-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Selasa, 27 Oktober 2026

Enam PNS Jabatan Fungsional Dilantik, Bupati Karangasem Tekankan Integritas Dan Kinerja



Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, Bali Kini– Pemerintah Kabupaten Karangasem melantik enam pegawai negeri sipil (PNS) dalam sejumlah jabatan fungsional. Dalam pelantikan tersebut, para pejabat diminta mengedepankan integritas, profesionalisme, serta disiplin kerja untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Bupati Karangasem menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar kedudukan atau kewenangan, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jabatan bukan semata-mata tentang kedudukan, kewenangan, ataupun pengakuan, tetapi merupakan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik, menyelesaikan persoalan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” tegas Bupati.

Ia juga menekankan dua hal utama yang harus menjadi pedoman bagi para pejabat yang dilantik, yakni dedikasi, loyalitas, integritas, dan profesionalisme, serta peningkatan kinerja dan disiplin.

Bupati meminta para pejabat mampu bekerja secara efektif, efisien, terukur, dan akuntabel sesuai bidang keahlian masing-masing. Menurutnya, disiplin tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap jam kerja dan peraturan, tetapi juga mencerminkan komitmen serta kesungguhan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan data pelantikan, enam PNS tersebut terdiri atas empat orang yang berpindah dari jabatan lain ke jabatan fungsional, satu orang yang berpindah dari jabatan fungsional kategori keterampilan ke kategori keahlian, serta satu orang yang diangkat pertama kali dalam jabatan fungsional.

Adapun enam PNS yang dilantik beserta jabatan lama dan jabatan barunya adalah sebagai berikut.

I NYOMAN WIRA KARMANA, S.KM., MAP, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, kini menjadi Perencana Ahli Madya pada Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Karangasem.

I GEDE WIDANA, S.E., yang sebelumnya menjabat Pengolah Data dan Informasi pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karangasem, kini menjadi Perencana Ahli Pertama pada perangkat daerah yang sama.

I NENGAH DIVA MAHAYANA, S.Tr.IP, yang sebelumnya menjabat Penelaah Teknis Kebijakan pada Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Karangasem, kini menjadi Perencana Ahli Pertama.

NI LUH PUTU ARI AGUSTINI, S.E., S.Keb., M.AP, yang sebelumnya menjabat Kepala Subbagian Umum pada Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, kini menjadi Administrator Kesehatan Ahli Muda pada perangkat daerah yang sama.

NI WAYAN SUTANTRI, S.E., M.M., yang sebelumnya menjabat Penata Layanan Operasional pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Karangasem, kini menjadi Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Ahli Muda.

Sementara itu, I NYOMAN TEGAR ARTHADI, S.Tr.IP, yang sebelumnya menjabat Polisi Pamong Praja Ahli Pertama pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karangasem, menjalani pengangkatan pertama pada jabatan Polisi Pamong Praja Ahli Pertama.

Bupati juga meminta para kepala perangkat daerah memastikan setiap pegawai yang dilantik memperoleh kejelasan tugas, tanggung jawab, target kinerja, serta dukungan yang memadai untuk menjalankan amanahnya.

Ia mengingatkan agar pimpinan membangun komunikasi terbuka, memperkuat koordinasi, serta memberikan penghargaan berdasarkan prestasi dan kesempatan pengembangan pegawai secara objektif.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap para pejabat dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan yang diberikan, dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat Karangasem. (Ami)

Senin, 26 Oktober 2026

Wali Kota Jaya Negara: Momentum Pembinaan dan Pelestarian Seni Budaya di Kota Denpasar.

Ket foto : Wali Kota Jaya Negara Serahkan Piagam Penghargaan kepada Delapan Sekehe Berpenampilan Terbaik pada Parade Kesenian Tradisional Kota Denpasar Tahun 2026 di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Sabtu (24/10).

Parade Kesenian Tradisional Denpasar Tetapkan Delapan Sekehe Berpenampilan Terbaik,


Denpaaar, , Bali Kini - Gelaran Parade Kesenian Tradisional yang menampilkan Sekehe Gong Kebyar Wanita, Sekehe Gong Kebyar Anak-Anak, dan Sekehe Baleganjur mencapai puncaknya pada Sabtu (24/10) di Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar. Sebanyak delapan sekehe ditetapkan sebagai peserta dengan penampilan terbaik. Pada kategori Gong Kebyar Wanita dan Gong Kebyar Anak-Anak, peserta berpenampilan terbaik yakni Sekehe Gong Wanita Dharma Duta Laksana, Br. Kepisah, Pedungan, Sekehe Gong Anak Lila Tri Datu, Kelurahan Pemecutan, Sekehe Gong Anak Sida Gita Karya, Br. Dukuh Mertajati, Sidakarya, serta Sekehe Gong Anak Ganabala, Br. Semaga, Penatih.

Sementara itu, pada kategori Baleganjur, peserta berpenampilan terbaik yakni Sekehe Baleganjur Tegal Jimbar, Desa Adat Panjer, Sekehe Baleganjur Dharma Astuti, Banjar Pande, Sumerta, Sekehe Baleganjur Asti Swetha Swara, Desa Adat Sesetan, serta Sekehe Baleganjur Dwi Tunggal, Br. Menesa, Puseh Pedungan. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama, serta anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Warka dan Luh Putu Mamas Lestari, turut menyaksikan penampilan para sekehe pada hari kedua sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada peserta berpenampilan terbaik.

Usai penyerahan piagam penghargaan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, mengatakan bahwa penguatan seni budaya merupakan komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam memberdayakan dan melestarikan potensi seni budaya di perkotaan. Hal ini sejalan dengan visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. Karena itu, Parade Kesenian Tradisional diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional, khususnya seni klasik dan Gong Kebyar yang telah berkembang di Kota Denpasar.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemerintah Kota Denpasar menggelar Parade Kesenian Tradisional sebagai upaya pembinaan, pengembangan, sekaligus pelestarian seni. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk menunjukkan kemampuan teknik tabuh dan mengembangkan kreativitas dalam memainkan Gong Kebyar, sekaligus melestarikan kesenian klasik sesuai dengan pakemnya.

“Sebagai kota yang heterogen, parade ini menjadi bagian dari pembinaan untuk mempersiapkan para peserta sebagai duta Kota Denpasar dalam berbagai ajang seni ke depannya. Kami bangga melihat anak-anak muda tetap berkreativitas dan tidak kehilangan jati diri. Seluruh peserta menampilkan kemampuan yang luar biasa,” ujar Jaya Negara.

Pihaknya juga mengajak seluruh peserta yang belum berhasil meraih predikat terbaik agar tidak patah semangat. Hal ini mengingat kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah kreativitas bagi para seniman muda Kota Denpasar.

“Semua sekehe luar biasa. Bagi yang belum menjadi yang terbaik, jangan patah semangat. Terus belajar dan berlatih karena ke depan masih ada kesempatan untuk berkompetisi. Yang utama adalah menjaga dan melestarikan seni budaya Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara, didampingi Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Narta, menjelaskan bahwa selain menjadi ajang pembinaan dan pelestarian kesenian tradisional dalam mewujudkan kota kreatif menuju Denpasar Maju, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan sekehe Baleganjur di Kota Denpasar.

Secara teknis, Kepala Bidang Kesenian, I Wayan Narta, menambahkan bahwa jumlah peserta Parade Kesenian Tradisional tahun 2026 mencapai 16 sekehe. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah unsur, meliputi teknik, seperti gegedig dan tetekep, ide dan gagasan, struktur komposisi yang mencakup pangawit, pangawak, dan pangecet, kreativitas dalam pengembangan musikalitas dan orisinalitas garapan, serta penampilan yang meliputi ekspresi, gerak, dan tabuh.

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini, setiap sekehe Gong Kebyar Anak-Anak dan Gong Kebyar Wanita yang tampil diberikan uang pembinaan sebesar Rp35 juta. Sementara itu, setiap sekehe Baleganjur yang tampil memperoleh uang pembinaan sebesar Rp25 juta.

“Tentu kegiatan ini merupakan wahana untuk mengevaluasi pelaksanaan pembinaan di masyarakat, sekaligus sebagai bentuk penyiapan sekehe atau duta-duta kesenian Kota Denpasar untuk mengikuti berbagai ajang seni, termasuk Pesta Kesenian Bali,” ujarnya. (Ags).

Pemkab Karangasem Serahkan Apresiasi Paskibraka 2026, Wabup Pandu Dorong Generasi Muda Terus Berkarya



Laporan tim: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Karangasem menyerahkan uang apresiasi kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Karangasem Tahun 2026 sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas kenegaraan. Penyerahan apresiasi dilakukan Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Senin (26/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Karangasem, Asisten Pemkesra Setda Karangasem, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Karangasem, para kepala sekolah, orang tua, serta anggota Paskibraka Kabupaten Karangasem Tahun 2026.

Dalam sambutan tertulis Bupati Karangasem yang dibacakan Wabup Pandu, disampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menuntaskan tugas pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang, mulai dari tahapan seleksi hingga pendidikan dan pelatihan yang membentuk kesiapan fisik, mental, kedisiplinan, serta tanggung jawab para anggota.

“Saya ingin menegaskan bahwa uang apresiasi ini bukan semata-mata dilihat dari nilai atau jumlahnya, melainkan merupakan wujud perhatian dan penghargaan pemerintah daerah atas usaha, pengorbanan, dan tanggung jawab yang telah kalian tunjukkan,” tegas Wabup Pandu saat membacakan arahan Bupati Karangasem.

Wabup Guru Pandu juga mengingatkan para anggota Paskibraka agar menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri. Uang apresiasi yang diterima diharapkan dapat dimanfaatkan secara bijaksana, khususnya untuk mendukung kebutuhan pendidikan maupun kegiatan positif yang dapat meningkatkan kualitas diri.

Pemerintah Kabupaten Karangasem turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, orang tua, guru, pelatih, pembina, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembentukan dan pelaksanaan tugas Paskibraka Karangasem Tahun 2026.

Dengan berakhirnya rangkaian tugas Paskibraka, para anggota diharapkan mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan dan pelatihan ke lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kedisiplinan, nasionalisme, tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan diharapkan terus menjadi bekal bagi mereka dalam menatap masa depan dan berkarya untuk Karangasem.


Sementara itu, Kepala Kesbangpol Karangasem Ketut Indra Sutawan, melaporkan, masing-masing anggota Paskibraka Tahun 2026 menerima uang apresiasi sebesar Rp6 juta, dengan ketentuan dipotong Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 5 persen.

Indra mengatakan, pembinaan Paskibraka tidak berhenti setelah pelaksanaan tugas pada upacara peringatan kemerdekaan. Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Kesbangpol menyiapkan pembinaan lanjutan bagi para anggota, salah satunya melalui kegiatan Perjalanan Dinas edukatif ke Jakarta yang diarahkan untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan pemahaman terhadap ideologi Pancasila.

Program lanjutan tersebut juga diharapkan dapat memperluas wawasan para anggota sekaligus mempersiapkan mereka menjadi generasi muda yang memiliki karakter, wawasan kebangsaan dan semangat untuk berkontribusi bagi daerah maupun bangsa. (Ami)

TIM SAR GABUNGAN CARI PEMANCING YANG TERJATUH KE LAUT DI PANTAI BUKIT ASAH


KARANGASEM , Bali Kini – Tim SAR gabungan melakukan pencarian 1 orang terpeleset dan jatuh ke laut saat sedang memancing di Pantai Bukit Asah, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, pada Minggu (25/10/2026). Korban diketahui bernama I Kadek Agus Mahendra (21), warga Lingkungan Pande, Semarapura Kelod Kangin, Kabupaten Klungkung. Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan kejadian tersebut dari I Wayan Sukarya pada pukul 10.50 Wita.

Berdasarkan informasi yang diterima, kejadian bermula sekitar pukul 06.30 Wita saat korban bersama dua rekannya memancing di atas karang Bukit Asah. Sekitar pukul 09.30 Wita, korban terpeleset dan jatuh ke laut, kemudian terseret arus hingga tenggelam. Kedua rekannya berupaya menolong korban dengan menggunakan bambu, namun nahas Mahendra tak bisa tertolong dan tenggelam. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, pukul 11.00 Wita, 7 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Berselang 20 menit lamanya mereka tiba dan kemudian berkoordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat untuk melaksanakan pencarian.

Pencarian menggunakan rubber boat dimulai pukul 11.45 Wita dengan melibatkan tiga personel, sementara itu SRU darat menyisir di sepanjang kawasan Pantai Pasir Putih. Namun, hingga pukul 14.30 Wita, pencarian belum membuahkan hasil.

Penyisiran kembali dilaksanakan pada pukul 15.30 Wita dengan melibatkan dua personel. Pencarian juga menggunakan Aqua Eye (alat sensor bawah permukaan air laut) di area korban tenggelam, namun tidak terpantau tanda-tanda keberadaannya. SRU darat telah memantau di sekitar tebing Bukit Asah. "Hingga pukul 17.30 Wita hasil pencarian masih nihil dan dilanjutkan besok pagi," terang Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Handika Bhayangkara. Menurutnya selama berlangsungnya pencarian tidak ditemui kendala yang signifikan, karena kondisi cuaca masih mendukung untuk pergerakan tim SAR gabungan. 

Pencarian sejak siang hari ini melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Bakamla RI, Polsek Karangasem, Polairud Polres Karangasem, Polairud Pos Kubu, Polairud Pos Padangbai, Babinsa Desa Bugbug, Bhabinkamtibmas, Damkar Karangasem, BPBD Karangasem, masyarakat setempat, serta keluarga korban.

Rencananya pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi, dengan mengoptimalkan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area perairan yang diperkirakan menjadi lokasi korban. (ayu)

Kota Tabanan atau Kota Singasana- Dua Identitas, Satu Kebanggan


Tabanan ,Bali Kini – Penataan kawasan Jalan Gajah Mada, Tabanan tidak sekadar menghadirkan wajah kota yang lebih tertata dan menarik, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas, meneguhkan kebanggaan, serta merefleksikan perjalanan sejarah Kabupaten Tabanan.

Keberadaan tulisan Kota Tabanan yang masih ditampilkan di kawasan tersebut belakangan menjadi perhatian dan memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Hal ini berkaitan dengan penggunaan nama Singasana sebagai identitas pusat pemerintahan Kabupaten Tabanan saat ini.

Dalam memahami hal tersebut, penting untuk melihat bahwa identitas suatu daerah tidak hanya terbentuk dari penamaan administratif, tetapi juga tumbuh melalui sejarah, perkembangan wilayah, nilai-nilai budaya, serta ingatan kolektif masyarakatnya.

Melalui penataan Jalan Gajah Mada yang menghadirkan lima tulisan, yakni AMAN UNGGUL MADANI, TABANAN ERA BARU, JAYANING SINGASANA, KOTA SINGASANA, dan KOTA TABANAN, Pemerintah Kabupaten Tabanan berupaya menampilkan beragam representasi identitas daerah yang mencerminkan semangat pembangunan, karakter, dan perjalanan Tabanan dari masa ke masa.

Kota Singasana merepresentasikan identitas yang melekat pada pusat pemerintahan Kabupaten Tabanan saat ini. Sementara itu, Kota Tabanan menjadi bagian dari identitas historis dan perjalanan perkembangan daerah yang tetap memiliki nilai tersendiri dalam memori masyarakat.

Keduanya tidak perlu ditempatkan dalam posisi yang saling berhadapan. Sebaliknya, pemahaman terhadap berbagai identitas tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkaya perspektif masyarakat mengenai sejarah, perkembangan, dan karakter Kabupaten Tabanan.

Penataan ruang publik juga memiliki makna lebih luas daripada sekadar aspek estetika. Ruang publik dapat menjadi media komunikasi visual yang menyampaikan pesan tentang jati diri daerah, semangat pembangunan, serta nilai-nilai yang ingin diwariskan kepada generasi mendatang.

Karena itu, merawat identitas masa lalu dan memperkuat identitas masa kini merupakan bagian dari upaya membangun daerah yang berkarakter. Kemajuan tidak mengharuskan suatu daerah meninggalkan sejarahnya, melainkan mendorongnya untuk menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pijakan dalam menatap masa depan.

Tabanan memiliki sejarah, Singasana memiliki identitas, dan keduanya menjadi bagian dari kebanggaan bersama.

Beragam tulisan yang hadir di ruang publik tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sekaligus menumbuhkan pemahaman bahwa identitas Tabanan terbentuk melalui perjalanan panjang yang terus berkembang.(*)

Sabtu, 24 Oktober 2026

Tutup AKSIKU Tahun 2026, Bupati Satria Apresiasi Semangat Seniman Muda Klungkung


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung, I Made Satria, bersama Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, secara resmi menutup gelaran festival seni dan budaya “AKSIKU 2026” (Atraksi Melestarikan Seni dan Kebudayaan Daerah Kabupaten Klungkung) yang berlangsung meriah di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Jumat (24/10).

Penutupan AKSIKU 2026 dimeriahkan dengan Lomba Balaganjur Kreasi Duduk Tingkat SMP se-Kabupaten Klungkung yang diikuti oleh 8 sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Klungkung, yakni SMPN 1 Semarapura, SMPN 2 Semarapura, SMPN 3 Semarapura, SMPN 4 Nusa Penida, SMPN 6 Nusa Penida, SMPN 1 Dawan, SMPN 2 Dawan, dan SMPN 2 Banjarangkan.

Berdasarkan penilaian dewan juri, SMP Negeri 2 Banjarangkan berhasil meraih Predikat Juara 1, disusul oleh SMPN 3 Semarapura sebagai Juara 2, dan SMPN 4 Nusa Penida yang menduduki posisi Juara 3.

Sambutan penutup Bupati Satria menyampaikan harapan agar ajang ini terus menjadi pemantik semangat bagi generasi muda dalam mengekspresikan bakat dan kreativitas mereka. "Melalui event ini, saya berharap agar dapat memotivasi generasi muda untuk terus dan terus mengembangkan kreasi dan inovasi sekaligus mengaktualisasikan diri melalui aktivitas dan prestasi seni budaya," ujar Bupati Satria.

Sebelum mengakhiri sambutannya dan menutup secara resmi ajang AKSIKU 2026, Bupati Klungkung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh komponen pendukung, seniman, siswa, budayawan, serta masyarakat Klungkung. Dirinya berpesan agar para peserta dan seniman muda tidak cepat puas dan terus berupaya menggapai prestasi demi kemajuan seni budaya di Kabupaten Klungkung.(*)


Dorong Kreativitas, Perkuat Karakter, dan Lestarikan Budaya Bangsa Sejak Dini.

Ket foto : Bunda Literasi Denpasar Ajak Anak Tanamkan Cinta Tanah Air Lewat Literasi Kebangsaan.

Denpasar, Bali Kini - Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, bersama Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, membuka Kegiatan Literasi Kebangsaan Kecamatan Denpasar Timur Tahun 2026 di kawasan Taman Budaya Art Center Denpasar, Minggu (25/10).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini sekaligus memperkuat budaya literasi, mengembangkan kreativitas, dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Turut hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar, Cokorda Gede Partha Sudarsana, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, I Wayan Yusswara, Camat Denpasar Timur, Ida Bagus Agung Upawana Manuaba, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana memperluas wawasan, membangun karakter, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat persatuan.

Menurutnya, budaya literasi berperan penting dalam membentuk generasi penerus yang berpengetahuan, kreatif, berkarakter, serta mampu memahami dan menghargai keberagaman budaya bangsa.

“Melalui kegiatan Literasi Kebangsaan ini, kami berharap nilai-nilai kebangsaan dapat ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya kreativitas, keberanian, serta rasa cinta terhadap budaya dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sagung Antari berharap kegiatan literasi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi diri, mengekspresikan gagasan, serta membiasakan diri membaca, menulis, dan bercerita sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi masa depan.

Sementara itu, Camat Denpasar Timur, Ida Bagus Agung Upawana Manuaba, mengatakan kegiatan Literasi Kebangsaan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menanamkan wawasan kebangsaan kepada generasi muda melalui aktivitas yang edukatif, kreatif, dan menyenangkan. 

Upaya tersebut menurut Upawana juga sejalan dengan penguatan pendidikan wawasan kebangsaan yang dilakukan Kesbangpol Kota Denpasar. Beragam kegiatan digelar untuk melibatkan anak-anak dan masyarakat secara aktif. Di antaranya, lomba mewarnai bertema tokoh perjuangan bangsa yang diikuti sekitar 50 peserta, lomba mendongeng bertema cinta tanah air, serta pelatihan daur ulang sampah bagi ibu-ibu PKK.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap tanah air kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan. Lewat lomba mewarnai tokoh perjuangan bangsa, anak-anak dapat mengenal sosok-sosok yang berjasa bagi Indonesia. Sementara melalui lomba mendongeng, kami ingin mengembangkan kreativitas dan keberanian anak-anak dalam menyusun serta membawakan cerita bertema cinta tanah air,” ungkapnya.

Upawana menambahkan, pelatihan daur ulang sampah bagi ibu-ibu PKK juga menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Ditambahkannya, kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi berbagai unsur masyarakat. Dimana, penguatan wawasan kebangsaan dan budaya literasi membutuhkan keterlibatan bersama, tidak hanya pemerintah, tetapi juga keluarga, pendidik, dan organisasi kemasyarakatan.
Karena itu, kegiatan ini melibatkan TP PKK, IGTKI, K3S, para guru, organisasi wanita, organisasi kepemudaan, serta unsur terkait lainnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak, keluarga, dan masyarakat secara luas.

“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Namun, hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar ke depannya kegiatan dapat diselenggarakan dengan lebih baik. Harapan kami, melalui kegiatan ini, kecintaan terhadap tanah air semakin tumbuh, kreativitas anak-anak semakin berkembang, dan budaya literasi semakin kuat di masyarakat,” tambahnya.

Melalui Kegiatan Literasi Kebangsaan Kecamatan Denpasar Timur Tahun 2026, Pemerintah Kota Denpasar mendorong penguatan karakter generasi muda melalui literasi, pengenalan sejarah perjuangan bangsa, pelestarian budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan. Sinergi antara pemerintah, keluarga, pendidik, dan masyarakat diharapkan mampu membentuk generasi yang kreatif, berwawasan luas, serta bangga terhadap bangsa Indonesia.

Pada hari yang sama, Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, bersama Ketua Harian Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, turut meninjau berbagai perlombaan dalam rangkaian Festival Seni dan Budaya Tahun 2026 Kelurahan Sumerta. Kegiatan tersebut berlangsung di sisi timur panggung Arda Candra, kawasan Taman Budaya Art Center Denpasar. (Ayu).

Jumat, 23 Oktober 2026

TP PKK, TP Posyandu, dan Dekranas Perkuat Tata Kelola untuk Dukung Program Pemerintah Daerah


Laporan tim: Gusti Ayu Purnamiasih 

Denpasar, Bali Kini – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (TP Posyandu), dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) memperkuat tata kelola kelembagaan untuk mengoptimalkan peran kader dalam mendukung program pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penguatan tersebut dilakukan melalui Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Kota Denpasar, Bali, Kamis (22/10/2026).

Ketua Umum (Ketum) TP PKK sekaligus Ketum TP Posyandu Pusat Tri Tito Karnavian mengatakan, ketiga lembaga memiliki dasar hukum dan regulasi yang menjadi landasan pelaksanaan program. Untuk TP PKK, dasar hukum tersebut antara lain Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 36 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Sementara itu, penyelenggaraan Posyandu diatur melalui Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu. Adapun Dekranas memiliki dasar pembentukan dan pengaturan kepengurusan melalui keputusan bersama kementerian terkait.

"Untuk Dekranas sendiri kita mempunyai regulasi keputusan bersama Menteri Perindustrian, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 85/M/SK/3/1980 tentang Pembentukan Dewan Kerajinan Nasional. Dan juga keputusan bersama dari 14 menteri, kementerian/lembaga terkait susunan organisasi Dewan Kerajinan Nasional masa bakti 2024-2029," kata Tri.

Tri menegaskan, keberadaan regulasi tersebut perlu diikuti dengan pemahaman yang baik mengenai tugas dan fungsi masing-masing lembaga serta keterkaitannya dengan organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam hal ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berperan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pemerintah daerah (Pemda), termasuk mendorong sinergi pelaksanaan program dengan OPD terkait.

"Ternyata di Bali sudah membuktikan bahwa kegiatan-kegiatan ini adalah salah satu mendukung program-program pemerintah daerah masing-masing, yang mungkin dari OPD terkait tidak bisa langsung menjamah kepada user-nya langsung, atau target langsung dari masyarakat," ujarnya.

Menurut Tri, keterlibatan kader dan sukarelawan hingga tingkat akar rumput menjadi kekuatan penting dalam menjangkau masyarakat. Melalui gerakan bersama, program TP PKK, TP Posyandu, dan Dekranas dapat menjangkau kelompok sasaran yang membutuhkan dukungan secara langsung. Karena itu, pelaksanaannya perlu disinergikan dengan OPD sesuai bidang tugas masing-masing, termasuk dalam perencanaan dan dukungan anggaran.

Tri menjelaskan, rapat tersebut juga menghadirkan narasumber yang membahas aspek pembangunan daerah dan pengelolaan keuangan daerah, yakni Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Restuardy Daud, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni, serta Direktur Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Moh. Roudo.

"Nanti, supaya ibu-ibu juga bisa jelas, bagaimana regulasi ataupun proses-proses penganggaran dan lain-lain untuk kita semua," ungkapnya.

Selain penguatan tata kelola dan dukungan anggaran, rapat tersebut juga membahas kerja sama untuk mendukung program pemerintah, termasuk rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Posyandu. Tri menjelaskan, kerja sama tersebut diarahkan pada edukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil dan anak balita.

"Saya sudah mendapatkan konsep dari MoU-nya, bahwa kita mendukung dari segi edukasi. Edukasi kepada masyarakat, bagaimana pentingnya BGN terhadap ibu hamil dan anak-anak balita di tiap-tiap kepengurusan yang sampai level rumah tangga," tuturnya.

Tri berharap, sinergi ketiga lembaga dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait dapat memastikan program pemerintah menjangkau masyarakat secara lebih efektif, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil dan anak balita.

"Mendorong agar kegiatan-kegiatan di daerah bisa berjalan baik, karena tujuan utamanya adalah agar kita bisa merealisasikan pembangunan atau program-program pemerintah yang saat ini, tentunya diharapkan mencapai kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua BGN Sudaryono; Gubernur Bali Wayan Koster; Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Bernhard Rondonuwu selaku ketua panitia acara; pengurus TP PKK dan TP Posyandu Pusat; pengurus Dekranas Pusat; serta para ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), ketua TP PKK, dan ketua TP Posyandu tingkat provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia bagian tengah. (Ami/rls)

Dukung Kemdiktisaintek, FPST Unwar Petakan Solusi Pertanian dan Peternakan di Pancasari Buleleng


BULELENG, BALI KINI - Kendala budidaya ikan nila, manajemen penggemukan babi, pemanfaatan gulma eceng gondok menjadi pupuk organik cair, hingga minimnya pengolahan pascapanen masih menjadi persoalan krusial yang dihadapi para petani dan peternak di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Guna membedah dan mencari solusi akademis atas hambatan tersebut, Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa (FPST Unwar) memetakan langsung potensi serta kendala lapangan melalui kegiatan Gema Ilmiah Sosial pada 22 hingga 23 Oktober 2026.

Langkah turun ke lapangan ini merespons arahan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang mendorong perguruan tinggi memberikan kontribusi serta dampak nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, tim akademis yang dipimpin Dekan FPST Unwar Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., bersama para dosen dan mahasiswa mengidentifikasi sejumlah sektor utama yang membutuhkan pembenahan teknis. Pada sektor perikanan, tim menganalisis penyebab belum optimalnya pertumbuhan ikan pada sistem bioflok milik warga. Sementara pada sektor peternakan, pemetaan difokuskan pada metode pemeliharaan dan penggemukan babi yang lebih efisien serta higienis bagi peternak lokal.

Selain peternakan dan perikanan, perhatian juga tertuju pada tata kelola lahan tanaman pangan serta pemanfaatan limbah dan gulma lokal, seperti eceng gondok, untuk diolah menjadi pupuk organik cair (POC) guna mendukung kesuburan tanah dan produktivitas pertanian desa. Tim akademis turut merancang teknik pengolahan serta pengemasan produk pascapanen agar memiliki daya simpan lebih lama, menekan risiko kerusakan, dan meningkatkan nilai jual di pasaran.

Guna mengumpulkan data riil, tim mengagendakan kunjungan langsung ke beberapa titik usaha warga, di antaranya Agro Pudak Lestari Farm, Hidden Strawberry Garden, serta sejumlah kelompok tani dan ternak setempat.

Dekan FPST Unwar, Prof. Luh Suriati, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan warga Pancasari secara presisi, sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi dalam memecahkan masalah riil di lapangan. Kebersamaan antara dosen dan mahasiswa di lapangan juga diharapkan menjadi wadah diskusi ilmiah yang produktif untuk menghasilkan rekomendasi yang tepat guna.

Pemerintah Desa Pancasari menyambut baik pemetaan akademis yang menyasar langsung persoalan teknis warga di lapangan. Sekretaris Desa Pancasari, I Gusti Ngurah Agung Made Darmasusila, berharap hasil identifikasi dan pendampingan ini tidak berhenti pada agenda kunjungan semata, melainkan ada aksi berkelanjutan.

Darmasusila menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh jajaran Fakultas Pertanian yang telah turun langsung ke desa mereka. Pihaknya berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan dapat diteruskan oleh generasi mahasiswa berikutnya, mengingat sektor pertanian dan peternakan di Pancasari masih membutuhkan sentuhan inovasi akademis.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus cita-cita bangsa yang diharapkan mampu melengkapi berbagai kekurangan teknis di desa melalui pendekatan ilmiah. Atas nama masyarakat Desa Pancasari dan kelompok tani yang dikunjungi, pihak pemerintah desa juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat keterbatasan selama kegiatan penerimaan berlangsung.(Ml)

SELVI ANANDA TINJAU TENUN GERINGSING, DEKRANASDA KARANGASEM PERLUAS PROMOSI UMKM

Karangasem, Bali Kini - Ketua Dekranasda Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, menyambut dan mendampingi kunjungan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Ananda Gibran Rakabuming, bersama jajaran Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni) di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Jumat (23/10/2026). Kunjungan ini diharapkan dapat memperluas promosi kerajinan dan produk UMKM lokal, khususnya kain tenun Geringsing yang menjadi kebanggaan masyarakat Tenganan.

Dalam kunjungan tersebut, Selvi Ananda bersama rombongan melihat secara langsung potensi kerajinan tradisional serta aktivitas para perajin di Desa Adat Tenganan Pegringsingan. Kain tenun Geringsing menjadi salah satu perhatian utama karena memiliki keunikan, nilai budaya, dan keterampilan pembuatan yang diwariskan secara turun-temurun.

Ny. Mas Parwata menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Selvi Ananda bersama jajaran Seruni ke Kabupaten Karangasem. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan potensi kerajinan lokal kepada lingkup yang lebih luas sekaligus membuka peluang bagi produk UMKM Karangasem untuk semakin dikenal.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ibu Selvi Ananda bersama jajaran ke Desa Adat Tenganan Pegringsingan. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi promosi kerajinan dan UMKM Karangasem, khususnya tenun Geringsing Tenganan, agar semakin dikenal luas dan memiliki peluang pasar yang lebih besar,” ujar Ny. Mas Parwata saat diwawancarai media.

Ia menegaskan, Dekranasda Kabupaten Karangasem akan terus mendorong peningkatan mutu dan kualitas produk kerajinan lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan, penguatan kualitas produk, serta kurasi secara berkelanjutan agar hasil karya perajin memiliki standar yang baik, konsisten, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Melalui Dekranasda Kabupaten Karangasem, kami ingin terus mendorong para perajin agar meningkatkan kualitas dan daya saing produknya. Kurasi menjadi bagian penting untuk memastikan produk yang dihasilkan tetap terjaga mutunya, memiliki nilai tambah, serta mampu memenuhi kebutuhan pasar. Harapannya, kerajinan lokal Karangasem bisa naik kelas dan menembus pasar nasional, bahkan internasional,” tambahnya.

Menurut Ny. Mas Parwata, pelestarian kerajinan tradisional harus berjalan beriringan dengan pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan para perajin. Karena itu, potensi budaya seperti tenun Geringsing tidak hanya perlu dijaga sebagai warisan leluhur, tetapi juga perlu dikembangkan melalui inovasi, peningkatan kualitas, promosi, dan perluasan akses pasar tanpa menghilangkan ciri khasnya.

Selain meninjau potensi kerajinan, rangkaian kunjungan juga diisi dengan interaksi bersama pengerajin dan penenun, pelatihan Memasak bahan pangan lokal oleh TP PKK Desa Tenganan, serta kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan 500 kacamata kepada warga utamanya para lansia. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Seruni di Bali yang memadukan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat dengan pengenalan potensi lokal.

Bagi Kabupaten Karangasem, kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat promosi kerajinan khas daerah sekaligus mendorong pengembangan UMKM agar semakin kompetitif. Melalui peran Dekranasda, pemerintah daerah berharap para perajin lokal semakin siap meningkatkan kualitas, memperluas jangkauan pemasaran, dan membawa kerajinan Karangasem ke tingkat nasional maupun internasional dengan tetap mempertahankan identitas budaya daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Ny. Giri Prasta, jajaran Seruni Kabinet Merah Putih, unsur Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Karangasem, serta Bendesa dan prajuru Desa Adat Tenganan Pegringsingan. (Ami)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved