-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Jumat, 25 September 2026

Dewan Ingatkan Pemprov Saol Bantuan Desa Adat dan Subak


Denpasar, Bali Kini - Pendapat akhir pembahasan dan rekomendasi 
Dprd Provinsi bali terhadap Raperda tentang perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi BALI tahun
anggaran 2026, Dewan secara tegas menyampaikan untuk kesekian kalinya mengingatkan serta mendorong Pemerintah Provinsi melakukan 
Kajian/Evaluasi secara menyeluruh terhadap bantuan Desa Adat dan Subak.

Itu disampaikan secara tegas dan keras disampaikan pada Rapat PARIPURNA KE-53 di Gedung DPRD Bali, Selasa (25/09) Renon, Denpasar. Dibacakan di muka sidang, Koordinator Pembahasan Raperda Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali TA 2026, WAKIL KETUA, I Kade Darma Susila, S.H dan KETUA, Drs. GEDE KUSUMA PUTRA, Ak, MBA, MM. 

Disampaikan dengan besarnya pembiayaan daerah netto adalah sebesar 739,409 M lebih (besarnya sama dengan rencana defisit) yang didapat dari 
penerimaan pembiayaan sebesar 1,502 T lebih dikurangi pengeluaraan pembiayaan sebesar 763,464 M lebih. Maka mengingat besarnya anggaran tersebut, maka berikut Rekomendasi Dewan ;

1. Mengingat keperluan Dana untuk melaksanakan Pembangunan yang selalu meningkat setiap tahun kami dewan tidak henti-henti untuk mengingatkan dan 
mendorong Pemerintah Provinsi Bali guna terus menggali dan
menciptakan sumber-sumber 
pendapatan yang baru termasuk pengelolaan semua aset yang ada, agar kapasitas fiskal keuangan daerah 
lebih baik. Jiwa enterprenuership (kewirausahaan) sudah seharusnya tidak hanya dimiliki seorang Kepala
Daerah, tetapi semua Kepala OPD juga harus mengikutinya. OPD-OPD yang ada harus berkontribusi terhadap Pendapatan Daerah.

2. Untuk kesekian kalinya Dewan mengingatkan serta mendorong Pemerintah Provinsi untuk melakukan 
Kajian/Evaluasi secara menyeluruh terhadap bantuan
Desa Adat dan Subak.
Desa Adat dan Subak punya kemampuan dan beban 
yang berbeda, rasanya tidak ada keadilan jika diberikan BKK yang jumlahnya sama. Dana kisaran 
500 M tiap tahun untuk Desa Adat dan Subak se-Bali sudah saatnya dipikirkan untuk terdistribusi secara efektif.

3. Dengan tingkat kemiskinan 3,42% dari jumlah penduduk Bali dikisaran 4,4 juta jiwa berarti ada penduduk miskin dikisaran 150 rb jiwa.
"Kami Dewan meyakini masyarakat yang mampu atau 
berkecukupan bahkan sangat mampu jauh melebihi angka diatas, karenanya kami Dewan mendorong  Pemerintahan Provinsi Bali dalam hal ini Gubernur dan jajaran (Minimal Eselon 2) serta Dewan 
membuat Gerakan Bersama untuk menjadi Bapak/Ibu Asuh Keluarga Miskin di Bali yang tentu juga melibatkan Pemerintahan Kabupaten/Kota," Tegas Dewan.

4. Dewan mengingatkan kembali serta mendorong Pemprov Bali untuk membuat target Zero rumah tidak layak huni di tahun 2029.

5. Dewan mendorong Pemprov. Bali untuk lebih greget melaksanakan Pergub No 18 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan
Sastra Bali Serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, mengingat masih banyak ada pelanggaran dilapangan.

"Demikianlah Pendapat Akhir dan Rekomendasi DPRD Provinsi Bali disampaikan terkait pembahasan Raperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali TA 2026, dan pada prinsipnya dapat menerima Raperda tersebut ditetapkan menjadi Perda," Tutup Dewan membacakan yang diwakili Darma Susila.(*)

Penanganan Galodo Solok, Kepala BNPB : Pencarian Korban dan Pendataan Jadi Prioritas



SOLOK , BALI KINI  – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos, M.M dampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (24/9). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat dan infrastruktur terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan secara terpadu.

Sebelum menuju lokasi terdampak, rombongan tiba di Bandara Internasional Minangkabau dan melanjutkan perjalanan darat menuju Arosuka, Kabupaten Solok. Setibanya di lokasi, Menko PMK bersama Kepala BNPB meninjau sejumlah titik terdampak, meliputi jembatan, kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dan lokasi pengungsian.

Peninjauan jembatan dilakukan untuk melihat kondisi akses dan infrastruktur yang terdampak material galodo sekaligus memastikan akses masyarakat dan jalur distribusi bantuan dapat kembali berfungsi. Di kompleks Pemerintah Daerah, rombongan melihat langsung dampak material banjir bandang terhadap kawasan perkantoran dan fasilitas pemerintahan. Sementara di lokasi pengungsian, perhatian diarahkan pada kondisi masyarakat terdampak serta pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.

Banjir bandang terjadi pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.45 WIB di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Bencana bersumber dari hulu Sungai Batang Laso setelah bukit di sekitar aliran sungai mengalami longsor. Material pasir, batu, lumpur dan air kemudian menerjang kawasan sekitar Kantor Bupati Solok hingga meluap ke badan Jalan Raya Solok–Padang.

Kejadian tersebut didahului hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore hari dan menyebabkan peningkatan aliran sejumlah sungai, khususnya di sekitar Jorong Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang. Intensitas hujan yang cukup tinggi kemudian memicu longsor pada bukit di sekitar kawasan Kantor Bupati Solok.

Berdasarkan data sementara per 24 September 2026, tercatat satu orang meninggal dunia, satu orang masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian, satu orang mengalami luka berat serta tiga orang mengalami luka ringan.

Sebanyak 474 jiwa mengungsi, terdiri dari 39 jiwa di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok, 17 jiwa di Rumah Dinas Bupati, tujuh jiwa di Rumah Ladang dan 410 jiwa melakukan pengungsian secara mandiri yang tersebar.

Dari hasil pendataan sementara, tercatat 11 unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang dan 32 unit rumah rusak ringan. Selain itu, dua kantor pemerintahan rusak berat, delapan kantor pemerintahan rusak ringan, kios/toko terdampak seluas 300 meter persegi, satu rumah ibadah, lima jalan dan dua jembatan mengalami kerusakan.

*Status Tanggap Darurat*

Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026 melalui Keputusan Bupati Solok Nomor 300.2-265-2026. Status tersebut berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 22 September hingga 5 Oktober 2026.

Penanganan selama masa tanggap darurat difokuskan pada percepatan operasi pencarian dan pertolongan, penanganan pengungsi, pemenuhan kebutuhan dasar, pembersihan wilayah terdampak, pemulihan akses dan fasilitas umum serta pemulihan pelayanan pemerintahan.

Setelah peninjauan lapangan, Menko PMK Pratikno memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Hidrometeorologi Banjir Bandang Kabupaten Solok di Posko Utama Kabupaten Solok. Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah membahas perkembangan penanganan, kondisi masyarakat terdampak, kebutuhan selama masa tanggap darurat serta langkah pemulihan pascabencana.

Kepala BNPB turut memberikan arahan terkait aspek penanganan kebencanaan, khususnya percepatan pencarian korban, penanganan pengungsi, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses serta percepatan pendataan dampak bencana.

*Kepala BNPB: Pencarian Korban dan Pendataan Harus Dipercepat*

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan pencarian terhadap satu korban yang masih hilang menjadi prioritas dalam penanganan darurat Kabupaten Solok.

“Yang paling utama sekarang adalah pencarian satu korban yang masih belum ditemukan.”

Suharyanto meminta seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian bergerak maksimal. Selain pencarian korban, pendataan masyarakat terdampak, pengungsi, rumah dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan juga perlu segera diselesaikan sebagai dasar menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Semua yang berkaitan dengan tanggap darurat, masyarakat yang mengungsi, kemudian pendataan kondisi korban itu harus segera diselesaikan.”

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TRC, TNI-Polri, perangkat nagari dan unsur terkait lainnya terus melakukan pencarian korban, evakuasi, asesmen serta pendataan dampak di lapangan.

Hingga perkembangan terakhir pada Kamis (24/9), tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai untuk mencari satu korban yang masih dinyatakan hilang. Pembersihan material lumpur, batu dan sisa banjir juga terus dilakukan pada jalan, kawasan perkantoran, permukiman dan fasilitas umum.

Jembatan penghubung pada jalan utama Arosuka telah dapat dilalui secara buka-tutup setelah material galodo dan lumpur dibersihkan. Perbaikan jaringan kelistrikan yang terputus masih dilakukan oleh PLN, sementara normalisasi aliran sungai pascabencana galodo sedang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan terus memperkuat penanganan darurat, memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, serta melakukan pemutakhiran data sebagai dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan berikutnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD, BNPB dan BMKG.(Rls)


Tiga Cassa Caravan Semai Natrium Klorida di Langit Kalsel dan Kalteng


BANJAR BARU, BALI KINI — Langit daratan Pulang Pisau di Kalimantan Tengah menjingga. Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan gambut membumbung ke angkasa. Pemandangan ini juga tampak di beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Hujan menjadi harapan agar asap ini segera memudar.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan tiga armada pesawat Cessna Caravan guna mengoptimalkan upaya hujan buatan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Perkuatan armada ini dilaksanakan sejak Selasa (22/9). Tiga bandar udara disiagakan sebagai base operasi modifikasi cuaca yakni Bandara Tjilik Riwut di Kota Palangkaraya dan Bandara Iskandar di Kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah serta Bandara Syamsudin Noor di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Optimalisasi OMC merupakan arahan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M. pada rapat evaluasi dan koordinasi penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah dan Selatan. 

"Asap ini tidak ada teknologi untuk menghilangkannya, hanya ada dua cara. Yang pertama angin, yang kedua hujan," jelas Kepala BNPB.

"Sekecil apapun potensi adanya awan hujan, kita akan maksimalkan untuk modifikasi cuaca, untuk mendatangkan hujan buatan," tegas Suharyanto.

Dari Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, armada Caravan PK-FPU terbang satu sortie pada Selasa (22/9) dan satu sortie  pada Rabu (23/9). Penerbangan sortie 1 dilakukan menggunakan pesawat PK-FPU dengan _Engine On/Off_ pada pukul 14.10 WIB hingga 16.24 WIB dengan wilayah penyemaian awan dilakukan di Kabupaten Murung Raya. Penyemaian awan dilakukan di ketinggian 11.000 - 12.000 feet dengan menghabiskan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) sebanyak 1.000 kg.

Armada PK-YNA lepas landas dari Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah untuk penyemaian awan hujan dari sektor selatan Kalimantan Tengah. Selama dua hari operasi, PK-YNA telah melakukan penyemaian sebanyak dua sortie dengan total 1.600 kg NaCl. Pada penerbangan hari Rabu (23/9) target penyemaian di wilayah Pulang Pisau dan Tabalong dengan level ketinggian 10.000 - 11.000 feet dan ditemukan awan Cumulus dan Cumulus Congestus dengan base awan berkisar 6.000-7.000 ft dan top awan berkisar 14.000 - 16.000 ft. Penyemaian menghabiskan bahan semai NaCl sebanyak 800 kg. Selama proses penyemaian, arah angin dominan bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan 6 - 7 knot.

Sementara itu, pesawat caravan dengan nomor registrasi PK-SNK bergerak dari Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Hingga Rabu (23/9), PK-SNK telah melaksanakan empat sortie penerbangan. Sebanyak 4.000 kilogram Natrium Klorida disemai di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, dan Tapin.

Pasca operasi modifikasi cuaca, hujan dengan intensitas sedang dilaporkan turun di wilayah Kabupaten Pulang Pisau (Kalimantan Tengah), Desa Gunung Batu (Kalimantan Selatan), dan Desa Padangin (Kalimantan Selatan).

BNPB memastikan langkah-langkah modifikasi cuaca terus dilakukan secara terkoordinasi dan berbasis informasi cuaca terkini. Pelaksanaan OMC akan terus disesuaikan dengan kondisi cuaca, hasil pemantauan lapangan, serta kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.(Rls)




Kamis, 24 September 2026

Dorong Hasil Panen Melimpah, Bupati Kembang Ajak Petani Maksimalkan PM-AAS


Jembrana , Bali Kini – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mendukung transformasi sektor pertanian menuju sistem modern guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dalam acara Panen Bersama Padi Penerapan PM-AAS (Pertanian Modern - Advanced Agricultural System) yang berlangsung di Subak Tibu Beleng, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kamis (24/9).

Sistem Pertanian Modern PM-AAS ini merupakan program strategis Kementerian Pertanian yang telah diterapkan di percontohan lahan seluas 100 hektar di 15 provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, hingga Papua, salah satunya di Kabupaten Jembrana.

Rangkaian kegiatan diawali dengan panen padi bersama di lahan percontohan (demplot) dan dilanjutkan dengan sesi tatap muka serta dialog bersama para krama subak yang diikuti oleh Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, Direktur Pembenihan Tanaman Pangan Dr. Ir. Ladiyani Retno Widowati, Dandim 1617/Jembrana, para penyuluh pertanian (PPL) se-Kabupaten Jembrana, para tamu undangan serta Ketua Krama Subak se-Kabupaten Jembrana.

Bupati Kembang menyampaikan optimismenya terhadap efisiensi dan efektivitas penerapan teknologi modern PM-AAS. Menurutnya, inovasi ini terbukti memberikan dampak peningkatan hasil panen yang sangat nyata.

"Dengan sentuhan teknologi dan perlakuan yang berbeda, hasilnya sangat jauh berbeda. Dari sisi biaya operasional kenaikannya hanya sekitar 15%, namun hasilnya bisa meningkat hingga 50%. Dari yang biasanya 6–7 ton per hektar, kini dapat mencapai 10 hingga 11 ton per hektar," ujarnya.

Bupati Kembang menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari alsintan (combine harvester dan traktor), kepastian harga gabah yang menguntungkan, ketersediaan pupuk bersubsidi, pendampingan PPL, hingga dukungan penuh dari TNI dan Polri untuk mengawal ketahanan pangan.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan mindset dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kalangan petani, khususnya generasi muda.

"Petani sekarang harus keren dan mau meng-upgrade diri. Jika dulu kita mengolah tanah dengan tenggala (bajak tradisional) lalu berganti traktor, kini ada teknologi penanaman yang lebih baru lagi. Jangan ragu untuk mengikutinya," tambahnya.

Sejumlah kendala yang dialami oleh para petani juga disampaikan langsung oleh Bupati Kembang terutama kesulitan air di musim kemarau saat ini, selain itu alih fungsi lahan juga mendapat perhatian khusus darinya.

"Kerja sama dengan petani juga kami harapkan. Apabila ada yang merubah lahan sawah untuk perumahan, segera tegur, lapor ke desa, lapor ke Polprades, lapor ke camat. Jangan dibiarkan, karena sekarang aturannya ketat. Jadi para petani sudah di-backup oleh juga TNI/Polri. Ini untuk ketahanan pangan kita," tegasnya.

Dilain sisi, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Prof. Dr. Ir. Fadjry Djufry, mengapresiasi kebersamaan kelompok tani di Subak Tibu Beleng yang mau menerapkan pola tanam berkelompok dan serentak guna menekan resiko serangan hama.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat, Prof. Fadjry Djufry menegaskan kesiapan untuk menyalurkan bantuan benih gratis secara berkelanjutan bagi petani di Kabupaten Jembrana.

"Petani yang mau menerapkan sistem PM-AAS ini akan dibantu benih gratis sebanyak 70 kg per hektar dari pemerintah. Berapa pun kuota yang diminta Pak Bupati untuk Jembrana, kami siap alokasikan dan berikan semuanya," ujar Prof. Fadjry.

Melalui panen bersama dan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI/Polri, serta krama subak ini, Kabupaten Jembrana optimistis mampu menjadi salah satu lumbung pangan modern yang mandiri dan berkelanjutan di Provinsi Bali.
(*)

Beli Sabu Rp1,7 juta, Pria Aussie ini Dituntut 2 Tahun Bui

l

Denpasar , Bali Kini - Adalah terdakwa Sean Duncan Millar, pria asal Australia yang kedapatan menyimpan sabu berat 0,6 gram oleh JPU Kejari Denpasar dituntut Pasal pengguna dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun.

Terdakwa 50 tahun kelahiran Subippaco tahun 1975 itu, langsung menghampiri kuasa hukumnya untuk mengajukan pembelaan atas Pasal 127 ayat (1) huruf a UURI Nomor 35 Tahun 2009 yang menjeratnya.

Jaksa Putu Delia menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melawan hukum menyimpan dengan sengaja dan menggunakan narkotika jenis sabu yang beratnya 0,6 gram.

Dimana kristal bening itu dalam dakwaan terdakwa menyebut membelinya seharga Rp1,7 juta. Paket O,6 gram langsung diberikan oleh Made 'Roofair' dilokasi tempat terdakwa menginap di Jalan Gunung Payung Padangsambian, Denpasar.

"Menyatakan bahwa terdakwa Sean Duncan Millar terbukti secara sah bersalah telah melawan hukum narkotika dan memohon agar Majelis Hakim menghukum terdakwa pidana penjara selama 2 tahun," tutun Jaksa.

Dalam dakwaan, pemilik Paspor RA9190662 itu mengaku sudah sering memasan Sabu kepada Made (DPO) dan selalu hanya digunakan sendiri selama dirinya berada di Bali.

Namun naas saat itu, Minggu tanggal 05 April 2026 sekira pukul 09.00 WITA, usai menerim barang pesanan sabu langsung disergap petugas dari Polresta Denpasar saat dirinya sudah berada dalam kamar tempatnya tinggal.

"Selain barang bukti narkotika berupa sabu, petugas juga menemukan barang bukti lainnya berupa alat bong yang digunakan untuk menkonsumsi sabu dengan cara dibakar," sebut dalam dakwaan jaksa.(*)

Rabu, 23 September 2026

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Bazar Murah HUT Ke-81 TNI

Ket. Foto :
Wali Kota Jaya Negara Hadiri Bazar Murah HUT Ke-81 TNI, Perkuat Sinergi Dan Ketahanan Pangan 


Denpasar, Bali Kini - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Bazar Murah dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026 yang berlangsung di Area Parkir Timur Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar, Selasa (22/9) pagi.

Turut hadir Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, Kadister Lanud I Gusti Ngurah Rai Mayor Kal Gede Mangku Yasa, unsur Kepolisian, jajaran Forkopimda Kota Denpasar, perwakilan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serta undangan terkait lainnya.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara atas nama Pemerintah Kota Denpasar dan masyarakat menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 TNI Tahun 2026. Ia juga mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan Bazar Murah yang digelar dalam rangka memperingati HUT TNI tersebut.

"Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat yang hadir dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Bazar Murah HUT ke-81 TNI ini juga selaras dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam, di mana semua pihak bersinergi membangun Kota Denpasar dengan semangat kekeluargaan. Sinergi antara TNI dan pemerintah daerah harus terus diperkuat, bukan hanya dalam konteks pertahanan dan keamanan, tetapi juga di sektor pembangunan, penanganan bencana, pemberdayaan masyarakat, dan dalam konteks bazar murah ini, yakni ketahanan pangan," ungkap Jaya Negara.

Jaya Negara berharap masyarakat dapat memanfaatkan pelaksanaan Bazar Murah TNI dengan sebaik-baiknya, khususnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung keberadaan produk lokal dan UMKM.

"Kepada masyarakat yang hadir, diharapkan dapat memanfaatkan Bazar Murah TNI ini dengan berbelanja berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung produk lokal dan UMKM," imbuhnya.

Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menjelaskan Bazar Murah dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

"Bazar TNI ini melibatkan 20 stan pedagang dan UMKM yang menjual berbagai kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau. Bahan kebutuhan yang dijual antara lain beras, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, serta berbagai produk UMKM," jelasnya.

Ia mengatakan peringatan HUT ke-81 TNI Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan dan pengabdian TNI kepada bangsa dan negara, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, serta kemanunggalan TNI bersama rakyat.

"Peringatan HUT ke-81 TNI ini diharapkan dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, serta kemanunggalan TNI bersama rakyat. Bazar Murah TNI ini merupakan bukti nyata TNI hadir di tengah masyarakat sekaligus membantu penguatan ekonomi kerakyatan," ucapnya. (esa)

Wawali Arya Wibawa Buka Muskot PMI ke-VI,

Ket foto :  Wawali Arya Wibawa Buka Muskot PMI ke-VI, Tekankan Penguatan Pelayanan Kemanusiaan. 

Denpasar,  Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa yang juga selaku Ketua PMI Kota Denpasar, membuka Musyawarah Kota (Muskot) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Denpasar ke-VI yang berlangsung di Markas PMI Kota Denpasar, Rabu (23/9). Muskot menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus penyusunan arah organisasi dan pembentukan Pengurus PMI Kota Denpasar masa bakti 2026–2031.

Ketua Panitia Muskot PMI ke-VI, IGA Rai Anom Suradi, menyampaikan bahwa sejumlah agenda penting dibahas dalam musyawarah, di antaranya penyampaian laporan pertanggungjawaban Pengurus PMI Kota Denpasar masa bakti 2021–2026, penyusunan kerangka kerja organisasi, serta proses pemilihan dan pembentukan kepengurusan masa bakti 2026–2031.

Pihaknya mengatakan, pelaksanaan Muskot diharapkan dapat menjadi forum bersama untuk mengevaluasi berbagai program yang telah dilaksanakan sekaligus menyusun langkah organisasi ke depan. 

"Kami memohon bimbingan dan arahan dari seluruh pihak agar pelaksanaan musyawarah berjalan dengan baik serta menghasilkan kepengurusan yang mampu melanjutkan berbagai program kemanusiaan PMI di Kota Denpasar," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengapresiasi pelaksanaan Muskot PMI ke-VI sebagai bagian penting dalam proses organisasi untuk menentukan arah kebijakan dan program kerja PMI Kota Denpasar lima tahun mendatang. Menurutnya, keberadaan PMI memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kemanusiaan dan sosial kepada masyarakat.

Arya Wibawa juga menekankan agar seluruh rangkaian musyawarah, termasuk proses pemilihan kepengurusan, dilaksanakan dengan mengedepankan semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan persatuan. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga soliditas organisasi sehingga PMI dapat terus menjalankan tugas dan pengabdiannya secara optimal.

“Siapa pun yang terpilih nantinya, kami berharap dapat terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. PMI memiliki peran penting dalam bidang kemanusiaan dan pelayanan sosial, sehingga semangat pengabdian harus terus dijaga,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikannya, Muskot tidak hanya menjadi forum untuk menentukan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya serta menyusun langkah strategis PMI Kota Denpasar ke depan. Karena itu, hasil musyawarah diharapkan mampu memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Muskot PMI Kota Denpasar ke-VI diharapkan menghasilkan kepengurusan masa bakti 2026–2031 yang solid dan mampu melanjutkan serta meningkatkan berbagai program kemanusiaan, pelayanan sosial, penanganan kebencanaan, donor darah, serta pelayanan lainnya bagi masyarakat Kota Denpasar.

“Yang terpenting adalah bagaimana musyawarah ini dapat menghasilkan kepengurusan dan kerangka kerja yang semakin memperkuat pelayanan PMI kepada masyarakat. Mari kita kedepankan semangat kekeluargaan dan kebersamaan,” imbuhnya. (HumasDps/Eka).

Wawali Arya Wibawa Dukung Tim Denpasar IT Community Berlaga di Indonesia Inventors Day 2026.

Ket foto : Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa aaat menerima audiensi Tim Denpasar IT Community di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (21/9).



Denpasar, Bali Kini - Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mendukung keikutsertaan Tim Denpasar IT Community pada ajang Indonesia Inventors Day 2026 tingkat internasional yang akan berlangsung di Jakarta pada 3-6 Oktober mendatang. Demikian diungkapkan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa aaat menerima audiensi Tim Denpasar IT Community di Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (21/9).

Dalam kesempatan tersebut, Wawali Arya Wibawa menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada para siswa yang telah terpilih mewakili Kota Denpasar dalam kompetisi inovasi tingkat internasional. Ia berharap keikutsertaan tersebut dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus mendorong para pelajar untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi di bidang teknologi.

“Saya mengucapkan selamat dan apresiasi kepada adik-adik yang telah terpilih untuk mewakili Kota Denpasar pada ajang Indonesia Inventors Day 2026. Pemerintah Kota Denpasar akan terus memberikan dukungan dan motivasi. Semoga nantinya dapat meraih hasil terbaik dan membawa nama baik Kota Denpasar di tingkat internasional,” ujar Arya Wibawa.

Sementara itu, Pembina Denpasar IT Community, Ketut Nugraha Suadarma, menjelaskan bahwa Tim Denpasar IT Community akan mewakili Kota Denpasar dalam ajang Indonesia Inventors Day 2026 di Jakarta. Tim tersebut terdiri atas lima siswa, yakni empat siswa dari SMP Negeri 9 Denpasar dan satu siswa dari SMP Cipta Dharma Denpasar.

Dalam kompetisi tersebut, tim akan memperkenalkan inovasi berupa website bertajuk “Unbully” yang mengangkat pentingnya perlindungan dan pencegahan terhadap perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Website tersebut dilengkapi fitur pelaporan yang dapat digunakan siswa untuk menyampaikan laporan kepada guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Lebih lanjut dijelaskan, untuk menjaga privasi pelapor, sistem pelaporan tersebut dikemas dalam bentuk poster yang dilengkapi QR code dan direncanakan ditempatkan di toilet sekolah. Selain itu, website Unbully juga menyediakan video edukasi yang berisi informasi mengenai upaya pencegahan serta penanganan dampak bullying terhadap siswa.

“Ini merupakan langkah awal untuk membantu mengatasi perundungan di lingkungan sekolah. Kami berharap ke depannya website ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Denpasar, khususnya sebagai salah satu upaya untuk meminimalkan kasus bullying di lingkungan sekolah,” kata Ketut Nugraha.

Salah satu anggota Tim Denpasar IT Community, Ni Putu Keisha Athaya Suardika, siswi SMP Negeri 9 Denpasar, mengaku bersyukur dapat memperoleh kesempatan untuk mewakili Kota Denpasar dalam ajang Indonesia Inventors Day 2026. Ia berharap dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Denpasar dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota tim untuk tampil maksimal dalam kompetisi tersebut.

“Kami sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk mewakili Kota Denpasar pada ajang Indonesia Inventors Day 2026. Pertemuan dengan Bapak Wawali Arya Wibawa juga menjadi motivasi bagi kami untuk semakin semangat dan memberikan yang terbaik saat mengikuti kompetisi tingkat internasional tersebut,” ungkap Putu Keisha. (Arm).

Selasa, 22 September 2026

Tukad Mati Krmbali Dikeruk Sepanjang 200 meter


Denpasar , Bali Kini -  Bencana banjir bandang yang terjadi tahun lalu, belantaran Tukad Mati Denpasar yang terparah. Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melakukan pengerukan sedimentasi di alur Tukad Mati, Jalan Pura Demak I, Desa Pemecutan Kelod, Selasa (22/9). 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi genangan dan banjir saat memasuki musim hujan.
Pengerukan dilakukan pada alur sungai sepanjang sekitar 200 meter dengan mengerahkan dua alat berat, masing-masing satu unit dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar dan BWS Bali-Penida.

Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa mengatakan, pengerukan dilakukan karena sedimentasi di kawasan tersebut cukup tinggi sehingga berpotensi mengurangi kapasitas aliran sungai. "Ini untuk antisipasi turunnya musim hujan. Lokasinya cukup tinggi sedimentasinya, sehingga kita lakukan pengerukan,” ujar Cipta Sudewa.

Meski Tukad Mati berada di bawah kewenangan BWS Bali-Penida, Pemkot Denpasar tetap bersinergi dalam penanganannya. Hal ini dilakukan karena aliran sungai melintasi kawasan perkotaan dan memiliki potensi menimbulkan genangan apabila kapasitas alirannya terganggu.

Selain di Tukad Mati, Dinas PUPR Denpasar juga melakukan penanganan sedimentasi di sejumlah titik yang menjadi kewenangan pemerintah kota. Di antaranya kawasan Perumnas Monang-Maning, sungai di Desa Tegal Kertha, serta Tukad Loloan. “Pemkot juga sebelumnya menurunkan alat berat untuk penanganan sedimentasi di Tukad Ayung,” tambah Cipta.

Sementara itu, Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OPSDA) BWS Bali-Penida I Wayan Riasa mengatakan, penanganan sedimentasi juga dilakukan pada sejumlah alur sungai dan tampungan air.

Di Waduk Muara, BWS Bali-Penida telah melakukan pengerukan sekitar 22.000 meter kubik. Pengerukan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas tampungan air dalam menghadapi musim hujan.

Penanganan juga dilakukan di Tukad Badung, berupa pengerukan serta perbaikan bantaran sungai yang terdampak banjir. Mengingat aliran sungai melintasi wilayah administrasi yang berbeda, penanganannya dilakukan bersama Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung.

Riasa mengakui keterbatasan alat berat menjadi salah satu kendala dalam mempercepat penanganan sedimentasi. Karena itu, BWS Bali-Penida meminta dukungan pemerintah daerah untuk membantu penanganan sungai yang berada di bawah kewenangan BWS.

“Karena itu, pihaknya meminta dukungan pemerintah daerah untuk membantu penanganan sungai yang menjadi kewenangan BWS,” jelas Riasa.

Dalam pengerukan Tukad Mati, penanganan tidak hanya mengandalkan alat berat. Material yang tidak dapat dijangkau ekskavator juga dikerjakan secara manual agar proses pembersihan alur sungai dapat berlangsung lebih cepat.

Selain sedimentasi, BWS Bali-Penida juga menyoroti persoalan akses operasi dan pemeliharaan (OP) sungai. "Permukiman yang semakin mendekati bantaran sungai membuat petugas kesulitan melakukan perawatan secara rutin. Di sejumlah titik, akses jalan OP bahkan tidak lagi tersedia,” imbuh Riasa.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BWS Bali-Penida telah membangun akses jalan OP selebar sekitar dua meter di kawasan Pulau Beji menuju hulu Tukad Mati. Akses tersebut dibangun sepanjang sekitar dua kilometer pada masing-masing sisi sungai dan diharapkan dapat memudahkan kegiatan operasi serta pemeliharaan sungai ke depan.

Sementara untuk lokasi yang sulit dijangkau alat berat konvensional, BWS Bali-Penida juga menggunakan alat berat amfibi. Teknologi tersebut telah diterapkan dalam penanganan Tukad Badung, termasuk untuk penggalian pondasi senderan yang mengalami kerusakan dikawasan hilir Jalan Patimura.

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan fungsi alur sungai sekaligus mengantisipasi potensi genangan maupun banjir selama musim hujan.(Jro)

Senin, 21 September 2026

Peringati Hari Tumpek Kandang, Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar


Jembrana , Bali Kini — Pemerintah Kabupaten Jembrana memperingati Hari Tumpek Uye (Tumpek Kandang) dengan melepas 200 ekor tukik di lokasi Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Sabtu (5/9).

Aksi pelepasliaran satwa ini diikuti langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, serta Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi. Turut hadir perwakilan Forkopimda, jajaran pejabat Pemkab Jembrana, dan masyarakat pemerhati penyu.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata pemuliaan terhadap satwa dan lingkungan sesuai makna Tumpek Kandang.

"Hari ini kita melaksanakan pelepasan tukik memperingati hari Tumpek Kandang. Jadi ini sebagai upaya kita merawat hewan, menjaga kehidupan, dan menjaga keseimbangan alam kita. Kalau kita menyayangi alam, maka alam pun akan menyayangi kita," ujar Bupati Kembang.

Sementara itu, Ketua Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih, I Wayan Anom Astika, menjelaskan bahwa seluruh tukik yang dilepasliarkan merupakan spesies penyu lekang yang baru menetas.

"Ada 200 ekor dan itu semua jenisnya penyu lekang. Itu yang menetas tadi pagi dan baru kemarin," jelas Anom.

Ia menambahkan bahwa pihak konservasi selalu berpegang teguh pada prinsip pelestarian alam tanpa eksploitasi agar rantai ekosistem tetap terjaga secara alami.

"Kurma Asih melakukan konservasi. Tidak ada eksploitasi, dia perlakuannya tidak merasa disiksa, dia tidak boleh ditahan. Soalnya secara nalurinya dia kan satwa liar," tegasnya.

Peringatan Tumpek Kandang ini diharapkan dapat terus membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat Jembrana untuk aktif menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistem pesisir pada khususnya.
(*)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved