-->

Jumat, 03 Februari 2023

Lingkungan Sri Mandala Akhirnya Ditetapkan Secara Definitif



BALIKINI.NET | JEMBRANA — Lingkungan Sri Mandala menjalani proses yang sangat panjang hingga dapat ditetapkan secara definitif. Setelah menunggu hingga 22 Tahun ,akhirnya  Lingkungan Sri Mandala ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati Jembrana Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pembentukan Lingkungan Sri Mandala, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana.

Surat Keputusan tersebut, diserahkan secara langsung oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba kepada Lurah Dauhwaru yang disaksikan Camat Jembrana dan seluruh tokoh masyarakat di kelurahan Dauhwaru bertempat di Wantilan Pura Puseh Dauhwaru, Jumat (3/2).

Bupati Tamba mengatakan, penetapan Lingkungan Sri Mandala secara definitif merupakan momen yang bersejarah, karena begitu lamanya proses yang telah dijalani dalam memperoleh kepekatan bersama tentang penetapan Lingkungan Sri Mandala.

"Saya hari ini bersama seluruh tokoh-tokoh yang ada di kelurahan Dauhwaru termasuk juga ibu Lurah, pak Camat dan pak Kadis PMD sudah hadir, ini merupakan hal yang luar biasa dan bersejarah bagi kita semua, karena hampir 22 tahun di kelurahan Dauhwaru ini ada sedikit kesalahpahaman yang belum mencapai titik temu terkait tapal batas antara lingkungan Menega dan lingkungan Persiapan Sri Mandala," ujarnya.

Lanjut, Bupati Tamba mengungkapkan dengan dicapainya kesepakatan bersama, permasalahan yang selama ini terjadi dapat terselesaikan.

"Astungkara bisa kita selesaikan dan kita lihat sekarang wajah tokoh-tokoh kita sudah tersenyum. Itu yang kita butuhkan, tetap menjaga menyame braye. Kita harus bersatu menuju Jembrana Emas Tahun 2026," ucapnya.

Sementara Lurah Dauhwaru, Ni Komang Sri Wahyuni menuturkan proses pembentukan lingkungan Sri Mandala dimulai sejak tahun 2001 oleh masyarakat lingkungan Menega.

"Lingkungan Persiapan Sri Mandala adalah lingkungan pemekaran dari Lingkungan Menega, yang dipersiapkan sejak tahun 2001 yang diprakarsai oleh masyarakat lingkungan Menega. Tujuan pemekaran lingkungan ini adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga seiring waktu berjalan dirasa perlu untuk menetapkan lingkungan Persiapan Sri Mandala menjadi lingkungan definitif yang semata-mata untuk memberikan kepastian dan keabsahan administrasi pemerintahan dan kewilayahan," ucap Sri Wahyuni.

Lanjutnya, Sri Wahyuni menambahkan bahwa telah memfasilitasi masyarakat untuk mencapai kesepakatan bersama. Kesepakatan tersebut akhirnya dapat ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Jembrana tentang Pembentukan Lingkungan Sri Mandala.

"22 tahun proses ini sudah berjalan, namun sudah mencapai titik temu. Akhirnya, tanggal 29 Nopember 2022 saya selaku Lurah Dauhwaru memfasilitasi para tokoh di lingkungan Menega dan lingkungan Persiapan Sri Mandala untuk mengadakan kesepakatan bersama berdasarkan musyawarah mufakat yang disaksikan langsung oleh bapak Bupati Jembrana beserta jajaran terkait di Pemerintahan Kabupaten. Kesepakatan tersebut kemudian saya tindaklanjuti dengan berita acara kesepakatan dan diproses menjadi sebuah keputusan Bupati Jembrana Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pembentukan Lingkungan Sri Mandala, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana," jelasnya.

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jembrana yang telah mendukung dibentuknya lingkungan Sri Mandala. "Saya mewakili seluruh aparat, tokoh, dan masyarakat Kelurahan Dauhwaru menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak Bupati Jembrana beserta jajaran yang terkait atas dibentuk dan ditetapkan lingkungan Persiapan Sri Mandala menjadi lingkungan definitif," ucapnya.

Sambungnya, pihaknya akan segera mengambil langkah agar proses pelayanan administrasi di lingkungan Sri Mandala segera berjalan dengan baik. "Setelah SK ini diserahkan, kami beserta seluruh jajaran aparat kelurahan Dauhwaru, para kepala lingkungan akan mensosialisasikan SK Bupati ini kepada masyarakat dan para tokoh yang kemudian akan kami proses dengan pemilihan dan pelantikan kepala lingkungan definitif Sri Mandala," pungkasnya.


Kamis, 02 Februari 2023

Jembrana Terima Sertifikat Predikat Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Ombudsman RI


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Atas kepatuhan terhadap standar pelayanan publik sesuai UU Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dengan predikat kepatuhan tinggi. Pemkab Jembrana meraih nilai 91,70 atau masuk kategori hijau untuk tahun 2022 . Penilaian dilakukan berdasarkan zona.  Zona merah (buruk) dengan nilai 0-50, zona kuning (sedang) dengan nilai 51-80, dan tinggi (hijau) dengan nilai 81-100. Jadi Jembrana termasuk penilaian kategori tinggi.  

Dengan nilai 91, 70. Penyerahan sertifikat predikat kepatuhan tersebut diserahkan oleh Kepala perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Ni Nyoman Sri Widhiyanti di ruang VIP kantor Bupati Jembrana, Rabu (1/2). 

Wabup Patriana Krisna mengatakan dengan diraihnya penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Jembrana dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada publik serta mendorong pemenuhan terhadap standar pelayanan publik dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas pelayanan, tentunya untuk mewujudkan masyarakat Jembrana yang bahagia.

“ Kita bersyukur atas penghargaan ini namun tentunya jangan berpuas diri. Kinerja harus terus ditingkatkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.  Ipat menambahkan guna mencapai target serta nilai yang lebih tinggi ditahun depan masih ada beberapa hal yang mesti ditingkatkan. Diantaranya peningkatan standar pelayanan, serta kepatuhan SOP dimasing-masing OPD. Tentunya perlu kerja keras dan dukungan seluruh OPD dan kita siap untuk mewujudkan itu, “ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Ni Nyoman Sri Widhiyanti menjelaskan bahwa tujuan dari penilaian penyiapan pelayanan publik yaitu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik disemua pemerintah daerah dari sesi penyelenggaranya kemudian standar pelayanan sarana prasarana dan juga dari sisi pengelolaan pengaduannya. 

“Jembrana sendiri itu sudah masuk zona hijau dengan nilai  91,70 dan itu masuk kategori A  dengan opini kualitas tertinggi, jadi itu sudah nilai yang tertinggi.
Kalu dilihat juga ini sesuatu yang luar biasa kalo dilihat dari tahun 2021 penilaianya di jembrana itu zona kuning, kemudian di tahun 2022 ternyata Kabupaten Jembrana bisa mencapi zona hijau dengan nilai kualitas tertinggi, ” jelasnya. 

Lebih lanjut, pihaknya juga mengapresiasi atas kerja keras dari Pemkab Jembrana dalam memenuhi kekurangan - kekurangan dari tahun ke tahun. Termasuk dari sisi pendampingan yang juga sudah mulai berjalan.

“Kedepan kami berharap bahwa proses proses pendampingan ini tidak sebatas kepada OPD yang kita nilai, tetapi juga untuk semua unit penyelenggara pelayanan publik pemerintah kabupaten jembrana, ” tandasnya.

Apresiasi Sentra Tenun Jembrana, Presiden Jokowi : Wujud Perhatian Pemerintah Daerah Bagi Pengembangan UMKM


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Usai melaksanakan kunjungan ke Pasar Melaya kabupaten Jembrana, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan untuk mengunjungi Sentra Tenun Jembrana yang merupakan sentra kerajinan dan pusat oleh-oleh di kabupaten Jembrana, Kamis (2/2).

Tiba sekitar pukul 18.20 WITA, Presiden Jokowi disambut hangat oleh ribuan masyarakat yang hadir untuk melihat kedatangannya, Presiden Jokowi turun dari mobil langsung menyapa seluruh masyarakat Jembrana serta beberapa masyarakat yang beruntung dapat berfoto langsung dengan Jokowi.

Di Sentra Tenun, Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Kabinet Indonesia Pramono Anung Wibowo, Basuki Hadimoeljono,Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono, disambut kembali oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba dan Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna dengan pemakaian destar dan pengalungan kain songket khas Jembrana.

Tampak hadir juga Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Bali Wayan Koster dan jajaran Kabinet lainnya.

Presiden Jokowi diajak untuk berkeliling melihat proses pengerjaan kain endek dan hasil kreasi kain endek serta melihat produk yang dihasilkan UMKM. Presiden Jokowi bersama dengan Menteri PUPR dan jajaran lainnya membeli sepatu endek. Presiden Jokowi dikenal suka memakai sepatu sneakers, dan ini menjadi kebanggaan tersendiri bahwa sepatu endek khas Jembrana dibeli olehnya. Sebanyak 18 orang penenun juga menerima bantuan langsung tunai dari Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi sangat mengapresiasi antusias masyarakat kabupaten Jembrana dalam menyambut kedatangannya. Selain itu, Ia juga mendukung segala bentuk pelestarian terhadap kain tenun khas Bali pada umumnya dan tenun Jembrana pada khususnya.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas sambutan masyarakat dan juga bapak Bupati di kabupaten Jembrana yang memang baru hari ini saya kunjungi. Dan saya juga sangat menghargai apa yang telah dilakukan oleh pak Bupati dan didukung oleh pak Gubernur Bali dalam mengembangkan tenun songket untuk pengembangan industri industri kecil kain tenun dan songket yang ada," ucap Jokowi.

Presiden asal kota Solo ini mengatakan dengan dukungan dari Pemerintah, akan memicu terciptanya ekonomi kreatif dengan mengangkat produk-produk khas daerah sebagai produk unggulan yang dapat memberikan dampak peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

"Ini akan mendorong industri kreatif utamanya hand made bisa berkembang dengan kebijakan ada Pergub setiap Selasa pakai kain endek Bali dan setiap Kamis pakai busana adat. Ini akan mendorong industri kreatif yang berbasis budaya lokal. Ini sangat saya hargai," jelas Jokowi.

Sementara itu, Bupati Tamba mengungkapkan kegembiraannya yang mana Presiden Jokowi dapat hadir ke Jembrana disambut sangat baik oleh masyarakat Jembrana.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jembrana termasuk juga jajaran OPD Pemerintah Kabupaten Jembrana dan Forkopimda, tentu juga atas restu Tuhan Yang Maha Esa sehingga acara hari ini berjalan sangat baik, cuaca yang kondusif dan masyarakatnya sangat sopan dan santun," ucapnya.

Sepanjang perjalanan dan sampai di Sentra Tenun Jembrana, Presiden Jokowi terus disambut dengan semangat alunan musik Jegog. Bupati Tamba mengatakan bahwa secara langsung Presiden Jokowi meminta agar Jegog dapat terus dilestarikan.

"Sepanjang perjalanan juga begitu turun di Sentra Tenun beliau kita ajak melihat Jegog, atraksi budaya kita yang ada di Jembrana dan satu-satunya di Bali, beliau juga sangat kagum dan mengucapkan "Sangat luar biasa pak bupati, tolong dilestarikan"," tutur Bupati Tamba mengulang ucapan Presiden Jokowi.

Bupati Tamba mengungkapkan Presiden Jokowi sangat mengapresiasi proses pembuatan kain tenun yang dapat dikatakan cukup rumit.

"Begitu masuk ke Sentra Tenun langsung ke tempat penenunan, beliau juga sangat kagum dan mungkin dalam pikiran beliau kok masih ada yang mengerjakan begini, satu benang berjalan, itu sangat diapresiasi oleh beliau," ungkap Bupati Tamba.

Dalam kesempatan itu juga Bupati Tamba menitipkan pesan khusus kepada Presiden Jokowi untuk dapat membantu kabupaten Jembrana yang memiliki PAD cukup kecil ini.

"Mudah-mudahan dari hasil kunjungan beliau ke Jembrana, Jembrana semakin dilihat, Jembrana semakin diperhatikan, saya juga menitipkan Jembrana kepada beliau,"ucapnya.

Pihaknya mengaku akan diundang secara khusus oleh Presiden Jokowi. "Saya di undang beliau ke Jakarta, tapi belum tau waktunya kapan," pungkasnya.


Kunjungi Jembrana, Warga Bahagia Sambut Presiden Jokowi


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Warga Kecamatan Melaya dan Kabupaten Jembrana pada umumnya akhirnya kembali tersentuh kehadiran Presiden RI setelah 33 tahun. Kehadiran Presiden RI, Joko Widodo ke Pasar Melaya, Kamis (2/2) sore mendapat sambutan antusias dari warga Jembrana yang berjejer di sepanjang jalan.

Presiden Jokowi hadir di Pasar Umum Melaya sekitar pukul 17.10 Wita bersama Ibu Iriana disambut Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Ny Candrawati Tamba. 

Di pasar yang terletak di kecamatan Melaya tersebut, Presiden Jokowi menyerahkan bantuan bantuan sembako sebanyak 246 paket dan 20 pedagang mendapatkan BLT.

Antusias masyarakat di sekitar Pasar Melaya bagaikan lautan warga yang menyambut kehadiran Kepala Negara sejak siang.  Halaman parkir yang biasanya digunakan untuk pedagang kaki lima senggol, pada sore ini dipenuhi dengan warga yang menyambut. Dari lansia hingga balita menyambut Joko Widodo. 

Presiden sempat masuk ke Pasar Melaya dan menyapa para pedagang yang berjualan sejak siang. Warga pasar ini memang sengaja berjualan sampai sore untuk menunggu kehadiran Presiden. Salah satu pedagang yang sudah lansia penjual pisang, Mbah Dayu, disambangi Presiden Jokowi dan diberikan santunan. 

Kedatangan ini sangat ditunggu warga setelah terakhir pada tahun 1989, Presiden RI Soeharto datang ke Melaya meresmikan Bendungan Palasari. Penantian 33 tahun ini tak disia-siakan warga Melaya dan Jembrana pada khususnya. Warga rela menunggu sejak Kamis pagi, begitu menerima informasi kunjungan Presiden RI. "Terakhir waktu tahun 90 an, saat Presiden Soeharto ke Palasari, sudah 30 tahun lebih. Sekarang Presiden Jokowi, kami sangat antusias," ujar salah seorang pedagang di Pasar Melaya, Fauzan. 

Pedagang ini ingat saat dirinya SD dulu juga melakukan penyambutan di Palasari, desa Ekasari, meskipun saat itu Presiden Soeharto naik helikopter. Sekarang di era Presiden Jokowi, datang menyapa masyarakat Melaya menggunakan mobil kenegaraan. Meskipun hanya kurang dari 30 menit, namun kehadiran Presiden menyapa rakyat di Bali Barat sangat berkesan.

Usai peninjauan tersebut Presiden Joko Widodo menyampaikan kunjungannya di pasar rakyat Melaya selain menyerahkan bantuan sembako kepada para pedagang juga untuk mengecek harga kebutuhan pokok yang ada di pasar. "Tadi saya cek harga harga utamanya yang mempengaruhi inflasi yaitu minyak dan beras, minyak saya lihat masih terkendali baik kisaran 14-15ribu, dan hanya beras yang memang ada kecenderungan naik sedikit yang memengaruhi inflasi di bulan Januari kemarin juga, salah satunya harga beras. Itu kenapa saya cek terus cek terus, semua harus bersama sama kabupaten kota provinsi pusat mengendalikan inflasi nasional,"ujarnya.

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba dalam kesempatan itu mengungkapkan kebahagiaannya setelah sekian lama akhirnya Jembrana kembali dikunjungi Presiden. "Hari ini Jembrana dikunjungi oleh bapak presiden terjawab sudah. Astungkara kita lihat kebahagiaan masyarakat, hampir semua warga termasuk dari pelosok turun ke jalan untuk dapat menatap langsung presiden yang dicintai dapat bersalaman dan berfoto dengan presiden Jokowi," kata Bupati Tamba usai menyambut kadatangan Presiden RI di pasar Melaya.

Lanjut pihaknya menjelaskan Jembrana adalah Kabupaten di Bali yang minim kunjungan wisatawan dan belum merasakan manisnya dari hiruk pikuk pariwisata di Bali. Ia berharap kunjungan presiden kali ini dapat memberi imbas terhadap kelancaran proses pembangunan tol yang dirasa akan berpengaruh positif terhadap kunjungan ke Jembrana.  

"Pariwisata di Bali dipandang hebat dimata dunia, namun Jembrana belum merasakan manisnya dari pariwisata di Bali, karena terkendala infrastruktur jalan yang belum memadai. Saya mohon kepada presiden untuk terus memperhatikan Kabupaten Jembrana, Saya titip Kabupaten Jembrana, Jembrana perlu bantuan untuk membangun infrastruktur sebagai fasilitas umum untuk memberi pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. 


Senin, 30 Januari 2023

JSDDD Jembrana Menjadi Pilot Project Nasional


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Jembrana Satu Data Dari Desa (JSDDD) sebagai platform data digital yang dimiliki kabupaten Jembrana telah memenuhi prinsip-prinsip Satu Data Indonesia. BPS menilai JSDDD dapat digunakan sebagai sumber data dalam Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dilaksanakan secara Nasional.

Kerjasama tersebut diwujudkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bupati Jembrana, I Nengah Tamba dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono di Aryanusa Ballroom Menara Danareksa Jakarta Pusat, Senin (30/1). Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan langsung yang disaksikan langsung oleh Menteri Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas dan Anggota Komisi XI DPR RI, Kamarussamad.

Dalam JSDDD telah dilakukan pembenahan tata kelola data dengan melibatkan peran BPS sebagai pembina data, Bappeda sebagai koordinator data, Kominfo sebagai wali data dan Desa sebagai produsen data. JSDDD sendiri juga telah memenuhi standar data dengan memiliki meta data, kode referensi data, selain itu juga JSDDD telah memenuhi prinsip data berbagi pakai (interoperabilitas).

Dengan adanya berbagi pakai antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam  menggunakan data yang sama, diharapkan pelaksanaan program-program pemerintah dapat tepat sasaran.

Bupati Tamba mengungkap mendukung BPS dalam menyediakan data yang digunakan untuk berbagai program perlindungan sosial dan ekonomi secara nasional.

"Kami
siap bekerja sama dengan BPS dalam mewujudkan sebuah tata kelola Data Regsosek, yang merupakan wujud dari sinergitas Pusat dan Daerah dalam mensukseskan program
nasional untuk perlindungan sosial dan ekonomi," ucap Bupati Tamba.

Pihaknya berharap, dengan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan BPS dapat membantu dalam mempercepat terwujudnya Satu Data Indonesia serta mendorong daerah lainnya untuk segera mewujudkan hal yang sama.

"Semoga dengan MoU ini, menjadikan suatu percepatan dalam mewujudkan Satu Data Indonesia melalui Jembrana  Satu Data Dari Desa atau JSDDD, serta menjadikan Jembrana sebagai salah satu referensi dan contoh bagi daerah lainnya," pungkasnya. 

Jumat, 27 Januari 2023

Bupati Bandung Ingin Tiru Program Layanan Kesehatan di Jembrana


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Kabupaten Jembrana sebagai salah satu pemberi pelayanan kesehatan terbaik menjadi daya tarik Bupati Bandung, Dadang Supriatna melaksanakan kunjungan kerja ke kabupaten Jembrana. Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Dadang mengajak serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bandung yang disambut hangat oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba didampingi Sekda I Made Budiasa serta pimpinan OPD terkait.

Ketertarikan Bupati Dadang dengan program layanan kesehatan di kabupaten Jembrana, diungkapkannya ditemui usai acara ceremonial penyambutan di Sentra Tenun Jembrana, Jumat (27/1).

"Tahun 2000 saya pernah kesini saat menjadi kepala Desa, sehingga saya merasa rindu dengan Jembrana, disamping itu juga saya dengar kabupaten Jembrana salah satu pelaksana pelayanan kesehatan yang terbaik. Karena sudah dibebaskan semuanya, tidak ada pungutan atau apapun, sehingga masyarakat terlayani kesehatannya," ungkap Bupati Dadang.

Program-program layanan kesehatan di Jembrana, dikatakannya menjadi inspirasinya untuk menyusun program layanan kesehatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. "Ini menjadikan inspirasi saya, insyaallah nanti di kabupaten kita, akan kita terapkan," ucapnya.

Sementara, Bupati Tamba dengan senang menyambut kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Bandung. Kabupaten Jembrana dikatakannya telah menerapkan Universal Health Coverage untuk memberikan Jaminan layanan kesehatan bagi masyarakatnya.

"Saya merasa bahagia atas kunjungan Bupati Bandung beserta seluruh jajaran OPD Pemkab Bandung, karena hari ini beliau merasa terkesan dengan cara kita memberikan layanan kesehatan dengan sistem UHC (Universal Health Coverage) karena memang kita sudah mencapai 99 persen," ucapnya.

Selain itu, berbagai dukungan layanan kesehatan lainnya untuk memudahkan dan mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat juga telah dilaksanakan. Seperti layanan ambulance gratis melalui aplikasi JES (Jembrana Emergency Service), layanan kunjungan tenaga medis ke rumah pasien, serta adanya layanan SINAR BAHAGIA (Sistem Antar Obat Sampai Rumah Pasien Cegah Antrian).

"Disamping itu juga ada bentuk-bentuk pelayanan lain seperti layanan JES (Jembrana Emergency Service), ada Halo Dokter, ada juga layanan untuk warga jompo atau lansia yang tidak perlu lagi antre di dokter, tetapi petugas kesehatan yang datang ke rumahnya dan ini memberikan suatu kemudahan pendekatan layanan kita kepada masyarakat," jelasnya.

Selain layanan kesehatan, dukungan lainnya yang dilaksanakan oleh Pemkab Jembrana dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat terutama bagi lansia kurang mampu yaitu dengan memberikan bantuan makanan gratis bagi lansia miskin.

Kamis, 26 Januari 2023

Ngaben Perdana, Krematorium Bahagia Ringankan Beban Umat


BALIKINI.NET | JEMBRANA — Setelah diresmikan Desember 2022 lalu, akhirnya Krematorium Bahagia Pekutatan mulai dimanfaatkan. Keberadaan Krematorium dinilai termurah di Bali, pasalnya dengan biaya termurah hanya 13 juta untuk kremasi  mulai dari nyiraman sampai nganyut dinilai meringankan beban umat. Utamanya saat menyelesaikan karya pitra yadnya . 

Dalam pengabenan perdana tersebut turut dihadiri Bupati I Nengah Tamba yang menyaksikan prosesi hingga selesai untuk memastikan segala prosesnya berjalan sesuai dan lancar, Kamis, (26/1).

Kali pertama dimanfaatkannya krematorium Bahagia itu diungkapkanya tidak lepas dari uluran tangan Gubernur Bali I Wayan Koster dalam menyelesaikan masalah masyarakat Bali khususnya di Kabupaten Jembrana, Hal tersebut disampaikan Bupati Tamba saat ditemui usai acara pengabenan.

"Saya Bupati Jembrana mengucapkan terimakasi kepada Gubernur Bali, ini semua atas kemurahan hati beliau membantu kita Kabupaten Jembrana dalam rangka menyiapkan solusi dari masalah masalah yang terjadi dari semeton atau umat yang ada di kabupaten Jembrana, salah satu solusinya adalah krematorium yang sudah berdiri bagus di Desa Adat Pekutatan ini, Jadi hari ini adalah hari pertama dimanfaatkan," ungkapnya.

Lanjut, Bupati Tamba mengatakan proses kremasi di krematorium Bahagaia itu hanya membutuhkan waktu 2 Jam dari proses pemandian (nyiraman) sampai pembakaran, dan berkat adanya Krematorium itu diharapkan dapat meringankan beban keluarga duka dalam pelaksanaan Pitra Yadnya.

"Hari pertama ini kita liat proses dan waktu yang dibutuhkan dalam satu sang lampus (orang meninggal) itu cuman butuh waktu 2 Jam, Semoga ini bermanfaat bagi umat," ujarnya.

Selain itu, kepada penanggung jawab krematorium Bupati Tamba menekankan Krematorium Bahagia tersebut bukan tempat untuk memcari untung, namun untuk membantu beban masyarakat dalam melaksanakan Pitra Yadnya. "Kepada Jro Bendesa disini sebagai penanggung jawab, distruktural juga ada Kepala Desa ada juga Pak Camat agar menjaga kelanggengan dan menagemen yang ada disini, Ini bukan tempat untuk mencari untung bukan bisnis ini fungsinya membantu warga yang tidak mampu atau warga yang lagi kedukaan, disinilah tempat orang duka kita bantu, simpel tapi manut ring pemargin napi polah palih ring adat sane memargi," pungkas Bupati Tamba.

Dilain sisi, Bendesa adat pekutatan I Made Ariasa mengatakan biaya proses kremasi di Krematorium Bahagia senilai 13 Juta."Untuk paket termurah saat ini di Krematorium Bahagia ini senilai 13 Juta sampai nganyud sudah termasuk upakara dan angklung, dengan upacara pengabenan Swasta Geni," ucap Made Ariasa.
 
Sementara itu, pihak keluarga duka I Wayan Suatra, mengaku bersyukur dengan keberadaan Krematorium Bahagia di Pekutatan. "Pelaksanaan prosesi pengabenan ini sangat luar biasa bagus sekali, titiang juga melihat upakaranya bagus sekali, sudah sesui prosedur pengabenan dan tidak mengurangi arti itu sendiri. Terlebih biayanya itu sendiri hanya 13 Jt, dibandingkan dengan krematorium lain disini sangat murah sekali, sangat terjangkau oleh masyarakat, saya sebagai keluarga duka merasa sangat terbantu sekali," ungkapnya. 

Rabu, 25 Januari 2023

Bonus Atlet Cair, Jembrana Anggarkan 2 Milyar Lebih


BALIKINI.NET | JEMBRANA —  Sebagai bentuk apresiasi terhadap para atlet dan pelatih berprestasi peraih medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XV/22 di Kabupaten Jembrana tahun 2023 menerima bonus.

Tak tanggung-tanggung, bonus yang diberikan kepada para atlet tersebut mencapai Rp 2,6 miliar.  Pemberian reward tersebut diserahkan langsung  Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Wabup IGN Patriana Krisna di Gedung Kesenian Bung Karno, Rabu (25/1).

Bonus ini sesuai janji Bupati Tamba kepada atlet. Peraih medali emas perorangan mendapat bonus Rp 50 juta, medali emas ganda Rp 60 juta dan medali emas beregu Rp 70 juta.

Medali perak perorangan Rp 20 juta, medali perak medali ganda Rp 25 juta dan medali perak beregu Rp 30 juta. 

Perunggu perorangan Rp 7,5 juta, perunggu ganda Rp 10 juta, dan medali perunggu beregu Rp 17 juta.

Sementara untuk bonus pelatih juga tidak ketinggalan. Bagi yang berhasil meraih emas mendapatkan bonus Rp 6 juta, medali perak Rp 4 juta dan medali perunggu Rp 3 juta. 

Ketua KONI Jembrana IGN Patriana Krisna menyampaikan kabupaten Jembrana finish di urutan ke 7 klasemen akhir Porprov Bali XV/2022.  Adapun total medali yang didapat Kabupaten Jembrana dengan rincian total 102 medali tersebut rinciannya 17  medali emas, 28  medali perak dan 57  medali perunggu.  

Sementara itu, usai penyerahan bonus kepada atlet dan pelatih, Bupati Tamba menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para atlet, manajer, pelatih serta official yang telah berjuang dan meraih prestasi pada Porprov Bali XV. Meski Kontingen Jembrana hanya finis di urutan ke 7, Perolehan medali naik dari tahun sebelumnya. 

“Tentunya tahun depan harus kita tingkatkan lagi kualitasnya lebih bagus lagi. Jadi kita sudah dengar apa keluhan - keluhan dari atlet kita, begitu mereka melawan kabupaten yang lebih bagus dan lebih maju mentalnya mereka sudah down,   itu nantinya kita akan benahi, ” ungkapnya

Lebih lanjut Bupati mengatakan, Pemberian bonus ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk memberikan semangat dan motivasi kepada atlet dan pelatih untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih serta meningkatkan prestasi ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

“Penyerahan bonus ini merupakan bukti bahwa Pemkab Jembrana menghargai jerih payah para atlet yang telah berjuang keras dengan mempersembahkan prestasi gemilang meraih medali bagi daerah,” kata Bupati.

Terkait adanya atlet dari Jembrana yang  membelot ke daerah lain, 

Bupati Tamba juga menyoroti kabar asanya atelt Jembrana yang membelot kedaerah lain. Bupati asal Desa Kaliakah ini menanggapinya  bijak bahwa diera profesional seperti sekarang hal itu sulit dicegah.

“Ini merupakan dunia profesional yaitu kita tidak bisa cegah. Namun demikian mudah mudahan tahun depan PAD kita naik maka bonus kita akan tingkatkan , itu tidak masalah, ” tasdasnya. 
© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved