-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Selasa, 03 Maret 2026

Petikan Putusan Nomor 1941 K/Pid/2025 tertanggal 4 Desember 2025.

DENPASAR , BALI KINI  - Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia akhirnya menyatakan Anak Agung Ngurah Oka dari Jero Kepisah bersalah dalam perkara pidana membuat surat palsu. Putusan tersebut tertuang dalam Petikan Putusan Nomor 1941 K/Pid/2025 tertanggal 4 Desember 2025.

Dalam amar putusannya, MA mengabulkan kasasi yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU), membatalkan putusan Pengadilan Negeri Denpasar, serta menjatuhkan pidana penjara tiga bulan dengan masa percobaan enam bulan.

Putusan ini sekaligus membalik vonis sebelumnya dari Pengadilan Negeri Denpasar yang pada September 2025 menyatakan Ngurah Oka lepas dari segala tuntutan hukum atau onslag. Kini, perkara tersebut berakhir dengan vonis bersalah setelah melalui proses kasasi di tingkat Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Di bagian lain, tim jaksa dari KejaksaanTinggi Bali dikabarkan telah melakukan eksekusi atas putusan tersebut pada Senin, 2 Maret 2026. Tim yang dipimpin I Gusti Ngurah Arya menjelaskan bahwa perkara ini sebelumnya dinyatakan onslag di tingkat PN Denpasar.

"Setelah putusan lepas tersebut, Jaksa Penuntut Umum Isa Ulinnuha bersama tim langsung mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Dalam pemeriksaan tingkat kasasi, majelis hakim agung menyatakan dakwaan dan tuntutan jaksa terbukti," paparnya.

“Majelis hakim agung menyatakan terdakwa Ngurah Oka melakukan tindak pidana pemalsuan surat dan menghukum dengan pidana penjara percobaan tiga bulan,” demikian penjelasan tim jaksa.

Dalam petikan putusan kasasi, majelis hakim menyatakan, pertama mengabulkan permohonan kasasi dari Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Denpasar.

Kedua, membatalkan Putusan PN Denpasar Nomor 1067/Pid.B/2024/PN Dps tanggal 4 September 2025. Ketiga, menyatakan terdakwa Anak Agung Ngurah Oka terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “membuat surat palsu”. Keempat, menjatuhkan pidana penjara selama tiga bulan.

Selanjutnya, menetapkan pidana tersebut tidak perlu dijalankan kecuali jika dalam masa percobaan enam bulan terdakwa kembali melakukan tindak pidana.

Pun, menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Dengan demikian, Ngurah Oka dijatuhi hukuman percobaan. Artinya, pidana penjara tidak langsung dijalankan selama ia tidak melakukan tindak pidana lain dalam masa percobaan enam bulan.

Sementara itu, kuasa hukum Ngurah Oka, Kadek Duarsa, belum dapat dikonfirmasi terkait langkah hukum selanjutnya. Dan, hingga berita ini diturunkan, Duarsa belum merespons pertanyaan awak media soal putusan MA terhadap Ngurah Oka dari Jero Kepisah.

Sekadar mengingatkan, kasus ini bermula dari keberatan dan laporan pihak Puri Jambe Suci terkait silsilah keluarga dan klaim waris atas tanah.

Versi Puri Jambe Suci menyebut I Gusti Raka Ampug sebagai leluhur mereka. Hal ini juga yang akhirnya mengantarkan Ngurah Oka dari Jero Kepisah terbelit kasus hukum.

Di mana, dalam persidangan di PN Denpasar terungkap bahwa pada 2016 Ngurah Oka membuat Surat Keterangan Silsilah dan Surat Keterangan Waris.

Dalam dokumen tersebut disebutkan leluhurnya bernama I Gusti Gede Raka Ampug yang wafat pada 1950 dan memiliki istri Anak Agung Sayu Made.

Surat tersebut kemudian digunakan untuk pengajuan sertifikat hak milik atas sebidang tanah di Desa Subak Kerdung, Pedungan, Denpasar.

Jaksa dalam persidangan mengungkap adanya perbedaan nama leluhur dalam sejumlah dokumen yang dibuat antara 2011 hingga 2016.

Dalam dokumen-dokumen tersebut ditemukan variasi nama seperti I Gusti Gede Raka, Gusti Gede Raka DT, hingga Gusti Raka Ampug.

Tidak hanya itu, terdapat pula perbedaan tahun wafat dan nama istri yang tercantum. Dalam satu dokumen disebutkan Gusti Gede Raka meninggal pada 1941 dengan istri Ni Gusti Ayu Oka.

Sementara dalam dokumen lain, Gusti Raka Ampug disebut meninggal pada 1950 dengan istri Anak Agung Sayu Made. Perbedaan data inilah yang kemudian menjadi salah satu dasar dakwaan jaksa terkait dugaan pemalsuan surat.

Dalam persidangan, Ngurah Oka bersikeras bahwa Gusti Gede Raka dan Gusti Raka Ampug adalah orang yang sama.

Jaksa bahkan mengajak terdakwa mengingat kembali sejarah keluarganya, termasuk merujuk pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 440 PK/Pdt/2012 tanggal 21 November 2012 dalam perkara melawan PT Ario Legian Cottages.

Dalam putusan tersebut, Ngurah Oka disebut mewakili ahli waris I Gusti Gede Raka. Fakta ini menjadi bagian dari pertimbangan yang dikemukakan jaksa dalam membuktikan adanya inkonsistensi data silsilah.

Perkara ini kemudian berkembang menjadi sengketa yang berujung pada proses pidana. Setelah melalui pemeriksaan di tingkat PN Denpasar dan sempat dinyatakan lepas dari tuntutan hukum, kasus ini berlanjut ke tingkat kasasi hingga akhirnya Mahkamah Agung menyatakan terdakwa terbukti bersalah. *

Penukaran Uang Pecahan Dinatikan Warga Jelang Lebaran

Laporan Reporter : Jero Ari
Denpasar , Bali Kini  - Penukaran uang baru pecahan kecil kepada masyarakat melalui layanan ritel Bank Indonesia di periode 2 bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H, sangat dinantikan warga. Terlebih mereka yang akan melakukan mudik, merayakan Lebaran di kampung halaman. 
Memenuhi keinginan itu, giat rutin BI setiap tahunnya kembali dilaksanakan. Sebagaimana Rabu (3)3) di Masjid Baitul Mukminin BKDI Bali di kawasan Panjer. Penukaran uang dilaksanakan dari pukul 10.00 - 12.00 Wita. Dimana antusias warga panjer cukup banyak yang hendak menukar uang. Seperti sebelumnya, pendaftarannya tetap dilakukan secara online. 
Saat itu BI menyediakan 300 pendaftaran secara online saja, dengan jumlah uang disediakan sebesar Rp. 1,5 M keseluruhan, warga saat ini memperoleh penukaran uang pecahan kecil sejumlah Rp 5,3 juta, disediakan tiga mobil operasional bank yang melayani.

Adanya layanan ini, ada juga warga yang tidak dapat menukarkan uangnya dikarenakan kuwota pendaftaran sudah penuh. Pihak Humas BI sendiri yang ada di lokasi mengatakan, akan ada puncak penukaran uang di parkir timur Lapangan Puputan Niti Madala Renon Denpasar. 

"Ya nantinya mulai tanggal 10 - 12 Maret 2026 akan menyediakan 1000 paket dengan total boleh mengambil sebanyak Rp 5,3 juta serta menyediakan 12 unit mobil operasional bank pemerintah maupun swasta, " Seorang petugas dilokasi.

Bersamaan Persembahyangan 'Cap Go Meh' dan Ciswak di Purnama Kesanga

Laporan Reporter : Jero Ari 
Denpasar , Bali Kini  - Perayaan hari Cap Go Meh merupakan upacara penutupan perayaan tahun baru Imlek Kongzili 2577 dan bersamaan dengan persembahan Ciswak. Kekusukan makin terasa, terlebih pada hari ini bertepatan dengan hari Purnama Kesanga. 

Warga Bali yang keturunan etnis Thionghoa turut berbaur dalam perayaan Cap Go Meh. Sebagaimana terpantau di sejumlah kongco termasuk Vihara Dharmayana Kuta, Jalan Blambangan, Kuta, Selasa (3/3).
Cap Go Meh ini melambangkan hari ke-15 dan sekaligus merupakan penutupan perayaan tahun baru Imlek. 

Istilah ini berasal dari dialek dan secara harafiah berarti hari ke-15 dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari. 

Pada Cap Go Meh ini ada ribuan umat untuk melangsungkan persembahyangan dengan berbagai persembahan. Adi Dharmaja Kusuma selaku Penanggung Jawab Vihara Dharmayana Kuta menerangkan bahwa perayaan Cap Go Meh merupakan rangkaian terkahir perayaan Imlek 2577 dan merupakan purnama pertama pada Imlek tahun ini.

"Di Vihara Dharmayana Kuta melaksanaan ini dan semua komponen warga Tionghoa yang masih mewarisi ajaran leluhur pasti melakukan penghormatan pada Cap Go Meh ini,” jelas Adi Dharmaja.

Imlek tahun ini shio Kuda Api 2026 (mulai 17 Februari 2026) diprediksi membawa energi ekstrem, shio yang mengalami ciong (bentrok) adalah Tikus, Kuda,  Kerbau, Ayam, dan Kelinci.  

Dimana Vihara Dharmayan Kuta melakukan persembahyangan secara umum sejak pagi,, bahkan yang datang silih berganti secara bergiliran. Di  Vihara Dharmayan Kuta juga ada persembahyangan Ciswak atau tolak bala. 

Ritual tolak bala dalam tradisi Tionghoa yang bertujuan menyucikan diri, membuang nasib buruk (ciong), dan menangkal energi negatif menjelang atau setelah Tahun Baru Imlek. Ritual ini mirip dengan ruwatan, di mana peserta berdoa untuk memohon keselamatan, kesehatan, dan keberuntungan.

Umat yang shionya berbenturan pada tahun baru imlek persembahyangan Ciswak atau  tolak bala untuk mengurangi nasib buruk. Para memangku atau pemuka agama disini melakukan ritual melukat dimana umat dibasuh dan dipercikan Tirta oleh Pemangku.

Mereka yang Ciong melakukan persembahyangan ini dengan mengantre, persembahyangan Ciswak mencapai ratusan orang. 
Sementara umat yang datang saat Cap Go Meh bisa diperkirakan ribuan orang hingga malam nanti. 

"Ada juga wisatawan asing yang berkunjung ke vihara kami, sekaligus melakukan persembahyangan Cap Go Meh di sini,” ungkapnya.

Harapan kita saat perayaan Cap Go Meh ini diberikan berkah kemuliaan dan berkah yang melimpah serta stabilitas ekonomi, disaat kondisi perekonomian bangsa yang tak baik baik saja. Serta kesejahteraan, kebahagiaan, keamanan dan kedamaian buat bangsa dan negara luar yang sedang berkecamuk perang.

"Semoga jalan damai bisa terwujud antar satu negara satu sama lainnya, guna menghindari korban jiwa, materi dan lainnya," Singkat Adi Dharmaja.

Fast Boat Putri Island 02 Pecah Body Dihantam Ombak di Selat Lombok, KSOP Tegaskan Tidak Tenggelam

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Kapal cepat Putri Island 02 GT 34 Bendera Indonesia mengalami keretakan atau pecah body di bagian haluan depan setelah dihantam ombak besar di perairan utara Selat Lombok, Senin (2/3/2006).

Kapal yang dinakhodai Fahrur Rozi tersebut bertolak dari Pelabuhan Pemenang pada pukul 11.45 Wita dengan tujuan Padangbai. Saat kejadian, kapal mengangkut 108 penumpang yang terdiri dari 106 WNA dan 2 WNI, serta 6 orang awak kapal.

Sekitar lima mil dari Pelabuhan Pemenang, kapal tiba-tiba dihantam gelombang tinggi. Benturan ombak menyebabkan keretakan di atas main deck, tepat di bawah kaca ruang kemudi atau bagian haluan depan kapal. Setiap gelombang menghantam, air laut sempat masuk ke dalam kapal dan menggenangi area dalam.

Air yang masuk sempat mengenai ruang kabel dan memicu gangguan pada sistem navigasi serta kemudi. Namun situasi masih dapat dikendalikan karena pompa air (bill pump) berfungsi dengan baik sehingga air laut berhasil dipompa keluar.

Menanggapi beredarnya video viral yang menyebut kapal tersebut karam atau tenggelam, Pelaksana Harian KSOP Padangbai, I Nengah Sudiartha, menegaskan informasi tersebut tidak benar.

“Kami tegaskan kapal tidak tenggelam. Memang terjadi keretakan akibat dihantam ombak sekitar lima mil dari Pelabuhan Pemenang, namun kondisi kapal tetap terapung dan terkendali,” tegasnya.

Ia menjelaskan, setelah menerima laporan kejadian, pihak KSOP Padangbai langsung menginstruksikan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi untuk merapat dan memberikan bantuan. Selain itu, kapal Karuniya Perkasa 01 diberangkatkan untuk melakukan evakuasi.

“Pukul 14.00 Wita kapal bantuan tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi seluruh penumpang dari Putri Island 02. Setelah proses evakuasi selesai, kedua kapal berjalan beriringan menuju Pelabuhan Padangbai,” jelasnya.

Kedua kapal tiba di Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 15.45 Wita. Seluruh penumpang dipastikan selamat.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini. Selain itu, tidak ada laporan kerugian material dari pihak penumpang,” tambahnya.

KSOP Padangbai mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari pihak berwenang. (Ami)

Atasi Polusi Visual, Sekda Bangli Instruksikan Penertiban Kabel provider Semrawut

Bangli , Bali Kini - Menindaklanjuti arahan tegas Bupati Bangli terkait penanganan polusi visual, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, bergerak cepat dengan memimpin rapat koordinasi penertiban kabel jaringan telekomunikasi dan PLN yang semrawut. Rapat yang berlangsung di Ruang Krisna Setda Bangli pada Senin (2/3/2026) ini menjadi langkah awal pembersihan kabel ilegal, rusak, maupun kadaluwarsa.

Sekda Bagus Riana Putra ​menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons langsung atas instruksi Bupati Bangli saat Rakor bersama Forkopimda dan Perbekel se-Bangli pada Februari lalu. Pembersihan kabel semrawut ini bertujuan menghilangkan kesan merusak pemandangan (polusi visual) di wilayah Kabupaten Bangli. ​
"Kami berharap agar semua provider bekerja sama melalui asosiasi, baik itu Apjatel maupun APJII, sebagai wadah koordinasi agar pengerjaannya terintegrasi dan tidak tumpang tindih," ucap Riana Putra. 


​Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfosan) Bangli, I Nyoman Murditha, mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menetapkan zona-zona prioritas untuk perapian jaringan.
Intinya, Diskominfosan akan menentukan zona wilayah perkotaan dan jalur pariwisata yang wajib diikuti oleh provider dan PLN untuk dirapikan. Kami berharap dengan koordinasi satu pintu ini, diharapkan seluruh pemilik izin jaringan di Bangli memiliki jadwal yang jelas mengenai kapan harus mulai bekerja dan kapan harus berkoordinasi, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di lapangan, ungkap Murditha. 
​Salah satu poin krusial dalam rapat tersebut adalah rencana ambisius untuk memindahkan kabel udara ke bawah tanah, khususnya di jalur protokol.
​"Sesuai arahan Bapak Bupati, kami diminta berkoordinasi lintas sektor untuk menurunkan kabel jaringan di sepanjang Jalan Ngurah Rai, mulai dari pertigaan Patung Adipura hingga depan MPP. Harapannya, kabel-kabel tersebut ditanam di bawah tanah," imbuhnya.

​Rencana pembangunan infrastruktur bawah tanah (seperti manhole dan handhole) ini akan dikaji lebih lanjut melalui survei teknis. Murditha menegaskan bahwa pembiayaan direncanakan bersumber dari asosiasi, bukan dari Pemda, di mana nantinya para provider akan berbagi jalur di bawah tanah tersebut.

​Dukungan penuh datang dari para penyedia jasa internet yang dikoordinir oleh Korwil Apjatel Bali Dody Simanjuntak dan Ketua Dewan Direksi APJII Bali I Made Kartha Susila serta Perwakilan 13 Provider yang memiliki izin di Bangli. Dalam rapat tersebut hadir juga Kepala Dinas PUPR PERKIM, Kepala Dinas PMPTSP, Kasat Pol PP, Sekbam Bappeda Litbang dan Kabid Aset BKPAD Bangli. 
Semua pihak telah sepakat berkomitmen mendukung penataan ini secara bertahap, mulai dari pusat kota, jalur wisata, hingga merambah ke wilayah kecamatan dan desa.
​"Kami sangat berterima kasih atas komitmen teman-teman provider, ini adalah upaya kolektif untuk meningkatkan estetika dan kenyamanan wilayah Kabupaten Bangli," tutup Murditha.

Walikota Jaya Negara Hadiri Prosesi Majaya-Jaya Paruman Alitan Majelis Desa Adat Denpasar

Ket. Foto : Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Ketua Pengurus Harian PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar I Ketut Wisna, dan Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar I Wayan Butuantara dalam kesempatan pelaksanaan upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan MDA Kota Denpasar yang digelar di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Selasa (3/3).

Denpasar, Bali Kini - Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri pelaksanaan upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar yang digelar di Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar, Selasa (3/3).

Upacara ini bertepatan dengan Purnama Kasanga yang dilaksanakan sebagai rangkaian memohon restu dan kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas Paruman Alitan MDA Kota Denpasar. Prosesi diawali dengan upacara Majaya-Jaya yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Gelgel Keniten, Griya Satya, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama serta penyerahan Surat Keputusan (SK) secara simbolis oleh Walikota Jaya Negara.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, Ketua Pengurus Harian PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar I Ketut Wisna, Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar I Wayan Butuantara, para Jro Bendesa Adat se-Kota Denpasar, serta undangan lainnya yang turut mengikuti prosesi persembahyangan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya upacara Majaya-Jaya Paruman Alitan MDA Denpasar sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan serta memperkuat peran lembaga adat dalam kehidupan masyarakat Bali, khususnya di Kota Denpasar.

Menurut Jaya Negara, keberadaan Majelis Desa Adat memiliki peran strategis dalam menjaga, melestarikan, serta menguatkan nilai-nilai adat, tradisi, dan budaya Bali di tengah dinamika perkembangan kota.
“Melalui pelaksanaan upacara ini kita berharap seluruh pengurus dan anggota Majelis Desa Adat diberikan kerahayuan, kekuatan, serta kelancaran dalam mengemban tugas menjaga adat, budaya, dan kearifan lokal Bali,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut disampaikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan desa adat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan berbasis budaya di Kota Denpasar. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari sekaligus mampu mendukung terwujudnya Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya.

Sementara itu, Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar I Ketut Wisna, menjelaskan bahwa pelaksanaan upacara ini bertepatan dengan Purnama Kasanga sekaligus menjadi rangkaian pengukuhan Bendesa Alitan MDA Kota Denpasar yang berada di empat kecamatan.

Ia mengatakan, sebelumnya telah dilaksanakan paruman di tingkat kecamatan yang menetapkan Bendesa Alitan di masing-masing kecamatan. Selanjutnya, pengukuhan dilakukan melalui Surat Keputusan dari Majelis Desa Adat yang kemudian diserahkan secara simbolis pada pelaksanaan upacara Majaya-jaya oleh Walikota Denpasar.

“Kehadiran Bendesa Alitan ini diharapkan dapat memperkuat pendampingan serta penguatan desa adat di masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan Majelis Desa Adat juga diharapkan dapat bersinergi dan mendukung berbagai program Pemerintah Kota Denpasar, sekaligus terus ngayah dalam menjaga dan menguatkan desa adat.

“Semoga melalui pelaksanaan upacara ini seluruh pengurus dapat diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas. Mari bersama-sama mendukung program pembangunan Kota Denpasar melalui penguatan desa adat,” pungkasnya. (Pur)

Wawali Arya Wibawa Tinjau Nominasi 16 Besar Ogoh-Ogoh Kesanga Festival diKecamatan Denpasar Timur

Denpasar, Bali Kini-  Wakil Walikota, I Kadek Agus Arya Wibawa mengunjungi beberapa Banjar di wilayah Kecamatan Denpasar Timur, guna meninjau langsung hasil karya ogoh-ogoh Sekehe Teruna Teruni (STT) se-Kota Denpasar yang menjadi nominasi 16 Besar Kasanga Festival Icaka Warsa 1948 Tahun 2026, Senin (2/3) malam. 

Pada kesempatan itu, setidaknya terdapat 5 lokasi Banjar yang dikunjungi. Antara lain, Banjar Abian Kapas Tengah dan Banjar Abian Kapas Kaja, di wilayah Kelurahan Sumerta, kemudian dilanjutkan Banjar Ceramcam, Kelurahan Kesiman. Sementara lokasi berikutnya adalah Banjar Tembawu Kelod di Penatih, dan lokasi terakhir ada di Banjar Kesambi, Desa Kesiman Kertalangu.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut para Anggota DPRD Bali Dapil Kota Denpasar yakni I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya AA Istri Paramita Dewi, Hadir dan lainnya. Ada pula Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati dan undangan lainnnya. 


Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan, rangkaian kunjungan ini dilaksanakan guna mengecek kesiapan para peserta yang masuk nominasi 16 besar Kesanga Festival 2026.

Hal ini juga sekaligus, guna memberikan semangat dan dukungan kepada para anggota STT agar dapat mempersembahkan penampilan dan karya terbaik berlangsungnya pawai Kesanga Festival yang dijadwalkan akan terselenggara pada 6-8 Maret mendatang, agar dapat menampilkan karya maksimal saat pawai nanti. 

Dalam hal ini, pihaknya juga turut mengapresiasi karya STT se-Kota Denpasar yang telah menampilkan kreatifitas yang maksimal dan tentunya lebih baik dari tahun sebelumnya. 

"Seluruh karya yang dihasilkan STT Denpasar semuanya bagus-bagus. Namun, dalam setiap perlombaan ada yang terbaik. Kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Denpasar agar adik-adik STT semakin siap menampilkan yang terbaik," ungkap Arya Wibawa.

Pada kesempatan itu, Arya Wibawa juga memberikan apresiasi atas dukungan yowana dalam pembangunan Denpasar. Termasuk juga di dalamnya masukan, usul dan saran yowana akan menjadi atensi Pemkot Denpasar kedepannya. 

"Selain memberikan semangat, motivasi dan dukungan, tadi kita banyak berdiskusi tentang kreatifitas anak muda, kedepan akan menjadi atensi dalam setiap program kerja pembangunan Kota Denpasar, tetap semangat berkreatifitas," ujarnya


Selebihnya, Arya Wibawa juga berpesan kepada seluruh STT dan komponen masyarakat Kota Denpasar agar pada penyelenggaraan Nyepi tahun ini, bersama-sama menjaga kebersihan, utamanya saat pawai Kesanga Festival maupun momen pengerupukan nanti. 

"Ngiring adik-adik pada Nyepi tahun ini kita bersama-sama untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan. Nanti pada saat pawai Kesanga Festival maupun saat penyelenggaraan pengerupukan," katanya. (Win)

Senin, 02 Maret 2026

Wujudkan Klungkung Asri, Bupati Satria Pimpin Aksi Gotong Royong Bersih Pantai di Pura Watu Klotok

Klungkung , Bali Kini - Guna mewujudkan Klungkung yang asri kolaborasi dan komitmen yang tinggi untuk menjaga kebersihan lingkungan harus diperkuat dengan sebaik-baik. Arahan tersebut disampaikan saat Bupati Klungkung, I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra memimpin bersih-bersih yang dipusatkan di area Pantai dan Pura Watu Klotok, Kecamatan Klungkung, Minggu (1/3). Turut hadir Sekda Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana.

Kegiatan yang melibatkan sebanyak 1.300 orang terdiri dari unsur TNI/Polri, jajaran OPD hingga siswa SD, SMP dan SMA ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Bali yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan serta menanamkan budaya kebersihan di seluruh lapisan masyarakat Bali. 

Bupati Satria sangat menyambut baik dan tentunya mengapresiasi tinggi atas semangat para siswa yang mengikuti kegiatan ini. Pura Watu Klotok merupakan salah satu kawasan suci di pesisir memiliki potensi wisata yang luar biasa. Selain itu Melalui aksi nyata ini, Bupati Satria berharap Gerakan Bali Bersih Sampah tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi pemicu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan suci dan objek wisata pantai. 

“Kebersihan Klungkung adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga kesucian dan keindahan alam kita mulai dari aksi nyata bersih-bersih pantai ini." harapnya.


Dukung Aksi Bersih Serentak se-BaliWawali Arya Wibawa Pimpin Aksi di Kawasan Pantai Biaung

Denpasar , Bali Kini – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, memimpin langsung aksi bersih-bersih serentak se-Bali yang dipusatkan di kawasan Pantai Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu (1/3). Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, serta masyarakat setempat yang turut ambil bagian dalam gotong royong membersihkan area pantai.

Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa menegaskan bahwa aksi bersih-bersih ini tidak hanya sebatas kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan. Ia berharap setelah pelaksanaan di Pantai Biaung, kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan di masing-masing wilayah.
“Aksi ini tidak hanya hari ini saja, namun harus berkelanjutan. Setelah dari sini, agar dapat dilanjutkan di wilayah masing-masing. Diharapkan para Perbekel dan Lurah bisa menggerakkan aksi serupa di wilayahnya masing masing,” tegasnya.

Sementara itu, Perbekel Kesiman Kertalangu, I Made Suena, menyampaikan apresiasinya atas dipusatkannya kegiatan bersih-bersih di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan ini sangat luar biasa karena menjadi bagian dari gerakan bersih lingkungan serentak di seluruh Bali, dan Desa Kesiman Kertalangu dipercaya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan di Kota Denpasar.

Ia menambahkan, partisipasi masyarakat sangat tinggi dengan melibatkan seluruh desa adat yang ada di wilayah Kesiman Kertalangu, desa dinas, serta mendapat dukungan penuh dari OPD Kota Denpasar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, menjelaskan bahwa dalam aksi tersebut pihaknya menyiapkan tiga armada pengangkut sampah guna memastikan proses pengumpulan dan pengelolaan berjalan optimal.

Lebih lanjut dijelaskan, sampah yang terkumpul akan dipilah sesuai jenisnya. Sampah anorganik akan didaur ulang, sedangkan sampah organik akan dikelola menjadi kompos maupun bahan bakar, bahkan sebagian dapat dimanfaatkan untuk kerajinan oleh pihak yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir, semakin meningkat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Denpasar yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Ayu)

Menjaga Semangat Gotong Royong Warga: Pemkab Jembrana Gelar Aksi Bersih Pantai Serentak Secara Rutin

JEMBRANA , BALI KINI - Mengimplementasikan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong, Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali menggerakkan ribuan warga dalam Aksi Bersih Pantai dan lingkungan Serentak secara rutin. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (1/3) ini menyasar wilayah sungai, laut, dan pesisir serta lingkungan masing masing di seluruh Kabupaten Jembrana . Gerakan ini ,  upaya nyata menjaga kelestarian alam melalui kekuatan kolektif masyarakat.

Aksi gotong royong massal kali ini dipusatkan di Pantai Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, dan Pantai Samania, Kelurahan Gilimanuk. Kegiatan ini menjadi potret nyata sinergi antara TNI/Polri, Pemerintah Daerah, mahasiswa, siswa sekolah, perangkat desa, kelurahan, hingga komunitas lingkungan yang bahu-membahu menyisir sampah plastik dan organik.

Hadir langsung di Pantai Delodberawah, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme warga. Ia menegaskan bahwa aksi rutin ini adalah wadah untuk merawat semangat gotong royong yang menjadi fondasi ketahanan lingkungan.
"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menjaga semangat gotong royong, kegiatan hari ini adalah bukti bahwa warga Jembrana memiliki rasa cinta dan tanggung jawab yang besar terhadap tanah airnya. Pantai ini adalah aset berharga untuk nelayan, pariwisata, hingga upacara adat kita," ujar Wabup Ipat.

Lebih dari sekedar  membersihkan , 
Wakil Bupati menambahkan bahwa agenda rutin ini bukan sekadar aktivitas fisik memungut sampah, melainkan sebuah gerakan edukasi berkelanjutan.

 
"Semangat gotong royong ini yang hendak kita jaga . Menanamkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum dan alam, sekaligus Mempererat silaturahmi earga , dan hubungan antar elemen masyarakat dan instansi pemerintah ,"terang Ipat. 


Aksi ini ditutup dengan pengangkutan seluruh sampah yang terkumpul ke tempat pembuangan akhir. Pemkab Jembrana berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi gerakan ini guna memastikan ekosistem laut dan lingkungan tetap terjaga dan semangat gotong royong warga tetap menyala. ( * )

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved