-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Minggu, 20 September 2026

Wali Kota Jaya Negara Resmikan Wantilan Banjar Tampakgangsul

Ket. Foto : Wali Kota Jaya Negara Resmikan Wantilan Banjar Tampakgangsul, Dorong Penguatan Budaya dan Kebersamaan


Denpasar , Bali Kini - Usai rampung proses pembangunan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Melaspas serta Meresmikan Wantilan Banjar Tampakgangsul, Desa Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Utara. Peresmian dilaksanakan melalui penandatanganan prasasti pada Rahina Saniscara Wage Prangbakat, Sabtu (19/9) sore.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekda Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama,  Bendesa Adat Denpasar, AA. Ngurah Alit Wirakesuma, dan sejumlah tokoh masyarakat sepertiI Nyoman Gede Sudiantara.

Turut mendampingi Wali Kota Jaya Negara diantaranya Kadis Perkim Denpasar, Putu Tony Marthana Wijaya, Kabag Kesra, I Putu Agus Jayadi, dan Camat Denpasar Utara, Wayan Ariyanta, 

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan dengan berdirinya bangunan Wantilan Banjar Tampakgangsul yang baru dapat memberikan kenyamanan dan vibrasi positif bagi masyarakat setempat dalam melaksanakan berbagai kegiatan.

Upacara Melaspas serta Peresmian Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat setempat untuk senantiasa eling dan meningkatkan Srada Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi jalan menjaga keharmonisan antara Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana. "Dalam menjaga harmonisasi sebagai impelementasi Tri Hita Karana sejalan juga dengan spiirit Vasudhaiva Kutumbakam atau persaudaraan," ujar Jaya Negara.

Sementara Panitia Karya Melaspas serta Peresmian Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul, AA Ngurah Alit Semara menjelaskan Karya Melaspas serta Peresmian Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul dipuput Ida Pedanda Gede Made Karang, Griya Karang Tampakgangsul.

Pembangunan Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul untuk merevitalisasi bangunan agar lebih layak. Pembangunan dimulai sejak bulan Juni Tahun 2024 dan rampung bulan September tahun ini. Setelah pembangunan ulang penambahan luas bangunan menjadi total 830 Meter Persegi.

Dijelaskan pula, bangunan terdiri dari dua lantai. Lantai atas diperuntukkan untuk kegiatan olahraga dan dibawahnya untuk kegiatan pelestarian budaya. Sementara halaman diperuntukkan untuk UMKM.

"Terimakasih atas kehadiran Bapak Wali Kota Jaya Negara meresmikan Wantilan Banjar kami. Mudah mudahan setelah rampungnya pembangunan Wantilan Banjar kami yang baru dapat bermanfaat lebih baik bagi masyarakat kamu terkait peningkatan fungsi dan fasilitas untuk masyarakat kami dalam menjalankan berbagai kegiatan, " ujarnya. (esa-toblo)

Sabtu, 19 September 2026

Perkuat Keselamatan Pelayaran Nusa Penida, Pemkab Klungkung dan ITS Surabaya Jajaki Kerja Sama Teknologi Kelautan


Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung menerima kunjungan kerja dan audiensi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Sabtu (19/9). Pertemuan ini digelar dalam rangka memperkuat sinergi serta menjajaki pengembangan kerja sama strategis di bidang pemanfaatan teknologi dan inovasi daerah.

Dalam kunjungan tersebut, ITS Surabaya menyerahkan hibah teknologi kelautan berupa transmitter Automatic Identification System (AISITS) kepada dua armada kapal penyeberangan, yaitu Gangga Express dan PT Angkal Bali Perkasa. Selain itu, Pemkab Klungkung juga menerima hibah perangkat lunak iStow (Stowage Planning Software), sebuah inovasi dari Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan bahwa wilayah Klungkung khususnya Kepulauan Nusa Penida memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap konektivitas transportasi laut. Menurutnya, mobilitas masyarakat, distribusi barang, kegiatan pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi lokal sangat ditentukan oleh ketersediaan sistem transportasi laut yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

"Pemerintah Kabupaten Klungkung tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Kita membutuhkan sinergi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap hubungan dengan ITS dapat terus berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan di bidang riset, inovasi, hingga peningkatan kapasitas SDM," ujar Bupati I Made Satria.

Bupati juga menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memelihara, memanfaatkan, dan mengoptimalkan hibah teknologi ini, serta secara serius menggarap program-program skala prioritas yang dapat dikerjasamakan dengan ITS Surabaya.

Sementara itu, Rektor ITS Surabaya, Prof. Bambang Pramujati, mengapresiasi sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Klungkung. Ia menjelaskan bahwa pemasangan transmitter AISITS di armada kapal penyeberangan Desa Kusamba diharapkan dapat membantu Dinas Perhubungan dalam memetakan lalu lintas pelayaran di sekitar Nusa Penida.

"Teknologi AISITS dan iStow hadir untuk mendukung keselamatan pelayaran secara menyeluruh. AISITS berfokus pada pemantauan posisi dan identitas kapal secara real-time, membantu mencegah risiko tubrukan, serta mendukung operasi Search and Rescue (SAR). Sementara perangkat lunak iStow membantu perencanaan tata letak muatan agar keseimbangan dan stabilitas kapal tetap terjaga sebelum berlayar," jelas Rektor ITS.

Selain meningkatkan keselamatan operasional dan situasional awareness, pemanfaatan kombinasi teknologi ini juga memberikan manfaat penting bagi perlindungan lingkungan laut. Dengan pemantauan lalu lintas kapal yang akurat, risiko kecelakaan seperti kapal kandas atau tubrukan yang berpotensi merusak terumbu karang dan memicu pencemaran laut dapat diminimalkan.

Kegiatan audiensi ini diakhiri dengan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah teknologi serta penukaran cinderamata antar-kedua instansi.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Anak Agung Putra Wedana, jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkab Klungkung, pimpinan dan akademisi Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya, perwakilan manajemen CV Gangga Express dan PT Angkal Bali Perkasa, serta jajaran instansi terkait lainnya.(*)

Buka Locatide Festival 2026, Bupati dan Wabup Klungkung Dorong Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Nusa Penida


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra dan Ny. Eva Satria menghadiri sekaligus membuka secara resmi gelaran Locatide Festival 2026 yang berlangsung di Amarta Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (18/9). Festival yang mengusung kreativitas lokal ini digelar selama dua hari hingga Sabtu (19/9).
Dalam festival tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Klungkung turut ambil bagian aktif sebagai narasumber dalam sesi Podcast Forum Locatide.

Pada sesi pertama, Bupati I Made Satria memaparkan arah kebijakan dan pengembangan destinasi Nusa Penida melalui topik “Menjaga Nusa Penida di Tengah Pertumbuhan Pariwisata.” Sementara pada sesi kedua, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra mengisi diskusi bertajuk “Kreativitas Lokal, Gelombang Baru Pariwisata Nusa Penida” yang berfokus pada penguatan ekonomi kreatif serta gerakan komunitas lokal.

Usai sesi diskusi, pimpinan daerah Kabupaten Klungkung tersebut melakukan peninjauan ke arena lomba serta memberikan motivasi secara langsung kepada para peserta Tattoo Contest dan Mural Contest yang melibatkan para pelajar tingkat SMA.

Bupati I Made Satria mengapresiasi tinggi penyelenggaraan Locatide Festival 2026 yang dinilainya unik dan membawa warna baru bagi geliat pariwisata di Nusa Penida. Ia berharap event ini dapat terus digarap lebih matang di masa mendatang serta mampu berkolaborasi secara sinergis dengan pemerintah daerah.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tampil beda. Kedepan, festival ini dapat digarap lebih matang dan bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Kegiatan seperti ini efektif dalam mengembangkan potensi daerah, merangkul komunitas-komunitas lokal, serta mendorong industri pariwisata yang berkolaborasi langsung dengan program pemerintah," ujar Bupati Satria.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan komunitas yang telah berkontribusi aktif mensukseskan acara tersebut. Bupati berharap semakin banyak komunitas baru yang terlibat di masa depan agar memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan pariwisata di Kabupaten Klungkung, khususnya di Kecamatan Nusa Penida.

Jumat, 18 September 2026

Jaya Negara Dampingi Gubernur Koster Kunjungi SMPN 13 DenpasarDisambut Kreativitas Seni Budaya Siswa, Bahas Pengembangan Sekolah

Keterangan foto: walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara saat dampingi Gubenur Bali I Wayan Koster berkunjung k SMPN 13 Denpasar, Jumat (18/9)


DENPASAR , BALI KINI  – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Gubernur Bali  Wayan Koster melakukan kunjungan ke SMP Negeri 13 Denpasar, Jumat (18/9). Kedatangan Gubernur Bali disambut antusias oleh seluruh siswa, guru, dan jajaran sekolah dengan beragam kreativitas seni dan budaya.

Suasana penyambutan berlangsung meriah. Para siswa SMPN 13 Denpasar menampilkan berbagai kesenian, mulai dari tarian tradisional, rindik, kekawin, hingga sejumlah pertunjukan seni lainnya. Penampilan tersebut menjadi gambaran kreativitas sekaligus semangat para siswa dalam melestarikan seni dan budaya Bali.

Kunjungan Gubernur Bali bersama Wali Kota Denpasar tersebut semakin hangat saat ditutup dengan pembagian nasi jinggo. Secara langsung, Gubernur Wayan Koster membagikan nasi jinggo kepada para siswa dan guru SMPN 13 Denpasar.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kunjungannya ke SMPN 13 Denpasar berawal dari pertemuan secara spontan dengan anak-anak sekolah di jalan. Dalam pertemuan tersebut, para siswa mengundang dirinya untuk berkunjung ke sekolah. Koster pun menyambut baik undangan tersebut dan menyempatkan diri datang untuk melihat secara langsung kondisi SMPN 13 Denpasar.

“Karena diundang anak-anak SMPN 13 saat ketemu di jalan, saya bersedia berkunjung ke SMPN 13. Situasi sekolah bagus-bagus. Saya titip kepada kepala sekolah, seizin Bapak Wali Kota, kalau ada yang perlu diselesaikan akan saya bantu,” ujar Gubernur Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa kedatangannya ke sekolah tersebut tidak ingin hanya sebatas kunjungan, namun juga membawa buah tangan bagi para siswa dan guru. Selain itu, Koster menyatakan siap membantu apabila masih terdapat kebutuhan sekolah yang perlu ditindaklanjuti.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang di tengah kesibukannya masih menyempatkan diri memenuhi undangan para siswa SMPN 13 Denpasar.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali. Di tengah kesibukan beliau yang begitu padat, masih menyempatkan diri hadir memenuhi undangan anak-anak SMPN 13 Denpasar. Ini berawal dari pertemuan beliau dengan anak-anak di jalan beberapa waktu lalu,” ujar Jaya Negara.

Menurut Jaya Negara, kunjungan tersebut menjadi momentum yang sangat baik bagi pihak sekolah untuk menyampaikan secara langsung berbagai kondisi maupun kebutuhan sekolah kepada Gubernur Bali.

“Ini merupakan momen yang sangat bagus. Kepala sekolah bisa menyampaikan berbagai hal tentang sekolah maupun yang lainnya kepada Bapak Gubernur,” katanya.

Kepala SMPN 13 Denpasar Ni Made Sumarini mengaku bersyukur atas kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai anugerah sekaligus motivasi bagi seluruh keluarga besar sekolah. Ia berharap perhatian pemerintah dapat mendorong sekolah semakin maju dalam membina siswa agar berkembang dan mampu meraih cita-cita. Sumarini juga menyampaikan sejumlah kebutuhan penataan sarana sekolah, khususnya halaman yang diharapkan dapat dibuat lebih rapi dan nyaman. Selain itu, area di atas tempat peresapan air direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai lahan parkir sekaligus lapangan untuk berbagai aktivitas siswa, termasuk latihan memanah.

Selain kebutuhan penataan halaman, SMPN 13 Denpasar juga mendapat dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan sarana pembelajaran, di antaranya laboratorium IPA dan TIK. Sumarini berharap sinergi Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, pemerintah pusat, dan pihak sekolah terus terjalin sehingga kebutuhan sarana dan prasarana dapat dipenuhi secara bertahap. "Dengan lingkungan belajar yang semakin nyaman dan fasilitas yang memadai, sekolah diharapkan mampu memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, seni, budaya, serta prestasi mereka," harapnya. (Ayu)

Penelitian Situs di Gunung Tapak masih Terganjal


TABANAN , BALI KINI - Anggota DPD RI asal Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, melakukan inisiasi untuk penelitian objek diduga cagar budaya di Gunung Tapak Desa Candikuning Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Dalam rencana pelaksanaannya dikoordinir oleh Komunitas Walidwipa dengan ketua I Wayan Sila Sayana. Penelitian tersebut kemudian melibatkan tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Salah satu pendamping kegiatan, Pande Made Suardana, menjelaskan, konteks kegiatan di Gunung Tapak berkaitan dengan pendataan awal terhadap peninggalan masa lampau yang berpotensi memiliki nilai sejarah dan budaya.

Menurutnya, kawasan Gunung Tapak, baik di sisi utara maupun selatan, memiliki sejumlah peninggalan berupa batu-batu yang diperkirakan berasal dari masa lampau.

Di sisi utara terdapat Pura Pucaksari dengan sejumlah batu berundak dan bebaturan peninggalan masa lalu. Sementara di sisi selatan terdapat Pura Terate Bang dan Batu Meringgit yang juga menyimpan sejumlah peninggalan berupa bebatuan.

Selain itu, di puncak Gunung Tapak terdapat sebuah lokasi yang dianggap keramat dan terdapat makam yang hendak diketahui lebih jauh mengenai identitas maupun bentuk peninggalannya.

“Dari tim ingin mengetahui makam siapa, bagaimana, terus bentuknya apa sih peninggalannya,” kata Pande Made Suardana di Denpasar, Jumat (18/9/2026)

Karena menemukan ada informasi terkait juru kunci di kawasan itu, tim kemudian menemui juru kunci dan menyampaikan kepada juru kunci agar dapat dilakukan pendataan.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan juru kunci untuk mengetahui mekanisme dan izin memasuki lokasi. Juru kunci yang diketahui bernama Haji Farid mengatakan tidak mengizinkan adanya pembongkaran.

Tim menjelaskan bahwa tidak akan ada pembongkaran dan Haji Farid juga akan dilibatkan saat pendataan.

Saat itu Haji Farid belum mengiyakan dan mengaku akan berembuk dengan pihak setempat terkait rencana tersebut.

Oleh karena itu, hingga kini pendataan belum dapat dilakukan karena masih menunggu hasil rembuk yang dilakukan juru kunci.

“Belum bisa. Karena itu dia masih menunda. Nanti dulu saya mau berembuk, begitu kata juru kuncinya,” ujarnya.

Pande menambahkan, apabila belum ada izin atau tindak lanjut dari pihak terkait, tim hanya dapat melaporkan perkembangan tersebut kepada pihak yang berwenang.

Pendataan itu antara lain untuk mengetahui bentuk batu, tulisan atau angka yang terdapat pada benda peninggalan, serta informasi lain yang dapat membantu mengidentifikasi usia dan konteks sejarahnya.

Terkait administrasi penelitian, Pande menyebut permohonan telah diajukan kepada kementerian pada Mei 2026.

Selanjutnya, surat izin penelitian berlaku mulai September hingga 30 November 2026, dengan catatan adanya pemberitahuan kepada Perbekel Candikuning sebagai pihak kedinasan.

Meski demikian, izin administratif tersebut tetap perlu diikuti koordinasi dengan pihak yang selama ini mengelola atau menjaga lokasi peninggalan.

Sebab, menurut Pande, kegiatan penelitian harus tetap menghormati keberadaan adat, pengelola, serta fungsi keagamaan yang telah berjalan di kawasan tersebut. (*)

Sidak Malam di Lapas Karangasem, Pisau Modif hingga Palu Ditemukan


Karangasem, Bali Kini – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Karangasem menggelar penggeledahan atau razia gabungan bersama aparat penegak hukum pada Kamis (17/9/2026) malam. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA tersebut melibatkan personel Polres Karangasem, termasuk anggota Satresnarkoba dan Buser, Kodim Karangasem, BNN Kabupaten Karangasem, Bapas Karangasem serta LPKA Karangasem.

Razia dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. Kegiatan tersebut juga menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.61.OT.02.02 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan dalam rangka Deteksi Dini Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban pada Lapas, LPKA dan Rumah Tahanan Negara di seluruh Indonesia.

Kepala Lapas Kelas IIB Karangasem, I Made Supartana, memimpin langsung apel sebelum kegiatan penggeledahan dimulai. Setelah apel, tim dibagi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kamar-kamar hunian di blok pria dan wanita.

Sasaran penggeledahan meliputi telepon seluler, narkotika serta berbagai benda yang berpotensi digunakan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang, di antaranya satu pisau modifikasi, satu palu, satu tang, satu kayu balok, dua tali, 13 paku, tiga botol kaca, empat gunting kuku, empat penjepit kertas dan enam sendok.

Petugas juga menemukan empat ikat pinggang, tiga set kartu remi, tiga botol parfum berbahan kaca, delapan cermin, satu bingkai kaca dan satu amplas.

Seluruh barang hasil penggeledahan tersebut kemudian dicatat, disita dan diinventarisasi. Barang-barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian selanjutnya akan dimusnahkan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Selain melakukan penggeledahan, petugas juga menggelar tes urine terhadap pegawai dan warga binaan. Sebanyak lima pegawai dan 10 warga binaan mengikuti pemeriksaan yang didampingi langsung oleh petugas BNN Kabupaten Karangasem.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif narkoba.

I Made Supartana mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

“Sebagai deteksi dini gangguan kamtib, kegiatan berjalan aman dan lancar,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Karangasem.

Pihak Lapas Karangasem menyatakan kegiatan penggeledahan akan dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di lingkungan Lapas. (Ami)

Kamis, 17 September 2026

Akses Darat Terhambat, Pangkoops TNI Habema Perintahkan Evakuasi Udara Ibu Sinta dari Mbua

Mbua, Bali Kini - Papua Pegunungan – Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto memerintahkan bantuan evakuasi udara terhadap Ibu Sinta Bilolo, istri almarhum Aris sanda, dari Distrik Mbua menuju Wamena, Kamis (17/9/2026), menyusul terhambatnya pelayanan transportasi darat pada jalur Mbua–Wamena.

Evakuasi dilakukan untuk memastikan Ibu Sinta dapat melakukan perjalanan dengan aman dan penuh haru di tengah kondisi akses darat yang belum memungkinkan. Dari Mbua, Ibu Sinta bersama dua pendamping, Ibu Haryati dan Ibu Murni, dievakuasi menggunakan Helikopter Bell dan Helikopter Fennec menuju Kenyam.

Setibanya di Kenyam, ketiganya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Wamena menggunakan pesawat Caravan. Seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman dan lancar.

Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan atas pertimbangan kemanusiaan dan keselamatan keluarga yang sedang membutuhkan dukungan perjalanan.

"Ibu Sinta sedang dalam suasana duka dan membutuhkan perjalanan yang aman. Ketika akses darat belum memungkinkan, saya perintahkan jajaran memberikan bantuan evakuasi udara agar beliau bersama pendamping dapat sampai ke Wamena dengan selamat. Dalam keadaan seperti ini, keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas," ujar Brigjen TNI Riyanto.

Koops TNI Habema menegaskan bahwa kondisi geografis maupun keterbatasan akses tidak boleh menjadi penghalang ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Bagi Koops TNI Habema, kehadiran negara harus dapat dirasakan pada saat masyarakat paling membutuhkan—hadir memberikan rasa aman, membantu perjalanan, dan memastikan mereka tidak menghadapi masa-masa sulit seorang diri.

(Sumber: Koops TNI Habema)


Prestasi Gemilang Duta Tabanan di UDG Bali XXXIII, Bukti Budaya dan Generasi Unggul Terus Bertumbuh


Singasana , Bali Kini – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan kontingen Kabupaten Tabanan dalam ajang Utsawa Dharma Gita (UDG) Bali XXXIII Tahun 2026 yang berlangsung pada 11–16 September 2026 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya (Art Center), Denpasar.

 

Mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma”, UDG Bali XXXIII tidak hanya menjadi ruang kompetisi seni sastra keagamaan Hindu, tetapi juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan tradisi, bahasa, sastra dan nilai-nilai spiritual Bali di tengah perkembangan zaman.

 

Kontingen Tabanan berhasil mencatatkan 18 prestasi, terdiri atas 2 medali emas, 2 medali perak, 4 medali perunggu, serta 14 penghargaan kategori Harapan, yakni 6 Harapan I, 5 Harapan II dan 3 Harapan III.

 

Capaian tersebut diraih melalui berbagai cabang yang diikuti para duta Tabanan dalam kompetisi yang mempertemukan kontingen dari sembilan kabupaten/kota se-Bali.

 

Pada pelaksanaan 12 September 2026, kontingen Tabanan meraih Juara II Dharma Wacana Bahasa Inggris Dewasa Putra, Juara III Dharma Wacana Bahasa Inggris Dewasa Putri dan Juara III Membaca Palawakya Dewasa Putri. Sejumlah prestasi Harapan juga diraih melalui kategori Membaca Kakawin Remaja Putra, Dharma Wacana Bahasa Bali Remaja Putri, Membaca Sloka Remaja Putri, Membaca Sloka Anak-anak Putra dan Putri, serta Kakawin Remaja Putri dan Dewasa Putri.

 

Prestasi kembali bertambah pada 13 September 2026. Tabanan berhasil meraih Juara I Utsawa Menghafal Sloka Remaja Putra dan Juara I Utsawa Menghafal Sloka Dewasa Putri. Selain itu, Tabanan juga meraih Juara III Dharma Wacana Bahasa Inggris Remaja Putra serta sejumlah penghargaan Harapan pada kategori Palawakya, Kakawin, Sloka, Dharma Wacana Bahasa Inggris dan Dharma Carita.

 

Pada 14 September 2026, kontingen Tabanan menambah capaian melalui Juara II Utsawa Membaca Sloka Dewasa Putra dan Juara III Utsawa Nyanyian Keagamaan Hindu. Sementara penghargaan Harapan kembali diraih pada kategori Dharma Carita Anak-anak Putra dan Dharma Wiwada.

 

Secara keseluruhan, UDG Bali XXXIII Tahun 2026 menghadirkan 11 bidang lomba dengan 37 kategori, meliputi membaca sloka, palawakya, kakawin, kidung, nyanyian keagamaan Hindu, gaguritan, dharmawacana Bahasa Bali dan Bahasa Inggris, menghafal sloka, dharmawiwada serta dharmacarita.

 

Bagi masyarakat Tabanan, capaian tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai jumlah medali. Prestasi para peserta menjadi gambaran bahwa pembinaan seni, sastra dan budaya keagamaan masih memiliki ruang kuat di kalangan generasi muda. Penguasaan sloka, kakawin, palawakya, kidung hingga dharmawacana sekaligus menjadi sarana untuk menjaga kemampuan generasi penerus dalam memahami dan menyampaikan nilai-nilai luhur warisan budaya Bali.

 

Keberhasilan tersebut turut memperkuat ekosistem kebudayaan Kabupaten Tabanan. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu membawa identitas dan kekayaan budaya Tabanan ke tingkat nasional.

 

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. saat dikonfirmasi pada Rabu (16/9) sore menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh kontingen Tabanan yang telah membawa nama daerah dalam UDG Bali XXXIII.

 

“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat Tabanan. Lebih dari sekadar medali, capaian para duta Tabanan menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan spiritual masih hidup dan terus berkembang di tengah generasi muda. Pemerintah Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, pembina, official dan semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kontingen,” ujar Dr. I Komang Gede Sanjaya.

 

Menurut Bupati Sanjaya, penguatan seni dan budaya menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan manusia yang sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

 

“Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan manusia yang berkarakter, berbudaya dan memiliki jati diri. Prestasi dalam UDG ini menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan kebudayaan harus berjalan bersama dengan pembangunan di bidang lainnya. Kita ingin generasi Tabanan tumbuh unggul, tetap berakar pada nilai budaya dan mampu berkontribusi di tingkat yang lebih luas,” tegasnya.

 

Bupati Sanjaya juga berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda Tabanan untuk terus belajar, berlatih dan mencintai seni serta budaya daerah.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Dewa Putu Mahendra, S.STP., M.M. menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, pembina dan official yang telah memberikan kemampuan terbaik selama mengikuti UDG Bali XXXIII.

 

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan official Duta Kabupaten Tabanan. Capaian ini merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan dan kerja keras bersama. Kami juga mengapresiasi dukungan semua pihak yang telah membantu sehingga kontingen Tabanan dapat tampil dan memberikan hasil terbaik,” kata I Dewa Putu Mahendra.

 

I Dewa Putu Mahendra menegaskan, capaian di tingkat Provinsi Bali menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus pijakan untuk menghadapi UDG Tingkat Nasional Tahun 2027 di Sulawesi Tengah.

 

“Setelah pelaksanaan UDG tingkat provinsi ini, kami akan melakukan evaluasi terhadap seluruh peserta, terutama bagi yang berpeluang menjadi duta Bali pada tingkat nasional. Persiapan harus dilakukan lebih matang, baik dari sisi materi, teknik penampilan maupun mental bertanding. Harapannya, pengalaman yang diperoleh di UDG Bali XXXIII menjadi bekal penting untuk tampil maksimal di tingkat nasional,” jelasnya.

 

UDG Bali XXXIII sekaligus menjadi momentum memperkuat keterhubungan antara pelestarian kebudayaan dengan pembangunan generasi muda. Tema “Dharmagita Atmanam Dharma” memiliki keterkaitan erat dengan semangat Atma Kerthi, yang menempatkan manusia sebagai bagian penting dalam proses pemuliaan kehidupan melalui penguatan nilai budaya dan spiritual.

 

Melalui ajang tersebut, masyarakat tidak hanya menyaksikan kompetisi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk melihat bagaimana sastra dan seni keagamaan diwariskan kepada generasi penerus. Bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan, keberlanjutan pembinaan tersebut menjadi investasi kebudayaan untuk memastikan identitas daerah tetap kuat sekaligus mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional.(*)

 


Gubernur Koster Hadiri Serah Terima Lahan dan Hibah Aset Universitas Terbuka kepada Pemprov Bali

Denpasar , Bali Kini Universitas Terbuka (UT) Denpasar resmi mengembalikan lahan milik Pemprov Bali seluas 1.975 meter persegi di Jalan Gurita, Kelurahan Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai Sekretariat Unit Pelayanan Belajar Jarak Jauh (UPBJJ). Pengembalian lahan dibarengi penyerahan hibah aset UT berupa gedung beserta segala peralatan dan mesin yang ada di atas lahan  tersebut. Total nilai perolehan aset yang diserahkan UT kepada Pemprov Bali mencapai Rp. 4,89 miliar. Pengembalian aset ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si dan Gubernur Bali Wayan Koster di Gedung Baru Universitas Terbuka Denpasar yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Kamis (17/9).

Prof Ali menjelaskan, pemanfaatan lahan milik Pemprov Bali bermula dari izin pemerintah daerah pada 2007 melalui Keputusan Gubernur Bali Nomor 863/01-F/HK/2007. Lahan inventaris Pemprov Bali itu kemudian dimanfaatkan sebagai lokasi Sekretariat UPBJJ-UT Denpasar. Pemanfaatan lahan dituangkan dalam Perjanjian Pinjam Pakai Nomor 028/2518/PPA.Aset tanggal 21 April 2015. Perjanjian itu berlaku selama lima tahun hingga 21 April 2020 dan kemudian dilanjutkan melalui perpanjangan kerja sama pada 2021.

 Di atas lahan tersebut, UT membangun gedung dengan luas sekitar 1.106 meter persegi pada 2008. Pembangunan gedung didukung Izin Mendirikan Bangunan Nomor 02/52/187/DS/DP/2010 tertanggal 11 Januari 2010. “Di tempat inilah pelayanan pendidikan jarak jauh UT tumbuh bersama masyarakat Bali dan ikut memperluas akses pendidikan tinggi," ujar Prof. Ali.

 Ditambahkan olehnya, pengembalian aset ini merupakan bagian dari penataan tata kelola Barang Milik Universitas Terbuka setelah UT Denpasar menempati gedung baru di Jalan Raya Sesetan sejak tahun 2024. Perpindahan tersebut sekaligus mendorong penyelesaian administrasi dan pengelolaan aset secara tertib, transparan, akuntabel, serta sesuai ketentuan. "Seiring berakhirnya pemanfaatan lahan milik Pemerintah Provinsi Bali, UT mengambil langkah untuk mengembalikan hak pemanfaatan tanah tersebut kepada Pemerintah Provinsi Bali dan melalui mekanisme hibah, menyerahkan gedung dan bangunan serta peralatan dan mesin milik UT yang berada di dalamnya," jelasnya.

Objek hibah terdiri atas satu unit gedung dan bangunan dengan nilai perolehan Rp.4.148.127.000. Selain itu, terdapat 169 unit peralatan dan mesin dengan total nilai perolehan Rp. 746.159.250. Dengan demikian, total nilai perolehan Barang Milik Universitas Terbuka yang dihibahkan mencapai Rp4.894.286.250. Peralatan tersebut antara lain berupa perangkat AC, backdrop, exhaust fan, layar proyektor, lemari, meja dan workstation, meja resepsionis, perkakas, rak kayu, serta sketsel ruangan. Berdasarkan hasil inventarisasi, aset berada dalam kondisi baik dan sebagian mengalami rusak ringan.

 Prof. Ali juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov atas dukungan terhadap keberadaan UT di Bali. la secara khusus menyebut peran Wayan Koster yang pernah terlibat dalam pendirian UT ketika duduk sebagai anggota Komisi X DPR RI.

Gubernur Koster mengatakan, aset tersebut memiliki nilai manfaat bagi Pemprov Bali karena bangunannya masih dinilai layak untuk digunakan. Sebelum acara penyerahan, Gubernur Koster melihat langsung kondisi gedung di Jalan Gurita. "Tadi saya sudah melihat gedungnya, itu masih sangat layak, tinggal rapi-rapi sedikit, sudah bisa dipakai lagi. Jadi nilainya tadi kalau tidak salah Rp. 4,89 miliar," ujarnya.

 la menyampaikan terima kasih kepada Rektor UT atas hibah aset tersebut. Menurutnya, aset itu dapat dimanfaatkan Pemprov Bali untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat maupun menjalankan organisasi pemerintahan. “Terima kasih kepada Bapak Rektor atas hibah asetnya yang akan sangat bermanfaat bagi Pemprov Bali di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun juga menjalankan organisasi pemerintahan," katanya.

Pada bagian lain, Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan bahwa dirinya mempunyai ikatan emosional dengan UT. Saat mengawali karier di Balitbang Kemendukbud RI Tahun 1988, ia intens melakukan riset mengenai kebijakan yang berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas dan model layanan pendidikan. “Salah satu yang kita pelajari adalah bagaimana menangani pelayanan pendidikan untuk Indonesia yang begitu luas. Negara kepulauan, jumlah penduduknya banyak dan kondisi ekonomi kurang mampu,” urainya. Karena itu, Indonesia butuh layanan pendidikan yang mudah dijangkau dan memberikan kesempatan bagi warga negara dimanapun mereka berada, dalam kondisi geografis yang sangat sulit atau daerah terpencil. “Dari situlah kami terus mematangkan dan mengembangkan model layanan pendidikan untuk daerah yang sulit terjangkau, satu diantaranya adalah UT. 

. Dari pengamatannya, sejak didirikan pada tahun 1988, saat ini UT berkembang sangat baik. “Gedungnya bagus, sistem pembelajaran makin maju, teknologi juga sudah diberdayakan dengan baik, tata kelola bagus, peminatnya sudah sangat tinggi,” ungkapnya. Mencermati hal ini, ia minta dukungan UT untuk mengambil peran aktif dalam upaya meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) masuk ke Perguruan Tinggi di Bali yang saat ini masih berada di bawah 40 persen. Selain itu, UT juga diminta menyukseskan program 1 Keluarga 1 Sarjana (1K1S) yang menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan capaian APK masuk perguruan tinggi.

Kepala BPKAD Bali, I Ketut Maduyasa mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti pemanfaatan aset tersebut. Pemprov Bali akan melakukan penataan dan perbaikan sebelum gedung difungsikan. "Nanti akan kami bahas apa yang akan kita tugaskan di situ. Apakah perangkat daerah atau badan milik Pemprov Bali bisa ditempatkan di sana untuk menjalankan tugas pemerintahan Provinsi Bali," ungkapnya.(*)

Gubernur Koster Tutup UDG ke-33 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026, Tekankan Regenerasi dan Ajeg Budaya Bali


DENPASAR , BALI KINI -Gubernur Bali Wayan Koster menutup pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-33 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026 yang mengusung tema “Dharmagita Atmanam Dharma” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Denpasar, Rabu (16/9). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster mengapresiasi antusiasme dan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengikuti ajang pelestarian seni, sastra, bahasa, dan budaya Bali.

1. Gubernur Koster mengapresiasi cara berbusana para peserta UDG yang dinilai apik, rapi, dan mencerminkan identitas budaya Bali. Menurutnya, busana tidak sekadar menjadi penampilan, tetapi juga merupakan ekspresi jiwa dan karakter seseorang. “Kalau kita sudah berbusana dengan apik dan rapi, itu juga menjadi identitas krama Bali,” ujar Gubernur Koster. Ia menilai seluruh peserta UDG merupakan orang-orang luar biasa yang telah menunjukkan ketertiban dan kecintaan terhadap budaya Bali. “Kalau semua orang seperti ini, Bali akan menjadi Bali yang tertib dan berbudaya.”

2. Dari sisi kemampuan berbahasa, Gubernur Koster mengaku bangga melihat masyarakat Bali, terutama anak-anak, yang mampu melestarikan dan menggunakan bahasa Bali. Pada saat yang sama, generasi muda Bali juga mampu menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kemampuan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya Bali tidak berarti menutup diri terhadap perkembangan zaman.

3. UDG menjadi ruang penting bagi regenerasi budaya Bali. Gubernur Koster mengaku senang karena peserta UDG tidak hanya berasal dari kalangan dewasa dan remaja, tetapi juga melibatkan anak-anak. Menurutnya, keterlibatan anak-anak menjadi tanda penting bahwa proses regenerasi budaya Bali terus berjalan.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya terhadap masyarakat Bali yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan arus modernisasi, tetapi tetap menjaga identitas dan kebudayaannya. Gubernur Koster menyinggung fenomena di berbagai negara ketika generasi mudanya terseret arus modernisasi hingga semakin jauh dari identitas budaya mereka. Karena itu, Bali harus memiliki fondasi budaya yang kuat sebagaimana ditekankan dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

4. Gubernur Koster menyampaikan bahwa anak-anak dan generasi muda yang mengikuti UDG sejatinya telah mulai menanamkan jati diri sebagai masyarakat Bali. Pengalaman mengikuti kegiatan kebudayaan seperti UDG menjadi bagian dari proses membangun kecintaan, pemahaman, dan tanggung jawab terhadap budaya Bali.

5. Melihat antusiasme masyarakat dalam mengikuti UDG, Gubernur Koster optimistis perkembangan teknologi modern tidak akan mematikan budaya Bali. Sebaliknya, teknologi harus dapat berjalan berdampingan dengan kebudayaan, sementara masyarakat Bali tetap memiliki kesadaran dan jati diri yang kuat.

6. Gubernur Koster juga menyoroti fenomena demografi Bali, termasuk semakin berkurangnya generasi dengan nama berdasarkan urutan kelahiran, seperti Nyoman dan Ketut. Ia berharap jumlah masyarakat Bali tidak terus mengalami penurunan. Menurutnya, keberlanjutan kebudayaan Bali sangat bergantung pada keberadaan masyarakat Bali sebagai pelaku sekaligus pewaris kebudayaan.

“Siapa yang menjalani ritual dan upacara keagamaan kalau bukan masyarakat Bali?” tegasnya. Karena itu, penguatan kehidupan masyarakat Bali menjadi bagian penting dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjalankan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

7. Gubernur Koster mengapresiasi pelaksanaan UDG ke-33 yang berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme masyarakat. Namun, ia memberikan catatan terkait bentuk piala penghargaan. Ke depan, piala diharapkan dibuat lebih praktis, elegan, dan berkualitas, sekaligus tetap memiliki ciri khas Bali. Ia juga mendorong penggunaan produk lokal Bali untuk pembuatan piala sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan kreativitas masyarakat Bali.

8. Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa nilai hadiah bagi para pemenang UDG akan dinaikkan pada pelaksanaan tahun berikutnya. Peningkatan apresiasi tersebut diharapkan dapat membuat penyelenggaraan UDG semakin hidup dan menarik, sekaligus memberikan motivasi lebih besar kepada para peserta untuk terus berprestasi.

9. Menutup sambutannya, Gubernur Koster berpesan kepada seluruh peserta, khususnya anak-anak dan generasi muda, agar terus bekerja dengan tulus dan lurus serta senantiasa menjalankan karma yang baik. Ia mengingatkan bahwa para peserta merupakan calon pemimpin masa depan.

“Masa depan kebudayaan dan ajeg Bali ada di tangan kalian,” pesan Gubernur Koster. Karena itu, generasi muda Bali diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan dan prestasi, tetapi juga karakter, etika, serta kecintaan yang kuat terhadap budaya dan jati diri Bali.

10. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster juga memberikan apresiasi kepada Kabupaten Badung yang berhasil meraih predikat Juara Umum UDG ke-33 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026, dengan perolehan 21 Juara I, 11 Juara II, dan 3 Juara III.(*)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved