-->

Jumat, 21 Juni 2024

Bupati Tamba Mendem Pedagingan Karya Melaspas


Bupati Tamba Mendem Pedagingan Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih Pura Majapahit


Jembrana , Bali Kini - Bupati Jembrana, I Nengah Tamba melaksanakan mendem pedagingan pada Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih Pura Majapahit, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Jembrana,   Kamis (20/6).


Turut ngupasaksi pada prosesi mendem pedagingan tersebut yakni Raja Klungkung, Ida Dalem Semara Putra, Panglingsir Puri Satria/Puri Agung Denpasar, Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi (Cok Rat), Panglingsir Puri Agung Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Senator Bali I Gusti Arya Wedakarna, serta seluruh krama masyarakat.


"Astungkara, prosesi mendem pedagingan memargi antar (berjalan lancar). Matur suksma (terima kasih) kepada Ida Dalem Semara Putra (Raja Klungkung), Cok Rat (Panglingsir Puri Satria), Turah Tabanan (Penglingsir Puri Tabanan) serta Senator Bali, Arya Wedakarna (AWK)," ungkap Bupati Tamba 

saat mendampingi Kajati (Kepala Kejaksaan Tinggi) Bali, Ketut Sumedana usai melaksanakan persembahyangan di Pura Dang Kahyangan Majapahit. 


Pihaknya juga menghaturkan terima kasih kepada  Kajati Bali beserta jajaran atas kehadirannya untuk turut serta menghaturkan bhakti serangkaian dari karya ini. 


"Ngiring masyarakat Jembrana luangkan waktu untuk tangkil ngaturang bhakti ke Pura Dang Kahyangan Majapahit. Semoga Ida Bhatara Sesuhunan yang berstana di Pura Majapahit ini senantiasa memberikan anugerahnya keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan bagi semuanya," ucapnya seraya menyerahkan punia yang berasal dari urunan ASN Pemkab Jembrana.

            

Sementara itu, Prawartaka Karya, I Komang Wiasa menuturkan bahwa rangkaian Karya Melaspas dan Ngenteg Linggih Pura Dang Kahyangan Majapahit sudah dimulai sejak sejak bulan Mei hingga nanti akhir Juni mendatang.


Untuk besok, Jumat (21/6), lanjut Wiasa akan dilaksanakan upacara melasti ke segara Desa Pengambengan, kemudian dilakukan juga mapekelem serta tari rejang masal. 


Puncak karya pemelaspasan dan ngenteg linggih sendiri akan dilaksanakan pada rahina Saniscara, Sabtu (22/6) dan dipuput oleh 7 (tujuh) Sulinggih. 


Selama karya ini berlangsung, krama masyarakat yang melaksanakan ayah-ayahan berasal dari 5 (lima) desa adat pengempon pura yakni Desa Pakraman Baluk, Baler Bale Agung, Banyubiru, Kaliakah Kauh dan Kaliakah Kangin.


"Kami berharap keseluruhan upacara dapat berjalan lancar dan sukses sesuai dengan rencana," pungkasnya. (Ari/Hum)

Gong Kebyar Wanita Tegal Cangkring Jembrana Tampilkan Tari Kreasi

 


Gong Kebyar Wanita  Tegal Cangkring Jembrana Tampilkan Tari Kreasi Sandyagita Ngepehayuning Pramana di PKB ke-46


Jembrana , Bali Kini - Sanggar Kumara Widya Swara, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana tampil pada utsawa (parade) Gong Kebyar Wanita, Pesta Kesenian Bali ke-46 pada Kamis (20/6). 

Penampilan duta Kabupaten Jembrana pada PKB kali ini di panggung terbuka Ardha Candra, kawasan Art Center Denpasar,  memukau di hadapan ribuan penonton.

Adapun materi yang dibawakan sejalan dengan tema PKB yakni Jana Kerthi Paramaguna Wikrama.

Pembina tabuh, I Komang Tastra mengatakan bahwa Sanggar Kumara Widya Swara membawakan pementasan yakni, tabuh kreasi kunang-kunang, tari makepung dan menjadi pamungkas Sandyagita Ngepehayuning Pramana.

Tastra menurutkan, Tabuh Kreasi "Kunang-Kunang" mengibaratkan jika tidak mampu menjadi pesona rembulan malam, cukup laksana kunang-kunang yang sederhana dan bertabur kesahajaan.

"Begitu pula dengan tabiat kehidupan, karena memang tak semua bisa seindah rembulan dengan sinarnya menyinari jiwa setiap insan cukup seperti kunang-kunang dengan kelap-kelipnya di kelam malam dapat menelusupkan rasa bahagia dan seumbar senyuman," ucapnya.

Untuk tarian Makepung, diciptakan oleh I Ketut Suwentra pada tahun 1984 yang diiringi alat musik jegog, namun dalam kesempatan ini diiringi gamelan gong kebyar dengan beberapa penyesuaian.

"Mekepung sendiri  adalah istilah dalam bahasa Bali yang artinya lomba balap kerbau, sebuah tradisi kaum petani di daerah Jembrana. Tari kreasi Makepung adalah sebuah garapan baru yang menggambarkan jalannya persiapan dan lomba kerbau makepung," ungkapnya.

Selanjutnya pada penampilan pamungkas Sandyagita Ngepehayuning Pramana dimaknai upacara  sebagai dasar sradha bakti umat Hindu di Bali untuk memuja kebesaran Tuhan dalam segala manifestasinya.  Ditambahnya, memaknai sebuah upacara penyucian diri yang diyakini akan membentuk manusia unggul dan bermartabat (Jana Kertih). 

" Itulah perspektif kami tentang identitas agama Hindu di Bali yang selalu menjaga nilai-nilai adat dan budaya untuk membangun ajeg bali. Kami coba ungkap dalam karya sandyagita dengan penataan unsur musical dan gerak untuk memicu imajinasi tentang kekhidmatan serta esensi upacara yadnya dalam membentuk manusia yang bermartabat menuju Bali santi lan jagaditha," paparnya.

Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna  mengaku bangga atas penampilan yang disungguhkan oleh Duta Kabupaten Jembrana khususnya Sanggar Kumara Widya Swara, Kelurahan Tegal Cangkring.

"Saya mengapresiasi penampilan Sanggar Kumara Widya Swara, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo. Semoga ditahun depan bisa menampilkan gong kebyar yang lebih baik lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara menyampaikan Kabupaten Jembrana mengirim duta gong kebyar wanita dari Sanggar Kumara Widya Swara, Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo.

Pada penampilannya, sanggar ini menampilkan tiga materi yang sangat bagus.

“Persiapan sudah dilakukan latihan selama tiga bulan lebih. Kami sangat mengapresiasi, duta Jembrana tampil hebat dan layak tampil di PKB tahun 2024 ini. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang bekerjasama sehingga pementasan ini dapat berjalan baik dan sukses ," pungkasnya. ( Ari bisma )

Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara Ngeratep,

 


Walikota Jaya Negara Hadiri Upacara Ngeratep, Melaspas lan Masupati Palawatan di Pura Dalem Sindhu.  


Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati  Palawatan Sesuhunan di Pura Dalem Sindhu, Banjar Sindhu Kaja, Desa Adat Intaran bertepatan dengan Rahina Purnama Sada, Sukra Wage Wuku Wayang, Jumat (21/6). Upacara tersebut dilaksanakan setelah rangkaian ngodakin atau perbaikan sesuhunan selesai dilaksanakan.


Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Plt. Camat Denpasar Selatan, Ketut Sri Karyawati, Lurah Sanur, Ida Bagus Made Windhu Segara, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Antara, Bedesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, Tokoh Masyarakat setempat serta undangan lainya.


Kelihan Adat Banjar Sindhu Kaja, I Nyoman Mudana mengatakan, upacara ini dilaksanakan diiringi dengan Upacara Padudusan Alit di Pura Dalem Sindhu. Palawatan Ida Bhatara bernama Ida Ratu Ayu Jagatnatha dan Ida Ratu Gede Ngurah Wiratmaja yang berupa Rangda ini sudah ada di Pura Dalem Sindhu sejak Tahun 1957 sampai sekarang. Dimana, perbaikan Palawatan ini terakhir kali dilaksanakan pada Tahun 2015 lalu. Dimana rangkaian upacara diawali dengan upacara munggel pada tanggal 29 Maret 2024 dilanjutkan dengan perbaikan pada tanggal 30 Maret 2024 dan selesai tanggal 29 Mei 2024.


Lebih lanjut dijelaskan, pada hari ini yang dilaksanakan upacara ngeratep, melaspas, dan pasupati palawatan, Pada malam harinya akan dilaksanakan masucian/ngerehan Anggugah Taksu. Dan Puncak Karya Padudusan Alit yang jatuh pada Rahina Tumpek Wayang, tanggal 22 Juni 2024 besok ida bhatara akan mesolah diiringi dengan tarian jauk dan telek. Dan pada saat penyineban karya tanggal 25 Juni 2024 akan diadakan calonarang.


“Harapan kami dengan dilaksanakannya upacara ini dapat mendukung eksistensi budaya serta seluruh krama diberikan anugrah keselamatan dan kesejahteraan,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara didampingi Wawali Arya Wibawa mengatakan, pelaksanaan Karya Ngeratep, Melaspas lan Masupati Pelawatan di Pura Dalem Sindhu, Banjar Shindu Kaja ini diharapkan dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat, utamanya krama pengempon. Pelaksanaan Yadnya ini tentu sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat  beragama. Diharapkan upacara Yadnya ini dapat memberikan energi Dharma yang dapat memancarkan hal positif bagi Jagat Bali, khususnya Kota Denpasar serta menetralisir hal- hal negatif.


“Ini adalah bagian dari dharmaning agama dan dharmaning negara. Tentunya kami berharap dengan upacara ini dapat memberikan manfaat baik secara sekala dan niskala bagi masyarakat dan umat,” imbuhnya. (Wah)


Kamis, 20 Juni 2024

Sirkuit All In One Jembrana Gelar Mekepung Kapolda Cup 2024


Jembrana , Bali Kini
- Sebanyak 230 pasang kerbau yang dibagi menjadi regu barat (ijo gading barat) dan regu timur (ijo gading timur) mengikuti ajang perlombaan Mekepung Kapolda Cup 2024 di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Minggu (16/6).


Dibuka langsung oleh Kapolda Bali Irjen. Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra didampingi Bupati Jembrana I Nengah Tamba beserta Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto kegiatan tersebut berhasil menyedot ratusan pecinta mekepung.


Dalam sambutanya, Kapolda Bali Irjen. Pol. Ida Bagus Kade Putra Narendra menyampaikan dalam rangka memperingati hari bhayangkara ke-78 tahun 2024 ini Polri khususnya Polda Bali dan jajaran menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan peringatan hari bhayangkara salah satunya Mekepung Kapolda Cup 2024.


"Selain momentum peringatan hari Bhayangkara ke-78, pelaksanaan makepung Kapolda Cup 2024 ini juga  sebagai bentuk kecintaan saya sebagai putra daerah Jembrana terhadap budaya yang satu-satunya ada di Kabupaten Jembrana ini," ungkapnya.


Lebih lanjut orang nomor satu dijajaran Polda Bali tersebut mengatakan tradisi mekepung atau lomba pacu kerbau khas jembrana ini merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan  masyarakat Jembrana. 

Mekepung  juga telah menjadi suatu destinasi atau spot wisatawan domistik maupun mancanegara dan menjadi andalan Jembrana.


"Saya minta lomba mekepung ini dilaksanakan dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi nilai nilai sportivitas. Kedepannya saya mohon kepada Bapak bupati jembrana, ketua komunitas mekepung dan seluruh masyarakat jembrana untuk senantiasa menjaga dan merawat tradisi mekepung berikut sarana dan prasarana yang ada saat ini," ujarnya.


Sementara itu, Bupati Jembrana, I Nengah Tamba menyatakan apresiasi atas terselenggaranya event mekepung untuk memperebutkan piala Kapolda Bali ini. Menurut Bupati Tamba dengan pelaksanaan event ini akan menambah semangat serta gairah sekaa mekepung dalam pelestarian seni budaya asli Jembrana ini.


"Sesuai apa yang disampaikan Bapak Kapolda Bali, kita sepakat akan mengagendakan mekepung Kapolda Cup ini sebagai agenda tahunan di Kabupaten Jembrana. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaran dan persatuan diantara kita," ucapnya.


Sejalan dengan itu, Koordinator Makepung, I Made Mara turut mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya Makepung Kapolda Cup serangkaian dengan peringatan hari bhayangkara ke-78 ini.


“Kami sangat berharap di tahun-tahun berikutnya juga dalam momentum yang sama agar Mekepung Kapolda cup tetap diselenggarakan bahkan dengan gaung yang lebih besar lagi., ” tandasnya.( Komang/Jem)

Rabu, 19 Juni 2024

Bupati Sanjaya Apresiasi Gotong Royong Warga Desa Adat Juwuk Legi Dalam Membangun Yadnya


Tabanan , Bali Kini -
Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M yang juga selaku Murdaning Jagat Tabanan, hadiri Uleman Upacara Ngenteg Linggih, Wraspati Kalpa, Memungkah, Nyatur lan Mendem Pedagingan ring Pura Dalem lan Prajapati Desa Adat Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Rabu, (19/6). Acara ini tidak hanya menjadi momen penting bagi masyarakat Desa Batunya, tetapi juga menggambarkan kekompakan dan semangat gotong-royong yang tinggi di kalangan warga.

Dalam kunjungannya, Bupati Sanjaya ajak serta Sekda, Para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, di mana saat itu pihaknya memberikan apresiasi yang sangat baik terhadap kekompakan warga dalam menjalankan Karya. Gotong-royong ini diharapkan dapat terus berlangsung dalam segala jenis pembangunan yang ada di masyarakat.

Upacara Ngenteg Linggih dipimpin oleh Pedanda Putra Yoga dari Griya Tegeh Tunjuk. Dalam pelaksanaan upacara ini, fokus kegiatan yang dilakukan pada hari ini yakni Mecaru, Melaspas dan Mendem Pedagingan. Di mana persiapan upacara dilakukan dengan gotong-royong oleh krama atau warga desa adat setempat. Upacara ini melibatkan partisipasi aktif dari 230 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan bagian dari Desa Adat Juwuk Legi.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya mengajak serta masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya yang ada. Menurutnya, tradisi seperti Ngenteg Linggih memiliki nilai-nilai luhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. "Kita harus terus menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya yang ada, karena ini adalah bagian dari identitas kita sebagai orang Bali dan sebagai orang Tabanan," pungkasnya.


Bupati Sanjaya sembari menegaskan, Pemerintah Daerah akan selalu mendukung kegiatan yang menyangkut tradisi, seni, adat dan kebudayaan yang ada di masyarakat. "Demi masyarakat, sejauh apapun Astungkara tiang hadir. Wujud kecintaan pemerintah terhadap masyarakat, terutama untuk pembangunan yadnya, demi Kabupaten, kalau Desa Adat becik (bagus), Kecamatan becik, Kabupaten dan Bali akan ikut becik," imbuhnya.


Selain memberikan apresiasi terhadap pembangunan, Bupati Sanjaya juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. "Persatuan dan kesatuan adalah kunci utama dalam pembangunan. Dengan semangat gotong-royong dan kebersamaan, kita bisa membangun Tabanan, baik secara sekala maupun niskala dan mempercepat terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani," tutupnya. 


Ketua Panitia Karya, I Nyoman Wirawan, yang juga menjabat sebagai Bendesa Adat Juwuk Legi, mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi seluruh warga desa terlebih atas kehadiran Bupati Tabanan beserta jajaran selaku Murdaning Jagat yang sudah Nyaksi pelaksanaan upacara. "Kami sangat berterimakasih kepada Bapak Bupati yang telah hadir dan memberikan dukungan. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan selalu mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah. Kami juga berterima kasih atas dukungan dan partisipasi seluruh warga desa yang telah bekerja sama untuk menyukseskan upacara ini," ujarnya.[rl/r4]

Desa Penyaringan sebagai duta Kabupaten Jembrana


Jembrana , Bali Kini -
Desa Penyaringan sebagai duta Kabupaten Jembrana dinilai dalam lomba Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) tingkat Provinsi Bali yang digelar Kepolisian Daerah Bali dalam menyambut Hari Bhayangkara ke -78.

Penilaian di Pos Satkamling Desa Penyaringan,Rabu (19/6) menghadirkan Tim Penilai dari Polda Bali AKBP Sindar Sinaga, Wakapolres Jembrana I Made Katon beserta jajaran, dan perwakilan Forkopimda. Turut juga hadir Bupati Jembrana I Nengah Tamba menyambut tim penilai sekaligus mendampingi proses penilaian.

 Sejumlah kelengkapan dinilai antara lain kelengkapan pos kamling dan perorangan maupun  keaktifan petugas , kemampuan personil  serta sisi administrasi. Penilai dna undangan juga disuguhkan keterampilan baris berbaris dari petugas satkamling. 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tamba menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim penilai Satkamling Desa Penyaringan. Apresiasi juga disampaikan Bupati Tamba untuk seluruh masyarakat Desa Penyaringan terutama generasi muda yang telah memberikan rangkaian sambutan yang meriah. Tak lupa pula Apresiasi diberikan kepada Polres Jembrana dalam membantu proses berjalannya Lomba Satkamling. 

"Saya ucapkan selamat datang dan selamat bertugas untuk Tim Penilai AKBP Sindar Sinaga, Polres Jembrana yang telah membina dan memfasilitasi kegiatan perlombaan satkamling ini, dan seluruh masyarakat terutama generasi muda yang telah memberikan sambutan tari-tarian dan beleganjur. Saya Bangga kepada generasi muda kita yang terlibat langsung dalam pelestarian seni dan budaya," ucap Bupati Tamba.  

Bupati Jembrana menjelaskan bahwa gangguan kamtibmas sangat rentan terjadi dan menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan dan penegak hukum namun juga  peran serta masyarakat. Dikatakan pula bahwa masyarakat Desa Penyaringan selalu konsisten dalam menjaga keamanan lingkungan. 

"Desa Penyaringan bukan hanya hari ini bergerak menjaga ketertiban, hal itu dapat dilihat dari situasi Pos Satkamling yang kayunya sudah rapuh, dan ada sarang laba². Itu membuktikan bahwa sejak lama Desa Penyaringan sudah menjaga ketertiban wilayah. Harapan saya semoga konsistensi dari Desa Penyaringan ini memberi vibrasi untuk semua desa di Kabupaten Jembrana," ungkap Bupati Tamba. 

Sementara itu, AKBP Sindar Sinaga menjelaskan bahwa lomba satkamling merupakan stimulan atas kepedulian dan partisipasi dari masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban wilayah. 

"Saya melihat semua masyarakat disini sudah terlibat aktif, dibuktikan dengan sambutan yang meriah dari berbagai kalangan masyarakat, baik itu bapak/ibu dan generasi muda yang senantiasa terlibat dalam acara ini. Saya ucapkan terimakasih untuk Bapak Bupati dan seluruh masyarakat Desa Penyaringan, semoga Desa Penyaringan mendapat nilai yang luar biasa," ucap AKBP Sindar Sinaga dipenghujung Sambutannya. (Yahya)

Sekaa Gong Kebyar Wanita Duta Klungkung Tampil Atraktif pada PKB 2024


Denpasar , Bali Kini -
Sekaa gong kebyar wanita komunitas budaya sanggar seni "Baswaram" duta Kabupaten Klungkung tampil atraktif dalam parade gong kebyar wanita pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-46 tahun 2024 di panggung terbuka Arda Candra, Selasa (18/6). Tampil bersama duta Kabupaten Gianyar dan duta Kabupaten Karangasem, sekaa gong kebyar wanita duta Kabupaten Klungkung menyuguhkan 3 (tiga) penampilan dihadapan ratusan penonton.


Penampilan pertama sekaa gong kebyar wanita Baswaram membawakan tabuh kreasi Dolangan. Dolangan sendiri adalah nama istilah lokal tahun 70an yang berarti ombak kecil setelah ombak besar terjadi. Jika dianalogikan dalam kehidupan manusia terutama seorang wanita, maka kehidupan manusia sering mengalami perubahan seperti ombak itu sendiri. Sifat seorang wanita yang lembut dan dianggap lemah, akan terus mencoba sampai mengetahui makna sesungguhnya. Lanjut dipenampilan kedua, duta Kabupaten Klungkung ini menampilkan tari kreasi Subak Pemakbak. Karya yang diciptakan tahun 2009 pada ajang Festival Lomba Tari Nusantara di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta oleh duta Kabupaten Klungkung dan juga pernah disajikan pada PKB tahun 2011, Subak Pemakbak adalah sebuah tari yang diiringi nyanyian alam dari deburan ombak, percikan air telaga irigasi, benturan antara baja cangkul dengan setangkai bambu pengusir burung-burung pemakan padi.


Masuk dipenampilan pamungkas, duta Kabupaten Klungkung ini menyajikan sebuah karya Karawitan Sandya Gita Anyar Karuna Puja. Kasih sayang Ibu dan Ayah berdasar pada emosional komposer sebagai seorang anak, diimplementasikan pada karya ini yang dikomposisikan melalui elemen-elemen, pola dan sistem musikal yang digarap secara sistematis dan sadar. Harmoni dan disharmoni musikal terjalin menciptakan sebuah komposisi musik, lantunan-lantunan nada kasih sayang pada Ibu dan Ayah yang secara utuh tersirat dalam bingkai Karya Sandya Gita Anyar yang bertajuk "Karuna Puja".


Penampilan duta Kabupaten Klungkung ini memukau penonton yang memadati areal panggung terbuka arda candra. Penampilannya juga turut disaksikan sejumlah pejabat dijajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana mengapresiasi penampilan yang begitu atraktif Sekaa gong kebyar wanita komunitas budaya sanggar seni "Baswaram". "Kami dari pemerintah Kabupaten Klungkung menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas penampilan gong kebyar wanita duta Kabupaten Klungkung pada Pesta Kesenian Bali tahun 2024 ini," ujarnya.[klk]


Walikota Jaya Negara Apresiasi Duta Gender Wayang Denpasar

 


Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara didampingi Ketua TP. PKK Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Kadis Kebudayaan, Raka Purwantara dalam kesempatan memberikan dukungan dan semangat kepada Duta Gender Wayan Anak-Anak Kota Denpasar, pada PKB XLVI Tahun 2024, Selasa (18/6) di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar. 

Tampil Ekspresif, Pukau Pengunjung Wimbakara PKB XLVI

Walikota Jaya Negara Apresiasi Duta Gender Wayang Denpasar


Denpasar, Bali Kini - Duta Wimbakara (Lomba) Gender Wayang Anak-Anak Kota Denpasar dari Banjar Dakdakan, Kelurahan Peguyangan tampil ekspresif, dan pukau pengunjung PKB XLVI Tahun 2024, Selasa (18/6) di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar.


Penampilan empat orang penabuh Gender anak laki-laki dan perempuan duta Denpasar mendapat semangat serta dukungan langsung dari Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara yang hadir didampingi Ketua TP. PKK Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara dan Kadis Kebudayaan, Raka Purwantara. 


Gemuruh tepuk tangan dan teriakan memberikan semangat terdengar setiap mengatur tempo dan suasana melalui permainan tabuh Gender Duta Denpasar dengan penuh ekspresi. Tampak Walikota Jaya Negara ikut berbaur duduk bersama penonton dan memberikan semangat kepada Duta Denpasar yang berhadapan dengan Duta Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan. 


"Kami memberikan apresiasi dan semangat kepada anak-anak Duta Denpasar dalam Lomba Gender Wayang yang telah menampilkan kemampuannya dalam memainkan alat musik tradisional Bali ini," ujar Jaya Negara disela-sela perlombaan yang melibatkan tiga orang juri ini.


Lebih lanjut Jaya Negara menyampaikan, persiapan sebelum penampilan dalam Lomba Gender Wayang Anak-Anak, PKB tahun ini telah dilakukan para koordinator seni dan pembina. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi dalam membimbing anak-anak Duta Denpasar bidang Gender Wayang yang telah tampil maksimal tahun ini. 


"Terima kasih kepada koordinator, pembina dan pendukung lainnya dari Banjar Dakdakan Peguyangan sebagai duta Denpasar dalam Lomba Gender Wayang Anak-Anak, PKB tahun ini," ujar Jaya Negara. 


Sementara Koordinator Duta Gender Wayang Denpasar, I Ketut Gede Antara menyampaikan, pelaksanaan persiapan sebelum tampil dalam wimbakara PKB telah dilakukan sejak Bulan Februari 2024. 


"Melibatkan pembina tabuh Gender Wayang, Agus Andre Antariksa dan I Ketut Raditya telah melakukan persiapan matang dan seleksi penabuh sudah dipersiapkan awal hingga proses latihan rutin," ujarnya.


Lebih lanjut disampaikan, penampilan Duta Denpasar membawakan tiga materi tabuh Gender Wayang sesuai dengan kriteria yang telah diberikan dan berhadapan dengan kabupaten lainnya di Bali. Membawakan Tabuh Gender, yakni Tabuh "Saketi", Tabuh "Angkat-angkatan", dan Tabuh "Manumadi". Kami memberikan apresiasi atas semangat anak-anak Duta Gender Wayang Denpasar, dan optimis dapat menjadi pemenang dalam Wimbakara  PKB XLVI tahun 2024. 


"Kami memiliki keyakinan, Denpasar mampu menjadi yang terbaik dalam Lomba Gender Wayang Anak-Anak PKB tahun ini," ujarnya. (pur)

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved