-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Sabtu, 10 Oktober 2026

Dorong Kriya Lokal Berdaya Saing Global, Dekranasda Tabanan Raih Best Booth Award di INACRAFT 2026


Tabanan , BALI KINI – Keunggulan produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang pameran kerajinan INACRAFT Vol. 5, October 2026 dengan tema Youthpreneurs. Dekranasda Kabupaten Tabanan berhasil meraih penghargaan Best Booth Award kategori Kementerian/Dinas/Lembaga. Capaian membanggakan ini menjadi wujud keberhasilan pembinaan dan pendampingan yang secara konsisten dilakukan Dekranasda Kabupaten Tabanan, dalam mendorong potensi perajin dan pelaku UMKM lokal agar semakin berkembang dan berdaya saing.

 

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum BPP ASEPHI dalam acara yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (9/10).  Prestasi ini sekaligus mempertegas komitmen Dekranasda Tabanan dalam memperluas promosi produk kerajinan daerah serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin dan pelaku UMKM.

 

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari penampilan stan Dekranasda Kabupaten Tabanan yang mengusung identitas budaya Bali melalui desain gapura tradisional yang megah, dan berkarakter khas Kabupaten Tabanan, yang mengangkat filosofi Jineng Bali, bangunan tradisional tempat penyimpanan hasil panen yang menjadi simbol kemakmuran, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat. Terinspirasi dari nilai-nilai luhur tersebut, gapura ini merepresentasikan Tabanan sebagai Lumbung Pangan Bali, daerah yang kaya akan potensi pertanian, subak, serta warisan budaya yang tetap lestari sepanjang zaman.

 

Perpaduan arsitektur Bali yang agung, detail ornamen tradisional yang artistik, dan sentuhan estetika modern menjadikan gapura ini bukan sekadar gerbang fisik, melainkan simbol identitas, kebanggaan, dan jati diri masyarakat Tabanan. Sebuah mahakarya arsitektur yang mencerminkan keharmonisan antara budaya, alam, dan kemajuan. Pun dipadukan dengan penataan produk kerajinan yang menarik dan estetik, beragam produk unggulan IKM Tabanan ditampilkan untuk memperkenalkan karakter, kreativitas, serta kualitas kriya lokal kepada pengunjung. 

 

Penilaian Best Booth Award meliputi sejumlah aspek, di antaranya suasana stan yang ramah, keindahan, kesesuaian desain dengan tema, serta pemanfaatan dan penataan ruang.

Ketua Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perajin dan IKM binaan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Apresiasi ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas, kreativitas, dan inovasi produk kerajinan daerah, sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya melalui pengembangan kriya yang mampu mengikuti perkembangan pasar. 

 

“Puji syukur, penghargaan Best Booth INACRAFT October 2026 ini kami persembahkan untuk seluruh perajin dan UMKM binaan Dekranasda Kabupaten Tabanan. Ini adalah bukti kerja kolektif dan komitmen kami untuk terus melestarikan serta mengembangkan kriya Tabanan agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Bunda Rai.

 

Lebih lanjut, beliau menyampaikan apresiasi kepada ASEPHI dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya ajang tersebut. Dekranasda Kabupaten Tabanan, dikatakannya akan terus berupaya mendorong penguatan kualitas, inovasi, dan promosi produk kerajinan lokal agar semakin dikenal luas. “Terima kasih kepada ASEPHI dan seluruh pihak. Di bawah binaan Dekranasda Tabanan, kami akan terus mendorong inovasi, kualitas dan promosi produk lokal Tabanan. Kriya Tabanan harus mendunia,” tegasnya.

 

Prestasi di INACRAFT October 2026 ini menjadi dorongan bagi Dekranasda Kabupaten Tabanan untuk terus memperkuat pembinaan terhadap perajin dan pelaku IKM, sekaligus mengoptimalkan potensi kerajinan sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif daerah. Melalui kolaborasi, inovasi, dan promosi yang berkelanjutan, produk kerajinan khas Tabanan diharapkan semakin dikenal, mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat, serta membawa identitas budaya Tabanan ke panggung yang lebih luas. @prokopimtabanan, (*)

 


Rahina Tumpek Wayang, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan Alam Bali


Tabanan , Bali Kini – Memperkuat sradha bhakti sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memaknai Rahina Tumpek Wayang. Hal tersebut diwujudkan,l melalui persembahyangan bersama pada Sabtu, (10/10), yang dihadiri Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bersama anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah serta ribuan ASN, pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, dan para pemangku PSN Kabupaten Tabanan. 

Persembahyangan berlangsung di Padmasana Kantor Bupati Tabanan dan Rahina Tumpek Wayang yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang dan diperingati setiap 210 hari menjadi momentum untuk menjaga keseimbangan serta keharmonisan alam Bali, baik secara sekala maupun niskala, termasuk dalam menjaga krama, lingkungan, dan kelestarian budaya. Juga persembahyangan bersama ini merupakan wujud pelaksanaan swadharma negara dan swadharma agama oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan. 

“Hari ini, kami di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan swadharma negara dan swadharma agama melalui persembahyangan bersama pada Rahina Tumpek Wayang, yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang dan diperingati setiap 210 hari. Juga bertujuan dalam rangka Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjaga keharmonisan Jagat Bali secara Sekala dan Niskala, menjaga krama, alam lingkungan dan budaya," ujar Sanjaya.

Ia juga menyampaikan, persembahyangan pada Tumpek Wayang merupakan wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Ida Bhatara Iswara, yang berkaitan dengan kesenian dan cahaya. Melalui persembahyangan tersebut, diharapkan cahaya suci dapat menerangi kehidupan, menghilangkan kegelapan, serta memberikan kerahayuan bagi masyarakat Tabanan dan Bali.

Lebih lanjut, Sanjaya mengajak seluruh masyarakat sedharma di Kabupaten Tabanan untuk turut melaksanakan persembahyangan pada Rahina Tumpek Wayang sebagai bentuk doa dan bhakti, sekaligus memohon keselamatan, keseimbangan, dan keharmonisan kehidupan. Ajakan ini sejalan dengan komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan kelestarian budaya Bali sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Melalui momentum Rahina Tumpek Wayang, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap semangat kebersamaan dalam menjalankan swadharma negara dan swadharma agama semakin kuat. Selain mempertebal sradha bhakti, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya Bali serta keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan lingkungan demi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM)

Momentum Tumpek Wayang, Pemkab Jembrana Gelar Persembahyangan, Sosialisasi Pembangunan PLTS Hingga Aksi Bersih-Bersih Sampah


Jembrana , Bali Kini - Momentum Tumpek Wayang di Kabupaten Jembrana, berbagai kegiatan dilaksanakan dari bersih-bersih sampah, persembahyangan bersama, sosialiasi rencana pembangunan PLTS di Desa Budeng hingga Pameran Hasil Pertanian Jembrana.


Rangkaian persembahyangan bersama dilaksanakan di Pura Kembar, Desa Budeng, yang dipimpin langsung oleh Sekda I Made Budiasa, dihadiri perwakilan Forkopimda Jembrana, Kepala OPD, Prebekel dan Bendesa, serta masyarakat setempat, Sabtu (10/10).


Sekda I Made Budiasa, yang membacakan sambutan Bupati Jembrana, salah satu rencana yang akan dikembangkan yakni pembangunan PLTS di Desa Budeng, pada calon lahan tambak tidak produktif seluas 89,0 hektare yang terdiri dari 20 hektare sebagai aset Pemerintah Provinsi Bali dan 69 hektare masih sertifikat Hak Milik. 


Tentu, rencana ini perlu dipelajari secara saksama agar peluang pemanfaatan energi matahari dapat berjalan selaras dengan penggunaan lahan dan kebutuhan masyarakat.


"PLTS memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan listrik. Pengembangan energi terbarukan dapat mendukung penyediaan energi yang lebih bersih dan membuka peluang kegiatan ekonomi. Namun, kapasitas pembangkit, teknologi, pembiayaan, serta sambungan dan pembelian listrik masih perlu ditentukan melalui kajian dan persetujuan pihak yang berwenang," ucapnya.


Karena itu, kata Budiasa sosialisasi hari ini merupakan bagian dari proses penyiapan rencana. Pemeriksaan dokumen tanah, kesesuaian tata ruang, kondisi tanah tambak, aliran air, dampak lingkungan, dan kelayakan usaha harus dilakukan sebelum keputusan pembangunan ditetapkan.


"Saya meminta perangkat daerah terkait berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, PLN, serta instansi yang berwenang. Status dan batas aset harus jelas. Hak atau penggunaan lahan oleh pihak lain harus diperiksa. Saluran air dan fungsi lingkungan harus diperhatikan. Pilihan konstruksi tidak boleh ditetapkan hanya berdasarkan luas lahan yang tersedia," ungkapnya.


Kepada masyarakat, Budiasa mengajak untuk menyampaikan kondisi yang diketahui di lapangan. Informasi mengenai genangan, saluran air, akses warga, penggunaan tambak, serta kegiatan yang menjadi sumber penghidupan sangat penting untuk penyusunan kajian. Jika ada kekhawatiran atau keberatan, sampaikan melalui forum ini dan saluran resmi yang disiapkan penyelenggara.


Kepada tim yang menyiapkan rencana, saya meminta setiap masukan dicatat, dikaji, dan diberikan tanggapan. Libatkan penggarap dan pekerja tambak apabila ada, kelompok perempuan, warga rentan, serta unsur desa adat. Informasi mengenai hasil kajian dan perkembangan rencana perlu disampaikan kembali kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami.


"Kita mengharapkan manfaat bagi daerah dan warga sekitar. Peluang pekerjaan, pelatihan, dan keterlibatan usaha lokal dapat dibahas sesuai kebutuhan proyek dan ketentuan yang berlaku. Akan tetapi, jangan menjanjikan jumlah pekerjaan, listrik gratis, atau pembagian pendapatan sebelum terdapat dasar, kemampuan, dan kesepakatan yang jelas," harapnya.

Terkait, pameran hasil pertanian, Pihaknya menyampaikan penghargaan kepada para petani, kelompok tani, dan pelaku usaha yang menampilkan hasil kerja mereka. Di balik setiap produk yang dipamerkan, terdapat ketekunan mengolah lahan, merawat tanaman, menghadapi perubahan cuaca, dan menjaga mutu hasil panen.


Pameran ini dapat menjadi tempat belajar dan memperluas pemasaran. "Saya mengajak para pengunjung mengenal produk pertanian Jembrana, membeli produk lokal sesuai kebutuhan, dan membangun hubungan usaha yang saling menguntungkan. Bagi para peserta pameran, gunakan kesempatan ini untuk mendengar kebutuhan konsumen dan memperbaiki kualitas, kemasan, serta pelayanan," tuturnya.



Selain persembayangan bersama, sebelumnya pada hari Jumat (9/10) Pemkab Jembrana melalui DLHPKP melaksanakan melaksanakan kegiatan Tumpek Wayang Resik Sampah di sejumlah lokasi, meliputi area depan dan didalam Stadion Pecangakan, area Civic Center Kantor Bupati dan area Parkir Pemkab Jembrana.


Kegiatan Resik sampah melibatkan 210 peserta yang berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. 


Dari hasil kegiatan, sampah organik yang berhasil dikumpulkan sebanyak 240 kilogram, sedangkan sampah anorganik sebanyak 70 kilogram. Total sampah yang terkumpul mencapai 310 kilogram.


Selain itu, juga dilakukan pembagian ratusan tas ramah lingkungan kepada masyarakat dan pedagang di Pasar Umum Negara.


Bantuan tersebut merupakan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Cahaya Terang Bumi Lestari sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan.

 
Melalui kegiatan ini, masyarakat dan pedagang diharapkan dapat membiasakan diri membawa dan menggunakan tas ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti kantong plastik. Langkah sederhana ini menjadi salah satu upaya untuk mengurangi timbulan sampah plastik serta menjaga kebersihan lingkungan pasar. (*)

POLRES KARANGASEM SELIDIKI PENCURIAN TAS PEDAGANG PASAR AMLAPURA, UANG JUTAAN RUPIAH DAN SEJUMLAH BARANG RAIB


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini – Seorang pedagang di Pasar Amlapura Timur, Kabupaten Karangasem, diduga menjadi korban pencurian tas selempang pada Jumat (9/10/2026) dini hari. Tas milik ibu pelapor tersebut berisi uang tunai yang diperkirakan mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta, sebuah telepon genggam, KTP, serta kunci lemari rumah.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 WITA, di Pasar Amlapura Timur, Jalan Kesatrian, Kecamatan Karangasem. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika ibu pelapor berangkat ke pasar sekitar pukul 03.00 WITA untuk berjualan.

Setibanya di lokasi, korban menempatkan meja dagangan di tempat yang biasa digunakan untuk berjualan. Korban kemudian meletakkan tas selempang berwarna cokelat kehitaman di atas meja dan menutupinya menggunakan jaket berwarna abu-abu.

Saat itu, korban tengah mempersiapkan dagangan dengan posisi membelakangi tas tersebut. Diduga, seseorang mengambil tas tanpa sepengetahuan maupun seizin korban.

Korban baru mengetahui tas tersebut hilang setelah melakukan persiapan berjualan. Tas itu diketahui berisi uang tunai sekitar Rp5 juta hingga Rp7 juta, satu unit telepon genggam merek Aitel model lama, satu KTP, serta kunci lemari rumah.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang jumlah pastinya masih perlu dipastikan. Tim Resmob Tohlangkir POlres Karangasem kemudian menyelidiki terkait Informasi mengenai dugaan pencurian ini selanjutnya menjadi bahan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan kronologi kejadian.

“Saat ini kasus masih dalam proses Penyelidikan,” tandas Kasi Humas, IPDA I  Nengah Artono. (Ami)

Jumat, 09 Oktober 2026

Konsulat-Jenderal Australia di Bali Merayakan Hari Guru Sedunia 2026


Denpasar , Bali Kini -  Konsul-Jenderal Australia di Bali, Ibu Jo Stevens, mengadakan ramah tamah dengan guru-guru dari program Kemitraan Sekolah BRIDGE dalam rangka memperingati Hari Guru Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 5 Oktober.

Dalam sambutannya, Konsul-Jenderal Stevens 8/10/25 di Denpasar mengatakan ‘Kami mengadakan kegiatan ini karena kami menyadari peran luar biasa penting yang dijalankan oleh para guru, baik dalam  kehidupan murid-murid Anda maupun dalam hubungan Indonesia-Australia’.
‘Australia dan Indonesia merupakan mitra erat di bidang pendidikan pada setiap jenjang,  mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, dan program Kemitraan Sekolah BRIDGE telah menghubungkan siswa serta guru di kedua negara sejak tahun 2008, mendorong pemahaman budaya dan inovasi dalam pendidikan,’ tambah Konsul-Jenderal Stevens.

Dalam acara ini, para guru berbagi pengalaman mereka mengenai pertukaran pendidikan dengan Australia serta bagaimana pengalaman tersebut membentuk diri dan cara mereka 
mengajar. 

Mereka juga menikmati hidangan teh sore yang menyajikan perpaduan camilan 
khas Indonesia dan Australia, termasuk lamington dan sausage roll.

Program Kemitraan Sekolah BRIDGE (Building Relationships through Intercultural Dialogue and Growing Engagement) bertujuan untuk membangun kapasitas, pemahaman lintas 
budaya, dan hubungan antarwarga di antara para guru, siswa, dan komunitas sekolah di Indonesia dan Australia. Program Kemitraan Sekolah BRIDGE didanai oleh Pemerintah 
Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia sertadilaksanakan oleh Asialink Education di University of Melbourne. 

Program ini dimulai di Indonesia pada tahun 2008 dan, per Juli 2026, telah melibatkan 263 kemitraan sekolah di seluruh Indonesia, termasuk 11 sekolah di Bali.

Peringatan Hari Guru Sedunia 2026 di Konsulat-Jenderal Australia di Bali ini juga dihadiri oleh sejumlah alumni Australia di sektor pendidikan yang belajar di Australia melalui program beasiswa Australia Awards. Program Australia Awards merupakan program beasiswa luar 
negeri yang paling lama berjalan di Indonesia, dengan lebih dari 200.000 alumni di seluruh 
Indonesia.(Rls/ Aus)

Peringati Tumpek Wayang, Bupati Satria Pimpin Aksi Bersih Sampah Plastik di Kawasan PKB Klungkung


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria memimpin langsung kegiatan Aksi Bersih Sampah Plastik di area Jembatan Merah Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Desa Tangkas, Klungkung, Jumat (9/10).
Aksi yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung ini digelar guna menindaklanjuti Surat Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nomor: B.24.000/4606/SEKRET/DKLH perihal Peringatan Hari Raya Tumpek Wayang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Penjabat (Pj.) Sekda Klungkung I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya, jajaran Forkopimda Klungkung, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Klungkung.

Lokasi pembersihan dibagi menjadi dua wilayah kerja, yakni Kapling I di sisi timur dan Kapling II di sisi barat. Di bawah terik matahari, ratusan pegawai bahu-membahu menyisir serta mengumpulkan sampah plastik di sepanjang tepi aliran Sungai Unda dan kawasan jogging track Desa Tangkas.

Dalam arahannya, Bupati I Made Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya aksi kepedulian lingkungan tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi bersih sungai ini memiliki makna mendalam bagi keberlanjutan lingkungan.

"Kegiatan bersih sungai hari ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan investasi untuk kesehatan dan masa depan kita bersama. Seperti pesan yang sering kita gaungkan: kita tidak mewarisi bumi dari nenek moyang, melainkan meminjamnya dari anak cucu kita," ujar Bupati Satria.

Bupati Satria menekankan bahwa menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat, bukan semata-mata beban pemerintah atau petugas kebersihan.

"Melalui momen ini, mari kita bulatkan niat dan tekad mulai dari diri sendiri dan dari hal-hal kecil. Mulai sekarang, jadikan sungai di lingkungan kita bersih, jernih, dan memberi manfaat bagi semua. Terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi, semoga aksi ini menjadi inspirasi untuk gerakan positif yang lebih luas di masa depan," pungkasnya (*)

Gelar Audiensi Kolektif, Cara Bupati Jembrana Menyiasati Tumpukan Aspirasi Warga secara langsung


Jembrana, Bali Kini - Menghadapi padatnya agenda kedinasan tak menyurutkan langkah Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, untuk menyerap banyaknya aspirasi warganya yang masuk  . Menyiasati keterbatasan waktu, Bupati Kembang menerapkan cara kreatif dengan menggelar audiensi secara kolektif di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Kamis (8/10)

Lewat skema maraton ini, belasan kelompok masyarakat mulai dari tokoh adat, kelompok masyarakat hingga pelajar dapat diterima langsung dalam satu hari tanpa mengurangi ruang dialog yang disediakan .

Audiensi tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Dengan suasana yang santai, Bupati Kembang berdiskusi secara langsung dengan masing-masing kelompok untuk menggali berbagai persoalan, kebutuhan, serta masukan yang berkembang di tengah masyarakat.

" Saya berusaha sempatkan ketemu langsung sama warga. Dari obrolan santai seperti ini, saya jadi tahu apa yang benar-benar dibutuhkan di lapangan, mulai dari urusan sekolah, sampai kegiatan adat dan budaya kita,” ujar Bupati Kembang.

Dilain sisi Ia menyadari banyaknya permohonan audiensi yang masuk baik dari kelompok masyarakat maupun instansi . 
Sehingga melalui dialog kolektif dapat memangkas waktu permohonan sekaligus secara langsung memberikan gambaran lebih nyata mengenai berbagai kebutuhan masyarakat 

Bupati Kembang juga berharap , audiensi maraton ini,  setiap masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyusun dan menyempurnakan program pembangunan. Dengan begitu, kebijakan yang dijalankan bisa semakin tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan

" Berbagai masukan dari warga dalam audiensi ini akan kami jadikan bahan untuk menyempurnakan kebijakan daeah. Harapan kita, pembangunan di Jembrana ke depan betul-betul tepat sasaran dan terasa manfaatnya langsung oleh masyarakat,” pungkasnya ( * )

Kamis, 08 Oktober 2026

Forum PUSPA Bangli Sosialisasikan Pencegahan Bullying di SMPN 1 Bangli


BANGLI , BALI KINI - Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Bangli terus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi pencegahan bullying atau perundungan di SMP Negeri 1 Bangli, Kamis (8/10/26).

Kegiatan mengusung tema Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman untuk Pendidikan Bermutu untuk Semua dan diikuti puluhan siswa. Sosialisasi dikemas secara interaktif dengan memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying, dampaknya terhadap korban, serta pentingnya membangun pertemanan yang sehat dan saling menghargai.

Kepala SMPN 1 Bangli, I Wayan Agus Adi Wiguna, mengapresiasi kegiatan yang digelar Forum PUSPA Bangli. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan.

“Kehadiran Ibu Ketua PUSPA beserta rombongan menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari bullying,” ujarnya.

Ketua Forum PUSPA Kabupaten Bangli, Ny. Suciati Diar, mengajak para siswa menjadikan sekolah sebagai tempat belajar dan berinteraksi yang menyenangkan tanpa kekerasan.

Ia menekankan bahwa perbedaan karakter, latar belakang maupun kemampuan tidak boleh menjadi alasan untuk merendahkan atau menyakiti orang lain. Menurutnya, pencegahan bullying membutuhkan kepedulian bersama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan pertemanan.

“Forum PUSPA Bangli berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Bangli, I Wayan Jimat, hadir sebagai narasumber. Ia memberikan pemahaman kepada siswa mengenai cara mengenali bullying, dampaknya terhadap korban, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan melaporkan tindakan perundungan.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para siswa. Melalui sosialisasi ini, Forum PUSPA Bangli berharap budaya saling menghormati, peduli, dan berani mencegah perundungan dapat semakin tumbuh di lingkungan sekolah.

Dengan terciptanya sekolah yang aman dan nyaman, anak-anak diharapkan dapat belajar, bersosialisasi, dan mengembangkan potensi diri secara optimal tanpa rasa takut maupun tekanan.(*)

Bus dan Truk Nantinya Dibatasi Masuk Heritage Gajah Mada DENPASAR


Denpasar , Bali Kini  - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kemacetan di kawasan pusat kota, khususnya kawasan Heritage Gajah Mada. Salah satu opsi yang akan dikaji adalah membatasi kendaraan besar, seperti bus dan truk, agar tidak masuk ke jalur inti kawasan tersebut, Kamis (8/10). 

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, rekayasa lalu lintas menjadi salah satu solusi jangka pendek yang akan diperkuat untuk mengatasi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan Kota Denpasar.
Menurutnya, Pemkot Denpasar bersama Dinas Perhubungan akan kembali mengevaluasi titik-titik yang dinilai membutuhkan rekayasa arus lalu lintas.

“Rekayasa lalu lintas sudah kita lakukan, tetapi masih perlu kita tingkatkan. Ini salah satu solusi jangka pendek kami untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Denpasar,” ujar Arya Wibawa.

Khusus kawasan Gajah Mada, Pemkot Denpasar akan menggelar rapat lintas instansi pada Senin mendatang. Rapat tersebut akan melibatkan Perumda Parkir, Perumda Pasar, serta Dinas Perhubungan.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga menyangkut penataan kawasan Heritage Gajah Mada sebagai salah satu kawasan ekonomi kreatif di Kota Denpasar.

Arya Wibawa menegaskan, penataan kawasan heritage harus tetap mempertahankan nilai-nilai budaya, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Karena itu, pengaturan sirkulasi kendaraan menjadi salah satu aspek penting yang akan dibahas dalam rapat tersebut.

Ia menilai keberadaan kendaraan besar, terutama bus dan truk, yang masih dapat melintas di kawasan Gajah Mada berpotensi memperparah kepadatan lalu lintas. Oleh karena itu, pembatasan kendaraan besar menjadi salah satu opsi yang akan dipertimbangkan. “Apakah nanti dalam rapat akan kita kaji mobil-mobil besar mungkin kita batasi untuk tidak bisa masuk ke kawasan heritage itu,” katanya.

Arya Wibawa mencontohkan penerapan pembatasan kendaraan besar di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Menurutnya, pola tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam penataan kawasan Heritage Gajah Mada. "Seperti kita meniru Malioboro, bagus itu, bus-bus tidak bisa masuk ke jalur inti Malioboro,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi Gajah Mada saat ini perlu mendapat perhatian karena kendaraan besar, termasuk truk dan bus, masih dapat memasuki kawasan tersebut. Selain berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas, keberadaan kendaraan besar juga dinilai kurang sejalan dengan konsep kawasan heritage yang tengah diarahkan menjadi ruang ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Sekarang kondisi kita di Denpasar, Gajah Mada kalau tidak salah truk masuk, kemudian bus-bus besar juga bisa masuk ke sana. Itu juga akan membawa kemacetan,” tegasnya.

Dikaji untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif, selain rekayasa lalu lintas, Pemkot Denpasar juga menyiapkan kajian menyeluruh terkait pengembangan kawasan Heritage Gajah Mada. Dinas Pariwisata akan membentuk tim pengkaji yang melibatkan akademisi, seniman, serta sejumlah unsur terkait. 

Kajian tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada penataan fisik kawasan, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pemkot Denpasar ingin agar setelah penataan kawasan dilakukan, aktivitas ekonomi masyarakat dapat ikut berkembang tanpa menghilangkan karakter budaya yang menjadi identitas kawasan Gajah Mada.

“Dari sisi ekonomi bisa kita tingkatkan, dari sisi budaya juga bisa kita pertahankan ke-heritage-annya, kemudian dampak ke pariwisatanya juga bisa ditingkatkan,” kata Arya Wibawa.

Dengan demikian, penataan kawasan Heritage Gajah Mada nantinya tidak sekadar mempercantik wajah kawasan. Pemkot Denpasar juga ingin memastikan penataan tersebut berjalan beriringan dengan pengaturan lalu lintas serta pembentukan ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terarah.

Pembatasan kendaraan besar menjadi salah satu opsi yang akan dikaji lebih lanjut dalam rapat lintas instansi. Keputusan mengenai penerapan pembatasan tersebut akan menunggu hasil evaluasi dan pembahasan bersama instansi terkait (jro)

Pemkab Klungkung Serahkan Bantuan Sosial Korban Bencana, Bupati Satria Imbau Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau Panjang


Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung menunjukkan komitmen nyata dalam mendampingi masyarakat yang tertimpa musibah. Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Pj. Sekda Gusti Agung Putra Mahajaya, serta Kalak BPBD Klungkung Putu Widiada, menyerahkan secara simbolis bantuan sosial tak terduga kepada para korban bencana/musibah Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Kamis (8/10).

Dalam laporan yang disampaikan oleh Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada, tercatat sebanyak 30 proposal permohonan bantuan telah masuk dan disetujui, dengan total anggaran yang disalurkan mencapai Rp353 juta.

Bupati I Made Satria menegaskan bahwa penyaluran dana bantuan sosial ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat dengan tujuannya adalah untuk meringankan beban ekonomi warga yang terdampak langsung oleh musibah atau bencana alam.

"Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat kita yang sedang mengalami kesulitan akibat musibah yang tidak terduga," ujar Bupati Satria.

Selain menyerahkan bantuan, Bupati Satria memberikan imbauan penting kepada seluruh warga Klungkung. Mengingat saat ini tengah berada di tengah musim kemarau panjang, potensi terjadinya kebakaran meningkat secara signifikan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, saling mengawasi lingkungan sekitar, dan bersama-sama menjaga keamanan wilayah dari ancaman bencana di musim kemarau ini,” ujar Bupati Satria (*)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved