-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 05 Oktober 2026

Monitoring Pembangunan Daerah di Kecamatan Klungkung dan Dawan, Bupati Satria Apresiasi Capaian Proyek Fisik Tepat Waktu dan Berkualitas


Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung terus memperkuat komitmennya dalam pemerataan infrastruktur yang berkualitas melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pembangunan daerah di wilayah Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Dawan, Senin (5/10). 

Berdasarkan hasil pemantauan dilapangan, progres fisik sejumlah proyek strategis menunjukkan hasil yang memuaskan dan berjalan lebih cepat dari target rencana.

Bupati Klungkung I Made Satria, menyampaikan apresiasi atas kelancaran berbagai proyek pembangunan tersebut. “Kami berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas yang terbaik," ujar Bupati Satria.

Lebih lanjut, sejumlah proyek infrastruktur pendidikan, jalan, dan fasilitas umum di dua kecamatan menunjukkan deviasi positif realisasi melampaui target rencana seperti. Pembangunan Gedung KONI dari Rencana 75,10%, Realisasi 77,16%. Penataan Kawasan Pura Watu Klotok dari Rencana 8,34%, Realisasi 39,41% Mengalami deviasi positif yang signifikan pada tahap awal. Pembangunan Ruang Kelas Baru SD N Dawan Kaler dari Rencana 69,06%, Realisasi 100,00%, pekerjaan telah rampung sepenuhnya. Peningkatan Jalan Banjar Sukawati - Pesinggahan dari Rencana 74,93%, Realisasi 79,93%. Rehabilitasi Ruang Kelas SD N 1 Gunaksa dari Rencana 78,86%, Realisasi 79,72%. Pemeliharaan Berkala Jalan Tihingadi - Besan dari Rencana 13,25%, Realisasi 16,91%. Rehabilitasi Ruang Kelas SD N 3 Pikat dari Rencana 21,99%, Realisasi 26,79%.

“Secara keseluruhan, rata-rata pelaksanaan proyek dinilai berjalan sangat baik, lancar, serta memenuhi standar kualitas yang diharapkan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen untuk terus mengawal sisa masa pengerjaan proyek-proyek tersebut agar tuntas sesuai jadwal demi kemajuan bersama dan kepuasan masyarakat Klungkung,” jelas Bupati Satria usai melaksanakan monev.(*)

Pemkab Klungkung Ngaturang Bakti Penganyar di Empat Pura Kahyangan Jagat di Kintamani, Bangli


Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung melaksanakan upacara Bakti Penganyar di empat Pura Kahyangan Jagat dan Sad Kahyangan yang terletak di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (2/10). 

Rombongan Bakti penganyar dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Ketua TP. PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, beserta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung.

Adapun rangkaian persembahyangan Bakti Penganyar dilaksanakan di empat pura utama di Kecamatan Kintamani yakni Pura Sad Kahyangan Jagat Puncak Penulisan di Desa Sukawana, Pura Kahyangan Jagat Pura Ulun Danu Songan di Desa Songan, Pura Dang Kahyangan Bukit Mentik di Desa Adat Batur dan Pura Kahyangan Jagat Pura Tuluk Biu di Jalan Raya Kintamani,Desa Batur. 

Bakti penganyar ini merupakan wujud srada bhakti (keimanan dan ketakwaan) umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus memohon keselamatan, kerahayuan, serta kesejahteraan bagi masyarakat dan Kabupaten Klungkung secara sekala maupun niskala.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati I Made Satria menyampaikan bahwa pelaksanaan Bakti Penganyar ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan spiritual serta menjaga keharmonisan antarwilayah, khususnya antara Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Bangli.

"Melalui pelaksanaan Bakti Penganyar ini, kami memohon kerahayuan jagat agar Kabupaten Klungkung senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, dan program-program pembangunan yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan lancar untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati I Made Satria.(*)


Peringati Hari Kesaktian Pancasila 2026, Pemkab Klungkung Serahkan Bantuan Rp3,8 Miliar untuk Nelayan dan Petani

Klungkung, Bali Kini -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Kamis (1/10). Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", peringatan tahun ini dirangkaikan dengan aksi nyata penguatan ekonomi warga.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Klungkung I Made Satria memimpin langsung jalannya peringatan. Turut hadir Wakil Bupati Tjokorda Gede Surya Putra, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK, pimpinan OPD, veteran, serta pimpinan instansi terkait lainnya.

Usai upacara, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan program strategis senilai total Rp3,87 miliar secara simbolis kepada 32 unit penerima (termasuk 4 subak dan 28 tempek) di wilayah Klungkung.

Secara garis besar, bantuan yang disalurkan mencakup:

Sektor Perikanan: Chest freezer dari KKP RI serta 2 unit mesin tempel kapal 15 PK dari Bank Indonesia untuk kelompok usaha bersama (KUB) nelayan.

Sektor Pertanian: Traktor roda dua dan mesin pemotong rumput dukungan Bank Indonesia untuk Subak Takmung, Subak Selisihan Kangin, dan Subak Akah.

Sektor Bencana & Fasilitas Desa: Sepeda motor roda tiga dan pompa pemadam kebakaran portabel dari Satpol PP & Damkar Klungkung untuk Pemdes Jungutbatu, Nusa Penida.

Dalam arahannya, Bupati I Made Satria menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila harus dijadikan momentum untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila secara nyata melalui gotong royong dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Pancasila bukan hanya perekat keberagaman kita, tetapi juga dorongan untuk mewujudkan kesejahteraan yang adil dan merata. Melalui bantuan sarana dan prasarana ini, kita berharap produktivitas nelayan serta petani di Klungkung dapat meningkat pesat," tegas Bupati Satria.

Penyerahan bantuan ini diharapkan mampu menguatkan ketahanan pangan daerah, meningkatkan daya saing produk perikanan lokal, sekaligus menunjang kesiapsiagaan penanganan darurat di wilayah kepulauan Nusa Penida.(*)

Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Bangli Teguhkan Komitmen Pengamalan Nilai Pancasila


BANGLI , BALI KINI - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke-61 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bangli untuk kembali meneguhkan komitmen dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin dalam apel peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di halaman Kantor Bupati Bangli, Kamis (1/10/2026). Apel dipimpin Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli, I Gede Eddy Hartawan, dan diikuti para pimpinan perangkat daerah serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangli.

Peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk memahami kembali makna Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

I Gede Eddy Hartawan menegaskan, nilai-nilai Pancasila harus senantiasa diwujudkan dalam tindakan nyata, khususnya oleh aparatur pemerintah yang memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pengamalan Pancasila di lingkungan pemerintahan dapat diwujudkan melalui sikap integritas, kedisiplinan, profesionalisme, semangat gotong royong serta komitmen memberikan pelayanan yang adil dan bertanggung jawab.

Ia berharap momentum Hari Kesaktian Pancasila dapat semakin memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di kalangan aparatur, sekaligus mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Harapan kita, nilai-nilai Pancasila tidak berhenti pada peringatan dan upacara saja, tetapi benar-benar dapat kita implementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Mari kita jaga persatuan, tingkatkan gotong royong dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bangli untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan moral dalam melaksanakan tugas dan mengambil setiap keputusan. Kepentingan masyarakat, menurutnya, harus senantiasa menjadi bagian utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober juga menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa serta memperkokoh tekad menjaga persatuan, kesatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di tengah keberagaman masyarakat, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai perekat kehidupan berbangsa. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan sosial perlu terus dihidupkan melalui perilaku nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi Pemkab Bangli, semangat tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan karakter, kebersamaan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut, jajaran Pemerintah Kabupaten Bangli berkomitmen untuk terus menjaga semangat persatuan, menghargai keberagaman serta memperkuat pelayanan publik yang berintegritas. Dengan demikian, nilai-nilai Pancasila diharapkan semakin nyata hadir dalam setiap langkah pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Bangli.-(*)

Bupati Gus Par Terima Kunjungan Deputi BNPB, Bahas Penguatan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana


Laporan Reporter: Tim Lpt

Karangasem , Bali Kini - Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata, S.E., menerima kunjungan Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Dr. Abdul Muhari, S.Si., M.T., didampingi Direktur BNPB Pangarso, dalam rangka membahas penguatan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di Kabupaten Karangasem.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Karangasem, Senin (5/10/2026), dan menjadi bagian dari koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Karangasem dengan BNPB dalam memperkuat kapasitas daerah menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kebakaran lahan, kekeringan, serta banjir. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karangasem menyampaikan sejumlah kebutuhan dan usulan dukungan yang dinilai penting untuk memperkuat penanggulangan bencana di wilayah Karangasem.

Salah satu perhatian utama adalah kondisi wilayah yang mengalami kekeringan dan keterbatasan sumber air. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Karangasem mengusulkan dukungan pembangunan bebrapa titik sumur bor, pengembangan jaringan pipanisasi, serta dukungan sarana dan prasarana lain guna memperkuat ketersediaan air bagi masyarakat di daerah yang rawan kekeringan.
Selain persoalan kekeringan, Bupati juga mengusulkan penambahan armada mobil  tangki dan mobil rescue BNPB Ketersediaan armada yang memadai dinilai penting untuk mempercepat respons ketika terjadi kebakaran, khususnya di wilayah yang selama ini memiliki tingkat kerawanan kebakaran lahan cukup tinggi.

Bupati juga mendorong adanya pelatihan dan penyuluhan bagi masyarakat melalui program destana di setiap desa yang rawan terjadi kebakaran. Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat di tingkat desa merupakan bagian penting dari upaya pencegahan, sehingga masyarakat dapat mengambil langkah awal secara tepat sebelum kejadian berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
“Pencegahan harus kita perkuat dari tingkat desa. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk menghadapi potensi bencana, khususnya kebakaran dan kekeringan,” ujar Bupati Gus Par.

Selain itu, Bupati Karangasem juga menyampaikan perhatian terhadap persoalan banjir yang terjadi secara berulang dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama di sejumlah wilayah. Untuk itu, pihaknya meminta dukungan BNPB, termasuk dalam upaya penyediaan dan pengelolaan pompa air, sebagai salah satu langkah penanganan genangan dan percepatan pengendalian banjir.

Bupati berharap koordinasi dengan BNPB dapat menghasilkan dukungan konkret terhadap kebutuhan daerah, sekaligus memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu. Menurutnya, karakteristik wilayah Karangasem dengan potensi bencana yang beragam membutuhkan dukungan sarana, kesiapan masyarakat serta penanganan yang terintegrasi.

“Karangasem memiliki karakteristik wilayah dan potensi bencana yang beragam. Karena itu, kami membutuhkan sinergi dan dukungan pemerintah pusat agar upaya pencegahan, kesiapsiagaan hingga penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih optimal,” katanya.

Kunjungan Deputi Bidang Pencegahan BNPB tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat koordinasi dan pemetaan kebutuhan penanggulangan bencana di Kabupaten Karangasem.
Pemkab Karangasem berkomitmen memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan bencana melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan sarana dan prasarana, pengembangan Desa Tangguh Bencana, serta kolaborasi lintas sektor.

Turut mendampingi Bupati Karangasem, Asisten I/Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ida Ketut Arimbawa dan Kepala BPBD Kabupaten Karangasem I Made Aditya Sugiharta.(Rls)

Minggu, 04 Oktober 2026

Dua Pemuda Belanda Ikuti Metatah Massal PHDI Denpasar


Denpasar , Bali Kini  - Pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Sabtu (3/10) 2026, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Dari 157 peserta yang mengikuti rangkaian upacara, terdapat dua warga negara Belanda yang turut menjalani prosesi Manusa Yadnya tersebut.
Kehadiran dua warga negara Belanda itu menjadi perhatian tersendiri di tengah pelaksanaan upacara. Keduanya merupakan laki-laki dan hadir bersama ibunya. Mereka diketahui telah menetap di Bali dan tinggal di kawasan Sanur.
Salah seorang pengantar yang mendampingi keduanya mengatakan, sebelum mengikuti prosesi metatah, kedua warga negara Belanda tersebut telah menjalani Upacara Sudhi Wadani, yakni ritual pengesahan atau pernyataan kesungguhan seseorang yang sebelumnya beragama lain untuk memeluk agama Hindu secara tulus dan tanpa paksaan.
Setelah menjalani proses tersebut, keduanya kemudian mengikuti rangkaian Metatah Massal bersama masyarakat lainnya. Mereka tampak berbaur dengan para peserta dan mengikuti prosesi keagamaan dengan khidmat.
Keikutsertaan warga negara asing dalam Metatah Massal tersebut menjadi pemandangan yang relatif jarang ditemui, khususnya dalam pelaksanaan upacara Metatah secara massal. Kehadiran mereka sekaligus memperlihatkan bahwa tradisi dan ritual keagamaan Hindu di Bali juga dapat menjadi bagian dari perjalanan spiritual seseorang yang memilih memeluk agama Hindu.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan metatah. Kehadiran Jaya Negara menjadi bagian dari bentuk kepedulian dan kebersamaan pemerintah bersama masyarakat dalam pelaksanaan upacara keagamaan. Anggota DPD RI Dapil Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra, juga turut hadir dan ngayah sebagai sangging dalam kegiatan tersebut. Selain metatah yang diikuti 157 peserta, rangkaian kegiatan juga diisi dengan upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta serta Mewinten Saraswati dengan 35 peserta.
Jaya Negara mengatakan, keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan dengan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.
Menurutnya, pelaksanaan Metatah Massal memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Denpasar, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, adat dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.
Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Wali Kota Denpasar yang turut menjadi sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal.
Ia berharap keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan sekaligus meningkatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara, mulai dari metatah, Menek Kelih hingga Mewinten Saraswati, dapat berlangsung dengan khidmat dan lancar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, agama dan budaya Bali.
Kehadiran dua warga negara Belanda yang mengikuti Metatah Massal bersama masyarakat menjadi salah satu sisi menarik dalam pelaksanaan upacara tersebut. Keduanya tampak mengikuti prosesi sebagai bagian dari kehidupan keagamaan mereka setelah menjalani Sudhi Wadani.(Jro)

Wali Kota Jaya Negara: Jadi Percontohan Puskesmas Ramah Ibu dan Anak di Denpasar.

Ket foto :Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, meninjau langsung kesiapan sarana, prasarana, dan pelayanan di Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat, Minggu (4/10).


Denpasar, Bali Kini - UPTD Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat yang dikembangkan sebagai Puskesmas Ramah Ibu dan Anak siap diresmikan pada 6 Oktober mendatang. Kehadiran fasilitas kesehatan ini diharapkan menjadi salah satu percontohan dalam menghadirkan pelayanan yang ramah, mudah diakses, berkualitas, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya ibu dan anak.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, keberadaan Puskesmas Ramah Ibu dan Anak ini diharapkan turut mendukung pemerataan akses pelayanan kesehatan di Kota Denpasar. Dengan demikian, pelayanan kesehatan dapat tersebar secara optimal dan tidak terpusat pada fasilitas kesehatan tertentu.

Menjelang peresmian, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, meninjau langsung kesiapan sarana, prasarana, dan pelayanan di Puskesmas III Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat, Minggu (4/10).

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Jaya Negara melihat langsung berbagai fasilitas serta kesiapan pelayanan yang nantinya diberikan kepada masyarakat. Pihaknya juga mengapresiasi seluruh jajaran yang tetap bekerja maksimal dalam mempersiapkan peresmian, meskipun bertepatan dengan hari libur.

“Persiapannya sudah sangat baik. Kami berharap keberadaan puskesmas ini semakin dikenal dan dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Jaya Negara, keberadaan puskesmas tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas pelayanan kesehatan baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar dalam meningkatkan kualitas sekaligus pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pihaknya berharap Puskesmas Ramah Ibu dan Anak tersebut dapat menjadi contoh dalam pengembangan pelayanan kesehatan yang berkualitas, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja maksimal. Meskipun hari libur, seluruh jajaran tetap mengoptimalkan persiapan peresmian. Secara umum, semuanya sudah sangat siap untuk diresmikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Anak Agung Ayu Agung Candrawati, M.Kes., mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan secara maksimal untuk mendukung peresmian Puskesmas Ramah Ibu dan Anak tersebut.

“Persiapan sudah kami lakukan semaksimal mungkin. Dari hasil peninjauan Bapak Wali Kota, masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi dan akan segera kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Candrawati menambahkan, sejumlah fasilitas 
pendukung akan terus disempurnakan, di antaranya pemasangan sun glass untuk mengurangi paparan panas serta melengkapi petunjuk antrean. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mengakses pelayanan dengan lebih mudah dan nyaman.
Meski secara resmi baru akan diresmikan pada 6 Oktober, pelayanan di Puskesmas Ramah Ibu dan Anak tersebut telah mulai berjalan sejak 1 Oktober. Masyarakat juga sudah dapat memanfaatkan pelayanan BPJS Kesehatan di puskesmas tersebut.

“Pelayanan sudah berjalan sejak 1 Oktober, termasuk pelayanan BPJS Kesehatan karena kami sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Untuk layanan tertentu, kami memberikan pelayanan selama 24 jam, khususnya pelayanan persalinan,” terangnya.

Candrawati menjelaskan, Puskesmas Ramah Ibu dan Anak tersebut diharapkan menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Selain pelayanan kesehatan umum, tersedia pula pelayanan persalinan selama 24 jam serta layanan Damakesmas selama 24 jam.

“Kami berharap puskesmas ini dapat menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang bisa diakses seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda, M.Kes., menambahkan bahwa pengembangan Puskesmas Ramah Ibu dan Anak merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Kota Denpasar dalam menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.

“Kami terus mengikuti arahan pimpinan karena ini merupakan salah satu program prioritas Bapak Wali Kota, terutama dalam menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya melalui penguatan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, termasuk mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi,” ujarnya.

Dharmayuda menegaskan, jajaran Dinas Kesehatan Kota Denpasar akan terus berupaya melengkapi berbagai fasilitas dan kebutuhan pelayanan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan Puskesmas Ramah Ibu dan Anak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, cepat, nyaman, dan mudah diakses masyarakat.

“Kami dari sektor kesehatan akan terus berupaya secara optimal untuk melengkapi berbagai kebutuhan guna mendukung pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (ayu)

Wali Kota Jaya Negara Tinjau Normalisasi Sungai Tukad Loloan Sanur Kauh

Ket. Foto : Antisipasi Banjir, Wali Kota Jaya Negara Tinjau Normalisasi Sungai Tukad Loloan Sanur Kauh

Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau langsung pekerjaan normalisasi Tukad Loloan, Sanur Kauh, Sabtu (3/10) pagi.

Kegiatan di bawah komando Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar ini merupakan langkah antisipasi untuk mencegah banjir pada musim penghujan mendatang.

Ditemui di sela peninjauan, Wali Kota Jaya Negara yang didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja mengatakan, pekerjaan normalisasi ini telah dikerjakan sejak satu setengah bulan lalu.

Di Tukad Loloan Sanur Kauh, pengerjaan berlangsung cukup lama. Hal tersebut dikarenakan sedimentasi sungai cukup tinggi.

"Makanya kita sudah kerjakan sejak satu setengah bulan lalu. Mudah-mudahan bisa mencegah banjir," ungkapnya.

Lebih jauh, Jaya Negara mengatakan, saat ini setidaknya di seluruh Kota Denpasar terdapat 40 titik aliran sungai dan drainase yang tengah dikerjakan normalisasi oleh Dinas PUPR Kota Denpasar, termasuk di antaranya Tukad Loloan, Tukad Mati, Tukad Rangda, dan Tukad Ayung.

"Kemarin di Tukad Mati, kami juga bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mendatangkan dua wheel loader untuk mempermudah pekerjaan ini," ujar Jaya Negara.

Pihaknya kemudian menjelaskan, pekerjaan normalisasi ini ditargetkan selesai di akhir Oktober nanti.  "Kita targetkan akhir Oktober bisa selesai dikerjakan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa mengatakan, pengendalian banjir di Kota Denpasar dapat dilakukan dengan dua cara. Yakni pembangunan sistem drainase dan operasi pemeliharaan (OP) drainase. 

Pembangunan sistem drainase kata dia, di Denpasar tahun ini telah berjalan di 11 titik yakni, Jalan Kerta Raharja Sidakarya, Jalan Gunung Salak, Jalan Gunung Catur, Sekitar Pantai Duyung Kelurahan Sanur, sekitar SD 10 Sesetan, Jalan Tukad Batanghari, Jalan Pulau Adi Pedungan, Jalan Kebo Ireng Padangsambian Kaja, Gang Klampit Jalan Gunung Batur, Jalan Pura Demak III dan Jalan Suradipa. Kemudian untuk OP drainase dalam hal ini termasuk pengerukan atau normalisasi sungai dilakukan di 40 titik di Kota Denpasar. 

Sistem pengelolaan drainase di Kota Denpasar kata dia mengacu kepada 5 sistem. Diantaranya, sistem satu ada di Tukad Badung, dua di Tukad Ayung, tiga di Tukad Mati, empat ada di Renon, Panjer, Sanur, Sidakarya dan sekitarnya serta kelima ada Pemogan. 

"Masing-masing sistem itu itu ada strategi tersendiri di dalam pengendalian pengelolaan untuk mengantisipasi banjir. Termasuk di sini di sistem 4, ada beberapa sungai-sungai yang dalam ukuran yang medium, tidak seperti besar seperti Ayung, Tukad Mati, maupun Tukad Badung, pengelolaannya seperti ini, kita lakukan OP," katanya. (Win)

Wali Kota Jaya Negara Ngayah Nyangging Serangkaian Metatah Massal

Ket foto : Wali Kota Jaya Negara Ngayah Nyangging Serangkaian Metatah Massal PHDI Denpasar.

Denpasar,  Bali Kini - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan Metatah Massal yang digelar Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Denpasar di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Sabtu (3/10). Keterlibatan tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus kepedulian dalam membantu masyarakat melaksanakan upacara keagamaan.

Metatah massal tersebut diikuti sebanyak 157 peserta. Selain metatah, kegiatan juga dirangkaikan dengan upacara Menek Kelih yang diikuti 107 peserta dan Mewinten Saraswati sebanyak 35 peserta. Kegiatan turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, yang juga turut ngayah sebagai sangging.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan keterlibatannya sebagai sangging merupakan bagian dari ngayah sekaligus wujud kebersamaan bersama masyarakat dalam pelaksanaan yadnya.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kebersamaan dan gotong royong dalam meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan yadnya. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan lancar dan mendapatkan kerahayuan,” ujar Jaya Negara.

Menurutnya, pelaksanaan metatah massal tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki makna penting dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai agama Hindu serta memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat. 

Pemerintah Kota Denpasar, kata Jaya Negara, akan terus mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan, adat, dan budaya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas partisipasi Wali Kota Denpasar yang turut ngayah sebagai sangging dalam pelaksanaan metatah massal. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

"Melalui pelaksanaan Metatah Massal, Menek Kelih, dan Mewinten Saraswati, PHDI Kota Denpasar berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, dan budaya Bali di tengah kehidupan masyarakat," ujarnya. (Eka).

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved