-->

Selasa, 07 Desember 2021

Wabup Ipat Hadiri Penyerahan DIPA dan TKDD Tahun Anggaran 2022


Jembrana , Bali Kini -
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana menghadiri acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2022 Lingkup Provinsi Bali.

Penyerahan DIPA oleh Gubernur Bali kepada bupati/ walikota seBali  digelar  di ruang rapat Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (7/12).


 Turut hadir  Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman  Adi Wiryatama , Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali, Tri Budhianto , Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra 


Penyerahan DIPA ini diserahkan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster  secara simbolis kepada 14 (empat belas) unsur perwakilan dan juga menyerahkan Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa kepada 9 (sembilan) Bupati/Walikota se-Bali. Untuk Kabupaten Jembrana memperoleh Alokasi Dana Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggran 2022 ini sebesar Rp799.159.002.000, terdiri dari Dana Trasfer Daerah sebesar Rp756.726.863.000 dan Dana Desa Rp42.432.139.000. 


Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menyampaikan amanat Presiden RI diantaranya memastikan secara terukur dan terarah setiap rupiah yang dibelanjakan melalui APBN, dapat memberikan manfaat yang optimal kepada masyarakat. Gubernur Koster juga berharap agar semua pihak tetap menjaga semangat bersama-sama dalam membangun Provinsi Bali. Selain itu, pihaknya juga meminta agar masyarakat tetap taat mengikuti prokes meskipun kasus Covid-19 di Bali mengalami penurunan.  "Sesuai dengan amanat Presiden RI, APBN tersebut fokus di bidang kesehatan untuk penanganan Covid-19, di bidang sosial untuk menurunkan kemiskinan, dibidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas SDM dan dibidang infrastruktur untuk menyelesaikan proyek-proyek pembangunan," ucapnya.


Sementara  Wabup Ipat usai penyerahan DIPA  mengatakan pemerintah kabupaten Jembrana dalam mengimplementasikan program-program pembangunan dipastikan anggaran tepat guna dan tepat sasaran. “Semua OPD sebagai pelaksana program di daerah ini (Jembrana) kami ajak untuk bersinergi dalam setiap program yang dilaksanakan. Pastikan setiap anggaran yang diimplementasikan ke bawah tepat sasaran. Kita tetap menjaga setiap ruang atau celah dari kebocoran dalam penggunaan anggaran itu sendiri,”ujarnya. 


Lebih lanjut, Wabup Ipat mengaku pendapatan daerah Kabupaten Jembrana saat ini masih tergolong sangat kecil dibandingankan dengan kabupaten- kabupaten lainnya di Bali. “Tentu ini menjadi tantangan bagi kita (Jembrana) dan pemerintah Kabupaten Jembrana sendiri sangat berkomitmen dalam menggenjot sektor-sektor pendapatan seperti pungutan pajak termasuk retribusi parkir dan lainnya,”pungkasnya. (ari/3)


Bupati Jembrana Terima Anugerah Meritokrasi 2021


Jembrana , Bali Kini -
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba menerima  Penghargaan Anugerah Meritokrasi 2021 oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di The Westin Grand Ballroom, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/12)

Penghargaan oleh KASN sebagai apresiasi kepada instansi pemerintah yang berhasil menerapkan sistem merit dengan baik dan sangat baik. Di tahun ini KASN menetapkan 45 instansi memperoleh penghargaan dengan kategori sangat baik dan 77 instansi dengan katagori baik.


Dalam anugerah ini Kabupaten Jembrana mendapatkan anugerah meritokrasi dalam kategori Baik bersama kabupaten Badung dan Klungkung.

Sementara Provinsi Bali mendapatkan anugerah dalam kategori sangat baik, meningkat dari tahun  lalu yang hanya mencapai katagori  baik. 


Ketua KASN, Agus Pramusinto mengatakan bahwa keberhasilan instansi pemerintah dalam mencapai hasil penerapan sistem merit kategori baik dan sangat baik merupakan buah kerja keras dan komitmen seluruh jajaran di instansi pemerintah dalam memperbaiki manajemen ASN. "Kami mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap seluruh instansi pemerintah yang yang telah berkomitmen untuk menerapkan sistem merit serta ikut dalam penilaian penerapan sistem merit dan kami berharap pula agar prestasi kali ini menjadi pemicu untuk perbaikan yang berkelanjutan dalam manajemen ASN di instansi pemerintah, " terang Agus Pramusinto dalam sambutannya pada acara ini.


Usai acara Bupati, I Nengah Tamba menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat di lingkungan pemkab Jembrana atas prestasi ini. " Harus kita dipertahankan kerja baik ini, kedepan harus lebih baik. Ini adalah gambaran keterbukaan yang dilakukan, tidak ada lagi tahta dan warisan jabatan. Semua harus terbuka untuk berkompetisi dengan seleksi kompetensi yang dibutuhkan pada jabatan masing-masing. Harus kita hindari pengaruh dan tekanan politik. Karena ini sangat berpengaruh untuk mendukung dan membantu kelancaran tugas-tugas Bupati, " terang I Nengah Tamba.( Nengah/5)

Senin, 06 Desember 2021

Tanggap Bencana, Wabup Ipat Tinjau Beberapa Titik Lokasi Bencana di Jembrana


Jembrana- Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna melakukan pemantauan di sejumlah titik bencana akibat hujan deras melanda wilayah Jembrana sejak minggu (5/12) sampai dengan Senin Pagi tadi (6/12). Seperti diketahui peningkatan curah  hujan yang terjadi saat ini diakibatkan fenomena La Nina yang terjadi di Pulau Jawa, Bali, dan beberapa wilayah lainnya. 

Lokasi yang pertama dikunjungi Wabup Ipat yaitu tempat usaha (warung) milik Agus Suparuwan (30) yang hampir roboh tertimpa  pohon tumbang akibat tergerus derasnya aliran sungai yeh satang di Banjar Loloan, Desa Medewi, kecamatan Pekutatan. Beruntung dari kejadian tersebut tidak tedapat korban jiwa dan sudah dapat ditangani oleh warga setempat dibantu oleh petugas terkait. 

Selanjutnya Wabup meninjau lokasi banjir akibat meluabnya sungai Pulukan, Desa Pekutatan. Dari banjir bandang tersebut terdapat 16 KK yang rumahnya terendam banjir . Sejumlah KK kehilangan peralatan rumah tangga, dan perlengkapannya lainnya.
 
Usai meninjau lokasi pohon tumbang dan banjir, Wabup Ipat didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra serta jajaran terkait meninjau lokasi senderan di depan kuburan Banjar Pasar serta warung pinggir pantai di Desa Yegembang Kangin, Kecamatan Mendoyo yang hancur akibat diterjang banjir rob dan gelombang tinggi. 

Hal yang sama juga terjadi di Pebuahan, Desa Banyubiru banyak rumah warga yang hancur akibat abrasi dan gelombang tinggi di pantai pesisir Pebuahan, Banyubiru, juga dikunjungi Wabup Ipat diakhir roadshownya.

Wabup Ipat usai peninjauan menyampaikan turut prihatin atas sederet bencana yang menimpa warga di beberapa wilayah di Kabupaten Jembrana ini. Tentu bencana  tersebut, tidak terlepas oleh cuaca ekstem yang saat ini melanda di Kabupaten Jembrana khusunya  akibat  fenomena La Nina yang berdampak pada peningkatan  intensitas curah  hujan. “ Untuk itu, Saya berharap kepada warga senantiasa selalu waspada, khususnya bagi warga masyarakat yang tinggal di dekat-dekat sungai, pinggir pantai, dan didekat tebing-tebing yang tinggi. Bencana bisa terjadi kapan saja, tidak bisa kita prediksi jadi harus betul-betul waspada,” ucapnya.

Lebih lanjut, pihaknya menuturkan pemerintah melalui dinas terkati akan berupaya dalam menaggulangi bencana-bencana yang terjadi ini, sehingga segera dapat ditangani. “Saat ini, terlebih dahulu, Saya minta kepada pihak BPBD Jembrana  agar segera menginventaris warga yang terdampak musibah tersebut, sehingga nantinya bisa segera dilakukan penyaluran bantuan sehingga mampu meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah,” kata Wabup Ipat. (Ari/hms)

BUPATI JEMBRANA PANEN PADI ORGANIK DI DENPLOT BPP MENDOYO


Jembrana , Bali Kini -
Dampak bahaya dari penggunaan pupuk kimia menyebabkan sektor pertanian mulai berbenah untuk menggunakan pertanian organik sebagai solusi keberlanjutan ekosistem pertanian di masa mendatang. Dampak negatif tersebut mulai dari pengerasan tanah, pemusnahan mikroorganisme, pencemaran air, dan pemicu gangguan kesehatan.


Dilansir dari Hunker, asam klorida dan asam sulfat pada pupuk kimia di dalam tanah melarutkan remah-remah tanah yang kaya akan mineral sehingga menyebabkan tanah mengeras.


Dilansir dari Conserve Energy Future, konsentrasi nitrogen dan nutrisi akan masuk ke dalam air dan menyebabkan eutrofikasi yang memicu alga bloom, yaitu lonjakan mikroorganisme yang akan menyebabkan penurunan kadar oksigen juga pelepasan racun.


Dilansir dari Amos Institute, konsentrasi cadmium dan aluminium akibat penggunaan pupuk kimia berperan dalam patofisiologi Alzheimer. Yang berarti penggunaan pupuk kimia memicu penyakit Alzheimer

Dari data tersebut maka jika dibiarkan dalam waktu lama akan menyebabkan tanah kering dan padat serta ekosistem air mati dan bisa dikatakan zona mati.


Bupati Jembrana, I Nengah Tamba ikut memanen padi Perdana Hasil Demplot Penggunaan Pupuk Organik Hayati Cair "RIOGEN" Bertempat di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Mendoyo, Selasa (30/11). Turut hadir mendampingi Bupati, Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan dan Kadis Pertanian dan Pangan. Penanaman padi organik ini dimotori oleh CV. Jimbaran Bali Pertiwi pada lahan BPP Kec. Mendoyo dengan luas lahan 20 are.


Menurut Direktur CV. Jimbaran Bali Pertiwi, Anak Agung Ngurah Suyasa penanaman padi secara organik ini diawali dari penebaran pupuk organik , pupuk kandang sapi, dan 25 Kg NPK sampai pada pemeliharaan sebelum panen hanya dengan penyemprotan pupuk organik RIOGEN ini. "Ini adalah panen perdana seluas 20 are di Denplot BPP ini. Dan kami melakukan penanaman percobaan penggunaan pupuk organik ini seluar 1 hektar, yaitu 20 are di Subak Semanggong, 15 are di Subak Pecelengan, 30 are di Subak Tegalwani, dan 15 are di Subak Sawe,"Ujar Agung Suyasa. 


Bupati Tamba mengungkapkan penggunaan pupuk organik harus sudah dimulai untuk menjaga kesuburan tanah tetap terjaga dan ekosistem di sekitarnya tetap hidup. "Berdasar hasil panen ini bahwa dari segi hasil tidak terjadi penurunan jumlah gabah dan penambahan biaya perawatan padi organik ini dibandingkan kimiawi. Jadi disini untung petani, dan saya sangat senang dengan program organik ini,"tegas Tamba. 


Dari data hasil panen yang diperoleh antara kimiawi dan organik di BPP mendoyo ini, yaitu 25 are padi kimiawi menghaailkan 6,048 ton/hektar sedangkan 20 are padi organik menghasilkan 5,76 ton/hektar. Sehingga pemanfaatan pupuk organik menghasilkan panen yang lebih baik.(ls/6)


Minggu, 05 Desember 2021

Tebar 10.000 Benih lele, Bupati Harapkan Kelompok Kreatif Dimasa Pandemi


Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung , diharapkan tidak menjadi halangan bagi kelompok usaha di Jembrana untuk terus berkarya . Mereka diminta tetap kreatif  serta inovatif memanfaatkan peluang untuk meningkatkan ekonomi. Perhatian itu disampaikan Bupati Jembrana I Nengah Tamba usai menebar 10.000 ekor  benih lele bantuan kelompok di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana , minggu sore (5/12).

Selain benih lele, melalui Bantuan yang  bersumber dari APBD Kabupaten Jembrana , juga diserahkan bantuan pakan , kolam bioflok, genzet , hingga rumah instalasi kolam beserta peralatannya   kepada kelompok Arsa Mina Satria Pendem . 

“ Jadi saya mengajak kelompok memanfaatkan dengan baik bantuan yang diberikan pemerintah . Semangat berkarya  dan lakukan langkah kreatif . Misalnya mensiasati produksi pasca panen nanti , “ cetus Bupati Tamba .

Ditengah keterbatasan akibat pandemi , menurutnya  kreativitasnya berkarya itu tidak boleh berhenti . Justru mesti ditingkatkan , sehingga mampu melihat peluang saat pandemi. Lebih lanjut, Tamba juga sangat optimisme dengan masa depan perikanan dan kelautan di Jembrana .

Menurutnya ,  sudah terbukti  disaat pandemi ,  sektor perikanan di Jembrana masih cukup tangguh dan menjadi tulang punggung bersama komoditi pertanian. Hal itu berkontribusi positif  ditengah kelesuan ekonomi masyarakat . 

“ Saya minta usaha ini ditekuni dan selalu fokus . Kepada masyarakat yang tertarik pembudidayaan lele yang sudah moderen ini , bisa melihat contoh nyata yang sudah berhasil. Jika ada kesulitan , Pemerintah daerah siap membantu , “ujarnya .  

Sementara Ketua Kelompok Arsa Mina Satria Pendem Gede Bagiada , mengucapkan terimakasih atas perhatian Pemerintah Kabupaten Jembrana . Ia mengaku budidaya lele ini cukup menjanjikan . Terlebih dengan sistem kolam bioflok seperti ini . Dalam, satu kolam bisa dibudidayakan 2500 benih lele. Cukup waktu dua bulan sebutnya sudah bisa menikmati panen .

“ Waktu pemeliharaan tergolong singkat , cukup dua bulan sudah bisa panen . Jaringan pemasarannya pun sudah ada jadi kelompok tidak terlalu  sulit untuk menjual , “ tandasnya . ( abhi / hmsj )

Jumat, 03 Desember 2021

Bupati Sambut Baik Kerjasama Pendidikan Antara Jembrana Dengan Jepang


Jembrana, Bali Kini - Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyambut baik jalinan kerjasama Sekolah Dasar Kristen (SDK) Marsudirini Jembrana dengan Sekolah Dasar Negeri Shimosato-Jepang. Kesepakatan  bersama digelar secara daring, pada Jumat(3/12).

Jalinan kerjasama nanti meliputi pertukaran budaya dan interaksi pendidikan.

Hadir saat acara berlangsung yakni, Konsul Penerangan dan Sosial Budaya Konsulat RI Osaka-Jepang Sri Mulatsih, Eksecutive Director for Internasional Relation Wakayama Prefecture Mr. Toru Kitayama, Walikota Nachi Katsura Town Jumnichiro Hori serta Kepala Sekolah SDN Shimosato KazuyoIzu mi dan kepala SDK Marsudiri Jembrana-Bali Sr. Crescentia OSF.

Dalam kesempatan itu, bupati I Nengah Tamba yang juga mengikuti secara daring mengaku sangat apresiasi kepada rombongan dari Negara Jepang terkait dengan pertukaran budaya dan interaksi pendidikan. 

Selain itu, bupati I Nengah Tamba juga minta, kerjasama ini, selain budaya dan pendidikan juga terkait dengan ketenaga kerjaan. Pasalnya, kabupaten Jembrana memiliki calon-calon tenaga kerja yang sangat potensial. 

“Tentu kerjasama ini (budaya dan interaksi pendidikan), kami sangat mendukung, apalagi kerjasama ini baru yang pertama kali untuk para siswa khususnya SDK Marsudirini, Jembrana dengan SDN Shimosato, Jepang,”ujarnya.

Kerjasama budaya dan Interaksi Pendidikan, kata bupati asal desa Kaliakah menegaskan, pertukaran ini akan mampu memberikan pengalaman dan makna yang lebih luas. 

“Ini sangat memberikan manfaat yang sangat luas bagi kedua negara ini. Selain itu, pola ini sebagai wahana untuk meningkatkan literasi di lingkungan sekolah dan masyarakat serta sebagai upaya dari pembangunan SDM yang lebih berkualitas,”jelasnya.

Terkait dengan ketenaga kerjaan, kata bupati Tamba, di kabupaten Jembrana telah tersedia calon-calon Naker yang sangat potensial. Untuk itu pihaknya minta agar kerjasama ini akan tetap berlanjut.

”Kami (Jembrana) memiliki calon-calon Naker potensial. Untuk itu, saya harapkan, selain masalah pertukaran budaya dan interaksi pendidikan juga masalah ketenaga kerjaan. Kami juga membuka ruang seluas-luasnya bagi para investor untuk berinvestasi lantaran kabupaten Jembrana banyak memiliki potensi yang sangat menjanjikan,” pungkasnya (eka/ hmsj).

Kamis, 02 Desember 2021

Perbekel diajak redam Gejolak Dimasyarakat. Bupati Buka bimtek perbekel se- Jembrana .


BALI KINI ■ Bupati Jembrana, I Nengah Tamba Membuka Kegiatan Bimbingan Teknis bagi Para Perbekel Se-Kabupaten Jembrana bertempat di Badung Bali, Rabu (1/12) malam.
Hadir dalam Bintek tersebut Rektor Universitas Ngurah Rai Denpasar, Dr. Ni Putu Tirka Widanti, S.S., MBA.,M.M., M.Hum.,Kepala  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ngurah Rai Denpasar, Yudistira Adnyana, S.E., M.Si., Kadis PMD, Para Camat dan Prebekel se Kabupaten Jembrana. 

Bintek bertujuan meningkatkan kemampuan Prebekel dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa. Adapun  Tema diangkat 
"Perencanaan Pembangunan Desa Berkelanjutan".

Kepala  Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ngurah Rai Denpasar, Yudistira Adnyana, S.E., M.Si.menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini berlangsung selama 4 hari (1 s.d. 4 Desember), dengan acara pembukaan, pemberian 3 materi, orientasi lapangan pedesaan di klungkung. " Salah satu tujuan Bintek ini adalah bagaimana desa memiliki data yang akurat dan satu data untuk tujuan perencanaan pembangunan desa yang berkelanjutan, ungkap Yudistira.

Sementara  Rektor UNR Ni Putu Tirka Widanti dalam sambutannya menyampaikan bimtek ini terselenggara secara tatap muka dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Beliau juga mengapresiasi Bapak Bupati yang memiliki komitmen luar biasa kepada kemajuan pembangunan Jembrana, terbukti dengan selalu menyempatkan hadir dalam 2 kali kegiatan pembekalan Bintek, hari ini Para Prebekel dan minggu sebelumnya  ketua ketua  BPD. 

Pembangunan berkelanjutan adalah upaya untuk memperbaiki mutu kehidupan dan tidak merusak/melampaui ekosistem, sangat menghargai lingkungan yang berdasar kearifan lokal, yaitu Tri Hita Karana. Ini harus direncanakan dan disinkronkan dengan kebijakan di atasnya (mulai dari desa, kecamatan, dan kabupaten). Di sini persepsi harus disamakan terkait pembangunan berkelanjutan mulai dari perencanaan sampai pembangunanya dan juga jangka waktunya apakah jangka pendek, menegah, dan berkelanjutan. Sehingga pembangunan terarah, pemanfaatan keunggulan lokal, dan merata untuk semua desa, ungkap rektor UNR yang juga ternyata teman lama Bupati Jembrana. 

Sementara Bupati Jembrana, I Nengah Tamba dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh perencanaan kerja sudah menjadi perda daerah beserta  anggarannya.

Sehingga perencanaan itu tinggal dieksekusi masing masing OPD agar berjalan.

Namun kondisi itu tidak membuat  Bupati diam, malah terus bekerja untuk mecari terobosan dan bantuan ke pusat. Sehingga ditahun 2022 menurutnya akan banyak terealisasi. 
Di pengambengan ada pembangunan sektor perikanan dan sirkuit all in one, Jembrana akan dibangun sentra tenun dengan biaya 16 M, di penyaringan ada pabrik linting rokok yg Astungkara yang akan menyerap tenaga 5000 orang, groundbreaking Tol, destinasi wisata besar di Pekutatan,dan rencana pembangunan lainnya yang akan menjadikan Jembrana emas di tahun 2026. " Ini yang harus disambut dan disesuaikan untuk masing-masing Desa. Harus persiapkan termasuk SDMnya,"  ungkap I Nengah  Tamba .

Bupati juga mengajak para Prebekel untuk peka terhadap masyarakatnya, jangan sampai ada gejolak yang akhirnya masuk  melemahkan Jembrana .

" Saat ini kita sedang  membangun menuju Tahun keemasan 2026. Kalaupun ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan untuk dapat berkoordinasi dengan Kecamatan dan Kabupaten," pungkasnya.( Nengah)

Forkopimda Rapatkan Barisan, Komitmen Perangi Pekat


BALI KINI ■ Forum Komunikasi Pimpinan Daerah yang diprakarsai Badan Kesatuan Bangsa  dan Politik menggelar rapat kordinasi ( rakor)  dalam upaya pemberantasan penyakit masyarakat, Narkotika, Korupsi dan Terorisme berlangsung di Gedung Auditorium Jembrana, Kamis(2/12).

Rakor menghadirkan  3(tiga) Narasumber yakni, dari institusi Kepolisian, Kejaksaan dan Kodim 1617 Jembrana, diikuti para pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Jembrana termasuk para kepala sekolah dari tingkat SMP, SMA/SMK se-Jembrana.

Bupati Tamba usai membuka secara resmi pelaksanaan rakor mengaku, kalau segenap anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) serta para pejabat secara bulat untuk merapatkan barisan untuk memerangi penyakit masyarakat (pekat). Pihaknya menyebutkan, kalau penyakit masyarakat yang sangat mengkhawatirkan terhadap kelangsungan generasi bangsa di masa depan.”Seperti saat pertemuan di Polda Bali. Apa yang dilakukan saat ini (seminar) kami sangat menyambut baik. Hal ini disebabkan, ketiga penyakit masyarakat seperti narkoba, terorisme dan korupsi itu merupakan udah penyakit sosial yang sudah sangat parah,”ujarnya.

Kepada para tokoh, bupati asal desa Kaliakah ini minta agar dapat memberikan sosialisasi dan mengajak segenap komponen masyarakat untuk bersama-sama menghidari ketiga penyakit sosial ini.”Setelah acara sosialisasi ini, saya harapkan para tokoh termasuk para pemangku kepentingan untuk bahu-membahu untuk menghindari dan mewaspadai ketiga jenis penyakit sosial seperti narkoba, korupsi dan terorisme di masyarakat, sehingga di tahun baru 2022 nanti segenap pimpinan dan para pimpinan di semua institusi akan senantiasa akan dapat bekerja dengan maksimal tanpa dihantui oleh ha-hal yang bersingungan dengan hukum, ”harapnya.

Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, I Ketut Eko Susila Artha Permana mengaku, kalau seminar ini dimaksudkan guna mengoptimalkan dan terpeliharanya rasa persatuan dan kesatuan demi terwujudnya masyarakat Jembrana yang bahagia. Seminar ini sangat penting dilaksanakan menyusul berbagai kasus yang terjadi belakangan ini cukup mengkhawatirkan di tanah air, seperti Korupsi, Narkotika dan Terorisme,”ujarnya.

Eko Susila juga mengaku, pelaksanaan seminar berlangsung selama 1(satu) hari dengan menampilkan 3(tiga) narasumber.”Kegiatan ini hanya satu hari. Namun demikian, dari tiga narasumber yang kita hadirkan ini akan mampu memberikan gambaran secara jelas terhadap fakta-fakta serta peristiwa yang ada selama ini. Dengan demikian kita harapkan kedepan hal-hal yang bertentangan dengan hukum akan dapat diminimalisir sedini mungkin,”pungkasnya(hmsj).



© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved