-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Rabu, 04 November 2026

Bupati Satria Terima Kunjungan Tim Wasev TMMD Ke-130 di Desa Tihingan


Klungkung ; Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, menerima kunjungan kerja dari Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 TA 2026 bertempat di Balai Desa Adat Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Rabu (4/11).

Kunjungan Tim Wasev TMMD ini dilaksanakan dalam rangka meninjau secara langsung progres pelaksanaan, pemaparan panel data, serta efektivitas program TMMD Ke-130 yang sedang berlangsung di wilayah Kabupaten Klungkung, khususnya Desa Tihingan.

Mengusung semangat dan tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa", Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kolaborasi erat antara jajaran TNI, pemerintah daerah, dan seluruh lapisan masyarakat. 

Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang merupakan program sinergi antara TNI-AD dengan Pemerintah Daerah dan dengan masyarakat yang ke-130 tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Tihingan Kabupaten Klungkung dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa melalui akses infrastruktur yang lebih baik, mempersolid hubungan kemanunggalan antara TNI dan rakyat, hari ini telah dilaksanakan sekitar 21 hari dari 30 hari yang direncanakan. 

"Pemerintah Daerah senantiasa menyambut baik dilaksanakannya kegiatan TMMD dari tahun ke tahun sebagai aktualisasi pelestarian budaya gotong royong yang kita warisi sejak dahulu kala yang patut kita pertahankan dalam rangka mempercepat pertumbuhan pembangunan di daerah, pembangunan pedesaan dengan sasaran memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Bupati Satria (*)

Pemkab Klungkung Ngaturang Bhakti Penganyar di Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir


Klungkung, Bali Kini - Sebagai wujud sradha bhakti dan rasa syukur, jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung melaksanakan persembahyangan Bhakti Penganyar rangkaian Pujawali Purnama Kelima Tahun 2026 di Pura Kahyangan Jagat Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Selasa (3/11).

Bupati Klungkung, I Made Satria, hadir langsung bersama Ny. Eva Satria untuk mengikuti seluruh prosesi sakral tersebut. Kehadiran Bupati Satria turut didampingi oleh para Asisten Sekda, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Klungkung, Majelis Desa Adat Klungkung, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, serta instansi terkait lainnya.

Bhakti Penganyar ini merupakan bagian dari rangkaian upacara keagamaan yang digelar pasca-puncak Pujawali. Melalui prosesi ini, Pemkab Klungkung memohon anugerah keselamatan, kesejahteraan, serta keharmonisan jagat.

Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Istri Rai Suabawa dari Geriya Gede Timbul Selat, Karangasem. Di sela rangkaian acara, sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pelestarian tradisi dan kelancaran karya yadnya, Bupati Satria turut menyerahkan dana punia.

Melalui pelaksanaan karya yadnya ini, Pemkab Klungkung berharap nilai-nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat dapat terus menguat. Momentum keagamaan ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa merawat keharmonisan hidup lewat pengamalan ajaran Tri Hita Karana.(*)

Puncak Pujawali Pura Kehen, Bupati dan Wakil Bupati Bangli Turut Muspayang Bhakti


Bangli , Bali Kini - Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama Ny. Sariasih Sedana Arta dan Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar bersama Ny. Suciati Diar menghadiri sekaligus muspayang bhakti pada puncak Pujawali Ida Bhatara Sakti di Pura Kehen, Bangli, Rabu (4/11/2026).

Pujawali yang jatuh pada rahina suci Buda Kliwon Sinta tersebut berlangsung khidmat. Umat dan masyarakat tampak antusias mengikuti persembahyangan serta menghaturkan bhakti ke hadapan Ida Bhatara yang berstana di Pura Kehen.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan bahwa pelaksanaan Pujawali merupakan momentum penting untuk meningkatkan sradha dan bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain itu, kegiatan keagamaan seperti ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali.

"Melalui pelaksanaan Pujawali ini, kita berharap senantiasa diberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga, melestarikan, dan mewariskan adat, tradisi, serta budaya Bali kepada generasi penerus," ungkapnya.

Kehadiran pimpinan daerah ini merupakan wujud sradha dan bhakti sekaligus komitmen Pemerintah Kabupaten Bangli dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama dan bermasyarakat.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli.(*)

Disiapkan 500 Paket Banten Tumpek Landep Bersubsidi


Denpasar , Bali Kini - Pihak Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar menyiapkan sebanyak 500 paket perlengkapan upacara Tumpek Landep bersubsidi dalam kegiatan Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” ke-9 Tahun 2026. Melalui subsidi Bank BPD Bali, masyarakat cukup membayar Rp15.000 per paket dari harga normal Rp41.000.
Kegiatan yang bersinergi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kota Denpasar tersebut digelar di Lapangan Puputan Badung, Denpasar. Dimana Denpasar menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan yang tidak hanya menghadirkan pasar kebutuhan pokok, tetapi juga berbagai layanan publik dan kegiatan sosial.
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, I Wayan Suadi Putra, Rabu (4/11/2026) mengatakan pihaknya turut berpartisipasi dengan menyiapkan berbagai kebutuhan pangan dan perlengkapan upacara untuk masyarakat. "Khusus perlengkapan upacara Tumpek Landep, kami menyiapkan sebanyak 500 paket. Harga normalnya Rp41.000, tetapi setelah mendapat subsidi dari Bank BPD Bali, masyarakat hanya membayar Rp15.000 per paket," ujar Suadi Putra.
Setiap paket perlengkapan upacara tersebut terdiri atas 25 buah canang seharga Rp25.000, banten barak Rp8.000, dan lamak sampian Rp8.000. Dengan adanya subsidi, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan upacara dengan harga lebih terjangkau menjelang Rahina Tumpek Landep.
Selain perlengkapan upacara, Perumda Pasar Sewakadarma juga menyiapkan 100 paket bahan pangan senilai Rp150.000 per paket. Masing-masing paket berisi daging ayam satu kilogram, bawang merah setengah kilogram, bawang putih setengah kilogram, tomat setengah kilogram, cabai rawit setengah kilogram, aneka sayuran seperti buncis, terong atau pare, buah jeruk, serta jagung maupun umbi-umbian lainnya.
Penyediaan komoditas tersebut menyesuaikan arahan TP PKK Kota Denpasar. Selanjutnya, paket bahan pangan akan diserahkan kepada masing-masing Ketua TP PKK kabupaten/kota untuk diteruskan kepada penerima yang telah ditentukan.
Perumda Pasar Sewakadarma juga menyiapkan 150 paket buah campur yang mendapatkan subsidi Bank BPD Bali. Paket buah tersebut disediakan dengan nilai harga sebelum subsidi sebesar Rp100.000 per paket.
Dalam kegiatan ini, Perumda Pasar Sewakadarma turut membuka stan penjualan bersama puluhan pelaku UMKM Kota Denpasar. Berbagai komoditas kebutuhan masyarakat dipasarkan, mulai dari bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, jagung, ketela, keladi, sayuran, minyak tanusan, hingga jajanan tradisional seperti begina dan uli.
Pelaksanaan stan tersebut juga melibatkan pedagang pasar yang berada di bawah koordinasi Tim Sewaka Jaya Perumda Pasar. Keterlibatan pedagang dan pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas akses pemasaran sekaligus menggerakkan perekonomian lokal.
Sesuai arahan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Perumda Pasar Sewakadarma juga melibatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perumda Pasar. Anggota DWP akan berpartisipasi dalam gerakan berbelanja dan berbagi dengan membeli produk di stan-stan yang tersedia bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kota Denpasar I Wayan Yusswara serta Sekretaris II TP PKK Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, menyampaikan bahwa Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” juga menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan disalurkan kepada 100 penerima manfaat dari masyarakat kurang mampu berdasarkan data desil 1 hingga 5. Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak 20 kilogram, dua kerat telur, satu liter minyak tanusan, serta paket kebutuhan pokok lainnya.
Selain transaksi kebutuhan pokok dan penyaluran bantuan, masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan secara gratis. Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, bursa kerja,  pelayanan administrasi kependudukan, konseling keliling atau mobile counseling, hingga vaksinasi rabies bagi hewan peliharaan.(*)

Satpol PP Denpasar Tertibkan Pasar Tumpah di Kartini-Wangaya

Ket. Foto :  Pedagang Diimbau Patuhi Aturan demi Kelancaran Lalu Lintas dan Kenyamanan Pejalan Kaki

Denpasar, Bali Kini - Menjaga wajah Kota Denpasar tetap tertib, nyaman, dan ramah bagi seluruh masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar kembali melaksanakan kegiatan penertiban, pemantauan, dan penataan aktivitas pedagang pasar tumpah di kawasan Jalan Kartini, Wangaya.

Kasatpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, didampingi Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Yudie Asmara, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan fasilitas publik dapat dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya.

Ia menjelaskan, penertiban menyasar pedagang yang memanfaatkan fasilitas umum (fasum), trotoar, hingga badan jalan untuk menggelar barang dagangan. Aktivitas tersebut berpotensi menghambat kelancaran arus lalu lintas, sekaligus mengurangi kenyamanan dan hak pejalan kaki yang seharusnya dapat menggunakan trotoar dengan aman.

Dalam pelaksanaannya, pihaknya mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Petugas memberikan imbauan secara langsung kepada pedagang agar menyesuaikan batas ruang berjualan sehingga tidak menggunakan badan jalan maupun mengganggu akses pejalan kaki.

"Penertiban ini kami laksanakan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Kami mengimbau para pedagang agar tetap memperhatikan aturan dan tidak menggunakan fasilitas umum di luar peruntukannya. Kami ingin aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan, tetapi ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan juga harus dijaga," ujarnya.

Selain memberikan imbauan, petugas juga melakukan sosialisasi mengenai pentingnya mematuhi Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Teguran turut diberikan kepada pedagang yang masih melakukan aktivitas berjualan tidak sesuai dengan ketentuan operasional yang berlaku.

Menurutnya, penataan pasar tumpah bukan semata-mata untuk membatasi aktivitas perdagangan, melainkan menciptakan keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan kepentingan publik. Pedagang tetap dapat menjalankan usahanya dengan tertib tanpa mengurangi hak masyarakat lainnya dalam menggunakan fasilitas umum.

Pihaknya juga mengajak seluruh pedagang dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, serta estetika Kota Denpasar. Sebab, fasilitas umum merupakan milik bersama yang harus dijaga dan digunakan sesuai dengan peruntukannya.



Sebagai bentuk komitmen terhadap pelayanan publik yang transparan dan berintegritas, Satpol PP Kota Denpasar menegaskan bahwa seluruh jenis layanan serta tindak lanjut pengaduan melalui GARBASITA tidak dipungut biaya alias gratis.

Selain itu, seluruh jajaran Satpol PP Kota Denpasar tidak menerima pemberian atau imbalan dalam bentuk apa pun terkait pelayanan maupun pelaksanaan tugas.

Apabila masyarakat menemukan adanya oknum yang meminta sesuatu dengan mengatasnamakan Satpol PP Kota Denpasar, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui WhatsApp Bot GARBASITA di nomor 081337338326, dengan menyertakan bukti autentik sebagai bahan tindak lanjut.

Melalui penataan yang berkelanjutan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Agung Bawa berharap kawasan Jalan Kartini-Wangaya semakin tertib, nyaman, dan aman bagi seluruh pengguna jalan. Karena menjaga ketertiban kota merupakan tanggung jawab bersama. Pedagang dapat berusaha, masyarakat dapat beraktivitas, dan fasilitas umum tetap berfungsi sebagaimana mestinya demi mewujudkan Denpasar yang tertib, nyaman, dan harmonis. (Ayu)

Wawali Arya Wibawa Hadiri Upacara Pasupati Pusaka dan Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa.


Denpasar, Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menghadiri upacara Pasupati Pusaka sekaligus Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa, Banjar Kangin, Desa Adat Panjer, Rabu (4/11). Upacara yang bertepatan dengan Rahina Pagerwesi ini berlangsung khidmat dengan dihadiri krama dan keluarga besar setempat.

Ketua Panitia, I Wayan Ariawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Pujawali di Merajan Tangkas Kori Agung Sinawa yang dirangkaikan dengan upacara Pasupati Pusaka. Lebih lanjut disampaikan, upacara Pasupati Pusaka dipuput oleh Ida Pedanda Gede Sakti Tlabah dari Griya Tlabah, Batu Bidak, Kerobokan.

Menurutnya, pelaksanaan upacara ini memiliki makna penting sebagai wujud bhakti dan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus menjaga kesucian serta keberadaan pusaka yang diwariskan secara turun-temurun.

"Kita bersyukur hari ini upakara berjalan lancar dengan harapan dapat memberikan kerahayuan bagi krama pengempon," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pujawali dan Pasupati Pusaka merupakan bagian dari upaya menjaga serta melestarikan adat, tradisi, dan budaya Bali. Terlebih, momentum Rahina Pagerwesi menjadi pengingat bagi umat Hindu untuk senantiasa memperkuat sraddha dan bhakti serta menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Arya Wibawa juga berharap melalui pelaksanaan upacara ini, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian tradisi tetap terjaga serta diwariskan kepada generasi penerus.

"Semoga melalui pujawali ini dapat memberikan kesejahteraan serta kesehatan bagi seluruh krama pengempon, dan warisan leluhur dapat senantiasa dijaga kesakralannya," ujarnya. (Eka)

Ketua TP PKK Ny. Sagung Antari Jaya Negara Pastikan Kesiapan Denpasar Sambut Pasar Rakyat TP PKK Bali 2026Libatkan 125 UMKM, Hadirkan Layanan Publik Gratis dan Bantuan Sosial bagi Masyarakat

Ket. Foto : Pelaksanaan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” ke-9 Tahun 2026 dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Kepala DPMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Kota Denpasar, pengurus TP PKK Provinsi Bali, serta para produsen, pedagang, dan pelaku IKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, berlangsung di Ruang Mahottama, Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Selasa (3/11) 


Denpasar , Bali Kini -  Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali bersinergi dengan TP PKK Kota Denpasar mematangkan persiapan pelaksanaan Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” ke-9 Tahun 2026. Kesiapan tersebut dibahas melalui rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Mahottama, Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Selasa (3/11). Rapat dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Kepala DPMD Dukcapil Provinsi Bali I Made Dwi Dewata, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Kota Denpasar, pengurus TP PKK Provinsi Bali, serta para produsen, pedagang, dan pelaku IKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Rapat dipandu Staf Ahli TP PKK Provinsi Bali, Putu Anom Agustina.

Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menyampaikan bahwa TP PKK Kota Denpasar siap mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Pasar Rakyat tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi berbagai pihak dalam memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan IKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk unggulannya kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan Pemerintah Kota Denpasar beserta jajaran OPD terkait, Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, Dinas PMD Kota Denpasar, serta BPD Cabang Kota Denpasar. "Selain melibatkan pelaku usaha, ASN dan organisasi wanita juga akan turut berpartisipasi menyemarakkan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (13/11), mulai pukul 06.00 WITA hingga selesai, di Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Agung," ujar Antari Jaya Negara.

Lebih lanjut Ny. Antari Jaya Negara didampingi Kadis PMD Denpasar I Wayan Yusswara, dan Sekretaris II TP PKK Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari menyampaikan, melalui sinergi TP PKK Provinsi Bali, TP PKK Kota Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar, serta seluruh instansi dan elemen masyarakat yang terlibat, Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” ke-9 Tahun 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga ruang pemberdayaan ekonomi lokal dan penguatan solidaritas sosial.Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan secara gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan, bursa kerja, pelayanan administrasi kependudukan, konseling keliling atau mobile counseling, hingga vaksinasi rabies bagi hewan peliharaan. "Dengan semangat berbelanja sekaligus berbagi, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM, memperluas akses pelayanan publik, serta menghadirkan kepedulian dan kebahagiaan bagi masyarakat," ujar Antari Jaya Negara.

Sementara itu, Kepala DPMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pasar Rakyat tahun ini tidak hanya berorientasi pada aktivitas jual beli, tetapi juga mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Sebanyak 125 produsen dan pedagang terkurasi akan ambil bagian, terdiri atas pelaku UMKM, IKM, pengecer, serta stan kuliner yang melibatkan Bali Chef Community. Beragam produk yang ditawarkan meliputi kuliner, hasil pertanian dan perikanan, serta berbagai produk olahan lainnya. "Penyelenggara juga mengedepankan prinsip ramah lingkungan dengan melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai dan styrofoam di area kegiatan," ujarnya.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan kepada 100 penerima manfaat dari masyarakat kurang mampu berdasarkan data desil 1 hingga 5. Bantuan yang disiapkan berupa beras sebanyak 20 kilogram, dua kerat telur, satu liter minyak tanusan, serta paket kebutuhan pokok lainnya. 

Untuk memberikan kenyamanan kepada para peserta, panitia juga menyiapkan fasilitas berjualan secara gratis dan diharapkan dapat mendukung kelancaran kegiatan sekaligus menciptakan suasana pasar yang tertib, bersih, dan nyaman. "Penerapan larangan penggunaan plastik sekali pakai dan styrofoam juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan," ujarnya. (Pur)

Selasa, 03 November 2026

Inflasi Bali Bulan Oktober 2026 Melandai

Denpasar , Bali Kini - Berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali tanggal 2 /11/ 26, Provinsi Bali secara bulanan pada Oktober 2026 
mengalami inflasi sebesar 0,25% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan September yang mengalami inflasi sebesar 0,32% (mtm). 

Inflasi bulanan Provinsi Bali terutama didorong oleh terbatasnya pasokan pangan, khususnya beberapa komoditas hortikultura, seiring terbatasnya produksi pada musim kemarau di tengah fenomena El Niño. 

Gangguan distribusi BBM yang terjadi secara sementara pada pertengahan Oktober turut memberikan tekanan 
terbatas terhadap kelancaran distribusi barang di beberapa wilayah. Sementara itu, kenaikan harga daging babi terjadi di tengah terbatasnya pasokan dan tingginya permintaan pasar. Secara tahunan, inflasi 

Provinsi Bali meningkat dari 3,79% (yoy) pada September 2026 menjadi 3,87% (yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan 
inflasi nasional sebesar 3,23% (yoy). Secara tahun kalender, inflasi Bali juga mengalami kenaikan dari 2,49% (ytd) 
menjadi sebesar 2,74% (ytd). Dengan capaian tersebut, pengendalian inflasi pada dua bulan terakhir tahun 2026 
perlu terus diperkuat agar inflasi Provinsi Bali tetap berada dalam rentang sasaran 2,5%±1% pada akhir tahun. 

Secara spasial, seluruh Kabupaten/Kota IHK di Bali mengalami inflasi bulanan pada Oktober 2026. Kabupaten 
Badung mencatatkan inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,52% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 4,16% (yoy). 
Selanjutnya Kota Denpasar mengalami inflasi bulanan sebesar 0,18% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,63% (yoy), 
diikuti Kabupaten Tabanan sebesar 0,16% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 4,35% (yoy), serta Singaraja sebesar 
0,10% (mtm) atau inflasi tahunan sebesar 3,67% (yoy). Berdasarkan komoditas, secara bulanan inflasi pada Oktober 
2026 bersumber dari peningkatan harga cabai merah, cabai rawit, sawi hijau, kol putih/kubis, buncis, daging babi, 
dan laptop/notebook. Inflasi lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, bawang merah, bawang 
putih, tongkol diawetkan, dan ikan tongkol/ikan ambu-ambu. 

Bank Indonesia Provinsi Bali terus mendukung berbagai langkah strategis TPID se-Bali, salah satunya melalui 
penguatan pemantauan harga dan intensifikasi operasi pasar agar capaian inflasi Provinsi Bali pada akhir tahun 
dapat terjaga pada rentang sasaran 2,5±1%. Ke depan, beberapa risiko yang perlu diperhatikan antara lain 
berlanjutnya El Niño kuat hingga awal 2027 dan mundurnya awal musim hujan, dengan sebagian besar wilayah Bali 
diprakirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026, yang berpotensi menghambat pemulihan produksi 
serta pasokan pangan, khususnya komoditas tanaman pangan utamanya Padi. Selain itu, tingginya harga energi 
global di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik dunia berpotensi meningkatkan biaya distribusi dan tekanan 
harga pada sejumlah komoditas. 

Sementara itu, normalisasi harga sejumlah komoditas pangan setelah kenaikan 
pada bulan sebelumnya serta potensi pemulihan pasokan hortikultura secara bertahap diprakirakan dapat menahan 
tekanan inflasi pada November 2026. 
Dalam memperkuat pengendalian inflasi ke depan, Bank Indonesia Provinsi Bali terus memperkuat sinergi dan 
inovasi bersama Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali dengan upaya TPID yang berfokus pada 4K, yaitu 
keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Adapun langkahlangkah implementasinya diantaranya melalui Rakor Inflasi TPIP-TPID, intensifikasi Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga secara berkala, fasilitasi distribusi pangan dan optimalisasi kerja sama antardaerah melalui Perumda Pangan, pemberian bantuan sarpras kepada kelompok tani, serta penguatan koordinasi dan 
penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui berbagai langkah tersebut, inflasi Bali pada tahun 2026 
diprakirakan tetap terkendali dan berada dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5%±1%. (BI*)
 

Senin, 02 November 2026

Rapat Paripurna DPRD Jembrana, Wabup Ipat paparkan Rancangan APBD 2027


Jembrana , Bali Kini – Ruang fiskal Kabupaten Jembrana semakin terbatas menyusul berlanjutnya kebijakan penurunan Transfer ke Daerah (TKD). Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus lebih ketat dalam mengatur belanja dan menentukan skala prioritas pembangunan pada 2027. Bahkan, jika pada 2026 pemerintah harus mengencangkan ikat pinggang, tahun depan pengelolaan anggaran dituntut lebih disiplin lagi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Jembrana, IGN Patriana Krisna (Ipat) mewakili Bupati Jembrana , saat membacakan Penjelasan Bupati Jembrana terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dalam Rapat Paripurna I DPRD Kabupaten Jembrana Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027, Senin (2/11), di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Jembrana.

Dalam penyampaiannya, Wabup Ipat menegaskan, keterbatasan kemampuan keuangan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan program pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, kondisi tersebut harus dijawab dengan pengelolaan anggaran yang semakin cermat, terukur, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, penurunan alokasi TKD yang telah terjadi pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya masih menjadi tantangan bagi daerah. Sementara itu, kebutuhan masyarakat dan tanggung jawab pemerintahan tetap harus dipenuhi.
"Kondisi ini menuntut kita untuk semakin cermat menetapkan prioritas, semakin disiplin mengelola belanja, dan semakin sungguh-sungguh menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setiap rupiah harus ditempatkan pada kebutuhan yang tepat, setiap belanja harus memberikan manfaat yang terukur, dan setiap kebijakan harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," tegasnya.

Ipat juga menekankan, program-program yang telah berjalan dan terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat harus tetap dijaga keberlanjutannya. Karena itu, efisiensi anggaran akan diarahkan pada penekanan belanja tidak produktif, penghapusan pemborosan, serta penyesuaian volume pekerjaan dengan kemampuan keuangan daerah.
Namun, pengurangan volume pekerjaan, menurutnya, tidak boleh mengorbankan manfaat dan kualitas hasil pembangunan. Efisiensi bukan semata-mata mengurangi pengeluaran, melainkan memastikan setiap anggaran yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Atas dasar itu, Rancangan APBD Kabupaten Jembrana Tahun Anggaran 2027 disusun dengan mengedepankan semangat empati fiskal, yakni mempertimbangkan keseimbangan antara kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan masyarakat. Prinsip ketepatan sasaran, kehati-hatian, serta keberlanjutan pelayanan publik menjadi landasan dalam penyusunan anggaran tersebut.

Dalam pemaparannya, Ipat mengungkapkan, total Pendapatan Daerah dalam Rancangan APBD Jembrana 2027 dirancang sebesar Rp1,280 triliun. Jumlah tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp262,42 miliar dan Pendapatan Transfer sebesar Rp1,017 triliun.

Sementara itu, dari sisi belanja, pemerintah daerah merancang Belanja Daerah sebesar Rp1,432 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk Belanja Operasi sebesar Rp1,011 triliun, Belanja Modal Rp292,60 miliar, Belanja Tak Terduga Rp3,80 miliar, serta Belanja Transfer sebesar Rp124,37 miliar.

Adapun dari sisi pembiayaan, Penerimaan Pembiayaan dirancang sebesar Rp157,98 miliar. Sumber penerimaan tersebut berasal dari penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp152,58 miliar dan penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah sebesar Rp5,4 miliar.
Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan direncanakan sebesar Rp5,4 miliar yang dialokasikan untuk pemberian pinjaman daerah.

Lebih lanjut, Wabup Ipat menegaskan, tantangan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola keuangan yang lebih efektif. Setiap program dan kegiatan harus benar-benar disesuaikan dengan kemampuan anggaran, tanpa mengabaikan kebutuhan mendasar masyarakat.
Dengan demikian, penyusunan Rancangan APBD 2027 diharapkan tetap mampu menjaga kesinambungan pembangunan daerah sekaligus memastikan pelayanan publik di Kabupaten Jembrana berjalan secara optimal di tengah keterbatasan fiskal. ( pro)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved