-->

Kamis, 16 Mei 2024

Menhan Prabowo Temui Emir Qatar, Bahas Peningkatan Hubungan Pertahanan


Laporan : Biro Humas Setjen Kemhan

Doha, Qatar , Bali Kini – Setelah berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Qatar, Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menemui pemimpin negara Qatar atau Emir Qatar, Yang Mulia Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, di Istana Amiri Diwan, Doha, Qatar, Rabu (15/5/2024).

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Qatar, serta mencari cara untuk saling mendukung dan meningkatkan hubungan di berbagai bidang khususnya pertahanan. Selain itu keduanya juga saling bertukar pandangan mengenai sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama.

Saat bertemu dengan Emir Qatar, Menhan Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang hangat dan baik. “Semoga Yang Mulia sehat dan sejahtera, sukses terus, dan negara Qatar semakin maju dan sejahtera,” kata Menhan Prabowo.

Sementara itu, Emir Qatar menyampaikan harapannya kepada Menhan Prabowo agar hubungan kedua negara semakin berkembang.

Dalam pertemuan ini, Emir Qatar didampingi Minister of Defence Qatar H.E. Khalid bin Mohammad Al Attiyah, Chief of Amiri Diwan H.E. Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani, dan State Minister for Foreign Affairs H.E. Sultan bin Saad Al-Muraikhi.


Rabu, 15 Mei 2024

Bupati Jembrana dan Bupati Badung Kompak Hadiri Halal Bihalal Desa Air Kuning


Jembrana , Bali Kini -
Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta kompak hadir dalam perayaan halal bihalal usai hari suci idul fitri didesa Air Kuning Kecamatan Jembrana .rabu ( 15/5) . Halal bihalal sebagai bentuk persaudaraan dan kekompakan umat muslim Jembrana dalam wadah menjaga semangat toleransi dengan umat lainnya yang telah terbangun dengan baik selama ini.


Semangat bersatu dan kekompakan itulah yang senantiasa digaungkan Bupati I Nengah Tamba berbagai kesempatan bertemu warganya.


“Kita sebagai warga negara dalam wadah kebhinekaan dengan berbagai macam suku, agama yang hidup di Negara kesatuan Republik Indonesia sudah kewajiban kita untuk selalu menjaga toleransi dan rasa saling menghormati dengan saudara kita yang berbeda suku dan agama,“ ujar Bupati Jembrana I Nengah Tamba yang kompak hadir  bersama  Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta pada acara halal bihalal jemaah masjid se-kabupaten Jembrana di Masjid Pahlawan Desa Air Kuning.


Kemudian , Bupati Tamba tak henti-henti mengucapkan terimakasih kepada Bupati Badung yang sudah memberikan bantuan selama ini untuk kabupaten Jembrana.  Ia berharap dengan segala bantuan yang sudah diberikan oleh Bupati Badung agar bisa digunakan dan dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat. 


“ Sekali lagi kami mengucapkan  terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Giri Prasta beserta jajaran Pemkab Badung karena sudah sering membantu Jembrana.

Tahun kemarin kita dikabupaten  Jembrana dibantu 120 Miliar dan tahun ini pun kembali dibantu ,“ ucapnya.


Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menjelaskan kedatangannya itu guna bertemu dengan Majelis Takmir dan tokoh-tokoh / Kyai serta Uztad dan warga masyarakat Kabupaten Jembrana khususnya umat muslim. Dirinya pun mengakui, bahwa momentum  ini sudah direncanakannya sejak bulan lalu.


“Kami hari ini melaksanakan halal bihalal dan kami memang seting dari 1 bulan yang lalu ketika kami melaksanakan kegiatan bantuan hibah dan bansos BKK yang kita berikan sebelumnya, dan ini adalah momentum yang sangat luar biasa untuk menyampaikan program pemerintah serta ajaran yang luar biasa diberikan oleh kitab suci Al-Qur'an,“ ungkapnya  ( rls)


Kamis, 04 April 2024

Mahmud Aktivis Mahasiswa Malang Menghadiri Forum Internasional di Kuala Lumpur Malaysia


Laporan Reporter Bali Kini  : ASW dari Kuala Lumpur

Kuala Lumpur , Bali Kini  - Aktivis  Mahasiswa Malang Raya saudara Mahmud menghadiri Forum Internasional yang diselenggarakan oleh Asian Youth Copperation Organization (AYCO) dan  KLIA COLLEGE University Malaysia Kuala Lumpur pada tanggal 31 Maret - 1 April 2024.

Forum Internasional yang di hadiri perwakilan negara Asia Tenggara ini membahas tentang berbagai isu yang berkembang baik ekonomi, pendidikan, bisnis, sdm dan berbagai isu yang terjadi di negara masing masing untuk menjadi bahan kerjasama antar generasi muda antar negara Asia Tenggara. Mahmud yang merupakan mantab Presiden Mahasiswa Universitas  Merdeka Malang ini juga memberikan gagasan dalam forum tersebut tentang pentingnya peran teknologi yang menghubungkan jaringan kerjasama anak anak muda antar negara, baik di bidang bisnis atau dibidang pengembangan Sumber Daya Manusia. Hari ini sistem teknologi telah memudahkan semua, misal dalam bidang bisnis teknologi yang membantu jaringan klmunikasi lebih mudah antar negara memudahkan kerjasama bisnis antar negara yang dilakukan oleh generasi muda antar negara asia tenggara, baik berkaitan pengembangan bisnis Pariwisata misalnya ini bisa digagas destinasi keunggulan antar negara dan teknologi bisa membantu pengembangan bisnis pariwisata antar negara. Juga mengenai Bisnis berbagai produk unggulan antar negara bisa dilakukan dengan kemudahan teknologi saat ini. 


Dalam Forum Internasional di Kuala Lumpur ini juga di hadirkan berbagai nara sumber yang kompeten di bidangnya masing masing baik masalah Bisnis Internasional, Komunikasi Publik, Pendidikan, Hubungan Internasional dan Pengembangan Sumber Daya Manusia sehingga para peserta diberikan berbagai input baru tentang perkembangan kekinian di bidang masing masing sehingga memiliki kemampuan yang bagus untuk menghadapi banyak hal di era global ini.


Dan Mahmud yang baru saja menyelesaikan pendidikan sarjananya di Universitas Merdeka Malang, dimana selama kuliah menjadi aktifis mahasiswa menyampaikan kebangganya mewakili Indonesia di forum Internasional di Kuala Lumpur Malaysia, dan berharap anak anak muda Indonesia harus mulai melibatkan diri di berbagai forum Internasional yang sangat terbuka saat ini dalam rangka membangun pergaulan Internasional, membuka jaringan Internasional dan menguatkan SDM Pemuda Indonesia di era global untuk menguatkan Indonesia di masa mendatang.[r2]

Selasa, 05 Maret 2024

Gedung Putih Bangkitkan Harapan Bagi Kesepakatan Gencatan Senjata 6 Pekan di Gaza

Warga Palestina memeriksa kerusakan yang terjadi pasca serangan Israel terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di Rafah, Jalur Gaza, Minggu, 3 Maret 2024. (Foto: AP)


Wakil Presiden AS Kamala Harris menegaskan kembali dukungan bagi gencatan senjata “segera” selama enam pekan di Gaza. Ia bertemu dengan anggota penting Kabinet perang Israel, sementara konflik di Gaza menjelang masuk bulan kelima.

Gencatan senjata, yang diteriakkan warga Palestina selama berbulan-bulan seiring serangan Israel yang menargetkan Gaza, mungkin dapat dicapai.

Akhir pekan lalu, Wakil Presiden AS Kamala Harris menjadi pejabat pertama dalam pemerintahan Biden yang secara terbuka menyerukan kepada pasukan Israel dan Hamas agar meletakkan senjata dalam konflik yang berkobar mulai 7 Oktober sewaktu kelompok militan Palestina itu melakukan pembunuhan besar-besaran di Israel.

“Dan mengingat besarnya skala penderitaan di Gaza, harus ada gencatan senjata segera, setidaknya untuk enam pekan mendatang, dan itulah yang sekarang ini sedang dibahas," ujar Harris.

Kesepakatan itu disertai dengan syarat. Pada Senin (4/3), para pejabat Gedung Putih mengatakan kepada wartawan bahwa Hamas masih mempertimbangkan proposal Israel, yang mencakup pembebasan para sandera. Pemerintahan Biden menolak membahas rincian negosiasi.

Namun perdebatan mengenai nasib Gaza ini menjadi sorotan publik. Pada Senin, sewaktu Harris bertemu seorang anggota kabinet perang Israel, sekelompok kecil pengunjuk rasa berkumpul di luar Gedung Putih untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka.

“Gencatan senjata? Lantas? Selama enam pekan? Itu tidak adil. Gencatan senjata adalah gencatan senjata; gencatan senjata penuh. Barangkali mereka hanya ingin mengulur waktu untuk pemilu? Ini permainan. Kami tidak mempercayainya," ujar Mona Sadeq, Direktur Eksekutif American Palestinian Women’s Association.

Para analis mengatakan meskipun penting bahwa Harris berupaya sekuat tenaga untuk mendukung gencatan senjata – gencatan itu mungkin juga disertai dengan syarat.

“Penting juga untuk melihat bagaimana ia mampu melakukan itu, karena pemerintah selama beberapa waktu mengatakan bahwa mereka menginginkan gencatan senjata, tetapi gencatan ini terjadi di dalam kesepakatan tertentu," papar Trita Parsi, Wakil Presiden Eksekutif Quincy Institute for Responsible Statecraft.

Jika seruannya hanyalah pengulangan itu, satu-satunya signifikansi yang menyertainya adalah fakta bahwa untuk pertama kalinya, seorang pejabat senior pemerintah benar-benar berhasil menyatakan empati secara akurat dan layak kepada para korban di kedua pihak yang berkonflik," imbuhnya.

Dan kemudian ada pertanyaan lain yang dipertanyakan sendiri oleh Gedung Putih: Akankah Hamas, yang oleh AS telah ditetapkan sebagai kelompok teror, menerima kesepakatan ini untuk menghentikan serangan yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil?

“Tuntutan yang telah diungkapkan sejauh ini oleh pemerintah, yakni pembebasan seluruh sandera sebagai imbalan bagi gencatan senjata enam pekan, menurut saya tidak akan diterima oleh Hamas karena mereka pada dasarnya akan menyerahkan semua kekuatan mereka bagi penghentian pertempuran untuk sementara saja dan bukannya untuk penghentian permanen. Jadi menurut saya ini akan menjadi sangat rumit," kata Parsi.

Akankah pertempuran berhenti pada awal bulan suci Ramadan? Atau akankah ada pertempuran lebih banyak lagi? [uh/ab]


Minggu, 03 Maret 2024

Pasca Tragedi Jalan al-Rasheed, Mungkinkah Gencatan Senjata Sebelum Ramadan?

 


Deskripsi: Di tengah upaya mencapai jeda pertempuran di Gaza untuk memudahkan penyaluran bantuan dan pembebasan sandera, ketegangan kembali meningkat setelah penembakan mematikan saat pengungsi mengambil bantuan pangan. Akankah target mencapai gencatan senjata sebelum Ramadan masih realistis? Selengkapnya dilaporkan tim


Sabtu, 17 Februari 2024

Israel Tetap Berencana Serang Rafah di Tengah Kecaman Internasional

Foto :Pengungsi Palestina berkemah di dekat pagar perbatasan antara Gaza dan Mesir, 16 Februari 2024, di Rafah, di Jalur Gaza selatan, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militan Hamas Palestina. (Foto: Mohammed Abed/AFP)

Israel , VOA Indonesia - Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan, Jumat (16/2), bahwa Israel “merencanakan secara menyeluruh” serangan militer di Kota Rafah di Gaza selatan. Rencana itu dibuat meskipun ada kekhawatiran internasional mengenai keselamatan ratusan ribu warga Palestina yang mencari perlindungan di sana.


Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mendesak Israel untuk tidak melakukan operasi tersebut tanpa rencana yang kredibel untuk melindungi warga sipil dan sebaliknya fokus pada gencatan senjata. Mesir mengatakan serangan terhadap Rafah dapat mengancam hubungan diplomatik antar negara. Banyak pemimpin dunia lainnya yang menyampaikan pesan keprihatinan serupa.


Diperkirakan 1,4 juta warga Palestina, lebih dari separuh populasi Gaza, memadati Rafah. Sebagian besar dari mereka mengungsi akibat pertempuran di tempat lain di wilayah tersebut. Ratusan ribu orang tinggal di tenda-tenda yang luas.


Biden mengatakan pada Jumat (16/2) bahwa dia telah berkali-kali melakukan pembicaraan yang panjang via telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama beberapa hari terakhir. Dia telah meminta Netanyahu untuk melakukan gencatan senjata sementara di Gaza untuk mengeluarkan para sandera.


“Saya masih berharap hal itu bisa dilakukan,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih.


“Saya berharap Israel tidak melakukan invasi darat besar-besaran untuk sementara waktu. Jadi, menurut perkiraan saya, hal itu tidak akan terjadi. Harus ada gencatan senjata,” katanya, seraya menambahkan bahwa tidak hanya orang Israel yang masih disandera.


“Mereka juga sandera asal Amerika,” katanya, dan menyatakan harapan bahwa mereka akan dibawa pulang.


Biden mengatakan negosiasi penyanderaan sedang berlangsung.


Mahkamah Internasional (ICJ) pada Jumat menolak permintaan Afrika Selatan untuk menerapkan langkah-langkah mendesak untuk melindungi Rafah. Namun, ICJ juga menekankan bahwa Israel harus menghormati langkah-langkah yang diberlakukan akhir bulan lalu pada tahap awal dalam kasus genosida yang penting.


ICJ mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “situasi berbahaya” di Rafah “menuntut implementasi segera dan efektif dari tindakan sementara yang ditunjukkan oleh pengadilan dalam perintahnya tertanggal 26 Januari 2024, yang berlaku di seluruh Jalur Gaza, termasuk di Rafah, dan tidak menuntut indikasi tindakan sementara tambahan."


Pengadilan dunia itu menambahkan bahwa Israel “tetap terikat untuk sepenuhnya mematuhi kewajibannya berdasarkan Konvensi Genosida dan perintah tersebut, termasuk dengan memastikan keselamatan dan keamanan warga Palestina di Jalur Gaza.”


Israel mengatakan mereka melakukan segala yang mereka bisa untuk menyelamatkan warga sipil dan hanya menargetkan militan Hamas yang taktiknya adalah bersembunyi di wilayah sipil, sehingga menyulitkan Israel untuk menghindari jatuhnya korban sipil.


Bulan lalu pengadilan memerintahkan Israel untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk mencegah kematian, kehancuran, dan tindakan genosida di Gaza. Namun panel tersebut tidak memerintahkan diakhirinya serangan militer yang telah menghancurkan wilayah kantong Palestina.


Israel membantah keras melakukan genosida di Gaza.


Sementara itu, ICJ akan menggelar persidangan yang akan berlangsung selama enam hari mulai Senin (19/2) tentang konsekuensi hukum pendudukan Israel di wilayah Palestina.


Lima puluh dua negara bagian akan menyampaikan argumen pada sidang tersebut. Pengadilan ini bertindak berdasarkan permintaan yang dibuat pada tahun 2022 oleh Majelis Umum PBB untuk memberikan pendapat tidak mengikat mengenai pendudukan.


Meskipun Israel telah mengabaikan pendapat tersebut di masa lalu, sidang dan keputusan ICJ selanjutnya dapat menambah tekanan politik terhadap serangan militernya di Gaza.


Serangan udara intensif di Rafah dilaporkan memaksa orang-orang untuk keluar dari kota paling selatan Gaza menuju Deir al-Balah di Gaza tengah, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Koordinator bantuan darurat PBB, Martin Griffiths, dengan penuh keprihatinan mengikuti perkembangan di Rumah Sakit Al Nasser di Khan Younis. Dalam kiriman teksnya ke media sosial, Griffiths mengatakan mereka yang terluka dan sakit, serta personel dan fasilitas medis, harus dilindungi.


Setidaknya 28.576 warga Palestina telah tewas dan 68.291 terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober, menurut Kementerian Kesehatan yang dikuasai Hamas di Gaza.


Perang antara Hamas dan Israel dipicu oleh serangan teror Hamas terhadap Israel yang menewaskan 1.200 orang, menurut penghitungan Israel, dan menyebabkan penangkapan sekitar 240 sandera. Sebanyak 100 di antaranya dibebaskan selama gencatan senjata selama seminggu pada bulan November.


Beberapa informasi untuk laporan ini berasal dari The Associated Press, Agence France-Presse dan Reuters.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved