-->

Minggu, 22 Mei 2022

Bupati Tamba Tutup Turnamen PBVSI CUP I


Jembrana - Setelah sebelumnya membuka turnamen pada 31 Maret 2022, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri sekaligus menutup final Tunamen PBVSI CUP I di GOR Kresna Jvara Kabupaten Jembrana, Sabtu (21/5/2022). 

Diselenggarakan Pengkab PBVSI Jembrana, selain perangkingan club desa, pula dalam rangka menjelang PORPROV 2022 sebagai wadah memantau perkembangan atlit yang ikut bertanding berpartisipasi memperkuat desa kelahirannya. Tidak kalah seru para suporter memadati lapangan dan meneriakkan yel-yel untuk mendukung tim kesayangannya.

Pada partai pertama memperebutkan posisi III dan IV, Tim Voli Taruna Jaya Desa Mendoyo memenangkan pertandingan, memperoleh Juara III mengalahkan Tim Voli Porecis Desa Sumbersari dengan skor akhir 3-1.

Kemudian dilanjutkan dengan partai kedua memperebutkan peringkat I dan II melalui pertandingan yang seru, akhirnya Tim Voli Putra Alam Yehembang berhasil merebut Juara I mengalahkan Tim Voli Porman Desa Manistutu dengan skor akhir 3-2.

Berakhirnya partai final PBVSI CUP I, ditutup dengan penyerahan tropi serta uang pembinaan kepada para pemenang kejuaraan oleh Bupati Tamba didampingi Ketua DPRD Ni Made Sri Sutarmi.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya turnamen PBVSI CUP I. "Hari ini saya datang karena berhutang janji memberikan hadiah tambahan kepada para juara, sekarang saya bawakan masing Rp. 1 Juta kepada Juara I,II,III dan IV, juga tambahan Rp. 1 Juta untuk panitia", kata Tamba.

Bupati asal Desa Kaliakah ini juga turut berbahagia dapat menyapa para penggemar voli di Jembrana. Ia berharap turnamen ini bisa digelar secara berkelanjutan. "Selamat kepada tim voli yang lolos ke babak final, terutama kepada tim yang menjadi juara",imbuhnya.

Sementara Ketua Panitia I Ketut Wiryatnata, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran Bupati Jembrana, menyaksikan final turnamen serta berkenan menyerahkan tropi dan hadiah kepada para pemenang kejuaraan. "Untuk besaran hadiah kejuaraan, Juara I sebesar Rp. 5 Juta, Juara II sebesar Rp. 3 Juta, Juara III sebesar Rp. 2 Juta, Juara IV sebesar Rp. 1 Juta, serta diberikan tropy untuk masing-masing juara,"ucapnya.

Disisi lain, Manajer Tim Voli Putra Alam Desa Yehembang I Gusti Ngurah Ardana merasa sangat senang dengan telah diselenggarakannya turnamen PBVSI CUP untuk kali pertama di Jembrana "Terima kasih kepada Ketua Umum Pengkab PBVSI Jembrana, mudah-mudahan kedepannya bisa diselenggarakan lagi kejuaraan seperti ini, PBVSI Jembrana Jaya", kata Ardana.(gusti/hms)

Jelang Kunjungan Presiden Jokowi, Pemkab Jembrana Maksimalkan Persiapan

 

Jembrana - Menjelang kedatangan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang dijadwalkan akan melaksanakan kunjungan kerja ke Jembrana pada Rabu (25/5/22) mendatang, Pemerintah Kabupaten Jembrana sudah melakukan berbagai persiapan salah satunya yakni melaksanakan gotong royong di seputar areal Pasar Umum Negara. Minggu (22/5) pagi. 

Tampak Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan Wabup Patriana Krinsa serta Dandim 1617/Jembrana  Letkol Inf Hasrifuddin Haruna juga turut hadir dalam acara tersebut.

Terkait rencana ini, Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengaku sangat antusias dan menyampaikan jika Pemda dan Jajaran Forkopimda Kabupaten Jembrana sudah sangat siap untuk menyambut orang nomor satu di Republik ini bersama rombongannya.

 “Astungkara semangat kita bersama menyambut akan kehadiran Bapak Presiden derngan sangat luar biasa dan ini merupakan kerja bersama dan tanggung jawab bersama baik itu jajaran Pemda dan seluruh jajaran TNI dan Polri,” kata Bupati Tamba.

Selain itu, Tamba juga mengucapkan terimakasihnya kepada prangkat daerah beserta jajaran Forkopimda Jembrana atas kerjasamanya jelang kedatangan Presiden RI ke Jembrana.

“Saya berterimakasi kepada seluruh OPD dan Forkopimda kita melakukan giat bersih bersih mendahului dari pada perencanaan kunjungan kerja Bapak Presiden RI ke Jembrana.

“Ini merupakan kegiatan awal untuk menginformasikan kepada pedagang atas kedatangan bapak presiden kita yang direncanakan akan datang pada tanggal 25 mendatang hadir ke pasar umm Negara,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Koperindag, I Komang Agus Adinata  menghimbau kepada pedagang untuk meningkatkan kebersihan pasar sehingga mampu menjaga dan menjadi kebiasaan untuk mewujudkan pasar menjadi lingkungan yang lebih bersih dan bebas dari sampah.

“Dengan meningkatkan dan menjaga keberihan disekitar areal pasar dan khususnya dilokasi tempat  ia usaha akan menjadi kebiasaan para pedagang untuk mewujudkan pasar ini menjadi lebih bersih dan terbebas dari sampah,” harapnya.


Adinata menambahkan dalam kegiatan yang telah dilaksanakan ini sekaligus menginformasikan kepada para pedagang dan masyarakat agar ikut serta berpasrtisipasi dalam menjaga kebersihan dan ketertiban pada saat kunjungan Bapak Presiden nantinya.

“Apapun yang akan dilakukan beliau disini kita akan mempersiapkan semaksimal mungkin, sehingga kunjungan pak presiden dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.( Komang)


Sabtu, 21 Mei 2022

Bupati Tamba Apresiasi Peringatan May Day 2022 di Jembrana


BALIKINI.NET, JEMBRANA Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2022 di Kabupaten Jembrana dilaksanakan dengan berbagai macam kegiatan positif seperti sosialisasi jaminan sosial terhadap tenaga kerja, Donor darah, Pasar Murah dan pemberian paket sembako.

Hal tersebut mendapat apresiasi orang nomor satu di Kabupaten Jembrana, yang hadir secara langsung dalam peringatan May Day yang digelar di Ruang Rapat Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Sabtu (21/5/2022).

“Sebagai kepala daerah, Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder baik itu dinas yang menangani ketenagakerjaan, para pengusaha dan khususnya rekan-rekan para pekerja (buruh) dalam memperingati May Day berjalan dengan aman dan kondusif tidak diwarnai dengan demo. Ini tentunya menunjukkan hubungan kebersamaan yang baik rekan-rekan para pengusaha dan para pekerjanya,” Ujar Bupati Tamba dalam sambutannya.

Lanjut Tamba, dengan mengangkat tema Semangat Kebersamaan untuk Membangun Hubungan Industrial yang Harmonis menuju Jembrana Emas 2026, pihaknya mengajak seluruh intansi Pemerintah yang membidangi ketenagakerjaan maupun dunia usaha untuk bersama-sama bersinergi secara proaktif serta menyeluruh dalam rangka meningkatkan kemampuan sumber daya manusia menjadi semakin handal dan berkwalitas, serta memiliki penguasaan pengetahuan yang tinggi, sehingga lebih siap menghadapi persaingan baik untuk lingkup Regional, Nasional maupun Global. 

“Menyongsong Jembrana Emas 2026 yang diiringi dengan masuknya berbagai investasi di Jembrana, tentu yang menjadi modal awal bagaiamana kita mempersiapkan dengan baik SDM-SDM Jembrana untuk menjadi tenaga kerja unggul dan berkwalitas, karena kita ingin nanti yang berkecimpung secara langsung adalah tenaga-tenaga kerja dari Jembrana buka dari daerah lainnya,” ucapnya.

Terakhir, Bupati Tamba yang didampingi Ny.Candrawati Tamba menuturkan semoga  peringatan hari buruh internasional (May Day) di Jembrana mampu mewujudkan jalinan kinerja yang baik dari pemerintah, pengusaha dan pekerja, dimana para pekerja akan diakui serta dilindungi haknya dan diharapkan mampu meningkatkan produktifitasnya. 

“Dengan kemitraan antar dunia usaha dengan pekerja yang berjalan dengan baik, sehat, dan dinamis tentu akan mendorong tumbuhnya dunia usaha serta secara langsung berdampak pada peningkatan kesejahteraan dari para pekerja itu sendiri,” Ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DPMPTSP Jembrana Made Budhiarta mengatakan dengan menggandeng berbagai stakeholder momentum peringatan May Day di Jembrana tahun 2022 dapat diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti sosialisasi jaminan sosial terhadap tenaga kerja, Donor darah, Pasar Murah dan pemberian paket sembako. 

“Untuk jumlah peserta sosialiasi ketenagakerjaan berjumlah 100 orang dari UP2K dan 50 orang dari peusahaan narasumber dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Peserta donor darah sendiri, berjumlah 50 orang dari perusahaan berkerjasama dengan PMI Cabang Negara dengan pemberian doorprize dari insan perbank-an serta beberapa perusahaan.   Disamping itu, juga pemberian sembako untuk masing-masing peserta sosialiasi hadir dan dan disi dengan pasar murah  yang berkerjasama dengan dinas Perindagkop Jembrana,” Pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda I Made Budiasa, para pimpinan OPD dilingkungan Pemkab Jembrana, Ketua K-SPSI Jembrana Sukirman, Kacab BPJS Naker I Gusti Putu Irany, BPJS Kesehatan, perwakilan dari Kodim 1617/Jembrana dan Polres Jembrana serta seluruh perwakilan peusahaan dan pekerja (buruh) yang hadir dala dalam kegitan peringatan May Day tahun 2022 ini. (ari/hms)

Peringati Hari BPR-BPRS Nasional, Bupati Tamba : BPR Jadi Partner UMKM


BALIKINI.NET, JEMBRANA Guna mempringati Hari BPR-BPRS Nasional Tahun 2022 yang dipusatkan di Anjungan Cerdas Mandiri Rambut Siwi, Jembrana Sabtu (21/5), berlangsung meriah dengan mengambil tema "Kita Tingkatkan Peran Serta BPR-BPRS Dalam Pelayanan Berbasis Digital Kepada UMKM".   Seluruh direksi BPR-BPRS se-Bali hadir ditempat tersebut, tak terkecuali ketua DPD Perbarindo Bali dan ketua DPK Perbarindo se-Bali. Tampak Bupati Jembrana I Nengah Tamba dan anggota Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya juga turut hadir dalam acara tersebut.

Puncak peringatan Hari BPR-BPRS Nasional di Bali itu diawali dengan  pemotongan tumpeng oleh Bupati Tamba yang diberikan kepada Ketua DPD Perbarindo Bali I Ketut Wiratjana sekaligus membuka acara peringatan hari BPR-BPRS Nasional. 

Dalam kesempatannya, Bupati Tamba menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Jembrana sebagai lokasi pelaksanaan peringatan hari BPR-BPRS Nasional Tahun 2022. 

“Saya mengucapkan terima kasih dipilihnya Kabupaten Jembrana oleh beliau yang mempunyai aktifitas perbankan dan tentunya dalam hal ini saya mengajak masyarakat saya, karena UMKM kita sudah mulai bergerak bagus maka yang menjadi partner pertama itu adalah bank,” ucap Bupati Tamba.


Selain itu, Tamba juga mengutarakan agar BPR yang ada di Jembrana dapat memberikan edukasinya kepada para nasabah.  Agar dana yang diterimanya nanti dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

“Saya harap bank bisa memberikan edukasi kepada calon calon penerima bantuan perbankan jangan sampai hasil daripada kredit yang diterima oleh calon penerima kredit ini disalah gunakan, pergerakan ekonomi akan sangat bagus sekali apabila pemanfaatan BPR yang ada di Jembrana dimanfaatkan dengan betul, harapan saya seperti itu karena kita mempunyai cita-cita di Tahun 2026 Jembrana sebagai tahun Emas,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPD Perbarindo I Ketut Wiratjana menyampaikan bahwa peringatan hari BPR-BPRS dilakukan serentak di seluruh Indonesia pada 21 Mei.

“Pada kesempatan yang bersamaan juga seluruh Indonesia pada hari ini merayakan Hari BPR-BPRS Nasional di masing-masing Provinsi di 24 Provinsi, dan oleh karena itu kami memilih tempat disini karena dibarengi pada saat ini juga Touring dari Denpasar sampai ke Jembrana yang diikuti 600 orang BPR-BPRS se-Bali,” kata Wiratjana.

Wiratjana menjelaskan terkait sirkulasi pendanaan yang ada di BPR se-Bali dan keistimewaan BPR dibandingkan dengan bank umum sehingga bisa memberikan pelayanan lebih kepada nasabah.

“ Untuk saat ini, sementara total aset daripada BPR sampai saat ini adalah 15,58 Triliun dan kredit yang sudah disalurkan ke seluruh Bali ada 11,9 Triliun, sedangkan dana pihak ketiga yang dihimpun oleh BPR di seluruh Bali itu ada 13,53 Triliun. Di Bali ada 134 BPR-BPRS, jadi 133 BPR konvensional dan 1 BPRS. Saya informasikan kalau BPR diberikan keistimewaan, kelebihan daripada BPR yaitu diberikan keistimewaan oleh Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS) dijamin lebih besar bunganya 2,5 persen pertahun,” terangnya. 

Disisi lain, Ananda R. Mooy yang merupakan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Bali menuturkan tentang keberadaan BPR di Kabupaten Jembrana yang mana memiliki kontribusi terhadap kemajuan perekonomian di Jembrana.

“Khusus di Kabupaten Jembrana terdapat 1 kantor pusat BPR, 3 kantor cabang dan 2 kantor kas. Terdapat 28 Milyar dana pihak ketiga, 68 Milyar kredit dan 84 Milyar aset. Kontribusi BPR di Kabupaten Jembrana untuk meningkatkan inklusi keuangan dan perekonomian perlu terus ditingkatkan, mengingat perekonomian kabupaten Jembrana terus pulih dan terus meningkat dalam masa pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. Saya kira juga prestasi dari bapak Bupati Tamba yang sangat energik,” tuturnya.(ngurah/hms)

Dua Kampung Loloan Gelar Silaturahmi Diatas Jembatan Syarif Tua


BALIKINI.NET, JEMBRANA Pemuda kampung loloan, yang berasal dari kelurahan Loloan Barat dan kelurahan Loloan Timur Kecamatan Negara menggelar silaturahmi dengan cara unik dan berbeda. Pertamakalinya , sabtu ( 21/5) , digelar silaturahmi untuk merayakan hari raya idul fitri 1443 H  yang dilaksanakan tepat diatas Jembatan bersejarah syarif tua.   Selama ini ,  Jembatan tersebut sebagai penghubung dua kampung loloan  yang dibelah aliran sungai Ijogading . Silaturahmi melibatkan pemuda , masyarakat , tokoh Loloan barat dan Loloan Timur , serta perwakilan tokoh  lintas agama . Hadir langsung Bupati Jembrana I Nengah Tamba bersama Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana serta  jajaran Forkopimda Jembrana .

Prosesi silaturahmi diawali saat kedatangan Bupati Jembrana disambut Penampilan Seni Budaya Kampung Melayu Loloan (Pencaksilat, Hadrah, dan Ambur Salim). Sebagai bagian dari  tradisi masyarakat melalu ,  Bupati sempat berbalas pantun dengan pemuda loloan , bentuk  sambutan selamat datang .

Mewakili pemuda kelurahan Loloan Barat dan Loloan Timur, Galih Firmansyah mengatakan  momen silaturahmi ini sebagai  tonggak awal silaturahmi antar dua loloan dengan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jembrana .Ia berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan berkelanjutan dan diberikan dukungan  oleh Pemkab Jembrana . “ Ini pertama kali digelar , atas prakarsa dan ide bupati jembrana serta  didukung penuh dalam pelaksanaannya . Kegiatan Ini wujud silahturhami dan meneguhkan rasa toleransi antar umat beragama. Kami juga undang tokoh lintas agama, “ terangnya .

Galih juga menambahkan , melalui kegiatan ini bisa mempertunjukkan  khazanah seni budaya dan kuliner khas kampung melayu loloan yang dikemas dalam wadah kegiatan halal bihalal . Kepada tamu dan undangan yang hadir , disuguhkan berbagai menu khas loloan sebagai sajian utama . 

Mulai dari Nasi Tepengan Pelecing Ayam Kampung (Pelecing Kuah dan Pelecing Kering), Nasi Cengkaruk, Nasi Lemak, Nasi Selametan, Jaje Puli ( Olahan Nasi Putih yang di sajikan bersama kirip dan parutan kelapa). “ Selain kuliner tadi , kami juga berkesempatan menunjukkan khazanah budaya kampung melayu Loloan dengan menampilkan pencak silat, hadrah, pantun melayu dan tradisi ambur salim, “ jelasnya .

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba memaknai kegiatan hari ini sebagai rasa syukur di Jembrana untuk menjaga kerukunan , rasa aman dan kesatuan dan persatuan yang sudah terjalin dengan baik . Karena itu Ia merasa berbangga atas peran serta pemuda loloan , terlebih silaturahmi baru kali pertama ,  diatas jembatan  bersejarah syarif tua.

“Tempat  ini sangat bersejarah karena berada diatas aliran  sungai ijogading . Sungai perlintasan masuknya sejarah islam ke Jembrana . Pesannya , bagaimana kita bisa memaknai sekaligus menjaga bagaimana nilai nilai ajaran leleuhur, harmonisasi , menjadi kearifan lokal di Jembrana.  Tentunya kami akan ulang kembali kegiatan ini , dikemas dengan atrksi yang lebih semarak, “ kata Tamba .

Ia berharap dalam penyelenggaran berikutnya bisa mengemas atraksi lebih banyak lagi agar lebih semarak . Karena menurutnya loloan sangat kaya akan budaya . “ Saya yakin masih banyak lagi yang bisa ditampilkan karena masih banyak budaya loloan yang terpendam disini . Jangan sampai warisan budaya ini musnah , “ paparnya . 

Bupati asal Desa Kaliakah ini berkeinginan membangun satu rumah panggung di Loloan . Fungsinya sebagai pusat budaya kedua kampung loloan . “  Selain untuk menjaga warisan budaya loloan agar tetap lestari , tempat itu nati bisa dimanfaatkan sebagai tempat kreatifitas budaya .  Kami bersama jajaran tengah merancang hal itu , “ ucap Bupati .

Selain atraksi budaya , silaturahmi loloan kali ini juga diisi dengan deklarasi dan penandatanganan tri kerukunan umat beragama. Deklarasi bentuk komitmen dari pemuda loloan untuk menjaga wilayahnya dari bahaya teorisme / bahaya laten  serta komitmen mendukung  keutuhan NKRI .Acara ditutup dengan  Ngampar atau Makan Bersama dengan menu  Nasi Pelecing Ayam Kampung yang merupakan kuliner khas loloan . ( abhi )

Jumat, 20 Mei 2022

Pemkab Jembrana Lakukan Langkah Antisipasi Cegah Virus PMK Masuk Bali


BALIKINI.NET, JEMBRANA Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) beserta Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana melakukan pemantauan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi bertempat di UD.Sumbersari Desa Tuwed. Jumat (20/5).

PMK  dikenal sebagai  penyakit hewan menular bersifat akut yang disebabkan virus buasanya  menjangkiti hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan babi. 

Wabup turun langsung kelapangan sebagai langkah antisipasi mengingat kasus ini tengah merebak di pulau Jawa termasuk di provinsi Jawa Timur yang nota bene bersebelahan dengan pulau Bali .

" Kami bersama bapak kapolres ingin melihat langsung kondisi riil dipeternakan .kita ingin tahu sekaligus memetakan langkah antisipasi agar kasus itu tidak masuk Ke Bali . Kendati hingga  saat ini belum ditemukan ternak warga yang terjangkit penyakit ini," kata Wabup Ipat didampingi Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan I Wayan Sutama, SP., M.Si. dan Kepala Dinas Kesehatan Dr. Made Dwipayana, MPPM.

Menurutnya , pemerintah daerah melakukan antisipasi  agar Virus PMK ini tidak masuk ke Bali.

“Memang kita butuh kerja keras agar penyakit ini tidak bisa masuk Bali. Pencegahannya kita lakukan senistasi kepada ternak, dilakukannya pemeriksaan dan pembatasan hewan hewan yang masuk ke bali lebih intensif lagi serta perlu juga melakukan penanggulangan seperti karantina," terangnya .

Selain itu, Wabup Ipat menambahkan  akan berkordinasi dengan Provinsi terkait penyediaan Vaksin hewan .

Sehingga  ketika nantinya virus PMK ini muncul  tidak menyebar luas.

“Sebelum itu terjadi kita akan berkordinasi  ke Provinsi bagaimana menyediakan vaksin kepada hewan ini lebih cepat, karena kendala utama penanganan PMK hari ini adalah masi belum tersedianya vaksin yang memadai," tandasnya .

Dilain kesempatan Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan pihaknya akan mendukung penuh langkah-langkah yang akan dilakukan Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi Virus PMK ini.

“Kami dari pihak Kepolisian sesui dengan petunjuk Mabes Polri untuk memantau memonitor berkaitan dengan PMk yang ada diwilayah masing masing. Kita mendukung penuh langkah apa yang dilakukan Daerah khususnya di Jembrana sehingga kita bisa berkordinasi dengan Pemerintah Daerah dan juga peternak kemudian pengguna jasa angkutan untuk bisa sama sama mengantisipasi hal ini," terang Kapolres Jembrana.

Kapolres Jembrana berharap agar Virus PMK yang menyerang hewan ternak ini tidak sampai masuk ke Bali dengan langkah langkah yang sudah dilakukan.

“Kita berharap tidak ada penyakit PMK ini yang masuk ke Bali dan kita menjaga peternak kita untuk bisa terus beternak, ini akan kita jaga terus. Jadi mudah mudahan ini tidak terjadi, langkah langkah antisitatif sudah dilaksanakan oleh Dinas terkait dan berkordinasi juga dengan karantina sehingga ini bisa kita jaga bersama sama," jelasnya .

Lebih lanjut AKBP I Dewa Gde Juliana menghimbau kepada peternak agar merawat ternak peliharanya dengan baik serta menghimbau agar peternak tidak memasukan hewan ternak melalui jalur ilegal untuk menghindari pemeriksaan.

“Saya menghimbau juga kepada masyarakat baik itu yang kelompok ternak maupun yang memiliki ternak pribadi ini betul betul harus dijaga, jangan ada upaya upaya untuk memasukkan hewan ternak dari jalur jalur yang ilegal, karna ini juga akan merugikan peternak peternak yang lain. Jadi mudah mudahan himbauwan ini bisa ditaati bersama sehingga kita betul betul bisa menjaga bali untuk tetap sebagai wilayah tidak terkonfirmasi virus PMK ini," tegas AKBP I Dewa Gde Juliana.

Dilain sisi pemilik ternak UD Sumber sari Gede Gunawantika mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif  dengan  melakukan semprot desinfektan kepada hewan ternak. Termasuk pembersihan kandang, dan pemberian vitamin pada sapi yang tampak tidak sehat. Kendati demikian Gede Gunawantika mengaku dirinya sangat terganggu dengan adanya Virus ini karena pengiriman sapi-spi miliknya tidak bisa dilakukan.

“Saya selaku pengusaha atau pengepul sapi antar pulau biasanya kirim ke Kalimantan-Jakarta, rata rata perbulan itu saya bisa kirim 400 ekor, dengan adanya PMK ini saya sama sekali tidak bisa bekerja, tidak bisa mengirim sapi lagi,”keluhnya.

Gede Gunawantika berharap Pemerintah dapat bisa segera mencari solusi untuk peternak peternak yang ada di Bali khusunya di Jembrana agar bisa dapat beroprasi normal.

“Harapan besar saya atas nama petani ternak bali, besar kiranya mengharapkan pemerintah untuk bisa memberikan solusi apapun itu bentuknya apakah vaksin,apakah itu diijinkan melintas khususnya dijawa timur karena pasar penyerapan sapi Bali terbesar di Indonesia ini adalah Jakarta, jalan satu satunya untuk ke Jakarta itu melintas di Jawa Timur sedangkan himbauwan dari Pemerintah tidak diijinkan sapi Bali ini melintas di Jawa Timur," harap Gede Gunawantika.(Komang)

Gerakan Budidaya Pemangkasan Kakao Bersama Untuk Jaga Kualitas Kakao Jembrana


BALIKINI.NET, JEMBRANAKomoditas kakao Jembrana salah satu komuditas unggulan, memiliki prospek ekonomi yang baik dengan harga pasar yang stabil. Keunikan Kakao Jembrana terletak pada aroma khas produk fermentasi biji kakao, bila dibandingkan dengan kawasan lainnya di Indonesia.

Guna memantapkan kualitas kakao Jembrana itu, dilakukan Gerakan Budidaya Pemangkasan Kakao Bersama yang disinergikan dengan  Pengembangan Kawasan Kakao Lestari (Si Pekak Lari) sebagai daerah Destinasi Agrowisata di Jembrana .

Kegiatan itu dihadir langsung Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Khrisna,ST.,M.T didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Sutama, SP., M.Si. bertempat di pada di Banjar Sekarkejula, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jum'at ( 20/5). 

Gerakan Budidaya Pemangkasan Kakao Bersama dalam rangka pemantapan Sinergi Pengembangan Kawasan Kakao Lestari (Si Pekak Lari) sebagai daerah Destinasi Agrowisata yang

Kegiatan yang  diinisiasi Dinas Pertanian dan Pangan juga bertujuan  memberi pengetahuan dalam optimalisasi pengelolaan usaha tani serta pengendalian hama dan penyakit untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk kakao.
Para petani kakao Jembrana juga mendapat pandampingan dari Dokter Kakao agar dapat memenuhi standar pasar internasional.

Di Jembrana ada 15 orang dari tim Dokter Kakao yang setiap bulan bekerja mendampingi petani di masing-masing Kecamatan mewujudkan good aplikator praktis dalam penataan dan pemeliharaan kebun.

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna ( Ipat ) berharap melalui gerakan pemangkasan kakao bersama ini dapat menjaga mutu kakao Jembrana yang sudah dikenal baik. " Jembrana memang dikenal dengan komoditas kakao yang unggul, tentunya juga harus didukung oleh cara pemeliharaan kakao yang baik. Melalui pendampingan oleh   Dokter Kakao agar mampu  memberikan pengetahuan perawatannya sehingga memberikan hasil yang jauh lebih baik, " tutur Wabup Ipat.

Ipat berharap dengan kakao yang dirawat pasti akan ada hasil produksi yang lebih baik "Kalau hasil sudah meningkat akan memberikan semangat bagi para petani, sehingga kakao yang selama ini produksinya masih terbatas, dengan pendampingan ini akan menjadi lebih baik dari segi kualitas dan kuantitasnya," tandasnya.

Disisi lain , Kadis Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Sutama  menuturkan Kabupaten Jembrana memiliki komuditas unggulan kakao dan perkembangan kakao sangat masif, "Kita berharap kedepannya komuditas ini menjadi sumber pendapatan sebagi pendukung matapencaharian petani, karena kakao telah memiliki pangsa pasar internasional tidak hanya pasar lokal dan regional", terang  Sutama.

Dengan luas lahan 6.300 hektar sebanyak 148 Subak dengan produksi 3.000 ton/tahun dan ekspor 75 ton/tahun biji kakao kering yang notabene hasil tersebut masih dibawah kawasan lain penghasil kakao di Indonesia namun tetap dapat bersaing dari segi kualitas "Kami yakin sekali bahwa dikembangkan secara diversifikasi dengan proses fermentasi akan memunculkan aroma khas kakao Jembrana", imbuhnya.

Ditambahkannya ,  diversifikasi atau usaha pengembangan produk akan  membantu persiaoan produksi maupun pasca panen. Ada bantuan  benih, pupuk dan sarana pendukung lainnya. Kemudian untuk paska panen dan pengolahannya kita berikan bantuan kotak fermentasi dan solar dryer/mesin pengering, jadi biji kering itu bukan hanya biji basah yang dijemur tetapi melalui fermentasi dulu", jelasnya.

Ia menjelaskan untuk produksi ekspor pertahun saat ini  masih kecil." inilah yang menjadi PR kita bagimana meningkatkan jumlah ekspor melalui koperasi yang sudah mempunyai legalitas untuk ekspor,  serta yang menjadi PR besarnya bagaimana Jembrana bisa mengekspor hasil olahan bukan hanya biji fermentasi. Ini kita lakuka secara bertahap kepada semua Subak Abian di Kabupaten Jembrana", jelasnya .

Sementara  Kelian Subak Abian Sekar Wangi I Ketut Sentana merasa berbahagia dan bersyukur dengan kunjungan Wakil Bupati Jembrana serta pendampingan Dokter Kakao yang merupakan bentuk perhatian dari pemerintah Jembrana "Dengan kedatangan beliau dan kahadiran tim pendamping ini menambah wawasan kami masyarakat disini untuk meningkatkan produksi kakao, masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini", ucapnya.

Petani berharap pemerintah juga dapat memberi perhatian terkait penanganan hama "Dulu Petani Kakao sempat berjaya mohon pemerintah selalu mendampingi  petani agar bisa mengembalikan kejayaan petani kakao", kata Sentana. ( Gusti/has )

Rabu, 18 Mei 2022

Tangani Sampah Melalui Pemberdayaan Potensi Masyarakat dengan Pola Partisipatif


BALIKINI.NET, JEMBRANAKini pengelolaan sampah di Jembrana akan ditekankan pada pola partisipasi masyarakat. Kapasitas yang ada di masyarakat akan digerakan dan bersinergi dengan komponen lain, baik pemerintah daerah, investor maupun perusahaan umum daerah (perumda). Diharapkan dengan pola partisipatif ini, persoalan sampah bisa semakin teratasi. 

Hingga kini persoalan penanganan sampah masih menjadi permasalahan pelik. Dibutuhkan peran serta komunitas lokal dalam penanganan sampah. Melalui pola partisipatif ini, kapasitas yang ada di tengah masyarakat seperti kelompok masyarakat swadaya akan lebih diberdayakan. 

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan masyarakat sebagai kunci utama dalam pengelolaan sampah. Penanganan sampah harus disinergikan dengan semua komponen sehingga tumbuh kesadaran bersama dan terwujud gerakan yang masif, terpadu dan berkelanjutan di masyarakat. 

Ia menyebut kapasitas yang ada di masyarakat seperti kelompok masyarakat yang selama ini bergerak swadaya dalam pengelola sampah memiliki peran strategis di wilayahnya masing-masing. Ia menyebut peran strategis ini tidak bisa dikesampingkan. 

"Hanya masyarakat setempat yang bisa menjaga wilayahnya dengan penuh kesadaran, termasuk dari sampah. Kelompok masyarakat lah yang menjadi garda terdepan di wilayahnya," ujar Bupati I Nengah Tamba saat bertemu dengan stake holder penanganan sampah di Malang ( 17/5).

Ia berharap kedepan tidak ada lagi tumpang tindih program penanganan sampah di masyarakat.

Ia menyebut kedepannya baik investor yang bergerak di bidang pengelolaan sampah, pemerintah daerah dan perumda akan bergerak dengan pola partisipatif dengan memberdayaan masyarakat.

" Sampah harus tuntas dari sumbernya. Di mulai dari hulu di setiap rumah tangga dan penangannya dilingkungan setempat dilakukan oleh kelompok masyarakat sebelum ke TPA," jelasnya. 

Seluruh aktifitas pengelolaan sampah di masyarakat oleh masyarakat harus terstandar, " Disinilah peran pemerintah, investor bersama perumda sehingga terjadi simbiosis mutualisme. Sehingga semuanya terarah. Salah satunya dengan pola plastik kredit" tegasnya. 

Melalui program Plastik kredit ini ada  sebuah skema dimana penghasil sampah secara global akan memberikan sebuah apresiasi kepada pemerintah daerah kabupaten kota yang mampu mengolah sampah plastik yang dihasilkan oleh masyarakatnya.  

" Skemanya  kurang lebih 1 ton sampah plastik yang dikelola oleh pemerintah itu akan menilai satu plastik kredit.  Satu plastik kredit ini nanti bisa dikonversi oleh perusahaan - perusahaan multinasional atau perusahaan - perusahaan global untuk merefund.
 
Selanjutnya dana ini akan digunakan kembali untuk kegiatan pengolahan sampah di daerah tersebut.
 
Melalui fase kredit itu ,  paling tidak kita sudah punya mekanisme pengolahan sampah yang terpola dengan baik di kabupaten Jembrana. Itu harapan kita," terang Bupati didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dewa Ary Chandra.

Demikian juga yang diungkapkan oleh Program Director for Project Systemic, Andre Kuncoroyekti. Kedepannya kelompok masyarakat pengelola sampah di masing-masing banjar akan diberdayakan dalam pengelolaan sampah di lingkungannua, "akan kita suport untuk pelatihan, kita bantu fasilitasi," ujarnya. 

Ia memastikan akan tetap menjaga eksistensi kapasitas yang ada di masyarakat, "KSM (kelompok sampah swadaya) dan TPS yang ada di desa-desa tidak kemudian di hilangkan. Tapi kita ingin kemampuannya diperkuat dan kemudian bekerjamasa dengan TPST Peh yang kami dampingi. Sehingga yang selama ini terjadi akan kami benahi lagi," ungkapnya. 

Pihaknya menegaskan tidak akan mengambil alih keberadaan dan peran kelompok masyarakat pengelola sampah di desa atau Banjar, "Tidak kemudian kami datang, (KSM) bubar, kami ambilalih. Seandainya (KSM) setelah diperkuat, masih ada wilayah yang belum tercover oleh KSM, disitulah baru Operator TPST peh mengcover dengan kesepakatan bersama. 

Ia pun menyatakan akan memperbaiki secara intensif kesalahan komunikasi yang terjadi selama project STOP bergulir di Jembrana, "kami sekarang habis-habisan memperbaiki itu semua. Jangan sampai terjadi kesan bahwa Systemic datang untuk merusak sistem yang sudah ada," jelasnya. 

Dengan pola pemberdayaan dan partisipatif, sistem pengelolaan sampah yang sudah ada di masyarakat yang dipadukan dengan program STOP seperti reward pemilihan sampah melalui palstic creditcredit,  fungsi kelompok masyarakat pengelola sampah akan diperkuat. "Kami memperkuat sistem yang sudah ada. Memperkuat aktor-aktor yang sudah ada. Intinya saling bekerjasama," tegasnya. 

Ia pun menyatakan komitmen yang kuat dalam penanganan sampah di Jembrana, "di Jembrana investasinya dari kami. Pembangunan gedungnya, pelatihannya, pembelian alat-alatnya dari kami," paparnya.

Pihaknya kedepan akan memberdayakan potensi dan kapasitas lokal yang ada di nasyarakat, "itu yang sekarang kami lakukan dan fokuskan lagi. Melihat respon masyarakat seolah-olah kami membumihanguskan yang sudah ada, itu karena kesalahan komunikasi waktu itu. Sehingga sekarang kami habis-habisan membenai," jelasnya. 

Kendati tidak mengganti personil STOP yang sudah ada, namun salah satunya upaya yang akan dilakukan pihaknya dalam membenahinya adalah dengan merubah pola, "bukan tim baru, tetap tim lama tapi pola komunikasi yang kita akan rubah," tandasnya. 

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved