-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 24 Agustus 2026

Tiga Buruh Asal Sumba Keroyok Warga di Manggis, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Tiga Buruh Asal Sumba Keroyok Warga di Manggis, Polisi Tangkap Tiga Pelaku

Karangasem, Bali Kini - Aksi pengeroyokan terjadi di depan Warung Widia, sebelah barat SPBE Pangitebel, Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 19.30 Wita.

Seorang warga setempat, I Made Agus Putra Jaya (25), menjadi korban dalam kejadian tersebut. Korban diduga dikeroyok oleh tiga orang buruh yang merupakan pendatang asal Sumba.

Kapolsek Manggis, Kompol I Made Suadnyana, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, kasus pengeroyokan kini tengah ditangani dan masih dalam proses penyelidikan.

“Benar, sudah terjadi pengeroyokan dan tiga orang pelaku sudah kami amankan. Saat ini masih proses pendalaman,” ujar  Kompol I Made Suadnyana ketika di konfirmasi pada Senin (24/8/2026).

Peristiwa bermula saat korban bersama istrinya hendak membeli minuman di sebuah warung. Saat tiba di depan warung milik I Made Kari, korban menunggu istrinya.

Tak lama kemudian, datang dua orang yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor sambil menggeber suara knalpot. Korban kemudian menghampiri dan menanyakan maksud tindakan tersebut.

Namun, pertanyaan korban justru berujung cekcok. Dua orang tersebut diduga melontarkan kata-kata kasar sebelum kemudian menyerang korban.

Korban dipukul hingga terjatuh. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka dan pembengkakan pada bagian bibir atas.

Usai melakukan pengeroyokan, para pelaku langsung melarikan diri. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Manggis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Polisi bergerak melakukan penyelidikan dan sekitar pukul 21.00 Wita, tiga orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan berhasil diamankan di wilayah Dusun Yeh Malet, Desa Antiga Kelod.

Ketiga pelaku masing-masing berinisial U (30), E (22), dan E (28). Ketiganya diketahui bekerja sebagai buruh dan berasal dari Sumba Tengah.

“Ketiga pelaku sudah diamankan di Polsek Manggis. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku maupun saksi-saksi untuk mendalami kasus ini,” kata Kapolsek.

Polisi juga masih mendalami penyebab awal terjadinya cekcok yang kemudian berujung pada pengeroyokan tersebut. Kasus ini selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. ( ami)

Pamit Kenal Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan, Sinergi dan Pembinaan Warga Binaan Terus Diperkuat


Tabanan , Bali Kini – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., mewakili Bupati Tabanan menghadiri acara Pamit Kenal Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tabanan, bertempat di Aula Candra Prabawa Lapas Kelas IIB Tabanan, Jumat (21/8). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tabanan, Ketua Pengadilan Agama, serta undangan terkait lainnya. Dalam acara tersebut, Basuki Raharjo diperkenalkan sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan yang baru, menggantikan pejabat sebelumnya, Prawira Hadiwidjojo.

Dalam sambutan Bupati Tabanan yang dibacakan oleh Wabup Dirga, atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan dan secara pribadi, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghormatan setinggi-tingginya kepada Prawira Hadiwidjojo atas dedikasi, pengabdian dan kerjasama yang telah diberikan selama menjalankan tugas di Kabupaten Tabanan. “Kami menyadari tugas di lembaga pemasyarakatan bukanlah tugas yang ringan, membutuhkan integritas, kesabaran serta komitmen yang kuat untuk memastikan proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan aman dan tertib,” ujarnya.

Kepada Basuki Raharjo, atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bupati menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Tabanan. “Kami menyambut baik kehadiran Bapak sebagai bagian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan. Melalui kesempatan yang baik ini kami berharap koordinasi dan sinergi yang selama ini telah terbangun antar Pemerintah Daerah dengan Lembaga Pemasyarakatan terus berlanjut, bahkan dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya sinergi, kebersamaan, dan kesinambungan kepemimpinan dalam mewujudkan Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Tabanan yang profesional, berintegritas, humanis, serta berorientasi pada pelayanan dan pembinaan yang semakin baik. “Pemerintah Kabupaten Tabanan tentunya siap mendukung berbagai program positif yang dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, baik pengembangan keterampilan, pembinaan kepribadian, serta kegiatan produktif lainnya yang dapat dijadikan bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Pihaknya berharap sinergi antara Pemerintah Daerah, aparat penegak hukum, Lembaga Pemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus dijaga dan diperkuat. Dengan dedikasi, koordinasi yang baik, serta semangat nyata untuk masyarakat, berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan diharapkan dapat dihadapi bersama demi terwujudnya pembinaan yang semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat (*)

Bupati Sanjaya Lantik 61 Pejabat di Tabanan, Tegaskan Jabatan adalah Amanah untuk Wujudkan Kinerja Nyata

Tabanan , Bali Kini   Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali melakukan penguatan organisasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Prosesi yang berlangsung secara hybrid (daring dan luring) tersebut dipimpin langsung Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di Tabanan Command Center (TCC), Kamis (13/8).

 

Sebanyak 3 pejabat pimpinan tinggi pratama, 21 pejabat administrator, dan 37 pejabat pengawas dilantik pada kesempatan tersebut. Kegiatan turut dihadiri Jero Mangku Utawi Rohaniawan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara Denpasar, Kepala Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Bali, Sekda Tabanan, para Asisten Setda, kepala perangkat daerah dan kepala bagian di lingkungan Pemkab Tabanan, serta para Camat se-Kabupaten Tabanan.

 

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan bagian dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan sekaligus proses pembinaan karier aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ia meminta seluruh pejabat memahami bahwa setiap penempatan memiliki tujuan dan kebutuhan organisasi yang harus dijawab melalui kinerja.

 

Saya ingin menegaskan bahwa mutasi, rotasi, maupun pengisian jabatan dalam birokrasi merupakan sesuatu yang biasa dan merupakan bagian dari kewenangan manajemen pemerintahan, sepanjang dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, kebutuhan organisasi, kompetensi, serta prinsip-prinsip sistem merit yang berbasiskan talenta,ujar Sanjaya.

 

Menurutnya, mutasi maupun rotasi tidak semestinya dimaknai sebatas perpindahan tempat atau jabatan, terlebih hanya sebagai urusan administratif. Jangan pernah memaknai mutasi semata-mata sebagai perpindahan tempat atau perpindahan jabatan, apalagi sekadar urusan administratif belaka. Ingatlah bahwa di balik setiap penempatan terdapat kebutuhan organisasi. Di balik setiap jabatan terdapat tanggung jawab dan di balik setiap amanah terdapat harapan masyarakat Tabanan yang harus kita jawab dengan kinerja,tegasnya.

 

Sanjaya menjelaskan, pelantikan tersebut memiliki beberapa latar belakang penting. Pertama, pengisian tiga jabatan pimpinan tinggi pratama merupakan hasil proses seleksi terbuka untuk jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kebudayaan, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan jabatan strategis diisi pejabat yang memiliki kompetensi, kapasitas, pengalaman, serta kemampuan kepemimpinan sesuai tuntutan organisasi.

 

Kedua, pelantikan dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian jabatan administrator dan pengawas sesuai kebutuhan organisasi. Ketiga, terdapat pengisian Kepala Subbagian pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan sebagai bagian dari amanat struktur organisasi dan tata kerja perangkat daerah. Artinya, pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, ini adalah bagian dari proses menata organisasi agar lebih efektif, lebih responsif dan lebih mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Tabanan,ungkap Sanjaya.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya juga menyampaikan apresiasi kepada panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah melaksanakan proses seleksi secara profesional dan bertanggung jawab. Apresiasi turut diberikan kepada Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Bali atas pengawasan terhadap proses seleksi serta Badan Kepegawaian Negara atas dukungan pembinaan dan fasilitasi dalam penyelenggaraan manajemen ASN di lingkungan Pemkab Tabanan.

 

Menutup arahannya, Sanjaya berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik agar menjadikan disiplin sebagai budaya kerja, serta senantiasa bekerja keras, bekerja cerdas dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan. Ia menegaskan bahwa setiap jabatan dan kinerja pejabat akan terus menjadi bagian dari evaluasi organisasi.

 

Jabatan bukan hak yang melekat selamanya. Jabatan adalah amanah yang harus dijaga melalui kinerja, kompetensi, disiplin, integritas dan tanggung jawab. Maka tunjukkan melalui kerja nyata bahwa kepercayaan yang diberikan kepada saudara memang layak, selamat bekerja, segera lakukan konsolidasi internal, susun langkah strategis, pastikan program dan kegiatan berjalan tepat waktu, tepat sasaran dan tepat manfaat sebagai fondasi kuat menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),pungkas Sanjaya (*)

Bupati Sanjaya Apresiasi Peken Jasindo 2026, Dorong UMKM Tabanan Semakin Berdaya

Tabanan , Bali Kini – Komitmen memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Hal tersebut terlihat saat Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir sekaligus memberikan apresiasi langsung terhadap pelaksanaan Peken Jasindo Tahun 2026 di Taman Bung Karno – Garuda Wisnu Singasana, Tabanan, Sabtu (22/8). Mengusung tema “Peken Jasindo Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, kegiatan ini menjadi ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda beserta para asisten dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta jajaran direksi Asuransi Jasindo. Peken Jasindo menghadirkan puluhan bazar UMKM, program CSR, talkshow, workshop, Difabel Berkarya, pelayanan publik, seni dan hiburan musisi lokal maupun nasional hingga doorprize. Turut diserahkan Bantuan 6 Pilar Program TJSL Jasindo, meliputi pemberdayaan dan peningkatan SDM, sarana literasi, beasiswa dan tongkat tuna netra bagi difabel, promosi Desa Wisata Nyambu, perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi pelaku UMKM dengan total nilai pertanggungan Rp800 juta, serta 40 unit tenda bazar bagi pelaku UMKM.

 

Saat membuka kegiatan, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jasindo karena memilih Tabanan sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Ia menilai Peken Jasindo bukan sekadar event, melainkan ruang strategis untuk mempertemukan berbagai potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh jajaran PT Jasindo, dan saya sampaikan apresiasi yang setingginya karena Jasindo memilih Tabanan bukan hanya sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan tetapi sebagai ruang mempertemukan ekonomi rakyat, budaya, pariwisata, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya.

 

Orang nomor satu di Tabanan itu juga menilai pemilihan Tabanan sangat tepat mengingat daerah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM sekaligus didukung karakter sebagai daerah agraris. “Terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Tabanan, kita patut berbangga. Jadi di Bali, Tabanan yang dipilih. Karena Kabupaten Tabanan merupakan tumbuh kembangnya UMKM, ada 900 UMKM hampir 1000, tepat sekali karena Tabanan merupakan daerah agraris, bahan baku untuk semua sumber UMKM ada di Tabanan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, Peken Jasindo Tabanan 2026 membawa pesan penting bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang dan UMKM harus menjadi bagian aktif dalam pembangunan. Pertumbuhan ekonomi juga harus berjalan seiring dengan keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan. “Saya melihat Peken Jasindo Tabanan bukan hanya sekadar sebuah event melainkan sebuah pesan bahwa ekonomi rakyat harus diberikan ruang, pesan bahwa UMKM tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan dan pesan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama dengan berkelanjutannya lingkungan dan kebudayaan,” tegasnya.

 

Bupati Sanjaya juga mengapresiasi konsep kegiatan yang dinilai holistik karena mencakup ekonomi, pendidikan, edukasi lingkungan, budaya bersih dan sehat, pengembangan SDM melalui digitalisasi, pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan. “Peken Jasindo Tabanan 2026 ini telah dirancang dengan pendekatan yang sangat baik dan menarik, yaitu ekonomi melalui UMKM, ada pendidikan, dengan kehadiran anak-anak tadi, juga ada edukasi dan lingkungannya tentang budaya bersih dan sehat dan pengembangan SDM dengan digitalisasi dan pelayanan publik, serta perlindungan keselamatan dan kesehatan, ini semua holistik menyangkut semua kegiatan,” sebutnya.

 

Ia menegaskan kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal hubungan yang lebih panjang antara Jasindo, Pemkab Tabanan, UMKM, komunitas dan masyarakat. “Ekonomi tidak boleh hanya mengejar angka saja, ekonomi harus menghadirkan manfaat. Untuk itulah saya sangat apresiasi gagasan Peken Jasindo yang memberikan ruang promosi dan transaksi bagi UMKM melalui booth, voucher, talkshow, workshop serta berbagai aktivitas kebudayaan,” jelasnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga menyampaikan ungkapan turut berbela sungkawa dan keprihatinan atas musibah yang terjadi di NTT.

 

Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Jasindo, Andy Samuel, mengatakan Peken Jasindo merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. “Sebagai korporasi kami tidak hanya menargetkan profitabilitas tetapi kami juga ingin memberikan sesuatu kembali pada masyarakat sehingga acara ini bisa terlaksana hari ini,” ujarnya. Ia berharap kegiatan ini mampu menggerakkan UMKM Tabanan melalui bazar, business matching, networking, talkshow dan workshop sehingga semakin berkembang dan naik kelas.

 

Andy Samuel juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tabanan atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain mendorong UMKM, Jasindo turut menghadirkan Gerakan Tabanan Peduli NTT sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat di Flores serta menerapkan konsep zero waste event sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. “Terima kasih kepada Bapak Bupati beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan, sehingga acara ini bisa berlangsung dengan baik dan semoga masyarakat Tabanan bisa menikmati acara yang diselenggarakan malam ini,” pungkasnya.(*)

Bupati Sanjaya Buka Touring TOMBAK, Dorong Komunitas Motor Jadikan Tabanan Titik Kumpul


Tabanan , Bali Kini – Semangat kebersamaan komunitas otomotif se-Bali mewarnai Kabupaten Tabanan melalui Touring Motor TOMBAK (Touring Motor Batur Agung Kerambitan) yang berkolaborasi dengan Bali Willys Club, Minggu (23/8). Bertempat di Puri Gede Kerambitan, kegiatan yang diikuti 170 peserta tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., sekaligus menjadi momentum silaturahmi komunitas otomotif sekaligus penggalangan dana untuk mendukung Ngenteg Linggih ring Kahyangan Batur.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ida Anglurah Puri Agung Kerambitan, Semeton Puri Agung Kerambitan, Asisten Setda Kabupaten Tabanan, pimpinan perangkat daerah terkait, serta para peserta touring. Adapun rute touring dimulai dari Puri Gede Kerambitan menuju Tambawaras, Belimbing, Selemadeg, kemudian kembali dan finish di Puri Gede Kerambitan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan komunitas otomotif sekaligus wadah kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi terhadap terselenggaranya kegiatan touring yang tidak hanya menjadi ruang berkumpul bagi komunitas otomotif, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. “Menyangkut touring ini agar bisa dilaksanakan terus lebih baik, lebih bagus dan lebih meriah lagi ke depannya. Pertama tiang hadir hari ini juga dalam rangka menyambut Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia, jadi titiang support kegiatan ini, apalagi ada juga penggalian dana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan membuka pintu seluas-luasnya bagi seluruh komunitas yang ada di Bali untuk menjadikan Tabanan sebagai titik kumpul berbagai kegiatan. Menurutnya, berkumpul dalam satu semangat dan satu tujuan dapat mempererat persaudaraan tanpa memandang latar belakang. “Kalau titik kumpul di sinilah kita berkumpul dalam satu gerakan, satu dasar, satu silaturahmi, satu semangat. Kita berkumpul dari manapun, karena kalau sudah berkumpul kita tidak mengenal lagi perbedaan suku, ras, agama, tidak lagi melihat jabatan, kita kumpul bareng-bareng, satu dasar bagaimana sebagai masyarakat Tabanan,” imbuhnya.

Bupati Sanjaya juga menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut, yang menurutnya tidak hanya menjadi sarana menyalurkan hobi otomotif, tetapi secara tidak langsung turut mempromosikan potensi Kabupaten Tabanan. “Kalau tidak pernah kita perkenalkan melalui kegiatan touring, festival atau apapun, orang tidak akan pernah tahu Tabanan ini. Sekarang saatnya mari kita sebagai masyarakat Tabanan jengah. Mari kita tunjukkan, jele melah gumi gelah, jele melah nyame gelah. Mari bangga sebagai orang Tabanan,” tegasnya.

Menurut Bupati Sanjaya, Tabanan memiliki potensi yang luar biasa dan perlu terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas serta seluruh elemen masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk selalu mendampingi, mengayomi, dan mendukung berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan masyarakat. Berbagai event yang menjadikan Tabanan sebagai titik kumpul juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya dengan menggerakkan UMKM dan sektor usaha masyarakat. Dengan semakin banyaknya kegiatan komunitas yang dilaksanakan di Tabanan, diharapkan potensi daerah semakin dikenal luas sekaligus mampu mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Minggu, 23 Agustus 2026

Jadi Joki Mekepung, Kembang- Ipat Jajal Keseruan Festival Mekepung 2026


Jembrana , Bali Kini  - Suasana Festival Mekepung Jembrana semakin bergemuruh saat Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dan Wabup, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) turut langsung menjajal keseruan menjadi "Joki Mekepung". 


Sorak-sorai penonton pecah ketika pasangan kerbau yang di "Jokinin" oleh Bupati Kembang dan Wabup Ipat melaju kencang di lintasan, berpacu menuju garis akhir di Sirkuit All In One, Desa Pengambengan, Minggu (23/8/2026). 


Tradisi khas Jembrana yang selama ini menjadi salah satu ikon budaya itu pun semakin semarak dengan kehadiran orang nomor satu dan dua di Kabupaten Jembrana tersebut.


Festival Mekepung menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT Kota Negara ke-131. Gelaran ini sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menikmati tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Bupati Kembang mengatakan, mekepung bukan sekadar perlombaan adu cepat di lintasan. Di baliknya terdapat nilai budaya, kebersamaan, sportivitas hingga semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jembrana.


“Ini tradisi kita. Mekepung bukan hanya soal siapa yang paling cepat, tetapi bagaimana kita menjaga budaya dan menumbuhkan kembali, sehingga peminatnya makin hari makin bertambah di Jembrana,” ujar Kembang.


Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memberikan ruang bagi berbagai komunitas dan kegiatan masyarakat untuk berkembang. Termasuk kegiatan yang mampu menggerakkan partisipasi anak muda sekaligus memperkenalkan potensi budaya Jembrana kepada masyarakat luas.


Sementara itu, Koordinator Seka Mekepung Jembrana, I Made Mara menyampaikan jumlah peserta yang turut ambil bagian Festival Makepung Jembrana 2026 ini sebanyak 268 pasang kerbau yang terbagi dalam 2 regu, yakni regu barat sebanyak 144 pasang kerbau dan 124 regu timur.


Made Mara menambahkan  selain menjadi hiburan bagi masyarakat, festival tersebut juga menjadi ajang memperkuat eksistensi mekepung sebagai salah satu identitas budaya Jembrana.

"Kami sebagai komunitas pecinta mekepung berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi tontonan masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus memperkenalkan Jembrana lebih luas.

“Harapannya mekepung tetap hidup, semakin dikenal dan bisa menjadi bagian dari potensi pariwisata Jembrana,” pungkasnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Forkopimda Jembrana, Kepala OPD terkait serta ratusan masyarakat penggemar mekepung se-Jembrana ( *)

Sabtu, 22 Agustus 2026

Wawali Arya Wibawa Perkuat Tata Kelola Perusahaandan Digitalisasi

Ket. Foto: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa saat menghadiri evaluasi Tata Kelola Perusahaandan Digitalisasi di Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, Jumat (21/8).

Denpasar, Bali KiniPemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah terus berkomitmen memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar semakin sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui akselerasi penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta adopsi best practice tata kelola BUMD modern pada tiga Perusahaan Umum Daerah (Perumda) di Kota Denpasar, yang kali ini dilaksanakan di Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (PD Parkir), Jumat (21/8). Di hari yang sama, juga dilaksanakan di Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar.

Evaluasi ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, IB. Alit Adhi Merta disambut Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, I Nyoman Putrawan.

Dalam arahannya, Wawali Arya Wibawa mengatakan, tiga entitas BUMD yang menjadi fokus utama penguatan ini adalah Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (Layanan Parkir), dan Perumda Pasar Sewakadarma. 

Transformasi ini dirancang agar BUMD mampu menyelaraskan peran ganda sebagai penyedia pelayanan publik yang berkualitas sekaligus penggerak perekonomian daerah yang berkontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penerapan GCG dinilai sangat penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik. Pemkot Denpasar menekankan kejelasan peran dan hubungan kerja pada tiga organ utama BUMD guna meminimalkan potensi konflik kepentingan yakni Pemilik Modal (KPM) yang Diwakili oleh Walikota Denpasar yang berwenang menetapkan arah kebijakan, target kinerja, serta pengawasan strategis.

Kemudian Dewan Pengawas yang bertugas melakukan pengawasan independen serta memberikan nasihat kepada Direksi, dan Direksi yang bertugas mengurus operasional BUMD secara profesional untuk kepentingan perusahan dan pelayanan masyarakat.

Penerapan GCG di Kota Denpasar berlandaskan enam prinsip utama: Partisipasi, Akuntabilitas, Transparansi, Kemandirian, Kewajaran (Fairness), dan Pertanggungjawaban (Responsibility).

"Dengan penerapan Good Corporate Governance yang konsisten, didukung kepemimpinan yang profesional serta pengawasan yang efektif, BUMD akan mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah serta pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (Smart Mobility) terdapat beberapa hal yang digarisbawahi. Yakni, mengakselerasi digitalisasi seluruh titik parkir, menerapkan pembayaran non-tunai (cashless/QRIS) untuk mencegah kebocoran pendapatan, serta mengintegrasikan ekosistem transportasi kota (park & ride, parkir gedung, dan kawasan).

Dalam merumuskan langkah perbaikan, Kota Denpasar memetik pelajaran (lesson learned) dari kesuksesan BUMD peraih TOP BUMD Awards 2025, seperti Perumda Air Minum Tirta Darma Ayu Indramayu, Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal, dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya DKI Jakarta. 

Kunci sukses dari BUMD terbaik tersebut mencakup konsistensi GCG, digitalisasi layanan pelanggan, efisiensi operasional, peningkatan kompetensi SDM, serta inovasi pengembangan bisnis.
Tahapan Roadmap Transformasi 3 Tahun
Guna memastikan keberhasilan pelaksanaan program, Pemkot Denpasar menyusun peta jalan (roadmap) penguatan BUMD.

Yakni 0 – 100 Hari (Diagnosis), Audit kesehatan BUMD, pemetaan aset, bisnis, SDM, dan risiko, serta penetapan KPI awal. Kemudian 1 Tahun (Transformasi), Digitalisasi proses dan layanan, efisiensi biaya, perbaikan SOP, serta penguatan budaya kerja. Dan 2 – 3 Tahun (Ekspansi), Scale-up unit bisnis baru, perluasan kemitraan investasi, serta integrasi digital penuh untuk peningkatan PAD.

Seleluruh progres transformasi ini akan dipantau secara berkala melalui BUMD Performance Management System (Dashboard Terintegrasi) yang mencakup indikator Keuangan, Operasional, Pelayanan, Manajemen Risiko, dan Transformasi Digital.

Sementara Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, I Nyoman Putrawan bersama jajaran menyampaikan komitmen untuk menindaklanjuti arahan Walikota dan Wakil Wali Kota Denpasar, khususnya dalam pembenahan organisasi, penguatan sistem kinerja, penataan pengelolaan pasar serta pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Untuk itu Perumda Bhukti Praja Sewakadharma (BPS) Kota Denpasar menggelar kegiatan pembinaan dan penguatan pelayanan bagi ratusan petugas juru parkir (jukir) di wilayah Kota Denpasar.

Dimana pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor jasa parkir. Pelayanan yang prima dan humanis menjadi kunci utama dalam membangun citra positif serta kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola parkir di Kota Denpasar.

“Melalui kegiatan pembinaan berkala ini, Perumda BPS Kota Denpasar berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme para petugas parkir guna mendukung kenyamanan ketertiban lalu lintas serta optimalisasi pendapatan daerah”, ungkapnya. (Ays).

Bupati Satria Dukung Penuh Pelaksanaan Karya Tawur Agung Manca Wali Krama

Terima Audiensi Panitia Pura Ulun Danu Batur, 

Klungkung ,Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria menerima Panitia Pura Ulun Danu Batur, Songan Kintamani di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Jumat (21/8). Audiensi ini terkait Karya Tawur Agung Manca Wali Krama yang akan dilaksanakan mulai dari tanggal 12 Agustus hingga 7 Oktober 2026, dengan puncak karya pada tanggal 26 September 2026. Upacara besar yang digelar setiap 10 tahun sekali ini berlangsung hampir 2 (dua) bulan. 

Bupati Satria menyampaikan apresiasi serta menyambut baik rencana pelaksanaan upacara ini. Pihaknya menyatakan komitmen penuh dan dukungan moral terhadap suksesnya yadnya suci ini. “Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Klungkung menyambut baik serta mengapresiasi panitia yang telah merancang upacara suci ini dengan matang. Karya Tawur Agung Manca Wali Krama merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk meningkatkan sradha dan bhakti, sekaligus memohon kerahayuan jagat. Pemerintah daerah tentu akan memberikan dukungan moral dan koordinasi yang baik demi kelancaran seluruh rangkaian upacara yang berlangsung selama hampir dua bulan ini," ujar Bupati Satria.

Nusa Penida terus ditingkatkan.

Klungkung , Bali Kini - Akses Menuju Pantai Kelingking Ditangani
Guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat akses menuju sejumlah destinasi wisata, kualitas infrastruktur jalan di Nusa Penida terus ditingkatkan. 

Salah satunya melalui pelaksanaan peningkatan Jalan Bunga Mekar-Pura Kalibun dan Prapat-Klumpu yang mulai dikerjakan sejak 22 Juli 2026.
Ruas jalan yang ditangani sepanjang 5,5 kilometer tersebut merupakan salah satu akses utama menuju sejumlah destinasi wisata, di antaranya DTW Pantai Kelingking, Pura Paluang, dan Pura Kalibun. Peningkatan infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintasi kawasan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, belum lama ini menyampaikan bahwa pekerjaan tersebut didanai melalui APBD Kabupaten Klungkung yang bersumber dari Dana BKK Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2026. 

Adapun nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp9,9 miliar.
“Pekerjaan peningkatan jalan ini mencakup pengaspalan menggunakan aspal hotmix, pembangunan box culvert, serta beton bahu jalan. Penanganan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya dukung jalan, sehingga akses masyarakat maupun wisatawan menjadi lebih aman dan nyaman,” ujar Jati Laksana.

Menurutnya, peningkatan jalan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Nusa Penida. Selain menunjang aktivitas masyarakat, kondisi infrastruktur yang semakin baik juga diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian lokal.

“Kami tentu memohon dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung. Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas di area proyek, mengutamakan keselamatan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” imbuhnya. 

Ringankan Beban Warga, Bupati Satria Serahkan Bantuan Ngaben Masal di kecamatan nusa penida


Klungkung , Bali Kini - Guna meringankan beban masyarakat Bupati Klungkung, I Made Satria didampingi camat nusa penida  kembali menyerahkan secara simbolis bantuan sesajen Pitra Yadnya (Ngaben Masal) di dua  Desa Adat di kecamatan nusa penida Klungkung, sabtu (22/8). Kehadiran pimpinan daerah ini sangat disambut antusias krama yang sedang mempersiapkan banten upacara.

Bantuan stimulan yang diserahkan di dua Banjar desa menjelang puncak upacara pada Bulan Agustus 2026 ini diantaranya yakni di Banjar pengalusan desa adat panca mekar sari Sebasar 55.000.000 yang terdiri dari 11 sawa dan br. Adat calik desa tri wana giri mandala sebesar Rp. 40.000.000,- mengupacarai sebanyak 8 sawa puncak  upacara pada tanggal 25 Agustus.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyaluran bantuan ini merupakan salah satu program unggulan Pemkab Klungkung dalam upaya untuk mendukung dan melestarikan tradisi serta adat budaya Bali. Berdasarkan kebijakan Pemerintah Daerah, alokasi bantuan upakara/sesajen ditetapkan sebesar Rp 5.000.000 per sawa, dengan nilai maksimal Rp 150.000.000 per kelompok atau desa adat. 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Satria mengatakan bahwa bantuan ini diberikan dengan tujuan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat saat melaksanakan upacara keagamaan sekaligus semakin memperkuat dan mempererat semangat gotong-royong menyama braya. “Bantuan ini merupakan program unggulan Pemkab Klungkung, semoga bermanfaat dan tentunya meringankan beban dalam melaksanakan prosesi Pitra Yadnya/Ngaben Massal. Titiang atas nama pribadi dan Pemerintah mendoakan dumogi upacara labda karya dan sang palatra polih genah sane becik, Nyujur Sunia Loka dan Amor Ing Acintya,” harap Bupati Satria.



Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved