-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Jumat, 09 Oktober 2026

Konsulat-Jenderal Australia di Bali Merayakan Hari Guru Sedunia 2026


Denpasar , Bali Kini -  Konsul-Jenderal Australia di Bali, Ibu Jo Stevens, mengadakan ramah tamah dengan guru-guru dari program Kemitraan Sekolah BRIDGE dalam rangka memperingati Hari Guru Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 5 Oktober.

Dalam sambutannya, Konsul-Jenderal Stevens 8/10/25 di Denpasar mengatakan ‘Kami mengadakan kegiatan ini karena kami menyadari peran luar biasa penting yang dijalankan oleh para guru, baik dalam  kehidupan murid-murid Anda maupun dalam hubungan Indonesia-Australia’.
‘Australia dan Indonesia merupakan mitra erat di bidang pendidikan pada setiap jenjang,  mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, dan program Kemitraan Sekolah BRIDGE telah menghubungkan siswa serta guru di kedua negara sejak tahun 2008, mendorong pemahaman budaya dan inovasi dalam pendidikan,’ tambah Konsul-Jenderal Stevens.

Dalam acara ini, para guru berbagi pengalaman mereka mengenai pertukaran pendidikan dengan Australia serta bagaimana pengalaman tersebut membentuk diri dan cara mereka 
mengajar. 

Mereka juga menikmati hidangan teh sore yang menyajikan perpaduan camilan 
khas Indonesia dan Australia, termasuk lamington dan sausage roll.

Program Kemitraan Sekolah BRIDGE (Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) bertujuan untuk membangun kapasitas, pemahaman lintas 
budaya, dan hubungan antarwarga di antara para guru, siswa, dan komunitas sekolah di Indonesia dan Australia. Program Kemitraan Sekolah BRIDGE didanai oleh Pemerintah 
Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia sertadilaksanakan oleh Asialink Education di University of Melbourne. 

Program ini dimulai di Indonesia pada tahun 2008 dan, per Juli 2026, telah melibatkan 263 kemitraan sekolah di seluruh Indonesia, termasuk 11 sekolah di Bali.

Peringatan Hari Guru Sedunia 2026 di Konsulat-Jenderal Australia di Bali ini juga dihadiri oleh sejumlah alumni Australia di sektor pendidikan yang belajar di Australia melalui program beasiswa Australia Awards. Program Australia Awards merupakan program beasiswa luar 
negeri yang paling lama berjalan di Indonesia, dengan lebih dari 200.000 alumni di seluruh 
Indonesia.(Rls/ Aus)

Peringati Tumpek Wayang, Bupati Satria Pimpin Aksi Bersih Sampah Plastik di Kawasan PKB Klungkung


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria memimpin langsung kegiatan Aksi Bersih Sampah Plastik di area Jembatan Merah Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Desa Tangkas, Klungkung, Jumat (9/10).
Aksi yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung ini digelar guna menindaklanjuti Surat Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nomor: B.24.000/4606/SEKRET/DKLH perihal Peringatan Hari Raya Tumpek Wayang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Penjabat (Pj.) Sekda Klungkung I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, jajaran Forkopimda Klungkung, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Klungkung.

Lokasi pembersihan dibagi menjadi dua wilayah kerja, yakni Kapling I di sisi timur dan Kapling II di sisi barat. Di bawah terik matahari, ratusan pegawai bahu-membahu menyisir serta mengumpulkan sampah plastik di sepanjang tepi aliran Sungai Unda dan kawasan jogging track Desa Tangkas.

Dalam arahannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya aksi kepedulian lingkungan tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi bersih sungai ini memiliki makna mendalam bagi keberlanjutan lingkungan.

"Kegiatan bersih sungai hari ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan investasi untuk kesehatan dan masa depan kita bersama. Seperti pesan yang sering kita gaungkan: kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang, melainkan meminjamnya dari anak cucu kita," ujar Bupati Satria.

Bupati Satria menekankan bahwa menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat, bukan semata-mata beban pemerintah atau petugas kebersihan.

"Melalui momen ini, mari kita bulatkan niat dan tekad mulai dari diri sendiri dan dari hal-hal kecil. Mulai sekarang, jadikan sungai di lingkungan kita bersih, jernih, dan memberi manfaat bagi semua. Terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi, semoga aksi ini menjadi inspirasi untuk gerakan positif yang lebih luas di masa depan," pungkasnya (*)

Gelar Audiensi Kolektif, Cara Bupati Jembrana Menyiasati Tumpukan Aspirasi Warga secara langsung


Jembrana, Bali Kini - Menghadapi padatnya agenda kedinasan tak menyurutkan langkah Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, untuk menyerap banyaknya aspirasi warganya yang masuk  . Menyiasati keterbatasan waktu, Bupati Kembang menerapkan cara kreatif dengan menggelar audiensi secara kolektif di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Kamis (8/10)

Lewat skema maraton ini, belasan kelompok masyarakat mulai dari tokoh adat, kelompok masyarakat hingga pelajar dapat diterima langsung dalam satu hari tanpa mengurangi ruang dialog yang disediakan .

Audiensi tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Dengan suasana yang santai, Bupati Kembang berdiskusi secara langsung dengan masing-masing kelompok untuk menggali berbagai persoalan, kebutuhan, serta masukan yang berkembang di tengah masyarakat.

" Saya berusaha sempatkan ketemu langsung sama warga. Dari obrolan santai seperti ini, saya jadi tahu apa yang benar-benar dibutuhkan di lapangan, mulai dari urusan sekolah, sampai kegiatan adat dan budaya kita,” ujar Bupati Kembang.

Dilain sisi Ia menyadari banyaknya permohonan audiensi yang masuk baik dari kelompok masyarakat maupun instansi . 
Sehingga melalui dialog kolektif dapat memangkas waktu permohonan sekaligus secara langsung memberikan gambaran lebih nyata mengenai berbagai kebutuhan masyarakat 

Bupati Kembang juga berharap , audiensi maraton ini,  setiap masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun dan menyempurnakan program pembangunan. Dengan begitu, kebijakan yang dijalankan bisa semakin tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan

" Berbagai masukan dari warga dalam audiensi ini akan kami jadikan bahan untuk menyempurnakan kebijakan daeah. Harapan kita, pembangunan di Jembrana ke depan betul-betul tepat sasaran dan terasa manfaatnya langsung oleh masyarakat,” pungkasnya ( * )

Kamis, 08 Oktober 2026

Forum PUSPA Bangli Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SMPN 1 Bangli


BANGLI , BALI KINI - Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Bangli terus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan bullying atau perundungan di SMP Negeri 1 Bangli, Kamis (8/10/26).

Kegiatan mengusung tema Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman untuk Pendidikan Bermutu untuk Semua dan diikuti puluhan siswa. Sosialisasi dikemas secara interaktif dengan memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya membangun pertemanan yang sehat dan saling menghargai.

Kepala SMPN 1 Bangli, I Wayan Agus Adi Wiguna, mengapresiasi kegiatan yang digelar Forum PUSPA Bangli. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan.

“Kehadiran Ibu Ketua PUSPA beserta rombongan menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari bullying,” ujarnya.

Ketua Forum PUSPA Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, mengajak para siswa menjadikan sekolah sebagai tempat belajar dan berinteraksi yang menyenangkan tanpa kekerasan.

Ia menekankan bahwa perbedaan karakter, latar belakang maupun kemampuan tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan atau menyakiti orang lain. Menurutnya, pencegahan bullying membutuhkan kepedulian bersama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan pertemanan.

“Forum PUSPA Bangli berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Bangli, I Wayan Jimat, hadir sebagai narasumber. Ia memberikan pemahaman kepada siswa mengenai cara mengenali bullying, dampaknya terhadap korban, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan melaporkan tindakan perundungan.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para siswa. Melalui sosialisasi ini, Forum PUSPA Bangli berharap budaya saling menghormati, peduli, dan berani mencegah perundungan dapat semakin tumbuh di lingkungan sekolah.

Dengan terciptanya sekolah yang aman dan nyaman, anak-anak diharapkan dapat belajar, bersosialisasi, dan mengembangkan potensi diri secara optimal tanpa rasa takut maupun tekanan.(*)

Bus dan Truk Nantinya Dibatasi Masuk Heritage Gajah Mada DENPASAR


Denpasar , Bali Kini  - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kemacetan di kawasan pusat kota, khususnya kawasan Heritage Gajah Mada. Salah satu opsi yang akan dikaji adalah membatasi kendaraan besar, seperti bus dan truk, agar tidak masuk ke jalur inti kawasan tersebut, Kamis (8/10). 

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, rekayasa lalu lintas menjadi salah satu solusi jangka pendek yang akan diperkuat untuk mengatasi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan Kota Denpasar.
Menurutnya, Pemkot Denpasar bersama Dinas Perhubungan akan kembali mengevaluasi titik-titik yang dinilai membutuhkan rekayasa arus lalu lintas.

“Rekayasa lalu lintas sudah kita lakukan, tetapi masih perlu kita tingkatkan. Ini salah satu solusi jangka pendek kami untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Denpasar,” ujar Arya Wibawa.

Khusus kawasan Gajah Mada, Pemkot Denpasar akan menggelar rapat lintas instansi pada Senin mendatang. Rapat tersebut akan melibatkan Perumda Parkir, Perumda Pasar, serta Dinas Perhubungan.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga menyangkut penataan kawasan Heritage Gajah Mada sebagai salah satu kawasan ekonomi kreatif di Kota Denpasar.

Arya Wibawa menegaskan, penataan kawasan heritage harus tetap mempertahankan nilai-nilai budaya, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Karena itu, pengaturan sirkulasi kendaraan menjadi salah satu aspek penting yang akan dibahas dalam rapat tersebut.

Ia menilai keberadaan kendaraan besar, terutama bus dan truk, yang masih dapat melintas di kawasan Gajah Mada berpotensi memperparah kepadatan lalu lintas. Oleh karena itu, pembatasan kendaraan besar menjadi salah satu opsi yang akan dipertimbangkan. “Apakah nanti dalam rapat akan kita kaji mobil-mobil besar mungkin kita batasi untuk tidak bisa masuk ke kawasan heritage itu,” katanya.

Arya Wibawa mencontohkan penerapan pembatasan kendaraan besar di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Menurutnya, pola tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam penataan kawasan Heritage Gajah Mada. "Seperti kita meniru Malioboro, bagus itu, bus-bus tidak bisa masuk ke jalur inti Malioboro,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi Gajah Mada saat ini perlu mendapat perhatian karena kendaraan besar, termasuk truk dan bus, masih dapat memasuki kawasan tersebut. Selain berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas, keberadaan kendaraan besar juga dinilai kurang sejalan dengan konsep kawasan heritage yang tengah diarahkan menjadi ruang ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Sekarang kondisi kita di Denpasar, Gajah Mada kalau tidak salah truk masuk, kemudian bus-bus besar juga bisa masuk ke sana. Itu juga akan membawa kemacetan,” tegasnya.

Dikaji untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif, selain rekayasa lalu lintas, Pemkot Denpasar juga menyiapkan kajian menyeluruh terkait pengembangan kawasan Heritage Gajah Mada. Dinas Pariwisata akan membentuk tim pengkaji yang melibatkan akademisi, seniman, serta sejumlah unsur terkait. 

Kajian tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada penataan fisik kawasan, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pemkot Denpasar ingin agar setelah penataan kawasan dilakukan, aktivitas ekonomi masyarakat dapat ikut berkembang tanpa menghilangkan karakter budaya yang menjadi identitas kawasan Gajah Mada.

“Dari sisi ekonomi bisa kita tingkatkan, dari sisi budaya juga bisa kita pertahankan ke-heritage-annya, kemudian dampak ke pariwisatanya juga bisa ditingkatkan,” kata Arya Wibawa.

Dengan demikian, penataan kawasan Heritage Gajah Mada nantinya tidak sekadar mempercantik wajah kawasan. Pemkot Denpasar juga ingin memastikan penataan tersebut berjalan beriringan dengan pengaturan lalu lintas serta pembentukan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terarah.

Pembatasan kendaraan besar menjadi salah satu opsi yang akan dikaji lebih lanjut dalam rapat lintas instansi. Keputusan mengenai penerapan pembatasan tersebut akan menunggu hasil evaluasi dan pembahasan bersama instansi terkait (jro)

Pemkab Klungkung Serahkan Bantuan Sosial Korban Bencana, Bupati Satria Imbau Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau Panjang


Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi masyarakat yang tertimpa musibah. Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Pj. Sekda Gusti Agung Putra Mahajaya, serta Kalak BPBD Klungkung Putu Widiada, menyerahkan secara simbolis bantuan sosial tak terduga kepada para korban bencana/musibah Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Kamis (8/10).

Dalam laporan yang disampaikan oleh Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada, tercatat sebanyak 30 proposal permohonan bantuan telah masuk dan disetujui, dengan total anggaran yang disalurkan mencapai Rp353 juta.

Bupati I Made Satria menegaskan bahwa penyaluran dana bantuan sosial ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat dengan tujuannya adalah untuk meringankan beban ekonomi warga yang terdampak langsung oleh musibah atau bencana alam.

"Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat kita yang sedang mengalami kesulitan akibat musibah yang tidak terduga," ujar Bupati Satria.

Selain menyerahkan bantuan, Bupati Satria memberikan imbauan penting kepada seluruh warga Klungkung. Mengingat saat ini tengah berada di tengah musim kemarau panjang, potensi terjadinya kebakaran meningkat secara signifikan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, saling mengawasi lingkungan sekitar, dan bersama-sama menjaga keamanan wilayah dari ancaman bencana di musim kemarau ini,” ujar Bupati Satria (*)

Genjot Pendapatan Daerah, Bupati Satria Ajak OPD Tinggalkan Ego Sektoral dan Perkuat Kolaborasi


KLUNGKUNG,BALI KINI - Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, PJ Sekda Gusti Agung Putra Mahajaya 
menghadiri Rapat Evaluasi Capaian Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Triwulan III Tahun 2026 di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, pada Kamis (8/10).

Dalam arahannya, Bupati I Made Satria menekankan pentingnya langkah konkret bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil untuk menggenjot target pendapatan secara lebih terukur. Evaluasi ini difokuskan untuk memberikan motivasi sekaligus membenahi strategi pendapatan PAD agar tercapai secara optimal hingga akhir tahun anggaran. 

Bupati Satria meminta target PAD disesuaikan kembali agar selaras dengan potensi riil di lapangan secara lebih logis dan terukur. Dirinya juga meminta mengoptimalkan kinerja melalui kolaborasi erat dan sinergi antar-OPD sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri.
 
“Hilangkan ego masing-masing instansi demi tercapainya kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Klungkung secara luas serta mendorong seluruh jajaran birokrasi untuk berani mencoba berbagai inovasi baru dalam menggali potensi sumber-sumber 
pendapatan daerah yang belum tersentuh,” tegas Bupati Satria.

Melalui evaluasi hari ini, jajaran Pemkab Klungkung optimistis semangat kerja OPD penghasil dapat terus ditingkatkan guna mengamankan target PAD Triwulan III dan mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang semakin mandiri (*)

700 Peserta Hadiri Mahasabha XIII PHDI, Konsolidasi Organisasi hingga Estafet Kepemimpinan


Laporan Reporter: Arsini Devy

JAKARTA, BALI KINI— Sekitar 700 peserta menghadiri Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) yang digelar di Jakarta, Kamis (8/10/2026). 

Ketua Panitia Mahasabha XIII, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han) menjelaskan Peserta berasal dari berbagai unsur organisasi dan kelembagaan Hindu, mulai dari Pengurus PHDI Pusat, utusan PHDI Provinsi dan Kabupaten/Kota, pimpinan organisasi Hindu tingkat nasional, hingga perwakilan yayasan, lembaga, dan komite Hindu tingkat nasional

“keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa Mahasabha XIII menjadi forum konsolidasi yang melibatkan berbagai elemen dalam organisasi dan kehidupan keumatan Hindu di Indonesia,” jelasnya

Nyoman Cantiasa juga mengatakan Mahasabha merupakan forum penting dalam menentukan arah organisasi PHDI, termasuk pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hingga proses pergantian estafet kepemimpinan. “Mahasabha ini sebagai forum untuk menyusun anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi hingga pergantian estafet kepemimpinan di sini,” ujar I Nyoman Cantiasa.

Dalam laporannya I Nyoman Cantiasa juga menjelaskan bahwa panitia bersama pengurus PHDI telah melaksanakan rangkaian kegiatan Pra-Mahasabha dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) di berbagai daerah.

“Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan di antaranya Pra Mahasabha dalam bentuk FGD, di mana kami belanja masalah di berbagai daerah. Forum ini menyerap aspirasi umat terkait transformasi kelembagaan, pelayanan, tata kelola aset, kesehatan, hingga peran anak muda,” terangnya.

I Nyoman Cantiasa juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Mahasabha XIII dapat terlaksana melalui kerja bersama berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong seluruh pihak yang terlibat.

Turut dihadiri sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional, di antaranya: Ketua MPR RI, Ahmad Muzani; Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar; Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa; Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI (BKKBN), Ratu Ayu Isyana Bagoes Ok, Anggota DPR/DPD RI Perwakilan Bali, Pimpinana TNI/PolriPolri, Perwakilan Kejaksaan Agung, Tokoh Lintas Agama, Pimpinan Ormas Keagamaan, Pimpinan Perguruan Tinggi Hindu dan Perwakilan PHDI Provinsi dan Kabupaten Kota.(Dv)

Mahasabha XIII PHDI Dorong Penguatan Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Raya

Laporan Reporter: Asrini Devy 

JAKARTA, BALI KINI -  Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) dengan mengusung tema “Penguatan PHDI Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Raya” resmi digelar di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Ketua Panitia Mahasabha XIII, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. (Han), dalam laporan panitia menyampaikan berbagai perkembangan persiapan hingga pelaksanaan Mahasabha XIII. “Seluruh rangkaian persiapan sebelumnya telah dilakukan melalui berbagai kegiatan Pra-Mahasabha, termasuk forum diskusi dan penyerapan aspirasi dari berbagai daerah” terangnya.

Sebagai informasi Mahasabha XIII PHDI akan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Jakarta 

Ketua Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dalam sambutannya menegaskan bahwa focus PHDI dalam pembangunan manusia Indonesia tidak hanya berorientasi pada aspek jasmani, tetapi juga harus dibangun melalui kekuatan rohani yang berlandaskan Sradha dan Bhakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa. 

“PHDI ingin membangun manusia Indonesia seutuhnya, manusia rohani dalam Hindu Sradha Bhakti kehadapan Sang Hyang Widhi Wasa, manusia jasmani, kemudian dalam implementasinya kita ingin membangun SDM Indonesia yang unggul,” ujar Wisnu.

Sejalan dengan pandangan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, H. Ahmad Muzani yang dalam sambutannya menjelaskan kekuatan umat tidak hanya tercermin dari kehidupan keagamaan, tetapi juga dari kemampuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu, keyakinan agama perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata, termasuk melalui kemandirian dan produktivitas umat.

“Karena itu keyakinan kita terhadap agama harus memberikan kontribusi nyata pada negeri ini. Keyakinan terhadap agama tidak bertentangan sama sekali dengan tujuan bernegara, justru semakin memperkuat posisi kita dalam bernegara,” katanya.

Sebagai penutup Muzani memberikan selamat ats pelaksanaan Mahasabha XIII PHDI “mudah-mudahan Mahasabha XIII ini membawa kebaikan pada agama dan bangs akita,” tutupnya 

Turut hadir sejumlah pejabat negara dan tokoh nasional, di antaranya: Ketua MPR RI, Ahmad Muzani; Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar; Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa; Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI (BKKBN), Ratu Ayu Isyana Bagoes Ok, Anggota DPR/DPD RI Perwakilan Bali, Pimpinana TNI/PolriPolri, Perwakilan Kejaksaan Agung, Tokoh Lintas Agama, Pimpinan Ormas Keagamaan, Pimpinan Perguruan Tinggi Hindu dan Perwakilan PHDI Provinsi dan Kabupaten Kota.

Pembukaan Mahasabha XIII PHDI diakhiri dengan penyerahan cendramata kepada Ketua MPR RI, Menteri Agama RI, dan Para Ketua Majelis Lintas Umat.(Dv)

Pemkab Tabanan Tekankan Pengelolaan Anggaran yang Efektif dan Akuntabel

Tabanan , Bali Kini  – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, efektif, efisien, dan akuntabel kembali ditegaskan melalui Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tabanan. Mewakili Bupati Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., menyampaikan Pidato Pengantar Bupati Tabanan dalam rangka penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tabanan Tahun Anggaran 2027, yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Rabu (7/10). 

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, S.Sos., serta diikuti oleh jajaran Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, unsur Forkopimda Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, pimpinan instansi vertikal, serta undangan terkait lainnya.

Melalui sambutan Bupati Tabanan yang disampaikan Wabup Dirga, ditegaskan bahwa penyampaian Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2027 merupakan bagian dari kewajiban konstitusional sekaligus wujud komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, efektif, efisien, dan akuntabel. “Ranperda tentang APBD ini disusun dengan berpedoman pada KUA dan PPAS yang telah disepakati bersama, dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah, prioritas pembangunan, serta kebutuhan masyarakat Kabupaten Tabanan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pendapatan daerah Kabupaten Tabanan Tahun Anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp2.150 triliun lebih, yang terdiri dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp951.106 miliar lebih dan pendapatan transfer sebesar Rp1.199 triliun lebih. Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp2.132 triliun lebih, dengan perincian belanja operasi sebesar Rp1.745 triliun lebih, belanja modal sebesar Rp133,627 miliar lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp10,808 miliar lebih, serta belanja transfer sebesar Rp242,157 miliar lebih. 

Menurutnya juga, APBD tidak hanya menjadi dokumen perencanaan keuangan, tetapi merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan dan pelayanan publik yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap rupiah anggaran harus dikelola secara cermat, tepat sasaran, efektif, efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan. “Untuk itu, kami sangat mengharapkan pandangan, masukan, saran dan koreksi konstruktif dari seluruh anggota dewan yang terhormat, sehingga Ranperda tentang APBD Tahun Anggaran 2027 dapat menjadi dokumen anggaran yang semakin berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” imbuh Dirga.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan DPRD, pembahasan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2027 diharapkan dapat semakin memperkuat pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung keberlanjutan pembangunan daerah. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru, sekaligus mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved