Denpasar , Bali Kini - Pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Sabtu (3/10) 2026, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dari 157 peserta yang mengikuti rangkaian upacara, terdapat dua warga negara Belanda yang turut menjalani prosesi Manusa Yadnya tersebut.
Kehadiran dua warga negara Belanda itu menjadi perhatian tersendiri di tengah pelaksanaan upacara. Keduanya merupakan laki-laki dan hadir bersama ibunya. Mereka diketahui telah menetap di Bali dan tinggal di kawasan Sanur.
Salah seorang pengantar yang mendampingi keduanya mengatakan, sebelum mengikuti prosesi metatah, kedua warga negara Belanda tersebut telah menjalani Upacara Sudhi Wadani, yakni ritual pengesahan atau pernyataan kesungguhan seseorang yang sebelumnya beragama lain untuk memeluk agama Hindu secara tulus dan tanpa paksaan.
Setelah menjalani proses tersebut, keduanya kemudian mengikuti rangkaian Metatah Massal bersama masyarakat lainnya. Mereka tampak berbaur dengan para peserta dan mengikuti prosesi keagamaan dengan khidmat.
Keikutsertaan warga negara asing dalam Metatah Massal tersebut menjadi pemandangan yang relatif jarang ditemui, khususnya dalam pelaksanaan upacara Metatah secara massal. Kehadiran mereka sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi dan ritual keagamaan Hindu di Bali juga dapat menjadi bagian dari perjalanan spiritual seseorang yang memilih memeluk agama Hindu.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan metatah. Kehadiran Jaya Negara menjadi bagian dari bentuk kepedulian dan kebersamaan pemerintah bersama masyarakat dalam pelaksanaan upacara keagamaan. Anggota DPD RI Dapil Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, juga turut hadir dan ngayah sebagai sangging dalam kegiatan tersebut. Selain metatah yang diikuti 157 peserta, rangkaian kegiatan juga diisi dengan upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta serta Mewinten Saraswati dengan 35 peserta.
Jaya Negara mengatakan, keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan dengan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.
Menurutnya, pelaksanaan Metatah Massal memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Denpasar, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, adat dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.
Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Wali Kota Denpasar yang turut menjadi sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal.
Ia berharap keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara, mulai dari metatah, Menek Kelih hingga Mewinten Saraswati, dapat berlangsung dengan khidmat dan lancar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, agama dan budaya Bali.
Kehadiran dua warga negara Belanda yang mengikuti Metatah Massal bersama masyarakat menjadi salah satu sisi menarik dalam pelaksanaan upacara tersebut. Keduanya tampak mengikuti prosesi sebagai bagian dari kehidupan keagamaan mereka setelah menjalani Sudhi Wadani.(Jro)

FOLLOW THE BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram