-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Minggu, 30 Agustus 2026

BUPATI CUP 2026 JADI AJANG SELEKSI ATLET VOLI KARANGASEM MENUJU PORPROV SINGARAJA

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini — Kejuaraan Bola Voli Piala Bupati Karangasem 2026 resmi bergulir. Kejuaraan yang dibuka Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata ini berlangsung mulai 29 Agustus hingga 9 September 2026.

Dalam pembukaan kejuaraan, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas dan saling menghargai hasil pertandingan.

Menurutnya, seluruh klub tentu memiliki target untuk menjadi juara dan telah melakukan persiapan. Karena itu, sportivitas menjadi hal utama agar kompetisi berjalan dengan baik dan menghasilkan pertandingan yang berkualitas.

Turut hadir Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Ketua Pengkab PBVSI Karangasem I Wayan Suastika, Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta, Dandim 1623 Karangasem Letkol Inf I Putu Gede Widiarta, serta undangan lainnya.

Kejuaraan Bola Voli Cup Bupati Karangasem 2026 ini sekaligus menjadi ajang seleksi untuk menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dipersiapkan memperkuat Karangasem pada Porprov Bali di Singaraja tahun 2027.

Ketua Pengkab PBVSI Karangasem I Wayan Suastika mengatakan, pelaksanaan kejuaraan tahun ini berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya diawali dengan pra Bupati Cup di delapan kecamatan, kali ini klub langsung diundang untuk bertanding.

Total terdapat 25 klub yang ambil bagian. Sebanyak 13 klub putra dan 4 klub putri bertanding pada kategori bola voli indoor, sedangkan 8 klub lainnya mengikuti kategori bola voli pasir.

I Wayan Suastika mengatakan, kejuaraan ini menjadi momentum untuk menjaring bibit-bibit atlet voli berbakat yang selanjutnya akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Usai kejuaraan, PBVSI Karangasem akan membentuk tim bayangan yang dipersiapkan menghadapi Porprov Bali 2027 di Singaraja.

PBVSI Karangasem menargetkan tim putra maupun putri mampu meraih medali pada ajang Porprov mendatang.

Sementara itu, I Wayan Suastika yang juga Ketua DPRD Karangasem sekaligus pemilik Klub RGS atau Radio Gunung Sari Amlapura, menyebut klubnya yang berstatus sebagai juara bertahan telah siap mempertahankan gelar juara, baik di sektor putra maupun putri.

Meski demikian, ia berharap seluruh klub peserta melakukan persiapan secara optimal. Dengan demikian, persaingan semakin ketat, kualitas pertandingan meningkat, dan dari kompetisi ini dapat terbentuk tim Porprov Karangasem dengan kekuatan pemain yang lebih baik.

Sabtu, 29 Agustus 2026

Tanah Lot Art and Food Festival VII, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Pariwisata Tabanan


Tabanan , Bali Kinin — Semangat pelestarian seni, budaya, dan pariwisata kembali hadir melalui pelaksanaan Tanah Lot Festival Tahun 2026 yang digelar di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat, (28/8). Mewakili Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, hadir sekaligus membuka acara Tanah Lot Art and Food Festival VII 2026 yang mengusung tema "Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya" yang bermakna menjaga kekuatan samudra menuju keharmonisan dan keseimbangan alam semesta.

 

Turut hadir dalam acara tersebut, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua beserta anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, Asisten Setda Kabupaten Tabanan, Kepala Perangkat Daerah terkait, Manajer DTW Tanah Lot, Ketua Forum Perbekel dan Perbekel Desa Beraban, Bendesa Adat Beraban Serta Tokoh Masyarakat setempat. Pelaksanaan Tanah Lot Festival menjadi salah satu momentum penting dalam memperkenalkan sekaligus mengangkat potensi seni, budaya, dan pariwisata yang dimiliki Kabupaten Tabanan. 

 

Berpusat di kawasan Tanah Lot yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, kegiatan tahunan ini diharapkan mampu menjadi ruang bertemunya berbagai potensi kreatif masyarakat dengan wisatawan. Menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Wabup Dirga berikan apresiasi atas terselenggaranya Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026 ini. Menurutnya, kegiatan festival seperti ini tidak hanya menjadi bagian dari agenda pariwisata, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga keberadaan seni dan budaya lokal agar tetap tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

 

“Festival seperti ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga seni, budaya dan tradisi yang kita miliki. Tanah Lot memiliki daya tarik yang luar biasa, sehingga keberadaan festival ini harus kita manfaatkan untuk memperkenalkan potensi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Dirga.

 

Pihaknya menambahkan, pengembangan pariwisata di Tabanan perlu berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat. Keberadaan destinasi wisata hendaknya tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu membuka ruang bagi pelaku seni, UMKM, ekonomi kreatif, dan masyarakat lokal untuk ikut tumbuh.

 

“Pariwisata harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, tentu yang kita harapkan bukan hanya menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga ada pergerakan ekonomi masyarakat, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Ini yang harus terus kita dorong bersama,” imbuh Dirga.

 

Event ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan potensi seni budaya yang dimiliki. Dikemas secara menarik, festival tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi wisatawan sekaligus memperkuat citra Tanah Lot sebagai salah satu ikon pariwisata Kabupaten Tabanan.

 

“Saya berharap Tanah Lot Festival ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi semua. Mari kita jaga bersama kebersihan, keamanan, kenyamanan dan tentunya kesakralan kawasan Tanah Lot. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan pariwisata Tabanan semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya yang kita miliki,” pungkasnya. Lebih lanjut, Dirga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif yang mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus menjaga identitas budaya daerah.

Jumat, 28 Agustus 2026

Polres Karangasem Gelar Simulasi Sispam Mako Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini  — Kepolisian Resor Karangasem menggelar simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando atau Sispam Mako, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah situasi kamtibmas nasional yang berkembang saat ini, Kamis (27/8/2026).

Dalam simulasi tersebut, seluruh personel dikerahkan untuk mengikuti rangkaian pelatihan pengamanan. Skenario dibuat menyerupai situasi yang memungkinkan terjadi di lapangan, termasuk penertiban dan pengendalian massa yang membutuhkan kesiapsiagaan seluruh jajaran.

Personel dibekali berbagai perlengkapan pengamanan, mulai dari perlengkapan Dalmas, persenjataan untuk penjagaan di bagian depan mako, hingga kendaraan taktis berupa water cannon.

Latihan ini tidak hanya menguji kesiapan personel, tetapi juga koordinasi dan kecepatan anggota dalam merespons setiap perkembangan situasi. Setiap bagian memiliki tugas masing-masing, sehingga ketika terjadi gangguan keamanan, seluruh personel dapat bergerak secara terukur dan sesuai prosedur.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika mengatakan, simulasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi kamtibmas, sekaligus meningkatkan kemampuan anggota dalam mengamankan mako dan masyarakat.

Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi penting menyikapi dinamika situasi keamanan secara nasional. Karena itu, latihan dilakukan dengan melibatkan seluruh kekuatan dan perlengkapan yang dimiliki Polres Karangasem.

Melalui kegiatan ini, Polres Karangasem memastikan personelnya tetap siap menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas, dengan mengedepankan profesionalisme, koordinasi, serta tindakan yang terukur sesuai aturan. (Ami)

Kamis, 27 Agustus 2026

Selasa, 25 Agustus 2026

Tampil di Jakarta Beat Society, Jegog Suar Agung Perkuat Eksistensi di Panggung Musik Internasional


Jakarta, Bali KiniUsai tampil di Jepang awal tahun ini, Jegog Suar Agung kembali menjadi bagian dari perhelatan musik internasional melalui Jakarta Beat Society 2026, yang digelar di M Bloc Space, Sabtu (22/8).

Kehadiran ini menjadi kelanjutan kiprah internasional Jegog Suar Agung setelah tampil di Jepang pada awal tahun 2026.

Jakarta Beat Society yang digelar selama dua hari, yakni 22-23 Agustus ini, mempertemukan musisi, seniman, dan jejaring musik dari berbagai negara. 

Pada penyelenggaraan kali ini, perhelatan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Amerika Serikat, Inggris, Italia, Prancis, Swedia, Jepang, Korea Selatan, hingga Australia.

Di tengah pertemuan berbagai budaya musik tersebut, Jegog Suar Agung hadir sebagai salah satu perwakilan Indonesia, membawa karakter musik bambu khas Jembrana, Bali, ke hadapan jejaring musik internasional.

Kehadiran ini bukan sekadar agenda pertunjukan, tetapi bagian dari upaya Jegog Suar Agung untuk terus menjadi bagian dari dinamika dan ekspresi musik mancanegara dalam ruang pertemuan budaya.

Ketua Yayasan Suar Agung, Ikko Suar Agung Dewi, mengatakan bahwa pelestarian Jegog harus berjalan seiring dengan regenerasi dan keberanian untuk terus membawa kesenian tersebut ke ruang yang lebih luas.

“Melestarikan Jegog bukan hanya menjaga apa yang diwariskan, tetapi memastikan Jegog terus dimainkan, berkembang, dan tetap memiliki tempat dalam perkembangan musik dan budaya saat ini,” ujar Ikko.



Kehadiran Jegog Suar Agung di JBS 2026 sendiri lanjut Ikko, menegaskan bahwa seni tradisi yang berakar kuat pada identitas daerah dapat terus berkembang dan mengambil bagian dalam ekosistem musik internasional.

"Jegog Suar Agung membawa bukan hanya musik, tetapi juga identitas budaya Jembrana dan Bali ke tengah pertemuan seniman serta pelaku musik dari berbagai negara," ungkapnya lagi.

Lebih lanjut, Ikko menjelaskan, keberlanjutan Jegog akan terus dimainkan, terus berkembang, dan terus menjadi bagian dari panggung musik dunia.


Perjalanan tersebut juga diteruskan melalui regenerasi di lingkungan Suar Agung. Gede Oka Artha Negara, Ketua Jegog Suar Agung, menjadi bagian dari generasi penerus yang terus mengembangkan perjalanan kesenian Jegog. Sementara Ikko Suar Agung Dewi, sebagai generasi ketiga penerus keluarga Suar Agung, mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan Yayasan Suar Agung. (HumasDps)

Bunda Rai melaksanakan Lomba Aku Hatinya PKK Seluruh Kecamatan


Dalam rangka rangkaian HKG PKK Ke-54 Kabupaten Tabanan, Bunda Rai melaksanakan Lomba Aku Hatinya PKK Seluruh Kecamatan

- Dirangkaikan Dengan Peninjauan Lomba Telajakan dan PSBS Tim Pembina Posyandu diawali di Kecamatan Tabanan dan Kediri -

 

 

Tabanan PR Semangat menghadirkan lingkungan yang asri, produktif, sekaligus bernilai ekonomis terlihat dalam roadshow Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, yang akrab disapa Bunda Rai, saat melakukan penilaian Lomba Aku Hatinya PKK sebagai rangkaian peringatan HKG PKK Ke-54 yang dirangkaikan dengan peninjauan dan pembinaan Lomba Telajakan serta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) TP Posyandu yang dilaksanakan oleh TP Posyandu Provinsi Bali, Senin (24/8). Kegiatan tersebut menyasar seluruh Kecamatan di Kabupaten Tabanan yang diawali pada 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Tabanan dan Kecamatan Kediri. Untuk di Kecamatan Tabanan, Bunda Rai melaksanakan kegiatan di Desa Sesandan, dilanjutkan ke SMK Bintang Persada dan Kecamatan Kediri di Banjar Sinjuana Dan Dukuh, Berabana serta SMP N 3 Kediri yang berlokasi di Desa setempat.

 

Dalam roadshow tersebut, Bunda Rai didampingi Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan beserta jajaran pengurus, Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat Tabanan dan Kediri, Ketua TP PKK Kecamatan beserta jajaran, serta Perbekel setempat. Kehadiran langsung tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus melihat berbagai inovasi yang telah dipersiapkan masyarakat dan satuan pendidikan dalam mendukung program PKK serta pengelolaan kebersihan lingkungan.

 

Penilaian diawali di Desa Sesandan, Kecamatan Tabanan. Di lokasi tersebut, Bunda Rai bersama jajaran meninjau langsung berbagai inovasi yang dikembangkan masyarakat, salah satunya pemanfaatan lubang biopori. Selain itu, terdapat inovasi pengolahan sampah organik rumah tangga melalui media pot yang dimodifikasi, sehingga sampah dapat langsung diproses dan menjadi nutrisi bagi tanaman yang tumbuh di dalamnya.

 

Bunda Rai mengapresiasi inovasi tersebut seraya mendorong agar berbagai bantuan bibit yang telah diberikan segera ditanam dan dimanfaatkan sebagai tanaman percontohan bagi masyarakat lainnya. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara konsisten, terlebih dalam mendukung ketahanan sekaligus perekonomian keluarga. Bantuan-bantuan bibit yang sudah diberikan bisa digunakan sebagai percontohan bagi warga. Walaupun tidak banyak, tetapi sangat berpengaruh, apalagi dalam kondisi saat ini sangat bermanfaat untuk membantu perekonomian warga. Adanya lubang-lubang biopori juga harus dimanfaatkan dengan baik,pesannya.

 

Melihat potensi lahan yang tersedia, Bunda Rai menilai program Aku Hatinya PKK di Desa Sesandan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih optimal. Ini sudah bagus, semua tanaman yang dicari ada, terutama dengan lahan yang besar ini, hanya perlu ditata saja dengan baik,ungkapnya. Ia juga mengingatkan bahwa program Aku Hatinya PKK bukanlah program baru, namun akan memberikan hasil luar biasa apabila diterapkan secara berkelanjutan dan disertai pembinaan yang rutin.

 

Tak hanya tanaman, pemanfaatan lahan di lokasi tersebut juga dilengkapi dengan budidaya ikan lele, kandang ayam, hingga tanaman yang menghasilkan madu murni kele-kele. Beragam potensi tersebut dinilai dapat menjadi contoh penerapan pemanfaatan lahan secara terpadu, sehingga pekarangan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menghasilkan pangan dan memberikan nilai tambah bagi keluarga.

 

Roadshow kemudian berlanjut ke SMK Bintang Persada. Di sekolah tersebut, Bunda Rai melihat langsung kreativitas para siswa dalam mengembangkan inovasi ramah lingkungan, salah satunya pembuatan Lerazym Clean, yakni inovasi sabun cair ramah lingkungan berbahan dasar eco enzyme dan ekstrak buah Lerak. Jadi  eco enzyme ini berasal dari fermentasi limbah organik, khususnya sisa buah dan sayuran yang berasal dari MBG dan kegiatan praktik siswa di jurusan kuliner. 

 

"Fermentasi eco enzym selama 3 bulan yang biasanya dimanfaatkan untuk tanaman, kami manfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat sabun cair ramah lingkungan yang dibuat oleh siswa jurusan Farmasi," ujar Miss Gung Dyah yang merupakan salah satu penggagas dari inovasi tersebut. Ia juga menambahkan , bahwa sabun tersebut disebut ramah lingkungan karena tanpa proses dan bahan kimia dan juga sudah dipakai pihaknya untuk kegiatan di sekolah, seperti mencuci perabotan hingga pakaian, khususnya yang berbahan Endek. 

 

Kreativitas generasi muda dari SMK Bintang Persada  mendapat apresiasi positif dari Bunda Rai dan Jajaran serta mendorong agar inovasi serupa terus dikembangkan. Apalagi para siswa juga menunjukkan kreativitas dalam memanfaatkan limbah produksi menjadi berbagai kerajinan tangan. Menurutnya, sampah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomis.

 

Selanjutnya, Bunda Rai menuju Banjar Sinjuana dan Banjar Dukuh, Desa Beraban, Kediri, dalam rangka melihat kesiapan dan pelaksanaan Lomba Telajakan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan sejumlah arahan kepada peserta agar penataan lingkungan dapat dilakukan lebih maksimal. Kebersihannya sudah dilakukan dengan baik, tinggal bagaimana penataannya bisa dibuat lebih tertata lagi,pesannya.

 

Kunjungan terakhir dilakukan di SMP Negeri 3 Kediri. Bunda Rai meninjau langsung pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS) di Sekolah tersebut yang dinamakan dengan inovasi Simponi (Sistem Pengelolaan sampah Organik non Organik Inovatif) dengan slogan ASA (Ada Sampah Ambil) yang dilakukan pihak sekolah termasuk pemanfaatannya menjadi berbagai bentuk kerajinan. Ia mengapresiasi keterlibatan aktif para siswa dalam menjaga lingkungan sekaligus mengolah sampah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.

 

Menutup rangkaian roadshow, Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh komponen dalam mengikuti penilaian lomba, sekaligus berbagai inovasi yang telah dilakukan dalam pemanfaatan lingkungan serta pengelolaan sampah. Menurutnya, seluruh persiapan dan pelaksanaan di masing-masing lokasi telah dilakukan dengan baik dan menunjukkan semangat dalam mendukung program PKK. Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Partisipasinya sudah baik, inovasi-inovasinya juga sudah bagus, dan mudah-mudahan bisa terus dikembangkan,ujarnya (*)

Senin, 24 Agustus 2026

Tiga Buruh Asal Sumba Keroyok Warga di Manggis, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Tiga Buruh Asal Sumba Keroyok Warga di Manggis, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Karangasem, Bali Kini - Aksi pengeroyokan terjadi di depan Warung Widia, sebelah barat SPBE Pangitebel, Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 19.30 Wita.

Seorang warga setempat, I Made Agus Putra Jaya (25), menjadi korban dalam kejadian tersebut. Korban diduga dikeroyok oleh tiga orang buruh yang merupakan pendatang asal Sumba.

Kapolsek Manggis, Kompol I Made Suadnyana, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, kasus pengeroyokan kini tengah ditangani dan masih dalam proses penyelidikan.

“Benar, sudah terjadi pengeroyokan dan tiga orang pelaku sudah kami amankan. Saat ini masih proses pendalaman,” ujar  Kompol I Made Suadnyana ketika di konfirmasi pada Senin (24/8/2026).

Peristiwa bermula saat korban bersama istrinya hendak membeli minuman di sebuah warung. Saat tiba di depan warung milik I Made Kari, korban menunggu istrinya.

Tak lama kemudian, datang dua orang yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor sambil menggeber suara knalpot. Korban kemudian menghampiri dan menanyakan maksud tindakan tersebut.

Namun, pertanyaan korban justru berujung cekcok. Dua orang tersebut diduga melontarkan kata-kata kasar sebelum kemudian menyerang korban.

Korban dipukul hingga terjatuh. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka dan pembengkakan pada bagian bibir atas.

Usai melakukan pengeroyokan, para pelaku langsung melarikan diri. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Manggis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Polisi bergerak melakukan penyelidikan dan sekitar pukul 21.00 Wita, tiga orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan berhasil diamankan di wilayah Dusun Yeh Malet, Desa Antiga Kelod.

Ketiga pelaku masing-masing berinisial U (30), E (22), dan E (28). Ketiganya diketahui bekerja sebagai buruh dan berasal dari Sumba Tengah.

“Ketiga pelaku sudah diamankan di Polsek Manggis. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku maupun saksi-saksi untuk mendalami kasus ini,” kata Kapolsek.

Polisi juga masih mendalami penyebab awal terjadinya cekcok yang kemudian berujung pada pengeroyokan tersebut. Kasus ini selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. ( ami)

Pamit Kenal Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan, Sinergi dan Pembinaan Warga Binaan Terus Diperkuat


Tabanan , Bali Kini – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., mewakili Bupati Tabanan menghadiri acara Pamit Kenal Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tabanan, bertempat di Aula Candra Prabawa Lapas Kelas IIB Tabanan, Jumat (21/8). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan, Ketua Pengadilan Agama, serta undangan terkait lainnya. Dalam acara tersebut, Basuki Raharjo diperkenalkan sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan yang baru, menggantikan pejabat sebelumnya, Prawira Hadiwidjojo.

Dalam sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wabup Dirga, atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan dan secara pribadi, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Prawira Hadiwidjojo atas dedikasi, pengabdian dan kerjasama yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Kabupaten Tabanan. “Kami menyadari tugas di lembaga pemasyarakatan bukanlah tugas yang ringan, membutuhkan integritas, kesabaran serta komitmen yang kuat untuk memastikan proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Kepada Basuki Raharjo, atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bupati menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Tabanan. “Kami menyambut baik kehadiran Bapak sebagai bagian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan. Melalui kesempatan yang baik ini kami berharap koordinasi dan sinergi yang selama ini telah terbangun antar Pemerintah Daerah dengan Lembaga Pemasyarakatan terus berlanjut, bahkan dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya sinergi, kebersamaan, dan kesinambungan kepemimpinan dalam mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Tabanan yang profesional, berintegritas, humanis, serta berorientasi pada pelayanan dan pembinaan yang semakin baik. “Pemerintah Kabupaten Tabanan tentunya siap mendukung berbagai program positif yang dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, baik pengembangan keterampilan, pembinaan kepribadian, serta kegiatan produktif lainnya yang dapat dijadikan bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Pihaknya berharap sinergi antara Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum, Lembaga Pemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus dijaga dan diperkuat. Dengan dedikasi, koordinasi yang baik, serta semangat nyata untuk masyarakat, berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan diharapkan dapat dihadapi bersama demi terwujudnya pembinaan yang semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat (*)

Bupati Sanjaya Lantik 61 Pejabat di Tabanan, Tegaskan Jabatan adalah Amanah untuk Wujudkan Kinerja Nyata

Tabanan , Bali Kini   Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali melakukan penguatan organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Prosesi yang berlangsung secara hybrid (daring dan luring) tersebut dipimpin langsung Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di Tabanan Command Center (TCC), Kamis (13/8).

 

Sebanyak 3 pejabat pimpinan tinggi pratama, 21 pejabat administrator, dan 37 pejabat pengawas dilantik pada kesempatan tersebut. Kegiatan turut dihadiri Jero Mangku Utawi Rohaniawan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara Denpasar, Kepala Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Sekda Tabanan, para Asisten Setda, kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, serta para Camat se-Kabupaten Tabanan.

 

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan bagian dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan sekaligus proses pembinaan karier aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ia meminta seluruh pejabat memahami bahwa setiap penempatan memiliki tujuan dan kebutuhan organisasi yang harus dijawab melalui kinerja.

 

Saya ingin menegaskan bahwa mutasi, rotasi, maupun pengisian jabatan dalam birokrasi merupakan sesuatu yang biasa dan merupakan bagian dari kewenangan manajemen pemerintahan, sepanjang dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, kebutuhan organisasi, kompetensi, serta prinsip-prinsip sistem merit yang berbasiskan talenta,ujar Sanjaya.

 

Menurutnya, mutasi maupun rotasi tidak semestinya dimaknai sebatas perpindahan tempat atau jabatan, terlebih hanya sebagai urusan administratif. Jangan pernah memaknai mutasi semata-mata sebagai perpindahan tempat atau perpindahan jabatan, apalagi sekadar urusan administratif belaka. Ingatlah bahwa di balik setiap penempatan terdapat kebutuhan organisasi. Di balik setiap jabatan terdapat tanggung jawab dan di balik setiap amanah terdapat harapan masyarakat Tabanan yang harus kita jawab dengan kinerja,tegasnya.

 

Sanjaya menjelaskan, pelantikan tersebut memiliki beberapa latar belakang penting. Pertama, pengisian tiga jabatan pimpinan tinggi pratama merupakan hasil proses seleksi terbuka untuk jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kebudayaan, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan jabatan strategis diisi pejabat yang memiliki kompetensi, kapasitas, pengalaman, serta kemampuan kepemimpinan sesuai tuntutan organisasi.

 

Kedua, pelantikan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian jabatan administrator dan pengawas sesuai kebutuhan organisasi. Ketiga, terdapat pengisian Kepala Subbagian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari amanat struktur organisasi dan tata kerja perangkat daerah. Artinya, pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, ini adalah bagian dari proses menata organisasi agar lebih efektif, lebih responsif dan lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Tabanan,ungkap Sanjaya.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah melaksanakan proses seleksi secara profesional dan bertanggung jawab. Apresiasi turut diberikan kepada Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali atas pengawasan terhadap proses seleksi serta Badan Kepegawaian Negara atas dukungan pembinaan dan fasilitasi dalam penyelenggaraan manajemen ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

 

Menutup arahannya, Sanjaya berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik agar menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, serta senantiasa bekerja keras, bekerja cerdas dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menegaskan bahwa setiap jabatan dan kinerja pejabat akan terus menjadi bagian dari evaluasi organisasi.

 

Jabatan bukan hak yang melekat selamanya. Jabatan adalah amanah yang harus dijaga melalui kinerja, kompetensi, disiplin, integritas dan tanggung jawab. Maka tunjukkan melalui kerja nyata bahwa kepercayaan yang diberikan kepada saudara memang layak, selamat bekerja, segera lakukan konsolidasi internal, susun langkah strategis, pastikan program dan kegiatan berjalan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat sebagai fondasi kuat menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),pungkas Sanjaya (*)

Bupati Sanjaya Apresiasi Peken Jasindo 2026, Dorong UMKM Tabanan Semakin Berdaya

Tabanan , Bali Kini – Komitmen memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Hal tersebut terlihat saat Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir sekaligus memberikan apresiasi langsung terhadap pelaksanaan Peken Jasindo Tahun 2026 di Taman Bung Karno – Garuda Wisnu Singasana, Tabanan, Sabtu (22/8). Mengusung tema “Peken Jasindo Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta para asisten dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta jajaran direksi Asuransi Jasindo. Peken Jasindo menghadirkan puluhan bazar UMKM, program CSR, talkshow, workshop, Difabel Berkarya, pelayanan publik, seni dan hiburan musisi lokal maupun nasional hingga doorprize. Turut diserahkan Bantuan 6 Pilar Program TJSL Jasindo, meliputi pemberdayaan dan peningkatan SDM, sarana literasi, beasiswa dan tongkat tuna netra bagi difabel, promosi Desa Wisata Nyambu, perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi pelaku UMKM dengan total nilai pertanggungan Rp800 juta, serta 40 unit tenda bazar bagi pelaku UMKM.

 

Saat membuka kegiatan, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jasindo karena memilih Tabanan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia menilai Peken Jasindo bukan sekadar event, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan berbagai potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran PT Jasindo, dan saya sampaikan apresiasi yang setingginya karena Jasindo memilih Tabanan bukan hanya sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tetapi sebagai ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya.

 

Orang nomor satu di Tabanan itu juga menilai pemilihan Tabanan sangat tepat mengingat daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM sekaligus didukung karakter sebagai daerah agraris. “Terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Tabanan, kita patut berbangga. Jadi di Bali, Tabanan yang dipilih. Karena Kabupaten Tabanan merupakan tumbuh kembangnya UMKM, ada 900 UMKM hampir 1000, tepat sekali karena Tabanan merupakan daerah agraris, bahan baku untuk semua sumber UMKM ada di Tabanan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, Peken Jasindo Tabanan 2026 membawa pesan penting bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang dan UMKM harus menjadi bagian aktif dalam pembangunan. Pertumbuhan ekonomi juga harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan. “Saya melihat Peken Jasindo Tabanan bukan hanya sekadar sebuah event melainkan sebuah pesan bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang, pesan bahwa UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan dan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama dengan berkelanjutannya lingkungan dan kebudayaan,” tegasnya.

 

Bupati Sanjaya juga mengapresiasi konsep kegiatan yang dinilai holistik karena mencakup ekonomi, pendidikan, edukasi lingkungan, budaya bersih dan sehat, pengembangan SDM melalui digitalisasi, pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan. “Peken Jasindo Tabanan 2026 ini telah dirancang dengan pendekatan yang sangat baik dan menarik, yaitu ekonomi melalui UMKM, ada pendidikan, dengan kehadiran anak-anak tadi, juga ada edukasi dan lingkungannya tentang budaya bersih dan sehat dan pengembangan SDM dengan digitalisasi dan pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan, ini semua holistik menyangkut semua kegiatan,” sebutnya.

 

Ia menegaskan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal hubungan yang lebih panjang antara Jasindo, Pemkab Tabanan, UMKM, komunitas dan masyarakat. “Ekonomi tidak boleh hanya mengejar angka saja, ekonomi harus menghadirkan manfaat. Untuk itulah saya sangat apresiasi gagasan Peken Jasindo yang memberikan ruang promosi dan transaksi bagi UMKM melalui booth, voucher, talkshow, workshop serta berbagai aktivitas kebudayaan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan ungkapan turut berbela sungkawa dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di NTT.

 

Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan Peken Jasindo merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. “Sebagai korporasi kami tidak hanya menargetkan profitabilitas tetapi kami juga ingin memberikan sesuatu kembali pada masyarakat sehingga acara ini bisa terlaksana hari ini,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini mampu menggerakkan UMKM Tabanan melalui bazar, business matching, networking, talkshow dan workshop sehingga semakin berkembang dan naik kelas.

 

Andy Samuel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tabanan atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain mendorong UMKM, Jasindo turut menghadirkan Gerakan Tabanan Peduli NTT sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat di Flores serta menerapkan konsep zero waste event sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. “Terima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan semoga masyarakat Tabanan bisa menikmati acara yang diselenggarakan malam ini,” pungkasnya.(*)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved