-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Rabu, 14 Oktober 2026

PENUTUPAN AMANKILA RESORT SELAMA TIGA BULAN, PAD KARANGASEM TERANCAM BERKURANG RP6 MILIAR


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

Karangasem, Bali Kini – Pansus I DPRD Kabupaten Karangasem bersama rombongan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait melakukan kunjungan ke Amankila Resort di Kecamatan Manggis, Karangasem, Selasa 13 Oktober 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk membahas dampak rencana penutupan operasional hotel mewah tersebut terhadap pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak pariwisata.

Amankila Resort berencana menghentikan operasional sementara selama tiga bulan, mulai 20 Oktober 2026 hingga 19 Januari 2027, untuk melaksanakan renovasi. Penutupan ini diperkirakan berdampak terhadap penerimaan pajak daerah, mengingat Amankila menjadi salah satu penyumbang pajak terbesar dari sektor pariwisata di Kabupaten Karangasem.

Dalam kondisi normal, Amankila Resort rata-rata menyetorkan pajak sekitar Rp2 miliar per bulan. Dengan penutupan selama tiga bulan, potensi penerimaan pajak yang tidak diperoleh daerah diperkirakan mencapai lebih dari Rp6 miliar.

Hotel yang menawarkan tarif menginap sekitar Rp15 juta hingga Rp38 juta per malam ini melakukan renovasi untuk meningkatkan kenyamanan tamu. Penutupan sementara juga dilakukan agar para tamu tidak terganggu oleh kebisingan selama proses pengerjaan proyek.

Wakil Ketua Pansus I DPRD Karangasem, Made Ruspita, berharap proses renovasi Amankila Resort dapat berjalan lancar sehingga hotel tersebut kembali beroperasi dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Meski demikian, pemerintah daerah didorong untuk menyiapkan langkah konkret guna mengantisipasi potensi kehilangan penerimaan pajak selama tiga bulan tersebut.

Pemerintah daerah juga diminta menggali potensi pendapatan dari sektor lain, termasuk mineral bukan logam dan batuan (MBLB), pariwisata, serta sektor potensial lainnya. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas PAD, terlebih DPRD menargetkan peningkatan pendapatan daerah sebesar Rp26 miliar.

Selain itu, target penerimaan pajak hotel, restoran, dan hiburan dirancang meningkat hingga Rp14 miliar. Karena itu, optimalisasi pendapatan perlu dilakukan melalui pendataan wajib pajak yang akurat, pengawasan kepatuhan pembayaran, serta pemastian bahwa data penerimaan pajak sesuai dengan kondisi riil di lapangan dan tidak dimanipulasi.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, mengakui penutupan sementara Amankila Resort akan berdampak terhadap PAD. Namun, pihaknya tetap optimistis target peningkatan pendapatan daerah dapat diupayakan melalui berbagai langkah konkret dan optimalisasi sumber pendapatan lainnya.

Pemerintah daerah diharapkan mampu memaksimalkan potensi pajak yang sudah ada sekaligus menggali sumber pendapatan baru agar penutupan sementara salah satu penyumbang pajak terbesar tersebut tidak menghambat pencapaian target PAD Kabupaten Karangasem. (Ami)

Bupati Satria Hadiri Peresmian SPPG 3T Kutampi : Dorong Peningkatan Gizi, Cegah Stunting, dan Berdayakan Ekonomi Lokal

Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria menghadiri acara peresmian Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Terdepan, Terluar, dan Tertinggal di Kutampi, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Rabu (14/10).

Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk mendukung program strategis nasional tersebut.

“Kami sadar betul bahwa investasi terbaik untuk menuju Indonesia Emas 2045 adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting sejak dini,” tegasnya. Ia pun mengingatkan agar higienitas dan mutu gizi makanan yang didistribusikan harus benar-benar terjamin.

Mengingat medan logistik wilayah kepulauan Klungkung (Nusa Penida, Lembongan, dan Ceningan) yang cukup menantang, kehadiran SPPG ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda. “Kami mendorong agar operasional SPPG di Klungkung ini dapat mengoptimalkan pemanfaatan produk dan potensi lokal demi menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” tambah Bupati Satria.

Harapan tersebut selaras dengan arahan Wakil Kepala BGN Pusat yang hadir langsung pada acara tersebut. Ia secara khusus menitipkan agar kualitas program MBG terus dikawal karena tujuannya tak hanya sekadar pemenuhan nutrisi, melainkan juga untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan dan menyerap tenaga kerja lokal.

Sementara itu, Kepala BGN yang hadir secara virtual (Zoom Meeting) memastikan pihaknya akan terus memperluas dapur MBG di daerah-daerah terpencil. Ia juga meminta peran aktif kepala daerah untuk turut memonitoring operasional dapur agar kualitas layanannya senantiasa terjaga.(*)


Antisipasi Pemadaman Listrik di Nusa Penida, Pemkab Klungkung Koordinasi dengan PLN


Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung mengambil langkah antisipasi untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kecamatan Nusa Penida. Salah satu upaya yang disiapkan adalah penambahan mesin berkapasitas 2 MW yang didatangkan dari Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam pekan ini.
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Pj. Sekda Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, bersama Manajer PLN UP3 Bali Timur, I Made Arya, beserta jajaran di Rumah Jabatan Bupati Klungkung, Senin malam (12/10).
Usai pertemuan, Bupati Satria menyampaikan bahwa penambahan mesin tersebut diharapkan dapat membantu mengantisipasi pemadaman listrik bergilir selama mesin yang ada menjalani perbaikan.
“Minggu ini akan ada tambahan mesin dari Mataram dengan kapasitas 2 MW untuk membackup mesin yang sedang diperbaiki. Kami berharap langkah ini dapat membantu mengantisipasi pemadaman listrik bergilir yang terjadi saat ini,” ujar Bupati Satria.
Selain penambahan mesin dalam waktu dekat, Bupati Satria juga menyampaikan bahwa pada akhir November 2026 direncanakan penambahan mesin dengan kapasitas 5 MW. Bupati berharap langkah antisipasi tersebut dapat membantu menjaga keandalan pasokan listrik di Nusa Penida, sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan kegiatan perekonomian di wilayah kepulauan tersebut.
“Pada akhir November ini juga akan ada penambahan mesin dengan kapasitas 5 MW. Dengan tambahan tersebut, diharapkan pasokan listrik di Nusa Penida semakin terjaga sehingga kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik,” ungkapnya.(*)

Buka TMMD ke-130 di Banjarangkan, Bupati Satria Tegaskan Pentingnya Kemanunggalan TNI dan Rakyat


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Umum Pau, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Selasa (13/10/2026).
Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Satria menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata sinergi dan kemanunggalan TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan serta kesejahteraan warga desa.

"Pemerintah Daerah menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan TMMD sebagai upaya melestarikan budaya gotong royong demi percepatan pembangunan pedesaan. Sejarah telah membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat adalah kekuatan ampuh dalam menjaga keutuhan NKRI," ujar Bupati Satria dalam sambutannya.

Mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa", Bupati menilai fokus pembangunan dari wilayah terluar dan desa sangat relevan dengan upaya penguatan bangsa. Menurutnya, kokohnya desa menjadi fondasi utama bagi kemajuan dan kekuatan negara.
Ia menambahkan, program TMMD ini selaras dengan program strategis pemerintah pusat maupun daerah, baik di sektor pembangunan fisik maupun non-fisik, seperti penanganan stunting, bedah rumah, ketahanan pangan, hingga penguatan wawasan kebangsaan.

"Saya mengajak seluruh masyarakat di lokasi sasaran untuk berpartisipasi aktif, serta mengimbau jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait untuk bersinergi secara terpadu. Dengan begitu, hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," imbuhnya.

Pada TMMD ke-130 yang dilaksanakan oleh Kodim 1610/Klungkung ini, sejumlah pengerjaan fisik utama menyasar infrastruktur desa. Di antaranya pengerjaan rabat beton jalan yang menjadi akses utama menuju lahan pertanian warga guna mempermudah pengangkutan sarana produksi dan hasil panen.
Selain jalan, prajurit TNI bersama warga juga membangun senderan atau dinding penahan tanah untuk memperkuat struktur badan jalan serta mencegah risiko erosi dan tanah longsor.

Di bidang fasilitas sosial kemasyarakatan, program TMMD turut merehab wantilan (balai banjar) yang menjadi sarana vital bagi aktivitas sosial, adat, budaya, dan keagamaan warga setempat, serta membangun balai pesandekan sebagai fasilitas pendukung.

Pembukaan TMMD ke-130 ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Bupati I Made Satria. Turut mendampingi dalam prosesi tersebut Raja Klungkung Ida Dalem Semaraputra, Kasrem 163/Wirasatya Kolonel Inf. Dafit Beni Upeni, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, jajaran Forkopimda Klungkung, serta Pj. Sekda Klungkung.

Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada warga kurang mampu, peninjauan layanan kesehatan gratis, serta kunjungan lapangan langsung ke lokasi proyek fisik.(*)

Pemkab Jembrana Salurkan 600 Ribu Liter Air Bersih Tangani Dampak Kekeringan

​JEMBRANA , BALI KINI — Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat langkah-langkah penanganan darurat menyusul dampak kekeringan yang meluas sejak bulan Mei lalu. Berawal dari laporan di SD 2 Pendem, krisis air bersih kini telah berdampak pada 7 desa dan 14 banjar di wilayah Jembrana.

​Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, S.Sos. dihubungi selasa (13/10),
mengungkapkan bahwa pihaknya bersama instansi terkait terus menggenjot distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. Hingga saat ini, total distribusi air bersih yang telah disalurkan telah mencapai hampir 600.000 liter untuk 1.048 kepala keluarga (KK).

​"Distribusi air dilakukan secara bergiliran mengingat tingginya kebutuhan serta adanya kendala dari suplai PDAM. Stok air di tandon-tandon biasanya habis dalam waktu kurang dari dua hari," ujar Kalaksa BPBD Jembrana saat Rakor OPD Selasa 13-10-2026

​Dalam upaya mempercepat penanganan di lapangan, Pemkab Jembrana telah memasang tandon air di 18 titik strategis serta mengerahkan kurang lebih 15 terpal untuk penampungan tambahan. Kapasitas tandon yang disiapkan bervariasi mulai dari 2.000 liter hingga 5.000 liter. Aksi cepat tangkal darurat ini juga turut didukung oleh berbagai pihak, termasuk unsur PMI, Polres, dan Batalyon. 

​Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan, sebagian besar warga terdampak tinggal di dekat kawasan hutan dengan sumber air yang relatif kecil. Selain itu, kondisi diperparah oleh kerusakan infrastruktur pipa air akibat terjangan banjir pada bulan Juli lalu.
​Sebagai langkah solutif, Pemkab Jembrana tidak hanya berfokus pada distribusi darurat, tetapi juga merancang perbaikan infrastruktur secara komprehensif sebagai solusi jangka panjang.

 " kita lakukan Perbaikan Infrastruktur seperti Perbaikan pipa air yang rusak telah dirancang dan dikoordinasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pengadaan Pompa Air Untuk memperkuat debit air, Kejaksaan Tinggi Bali berencana membantu pengadaan 3 unit pompa air," jelasnya .


Satu unit di antaranya telah berhasil dibangun di Banjar Pancardawa dengan dukungan dari pihak Polres, sehingga total rencana penambahan mencapai 4 unit pompa. 



Lebih jauh dari sisi Sektor Pertanian pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan dinas terkait serta Badan Wilayah Sungai (BWS) untuk membangun pompa-pompa air di area persawahan.
​Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung cukup panjang hingga bulan Januari mendatang.


​Menyikapi hal tersebut, Pemkab Jembrana mengimbau seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air. Warga diharapkan dapat menghemat dan memprioritaskan penggunaan air bersih hanya untuk kebutuhan pokok sehari-hari, serta menghindari pemborosan seperti menyiram atau memandikan hewan peliharaan secara berlebihan.
​
Selain itu, masyarakat juga diingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan kawasan hutan agar ke depannya mampu berfungsi optimal sebagai penyimpan cadangan air saat musim kemarau kembali melanda. ( pro/ *)

Darurat BBM, Disdikpora Denpasar Terapkan Belajar Dari Rumah

FOTO : Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Anak Agung Gede Wiratama. 


Denpasar - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) berdampak pada mobilitas masyarakat di Kota Denpasar disegala sektor. Bahkan banyak guru dan siswa kesulitan untuk bersekolah lantaran kendaraan kehabisan BBM. Terpantau srlama dua hari petugas SPBU melayani bergantian tanpa putus waktu. 

Darurat BBM selama dua hari terakhir mendorong Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menerapkan pembelajaran secara daring bagi satuan pendidikan PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta, pada 15–17 Oktober 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan mobilitas guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik akibat kelangkaan BBM yang disertai kemacetan lalu lintas.

Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Anak Agung Gede Wiratama, M.Ag., menyampaikan bahwa instruksi pembelajaran daring tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor B/100.3.4/99/DISDIKPORA tertanggal, Rabu 14 Oktober 2026.

Dalam keterangannya, Wiratama menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga keberlangsungan proses pembelajaran agar tetap berjalan di tengah kondisi yang berpotensi menghambat aktivitas masyarakat. 

“Dalam rangka mengantisipasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dapat berdampak pada mobilitas guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik, serta untuk tetap menjaga keberlangsungan proses pembelajaran secara normal,” demikian Wiratama Rabu (14/10).
 
Pembelajaran daring diberlakukan selama tiga hari, mulai Kamis (15/10) 2026hingga Sabtu (17/10) 2026. Ketentuan ini berlaku bagi seluruh satuan pendidikan negeri dan swasta di wilayah Kota Denpasar yang masuk dalam cakupan kebijakan.

Adapun jenjang pendidikan yang terdampak meliputi pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), serta satuan PAUD sejenis (SPS). Kebijakan yang sama juga berlaku bagi seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.

Disdikpora Kota Denpasar meminta seluruh kepala satuan pendidikan untuk memperhatikan dan melaksanakan ketentuan dalam surat edaran tersebut sebagaimana mestinya. Melalui penerapan pembelajaran daring ini, pemerintah daerah berupaya memastikan kegiatan belajar-mengajar tetap berlangsung meskipun masyarakat menghadapi kendala pasokan BBM dan gangguan mobilitas.(Jro)

Krisis BBM Terparah Bahkan Seluruh Kios Eceran Kehabisan Stok


Denpasar , Bali Kini - Dua hari ini, terparah Selasa (13/10) terjadi krisis BBM di Metro Kota Denpasar, bahkan terjadi di seluruh daerah di Bali juga merasakan kesulitan mencari bahan bakar minyak dari petralite hingga petramak. Pedagang minyak eceran yang biasanya ada stok pun ikut terkena imbasnya. Antrean panjang disejumlah SPBU, tidak hanya menimbulkan kemacetan tetapi juga sempat terjadi perselisihan antar pengemdara yang antre di SPBU. 

Krisis BBM juga dirasakan pada jasa pengguna transpotasi sepeti Gojek Online dan pekerja kantoran yang terpaksan memarkirkan kendaraan karena kehabisan BBM. Kekosongan BBM eceran dilaporkan terjadi di sepanjang kawasan Sanur, Yang Batu Kauh, hingga Jalan Kepundung, Denpasar. 

Salah seorang penjaga Pertamini di kawasan Sanur, Ahmad, mengatakan dirinya sudah tidak menjual Pertalite maupun Pertamax sejak dua hari terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pasokan BBM di SPBU juga mengalami kekosongan atau sulit diperoleh akibat antrean panjang.
“Di SPBU saja kosong. Meskipun ada, antreannya panjang. Ini sudah dua hari saya tutup,” ujar Ahmad.

Ia menambahkan, kelangkaan BBM turut menyulitkan warga yang membutuhkan bahan bakar untuk beraktivitas. Sejak pagi hari, sejumlah pengendara sepeda motor bahkan terpaksa mendorong kendaraannya karena kehabisan bensin di tengah perjalanan. “Sejak pagi sudah ada beberapa warga yang mendorong motor,” katanya.

Di sisi lain, antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM di sejumlah SPBU turut berdampak pada kelancaran lalu lintas. Salah satu titik kemacetan parah terjadi di kawasan Renon, tepatnya di sekitar SPBU dekat STIKOM Bali. 

Selain itu banyak kawasan yang ada SPBU nya mengalami hal yang sama dimana antrean mencapai ratusan meter. Diantaranya SPBU yang ada di kawasan Gatsu Tengah, barat dan A Yani Utara yang terpantau cukup macet.

Antrean kendaraan dilaporkan mengular dari ujung timur Lapangan Puputan Renon hingga ke depan SPBU STIKOM Bali. Penumpukan kendaraan di sepanjang ruas jalan tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan mengganggu mobilitas pengguna jalan.

Untuk mengantisipasi kemacetan yang semakin parah, sejumlah petugas Dinas Perhubungan Provinsi Bali terlihat berjaga di lokasi. Petugas melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus membantu mengendalikan antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM.

Hingga berita ini ditulis, kelangkaan BBM di sejumlah titik Denpasar masih berdampak pada aktivitas masyarakat dan kelancaran lalu lintas. Penyebab pasti gangguan pasokan serta waktu normalisasi distribusi BBM belum diketahui berdasarkan informasi yang tersedia.(Jro)

Senin, 12 Oktober 2026

Sistem Tidak Naik Kelas Bakal Kembali Diberlakukan

Denpasar , Bali Kini  - Sistem pendidikan lama agaknya kembali bakal diterapkan untuk jenjang sekolah selama 12 tahun dari tingkat SD - SMA. Penerapan kembali kebijakan tidak naik kelas atau tinggal kelas diwacanakam akan dimulai untuk tahun ajaran 2027 dan saat ini sedang digodok Dinas Pendidikan untuk mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. 

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menyatakan masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Kepala Disdikpora Kota Denpasar, AA Gde Wiratama, menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menindaklanjuti wacana tersebut lantaran belum menerima surat resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen). “Kita tunggu suratnya dari Kemdikdasmen, baru kita tindak lanjuti,” ujar Wiratama.
Sembari menunggu keputusan pemerintah pusat, Disdikpora Denpasar tetap mendorong sekolah dan para guru untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. 
Upaya tersebut dilakukan agar setiap siswa memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Menurutnya, penguatan proses pembelajaran menjadi hal penting untuk memastikan siswa mampu mengikuti materi pelajaran sesuai dengan tingkat pendidikannya. Pemerintah Kaji Kebijakan Tinggal Kelas
Sebelumnya, pemerintah melalui Kemdikdasmen tengah mengkaji wacana penerapan kembali kebijakan tidak naik kelas secara otomatis mulai tahun ajaran 2027 dan seterusnya. Wacana ini mencuat setelah adanya rekomendasi Dewan Pendidikan untuk mengatasi fenomena Rajin Malas Sama Saja (RMS).
Fenomena RMS merujuk pada kondisi ketika siswa yang rajin belajar maupun siswa yang kurang menunjukkan upaya belajar tetap memperoleh perlakuan yang sama dalam kenaikan kelas. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi motivasi belajar serta mengurangi dorongan bagi siswa untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal.
Melalui wacana kebijakan ini, pemerintah berupaya mendorong budaya belajar yang lebih serius dan berorientasi pada pencapaian kompetensi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah penguasaan kemampuan dasar, terutama literasi dan numerasi, sebelum siswa melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya.
Meski demikian, rencana tersebut belum menjadi keputusan final. Pemerintah masih memerlukan kajian akademik serta masukan dari para pakar pendidikan untuk mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan kebijakan dan mekanisme penerapannya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, sebelumnya menegaskan bahwa apabila kebijakan tinggal kelas diterapkan, tujuannya bukan untuk menghukum siswa yang belum mencapai standar kompetensi.
Sebaliknya, siswa yang belum memenuhi kompetensi yang dipersyaratkan perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan khusus. Langkah tersebut dapat dilakukan melalui program remedial, penguatan pembelajaran, serta koordinasi yang lebih intensif antara pihak sekolah dan orang tua.
Dengan pendekatan tersebut, kebijakan tinggal kelas diharapkan tidak semata-mata berfokus pada keputusan menaikkan atau mengulang kelas. Hal yang lebih utama ialah memastikan setiap siswa benar-benar memahami materi pembelajaran dan memiliki kemampuan dasar yang cukup untuk mengikuti proses pendidikan pada jenjang selanjutnya.
Bagi pemerintah daerah, termasuk Disdikpora Kota Denpasar, tindak lanjut terhadap wacana ini masih menunggu ketentuan resmi dari pemerintah pusat. Hingga keputusan ditetapkan, peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan kompetensi siswa tetap menjadi perhatian utama sekolah.(Jro)

Bupati Satria Tekankan Kerukunan pada Deklarasi Damai Pilperkel Serentak 2026

Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, menghadiri acara Penandatanganan Pernyataan Bersama Deklarasi Damai Pemilihan Perbekel (Pilperkel) Serentak Kabupaten Klungkung Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Senin (12/10).

Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan bahwa Pilperkel Serentak merupakan wadah demokrasi tingkat desa untuk melahirkan sosok pemimpin yang amanah dan mampu memajukan desa. Ia mengimbau seluruh calon perbekel, tim sukses, hingga para pendukung untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan sepanjang tahapan pemilihan.

"Saya mengajak seluruh pihak untuk memegang teguh tiga prinsip utama: berkompetisi secara sehat dan santun tanpa hoaks maupun politik uang, siap menang dan siap kalah tanpa sikap jumawa, serta mengutamakan kerukunan antarwarga di atas segalanya," ujar Made Satria.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga kondusivitas wilayah selama Pilperkel berlangsung. "Boleh beda pilihan, tetapi kerukunan, persahabatan, dan persaudaraan antarwarga tetap harus dijaga dan menjadi yang paling utama," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Klungkung mengapresiasi kerja keras panitia penyelenggara serta jajaran TNI/Polri yang telah mengawal jalannya pesta demokrasi desa ini secara profesional. Ia berharap iklim aman dan damai ini terus terjaga hingga puncak pemungutan suara pada 30 Oktober 2026 mendatang.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Perbekel Kabupaten Klungkung Tahun 2026 sekaligus Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, I Gusti Ketut Suardika, melaporkan bahwa Pilperkel serentak tahun ini diikuti oleh 22 desa.

"Pelaksanaan di tingkat desa dikelola oleh panitia yang dibentuk oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sebanyak 62 calon perbekel akan berkontestasi, dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 59.961 orang yang tersebar di 143 Tempat Pemungutan Suara (TPS)," ungkap Suardika.

Suardika menambahkan, seluruh rangkaian agenda Pilperkel Serentak Tahun 2026 didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Klungkung senilai Rp1,59 miliar.

Kegiatan deklarasi damai ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Wakil Ketua DPRD Klungkung, jajaran Forkopimda Klungkung, Penjabat Sekda Klungkung, serta para pemangku kepentingan dan tamu undangan lainnya.(*)

Jaga Peradaban dan Tradisi, Bupati Klungkung Hadiri Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI


KLUNGKUNG, BALI KINI - Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra menghadiri puncak perayaan Abhiseka Ida Dalem Smara Putra XVI Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Klungkung Heritage Festival di Pelataran Pemedal Agung Kertagosa Klungkung, Sabtu (10/10).

Kegiatan yang dihelat dalam rangka pelestarian budaya tradisional khas Puri Agung Klungkung ini diawali dengan prosesi kirab dari Puri Agung Klungkung menuju Kertagosa. Dalam prosesi tersebut, Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra bersama permaisuri ditandu menuju Monumen Puputan Klungkung untuk menyaksikan parade budaya sebelum akhirnya dilanjutkan menuj pelataran Pemedal Agung Kertagosa.

Bupati Klungkung I Made Satria dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar puri yang secara konsisten melaksanakan kegiatan ini. Menurutnya, acara ini merupakan wujud penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus upaya menjaga kelanjutan tradisi budaya Bali.

"Klungkung memiliki kedudukan penting dalam perjalanan sejarah dan peradaban Bali sebagai salah satu pusat kerajaan pada masa lampau. Puri Agung Klungkung bukan hanya sekadar peninggalan sejarah, melainkan juga simbol perjalanan peradaban kepemimpinan, kearifan lokal, dan nilai-nilai luhur," ujar Bupati Satria.

Ia menambahkan, pelestarian budaya tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap, perilaku, penghormatan terhadap adat, serta kecintaan terhadap identitas dan jati diri masyarakat Bali. Bupati Satria berharap perayaan ini dapat memperkuat hubungan antar-generasi dan menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.

Sementara itu, Raja Klungkung XII Ida Dalem Smara Putra menjelaskan, perayaan abhiseka ini digelar untuk menunjukkan komitmen Puri Agung Klungkung dalam melestarikan adat dan istiadat di tengah tantangan zaman modern serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Walaupun tantangan pelestarian di era modern sangat berat, kami akan terus berupaya agar adat dan budaya ini tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi tetap hidup dan dilaksanakan. Di samping itu, peringatan ini juga bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Klungkung agar semakin dikenal di seluruh nusantara dan lebih bergairah," ungkap Ida Dalem Smara Putra.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung atas dukungannya terhadap pelestarian adat dan budaya. Kehadiran para raja dan sultan dari berbagai organisasi dalam kesempatan ini, lanjutnya, menjadi simbol kuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Meskipun kita berbeda cara dan metode dalam melestarikan adat dan budaya, tujuan kita tetap satu, yaitu menjaga persatuan. Jangan kita besar-besarkan perbedaan, tetapi mari kita besar-besarkan persamaan," pungkasnya.

Puncak perayaan ini turut dihadiri oleh para raja dan sultan nusantara, penglingsir dan pasemetonan puri se-Bali, Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI, Danrem 163/Wirasatya, jajaran Forkopimda Kabupaten Klungkung, serta undangan terkait lainnya.(Rl)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved