-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 07 September 2026

Warga Pendatang Korban Kebakaran di Nakula Akan Segera Dipulangkan


Denpasar , Bali Kini - Pasca kebakaran hebat yang terjadi di Jalan Nakula, Pemecutan Kelod Denpasar, selain menyisakan puing abu juga banyak warga korban yang masih memilih bertahan tinggal di penampungan. Akibatnya, mereka yang merupakan warga pendatang luar Bali ini justru menimbulkan adanya penumpukan sampah liar, selain pihak tak tak bertanggung jawab yang membuang sampah ke lokasi kebakaran. 

Menyikapi ini, Pemerintah Kota Denpasar mengambil langkah penertiban pascakebakaran yang terjadi di Jalan Nakula, Banjar Mergaya. Selain memastikan penanganan kebencanaan dan bantuan bagi warga terdampak, Pemkot Denpasar akan menutup aktivitas pembuangan sampah liar di lokasi tersebut.

Lokasi yang terbakar sebelumnya dimanfaatkan sebagai kawasan permukiman kumuh sekaligus tempat pembuangan dan pemilahan sampah. Kondisi penumpukan sampah di area tersebut menjadi salah satu persoalan yang kini mendapat perhatian serius dari Pemkot Denpasar.

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengatakan penanganan dari sisi kebencanaan telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Badung yang turut membantu proses pemadaman. “Dari sisi kebencanaan, kita telah melaksanakan pemadaman bekerja sama dengan Badung. Astungkara, itu bisa sampai clear,” ujar Jaya Negara.

Selain penanganan kebakaran, Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga telah menyalurkan bantuan logistik serta kebutuhan dasar kepada warga yang terdampak.

“Dari sisi kemanusiaan, kami tetap melakukan bantuan melalui Dinas Sosial. Bantuan ada untuk anak-anaknya, paket-paket perlengkapan yang ada di BPBD dan Dinas Sosial sudah kita kerahkan, termasuk berkoordinasi dengan musala di sana,” ungkapnya.

Jaya Negara mengatakan perhatian pemerintah juga diarahkan kepada warga terdampak yang kehilangan mata pencaharian akibat kebakaran. Pemkot Denpasar, kata dia, telah menyiapkan alokasi anggaran untuk memfasilitasi pemulangan warga ke daerah asal.

“Bagi warga yang terdampak, memang kita harus pulangkan karena sudah tidak ada pekerjaan lagi. Itu kita siapkan anggaran untuk pemulangan ke tempat asalnya,” jelasnya.

Pemkot Denpasar memastikan aktivitas pembuangan sampah liar di kawasan tersebut akan dihentikan. Jaya Negara menjelaskan, lahan yang menjadi lokasi kebakaran merupakan lahan sewaan milik pribadi yang selama ini dimanfaatkan untuk pemilahan sampah organik serta pengelolaan sampah restoran dari luar wilayah Denpasar.

Pengelolaan yang dinilai tidak maksimal menyebabkan sampah menumpuk di lokasi tersebut. “Yang jelas, kami tutup dari pembuangan sampah liar. Silakan menyewa lahan, tapi pemanfaatannya (untuk pembuangan sampah) yang kita larang,” tegasnya.

Pemerintah menegaskan akan mengambil tindakan terhadap kendaraan atau armada yang masih kedapatan membawa sampah ke lokasi tersebut. Kendaraan yang ditemukan mengangkut dan membuang sampah secara ilegal akan ditahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemkot Denpasar juga memastikan penanganan terhadap warga terdampak tetap menjadi prioritas, baik melalui bantuan kebutuhan dasar maupun fasilitasi pemulangan bagi warga yang sudah kehilangan mata pencaharian.

Kehadiran Perpustakaan Keliling Makin Diminati Anak-anak


Denpasar , Bali Kini - Layanan Perpustakaan Keliling yang dicanangkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, makin meningkatkan minat baca bagi kalangan anak-anak. Kegiatan ini terus dilakukan untuk memperkuat budaya literasi dikalangan pelajar dan masyarakat umum. 
Program ini telah dijadwalkan menyasar Parkir Utara Taman Kota Lumintang dan SD 17 Dauh Puri kawasan Lumintang. Dimana kawasan publik yang selalu ramai kunjungan saat bersantai sehabis olah raga. Menurut, Penata Layanan Operasional Petugas Layanan Perpustakaan Kota Denpasar, Ria Praba mengatakan bahwa saat ini layanan Pusling dilaksanakan di dua tempat di Parkir Utara Taman Kota Lumintang dan di SD 17 Dauh Puri. 
"Untuk layanan di Kawasan Taman Kota Lumintang menggunakan kapasitas mobil yang jauh lebih besar dengan jumlah buku katagori buku anak dan umum sebanyak 1198 eksemplar. Sedangkan yang ke sekolah menggunakan mobil lebih kecil dengan katagori buku yang dominan tentang petulangan, cerita anak, sejarah dan lainnya sejumlah 852 eksemplar," Jelas Praba.
Dikatakannya, untuk di ruang publik sendiri kebanyakan peminat Pusling adalah ibu dan bapak bapak usai olahraga, mereka mencari buku buku agama atau buku tentang kerajinan, Pengobatan atau pengalaman hidup. Dengan durasi waktu jam 09.00 - 12.00 Wita. 
"Ruang publik tak hanya dilaksanakan dikawasan lapangan saja namun juga menyasar di kawasan Pantai seperti di kawasan Pantai Mertasari yang mana bisanya pada hari Jumat ramai kunjungan," Sebutnya. 
Sementara yang di SD 17 Dauh Puri pelaksanaan Pusling sudah ditunggu oleh siswa di sekolah. Antusiasme siswa yang ingin tahu dengan membaca sungguh diacungin jempol. Sebelum diijinkan mengambil buku di Mobil Perpustakaan ini, siswa mendapat arahan dimana membaca itu sangat penting bagi ilmu pengetahuan mereka. 
Selain itu juga, guna merangkat minat baca anak. Juga akan diberikan hadiah oleh petugas Pusling bila anak yang usai membaca dan dapat menceritakan apa yang tadi dia baca dihadapan teman temannya. Hadiah sudah menanti buat mereka yang disediakan sebanyak lima paket, yakni dari Tumbler, kotak pensil dan lainnya. 
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, mengatakan layanan perpustakaan keliling merupakan ekstensi pelayanan perpustakaan yang menyasar ruang-ruang publik serta institusi pendidikan di Kota Denpasar.
Menurutnya, pelaksanaan program tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar dengan melibatkan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). 
"Layanan perpustakaan keliling dilaksanakan melalui mekanisme pengajuan permohonan dari pihak sekolah kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar. Secara terjadwal  kunjungan ke sekolah yang telah ditentukan dengan tetap memprioritaskan waktu belajar siswa di sekolah," ujar Cok Partha, yang menjadwalkan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis dengan menyesuaikan kalender pendidikan. Setiap kunjungan berlangsung selama dua jam.

Minggu, 06 September 2026

Angkat Potensi Lokal dan Kreativitas Generasi Muda Sanur

Ket. Foto : Sekda Eddy Mulya Buka Sanurian Festival 2026 

Denpasar, Bali KiniSekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, secara resmi membuka Sanurian Festival 2026 yang dipusatkan di Lapangan Yayasan Pembangunan Sanur, Sabtu (5/9) petang.

Mengusung semangat pemberdayaan masyarakat, Sanurian Festival 2026 menjadi wadah untuk mengangkat sekaligus mengembangkan berbagai potensi lokal yang dimiliki masyarakat Kelurahan Sanur. 

Turut hadir pula dalam kesempatan tersebut diantaranya Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Camat Denpasar Selatan, I Kadek Ermanto, Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, Lurah Sanur, Ida Bagus Made Windhu Segara serta undangan terkait lainnya.

Pembukaan Sanurian Festival 2026 juga dirangkaikan dengan pergantian kepengurusan Karang Taruna Yovana Kanti Kelurahan Sanur. Ida Bagus Prajiskana Jisnu terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Yovana Kanti menggantikan I Putu Bagus Windi Santika.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengatakan Pemerintah Kota Denpasar memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sanurian Festival 2026.

Menurutnya, Sanurian Festival tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, namun juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat pemberdayaan potensi lokal. 

"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas, sekaligus menjadi wadah bagi UMKM untuk berkembang. Di sisi lain, kegiatan juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berjejaring, bertukar informasi dan pengetahuan melalui berbagai workshop dan sosialisasi,” ujar Eddy Mulya.

Lebih lanjut, Sekda Eddy Mulya berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui Sanurian Festival dapat terus dikembangkan. "Berlandaskan spirit Vasudhaiva Kutumbakam, marilah kita saling bersatu, berkembang dan maju menuju masyarakat Kota Denpasar yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Sanur, Ida Bagus Made Windhu Segara, mengatakan Sanurian Festival 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan sekaligus mengembangkan berbagai potensi generasi muda di Kelurahan Sanur. Festival ini juga diharapkan mampu menjadi wadah kreativitas sekaligus pemberdayaan potensi lokal yang ada di masyarakat.

“Sanurian Festival 2026 telah diawali melalui Kejuaraan Futsal Yovana Kanti Cup pada 30 Agustus 2026 lalu. Selanjutnya, pada 5 September pagi dilaksanakan Gebyar Literasi Kelurahan Sanur yang diisi berbagai kegiatan literasi, lomba seni, budaya dan pemberdayaan masyarakat. Dilanjutkan dengan puncak Sanurian Festival pada malam harinya. Rangkaian kegiatan ditutup dengan Sunrise Run Sanurian Festival pada 6 September 2026 pagi di Pantai Karang Sanur,” jelasnya.

Yang juga paling ditunggu masyarakat, lanjutnya, adalah Lomba Baleganjur Bebarongan yang diikuti oleh delapan banjar di wilayah Kelurahan Sanur. Secara garis besar, Sanurian Festival 2026 bertujuan menjadi wadah untuk mengangkat seluruh potensi yang dimiliki masyarakat, baik seni, budaya, UMKM maupun bidang lainnya, khususnya potensi generasi muda Kelurahan Sanur. 

"Harapannya, potensi-potensi ini dapat terus dikembangkan dan dilestarikan secara berkelanjutan,” ungkap Ida Bagus Made Windhu Segara. (esa)

Juga Gelar Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Gratis.

Ket foto : Wali Kota Jaya Negara Ngaturang Bhakti Pitenget Tumpek Uye,


Denpasar, Bali KiniWali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Pitenget Rahina Tumpek Uye atau Tumpek Kandang yang dipusatkan di kawasan Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (5/9). Perayaan Tumpek Uye yang jatuh pada Saniscara Kliwon, Wuku Uye tersebut menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memuliakan dan menghormati keberadaan hewan sebagai bagian dari ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selain persembahyangan bersama, kegiatan juga dirangkaikan dengan vaksinasi rabies dan sterilisasi hewan peliharaan secara gratis bagi masyarakat.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan Tumpek Uye memiliki makna penting dalam kehidupan umat Hindu. Momentum tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap hewan, tetapi juga mengingatkan manusia untuk menjaga keharmonisan dengan alam dan seluruh makhluk hidup.

“Melalui Tumpek Uye, kita diingatkan untuk menghormati dan menyayangi seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Vaksinasi rabies gratis yang dilaksanakan hari ini juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan sekaligus bagian dari upaya bersama dalam mencegah penyebaran rabies,” ujar Jaya Negara.

Pihaknya menambahkan, pelaksanaan vaksinasi rabies bertepatan dengan Tumpek Uye diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk semakin bertanggung jawab dalam memelihara hewan peliharaan. Menurutnya, upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mendukung kesehatan masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang aman dan sehat.

Sementara itu, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menyampaikan bahwa vaksinasi rabies gratis merupakan salah satu kegiatan yang secara rutin dilaksanakan Pemerintah Kota Denpasar. Namun, pelaksanaan kali ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan Rahina Tumpek Uye.

“Vaksinasi rabies gratis sudah sering kita laksanakan. Hari ini menjadi spesial karena bertepatan dengan Tumpek Uye, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari semangat memuliakan hewan,” jelas Eddy Mulya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama. Usai persembahyangan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi “otonan” bagi hewan peliharaan yang dibawa oleh masyarakat.
Selanjutnya, hewan peliharaan yang telah mengikuti prosesi tersebut mendapatkan pelayanan vaksinasi rabies secara gratis di jaba Pura Agung Jagatnatha. Masyarakat juga mendapatkan pelayanan sterilisasi hewan peliharaan sesuai dengan ketentuan dan layanan yang tersedia.

Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, menjelaskan bahwa Tumpek Uye bukan sekadar momentum untuk memuliakan hewan sebagai bagian dari Bhuwana Agung, tetapi juga menjadi sarana penyucian diri manusia atau Bhuwana Alit dari sifat-sifat kebinatangan.

“Makna Tumpek Uye sangat luas. Kita diajak untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, serta seluruh makhluk hidup. Karena itu, kegiatan vaksinasi rabies ini sangat relevan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam perayaan Tumpek Uye,” ungkapnya.

Perayaan Tumpek Uye di Kota Denpasar diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap hewan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kehidupan yang harmonis (Eka).

TI'M SAR GABUNGAN EVAKUASI PENDAKI GUNUNG AGUNG YANG JATUH KE JURANG.


KARANGASEM , BALI KINI -- Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki Gunung Agung, yang terjatuh ke jurang pada ketinggian kurang lebih 2.500 mdpl, Minggu (6/9/2026). Korban diketahui bernama Komang Sandi Darmawan (15), warga Banjar Yeha, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. 

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem pada pukul 08.30 Wita dari pelapor atas nama Wayan Widiyasa. Berdasarkan laporan, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 06.30 Wita. Mulanya korban bersama seorang rekannya melakukan pendakian  pada dini hari sekitar pukul 00.30 Wita. Dalam perjalanan, Sandi Darmawan terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 12 meter. 

Segera setelah menerima laporan, petugas siaga Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem segera berkoordinasi dengan pemandu lokal Gunung Agung untuk memberikan pertolongan awal kepada korban. Pada pukul 07.30 Wita diberangkatkan 1 tim aju untuk mempercepat proses evakuasi. "Menggerakan tim satu yang terdiri dari 25 orang pemandu lokal Pasar Agung untuk bergerak mendahului melakukan proses evakuasi," jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem berjumlah13 orang tiba di Pos Pasar Agung kurang lebih pukul 09.50 Wita dan segera melakukan pambagian tugas. 

Pada pukul 10.00 Wita, tim kedua yang terdiri dari 13 personel SAR gabungan menyusul menuju lokasi dan setelah perjalanan satu jam lima belas menit akhirnya bertemu dengan tim pertama pada ketinggian sekitar 1.900 Mdpl. Untuk memperkuat proses evakuasi, pada pukul 11.50 Wita tim ketiga yang terdiri dari enam personel SAR gabungan kembali bergerak menuju lokasi.

Setelah melalui proses evakuasi, pada pukul 12.15 Wita tim SAR gabungan bersama korban berhasil tiba di posko area parkir Pura Pasar Agung, Selat, Karangasem. Korban kemudian mendapatkan penanganan awal dari tim medis Puskesmas Selat. "Hampir lima jam proses evakuasi, dari tim satu sampai tim tiga sampai di Posko Pasar Agung. "Kendala yang kami hadapi di lapangan terkait cuaca, dimana cuaca hujan gerimis, kabut tebal dengan visibility 20 meter," ungkap Bhayangkara. 

Selanjutnya, pada pukul 12.25 Wita, korban dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Selama berlangsungnya operasi SAR, melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Puskesmas Selat, pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung Selat, serta pihak keluarga korban. (ayu)

Peringati HUT ke-81 TNI, Bupati Kembang Hartawan Bersama Danrem 163/Wira Satya Pimpin Penanaman 9.200 Mangrove di Tuwed Park


​JEMBRANA , Bali Kini — Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M., menghadiri aksi penanaman 9.200 pohon mangrove di kawasan Tuwed Park, Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Minggu (6/9/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026.

​Turut hadir dalam kesempatan tersebut Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Syarifuddin Gafur Thalib, S.I.P., M.Si., serta jajaran Forkopimda Kabupaten Jembrana.
Kegiatan yang sarat semangat gotong royong ini melibatkan sekitar 1.400 peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari jajaran TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Jembrana, pelajar, Pramuka, perangkat desa, hingga warga lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Kembang Hartawan menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga harmoni dengan alam demi kelangsungan hidup generasi mendatang. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat Jembrana untuk senantiasa merawat lingkungan pesisir agar terhindar dari ancaman abrasi dan kerusakan ekosistem.
"Kita harus menyayangi alam kita, agar alam juga bisa merestui dan menjaga semua perjalanan kita," ujar Bupati Kembang di hadapan ribuan peserta.

​Pada momen berharga tersebut, atas nama Pemerintah Daerah dan seluruh warga Jembrana, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi TNI dengan pemerintah daerah serta masyarakat. Ia juga menyampaikan ucapan selamat hari jadi untuk institusi TNI.
​"Saya mewakili seluruh masyarakat Jembrana mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-81 untuk TNI. Semoga TNI semakin kuat, solid, dan selalu dicintai oleh masyarakat," tuturnya.

​Selain penanaman 9.200 bibit mangrove sebagai langkah nyata pelestarian ekosistem pesisir, kegiatan peringatan HUT TNI ini juga diwarnai dengan aksi kepedulian sosial. Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama TNI menyerahkan bantuan 650 paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat kurang mampu melalui perwakilan desa se-Kecamatan Melaya.
Antusiasme sekitar 1.400 peserta yang hadir menunjukkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat serta kebersamaan Pemerintah Kabupaten Jembrana dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Peringati Hari Tumpek Kandang, Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar


Jembrana , Bali Kini — Pemerintah Kabupaten Jembrana memperingati Hari Tumpek Uye (Tumpek Kandang) dengan melepas 200 ekor tukik di lokasi Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Sabtu (5/9).

Aksi pelepasliaran satwa ini diikuti langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, serta Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi. Turut hadir perwakilan Forkopimda, jajaran pejabat Pemkab Jembrana, dan masyarakat pemerhati penyu.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata pemuliaan terhadap satwa dan lingkungan sesuai makna Tumpek Kandang.

"Hari ini kita melaksanakan pelepasan tukik memperingati hari Tumpek Kandang. Jadi ini sebagai upaya kita merawat hewan, menjaga kehidupan, dan menjaga keseimbangan alam kita. Kalau kita menyayangi alam, maka alam pun akan menyayangi kita," ujar Bupati Kembang.

Sementara itu, Ketua Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih, I Wayan Anom Astika, menjelaskan bahwa seluruh tukik yang dilepasliarkan merupakan spesies penyu lekang yang baru menetas.

"Ada 200 ekor dan itu semua jenisnya penyu lekang. Itu yang menetas tadi pagi dan baru kemarin," jelas Anom.

Ia menambahkan bahwa pihak konservasi selalu berpegang teguh pada prinsip pelestarian alam tanpa eksploitasi agar rantai ekosistem tetap terjaga secara alami.

"Kurma Asih melakukan konservasi. Tidak ada eksploitasi, dia perlakuannya tidak merasa disiksa, dia tidak boleh ditahan. Soalnya secara nalurinya dia kan satwa liar," tegasnya.

Peringatan Tumpek Kandang ini diharapkan dapat terus membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat Jembrana untuk aktif menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistem pesisir pada khususnya.
(*)

Mukbang Anti Narkoba di Nawa Kerti, BNNP Bali Masak Porsi 300 Orang untuk Edukasi Pelajar

Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali mengemas edukasi bahaya narkotika dengan cara berbeda. Bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) BNNP Bali dan jajaran, BNNP Bali menggelar Mukbang Anti Narkoba melalui kegiatan memasak dalam porsi besar yang menyasar pelajar di Desa Nawa Kerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Sabtu (5/9).

Kegiatan yang dikemas dalam konsep “MUKBANG TON” tersebut menjadi bagian dari upaya BNNP Bali menyampaikan pesan pencegahan penyalahgunaan narkotika kepada generasi muda melalui pendekatan soft power dan humanis.

Sebanyak 200 siswa dari SDN 2 Nawakerti dan SMPN 5 Abang menjadi sasaran kegiatan tersebut. Untuk kegiatan makan bersama, makanan yang dimasak disiapkan dalam porsi untuk sekitar 300 orang.

Kegiatan tersebut sekaligus merupakan rangkaian kunjungan kerja Kepala BNN Provinsi Bali ke Kabupaten Karangasem yang dipusatkan di Desa Nawa Kerti, serta dirangkaikan dengan bakti sosial.

Jargon BNN, “War on Drugs for Humanity”, menjadi salah satu landasan pendekatan yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Perang melawan narkotika tidak hanya dimaknai sebagai upaya penegakan hukum, tetapi juga sebagai panggilan moral untuk menyelamatkan masa depan manusia, khususnya generasi muda.

Program tersebut juga menjadi implementasi program prioritas BNN dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yakni Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba), yang digagas Kepala BNN RI Komjen Pol Dr (H.C) Suyudi Ario, S.I.K., S.H., M.Si.

Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Pol Dr Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M., mengatakan edukasi bahaya narkotika tidak harus dilakukan secara konvensional. Menurutnya, pesan pencegahan dapat disampaikan melalui kegiatan yang menyentuh masyarakat secara langsung sekaligus memberikan manfaat.

“Acara ini dibuat bukan hanya edukasi dengan cara konvensional, namun dikemas dengan kegiatan yang dapat menyentuh masyarakat langsung dan memberikan kebermanfaatan, sehingga kehadiran negara dalam hal ini BNN dapat dirasakan langsung masyarakat,” ujarnya.

Putu Putera Sadana menegaskan, keberhasilan perang melawan narkotika tidak semata-mata diukur dari banyaknya barang bukti yang berhasil disita. Menurutnya, ukuran keberhasilan yang tidak kalah penting adalah berapa banyak generasi muda yang dapat diselamatkan dari penyalahgunaan narkotika melalui pencegahan sejak dini.

“Keberhasilan ini tidak hanya diukur dari seberapa banyak barang bukti yang disita, melainkan dari seberapa banyak jiwa dan generasi muda yang berhasil diselamatkan melalui pencegahan dini,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata mengapresiasi dipilihnya Desa Nawa Kerti sebagai lokasi kunjungan kerja dan bakti sosial BNNP Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda kelembagaan, tetapi menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dan BNN di tengah masyarakat.

Parwata menilai persoalan narkotika merupakan ancaman yang harus dihadapi bersama. Dampaknya tidak hanya menyentuh individu, tetapi juga keluarga, lingkungan sosial, hingga masa depan generasi muda.

Karena itu, pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak dapat hanya dibebankan kepada BNN dan aparat penegak hukum. Pemerintah daerah, pemerintah desa, sekolah, keluarga, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh komponen masyarakat harus mengambil bagian.

“Pencegahan yang paling kuat dimulai dari keluarga yang peduli, desa yang peduli, dan masyarakat yang tidak membiarkan narkoba mendapatkan ruang di lingkungannya,” kata Parwata.

Pemkab Karangasem sendiri telah memiliki Peraturan Daerah Kabupaten Karangasem Nomor 3 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Menurut Parwata, keberadaan perda tersebut menunjukkan komitmen Pemkab Karangasem dalam melaksanakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika secara terpadu dan berkelanjutan hingga tingkat desa.

Ia juga mengajak para orang tua memberikan perhatian lebih kepada anak-anak. Anak, kata Parwata, perlu dibentengi bukan hanya dengan larangan, tetapi juga kasih sayang, komunikasi, pendidikan, kegiatan positif, serta keteladanan di lingkungan keluarga.

Kepada generasi muda Karangasem, Parwata berpesan agar tidak pernah mencoba narkoba.

“Jangan pernah mencoba narkoba. Masa depan kalian terlalu berharga untuk dikorbankan karena narkotika,” tegasnya.

Melalui kegiatan Mukbang Anti Narkoba dan bakti sosial tersebut, sinergi antara BNNP Bali, BNN Kabupaten Karangasem, Pemkab Karangasem, aparat kewilayahan, pemerintah desa, sekolah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, produktif, dan memiliki ketahanan terhadap ancaman narkotika. (Ami)

Viral Video Penganiayaan di Susuan Karangasem, Korban Dipukul Balok hingga Tak Sadarkan Diri


KARANGASEM, Bali – Video dugaan penganiayaan yang terjadi di Jalan Sermanatih, Lingkungan Susuan, Kabupaten Karangasem, Bali, viral di media sosial. Dalam kejadian tersebut, seorang pria berinisial CA diduga menjadi korban pemukulan hingga terjatuh dan sempat tidak sadarkan diri., Sabtu ( 6/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di depan Warung Hoki milik Ibu Yani. Berdasarkan informasi, kasus ini bermula saat korban datang ke wilayah Susuan setelah menghadiri undangan dengan mengenakan pakaian adat.

Di lokasi, korban sempat berbincang dengan seorang pria yakni berinisial CT. Keduanya kemudian terlibat percakapan yang diduga berkaitan dengan tantangan.

Korban selanjutnya meninggalkan lokasi dan pergi ke tempat minum. Sekitar 15 menit kemudian, korban kembali bersama empat orang temannya.

Setibanya di lokasi, korban disebut meneriaki CT dengan panggilan “Tuk, Tuk” sambil mengangkat tangan. Kelompok yang saat itu sedang berada di dekat TKP, kemudian menghampiri korban.

Kelompok korban kemudian berjalan menuju Warung Hoki. Namun, kelompok lainnya disebut kembali mencari korban hingga ke depan warung tersebut.

Di lokasi inilah dugaan penganiayaan terjadi. Di sinilah pelaku diduga memukul korban menggunakan balok kayu yang diarahkan ke bagian wajah.

Akibat pukulan tersebut, korban terjatuh tersungkur dan sempat tidak sadarkan diri. Korban kemudian dibawa ke UGD RSUD Karangasem menggunakan mobil yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

Polisi yang menerima informasi mengenai video viral tersebut kemudian melakukan penyelidikan. Personel Unit I Satreskrim Polres Karangasem mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang bukti yang diamankan berupa satu bilah bambu dan satu bilah balok kayu yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan.

Polisi juga masih mendalami rangkaian kejadian serta meminta keterangan pihak-pihak yang mengetahui peristiwa tersebut. Pelaku kemudian berhasil diamankan dirumahnya pada Dini hari.

Sabtu, 05 September 2026

Bersepeda Bersama Komunitas, Bupati Sanjaya Tinjau Pembangunan Penataan Area Kota Singasana


Tabanan , Bali Kini  – Kegiatan bersepeda bersama komunitas dimanfaatkan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah kawasan sekaligus perkembangan pembangunan di wilayah perkotaan Tabanan, Jumat (4/9). Berangkat dari Kantor Bupati Tabanan, Bupati Sanjaya bersama komunitas menyusuri sejumlah kawasan, mulai dari Kantor Bupati Tabanan, menuju Jalan Gajah Mada, kawasan Taman Bung Karno, Lapangan Alit Saputra, hingga Taman Perjuangan Singasana, sebelum kembali ke Kantor Bupati Tabanan. 

Didampingi Sekda, para Asisten dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Sanjaya melihat langsung progres pembangunan Taman Tugu Singasana yang berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Tabanan seluas kurang lebih 10 are. Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perhatian Sanjaya terhadap pembangunan ruang publik yang memiliki nilai sejarah dan filosofi bagi Kabupaten Tabanan. Ia menjelaskan, bahwa pembangunan Tugu Singasana dirancang tidak sekadar sebagai sebuah bangunan, namun memiliki makna yang berkaitan dengan perjalanan Kabupaten Tabanan dari masa lalu, masa kini hingga masa yang akan datang. Tugu tersebut akan dilengkapi dengan tiga ruang yang masing-masing membawa narasi perjalanan Tabanan.


“Kita bangun Singasana ini untuk untuk masyarakat Tabanan, dimana di dalam Tugu Singasana ini ada tiga ruang. Dimana di ruang yang pertama ini nanti akan ada relief yang menceritakan bagaimana sejarah Tabanan masa lalu, relief yang menceritakan bagaimana Tabanan masa kini dan relief yang terakhir bagaimana menceritakan bagaimana visi misi Tabanan 100 tahun ke depan” ujar Politisi asal Dauh Pala Tabanan.


Lebih lanjut, Dikatakannya pembangunan Tugu Singasana juga mengandung filosofi Aman, Unggul dan Madani yang diwujudkan melalui tiga tingkatan bangunan. Masing-masing tingkatan memiliki ketinggian 10 meter, sehingga total mencapai 30 meter, ditambah satu meter pada bagian atas yang dimaknai sebagai hubungan dengan alam semesta. Filosofi tersebut kemudian menghasilkan angka 31 yang dimaknai melalui 3+1 menjadi angka 4 sebagai simbol Singasana atau kursi Pemerintah Kabupaten Tabanan.

 

Selain memiliki filosofi pembangunan, lokasi Taman Tugu Singasana juga dikatakan memiliki nilai sejarah yang kuat. Kawasan tersebut berkaitan dengan keberadaan Tangsi yang menjadi gudang senjata Belanda pada masa perjuangan dan pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia. “Di tempat yang sangat bersejarah ini kita bangun Tugu untuk bagaimana kita mengenang Tabanan masa lalu yang sangat heroik, Tabanan masa kini yang sangat subur dengan wilayah agraris dan bagaimana anak-anak kita menuju ke depan, menuju kemajuan untuk membangun daerah kita ini,” imbuh Sanjaya.


 


Saat ini, progres pembangunan Taman Tugu Singasana telah mencapai sekitar 30 persen. Bupati Sanjaya menyampaikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pembangunan Tugu Singasana, Patung Catur Muka, Penataan Lapangan Alit Saputra termasuk Taman Bunda PAUD serta penataan Taman Perjuangan Singasana. Pihaknya akan melihat progresnya secara rinci dan berkala agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Keberadaan Bangunan ini nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari ruang publik sekaligus media untuk mengenang sejarah, menggambarkan kondisi Tabanan saat ini, serta menyampaikan visi pembangunan daerah bagi generasi Tabanan di masa mendatang. 


Sementara itu, pembuat relief Taman Perjuangan Singasana, Wayan Endra, menjelaskan bahwa relief yang tengah dikerjakan menggambarkan perjuangan rakyat Bali melawan Belanda. Konsep relief tersebut dimulai dari pesisir hingga menuju Margarana, yang menjadi bagian dari narasi sejarah perjuangan yang diangkat dalam Taman Tugu Singasana. Pengerjaan relief tersebut ditargetkan rampung pada Oktober mendatang. Kemudian dari pihak CV. Ari Mustika yang menggarap penataan Taman Bunda PAUD di lapangan Alit Saputra mengatakan, progres pembangunan sudah mencapai 11 persen dan selesai kira-kira pada bulan Desember mendatang.

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved