-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Selasa, 23 Juni 2026

Pemkab Bangli Sosialisasikan Portal Perlinsos kepada Aparatur Kewilayahan

BANGLI , BALI KINI – Pemerintah Kabupaten Bangli terus memperkuat implementasi digitalisasi layanan sosial melalui kegiatan Sosialisasi Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang digelar di Gedung Bhukti Mukti Bhakti, Kantor Bupati Bangli, Senin (22/6/26).

Sosialisasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kabupaten Bangli, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli. Sosialisasi tersebut diikuti oleh ratisan Kepala Dusun (Kadus), Kepala Lingkungan (Kepling), serta perangkat kewilayahan dari Kecamatan Bangli dan Kecamatan Susut.

Acara dipimpin oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya peran perangkat kewilayahan dalam mendukung pelaksanaan program digitalisasi perlindungan sosial agar data masyarakat penerima bantuan dapat terverifikasi dengan baik dan tepat sasaran.

Menurutnya, Portal Perlinsos merupakan inovasi yang dikembangkan untuk meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial sekaligus mempermudah proses pendataan dan verifikasi secara digital. Melalui sistem ini, pemerintah dapat memperoleh data yang lebih valid, transparan, dan terintegrasi sehingga penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih efektif.

Kepala Dinas Kominfosan juga menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan lanjutan dari sosialisasi Portal Perlinsos yang telah dilaksanakan sebelumnya. Program sosialisasi dirancang dalam tiga tahap pelaksanaan guna menjangkau seluruh agen dan petugas pendataan yang tersebar di Kabupaten Bangli.

“Melalui tiga kali pelaksanaan sosialisasi ini, kami menargetkan seluruh agen yang berjumlah 589 orang dapat memperoleh pemahaman yang sama terkait penggunaan Portal Perlinsos, sehingga proses registrasi dan verifikasi data masyarakat dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada para Kadus dan Kepling terkait mekanisme penggunaan Portal Perlinsos. Dengan pemahaman tersebut, para peserta diharapkan mampu membantu masyarakat dalam proses registrasi, pembaruan data sosial, hingga verifikasi data calon penerima bantuan sosial.

Selain menerima materi sosialisasi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan terkait pendataan masyarakat calon penerima bantuan sosial.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap sinergi antara perangkat daerah, aparatur kewilayahan, dan para agen pendataan semakin kuat dalam mewujudkan sistem perlindungan sosial yang lebih efektif, akuntabel, serta berbasis data digital. Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Tanam Ganja Dituntut 9 Tahun, Tapi Hakim Putus Tiga Tahun

Denpasar , Bali Kini  - Kasus clandestine ganja hidroponik yang menyeret pasutri WNA, justru mendapat hukuman yang "timpang" Oleh Pengadilan Negeri Denpasar. Bagaimana tidak, terdakwa asal Belanda Nirul Rashim Abdoelrazak yang sebelumnya dituntut 9 tahun, hasil putusan akhirnya jadi TIGA tahun penjara. 

Keputusan Majelis Hakim yang diketuai Iman Luqmanul Hakim, S.H., M.Hum yang juga selaku Kepala PN Denpaar tentu sangat mengjutkan dengan mengurangi hikuman selaman 6 tahun. Atas putusan ini, Lovi Pusnawan selaku Penuntut Umum dari Kejati Bali, mengajukan minta pertimbangan selama sepekan untuk pikir pikir. 

Terlebih lagi Istri dari terdakwa yang bernama Kseniia Varlamova asal Rusia, dimana sebelumnya dituntut 8 bulan justru dinaikan hukuman menjadi 8 bulan 15 hari. Dalam hal ini terdakwa Nirul Rashim yang didampingi kuasa hukumnya, Todung Mulya Lubis dkk., menyatakan menerima putusan hakim. 

Uniknya lagi, terdakwa yang selama dalam persidangan duduk dikursi roda dan selalu menunjukkan ekspresi kesakitan, diakhir sidang memohon agar HP nya dikembalikan. Atas permintaan itu, Hakim menyerahkan sepenuhnya putisan ke Penuntut Umum. 

Sebagaimana tertuang di dakwaan, Pasutri ini sebelumnya dibekuk atas perkara clandestine ganja hidroponik pada Rabu 01 Oktober 2025 sekitar Pukul 12.30 WITA, pasutri ini berada di rumah Ubung Kaja, Denpasar Utara, langsung didatangi pihak Polda Bali.

Petugas mengamankan keseluruhan biji kering, daun warna hijau dan daun kering narkotika jenis ganja adalah 278,2 gram brutto atau 130,06 gram netto. Sebuah pot besar berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi 40 cm (1 batang pohon ganja). 

Juga tiga buah pot kecil berwarna putih masing-masing berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 15 cm. Juga ada 4 buah polybag masing-masing berisi media tanam dan tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 35 cm.

"Serta dalam kontener ditemukan ada 67 pot kecil masing-masing berisi bibit tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 5 cm. Serta, 24  pot kecil masing-masing berisi bibit tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 10 cm,"tulis dakwaan dan menyebut bahwa di kontener itu juga ada 6 buah pot besar masing-masing berisi tanaman ganja dengan tinggi masing-masing 100 cm. 

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 610 Ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP Jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Pidana," Sebut Jaksa Lovi dalam dakwaannya.

Teken Komitmen Bersama, Pemkot Denpasar Siap Dukung Program Sensus Ekonomi 2026

Denpasar, Bali Kini - Pencanangan pelaksanaan program nasional Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Kota Denpasar, dituangkan dalam penandatanganan Komitmen Bersama oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar dan Pemerintah Kota Denpasar yang diwakili oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, di Gedung DNA, Selasa (23/6).

Seperti yang diketahui, kegiatan SE2026 sendiri dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Program ini ditujukan untuk menghimpun data dan informasi terkait aktivitas ekonomi masyarakat serta pelaku usaha.


Pada kegiatan yang juga turut dihadiri jajaran Forkompinda Kota Denpasar itu, Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan program sensus ekonomi sendiri adalah salah satu instrumen penting terkait penyediaan data yang akurat guna mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Menurutnya, data yang valid menjadi landasan dalam merumuskan berbagai kebijakan, khususnya di bidang ekonomi, investasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Sensus Ekonomi 2026 adalah salah satu momentum penting yang digunakan untuk menggali data akurat, yang dibutuhkan untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran," ungkap Arya Wibawa.

Pada kesempatan itu, Arya Wibawa juga mengimbau  seluruh pelaku usaha di Kota Denpasar, untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.

"Kami berharap seluruh pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar demi kepentingan pembangunan daerah,” katanya. 

Sementara itu, Kepala BPS Kota Denpasar, I Made Juli Ardana mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, keterlibatan langsung kepala daerah menjadi bentuk dukungan nyata dalam upaya menghasilkan data statistik yang berkualitas.

Juli Ardana juga mengatakan, adapun petugas Sensus yang ada di Kota Denpasar berjumlah lebih dari 500 orang dan tersebar di berbagai wilayah desa/kelurahan, yang berasal dari tenaga dari Desa sampai kalangan Mahasiswa. Para petugas itu, akan menyasar segmen rumah tangga, dan juga pelaku usaha yang tersebar di seluruh Bali.

"Kemudian hasil Sensus ini akan diolah secara nasional dan lagi setahun siap dirilis hasilnya,” ungkap Juli Ardana. (Win)

Utsawa Busana Adat Khas Kota Denpasar Tampil Apik di Panggung PKB XLVIII Tahun 2026

Denpasar , Bali Kini – Utsawa (Parade) Busana Adat Khas Kota Denpasar dalam rangka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 tampil apik dan sukses memukau para pengunjung yang memadati Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Minggu (21/6). 

Parade ini menjadi salah satu ajang pelestarian budaya yang menampilkan kekayaan dan keragaman busana adat khas Kota Denpasar yang sarat makna filosofis serta nilai-nilai tradisi Bali.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Sekretaris I Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar, Ny. Suwandewi Eddy Mulya.


Dalam kesempatan tersebut, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan bahwa pelaksanaan parade busana adat ini merupakan upaya nyata dalam melestarikan busana adat Bali sekaligus melindungi keberadaan tekstil tradisional yang menjadi warisan budaya masyarakat Bali.
“Parade ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat tentang keragaman busana adat khas Kota Denpasar yang memiliki keunikan, ciri khas, serta berlandaskan pada pakem-pakem tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, parade ini juga menjadi wahana transformasi nilai-nilai kehidupan yang berkaitan dengan pelaksanaan Upacara Yadnya, Upacara Daha, maupun berbagai upacara adat yang dilaksanakan di Kota Denpasar,” ujarnya.


Untuk memastikan keaslian dan nilai estetika setiap busana yang ditampilkan, pagelaran ini menggandeng perancang busana dan budayawan Bali, Dr. A.A. Ngr. Anom Mayun KT, M.Si, yang turut berperan dalam pengembangan serta pelestarian busana adat khas Kota Denpasar.

Dalam parade tersebut, ditampilkan delapan ragam busana adat khas Kota Denpasar yang menggambarkan berbagai tahapan kehidupan dan pelaksanaan upacara adat masyarakat Hindu Bali. Di antaranya Busana Adat Daha Menek Kelih/Ngeraja, Busana Medharma Swaka, Busana Mekalakalaan, Payas Madya Kota Denpasar, Payas Agung Kota Denpasar, Payas Melelunakan, Busana Mamukur/Maligya, serta Busana Mapeed ke Pura.

Busana Adat Daha Menek Kelih atau Ngeraja menggambarkan prosesi akil balig sebagai ungkapan rasa syukur orang tua kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas tumbuh kembang anak menuju masa remaja.

Sementara Busana Medharma Swaka dan Mekalakalaan merepresentasikan tahapan penting dalam rangkaian upacara pernikahan Hindu Bali.
Tak kalah menarik, Payas Madya dan Payas Agung Kota Denpasar menampilkan kemegahan tata rias dan busana yang digunakan dalam upacara Manusa Yadnya, seperti Mepandes dan pernikahan, sesuai tingkatan upacaranya. Keindahan detail ornamen, songket, serta aksesoris khas Denpasar menjadi daya tarik tersendiri bagi para penonton.

Selain itu, turut ditampilkan Payas Melelunakan yang digunakan dalam upacara Ngaben atau Pelebon, serta Busana Mamukur/Maligya yang digunakan pada rangkaian penyucian Sang Atma setelah upacara ngaben. Kedua busana tersebut menunjukkan kekayaan filosofi dan nilai spiritual yang terkandung dalam tradisi masyarakat Bali.
Parade ditutup dengan penampilan Busana Mapeed ke Pura yang menggambarkan tradisi berjalan beriringan menuju pura dalam rangkaian Upacara Dewa Yadnya. Busana ini mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur masyarakat Hindu Bali.


Melalui Utsawa Busana Adat Khas Kota Denpasar ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya leluhur, sekaligus memperkuat identitas budaya Kota Denpasar di tengah perkembangan zaman. (Ayu/humas.dps)

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Pududusan Agung di Pura Dalem Pengaotan Desa Adat Bekul.

Ket foto: Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama, Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Desa Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (21/6).


Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Memungkah Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama, Pedudusan Agung di Pura Dalem Pengaotan, Desa Adat Bekul, Desa Penatih Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (21/6). Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara turut menandatangani prasasti sekaligus menyerahkan dana Punia dan bantuan hibah.

Kehadiran Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama jajaran menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi spiritual masyarakat Bali. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali, IGN Gede Marhaendra Jaya, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, IB. Alit Surya Antara, Camat, Perbekel, Bendesa serta tokoh masyarakat setempat. 

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan semarak dengan iringan Gambelan Gong Kebyar, Baleganjur, serta pementasan tari Baris Gede oleh Bendesa se-Kota Denpasar, Tari Rejang Dewa, Topeng Wali, dan Wayang Lemah yang menambah suasana sakral upacara.

Wali Kota Jaya Negara mengatakan bahwa pelaksanaan karya besar seperti Pedudusan Agung bukan hanya sebagai wujud sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, namun juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat adat.

“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Semangat ngayah yang ditunjukkan krama adat menjadi kekuatan utama dalam menjaga adat, budaya, dan nilai kebersamaan masyarakat Bali. Pemerintah Kota Denpasar tentu memberikan dukungan agar tradisi dan kearifan lokal tetap lestari,” ujarnya.

Jaya Negara mengatakan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari dharmaning agama dan dharmaning negara. 

"Kami berharap dengan upacara ini dapat memberikan manfaat yang baik secara sekala dan niskala bagi masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Bekul, Made Yuliarta menyampaikan terima kasih atas bantuan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar, khususnya kepada Wali Kota Denpasar beserta jajaran. 

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan. Bantuan ini tentu sangat bermanfaat untuk mendukung jalannya upacara,” ujarnya.

Made Yuliarta menambahkan, Pura Dalem Pengaotan diempon oleh sekitar 250 kepala keluarga dari empat banjar, yakni Banjar Gunung, Banjar Buaji, Banjar Bekul sebagai banjar pengarep atau inti, serta Banjar Pala Giri sebagai banjar pendatang.

Sementara itu, rangkaiam karya telah dimulai sejak 1 Mei 2026 dengan rangkaian matur piuning, maguru piduhka, dan mejaya-jaya panitia karya. Sedangkan melasti dilaksanakan 8 Juni dan Tawur Balik Sumpah pada 12 Juni. Puncak karya dilaksanakan hari ini dan dilanjutkan nyineb pada Minggu 28 Juni serta prosesi nyegara gunung pada Kamis 2 Juli 2026 mendatang. 

Menurutnya, Pedudusan Agung merupakan karya besar yang wajib dilaksanakan secara turun-temurun oleh generasi masyarakat adat dalam rentang waktu sekitar 50 hingga 70 tahun sekali, disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan kemampuan pendanaan.

“Kalau karya rutin dilaksanakan setiap 15 tahun berupa Pedudusan Alit. Sedangkan Pedudusan Agung ini merupakan tingkatan karya yang lebih utama dan wajib dilaksanakan masyarakat apabila situasi dan kondisi sudah memungkinkan,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan karya kali ini, pihak desa adat menganggarkan dana sekitar Rp3,5 miliar yang bersumber dari swadaya masyarakat sebesar Rp3,5 miliar serta dukungan bantuan Pemerintah Kota Denpasar. Anggaran tersebut juga digunakan untuk rangkaian karya di empat pura, termasuk pelaksanaan Pedudusan Alit di Pura Taman Beji dan Pura Puseh Desa.
Ia berharap, pelaksanaan karya tersebut mampu memberikan kerahayuan secara sekala dan niskala bagi masyarakat.

“Harapan kami tentunya masyarakat selalu mendapat lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, diberikan kesehatan dan kerahayuan. Dari sisi sekala, yadnya ini juga menjadi momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan rasa kebersamaan seluruh krama adat,” pungkasnya.(Eka)

Aksi Cepat PNS Kodim Karangasem Gagalkan Pencurian Motor di Seraya Barat

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini – Aksi pencurian sepeda motor yang terjadi di Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, berhasil digagalkan berkat kesigapan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Kodim 1623/Karangasem.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (8/6/2026) sekitar pukul 15.30 Wita di depan Kantor Bakamla Karangasem, Jalan Raya Karangasem–Seraya, Banjar Dinas Merajan, Desa Seraya Barat.

Korban, Ni Mira Asmara (29), saat itu tengah melaksanakan kegiatan Sensus Ekonomi. Korban memarkir sepeda motor Honda Scoopy warna cream silver bernomor polisi DK 3898 TD di depan Kantor Bakamla sebelum bergabung dengan rekan-rekannya yang sedang bertugas di sebuah rumah di sekitar lokasi.

Saat kegiatan selesai dan korban keluar dari gang bersama rekannya, Ni Wayan Suciari, mereka melihat sepeda motor milik korban melintas dari arah timur yang dikendarai oleh seorang pria tak dikenal. Menyadari motornya dibawa orang lain, korban langsung berteriak meminta pertolongan.

Teriakan tersebut didengar oleh I Made Sudarma, seorang PNS yang bertugas di Kodim 1623/Karangasem. Tanpa ragu, ia segera membantu korban melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Berkat aksi cepat dan kepeduliannya, I Made Sudarma bersama korban berhasil menghentikan pelaku di Jalan Raya Ujung, tepatnya di sebelah selatan Taman Ujung. Pelaku beserta sepeda motor milik korban kemudian berhasil diamankan sebelum akhirnya pihak kepolisian dihubungi untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diketahui menggunakan identitas yang berubah-ubah saat diperiksa oleh penyidik. Untuk kepentingan proses hukum, polisi mengidentifikasi pelaku dengan inisial R.F.A. alias F. Hingga kini, identitas pelaku masih terus didalami oleh penyidik karena terdapat perbedaan keterangan yang diberikan selama pemeriksaan.

Akibat kejadian tersebut, korban sempat mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp20 juta. Namun berkat keberhasilan pengejaran yang dilakukan korban bersama I Made Sudarma, sepeda motor tersebut berhasil diamankan dan kembali kepada pemiliknya.

Salah satu faktor yang memudahkan pelaku melakukan aksinya adalah karena kunci sepeda motor masih tergantung pada kendaraan saat diparkir. (Ami)

Karangasem Festival 2026 Berakhir Sukses, Perputaran Ekonomi Tembus Rp1,446 Miliar, Wagub Bali Apresiasi Kepemimpinan Gus Par-Guru Pandu


Laporan tim 

Karangasem, Bali Kini  - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta secara resmi menutup rangkaian Karangasem Festival 2026 yang merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, Senin (22/6/2026) malam, di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candrabuana.

Acara penutupan berlangsung meriah dan dihadiri Anggota DPD RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, S.E., M.Tru., M.Si., Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, jajaran Forkopimda Kabupaten Karangasem, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Karangasem, kepala OPD, instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, insan seni budaya, pelaku UMKM, media massa, serta masyarakat Karangasem.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan penampilan Tari Puspa Hredaya, pemutaran video capaian kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, pertunjukan Wayang Sunar, penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba, hingga peresmian nama Taman Budaya Candra Buana menjadi Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candrabuana yang bertepatan dengan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386.

Dalam sambutannya, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menegaskan bahwa Karangasem Festival 2026 bukan sekadar ajang hiburan dan perayaan, melainkan menjadi ruang ekspresi kreativitas, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, promosi pariwisata, serta sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat Karangasem.

"Karangasem Festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Event budaya harus mampu memperkuat UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Par.

Berdasarkan laporan panitia, selama empat hari pelaksanaan festival sejak 19 hingga 22 Juni 2026, sebanyak 32 stan UMKM berhasil mencatat transaksi sebesar Rp358,37 juta. Sementara itu, 85 pelaku usaha kuliner membukukan transaksi mencapai Rp1,087 miliar. Dengan demikian, total perputaran ekonomi yang tercipta selama Karangasem Festival 2026 mencapai Rp1,446 miliar.

Menurut Bupati Gus Par, capaian tersebut menjadi bukti bahwa festival budaya mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Mengusung tema Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, "Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa", Bupati menegaskan bahwa tema tersebut merefleksikan semangat masyarakat Karangasem dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dengan semangat gotong royong, kerja keras, inovasi, dan kebersamaan, berbagai tantangan diyakini dapat diubah menjadi peluang bagi kemajuan daerah.

"Perjalanan memang tidak mudah, namun bersama kita pasti bisa," ujar Bupati Gus Par sebelum menyerahkan secara resmi penutupan Karangasem Festival 2026 kepada Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

Dalam sambutannya sekaligus menutup secara resmi Karangasem Festival 2026, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menerjemahkan tema "Tidak Mudah Tapi Harus Bisa" ke dalam aksi nyata.

Menurut Wagub, sebuah tema dapat dirumuskan dengan berbagai cara, namun yang terpenting adalah bagaimana tema tersebut dimaknai dan diwujudkan melalui kepemimpinan yang kuat.

"Tema itu bisa dibuat seperti apa saja, tetapi memaknainya memerlukan leadership yang hebat. Saya melihat Bupati Gus Par dan Wabup Guru Pandu mampu mewujudkan semangat 'Tidak Mudah Tapi Harus Bisa' melalui Karangasem Festival," ujar Giri Prasta.

Wagub Bali juga mengapresiasi keberhasilan festival dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka ruang kreativitas bagi generasi muda, sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya Bali.

"Festival ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi rakyat, memberi ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya, sekaligus mengangkat dan melestarikan budaya dengan tetap menjaga batas antara budaya yang menjadi hiburan dan budaya yang bersifat sakral," tegasnya.


Selain seremoni penutupan, malam puncak Karangasem Festival 2026 juga diisi dengan pemotongan tumpeng Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 oleh Bupati dan Wakil Bupati Karangasem yang disertai penyalaan kembang api, dilanjutkan foto bersama serta hiburan rakyat yang dimeriahkan oleh penampilan Donie Sibarani and Band. Di tengah penampilannya di atas panggung utama, Donie Sibarani mengajak Raina Iswari gadis tunanetra asal Desa Bebandem Karangasem yang berbakat menyanyi untuk membawakan lagu berjudul Lagu Terbaik dihadapan ribuan penonton yang disambut tepuk tangan meriah.

Seluruh rangkaian Karangasem Festival 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. Bupati Gus Par pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, pelaku seni budaya, peserta lomba, pelaku UMKM, aparat keamanan, relawan, media massa, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan perayaan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386.

Dengan berakhirnya rangkaian Karangasem Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap semangat "Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa" dapat terus menjadi energi bersama dalam mewujudkan Karangasem yang AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, Gemah Ripah Loh Jinawi). (Ami/rls)

Karangasem Festival 2026 Berakhir Sukses, Perputaran Ekonomi Tembus Rp1,446 Miliar, Wagub Bali Apresiasi Kepemimpinan Gus Par-Guru Pandu

Karangasem, Bali Kini  - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta secara resmi menutup rangkaian Karangasem Festival 2026 yang merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, Senin (22/6/2026) malam, di Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candrabuana.

Acara penutupan berlangsung meriah dan dihadiri Anggota DPD RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, S.E., M.Tru., M.Si., Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, jajaran Forkopimda Kabupaten Karangasem, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Karangasem, kepala OPD, instansi vertikal, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, insan seni budaya, pelaku UMKM, media massa, serta masyarakat Karangasem.

Rangkaian acara penutupan diawali dengan penampilan Tari Puspa Hredaya, pemutaran video capaian kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, pertunjukan Wayang Sunar, penyerahan penghargaan kepada para pemenang berbagai lomba, hingga peresmian nama Taman Budaya Candra Buana menjadi Taman Budaya Kapten A.A. Made Karang Candrabuana yang bertepatan dengan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386.

Dalam sambutannya, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata menegaskan bahwa Karangasem Festival 2026 bukan sekadar ajang hiburan dan perayaan, melainkan menjadi ruang ekspresi kreativitas, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, promosi pariwisata, serta sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat Karangasem.

"Karangasem Festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Event budaya harus mampu memperkuat UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Par.

Berdasarkan laporan panitia, selama empat hari pelaksanaan festival sejak 19 hingga 22 Juni 2026, sebanyak 32 stan UMKM berhasil mencatat transaksi sebesar Rp358,37 juta. Sementara itu, 85 pelaku usaha kuliner membukukan transaksi mencapai Rp1,087 miliar. Dengan demikian, total perputaran ekonomi yang tercipta selama Karangasem Festival 2026 mencapai Rp1,446 miliar.

Menurut Bupati Gus Par, capaian tersebut menjadi bukti bahwa festival budaya mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Mengusung tema Hari Jadi Kota Amlapura ke-386, "Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa", Bupati menegaskan bahwa tema tersebut merefleksikan semangat masyarakat Karangasem dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Dengan semangat gotong royong, kerja keras, inovasi, dan kebersamaan, berbagai tantangan diyakini dapat diubah menjadi peluang bagi kemajuan daerah.

"Perjalanan memang tidak mudah, namun bersama kita pasti bisa," ujar Bupati Gus Par sebelum menyerahkan secara resmi penutupan Karangasem Festival 2026 kepada Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

Dalam sambutannya sekaligus menutup secara resmi Karangasem Festival 2026, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta memberikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menerjemahkan tema "Tidak Mudah Tapi Harus Bisa" ke dalam aksi nyata.

Menurut Wagub, sebuah tema dapat dirumuskan dengan berbagai cara, namun yang terpenting adalah bagaimana tema tersebut dimaknai dan diwujudkan melalui kepemimpinan yang kuat.

"Tema itu bisa dibuat seperti apa saja, tetapi memaknainya memerlukan leadership yang hebat. Saya melihat Bupati Gus Par dan Wabup Guru Pandu mampu mewujudkan semangat 'Tidak Mudah Tapi Harus Bisa' melalui Karangasem Festival," ujar Giri Prasta.

Wagub Bali juga mengapresiasi keberhasilan festival dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka ruang kreativitas bagi generasi muda, sekaligus menjaga keberlangsungan seni dan budaya Bali.

"Festival ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi rakyat, memberi ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya, sekaligus mengangkat dan melestarikan budaya dengan tetap menjaga batas antara budaya yang menjadi hiburan dan budaya yang bersifat sakral," tegasnya.


Selain seremoni penutupan, malam puncak Karangasem Festival 2026 juga diisi dengan pemotongan tumpeng Hari Jadi Kota Amlapura ke-386 oleh Bupati dan Wakil Bupati Karangasem yang disertai penyalaan kembang api, dilanjutkan foto bersama serta hiburan rakyat yang dimeriahkan oleh penampilan Donie Sibarani and Band. Di tengah penampilannya di atas panggung utama, Donie Sibarani mengajak Raina Iswari gadis tunanetra asal Desa Bebandem Karangasem yang berbakat menyanyi untuk membawakan lagu berjudul Lagu Terbaik dihadapan ribuan penonton yang disambut tepuk tangan meriah.

Seluruh rangkaian Karangasem Festival 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar. Bupati Gus Par pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, sponsor, pelaku seni budaya, peserta lomba, pelaku UMKM, aparat keamanan, relawan, media massa, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan perayaan Hari Jadi Kota Amlapura ke-386.

Dengan berakhirnya rangkaian Karangasem Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap semangat "Tidak Mudah, Tapi Harus Bisa" dapat terus menjadi energi bersama dalam mewujudkan Karangasem yang AGUNG (Aman, Gigih, Unggul, Nyaman, Gemah Ripah Loh Jinawi). (Ami/rls)

Senin, 22 Juni 2026

Pukau Panggung Ardha Candra PKB XLVIII, Duta Gong Kebyar Anak-Anak Jembrana Tampilkan Seni Filosofis dan Kritik Sosial Berbalut Dolanan

Jembrana , Bali Kini - Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Denpasar, bergemuruh oleh tepuk tangan penonton pada Minggu (22/6) malam. Duta Gong Kebyar Anak-Anak Kabupaten Jembrana sukses mencuri perhatian dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui penampilan yang apik, penuh energi, dan sarat akan makna filosofis.

Penampilan luar biasa ini disaksikan langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana, Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, beserta perwakilan Forkopimda dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana.

Kabupaten Jembrana malam itu menyuguhkan tiga materi pertunjukan yang dikemas secara apik dan dinamis, yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan "Nadi Winengku", Tari Penyambutan "Selat Segara", dan Dolanan "Makepung Papah".

Sebagai pembuka, penonton disuguhkan Tabuh Kreasi Pepanggulan "Nadi Winengku". Tabuh ini merupakan sebuah refleksi mendalam terhadap penyucian jiwa (atma kerti), yang mengajarkan bahwa jiwa yang suci tidak menutup diri dari perubahan, melainkan mampu menerima gejolak energi baru dengan tetap teguh pada jati diri sejati.

Secara musikal, tabuh ini mengambil analogi kondisi nadi yang terkendali dan berwibawa. Instrumen Gong Kebyar diibaratkan sebagai tubuh yang menjadi medium bagi jiwa Jegog (gamelan khas Jembrana) untuk menyuarakan dirinya. Keunikan kotek-kotekan khas jegog, sistem seslangkitan, serta oncang-oncangan berpadu menjadi entitas baru tanpa menghilangkan identitas asli Gong Kebyar, melainkan memberikan gejolak energi baru yang memikat.

Pementasan dilanjutkan dengan Tari "Selat Segara", sebuah tari kreasi penyambutan karya almarhumah I Gusti Ayu Srinatih. Tarian ini melambangkan penghormatan, ungkapan rasa syukur, dan ketulusan dalam menyambut tamu.

Mengambil makna "Selat" sebagai penghubung dan "Segara" sebagai lautan luas, tarian ini menggambarkan laut sebagai simbol pemersatu yang menjembatani berbagai perbedaan bangsa dan budaya dalam suasana damai. Gerak tarian yang lembut namun dinamis ini dikembangkan dari pakem tari upacara seperti Rejang, Pendet, dan Legong, yang diperkuat oleh iringan gamelan harmonis bernuansa sakral sekaligus estetis.

Puncak kemeriahan sekaligus keharuan penonton pecah saat pementasan Dolanan "Makepung Papah". Menggunakan media sebilah pelepah kelapa (papah), anak-anak Jembrana mengubah tradisi balapan Makepung menjadi arena bermain yang penuh dengan pesan moral dan kritik sosial yang tajam namun polos.

Di sela-sela canda tawa, dolanan ini menyelipkan refleksi tentang realitas dunia saat ini. Mulai dari ambisi menjadi Juara Kelas, kekhawatiran cita-cita yang kandas akibat kemacetan dan rumitnya kehidupan, hingga sentilan mengenai isu lingkungan seperti masalah sampah yang kian menggunung. Tidak hanya itu, anak-anak ini juga menyuarakan isu-isu humanis secara jujur, seperti nasib pahlawan tanpa tanda jasa (guru) dengan upah minim.

Secara keseluruhan, penampilan Duta Gong Kebyar Anak-Anak Kabupaten Jembrana di PKB XLVIII 2026 tidak hanya sekadar memberikan tontonan seni yang menghibur, tetapi juga menjadi media edukasi dan penyampai pesan moral yang mendalam bagi seluruh masyarakat Bali.
(Prokopim )

Suasana Bahagia Sambut Kedatangan Jemaah Haji Jembrana

Jembrana , Bali Kini – Suasana haru dan bahagia menyelimuti Masjid Baitul Muhtarifin, Polres Jembrana, pada Sabtu (20/6/2026) pagi menyambut kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Jembrana akhirnya tiba kembali di tanah air dengan selamat setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Kedatangan rombongan tamu Allah ini disambut langsung oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, bersama Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati dan keluarga jemaah yang sudah memadati area masjid sejak pagi hari.

Wakil Bupati Jembrana yang akrab disapa Ipat, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan seluruh jemaah dalam kondisi sehat walafiat.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Jembrana dan seluruh masyarakat Jembrana, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji. Alhamdulillah, Bapak, Ibu sekalian telah menunaikan rukun Islam yang kelima dengan lancar dan kini kembali berkumpul bersama keluarga tercinta dalam keadaan sehat," ujarnya.

Ia juga berharap agar seluruh jemaah mampu mempertahankan nilai-nilai spiritual yang telah didapatkan selama beribadah.

"Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang penuh dengan pengorbanan, kesabaran, dan keikhlasan. Oleh karena itu, kami berharap seluruh jemaah haji dapat menjadi haji dan hajah yang mabrur dan mabruroh, serta mampu membawa nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama di tanah suci untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Tidak lupa, Pemerintah Kabupaten Jembrana memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas haji, tenaga kesehatan, dan pendamping yang telah mengawal para jemaah dari keberangkatan hingga kepulangan.

Rasa syukur dan puas juga diungkapkan oleh salah satu perwakilan jemaah haji Jembrana tahun 2026, Haji Sadikin. Ia menyampaikan bahwa kelancaran ibadah ini tidak lepas dari dukungan doa masyarakat dan dedikasi luar biasa dari para petugas di lapangan.

"Yang penting bagi kami, telah kembali ke tanah air dalam keadaan sehat. Ini juga berkat doa dari bapak-ibu semua masyarakat Kabupaten Jembrana. Dan apresiasi untuk petugas yang sangat luar biasa dalam rangka mendukung semua aktivitas kami di sana. Dari seluruh petugas haji, semua melayani kami dengan sangat luar biasa," ungkapnya dengan penuh haru.

Ia juga berharap kesuksesan pelayanan pada musim haji tahun 2026 ini bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan untuk musim-musim haji berikutnya.

"Jadi, ya mungkin ke depannya sekiranya memang ini bisa lebih, misalnya nanti di tahun 2027. Jemaah haji Kabupaten Jembrana rasanya akan merasakan pelayanan lebih baik lagi dari yang sudah kami rasakan sangat-sangat baik di tahun 2026 ini. Semua doa, semua bantuan-bantuan yang telah diberikan oleh siapa pun, itu tentunya mudah-mudahan hanya Allah lah yang bisa membalasnya," tutupnya.
(Prokopim Jembrana)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved