-orang untuk keluar dari kota paling selatan Gaza menuju Deir al-Balah di Gaza tengah, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Koordinator bantuan darurat PBB, Martin Griffiths, dengan penuh keprihatinan mengikuti perkembangan di Rumah Sakit Al Nasser di Khan Younis. Dalam kiriman teksnya ke media sosial, Griffiths mengatakan mereka yang terluka dan sakit, serta personel dan fasilitas medis, harus dilindungi.


Setidaknya 28.576 warga Palestina telah tewas dan 68.291 terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober, menurut Kementerian Kesehatan yang dikuasai Hamas di Gaza.


Perang antara Hamas dan Israel dipicu oleh serangan teror Hamas terhadap Israel yang menewaskan 1.200 orang, menurut penghitungan Israel, dan menyebabkan penangkapan sekitar 240 sandera. Sebanyak 100 di antaranya dibebaskan selama gencatan senjata selama seminggu pada bulan November.


Beberapa informasi untuk laporan ini berasal dari The Associated Press, Agence France-Presse dan Reuters.

Kamis, 08 Februari 2024

Menlu AS Bertemu dengan Anggota Kabinet Perang Israel di Tel Aviv


Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, tengah, bertemu dengan mantan Panglima Angkatan Pertahanan Israel Gadi Eisenkot dan mantan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz di Tel Aviv, Israel, 8 Februari 2024. (Foto: AP)


VOA Indonesia - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Kamis (8/2) bertemu dengan para anggota kabinet perang Israel di Tel Aviv, selagi dia mengunjungi Timur Tengah untuk mencoba menjadi perantara kesepakatan yang dapat memberikan kelonggaran dalam perang Israel melawan Hamas.

Para pejabat Israel termasuk Benny Gantz, pensiunan jenderal dan anggota Kabinet Perang Benjamin Netanyahu, dan Gadi Eisenkot, mantan panglima militer dan anggota Kabinet Perang.

“Senang sekali bisa bertemu dengan Gantz, Eisenkot, dan berkesempatan berbicara tentang keberadaan kita dan tantangan yang kita hadapi bersama. Tentu saja, fokus kita pada para sandera dan keinginan kuat kita untuk melihat mereka kembali ke rumah keluarga masing-masing,” kata Blinken pada awal pertemuan itu.

Blinken juga bertemu dengan pemimpin oposisi Israel Yair Lapid di Tel Aviv pada Kamis.

Pada hari Rabu, Blinken mengatakan bahwa perjanjian gencatan senjata dan pembebasan sandera antara Israel dan Hamas masih mungkin terjadi, meskipun kedua pihak berbeda pendapat dalam persyaratan inti kesepakatan.

Blinken berusaha untuk memajukan perundingan gencatan senjata sambil mendorong penyelesaian pascaperang yang lebih besar di mana Arab Saudi akan menormalisasi hubungan dengan Israel dengan imbalan “jalan yang jelas, kredibel, dan terikat waktu menuju pembentukan negara Palestina.”

Perang di Gaza telah memasuki bulan kelima, menewaskan lebih dari 27.000 warga Palestina, membuat sebagian besar penduduk wilayah tersebut mengungsi dan memicu bencana kemanusiaan.

Perang dimulai dengan serangan Hamas pada 7 Oktober ke Israel, di mana militan membunuh sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menculik sekitar 250 orang.

Hamas masih menyandera lebih dari 130 orang, tetapi sekitar 30 di antaranya diyakini telah tewas. [lt/ab]

Rabu, 07 Februari 2024

Mediator Gaza Cari Rumusan Final untuk Gencatan Senjata Israel-Hamas

 


Anak-anak Palestina menunggu untuk menerima makanan yang dimasak oleh dapur amal di tengah kekurangan pasokan makanan di Rafah, di selatan Jalur Gaza, 5 Februari 2024. (Foto: Reuters)


Jalur Gaza , VOA Indonesia - Mediator Amerika Serikat (AS), Qatar, dan Mesir menyiapkan upaya diplomatik untuk menjembatani perbedaan antara Israel dan Hamas mengenai rencana gencatan senjata di Gaza. Hal tersebut dilakukan setelah kelompok Palestina menanggapi proposal untuk perpanjangan jeda pertempuran dan pembebasan sandera.


Hamas pada Selasa membalas kerangka kerja yang dibuat lebih dari seminggu yang lalu oleh kepala mata-mata AS dan Israel pada pertemuan di Paris dengan Mesir dan Qatar.


Perincian mengenai tanggapan dari Hamas tidak diungkapkan. Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan pada Selasa bahwa mereka merespons “dengan semangat positif, memastikan gencatan senjata yang komprehensif dan lengkap, mengakhiri agresi terhadap rakyat kami, memastikan bantuan, perlindungan, dan rekonstruksi, mencabut pengepungan di Jalur Gaza, dan mencapai pertukaran tahanan.”


Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, dalam kunjungan singkatnya ke Timur Tengah, mengatakan dia akan membahas tanggapan Hamas dengan para pejabat Israel ketika dia mengunjungi negara itu pada Rabu (7/2).


Di Doha, Blinken berkata, "Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan... tetapi kami tetap yakin bahwa kesepakatan dapat dicapai, dan memang penting."


Qatar menggambarkan tanggapan Hamas secara keseluruhan “positif” sementara sumber keamanan Mesir mengatakan kepada Reuters bahwa Hamas menunjukkan fleksibilitas.



Gambar yang diambil dari Rafah di Jalur Gaza selatan menunjukkan asap membubung di atas gedung-gedung di Khan Yunis dari kejauhan, menyusul pemboman Israel pada 5 Februari 2024. (Foto: AFP)

“Kami akan membahas semua perincian kerangka yang diusulkan dengan pihak-pihak terkait untuk mencapai kesepakatan mengenai formula akhir sesegera mungkin,” kata Diaa Rashwan, Kepala Layanan Informasi Negara Mesir, sebagaimana dikutip.


Sumber-sumber yang dekat dengan perundingan mengatakan gencatan senjata akan berlangsung setidaknya selama 40 hari. Pada saat itu Hamas akan membebaskan warga sipil di antara sisa sandera yang mereka tawan.


Tahap selanjutnya akan menyusul, yaitu penyerahan tentara dan jenazah sandera yang tewas, sebagai imbalan atas pembebasan warga Palestina yang dipenjarakan di Israel. Gencatan senjata tersebut juga akan meningkatkan aliran makanan dan bantuan lainnya kepada warga sipil Gaza yang putus asa dan menghadapi kelaparan dan kekurangan pasokan bahan pokok.


Presiden AS Joe Biden mengatakan tanggapan Hamas menunjukkan “beberapa gerakan” menuju kesepakatan. Namun tidak jelas apakah Hamas atau Israel bersedia melunakkan posisi garis keras mereka untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.


Seorang pejabat Hamas yang meminta untuk tidak disebutkan namanya menegaskan kepada Reuters pada Selasa bahwa gerakan Islam Palestina tidak akan mengizinkan pembebasan sandera tanpa jaminan bahwa perang akan berakhir dan pasukan Israel meninggalkan Gaza.


Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan Israel tidak akan mengakhiri serangannya di Gaza sampai Hamas dimusnahkan dan mengesampingkan pembentukan negara Palestina.


Arab Saudi mengatakan kepada AS bahwa pihaknya tetap teguh bahwa tidak akan ada hubungan diplomatik dengan Israel kecuali negara Palestina merdeka diakui berdasarkan perbatasan t1967 dengan Yerusalem Timur, dan “agresi” Israel di Gaza berhenti, kata Kementerian Luar Negeri Saudi dalam sebuah pernyataan pada Rabu.


Sandera Tewas


Ada gerakan Israel yang menuntut lebih banyak upaya untuk memulangkan para sandera, bahkan jika itu berarti kesepakatan dengan Hamas.


Militer Israel mengatakan pada Selasa bahwa 31 sandera yang tersisa di Gaza dinyatakan tewas. Israel sebelumnya mengatakan 136 sandera masih berada di Gaza setelah 110 orang dibebaskan berdasarkan gencatan senjata tujuh hari pada November ketika Israel juga membebaskan 240 warga Palestina yang ditahannya.


Mengutip penilaian Israel yang dibagikan kepada para pejabat AS dan Mesir, Wall Street Journal melaporkan bahwa sebanyak 50 sandera mungkin tewas, sehingga sekitar 80 sandera masih hidup.


Di Gaza, pasukan Israel pada Selasa terus menekan Khan Younis, kota utama di selatan yang mereka coba rebut selama berminggu-minggu. Setidaknya 14 orang tewas akibat serangan udara, kata warga Palestina dan petugas medis.


Rafah, di sebelah selatannya, juga terkena serangan udara dan tembakan tank. Dua orang tewas dalam serangan terhadap sebuah rumah di Rafah sementara enam polisi tewas setelah mobil mereka dihantam, kata pejabat kesehatan Gaza.


Para pemimpin Israel pekan lalu bertekad untuk melakukan serangan berikutnya ke Rafah, yang membuat khawatir badan-badan bantuan internasional. Badan tersebut mengatakan satu juta warga sipil yang mengungsi akan berada dalam bahaya, terjepit di pagar perbatasan dengan Mesir. [ah/ft]


Jumat, 29 Desember 2023

Hizbullah Peringatkan Israel Pihaknya Siap Tingkatkan Kekuatan


Wakil pemimpin Hizbullah Sheikh Naim Kassem berpidato dalam aksi solidaritas di Beirut, Lebanon untuk rakyat Palestina, 13 Oktober 2023. (Foto: Hussein Malla/AP Photo)


Bali Kini - Sheikh Naim Kassem, wakil pemimpin Hizbullah, memperingatkan Israel dalam pidatonya pada Kamis (28/12) bahwa kelompok militan tersebut siap meningkatkan kekuatan militernya jika Israel juga melakukannya.

“Kami membuat pengorbanan yang diperlukan dalam pertempuran ini, dan jumlahnya besar, tapi kami juga menghalau bahaya yang besar,” kata Kassem di Beirut.

“Kami siap melakukan lebih dari itu kapan pun dibutuhkan. Kami tidak terintimidasi oleh ancaman ataupun peringatan. Kami di lapangan jelas merupakan bagian dari pertempuran ini.”

Kelompok militan Syiah yang didukung Iran itu telah menyerang pos-pos Israel sejak sehari setelah serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober. Serangan Hamas itu menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan memicu pecahnya kembali perang Israel-Hamas, yang sejauh ini telah membunuh lebih dari 20.000 warga Palestina di Gaza, yang sebagian besar juga warga sipil. Tank, artileri dan angkatan udara Israel juga telah menyerang wilayah di sisi perbatasan Lebanon.

Saat menanggapi retorika terbaru pemimpin Israel yang mengancam akan mengerahkan aksi militer di Lebanon jika Hizbullah tidak menghentikan serangannya, Kassem mengatakan: “Jika Israel bertindak terlalu jauh, kami akan membalas dua kali lipat. Kami tidak takut pada ancaman maupun intimidasi Israel atau Amerika, karena masa depan kawasan ini kini bergantung pada harapan dan pengorbanan ini.”

Sebagian besar pertempuran antara militer Hizbullah dan Israel sejauh ini terjadi di beberapa kota di sepanjang perbatasan kedua negara.

Israel dan Hizbullah terlibat perang selama sebulan pada 2006 yang berakhir dengan kebuntuan. Israel menganggap Hizbullah – yang didukung Iran – sebagai ancaman terbesarnya. Negara itu memperkirakan kelompok tersebut memiliki sekitar 150.000 roket dan rudal yang diarahkan ke Israel.

Lebih dari 150 orang tewas di pihak Lebanon dalam pertempuran terbaru, sebagian besarnya adalah petempur Hizbullah dan kelompok sekutunya. Namun, korban tewas juga termasuk sedikitnya 19 warga sipil, menurut data yang dicatat The Associated Press. [rd/jm]


Rabu, 06 Desember 2023

Aktivis Protes Industri Bahan Bakar Fosil di KTT Iklim COP28

 


Para aktivis, Selasa (5/12), memprotes kehadiran industri minyak, gas, dan batu bara pada KTT PBB COP28 di Dubai. Mereka menuntut diakhirinya penggunaan bahan bakar fosil, yang merupakan sumber utama penyebab perubahan iklim.


BALI KINI , DUBAI, UEA (REUTERS) — 

Dalam aksinya, puluhan aktivis menyerukan "keadilan iklim." Mereka membawa spanduk bertuliskan "Just + Equitable, Fossil Fuel Phase Out, Stop Fueling the Fire," intinya menuntut dihentikannya penggunaan bahan bakar fosil.


Meskipun perundingan iklim PBB pada masa lalu telah memicu demonstrasi besar-besaran, termasuk COP26 di Glasgow pada 2021 dan COP21 di Paris pada 2015, demonstrasi tahun ini tidak banyak terdengar. Pasalnya, di negara tuan rumah acara tersebut, Uni Emirat Arab (UEA), kebebasan berpendapat dibatasi.


PBB dan UEA mengizinkan aksi-aksi protes yang telah disetujui sebelumnya dilakukan di lokasi COP28 dan sejauh ini belum ada aksi protes di luar lokasi itu. Aktivis yang ikut dalam demonstrasi COP28 mengatakan mereka merasa terkekang dan mengomentari kurangnya kehadiran masyarakat sipil akar rumput setempat.


“Kami ingin menuntut diakhirinya semua penggunaan bahan bakar fosil, baik yang emisinya sudah dikurangi maupun yang tidak dikurangi,” cetus aktivis Zimbabwe, Lorraine Chiponda, 37, kepada kantor berita Reuters setelah berbicara dalam salah satu demonstrasi.


Unjuk rasa pasa aktivis menentang bahan bakar fosil, saat berlangsungnya Konferensi Perubahan Iklim PBB COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, 5 Desember 2023. (REUTERS/Thomas Mukoya)

Unjuk rasa pasa aktivis menentang bahan bakar fosil, saat berlangsungnya Konferensi Perubahan Iklim PBB COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, 5 Desember 2023. (REUTERS/Thomas Mukoya)

Negara-negara yang memproduksi atau bergantung pada bahan bakar fosil menekankan potensi penggunaan teknologi untuk “mengurangi” atau menangkap emisi dibandingkan mengakhiri penggunaan bahan bakar tersebut.


“Sangat mengecewakan bahwa COP28 diadakan di UEA mengingat ketergantungan mereka yang besar terhadap bahan bakar fosil dan dorongan mereka terhadap bahan bakar fosil,” imbuhnya.


Ia menambahkan, seruan dihentikannya penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap hanyalah pengalih perhatian yang memungkinkan terus digunakannya bahan bakar itu. Ia ragu bahwa para delegasi akan mencapai kesepakatan yang akan bermanfaat bagi lingkungan pada pertemuan puncak tersebut.


Aktivis Kolombia, Andres Gomez, 47, melakukan perjalanan dari Amerika Selatan untuk ikut dalam COP28. Dia mengatakan transisi ini harus “adil” yang berarti para pencemar besar harus mengambil tindakan terlebih dahulu.


“Kalau kita berpikir dan berbicara tentang transformasi, ini harus dilakukan secara adil. Artinya, ada banyak negara yang menjadi bagian dari masalah ini dan mereka mendapat manfaat lebih besar dari industri bahan bakar fosil dibandingkan negara lain seperti Kolombia. Kami benar-benar membutuhkan uang itu tetapi kami tidak sebesar pihak-pihak lain yang secara historis berkecimpung dalam bisnis ini," sebutnya.


Pemerintah-pemerintah di COP26 sepakat akan mengurangi penggunaan batu bara, yang merupakan bahan bakar fosil yang paling menimbulkan polusi. Tahun ini, banyak negara yang masih terpecah mengenai peran bahan bakar fosil pada masa depan.


Aksi demo menentang bahan bakar fosil, selama Konferensi Perubahan Iklim PBB COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, 5 Desember 2023. (REUTERS/Thomas Mukoya)

Aksi demo menentang bahan bakar fosil, selama Konferensi Perubahan Iklim PBB COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, 5 Desember 2023. (REUTERS/Thomas Mukoya)

Dilangsungkannya COP28 di UEA, negara penghasil minyak, telah menuai kritik. Begitu pula keputusan negara itu menunjuk Sultan Al Jaber, CEO perusahaan minyak negara ADNOC, sebagai presiden COP28.


Jaber menegaskan bahwa industri bahan bakar fosil harus diikutsertakan dalam KTT. Ia menegaskan bahwa perusahaan minyak dan gas harus menjadi bagian dari diskusi untuk mengatasi perubahan iklim.


Aktivis masyarakat adat Thomas Joseph dari California mengatakan ia khawatir bahwa industri bahan bakar fosil “memimpin negosiasi” menuju hasil “bisnis seperti biasa”.


Sementara itu, aktivis Filipina, Jainno Congon, 24, mengatakan teknologi penangkap karbon yang dianjurkan beberapa orang adalah “gangguan berbahaya” dan “solusi palsu” untuk mengatasi perubahan iklim.*


Sementara itu, sebuah kelompok lingkungan mengajukan gugatan ke organisasi internasional, menuduh lembaga kredit ekspor Amerika masih menginvestasikan dana pembayar pajak ke dalam proyek bahan bakar fosil di luar negeri meskipun pemerintah berjanji akan mengakhiri investasi tersebut.


Kelompok Lingkungan Gugat EXIM Terkait Pinjaman Bahan Bakar Fosil

Gugatan yang diajukan Friends of the Earth ke Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) itu menuduh pembiayaan proyek besar minyak dan gas di luar negeri oleh Bank Ekspor-Impor (EXIM) melanggar janji pemerintahan Biden untuk menghentikan pendanaan publik internasional untuk bahan bakar fosil.


Dikatakan bahwa EXIM belum mengambil tindakan substantif untuk mengurangi portofolio proyek dan transaksi emisi gas rumah kaca, dan tidak mengungkap seluruh cakupan emisi yang akan timbul sebagai dampaknya.


EXIM dalam pernyataan kepada Reuters mengatakan pihaknya berupaya menyelaraskan dengan agenda iklim pemerintah sambil mematuhi aturan yang melarang diskriminasi hanya berdasarkan industri, sektor, atau bisnis. “Setiap perubahan terhadap Piagam EXIM harus disahkan melalui tindakan Kongres,” kata pernyataan itu.


Presiden EXIM Reta Jo Lewis mengunjungi Dubai minggu ini sebagai bagian dari delegasi Amerika ke KTT iklim COP28, di mana Amerika mendukung pengurangan bahan bakar fosil secara bertahap.




Friends of the Earth mengatakan bahwa dari 2017 hingga 2021, EXIM mendanai proyek bahan bakar fosil $5,78 miliar sementara hanya $120 juta untuk energi bersih. Kelompok lingkungan itu mengatakan bahwa EXIM juga sedang mempertimbangkan proyek-proyek bahan bakar fosil baru, termasuk kilang besar minyak di Indonesia, kilang minyak di Bahama, turbin gas di Irak, dan pembelian gas alam cair oleh raksasa perdagangan komoditas Trafigura.


“Bank itu berulang kali tidak memikul tanggung jawabnya atas dampak dukungannya terhadap bahan bakar fosil terhadap masyarakat dan memperburuk perubahan iklim,” kata Kate DeAngelis, manajer program keuangan internasional senior Friends of the Earth. Kelompok tersebut mengatakan OECD memiliki kekuatan untuk memaksakan proses mediasi jika gugatan itu didukung.


OECD tidak segera membalas permintaan komentar dari Reuters. [ka/jm]

Selasa, 21 November 2023

Menhan Prabowo Terima Penganugerahan Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera) dari Presiden Singapura


Singapura, Bali Kini 
– Menteri Pertahanan RI (Menhan RI) Prabowo Subianto menerima penganugerahan Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera) yang disematkan langsung oleh Presiden Singapura Tharman Sanmugaratnam di Istana Kepresidenan Singapura pada hari Selasa (21/11/2023).


 


Penghargaan Darjah Utama Bakti Cemerlang (Tentera) merupakan penghargaan militer tertinggi dari Pemerintah Singapura yang diberikan kepada Menhan Prabowo karena selama menjabat sebagai Menteri Pertahanan sejak Oktober 2019 dinilai memiliki jasa yang luar biasa serta peran yang sangat penting bagi negara dalam menjaga, merawat serta mempererat hubungan baik bidang pertahanan dengan Singapura.


 


Presiden Singapura mengatakan bahwa ini merupakan bukti pengakuan atas kontribusi Menhan Prabowo yang signifikan dalam meningkatkan kerja sama Pertahanan antara Indonesia dengan Singapura. “Penghargaan ini merupakan sebuah penghormatan kepada orang di luar tentara Singapura karena jasanya dalam mempererat kerja sama pertahanan dengan Singapura,” ujar protokol Istana Kepresidenan Singapura dalam rangkaian upacara itu.


 


Penganugerahan tersebut diberikan langsung oleh Presiden Singapura, Tharman Sanmugaratnam kepada Prabowo di Istana Kepresidenan Singapura.


 


Kedatangan Menhan Prabowo di Istana Singapura disambut langsung oleh Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen dengan jajar kehormatan. Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen mengatakan bahwa di bawah kepemimpinan Menhan Prabowo Subianto militer kedua negara berhasil memperdalam kerja sama dan menjalin hubungan yang lebih kuat melalui interaksi secara regular dan latihan bersama antara tentara Indonesia dan tentara Singapura.


 


Turut hadir dalam acara tersebut Dubes RI untuk Singapura Suryo Pratomo, Asisten Khusus Menhan Bidang Manajemen Pertahanan Letnan Jenderal TNI Purn. Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Bambang Trisnohadi, Dirkersinhan Brigjen TNI Steverly C Parengkuan, Karo Humas Setjen Kemhan Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha, dan Atase Pertahanan RI di Singapura Kolonel Pnb Achmad Zailani. (tim /lpt )


 

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved