-->

Selasa, 27 September 2022

Bupati Canangkan Desa Ekasari sebagai Desa Mandiri Kakao

Jembrana , Bali Kini - Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mencanangkan desa Ekasari Kecamatan Melaya sebagai desa mandiri kakao. Penegasan itu disampaikan bupati Tamba saat menerima kunjungan investor dari Taiwan terkait investasi dibidang kakao dan pengolahan sampah di Agrowisata Kakao Organik KTT Merta Abadi Desa Ekasari Selasa (27/9).

Menurut Tamba , desa Ekasari sangat cocok dikategorikan desa mandiri dengan potensi unggulannya berupa komoditi kakao.

Selain karena produktivitas serta kualitas kakao yang tinggi , Ekasari memiliki tektur tanah yang baik serta curah hujan cukup yang mendukung tanaman kakao tumbuh dengan baik dan menghasilkan biji berkualitas.



Dukungan lainnya dari sisi kelembagaan dengan daya dukung subak ,perangkat desa yang mendukung pertanian dan pemasaran kakao berkembang dengan baik.

" Selain itu  produksi kakao dihasilkan diDesa Ekasari selama ini sudah dikenal oleh buyer baik nasional maupun internasional, memiliki aroma yang khas yang selama ini ditanam dengan sistem tumpang sari. Potensi ini yang harus dijaga dan dikembangkan baik sebagai potensi unggulan desa mandiri kakao di Ekasari," kata Bupati Tamba didampingi Kadis Pertanian I Wayan Sutama, Kabid Perkebunan I Komang Ariada serta Camat Melaya I Putu Gde Oka Santhika.

Lebih lanjut ,bupati asal Desa Kaliakah ini  mengungkapkan dukungannya terhadap pengembangan industri kakao di Jembrana. "Saya tiada henti membawa hasil Kakao Jembrana menjadi produk unggulan Kabupaten yang tentu akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Hari ini saya sudah pertimbangkan untuk persiapan deklarasi untuk menjadikan Desa Ekasari sebagai Desa Kakao/Desa Cokelat". 

Selama ini kata Bupati ,  masyarakat Ekasari sudah mendapatkan keuntungan dari hasil perkebunan cokelat/kakao ini. "Hasilnya  membawa dampak domino kepada masyarakat sekitar Ekasari, " ungkap I Nengah Tamba. 

Selain itu kata Bupati, Pemkab Jembrana sudah persiapkan bibit kakao untuk 250 Ha bagi petani Desa Ekasari di bulan ini. Masyarakat sudah mendapatkan manfaat terhadap hasil kakao. Ada 2 Ton biji kakao kering yang harus petani siapkan perbulannya untuk memenuhi permintaan pasar. 

" Kita juga tengah mempersiapkan  penanaman bibit kakao dilahan kurang lebih 200 Ha di Ekasari, sehingga setiap Kepala Keluarga memiliki kebun kakao, " jelas I Nengah Tamba.

Sudah beberapa investor yang hadir ke Jembrana terkait hasil Kakao Jembrana, seperti Prancis, Jepang, Italia, Jerman. Sedangkan  hari ini hadir Investor yang juga akademisi dari Taiwan, Prof. Tang yang juga Sekretaris Ekonomi Pemerintah Taiwan.

Profesor Tang mengatakan ingin  membantu Pemkab Jembrana , khususnya petani Kakao untuk dapat meningkatkan produktivitas hasil kakao  sekaligus mampu membuat pemrosesan  cokelat menjadi produk cokelat yang berkualitas .

" Harapannya nilai ekspornya meningkat dan kedepannya Jembrana tidak lagi mengekspor biji kakao tapi sudah produk olahan jadi ," ungkap Mr. Tang.

Disamping Kakao Mr. Tang juga tertarik untuk membantu Jembrana dalam hal pengolahan sampah dengan  meninjau langsung pengolahan sampah di Jembrana di TPA Peh.  Nantinya akan direncanakan dibangun 3 komponen mesin, yaitu pembangkit listrik kecil tenaga sampah untuk sampah yang sudah tertumpuk lama, pemrosesan sampah organik menjadi pupuk organik fertilizer, dan mesin pemrosesan sampah plastik menjadi minyak/solar Diesel. ( rls )


Bupati Jembrana Minta Berdayakan Potensi Desa

Jembrana , Bali Kini - Bupati Jembrana I Nengah Tamba membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kerjasama antar Desa dan Penyusunan Produk Hukum di Desa bagi Perbekel/Lurah se-Kabupaten Jembrana bertempat di Ruang Pertemuan Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Selasa (27/9/2022).



Pelaksanaan Bimtek tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk mengidentifikasi potensi yang dimiliki masing-masing desa serta dikolaborasikan dalam pengembangannya melalui kerjasama desa dan pembangunan kawasan perdesaan.


Perbekel sebagai pemegang kebijakan penyelenggaraan pemerintah di desa diharapkan mampu memahami terkait produk hukum di desa, sehingga dapat dijadikan pedoman dalam menyelenggarakan pemerintahan desa secara akuntabel dan profesional.


Dalam sambutannya, Bupati Tamba mengatakan banyak potensi yang ada di masyarakat belum dikelola secara maksimal, disini lah perlunya peran pemerintah desa dalam membina dan memfasilitasi sesuai dengan kewenangannya.


"Banyak potensi yang dimiliki oleh masyarakat kita di desa seperti produk unggulan dibidang pertanian, perdagangan, industri rumah tangga maupun sektor usaha mikro belum dapat dikelola secara baik dan maksimal. Seharusnya Pemerintah Desa bisa hadir untuk memberdayakan maupun memfasilitasi sesuai dengan kewenangan yang desa miliki," ucapnya.


Pihaknya berharap Pemerintah Desa dan Kelurahan dapat mendukung program Pemerintah Daerah dalam mewujudkan masyarakat yang bahagia terutama melalui program pemberdayaan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.


"Desa dan Kelurahan senantiasa fokus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan ikut mendukung program Pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Jembrana yang bahagia. Mulailah selalu berorientasi memajukan masyarakat desa/kelurahan melalui program-program pemberdayaan yang lebih bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," harap Bupati asal desa Kaliakah ini.


Bupati Tamba juga menyampaikan keinginan agar masing-masing desa memiliki produk unggulan, hal ini juga sebagai bagian dari menyambut Jembrana Emas 2026 yang nantinya diperkirakan banyak wisawatan akan datang ke Jembrana.

"Seluruh Perbekel/Lurah agar tetap semangat dan meningkatkan kinerja, saya ingin sekali setiap desa memiliki produk unggulan, one village one product," tandasnya.


Sementara itu, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jembrana I Made Yasa melaporkan bahwa pelaksanaan Bimtek tersebut diikuti oleh seluruh Perbekel/Lurah se-Kabupaten Jembrana yang berjumlah 51 orang. "Bimtek hari ini diikuti oleh seluruh Perbekel/Lurah se-Kabupaten Jembrana, dasar pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Perencanaan Pembangunan di Desa, kerjasama ini nantinya akan didukung dengan APBDes seluruh desa di kabupaten Jembrana dan APBD Kabupaten Jembrana," jelasnya.


Lanjutnya, terkait materi yang disampaikan meliputi peningkatan pemahaman dalam penyusunan produk hukum desa, kerjasama antardesa, dan membangun kawasan perdesaan yang sejalan dengan berbagai situasi dan kondisi umum yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas dan fungsi Perbekel/Lurah.


"Bimtek dilaksanakan selama 1 hari dengan materi penyusunan produk hukum dan kebijakan pemerintah terhadap pelaksanaan pembangunan di desa.

Setelah dilaksanakan bimtek akan dilanjutkan dengan pelaksanaan orientasi lapangan yang dapat dijadikan bahan penerapan hasil pembelajaran," pungkasnya. (Gst/Ngr)

Senin, 26 September 2022

Bupati Apresiasi Final Turnamen Putra Alam Cup III berlangsung Tertib


Jembrana , Bali Kini
- Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyaksikan langsung Final Turnamen Voli Putra Alam Cup III yang mempertemukan tim tuan rumah Putra Alam (Desa Yehembang) melawan tim Putra Kirana (Desa Tegalbadeng Barat) bertempat di Lapangan Putra Alam Desa Yehembang, Minggu (25/9) kemarin malam.


Putra Alam tampil apik dengan memperoleh kemenangan penuh atas Putra Kirana, meski kejar-mengejar poin terjadi selama pertandingan berlangsung. Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-0 untuk kemenangan Putra Alam sebagai juara I, sedangkan Putra Kirana harus puas bertengger di juara II.

Sementara untuk posisi III dan IV masing-masing diduduki oleh tim Porman (desa Manistutu) sebagai juara III dan tim Sekar Taji (desa Tukadaya) sebagai juara IV) dengan skor 3-1.


Bupati Tamba mengapresiasi dilaksanakannya turnamen voli ini sebagai wadah kegiatan positif generasi muda yang telah berjalan dengan tertib serta sebagai ajang untuk menjaring atlet-atlet yang nantinya mampu mengharumkan nama kabupaten Jembrana.


"Saya ucapkan selamat untuk desa Yehembang, kegiatan ini sangat luar biasa yang telah dilaksanakan pada malam ini yang berlangsung dengan baik dan tertib sekali," tutur Bupati Tamba.


Sementara, Perbekel Yehembang I Made Semadi menyambut baik antusias masyarakat hingga memenuhi kursi penonton. Dihadapan Bupati Tamba dan juga ketua DPRD Jembrana I Made Sri Sutharmi yang turut hadir, Made Semadi mengungkapkan keinginannya untuk meningkatkan kualitas lapangan areal lapangan dengan membangun tribun penonton.


"Penonton turnamen ini sangat banyak sekali, namun ketika hujan para penonton berhamburan untuk berteduh. Apabila diperkenankan, saya meminta lapangan ini bisa beratap," harapnya. 


Menanggapi hal tersebut, Bupati Tamba pun menyetujui permintaan Perbekel Yehembang. Dengan persetujuan dari DPRD, akan segera disusun di APBD 2023 atau 2024. "Kalau ibu ketua DPRD menyetujui di tahun depan akan kita laksanakan. Karena APBD induk 2023 telah ditutup, tercepat nanti diperubahan APBD 2023 atau APBD induk 2024," tandasnya. 


Dalam kesempatan tersebut juga, Bupati Tamba secara pribadi memberikan hadiah uang tunai masing-masing Rp 700rb untuk juara IV, 1jt untuk juara III, 1,2jt untuk juara II dan 1,5jt untuk juara I sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan positif di masyarakat utamanya turnamen voli tersebut. (Ngr/r2)

Sabtu, 24 September 2022

Wabup Ipat Pimpin Bhakti Penganyar di Pura Kahyangan Jagat Gunung Raung Taro Gianyar.


 Jembrana , Bali Kini -Rahina Saniscara Pon Ugu, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menghadiri Puncak Karya Piodalan di Pura Kahyangan Jagat Gunung Raung Taro, Desa Pakraman Taro Kaja, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.Sabtu (24/9/22).

Piodalan yang dipuput oleh Ida Peranda Giri Putra dari Griya Kemenuh Belahbatuh Gianyar ini, turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Jembrana I Dewa Gede Kusuma Antara, Asisten Administrasi Umum I Made Dwi Maharimbawa dan beberapa Kepala OPD serta Tokoh Masyarakat setempat.

Sebagai bentuk dukungan atas pelaksanaan karya tersebut, Wabup Ipat menghaturkan punia yang diterima Bendesa Adat Taro Kaja I Nyoman Tanjung.


Wabup Ipat mengatakan persembahyangan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada Pengempon Pura Kahyangan Jagat Gunung Raung Taro Gianyar. “Persembahyangan di Pura Gunung Raung Pemerintah Kabupaten Jembrana mendoakan dan memberi suport agar yadnya yang besar ini berjalan dengan suskses, labda karya sehingga apa yang menjadi tujuan daripada karya ini tercapai,” ucapnya.


Dalam persembahyangan tersebut, Wabup Ipat mendoakan segala program yang hendak dijalankan sesuai visi misi dapat terlaksana dengan baik. Demikian pula memohon senantiasa diberi keselamatan untuk semua masyarakat Jembrana   “Astungkara kita mendapatkan berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan menghaturkan bakti di berbagai pura di Bali bahkan diluar Bali, Kita mohon juga kepada sang hyang widi semoga rakyat Jembrana sesuai dengan visi dan misi kita menjadi bahagia kemudian pemerintahan berjalan dengan lancar dan dijauhkan dari segala macam kesulitan, ” kata Wabup Ipat.


Kesempatan yang sama, Manggala Karya Piodalan Pura Kahyangan Jagat Gunung Raung Taro I Nyoman Tanjung yang juga Bendesa Adat Taro Kaja menyatakan rasa terimakasi atas kehadiran Wakil Bupati Jembrana atas Karya piodalan Pura Kahyangan Gunung Raung Taro. 

“Tyang Bendesa Adat Taro ngaturang suksma antuk sepengerauh Palungguh Wakil Bupati Jembrana meriki, mewakili umat dari Kahyangan Gunung Raung tyang mengucapkan banyak terimakasih dan sangat bahagia sekali telah hadir Wakil Bupati Jembrana. Domugi Jagat Jembrana sida rahajeng rahayu, apapun kesulitan yang dihadapi agar bisa teratasi, bukan hanya Gianyar dan Jembrana semoga sejagat Bali ini mendapat kerahayuan,” pungkasnya. ( Gusti/lp)

Selasa, 20 September 2022

Jembrana terima penghargaan Kemendes PDTT, kabupaten pertama terapkan data desa berbasis SDGs desa


Jembrana , Bali Kini -
Kabupaten Jembrana mendapat penghargaan dari Kementerian Desa Daerah tertinggal dan transmigrasi RI sebagai kabupaten pertama di Indonesia yang menjadikan data desa berbasis SDGs desa sebagai pondasi utama dalam melaksanakan pembangunan.


Penghargaan itu diserahkan langsung Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar kepada Bupati Jembrana I Nengah Tamba ,disela sela launching program Jembrana Satu Data Dari Desa ( JSDDD) di gedung Mendopo Kesari Negara- Jembrana, selasa (20/9). Selain data berbasis SDGs desa, turut diserahkan piagam penghargaan desa mandiri atas komitmen bupati dalam mendorong percepatan pembangunan desa sehingga mencapai status mandiri , maju dan berkembang . 


Terkait penghargaan , Mendes PDTT menyampaikan pentingnya data yang valid untuk pembangunan . Ia menyebut jika mengingkan data yang valid itu ada didesa.



“ Kalau kita mau data yang valid, update, akurat, sudah diupgrade dan berskala mikro itu adanya di desa. Nah yang menarik di jembrana ini bukan hanya desa tetapi juga kelurahan yang didata berbasis SDGs. Sehingga total kawasan di Jembrana sudah terdata dengan bagus.



 Sudah begitu diintegrasikan dengan kebutuhan seluruh OPD. Ini yang membedakan dengan tempat lain sehingga ini adalah bentuk dari pengembangan dari SDGs desa menjadi SDGs kabupaten yang basisnya tetap pada basis desa/kelurahan,” kata Abdul Halim Iskandar.

Lebih lanjut , pria yang akrab disapa Gus Menteri ini meyakini , melalui data yang terkumpul dengan baik , berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat jembrana akan mudah terdeteksi. “ Ketika mudah terdeteksi maka pimpinan akan mudah mengambil langkah yang tepat sasaran sesuai dengan permasalahan yang terjadi.Disinilah Bupati berhasil menyelesaikan kesenjangan yang selama ini menjadi permasalahan setiap daerah yaitu antara data, fakta, dan perencanaan,” urainya . 


Ia menambahkan  , melalui data desa berbasis SDGs ini ,  Jembrana pasti sudah memiliki sebuah proses perencanaan yang betul betul berbasis data. Itu artinya pembangunan yang dilakukan betul betul dirancang sesuai prioritas pada penyelesaian masalah. Sehingga mempermudah terwujudnya  percepatan berbagai hal sesuai visi misi  yang disusun .

“  Karena permasalahannya ada dan terdeteksi. Sementara masalah utama yang dihadapi setiap adalah ketidaktahuan kita akan masalah. Nah ketika kita mengetahui masalah maka kita pasti akan bisa mencari solusi yang tepat dan sesuai dengan permasalahan. Itu berarti model pembangunan yang digarap Bupati akan sesuai dengan penyelesaian masalah,” jelasnya .



 Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyampaikan apresiasi atas penghargaan diberikan menteri desa PDTT  serta bisa dilaunchingnya Jembrana Satu Data Dari Desa . 


Menurutnya dengan JSDD ini akan memberikan gambaran dan perencanaan dari awal apa yang mau digarap dan dikerjakan . Karena kata Bupati , permasalahan mikro sudah terlihat didepan mata dari data itu .” Saya meyakini kecepatan , akurasi dan transparansi akan jauh lebih detil dengan memiliki data ,”ujarnya .


Bupati mantan Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali ini mencontohkan melalui penggunaan data yang akurat memudahkan pihaknya dalam membantu perekrutan tenaga kerja seiring masuknya   investasi ke Jembrana .


" Kita bisa sodorkan keperusahaan jumlah KK miskin sesuai jenis kelamin kepada perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Wilayah asal  tenaga kerjanya dari desa dan wilayah operasional perusahaan tersebut.Sehingga,  melalui data itu sekaligus membantu mengurangi jumlah kemiskinan dan pengangguran ,” terangnya . 


Selain itu , dengan dimulai ground breaking pembangunan jalan tol di Bali kata Bupati , Pihaknya  juga sudah memiliki data yang dibutuhkan terkait kondisi penduduk Jembrana diwilayah sepanjang jalan tol . Data yang dimiliki tidak hanya kondisi penduduk, tapi juga potensi  ekonomi yang dimiliki wilayah tersebut. ( r1 )

Pertama di Indonesia , Mendes PDTT Launching Jembrana Satu Data Dari Desa


Negara , Bali Kini
- Jembrana Satu Data Dari Desa ( JSDDD) sebagai upaya pencapaian pembangunan berbasis data yang akurat serta terpadu dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana

menjadi yang pertama di Indonesia.

JSDDD dilaunching langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar bersama Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Selasa (20/9) di Gedung Mendopo Kesari Negara.


Menteri Abdul Halim Iskandar mengatakan Jembrana adalah Kabupaten pertama di Indonesia yang menjadikan data desa sebagai pondasi utama dalam pembangunan melalui JSDDD. 


"Jembrana Satu Data Dari Desa ini merupakan inovasi kebijakan yang sangat luar biasa di tingkat kabupaten, dan ini tentu menjadi harapan kita semua utamanya adalah harapan dari para Kepala Desa dan para Lurah," ucapnya.


Lanjutnya, semua data mikro yang dibutuhkan dalam pengambilan kebijakan pemerintah berasal dari desa. Dan untuk di Kabupaten Jembrana sendiri, model pendataan SDGs Desa telah dikembangkan terintegrasi dengan kebutuhan OPD yang dikelola di tingkat Pemerintah Kabupaten. 


"Di Jembrana ini, bukan hanya desa yang menerapkan model pendataan berbasis SDGs tapi juga kelurahan, sehingga total seluruh kawasan di Jembrana sudah terdata dengan bagus, serta diintegrasikan juga dengan kebutuhan seluruh OPD. Ini adalah pengembangan dari SDGs Desa menjadi SDGs tingkat kabupaten yang tetap berbasis pada desa dan kelurahan berbasis mikro tapi kemudian pengelolaan dan analisisnya sudah pada level kabupaten," jelas Menteri Abdul Halim Iskandar.


Ditambahkannya, dengan adanya JSDDD Pemerintah Kabupaten Jembrana dapat menentukan arah kebijakan sesuai dengan permasalah yang dihadapi masyarakat. Baik itu dalam penanggulangan kemiskinan, insfrastruktur hingga ke potensi yang dimiliki masing-masing desa.


"Disini pak Bupati menyelesaikan kesenjangan yang selama ini dihadapi oleh setiap daerah yaitu antara Data, Fakta dan Perencanaan. Sekarang ini Jembrana memiliki sebuah proses perencanaan berbasis data, itu artinya pembangunan di Jembrana betul-betul berorientasi pada penyelesaian masalah," tandasnya.


Sementara itu Bupati Tamba mengungkapkan terkait pelaksanaan Jembrana Satu Data Dari Desa, ini adalah upaya pencapaian pembangunan yang berbasis data yang akurat dan terpadu antara lain data sosial ekonomi masyarakat, data infrastruktur dan kewilayahan serta data tata ruang dan geospasial. Sehingga dalam pelaksanaan JSDDD akan melahirkan data yang berkualitas yang memenuhi prinsip-prinsip standar metadata, kode refrensi dan interoperabilitas.


"Jembrana Satu Data Dari Desa merupakan solusi satu data daerah yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah pusat, daerah dan desa serta dimanfaatkan sesuai dengan kepentingan tiap institusi," ujar Bupati Tamba.


Mengenai manfaat JSDDD, Bupati asal Desa Kaliakah ini mengatakan dengan adanya data tersebut, perencanaan kebijakan pemerintah daerah dapat disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.


"Jembrana Satu Data Dari Desa sangat penting, kita memiliki perencanaan dari awal, apa yang akan kita kerjakan. Karena permasalahan mikro di depan mata melalui data tersebut. Inilah kecepatan, akurasi dan transparansi jauh lebih didapat dengan kita memiliki data," pungkasnya. [rls/r3]

Bupati Tamba Salurkan Dana Kompensasi Peternak Suspect PMK.



Jembrana , Bali Kini - Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Kapolres Jembrana, Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana serta Kalaksa BPBD Kabupaten Jembrana serahkan dana bantuan sebesar Rp.320.000.000 kepada 18 peternak sapi.

Bantuan yang bersumber dari APBN itu sebagai  kompensasi untuk 32 ekor sapi yang dipotong bersyarat akibat suspect Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Jembrana, Selasa (20/9/2022) di Rumah Jabatan Bupati Jembrana.


Bupati Jembrana menyerahkan secara langsung dana kompensasi  kepada 18 peternak yang terdampak PMK sebagai penerima kompensasi asal Desa Pergung, Kelurahan Tegalcangkring, Desa Banyubiru, Desa Manistutu dan Desa Nusasari.


Pemberian dana kompensasi ini merupakan komitmen pemerimtah untuk memberikan uang ganti rugi kepada perternak sapi yang ternaknya dieliminasi karena menjadi suspcet PMK.

"Seperti komitmen awal, seluruh ternak yang tereliminasi akan diberikan kompesasi, ini berkaitan dengan penyelenggaraan G20 di Nusa Dua, jadi seluruh penyakit yang penyebarannya secara aktif harus kita putuskan rantai penyebarannya, seperti virus covid-19 dan PMK, semoga tidak ada lagi penyakit yang lain", kata Bupati Tamba dalam sambutannya.


Lanjut ia menambahkan bahwa pemerimtah mengambil langkah tersebut untuk membatasi penyebaran berbagai virus menular.

"Hewan ternak bapak-bapak menjadi bagian daripada proses eleminasi cepat, kalau kita tidak ambil langkah itu kemungkinan PMK akan menyebar keseluruh Jembrana yang akan mengakibatkan terjadi bencana, sehingga pemerintah memperjuangkan agar hewan ternak itu tidak hanya dipotong begitu begitu saja, tapi diberikan ganti rugi secara merata tidak memandang ukuran ternak yang dipotong", imbuhnya.


I Nengah Tamba berpsesan kepada peternak agar selalu memperhatikan kondisi hewan ternaknya serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk tindakan pencegahan terhadap PMK.

"Selanjutnya kalau memang nanti ada ciri yang mengarah ke PMK segera konsultasikan kepada Dinas Pertanian dan Pangan, saya harap uang kompensasi ini agar dimannfatkan dengan baik dan bisa dijadikan ternak lagi untuk melanjutkan usaha", pesannya. 


Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana Drs. I Made Budiasa,M.Si mengatakan Dana kompensasi diberikan kepada peternak di Bali yang ternaknya telah dipotong bersyarat sebagai upaya pemerintah menjadikan Bali sebagai zona  hijau kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).


"Ini perhatian khusus dari pemerintah pusat agar Bali tetap menjadi daerah zona hijau PMK, salah satunya dengan cara memotong ternak yang sudah bergejala atau suspect PMK dan diberikan dana kompensasi, kita bersyukur hari ini sudah bisa direalisasikan bantuannya bisa diserahkan kepada para peternak,  sekitar tiga puluh dua ekor sapi yang dipotong, perekornya diberikan sebesar sepuluh juta rupiah", ungkapnya.



Para pertenak penerima kompensasi menyambut baik program pemerintah ini, I Ketut Semadiana salah seorang peternak sapi penerima kompensasi asal Desa Pergung mengapresiasi upaya pemerintah yang tanggap memberikan ganti rugi kepada peternak yang terdampak PMK.


"Saya mendapat ganti rugi tiga puluh juta untuk tiga ekor sapi yang telah dipotong bersyarat, terima kasih atas bantuannya, respon dari pemerintah sangat baik, dengan ini kami peternak sapi dapat melanjutkan memelihara sapi, uang bantuan ini akan saya belikan sapi lagi untuk melanjutkan usaha", tandasnya.( lrs)

Tari Joged Bungbung Duta Jembrana diFestival Kebudayaan Yogyakarta 2022.


Jembrana  , Bali Kini -
Bupati Jembrana I Nengah Tamba meninjau gladi bersih Tari Joged Bungbung yang akan tampil di acara Festival Kebudayaan Yogyakarta Tahun 2022 bertempat di Puri Agung Negara, Senin (19/9).


Festival Kebudayaan Yogyakarta yang akan berlangsung pada tanggal 24 September mendatang akan menampilkan berbagai atraksi budaya dari berbagai daerah. Dari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Jembrana mengirim perwakilan seni Tari Joged Bungbung berpartisipasi meriahkan  acara tersebut.

Ditemui usai geladi bersih, Bupati Tamba mengatakan peninjauanya itu bertujuan untuk memastikan kesiapan penampilan seka joged bungbung perwakilan Kabupaten Jembrana dan memastikan seni tari joged bungbung yang akan ditampilkan sesui dengan pakem.
"Dalam rangka Festival Kebudayaan Yogyakarta yang akan belangsung tanggal 24 September nanti, kita akan tampilkan Seni Tari Joged Bungbung yang sesui pakem. Ini penting buat kita karena membawa nama baik Kabupaten Jembrana," ucapnya.

Lebih lanjut Bupati Tamba menyampaikan kepada para Seka Bungbung yang akan tampil untuk memberika atraksi yang terbaik mulai dari penabuh dan penarinya.
"Saya ucapkan selamat kepada seke bungbung, silahkan tunjukan bahwa atraksi budaya dari Jembrana tidak kalah dengan atraksi budaya dari kabupaten lain," tegasnya.

Dilain sisi Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Anak Agung Komang Sapta Negara mengatakan alasan menyiapkan tarian Joged Bungbung untuk berpartisipsi di festival kebudayaan yogyakarta.
"Kita diundang dalam rangka Festival Kebudayaan Yogyakarta, nah kita menyiapkan tarian Joged Bungbung karena Joged Bungbung ini sudah didaftarkan menjadi warisan budaya tak benda," ujarnya.

Pihaknya juga menambahkan pementasan Seni Tari Joged Bungbung nantinya juga dapat menepis pandangan negatif masyarakat terhadap seni tari tersebut.
"Jadi kita juga akan menyampaikan pesan kepada khalayak ramai bahwasanya joged bungbung itu bukan fulgar bukan erotis, inilah joged bungbung yang betul-betul sesui pakem, atraktif dan menghibur," pungkasnya. (komang/r2).

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved