-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Rabu, 12 Agustus 2026

Ribuan Crosser Ramaikan JAC ke-11, Semarakkan HUT Kota Negara ke-131

Jembrana , Bali Kini - Ribuan crosser dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam Jembrana Adventure Community (JAC) ke-11 yang digelar serangkaian memperingati HUT Kota Negara ke-131, Minggu (9/8/2026) yang mengambil lokasi start dan finish di Lapangan Ambyarsari, Desa Wisata Blimbingsari, Kecamatan Melaya.

Dibuka langsung oleh Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna, event tahunan ini tak hanya menjadi ajang adu ketangkasan di lintasan, tetapi juga ikut memeriahkan perayaan hari jadi Kota Negara.


Sejak pagi, suasana di lokasi kegiatan sudah dipadati para peserta dan penggemar olahraga otomotif. Deru mesin motor trail berpadu dengan tantangan lintasan yang menuntut keberanian, ketangkasan, serta kemampuan para crosser menaklukkan medan.

Ribuan crosser tidak hanya datang dari berbagai daerah di Bali. Tetapi juga dari pulau Jawa, terutama dari berbagai wilayah Jawa Timur.


Mereka datang dengan membawa semangat yang sama, yakni menikmati jalur adventure sekaligus menjajal kemampuan di medan yang telah disiapkan panitia.


JAC ke-11 menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang dikemas untuk menyemarakkan HUT Kota Negara ke-131. Selain menjadi ruang bagi komunitas otomotif untuk berkumpul, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wilayah Jembrana melalui jalur-jalur adventure yang nantinya dilalui para croser.


“Event seperti ini bukan hanya soal olahraga otomotif, tetapi juga bagaimana kita menghidupkan suasana perayaan HUT Kota Negara. Peserta yang datang dari luar daerah juga bisa melihat langsung potensi dan suasana Jembrana,” ujar Ketua JAC, Made Sardika.


Made Sardika menyebut total crosser yang ambil bagian dalam event ini jumlahnya 1.500-san dan dalam pelaksanaannya, para crosser harus melewati berbagai karakter medan. Mulai dari jalur tanah, tanjakan, turunan hingga trek yang membutuhkan konsentrasi dan teknik berkendara.

Tantangan tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta. Bagi para pencinta motor trail, medan yang menantang menjadi pengalaman yang tidak sekadar mengejar kecepatan, tetapi juga menguji kemampuan mengendalikan motor dan membaca kondisi lintasan.

"Untuk itu, tidak tanggung-tanggung panitia menyiapkan total hadiah sampai dengan Rp 50 juta. Yang uniknya ada juga tanjakan berhadiah dengan total hadiah Rp 15 juta. Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga memberikan warna tersendiri bagi JAC ke-11. Event ini sekaligus menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarkomunitas pecinta otomotif," ucapnya.

Di sisi lain, ramainya peserta dan penonton turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran peserta dari luar Jembrana membuat aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak, mulai dari sektor kuliner, perdagangan hingga jasa.

Sementara itu, Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menyampaikan Pemkab Jembrana menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Event olahraga dan komunitas seperti JAC dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas dalam rangkaian HUT Kota Negara.


Wabup Ipat juga mendorong agar event-event otomotif di Jembrana dikemas semakin baik dan berkelanjutan. Dengan demikian, Jembrana tidak hanya dikenal karena potensi pariwisata dan budayanya, tetapi juga memiliki identitas sebagai daerah tujuan kegiatan otomotif.

“Jangan berhenti di JAC saja. Kita ingin kegiatan otomotif terus tumbuh. Kalau bisa, orang punya bayangan bahwa kalau bicara otomotif, salah satu tempat yang dituju adalah Jembrana,” tegasnya.

Dengan semangat sportivitas dan kebersamaan, JAC ke-11 menjadi salah satu warna dalam perayaan hari jadi Kota Negara tahun ini. 

"Sekali lagi, bukan hanya tentang siapa yang paling cepat menaklukkan lintasan, tetapi bagaimana sebuah event komunitas mampu ikut menghidupkan perayaan hari jadi Kota Negara dan membawa nama Jembrana lebih luas," tutup Wabup Ipat. *(*)

Tingkatkan Kompetensi SDM, Bupati Kembang Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3

Jembrana. Bali Kini  - Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan secara resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Tahun 2026 di Ruang Rapat Lantai 2 Jimbarwana, Kantor Bupati Jembrana, Senin (10/8) sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesiapan tenaga kerja lokal.

Bupati Kembang, menegaskan bahwa program pelatihan ini merupakan langkah awal dukungan pemerintah kepada para generasi muda Jembrana melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

"Saya ingin nanti adik-adik ini serius mengikuti pelatihan ini. Dan untuk  pelaksanaan di lapangan, benar-benar berjalan, agar mereka betul-betul merasakan manfaat. Betul-betul kehadiran kita berguna," ucapnya.

Ia menekankan pentingnya kesungguhan serta niat yang kuat dari para peserta dalam mengikuti pelatihan ini. Selain itu, Bupati Kembang mengingatkan bahwa sertifikat kompetensi memang penting sebagai legitimasi, namun pembuktian dan aktualisasi di lapangan jauh lebih utama.

"Sertifikat itu penting sekali untuk menguatkan legitimasi adik-adik. Tetapi yang jauh lebih penting adalah aktualisasi lapangannya! Bagaimana setelah ini Adik-Adik bisa terus mengembangkan diri," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi menyampaikan bahwa pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri, sekaligus mendukung prioritas pembangunan SDM nasional.

Pada Batch 3 Tahun 2026 ini, terdapat 4 paket pelatihan yang resmi dibuka, yaitu Pembuatan Konten Visual untuk Media Sosial yang diikuti oleh 14 orang peserta. Pembuatan Roti dan Kue diikuti oleh 13 orang peserta. Menjahit Pakaian dengan Mesin diikuti oleh 16 orang peserta. Dan barber  diikuti oleh 16 orang peserta.

"Adapun kegiatan ini mendapatkan dukungan anggaran APBN tahun 2026 sebesar Rp332.034.000 untuk 7 paket pelatihan, dan pada hari ini akan kita lakukan pembukaan untuk 4 paket pelatihan," jelas Mirah.

Pemerintah Kabupaten Jembrana juga berkomitmen untuk terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, serta Pemerintah Provinsi Bali guna memperluas program pelatihan melalui kolaborasi APBN, APBD Provinsi, maupun APBD Kabupaten pada tahun 2026.

Selanjutnya, seluruh peserta yang menyelesaikan pelatihan wajib mengikuti uji kompetensi atau asesmen sesuai skema yang berlaku.  "Melalui layanan penempatan kerja, kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, serta pendampingan kewirausahaan, Kami berupaya agar lulusan pelatihan memiliki peluang kerja, berwirausaha, atau mengikuti pemagangan," tutupnya.
(*)

Karya Agung Ngenteg Linggih Desa Adat Ekasari Labdakarya, Bupati Kembang Puji Semangat Gotong Royong Krama.

Jembrana , Bali Kini  - Puncak rangkaian Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung, Menawa Ratna, Nubung Pedagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini, Medasar Tawur Agung Tabuh Gentuh, Pura Desa lan Puseh Desa Ekasari telah berlangsung labdakarya sida sidaningdon pada Selasa (11/8).
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan ngupasaksi sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan Pemerintah Kabupaten Jembrana senilai Rp200 juta, ditambah sumbangan pribadi berupa satu ekor Kerbau Suci.

Dalam kesempatannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas semangat gotong royong warga Desa Ekasari dalam menyelenggarakan karya suci tersebut. Bagi beliau, yadnya yang didasari rasa tulus merupakan cerminan nyata dari kuatnya rasa kebersamaan warga dalam merawat tradisi Bali.
"Rasa bangga dan syukur melihat kebersamaan Krama menjalankan karya suci ini. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa melimpahkan kerahayuan serta kelancaran untuk seluruh rangkaian upacara, sekaligus menguatkan tali persaudaraan dan sradha bhakti kita Bersama," ujarnya.

Sementara itu, Bendesa Adat Ekasari I Ketut Muliana menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan Pemerintah Kabupaten Jembrana serta semangat krama Desa Ekasari. Menurutnya, seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan karya agung ini, dapat terwujud berkat kuatnya rasa gotong royong krama.
"Pelaksanaan karya ini menjadi bukti kuatnya semangat masyarakat dalam menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga melalui kegiatan keagamaan," ungkapnya.(*)

Perdana di Jembrana, Kejuaraan SAVIC Volume 1 Resmi Digelar.

JEMBRANA , BALI KINI – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menghadiri Kejuaraan Savate Generation (SAVIC) Volume 1 yang diselenggarakan di GOR Kresna Jvara, Sabtu (8/8). 

Kejuaraan olahraga beladiri ini menjadi ajang perdana yang pernah digelar di Kabupaten Jembrana.

Bupati Kembang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan tersebut. Menurutnya, event olahraga beladiri sangat penting untuk memberikan ruang positif bagi generasi muda di Jembrana dalam menyalurkan bakat dan hobi mereka.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini agar anak-anak muda di Jembrana memiliki wadah yang positif untuk menyalurkan hobi serta energi mereka, sehingga terhindar dari hal-hal negatif seperti tawuran," ujarnya


Lebih lanjut, pihaknya berharap kejuaraan ini dapat menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan atlet-atlet berbakat dan berprestasi, sekaligus mempererat kebersamaan antar pemuda di Bali.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Savate Jembrana, Ida Bagus Ketut Wipradana, menjelaskan bahwa Savate merupakan cabang olahraga beladiri baru yang teknik permainannya secara umum menyerupai kickboxing. Ia menyampaikan bahwa ajang bertajuk Savate Generation Volume 1 atau SAVIC ini dirancang khusus untuk memfasilitasi minat masyarakat lokal di bidang olahraga tarung.

“Jadi tujuannya ini untuk meningkatkan prestasi anak-anak Jembrana, warga Jembrana yang gemar dalam combat sport,” jelasnya

Ia menambahkan bahwa kejuaraan SAVIC Volume 1 ini diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 8–9 Agustus, dengan merangkul para atlet dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Hari pertama diisi dengan agenda weigh-in (timbang badan) serta face-off, sedangkan seluruh rangkaian pertandingan penuh digelar pada hari kedua.

“ Guna menyemarakkan ajang ini, kami pengurus Savate Jembrana juga menjalin kolaborasi dengan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina). Dari total 33 partai yang dipertandingkan, sebanyak 25 partai berasal dari cabang olahraga Savate dan 8 partai sisanya merupakan pertandingan cabang tinju, Pungkasnya (*)

Pasar Rakyat PKK Bali di Jembrana Laris Manis, Transaksi Tembus Rp 672 JutaSehari


Jembrana , Bali Kini – Pelaksanaan Pasar Rakyat Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana membawa angin segar bagi para pelaku usaha lokal. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (7/8) tersebut sukses mencatatkan nilai transaksi fantastis mencapai Rp672.733.200.

​Angka tersebut berasal dari sektor pertanian sebesar Rp294.699.500, Industri Kecil Menengah (IKM) Rp210.514.700, dan kuliner Rp167.519.000. Pasar rakyat ini melibatkan sedikitnya 115 peserta dari berbagai sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta IKM lokal.

Resmi ditutup oleh Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny.drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan menyambut positif capaian tersebut. Nilai transaksi yang tinggi ini dinilai sebagai indikator kuat meningkatnya perputaran ekonomi masyarakat, sekaligus memperkokoh eksistensi produk UMKM dan IKM lokal.
"Pasar Rakyat PKK tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi dan pemasaran produk unggulan daerah, tetapi juga menghadirkan dampak sosial nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ucapnya.


​Sementara itu dalam kesempatanya Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud kolaborasi erat antara TP PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana. Ia mendorong masyarakat untuk bangga menggunakan produk lokal Bali, sebab kualitas komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan daerah tidak kalah dari produk luar. Penggunaan produk lokal sangat penting agar perputaran ekonomi tetap berlangsung di Bali.

​"Apa yang dihasilkan di Bali sebaiknya dinikmati semaksimal mungkin untuk Bali. Jangan sampai produk kita dijual ke luar, sementara kita justru lebih bangga membeli produk dari luar," ujarnya.


Dilain sisi Ketua Panitia Pasar Rakyat Jembrana Asisten Perekonimian dan Pembangunan Drs. Gede Sujana menyampaikan Tingginya antusiasme serta partisipasi aktif masyarakat tidak hanya meramaikan jalannya acara, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian lokal. event ini terbukti mampu memutar roda perekonomian dan menggeliatkan aktivitas bisnis masyarakat Jembrana.

​"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat Jembrana atas dukungan luar biasa, Kami berharap momentum ini dapat terus menggerakkan perekonomian daerah," tandasnya. ( *)

Selasa, 11 Agustus 2026

14 Persen Penduduk di Denpasar Lakukan Aktivasi IKD


Denpasar , Bali Kini  - Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Denpasar terus digenjot. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan gencarnya pendaftaran Populasi dan Perlindungan Sosial (Perlinsos), yang membutuhkan data kependudukan yang akurat dan terintegrasi.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Denpasar, hingga 9 Agustus 2026 tercatat sebanyak 74.851 penduduk telah melakukan aktivasi IKD. Jumlah tersebut setara dengan 14,2 persen dari total penduduk yang telah melakukan perekaman KTP elektronik.

Kepala Dinas Dukcapil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata, mengatakan capaian tersebut terus didorong agar semakin meningkat. “Per 9 Agustus 2026 sudah 74.851 penduduk Denpasar yang melakukan aktivasi IKD. Jumlah ini setara dengan 14,2 persen penduduk yang telah melakukan perekaman KTP elektronik,” ungkapnya, Selasa (11/8).

Diketahui, jumlah penduduk yang telah melakukan perekaman KTP elektronik di Kota Denpasar mencapai 527.106 orang. Dari empat kecamatan, Denpasar Utara mencatat persentase aktivasi IKD tertinggi, yakni 17,54 persen atau sebanyak 23.575 penduduk. Selanjutnya, Denpasar Timur mencapai 16,3 persen dengan 15.692 penduduk. Denpasar Barat berada pada angka 13,36 persen dengan 19.962 penduduk. 

Sementara cakupan terendah berada di Kecamatan Denpasar Selatan, yakni 10,63 persen atau sebanyak 15.622 penduduk. Untuk tingkat desa/kelurahan, cakupan aktivasi IKD tertinggi tercatat di Peguyangan Kaja dengan 2.416 penduduk atau 31,67 persen. Posisi berikutnya ditempati Dangin Puri Kauh sebanyak 1.422 penduduk atau 24,94 persen, serta Penatih Dangin Puri sebanyak 1.519 penduduk atau 23,11 persen.

Dewa Gde Juli, mengatakan untuk Denpasar Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam percepatan aktivasi IKD. Hal ini lantaran kawasan tersebut memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi sehingga membutuhkan pendekatan pelayanan yang lebih spesifik. “Kami melakukan jemput bola untuk area pemukiman padat di wilayah Denbar dan Densel untuk mempercepat capaian,” ujarnya.

Selain melakukan pelayanan jemput bola, Dukcapil Denpasar juga berupaya mereplikasi pola yang telah diterapkan di Denpasar Utara ke kecamatan lainnya. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan cakupan aktivasi IKD di seluruh wilayah Kota Denpasar.

Percepatan aktivasi IKD ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat administrasi kependudukan sekaligus mendukung proses pendataan Perlinsos. Dengan data kependudukan yang semakin terintegrasi, diharapkan dapat memiliki basis data yang lebih akurat dalam memberikan pelayanan dan perlindungan sosial kepada masyarakat.

Sabtu, 08 Agustus 2026

Pasar Rakyat PKK Bali di Jembrana Laris Manis, Transaksi Tembus Rp 672 JutaSehari


Jembrana , Bali Kini – Pelaksanaan Pasar Rakyat Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali di Kabupaten Jembrana membawa angin segar bagi para pelaku usaha lokal. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kesenian Ir. Soekarno pada Jumat (7/8) tersebut sukses mencatatkan nilai transaksi fantastis mencapai Rp672.733.200.

​Angka tersebut berasal dari sektor pertanian sebesar Rp294.699.500, Industri Kecil Menengah (IKM) Rp210.514.700, dan kuliner Rp167.519.000. Pasar rakyat ini melibatkan sedikitnya 115 peserta dari berbagai sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta IKM lokal.

Resmi ditutup oleh Ketua TP PKK Kabupaten Jembrana Ny.drg. Ani Setiawarini Kembang Hartawan menyambut positif capaian tersebut. Nilai transaksi yang tinggi ini dinilai sebagai indikator kuat meningkatnya perputaran ekonomi masyarakat, sekaligus memperkokoh eksistensi produk UMKM dan IKM lokal.
"Pasar Rakyat PKK tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi dan pemasaran produk unggulan daerah, tetapi juga menghadirkan dampak sosial nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ucapnya.


​Sementara itu dalam kesempatanya Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud kolaborasi erat antara TP PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana. Ia mendorong masyarakat untuk bangga menggunakan produk lokal Bali, sebab kualitas komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan daerah tidak kalah dari produk luar. Penggunaan produk lokal sangat penting agar perputaran ekonomi tetap berlangsung di Bali.

​"Apa yang dihasilkan di Bali sebaiknya dinikmati semaksimal mungkin untuk Bali. Jangan sampai produk kita dijual ke luar, sementara kita justru lebih bangga membeli produk dari luar," ujarnya.


Dilain sisi Ketua Panitia Pasar Rakyat Jembrana Asisten Perekonimian dan Pembangunan Drs. Gede Sujana menyampaikan Tingginya antusiasme serta partisipasi aktif masyarakat tidak hanya meramaikan jalannya acara, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian lokal. event ini terbukti mampu memutar roda perekonomian dan menggeliatkan aktivitas bisnis masyarakat Jembrana.

​"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat Jembrana atas dukungan luar biasa, Kami berharap momentum ini dapat terus menggerakkan perekonomian daerah," tandasnya. ( pro * )

Kelola Sampah Organik Secara Mandiri, Bupati Kembang Beri Apresiasi Tinggi Warga Sri Mandala

Jembrana , Bali Kini – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, meninjau langsung Taman Organik Satria Mandala yang berlokasi di Lingkungan Sri Mandala, Kelurahan Dauhwaru, Sabtu (8/8/2026). Kunjungan ini guna melihat secara dekat inovasi dan antusiasme tinggi masyarakat setempat yang membangun fasilitas pengelolaan sampah secara swadaya.

Dalam kunjungannya, Bupati Kembang memberikan apresiasi mendalam atas kesadaran dan inisiatif warga dalam menyelesaikan persoalan sampah mulai dari hulu.

"Upaya warga mengelola sampah secara mandiri dengan membangun Taman Organik Satria Mandala ini sangat luar biasa baiknya," ujar Bupati Kembang.

Ia juga menekankan pentingnya penataan lingkungan yang asri serta kebiasaan memilah sampah sejak dari skala rumah tangga. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan hijau secara alami akan mencegah perilaku membuang sampah sembarangan.

"Ke depan, kelompok mungkin bisa menyiapkan timbangan untuk sampah plastik yang memiliki nilai ekonomis untuk dijual, sehingga hasil dari penjualan sampah plastik itu bisa menjadi tabungan bagi masyarakat," tambah Bupati Kembang memberi arahan pengembangan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Masyarakat Taman Organik Satria Mandala, I Gede Eka Wiantara Putra, menjelaskan bahwa pendirian fasilitas ini dipicu oleh kebijakan terkait pembatasan sampah ke TPA Peh per 1 Juli 2026.

"Ide dibuatnya taman organik ini didasarkan adanya edaran per 1 Juli 2026 di mana kita tidak lagi boleh membuang sampah organik ke TPA Peh. Keterbatasan lahan di masing-masing rumah warga untuk membuat teba modern membuat kami berdiskusi dan menyediakan satu tempat terpusat bagi warga," jelasnya.

Ia menambahkan, konsep awal yang semula hanya teba modern untuk menampung sampah organik, kini berkembang menjadi Taman Organik Satria Mandala. Pengelolaannya berlandaskan pada tiga prinsip utama.

"Prinsip dasar kita ada tiga, yaitu Edukasi, Kemandirian, dan Keberlanjutan. Tiga poin dasar ini selalu kita pegang agar sistemnya tetap tumbuh dan berkelanjutan secara organik, baik saat ada penggiat lingkungan yang masuk maupun adopsi teknologi baru," tutupnya.

Gerakan swadaya di Lingkungan Sri Mandala ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Kabupaten Jembrana dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah hulu yang mandiri, bernilai ekonomis, dan ramah lingkungan.
(*)

GOW Bangli Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SMPN 1 Kintamani.

Kintamani , Bali Kini  – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bangli terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan atau bullying. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi pencegahan bullying yang digelar di SMPN 1 Kintamani, Sabtu (8/8/2026).

Kepala SMPN 1 Kintamani, I Dewa Ayu Raka Dewi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehormatan dan kebanggaan yang diberikan GOW Kabupaten Bangli kepada sekolahnya.
"Kehadiran Ibu Ketua GOW beserta rombongan menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari bullying. Semoga melalui kegiatan ini, peserta didik kami semakin memahami pentingnya saling menghargai, menyayangi, menghormati perbedaan, serta berani mencegah dan melaporkan tindakan bullying," ujar  Raka Dewi.

Sementra itu Ketua GOW Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh siswa untuk bersama-sama membangun lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan. Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk tumbuh, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri.
“Jadikan sekolah ini tempat yang aman dan menyenangkan,” ajaknya.
Ia menekankan pentingnya menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati antarsiswa. Perbedaan karakter, latar belakang maupun kemampuan hendaknya tidak menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang dapat menyakiti atau merendahkan orang lain.
Lebih lanjut, Ketua GOW Bangli menyampaikan apresiasi kepada pihak SMPN 1 Kintamani, khususnya para guru dan seluruh jajaran sekolah, yang telah menyambut baik pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut.

Ia berharap materi yang disampaikan tidak hanya dipahami selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, budaya saling menghormati dan peduli terhadap sesama dapat tumbuh di lingkungan sekolah.

Sosialisasi pencegahan bullying tersebut diisi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangli, I Ketut Darmaja. Dalam pemaparannya, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali perilaku bullying serta membangun hubungan pertemanan yang sehat di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian seluruh warga sekolah terhadap dampak perundungan. Tidak hanya siswa, peran guru dan lingkungan sekolah dinilai penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga setiap anak merasa dihargai, diterima, dan terlindungi.

Sosialisasi pencegahan bullying yang diikuti puluhan siswa siswi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian GOW Kabupaten Bangli dalam membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menghormati sesama, menjaga perasaan teman, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang positif bagi tumbuh kembang anak.

Walikota Jaya Negara Buka Lokasabha PW AWBP Kota DenpasarLantik Pengurus Masa Bakti 2026–2031

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan membuka Lokasabha PW AWBP Kota Denpasar
dan Melantik Pengurus Masa Bakti 2026–2031, pada Sabtu (8/8) di Monumen Situs Kerajaan Kertalangu, Kesiman.


Walikota Jaya Negara Buka Lokasabha PW AWBP Kota Denpasar
Lantik Pengurus Masa Bakti 2026–2031, Dorong Penguatan Keorganisasian dan Bhakti kepada Leluhur

Denpasar , Bali Kini -  Lokasabha Paiketan Warga Arya Wang Bang Pinatih (PW AWBP) Kota Denpasar, yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus masa bakti 2026–2031 serta Hut ke-18 PW AWBP Kota Denpasar. Kegiatan berlangsung di Monumen Situs Kerajaan Kertalangu, Kesiman, Sabtu (8/8), dan dibuka langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang juga selaku Penglingsir Puri Penatih serta Ketua Umum PW AWBP Provinsi Bali/Pusat.

Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara melantik dan mengukuhkan jajaran pengurus PW AWBP Kota Denpasar periode 2026–2031. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PW AWBP Provinsi Bali/Pusat, didampingi Sekretaris Umum dan jajaran pengurus harian. Hadir pula Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar I Made Sukarmana dan I Made Mudra, Jro Bendesa Adat Kesiman Ketut Wisna, perwakilan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, tokoh masyarakat, para penglingsir, serta semeton AWBP.

Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Lokasabha PW AWBP Kota Denpasar yang menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi. Menurutnya, pelaksanaan Lokasabha di tingkat Kota Denpasar juga diharapkan dapat menjadi momentum bagi penguatan organisasi AWBP di seluruh Bali. “Ini Lokasabha pertama di Paiketan Pengurus AWBP Bali. Semoga dengan terlaksananya Lokasabha di Denpasar, paiketan di Bali, pada bulan Oktober rencananya para pengurus kabupaten/kota akan melaksanakan Lokasabha,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan bahwa keberadaan AWBP bukan semata-mata sebagai organisasi sosial keagamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali pasemetonan, ngayah, serta menjaga hubungan harmonis dengan leluhur dan lingkungan masyarakat. Semangat tersebut hendaknya terus diwariskan kepada generasi penerus, sehingga keberadaan organisasi tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga memiliki nilai dan manfaat bagi kehidupan bersama. 
“Paiketan ini bukan untuk mencari keuntungan materi, tetapi sebagai wadah pengabdian atau ngayah kepada Ida Betara Leluhur, mempererat tali pasemetonan, serta taat dan berbakti kepada pemerintah di mana pun warga berada,” tegasnya.

Sementara itu, I Made Mudra kembali dipercaya memimpin PW AWBP Kota Denpasar untuk masa bakti 2026–2031. Ia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran roda organisasi selama periode kepengurusan sebelumnya. Dalam Lokasabha tersebut, laporan pertanggungjawaban program kerja dan pengelolaan organisasi disampaikan secara terbuka sebagai bentuk tanggung jawab kepada para penglingsir, penasihat, dan seluruh semeton AWBP.

Mudra menjelaskan, berbagai kegiatan organisasi selama ini turut ditopang melalui dana punia atau sumbangan sukarela warga. 
Selain penguatan ekonomi, perhatian juga diberikan terhadap keberlanjutan penataan Situs Kerajaan Kertalangu sebagai salah satu pusat kegiatan warga AWBP. Sejumlah perbaikan telah dilakukan, di antaranya pemeliharaan sarana sanitasi dan peremajaan mesin pendukung melalui koordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, khususnya Bidang Cagar Budaya. Semangat gotong royong warga juga terus didorong dalam mendukung pembangunan sarana keagamaan, termasuk Pura Segara Rupek dan fasilitas penunjang seperti wantilan.
Melalui kepengurusan baru ini, PW AWBP Kota Denpasar diharapkan semakin solid dalam memberikan pelayanan kepada semeton, memperkuat silaturahmi atau rakat rumakat, serta melanjutkan berbagai program yang telah dirintis.
 "Lokasabha I sekaligus menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyatukan langkah, dan membuka harapan baru agar semangat ngayah kepada leluhur tetap tumbuh sekaligus memberi manfaat bagi warga Arya Wang Bang Pinatih dan masyarakat luas," ujarnya. (Pur)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved