-->

Rabu, 12 Januari 2022

Krisis Kelaparan dan Kemiskinan di Afghanistan Makin Memprihatinkan


Laporan VOA : 

Afganistan ,Bali Kini -  Badan-badan PBB pada Selasa (11/1) meminta negara-negara donor untuk mengalokasikan dana sebesar $4,4 miliar untuk bantuan kemanusiaan bagi Afghanistan pada 2022 yang mengalami krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Angka tersebut merupakan permintaan terbesar yang pernah dicari untuk satu negara.

Jutaan warga Afghanistan berada dalam risiko kelaparan akibat kekeringan terparah yang terjadi di negara tersebut dalam beberapa dasawarsa terakhir. Kondisi tersebut diperparah oleh krisis ekonomi menyusul kembalinya Taliban secara tiba-tiba ke tampuk kekuasaan pada Agustus tahun lalu.

Sejumlah pemerintahan menanggapi pengambilalihan kelompok militan Islam dengan membekukan miliaran dolar aset Afghanistan di luar negeri dan menghentikan sebagian besar pendanaan internasional untuk negara yang bergantung pada bantuan untuk menghidupi sekitar 40 juta orang warganya.


Foto : Fatima menggendong putrinya yang berusia 4 tahun, Nazia, yang menderita kekurangan gizi akut, di rumah mereka dekat Herat, Afghanistan barat, 16 Desember 2021. (Foto: AP)

Berikut beberapa fakta tentang krisis tersebut:

- Program Pangan Dunia PBB (WFP) mencatat tingkat kelaparan akut di negara tersebut mencapai rekor baru dimana sekitar 23 juta atau lebih dari setengah populasi negara tersebut mengalami kelaparan akut. Sedangkan hampir sembilan juta warga lainnya berada dalam kondisi hampir terjebak dalam situasi kelaparan.

- Sekitar hampir 1 juta balita berisiko meninggal dunia akibat kekurangan gizi.

- Empat per lima dari negara ini mengalami kekeringan yang parah atau serius. Sekitar 70 persen orang Afghanistan tinggal di daerah pedesaan, dan 85 persen memperoleh pendapatan dari pertanian.

- Sekitar 3,5 juta warga Afghanistan telah mengungsi akibat kekerasan, kekeringan dan bencana lainnya, termasuk di antaranya sejumlah 700.000 warga yang mengungsi pada tahun lalu.

- Program Pembangunan PBB (UNDP) telah memperingatkan bahwa 97 persen warga Afghanistan bisa jatuh di bawah garis kemiskinan pada pertengahan 2022. Sementara sekitar setengah dari populasi hidup dalam kemiskinan sebelum pengambilalihan Taliban.

- Pendapatan per kapita tahunan adalah $508 pada 2020, turun dari $650 pada 2012. Diperkirakan akan turun menjadi $350 pada tahun ini.

- Para ekonom memperkirakan dibutuhkan $2 miliar untuk mengangkat semua orang dalam kemiskinan ekstrem ke garis kemiskinan.

- Sebelum pengambilalihan Taliban, bantuan internasional menyumbang sebanyak 40 persen dari produk domestik bruto (PDB), dan sekitar tiga perempat dari pengeluaran pemerintah, membayar semuanya mulai dari impor listrik hingga perawatan kesehatan dan gaji guru.

Badan pengungsi PBB (UNHCR) memperkirakan diperlukan $623 juta lagi untuk mendukung pengungsi Afghanistan dan komunitas tuan rumah di lima negara tetangga. [ah/rs]


Senin, 10 Januari 2022

Pembuatan Pewarna Ramah Lingkungan untuk Bahan Jeans


Membuat celana blue jeans lebih ramah lingkungan menjadi tujuan sebuah perusahaan di California, AS. Para ilmuwan di perusahaan ini memanfaatkan bioteknologi untuk membuat pewarna alami sebagai ganti pewarna berbahaya yang biasa dipakai dalam produksi kain denim. Berikut laporan tim VOA.



Minggu, 09 Januari 2022

AS, Sekutu Terbuka untuk Bahas Latihan Militer, Rudal dengan Rusia


(REUTERS / VOA ) — Seorang pejabat senior pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Sabtu (8/1) bahwa AS dan sekutu-sekutunya siap untuk berunding dengan Rusia mengenai kemungkinan masing-masing pihak membatasi latihan militer dan peluncuran rudal di kawasan itu.


Menjelang perundingan penting mengenai Ukraina yang akan dimulai pada Senin (10/1) di Jenewa, pejabat pemerintahan Biden itu mengatakan AS tidak akan bersedia untuk membahas pembatasan pengerahan tentara AS atau posisi pasukan AS dalam negara-negara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) di kawasan itu.


Presiden Joe Biden telah memperingatkan Rusia bahwa negara itu akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang besar apabila Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi terhadap Ukraina.


Para pejabat AS pada Sabtu (8/1) menyediakan rincian lebih banyak mengenai sanksi-sanksi berat yang mungkin diberlakukan.


Seorang sumber yang memahami rencana itu mengatakan salah satu sanksinya bisa menarget sektor industri penting Rusia, termasuk pertahanan dan penerbangan sipil, dan bisa berimbas pada ambisi teknologi tinggi Rusia, seperti intelijen buatan atau komputasi kuantum, atau bahkan elektronik konsumen.


Perundingan Jenewa, yang akan disusul dengan sesi lain pekan depan di Brussels dan Wina, bertujuan untuk menghindari krisis. Putin telah mengerahkan puluhan ribu tentara di perbatasannya dengan Ukraina, memicu kekhawatiran akan terjadinya invasi.


Belum jelas apakah AS dan sekutu-sekutu Eropa akan bisa meraih kemajuan dalam perundingan dengan Moskow. [vm/ft]

Sebagian Organisasi Yahudi Dukung Penunjukan Utusan Khusus Urusan Islamofobia Internasional


DPR AS meloloskan RUU yang ditujukan untuk memantau dan memerangi Islamofobia secara internasional, mirip yang kini dilakukan utusan Deplu untuk khusus memerangi anti-semitisme. RUU inipun memunculkan berbagai pro dan kontra, karena dikhawatirkan memunculkan multi-tafsir dalam pemberlakuannya.



Jumat, 07 Januari 2022

AS Kekurangan 80 Ribu Sopir Truk


Keterlambatan distribusi barang di AS terjadi akibat macetnya rantai pasokan di pelabuhan dan pergudangan. Kelangkaan supir truk juga sering dijadikan alasan, meski analis melihat masalah yang lebih besar yakni kurangnya koordinasi sepanjang rantai pasokan barang. Berikut laporan tim VOA.




Senin, 03 Januari 2022

Kebun Sayur dan Buah di Atap Gedung Konvensi di New York

 


Pusat Konvensi di kota New York kini memiliki kebun sayur dan buah yang sangat luas di atap gedung. Upaya ini bisa membantu mengimbangi dampak lingkungan, mengingat balai sidang ini menyelenggarakan sekitar 175 acara setiap tahun yang menarik ratusan ribu orang ke New York. Berikut laporan tim VOA.



Rabu, 29 Desember 2021

Pelatihan Mata Uang Kripto untuk Perempuan

 



Jumat, 24 Desember 2021

Terobosan Pengembangan Obat untuk Pasien Covid-19


Para ahli medis terus melakukan uji klinis untuk perawatan Covid, mulai dari memakai obat yang sudah ada hingga obat baru berbentuk pil, termasuk dari Pfizer dan Merck yang akan segera masuk pasaran. Namun otoritas kesehatan AS tetap menekankan pentingnya vaksinasi massal untuk menghambat penularan



© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved