-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Jumat, 16 Oktober 2026

PERTAMINA TAMBAH PASOKAN 20 JUTA LITER PERTALITE KE BALI


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 
Karangasem, Bali Kini – Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menambah pasokan Pertalite ke Bali untuk mempercepat pemulihan layanan BBM dan mengurai antrean di sejumlah SPBU. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, dua kapal pengangkut BBM telah bersandar di Bali dengan total muatan mencapai 20 juta liter Pertalite.

Dua kapal tersebut yakni MT Pangkalan Brandan yang bersandar di Integrated Terminal Manggis dengan membawa 16 juta liter Pertalite, serta MT Asian Rigel yang bersandar di Fuel Terminal Sanggaran dengan membawa 4 juta liter Pertalite.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa penambahan pasokan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengejar permintaan yang belum terlayani sebelumnya.

Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2,2 juta liter per hari. Namun, dalam periode 13 hingga 15 Oktober 2026, rata-rata penyaluran Pertalite ke SPBU mencapai sekitar 3 juta liter per hari.

Penyaluran di atas rata-rata konsumsi harian tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi permintaan masyarakat yang sebelumnya belum terlayani ketika stok di SPBU habis.

Pertamina juga menargetkan penambahan stok Pertalite hingga 48 juta liter pada 17 Oktober 2026. Jumlah tersebut ditargetkan setara dengan sekitar dua minggu ketersediaan dalam kondisi aman.

Pertamina berharap penguatan pasokan ini dapat mempercepat pemulihan layanan BBM di Bali dan memenuhi kebutuhan energi masyarakat. (Ami)

Memperkuat akar budaya di tengah arus modernisasi.


KLUNGKUNG, BALI KINI - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ny. Eva Satria menghadiri Uleman Bakti Penganyar di Pura Parhyangan Penida, Desa Sakti, dan Sad Kahyangan Jagat Pura Penataran Ped, Nusa Penida, Jumat (16/10).

Selanjutnya usai kegiatan di Nusa Penida  Bupati Satria bersama Ny. Eva Satria kembali ke Klungkung daratan untuk menghadiri Uleman Upacara Dewa Yadnya Mamungkah Pura Paibon Arya Kubon Tubuh Br Pekandelan Kelod, di Pura Paibon Arya Kubon Tubuh Br Pekandelan Kelod, Klungkung.

Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung ini merupakan wujud dukungan penuh serta komitmen nyata dalam mendampingi kegiatan keagamaan (yadnya) di tengah masyarakat.

"Adat dan agama adalah akar identitas kita di Bali. Melalui sinergi spiritual yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, kami berharap momentum upacara ini dapat mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, sekaligus mengokohkan ketahanan budaya kita," tegas Bupati Satria.

Pada kesempatan ini, Bupati Satria juga menyerahkan dana punia kepada Kelihan Pengempon Pura sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran prosesi upacara.
Semoga pelaksanaan karya yadnya ini senantiasa meneguhkan ajaran Tri Hita Karana, menjaga keharmonisan antara manusia dengan Sang Pencipta, sesama, serta alam sekitar.(*)

DIsela Kegiatan Keagamaan di Nusa Penida, Bupati Satria Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Kurang Mampu


Klungkung, Bali Kini - Di sela-sela menghadiri prosesi keagamaan Uleman Bakti Penganyar di Pura Parhyangan Penida, Desa Sakti, serta Sad Kahyangan Pura Penataran Ped, Bupati Klungkung I Made Satria menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Nusa Penida, Jumat (16/10).

Penyerahan bantuan rutin yang difasilitasi oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Klungkung tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Satria bersama Ketua TP PKK Klungkung, Ny. Eva Satria. Adapun paket bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok harian seperti beras, telur, minyak goreng, dan gula pasir.

Adapun penerima bantuan sembako kali ini menyasar tiga warga di wilayah Desa Batumadeg, yakni Ni Ketut Karni dari Dusun Penutuk, I Ketut Suardana dari Dusun Batumadeg Kaja, serta I Wayan Sedot dari Dusun Pangkung Gede.

Bupati Klungkung I Made Satria menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah daerah untuk membantu mencukupi kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan.

"Semoga bantuan yang kami serahkan ini dapat memberikan manfaat nyata dan setidaknya dapat sedikit meringankan beban kebutuhan harian warga," ujar Bupati Satria.

Turut hadir mendampingi Bupati dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut, Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Klungkung, I Gusti Gede Gunarta, serta Camat Nusa Penida, Kadek Yoga Kusuma.(*)

Respon Dampak Antrean BBM, Pemkab Jembrana Berupaya Optimal Jaga Kondusifitas dan Kelancaran Pelayanan Publik


Jembrana , Bali Kini  — Di tengah situasi antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di seluruh SPBU di Kabupaten Jembrana, Pemkab Jembrana memfokuskan perhatian agar sektor pelayanan publik yang bersifat vital, khususnya layanan kesehatan dan penanganan kedaruratan, dapat terus berjalan seoptimal mungkin.

Fenomena kelangkaan BBM ini dirasakan langsung oleh masyarakat luas, tak terkecuali Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana. Situasi sulit ini juga mengharuskan para ASN ikut antre berjam-jam dan berupaya tidak terlambat untuk bekerja.

Sebagai langkah taktis dan responsif dalam mengurai serta mengurangi beban antrean kendaraan di SPBU, Pemkab Jembrana menerapkan kebijakan penyesuaian sistem kerja Work From Home (WFH) bagi sebagian pegawai serta memberlakukan Pembelajaran Daring (Online) bagi para siswa sekolah dari tanggal 15-17 Oktober 2026.

Sejumlah ASN yang tetap harus datang ke kantor pun ada yang memilih menggunakan sepeda sebagai alat transportasi alternatif.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan disamping terus berkoordinasi dengan pihak berwenang, Ia juga menerjunkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perhubungan untuk secara aktif ikut menjaga ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta kondusifitas masyarakat saat mengantre BBM di SPBU. 

"Kami dari Pol PP berupaya ikut dan turut serta dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang antre BBM, kami juga selalu berkomunikasi dengan admin SPBU terkait situasi stock BBM yg tersedia," ujar Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana saat dihubungi, Kamis (15/10).

Eko Susila menambahkan Satpol PP bersama jajaran Kepolisian, TNI dan Perhubungan ikut menjaga agar arus lalu lintas tetap mengalir, tidak mengganggu pemakai jalan lain, serta memastikan proses antrean berjalan tertib, aman, dan kondusif tanpa ada gesekan antarwarga. Pihaknya pun juga membagikan air minum bagi masyarakat yang masih bertahan mengantre ditengah terik matahari.

"Kami juga ikut membantu mengatur arus lalu lintas dan alur antrean agar rapi dan terhindar dari gangguan," imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Jembrana mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tertib, dan saling menjaga kondusifitas wilayah sambil terus berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait guna penanganan kelangkaan BBM ini secara menyeluruh.
(*)

Kamis, 15 Oktober 2026

Prioritaskan Pasokan BBM untuk Ambulans, Damkar, dan Truk Sampah

Denpasar , Bali Kini  - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali, khususnya Kota Denpasar, mendorong pemerintah kota mengambil langkah antisipatif. Pemkot Denpasar memastikan ketersediaan BBM bagi kendaraan kegawatdaruratan dan armada pelayanan publik agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengatakan pemerintah kota memberikan perhatian khusus terhadap pasokan BBM untuk ambulans, mobil pemadam kebakaran (damkar), serta truk pengangkut sampah. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan publik di tengah antrean BBM yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda hingga Kamis (15/10). 

Menurut Arya Wibawa, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara telah menugaskan jajaran terkait sejak malam sebelumnya untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi stok BBM, terutama bagi kendaraan yang menunjang pelayanan masyarakat. “Sudah kita lakukan pendataan ambulans-ambulans kita yang melayani kegawatdaruratan di Denpasar. Jaminan keamanan stoknya itu harus dijaga,” ujar Arya Wibawa. 

Ia menegaskan, ketersediaan BBM bagi armada darurat menjadi prioritas agar petugas dapat merespons laporan masyarakat secara cepat, baik dalam penanganan kebakaran maupun situasi darurat lainnya. “Jangan sampai hanya gara-gara kehabisan BBM, kita tidak bisa melayani kegawatdaruratan atau bencana yang ada di Kota Denpasar,” tegasnya.

Selain ambulans dan kendaraan pemadam kebakaran, Pemkot Denpasar turut memastikan kebutuhan BBM bagi truk pengangkut sampah. Pasokan bahan bakar untuk armada tersebut dinilai penting guna menjaga kelancaran pengangkutan sampah dan mempertahankan kebersihan lingkungan kota.

Di tengah kondisi kelangkaan BBM, Pemkot Denpasar juga menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada 15–17 Oktober 2026. Kebijakan tersebut tertuang dalam surat edaran yang diterbitkan Sekretaris Daerah Kota Denpasar.

Langkah pengurangan mobilitas ini turut diikuti penerapan pembelajaran daring bagi siswa sekolah. Arya Wibawa menjelaskan, kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi maupun mobilitas masyarakat, sehingga konsumsi BBM dapat ditekan selama antrean di SPBU masih terjadi. Termasuk work from home untuk ASN. 

Di sisi lain, pemerintah kota menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan bahan bakar bagi kendaraan yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan pelayanan dasar. Dengan demikian, penanganan kondisi darurat, pemadaman kebakaran, serta pengangkutan sampah di Kota Denpasar diharapkan tetap berjalan optimal selama kelangkaan BBM berlangsung.

FWK KRITIK PENANGANAN KARHUTLA KURANG SERIUS, KALSEL MERASA JADI ANAK TIRI, MASYARAKAT MULAI FRUSTRASI


Jakarta -Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menilai pemerintah kurang serius dan sistematis dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap tebal yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan dan dampak karhutla yang berkepanjangan, mulai membuat masyarakat frustasi dan marah karena kehidupan mereka sehari-hari sangat terganggu.

“Kondisi ini membuat kita terusik. Bahkan, di tengah kesulitan masyarakat di daerah-daerah rawan karhutla, kita mendengar berita adanya operasi tangkap tangan KPK di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ini mengusik rasa kemanusiaan kita,” ujar Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane saat membuka Diskusi Kebangsaan FWK di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Hadir dalam diskusi hibrida ini, Hendry Ch Bangun, mantan Ketua Dewan Pers 2019-2022 serta sejumlah pengurus FWK dan  pemimpin redaksi media massa. Sementara teman-teman FWK yang hadir secara daring (online), di antaranya M Harris Sadikin (Palangka Raya); Zainal Helmie (Banjarmasin); Endro S Effendi (Samarinda); IGMB Dwikora Putra (Bali) dan Suroso Miswan (Papua Tengah).

Beberapa masalah daerah yang berdampak secara nasional menjadi isu hangat dalam diskusi ini. Selain masalah karhutla, FWK juga membahas masalah kelangkaan BBM di Bali. Di sejumlah SPBU, warga harus mengantre berjam-jam untuk dapat membeli BBM.

“Dampak kelangkaan BBM ini sangat luas, baik di bidang transportasi, pariwisata dan Pendidikan,” ujar Dwikora.

Anak Tiri

Tokoh pers di Kalimantan Selatan, Zainal Helmie mengemukakan, masyarakat menghadapi masalah serius karena karhutla yang berkepanjangan telah menganggu kesehatan masyarakat, kehidupan ekonomi rakyat, transportasi dan pendidikan.

Dikatakan, sekolah-sekolah sudah diliburkan dan anak-anak harus belajar dari rumah, serta tidak adanya jadwal penerbangan yang pasti, ini hanya sebagian kecil kesulitan yang dihadapi masyarakat. Ini menunjukkan pemerintah kurang serius menangani Karhutla.

“Terkesan karhutla kurang mendapat prioritas. Anggarannya terbatas,” ujar Helmie, Koorda FWK Kalsel.

Tidak heran, jika ada persepsi Kalimantan Selatan menjadi anak tiri, karena bukan termasuk daerah yang mendapat prioritas tinggi dalam penanganan karhutla. Saat ini, fokus pemerintah pusat pada Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Kabut asap tebal menyelimuti kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), hampir setiap hari. Tak heran jika wartawan senior, Harris Sadikin menyebut sudah hampir sebulan, tidak ada penerbangan dari Palangka Raya.

Akibat adanya kabut tebal, warga menghindari beraktivitas di luar rumah. Yang terkena dampaknya adalah UMKM karena omsetnya turun cukup drastis. Ini berpotensi mengakibatkan kredit macet di bank meningkat. Ekonomi melambat.

“Hingga kini, hampir dua bulan anak-anak tidak masuk sekolah. Semua anak belajar dari rumah,” tambah Harris, Koorda FWK Kalteng.

Kondisi darurat karhutla juga disampaikan koorda di Kalimantan Timur, Endro S Effendi. Masyarakat, katanya, sangat merasakan dampaknya.

Koorda FWK di Papua Tengah, Suroso Miswan menyebut masalah karhutla dan kemarau panjang mengakibatkan kesulitan hidup masyarakat.

Wartawan senior M Nasir, Dr Budi Nugraha, Rudi Sitompul, Dadang Rachmat, Berman Nainggolan, Herwan Pebriansyah dan Iqbal Risyad (Pimred VOI) juga menyoroti dan mempertanyakan mengapa pemerintah belum memanfaatkan tawaran bantuan negara-negara sahabat Indonesia.

Hendry Ch Bangun menyatakan karhutla yang berkepanjangan di Kalsel, Kaltim dan Kalteng membuat rakyat frustrasi dan marah karena kehidupan mereka terganggu, tidak saja masalah kesehatan yang memburuk, ekonomi yang mulai macet hingga pendidikan dan transporasi yang terganggu. Sementara belum terlihat upaya sistematis dan tepat dari pemerintah pusat.

Setidaknya kebijakan Presiden Prabowo dalam penanganan Karhutla, termasuk instruksinya dalam mempercapat pemadaman, baik lewat operasi darat dan udara di sejumlah wilayah, belum dirasakan langsung manfaatnya. Masyarakat masih berjuang menghadapi kabut asap.

Herry Sinamarata, Koordinator Ekonomi FWK menambahkan, pemerintah harus segera memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat termasuk UMKM yang sedang kesulitan menghadapi dampak  negatif karhatlu. Jangan menunggu apinya padam, baru bergerak! *

Perumda dan OPD Pemkot Denpasar Serentak Bagikan Ratusan Nasi Bungkus di Beberapa SPBU

Ket. Foto : Di Tengah Antrean BBM, Perumda dan OPD Pemkot Denpasar Serentak Bagikan Ratusan Nasi Bungkus di Beberapa SPBU

Denpasar,Bali Kini - Di tengah antrean panjang masyarakat yang akan membeli BBM di SPBU Kota Denpasar, aksi kepedulian secara serentak datang dari jajaran OPD Pemerintah Kota Denpasar dan juga Perusahaan Daerah (Perumda) Kota Denpasar. Lebih dari 300 nasi bungkus dan air minum dibagikan untuk masyarakat yang mengantre di beberapa titik SPBU, Kamis (15/10) siang.

Adapun Perumda yang terlibat, yakni Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma (BPS), dan Perumda Pasar Sewakadarma. Sementara OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar, seperti Bapenda, Dinas Perhubungan, jajaran Camat, Perbekel/Lurah dan lainnya. 

Saat dihubungi, Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, I Wayan Suadi Putra, menyampaikan aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu warga yang kelelahan akibat antrean panjang menyusul gangguan distribusi BBM di Bali.

"Atas arahan Bapak Wali Kota Denpasar, di tengah situasi yang menyulitkan, jajaran Perumda Kota Denpasar hari ini serentak bergerak untuk membagikan nasi dan air minum sebagai bentuk kepedulian dan semangat saling membantu di tengah kondisi ini," ungkap Wayan Suadi.

Ia menyebutkan, beberapa titik lokasi pembagian meliputi SPBU kawasan Gatot Subroto, SPBU Jalan Raya Puputan, SPBU Jalan Setiabudi, SPBU Jalan Pulau Buton, SPBU Jalan Kamboja, SPBU Jalan Imam Bonjol, SPBU Jalan Hayam Wuruk, dan SPBU seputaran Pasar Anyarsari.

Lebih lanjut, Wayan Suadi mengatakan, selain aksi berbagi makanan dan minuman, pihaknya juga membantu mengatur arus kepadatan di sekitar kawasan SPBU, sehingga kemacetan akibat dampak antrean panjang dapat sedikit terurai.

Pihaknya berharap aksi kecil ini dapat sedikit meringankan beban warga dan menjadi pengingat bahwa di tengah situasi sulit, semangat gotong royong dan Vasudhaiva Kutumbakam sebagai spirit kebersamaan Kota Denpasar tetap harus dijaga, sembari menunggu distribusi BBM kembali normal. (Win)

Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Melaspas Kori Agung

Ket. Foto:
Walikota Jaya Negara saat menghadiri Karya Melaspas Kori Agung Pura Pesanakan Pasek Agung Tegal.

DENPASAR, BALI KINI - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Melaspas Kori Agung di Pura Pesanakan Pasek Agung Tegal, Br. Buana Desa, Desa Adat Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, Rabu (14/10).

Upacara yang bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu ini dilaksanakan pasca rampungnya pembangunan Kori Agung.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara seusai ngaturang punia mengatakan, upacara ini merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat Hindu di Br. Buana Desa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

"Pemerintah Kota Denpasar mendukung dan mengapresiasi komunitas masyarakat di desa dan banjar yang mengedepankan pemberdayaan yang tidak terlepas dari sektor budaya dan keagamaan," ujar Jaya Negara.

Sementara Penglingsir Pura Pesanakan Pasek Agung Tegal, I Made Mada Wijaya menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemkot Denpasar terhadap pelestarian adat dan budaya.

Lebih dari itu, pihaknya berharap kegiatan ini akan membawa kebaikan dan juga kerahayuan untuk masyarakat setempat.

"Kami berharap karya ini membawa kebaikan dalam kegiatan persembahyangan di Br. Buana Desa," ujarnya. (Gita)

Seluruh Fraksi DPRD Setujui Perda Kawasan Tanpa Rokok

Ket. Foto : Wawali Arya Wibawa Hadiri Sidang Paripurna ke-23 Masa Persidangan III DPRD Kota Denpasar 


DENPASAR- Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri 
Sidang Paripurna ke-23 Masa Persidangan III DPRD Kota Denpasar pada Selasa (13/10). 
Sidang yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede itu membahas terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah dan juga Ranperda mengenai Penyelenggaraan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). 


Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede mengatakan, seluruh fraksi menerima dan menyetujui kedua Ranperda itu disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dengan mekanisme yang ada. 


“Secara umum seluruh Fraksi menerima dan menyetujui Ranperda ini disahkan menjadi Peraturan Daerah,” ujar I Gusti Ngurah Gede.


Masing-masing fraksi, yakni Fraksi PSI-NasDem, Fraksi Golkar, Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Gerindra menyampaikan pandangan umum dan pendapat akhir terkait kedua Ranperda tersebut. Secara umum, seluruh fraksi menerima dan menyetujui kedua Ranperda itu disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda) dengan mekanisme yang ada. 


Pandangan Umum dan Pendapat Akhir Fraksi Golkar yang dibacakan oleh Anggota DPRD I Wayan Suwirya menyebut, secara prinsip Fraksi Golkar menilai pembentukan Ranperda pembentukan Produk Hukum ini sangat strategis guna menghasilkan produk hukum yang akuntabel, berkualitas, responsif demi mendukung tata kelola Pemerintah Kota Denpasar yang optimal.


Sedangkan, berkaitan Ranperda Penyelenggaraan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sendiri menurut Fraksi Golkar sendiri dinilai sangatlah penting guna mengaturan pengawasan KTR yang meliputi kawasan terutama yang berkaitan dengan anak-anak, lingkungan sekolah, fasilitas umum dan lainnya. 


Dari Fraksi PSI-NasDem yang dibacakan oleh Anak Agung Putu Gede Anugraha Mertha, pandangan umum dan pendapat akhir yang disampaikan adalah disebutkan, Ranperda Pembentukan Produk Hukum Daerah harus memperhatikan kewenangan, kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat. 


AA Putu Gede Anugraha juga menyampaikan, Fraksi PSI-NasDem mengatakan,  pembentukan Ranperda Penyelenggaraan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) diharapkan akan dapat memberikan perlindungan kesehatan sekaligus menciptakan publik sehat di Kota Denpasar.


Sementara itu, pandangan umum Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan Luh Putu Mamas Lestari disebutkan, dengan dibentuknya Peraturan Hukum Daerah diharapkan dapat menghasilkan landasan hukum yang lebih komperhensif, sehingga mampu menyelenggarakan pemerintahan yang berkualitas. Lebih lanjut, Mamas Lestari juga menyampaikan, terkait dengan Ranperda Penyelenggaraan KTR, Fraksi PDI Perjuangan menilai dengan pertauran daerah ini diharapkan akan memberikan perlindungan kesehatan khususnya resiko kesehatan akibat konsumsi rokok, dan atau produk tembakau dan paparan asap rokok.


Pandangan umum dan pendapat akhir dari Fraksi Gerindra, yang dibacakan I Ketut Sudana menyebutkan, Ranperda  Pembentukan Produk Hukum Daerah, diharapkan akan dapat menjamin kepastian Hukum, untuk mengiringi penyelenggaraan Pemerintah Daerah yang tertib dan efektif. Fraksi Gerindra juga menyampaikan, kedepannya Perda tentang Penyelenggaran KTR agar disosialisasikan dengan baik dan intensif kepada masyarakat. 


Menanggapai pembahasan itu, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD Kota Denpasar, yang telah dengan seksama ikut membahas tentang pembentuan kedua Ranperda itu. 


Arya Wibawa mengatakan, pengaturan lebih terperinci diperlukan untuk menyesuaikan regulasi dengan perkembangan produk tembakau dan rokok elektrik. Menurutnya, aturan KTR yang telah ada sebelumnya disusun ketika penggunaan rokok konvensional masih menjadi perhatian utama. Sementara itu, saat ini terdapat perkembangan produk baru, seperti vape dan rokok elektrik, yang perlu diakomodasi dalam aturan turunan.


“Nanti akan kita tuangkan dalam Perwali untuk mengatur lebih detail itu, karena ada sebagian juga promosi dari rokok elektrik yang menyatakan tidak mengganggu lingkungan sekitar. Hal ini yang akan kita tuangkan secara detail nanti di dalam Perwali, termasuk juga toko-tokonya,” ujar Arya Wibawa.


Dengan demikian, pengaturan ketentuan teknis mengenai pembatasan  dan pengawasan penggunaan maupun pola pengaturan toko yang menjual masih akan dirumuskan lebih lanjut melalui Perwali. (*s)

Kelangkaan BBM, Siswa SLB Negeri 1 Karangasem Belajar dari Rumah


Laporan reporter: Gusti Ayu Purnamiasih 

KARANGASEM, BALIKINI– Dampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bali turut memengaruhi aktivitas pendidikan. Sejumlah sekolah menerapkan pembelajaran daring, termasuk SLB Negeri 1 Karangasem, sebagai upaya mengurangi mobilitas masyarakat di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Karangasem.

Kebijakan tersebut berlaku pada 15 hingga 17 Oktober 2026. Selama periode tersebut, siswa mulai dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA diarahkan untuk mengikuti pembelajaran dari rumah.

Khusus di SLB Negeri 1 Karangasem, sistem pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing siswa yang memiliki beragam kondisi disabilitas. Alih-alih menerapkan pembelajaran daring secara penuh, pihak sekolah memberikan tugas tambahan yang dapat dikerjakan siswa bersama keluarga di rumah.

“Materi yang diberikan berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, seperti penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, membiasakan diri mengucapkan salam, serta mengenal dan menghafal nama-nama benda di lingkungan sekitar,” tandas I Wayan Muliarta, Guru Bahasa Bali SLB N 1 Karangasem.

Pemberian tugas tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik ketunaan setiap siswa agar proses pembelajaran tetap berlangsung secara optimal meskipun kegiatan belajar tatap muka sementara ditiadakan.

Hasil pembelajaran siswa selanjutnya diunggah ke Google Drive yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Dengan demikian, guru tetap dapat memantau aktivitas belajar siswa selama masa pembelajaran dari rumah.

Kebijakan meliburkan siswa dari kegiatan belajar tatap muka ini diharapkan dapat membantu mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Karangasem dapat berangsur terurai.

Meski demikian, kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan dengan pendekatan yang menyesuaikan kebutuhan siswa, sehingga hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi di tengah kondisi kelangkaan BBM yang terjadi di Bali. (Ami)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved