-->

Bali Kini

Ads

Kabar Denpasar

Kabar Tabanan

Kabar Klungkung

Kabar Jembrana

Senin, 21 September 2026

Peringati Hari Tumpek Kandang, Ratusan Tukik Dilepas ke Alam Liar


Jembrana , Bali Kini — Pemerintah Kabupaten Jembrana memperingati Hari Tumpek Uye (Tumpek Kandang) dengan melepas 200 ekor tukik di lokasi Konservasi Penyu Kurma Asih, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Sabtu (5/9).

Aksi pelepasliaran satwa ini diikuti langsung oleh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, serta Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi. Turut hadir perwakilan Forkopimda, jajaran pejabat Pemkab Jembrana, dan masyarakat pemerhati penyu.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata pemuliaan terhadap satwa dan lingkungan sesuai makna Tumpek Kandang.

"Hari ini kita melaksanakan pelepasan tukik memperingati hari Tumpek Kandang. Jadi ini sebagai upaya kita merawat hewan, menjaga kehidupan, dan menjaga keseimbangan alam kita. Kalau kita menyayangi alam, maka alam pun akan menyayangi kita," ujar Bupati Kembang.

Sementara itu, Ketua Kelompok Konservasi Penyu Kurma Asih, I Wayan Anom Astika, menjelaskan bahwa seluruh tukik yang dilepasliarkan merupakan spesies penyu lekang yang baru menetas.

"Ada 200 ekor dan itu semua jenisnya penyu lekang. Itu yang menetas tadi pagi dan baru kemarin," jelas Anom.

Ia menambahkan bahwa pihak konservasi selalu berpegang teguh pada prinsip pelestarian alam tanpa eksploitasi agar rantai ekosistem tetap terjaga secara alami.

"Kurma Asih melakukan konservasi. Tidak ada eksploitasi, dia perlakuannya tidak merasa disiksa, dia tidak boleh ditahan. Soalnya secara nalurinya dia kan satwa liar," tegasnya.

Peringatan Tumpek Kandang ini diharapkan dapat terus membangkitkan kesadaran kolektif masyarakat Jembrana untuk aktif menjaga kelestarian satwa liar dan ekosistem pesisir pada khususnya.
(*)

Rawat Aset Daerah, ASN Jembrana Gotong Royong di Terminal Cargo


​Jembrana , Bali Kini  – Pemerintah Kabupaten Jembrana terus konsisten membudayakan pola hidup bersih dan menjaga keasrian lingkungan kerja serta fasilitas publik. 

Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Jembrana kembali menggelar aksi gotong royong bersama yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Terminal Cargo Kaliakah, Jumat (18/9).


​Aksi kebersihan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. Kehadiran pimpinan daerah di tengah-tengah para pegawai menjadi pemantik semangat para ASN dalam membersihkan area terminal yang merupakan salah satu aset vital milik daerah.

​Dalam arahannya, Bupati Kembang menekankan pentingnya rasa memiliki (sense of belonging) dan kolaborasi lintas Perangkat Daerah (PD) dalam merawat seluruh aset milik Pemerintah Kabupaten Jembrana. Menurutnya, kebersihan serta pemeliharaan sarana publik tidak boleh dibebankan kepada satu instansi saja, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif seluruh pegawai.

​"Aparat dan aset-aset yang menjadi milik Pemkab Jembrana harus kita jaga bersama. Tanggung jawab pembersihannya tidak hanya berada pada satu PD saja, melainkan dilakukan secara kolektif oleh seluruh pegawai," tegasnya


​Selain berfokus pada aksi kebersihan, Bupati Kembang juga memberikan perhatian khusus terkait optimalisasi pemanfaatan Terminal Cargo Kaliakah ke depan. Beliau mengungkapkan wacana pengembangan fungsi terminal agar tidak hanya berfokus sebagai fasilitas kargo, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.


​"Terkait keberadaan terminal ini, ke depan akan kita dorong agar pemanfaatannya lebih maksimal. Terutama untuk angkutan transportasi seperti bus-bus yang menerapkan sistem berbasis online, sehingga terminal ini dapat dimanfaatkan secara multifungsi dan tidak hanya terbatas untuk kargo semata," ungkapnya.


​Melalui kegiatan gotong royong rutin ini, Pemkab Jembrana berharap dapat meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga fasilitas umum, sekaligus mendorong optimalisasi fungsi aset-aset daerah demi memberikan pelayanan dan kenyamanan yang lebih baik bagi masyarakat Jembrana. ( pr *)

Wantilan Pura Jagatnatha Jembrana Direhab Tahun Ini.


Jembrana , Bali Kinin- Wantilan Pura Jagatnatha akhirnya direhab tahun ini. Proyek perbaikan fasilitas keagamaan dan kebudayaan tersebut didanai penuh melalui APBD Kabupaten Jembrana. Pengerjaan fisik telah dimulai sejak 31 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada 28 Oktober 2026 mendatang.

Sebelumnya, perbaikan wantilan ini sempat tertunda akibat berbagai efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jembrana yang lebih memprioritaskan pelayanan dasar dan kebutuhan umum masyarakat.

Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, didampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perhubungan (PUPRHub) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan dan Kawasan Permukiman (LHPKP) Jembrana, turun langsung meninjau progres perbaikan di lapangan, Jumat (18/9).

Bupati Kembang menekankan agar pihak pelaksana proyek bekerja secara optimal dan tepat waktu. Ia juga menegaskan bahwa kualitas konstruksi serta aspek keindahan bangunan harus menjadi perhatian utama. 

Lebih lanjut, Bupati Kembang berharap setelah proses perbaikan selesai, wantilan dapat kembali dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat luas. 

"Kami berharap setelah Wantilan ini selesai diperbaiki, fasilitas ini dapat kembali digunakan sebagai pusat kegiatan seni, budaya, keagamaan, serta wadah pertemuan bagi seluruh masyarakat Jembrana," ucapnya.(*)

Kurang dari 24 Jam, Tim 1 Resmob Tohlangkir Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Amed


Karangasem, Bali Kini – Kasus dugaan pencurian sepeda motor yang terjadi di Parkiran Pasar Culik, Banjar Dinas Pekandelan, Desa Culik, Kecamatan Abang, Karangasem, berhasil diungkap polisi kurang dari 24 jam.

Satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam bernomor polisi DK 6938 TM milik Ni Made Astri sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu (20/9/2026) dini hari.

Sepeda motor tersebut hilang setelah korban memarkirkannya di bagian utara Pasar Culik sekitar pukul 02.00 WITA. Saat ditinggalkan, kunci kontak sepeda motor masih dalam kondisi melekat atau nyantol.

Sekitar pukul 03.00 WITA, korban keluar dari dalam pasar dan mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di tempat semula. Korban kemudian mencari di sekitar pasar bersama petugas keamanan, namun kendaraan tersebut tidak ditemukan.

Korban selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Abang. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp8 juta.

Kapolsek Abang AKP I Komang Susiawan membenarkan adanya laporan tersebut dan menyebut kasus masih dalam proses penanganan.

“Benar, ada laporan terkait dugaan pencurian sepeda motor di wilayah Pasar Culik. Saat ini masih dalam proses penanganan,” ujar AKP I Komang Susiawan, Minggu (20/9/2026).

Berkat kegigihan Tim 1 Resmob Tohlangkir Polres Karangasem dalam melakukan penyelidikan, terduga pelaku akhirnya berhasil dibekuk di wilayah Amed, Karangasem.

Tak hanya mengamankan terduga pelaku, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti sepeda motor di wilayah Singaraja yang diduga merupakan hasil pencurian tersebut. Pengungkapan ini dilakukan kurang dari 24 jam sejak laporan diterima.

Terduga pelaku selanjutnya dibawa oleh tim untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait dugaan pencurian sepeda motor tersebut.

Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap secara lengkap kronologi dan peran terduga pelaku dalam kasus tersebut.

Dengan diamankannya terduga pelaku beserta barang bukti, kasus dugaan pencurian sepeda motor di Parkiran Pasar Culik tersebut kini dalam penanganan lebih lanjut Polsek Abang dan jajaran Reskrim Polres Karangasem. (Ami)

Minggu, 20 September 2026

Wali Kota Jaya Negara Resmikan Wantilan Banjar Tampakgangsul

Ket. Foto : Wali Kota Jaya Negara Resmikan Wantilan Banjar Tampakgangsul, Dorong Penguatan Budaya dan Kebersamaan


Denpasar , Bali Kini - Usai rampung proses pembangunan, Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Upacara Melaspas serta Meresmikan Wantilan Banjar Tampakgangsul, Desa Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Utara. Peresmian dilaksanakan melalui penandatanganan prasasti pada Rahina Saniscara Wage Prangbakat, Sabtu (19/9) sore.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Sekda Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widya Utama,  Bendesa Adat Denpasar, AA. Ngurah Alit Wirakesuma, dan sejumlah tokoh masyarakat sepertiI Nyoman Gede Sudiantara.

Turut mendampingi Wali Kota Jaya Negara diantaranya Kadis Perkim Denpasar, Putu Tony Marthana Wijaya, Kabag Kesra, I Putu Agus Jayadi, dan Camat Denpasar Utara, Wayan Ariyanta, 

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengatakan dengan berdirinya bangunan Wantilan Banjar Tampakgangsul yang baru dapat memberikan kenyamanan dan vibrasi positif bagi masyarakat setempat dalam melaksanakan berbagai kegiatan.

Upacara Melaspas serta Peresmian Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat setempat untuk senantiasa eling dan meningkatkan Srada Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. Sehingga menjadi jalan menjaga keharmonisan antara Parahyangan, Palemahan, dan Pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana. "Dalam menjaga harmonisasi sebagai impelementasi Tri Hita Karana sejalan juga dengan spiirit Vasudhaiva Kutumbakam atau persaudaraan," ujar Jaya Negara.

Sementara Panitia Karya Melaspas serta Peresmian Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul, AA Ngurah Alit Semara menjelaskan Karya Melaspas serta Peresmian Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul dipuput Ida Pedanda Gede Made Karang, Griya Karang Tampakgangsul.

Pembangunan Balai Wantilan Banjar Tampakgangsul untuk merevitalisasi bangunan agar lebih layak. Pembangunan dimulai sejak bulan Juni Tahun 2024 dan rampung bulan September tahun ini. Setelah pembangunan ulang penambahan luas bangunan menjadi total 830 Meter Persegi.

Dijelaskan pula, bangunan terdiri dari dua lantai. Lantai atas diperuntukkan untuk kegiatan olahraga dan dibawahnya untuk kegiatan pelestarian budaya. Sementara halaman diperuntukkan untuk UMKM.

"Terimakasih atas kehadiran Bapak Wali Kota Jaya Negara meresmikan Wantilan Banjar kami. Mudah mudahan setelah rampungnya pembangunan Wantilan Banjar kami yang baru dapat bermanfaat lebih baik bagi masyarakat kamu terkait peningkatan fungsi dan fasilitas untuk masyarakat kami dalam menjalankan berbagai kegiatan, " ujarnya. (esa-toblo)

Sabtu, 19 September 2026

Perkuat Keselamatan Pelayaran Nusa Penida, Pemkab Klungkung dan ITS Surabaya Jajaki Kerja Sama Teknologi Kelautan


Klungkung, Bali Kini - Pemerintah Kabupaten Klungkung menerima kunjungan kerja dan audiensi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Sabtu (19/9). Pertemuan ini digelar dalam rangka memperkuat sinergi serta menjajaki pengembangan kerja sama strategis di bidang pemanfaatan teknologi dan inovasi daerah.

Dalam kunjungan tersebut, ITS Surabaya menyerahkan hibah teknologi kelautan berupa transmitter Automatic Identification System (AISITS) kepada dua armada kapal penyeberangan, yaitu Gangga Express dan PT Angkal Bali Perkasa. Selain itu, Pemkab Klungkung juga menerima hibah perangkat lunak iStow (Stowage Planning Software), sebuah inovasi dari Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyampaikan bahwa wilayah Klungkung khususnya Kepulauan Nusa Penida memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap konektivitas transportasi laut. Menurutnya, mobilitas masyarakat, distribusi barang, kegiatan pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi lokal sangat ditentukan oleh ketersediaan sistem transportasi laut yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

"Pemerintah Kabupaten Klungkung tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Kita membutuhkan sinergi dengan perguruan tinggi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap hubungan dengan ITS dapat terus berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan di bidang riset, inovasi, hingga peningkatan kapasitas SDM," ujar Bupati I Made Satria.

Bupati juga menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memelihara, memanfaatkan, dan mengoptimalkan hibah teknologi ini, serta secara serius menggarap program-program skala prioritas yang dapat dikerjasamakan dengan ITS Surabaya.

Sementara itu, Rektor ITS Surabaya, Prof. Bambang Pramujati, mengapresiasi sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Klungkung. Ia menjelaskan bahwa pemasangan transmitter AISITS di armada kapal penyeberangan Desa Kusamba diharapkan dapat membantu Dinas Perhubungan dalam memetakan lalu lintas pelayaran di sekitar Nusa Penida.

"Teknologi AISITS dan iStow hadir untuk mendukung keselamatan pelayaran secara menyeluruh. AISITS berfokus pada pemantauan posisi dan identitas kapal secara real-time, membantu mencegah risiko tubrukan, serta mendukung operasi Search and Rescue (SAR). Sementara perangkat lunak iStow membantu perencanaan tata letak muatan agar keseimbangan dan stabilitas kapal tetap terjaga sebelum berlayar," jelas Rektor ITS.

Selain meningkatkan keselamatan operasional dan situasional awareness, pemanfaatan kombinasi teknologi ini juga memberikan manfaat penting bagi perlindungan lingkungan laut. Dengan pemantauan lalu lintas kapal yang akurat, risiko kecelakaan seperti kapal kandas atau tubrukan yang berpotensi merusak terumbu karang dan memicu pencemaran laut dapat diminimalkan.

Kegiatan audiensi ini diakhiri dengan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah teknologi serta penukaran cinderamata antar-kedua instansi.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Anak Agung Putra Wedana, jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkab Klungkung, pimpinan dan akademisi Fakultas Teknologi Kelautan ITS Surabaya, perwakilan manajemen CV Gangga Express dan PT Angkal Bali Perkasa, serta jajaran instansi terkait lainnya.(*)

Buka Locatide Festival 2026, Bupati dan Wabup Klungkung Dorong Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Nusa Penida


Klungkung, Bali Kini - Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra dan Ny. Eva Satria menghadiri sekaligus membuka secara resmi gelaran Locatide Festival 2026 yang berlangsung di Amarta Penida, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (18/9). Festival yang mengusung kreativitas lokal ini digelar selama dua hari hingga Sabtu (19/9).
Dalam festival tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Klungkung turut ambil bagian aktif sebagai narasumber dalam sesi Podcast Forum Locatide.

Pada sesi pertama, Bupati I Made Satria memaparkan arah kebijakan dan pengembangan destinasi Nusa Penida melalui topik “Menjaga Nusa Penida di Tengah Pertumbuhan Pariwisata.” Sementara pada sesi kedua, Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra mengisi diskusi bertajuk “Kreativitas Lokal, Gelombang Baru Pariwisata Nusa Penida” yang berfokus pada penguatan ekonomi kreatif serta gerakan komunitas lokal.

Usai sesi diskusi, pimpinan daerah Kabupaten Klungkung tersebut melakukan peninjauan ke arena lomba serta memberikan motivasi secara langsung kepada para peserta Tattoo Contest dan Mural Contest yang melibatkan para pelajar tingkat SMA.

Bupati I Made Satria mengapresiasi tinggi penyelenggaraan Locatide Festival 2026 yang dinilainya unik dan membawa warna baru bagi geliat pariwisata di Nusa Penida. Ia berharap event ini dapat terus digarap lebih matang di masa mendatang serta mampu berkolaborasi secara sinergis dengan pemerintah daerah.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tampil beda. Kedepan, festival ini dapat digarap lebih matang dan bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Kegiatan seperti ini efektif dalam mengembangkan potensi daerah, merangkul komunitas-komunitas lokal, serta mendorong industri pariwisata yang berkolaborasi langsung dengan program pemerintah," ujar Bupati Satria.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan komunitas yang telah berkontribusi aktif mensukseskan acara tersebut. Bupati berharap semakin banyak komunitas baru yang terlibat di masa depan agar memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pembangunan pariwisata di Kabupaten Klungkung, khususnya di Kecamatan Nusa Penida.

Jumat, 18 September 2026

Jaya Negara Dampingi Gubernur Koster Kunjungi SMPN 13 DenpasarDisambut Kreativitas Seni Budaya Siswa, Bahas Pengembangan Sekolah

Keterangan foto: walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara saat dampingi Gubenur Bali I Wayan Koster berkunjung k SMPN 13 Denpasar, Jumat (18/9)


DENPASAR , BALI KINI  – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Gubernur Bali  Wayan Koster melakukan kunjungan ke SMP Negeri 13 Denpasar, Jumat (18/9). Kedatangan Gubernur Bali disambut antusias oleh seluruh siswa, guru, dan jajaran sekolah dengan beragam kreativitas seni dan budaya.

Suasana penyambutan berlangsung meriah. Para siswa SMPN 13 Denpasar menampilkan berbagai kesenian, mulai dari tarian tradisional, rindik, kekawin, hingga sejumlah pertunjukan seni lainnya. Penampilan tersebut menjadi gambaran kreativitas sekaligus semangat para siswa dalam melestarikan seni dan budaya Bali.

Kunjungan Gubernur Bali bersama Wali Kota Denpasar tersebut semakin hangat saat ditutup dengan pembagian nasi jinggo. Secara langsung, Gubernur Wayan Koster membagikan nasi jinggo kepada para siswa dan guru SMPN 13 Denpasar.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kunjungannya ke SMPN 13 Denpasar berawal dari pertemuan secara spontan dengan anak-anak sekolah di jalan. Dalam pertemuan tersebut, para siswa mengundang dirinya untuk berkunjung ke sekolah. Koster pun menyambut baik undangan tersebut dan menyempatkan diri datang untuk melihat secara langsung kondisi SMPN 13 Denpasar.

“Karena diundang anak-anak SMPN 13 saat ketemu di jalan, saya bersedia berkunjung ke SMPN 13. Situasi sekolah bagus-bagus. Saya titip kepada kepala sekolah, seizin Bapak Wali Kota, kalau ada yang perlu diselesaikan akan saya bantu,” ujar Gubernur Koster.

Koster juga menyampaikan bahwa kedatangannya ke sekolah tersebut tidak ingin hanya sebatas kunjungan, namun juga membawa buah tangan bagi para siswa dan guru. Selain itu, Koster menyatakan siap membantu apabila masih terdapat kebutuhan sekolah yang perlu ditindaklanjuti.

Sementara itu, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster yang di tengah kesibukannya masih menyempatkan diri memenuhi undangan para siswa SMPN 13 Denpasar.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali. Di tengah kesibukan beliau yang begitu padat, masih menyempatkan diri hadir memenuhi undangan anak-anak SMPN 13 Denpasar. Ini berawal dari pertemuan beliau dengan anak-anak di jalan beberapa waktu lalu,” ujar Jaya Negara.

Menurut Jaya Negara, kunjungan tersebut menjadi momentum yang sangat baik bagi pihak sekolah untuk menyampaikan secara langsung berbagai kondisi maupun kebutuhan sekolah kepada Gubernur Bali.

“Ini merupakan momen yang sangat bagus. Kepala sekolah bisa menyampaikan berbagai hal tentang sekolah maupun yang lainnya kepada Bapak Gubernur,” katanya.

Kepala SMPN 13 Denpasar Ni Made Sumarini mengaku bersyukur atas kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai anugerah sekaligus motivasi bagi seluruh keluarga besar sekolah. Ia berharap perhatian pemerintah dapat mendorong sekolah semakin maju dalam membina siswa agar berkembang dan mampu meraih cita-cita. Sumarini juga menyampaikan sejumlah kebutuhan penataan sarana sekolah, khususnya halaman yang diharapkan dapat dibuat lebih rapi dan nyaman. Selain itu, area di atas tempat peresapan air direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai lahan parkir sekaligus lapangan untuk berbagai aktivitas siswa, termasuk latihan memanah.

Selain kebutuhan penataan halaman, SMPN 13 Denpasar juga mendapat dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan sarana pembelajaran, di antaranya laboratorium IPA dan TIK. Sumarini berharap sinergi Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, pemerintah pusat, dan pihak sekolah terus terjalin sehingga kebutuhan sarana dan prasarana dapat dipenuhi secara bertahap. "Dengan lingkungan belajar yang semakin nyaman dan fasilitas yang memadai, sekolah diharapkan mampu memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, seni, budaya, serta prestasi mereka," harapnya. (Ayu)

Penelitian Situs di Gunung Tapak masih Terganjal


TABANAN , BALI KINI - Anggota DPD RI asal Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, melakukan inisiasi untuk penelitian objek diduga cagar budaya di Gunung Tapak Desa Candikuning Kecamatan Baturiti, Tabanan.

Dalam rencana pelaksanaannya dikoordinir oleh Komunitas Walidwipa dengan ketua I Wayan Sila Sayana. Penelitian tersebut kemudian melibatkan tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Salah satu pendamping kegiatan, Pande Made Suardana, menjelaskan, konteks kegiatan di Gunung Tapak berkaitan dengan pendataan awal terhadap peninggalan masa lampau yang berpotensi memiliki nilai sejarah dan budaya.

Menurutnya, kawasan Gunung Tapak, baik di sisi utara maupun selatan, memiliki sejumlah peninggalan berupa batu-batu yang diperkirakan berasal dari masa lampau.

Di sisi utara terdapat Pura Pucaksari dengan sejumlah batu berundak dan bebaturan peninggalan masa lalu. Sementara di sisi selatan terdapat Pura Terate Bang dan Batu Meringgit yang juga menyimpan sejumlah peninggalan berupa bebatuan.

Selain itu, di puncak Gunung Tapak terdapat sebuah lokasi yang dianggap keramat dan terdapat makam yang hendak diketahui lebih jauh mengenai identitas maupun bentuk peninggalannya.

“Dari tim ingin mengetahui makam siapa, bagaimana, terus bentuknya apa sih peninggalannya,” kata Pande Made Suardana di Denpasar, Jumat (18/9/2026)

Karena menemukan ada informasi terkait juru kunci di kawasan itu, tim kemudian menemui juru kunci dan menyampaikan kepada juru kunci agar dapat dilakukan pendataan.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan juru kunci untuk mengetahui mekanisme dan izin memasuki lokasi. Juru kunci yang diketahui bernama Haji Farid mengatakan tidak mengizinkan adanya pembongkaran.

Tim menjelaskan bahwa tidak akan ada pembongkaran dan Haji Farid juga akan dilibatkan saat pendataan.

Saat itu Haji Farid belum mengiyakan dan mengaku akan berembuk dengan pihak setempat terkait rencana tersebut.

Oleh karena itu, hingga kini pendataan belum dapat dilakukan karena masih menunggu hasil rembuk yang dilakukan juru kunci.

“Belum bisa. Karena itu dia masih menunda. Nanti dulu saya mau berembuk, begitu kata juru kuncinya,” ujarnya.

Pande menambahkan, apabila belum ada izin atau tindak lanjut dari pihak terkait, tim hanya dapat melaporkan perkembangan tersebut kepada pihak yang berwenang.

Pendataan itu antara lain untuk mengetahui bentuk batu, tulisan atau angka yang terdapat pada benda peninggalan, serta informasi lain yang dapat membantu mengidentifikasi usia dan konteks sejarahnya.

Terkait administrasi penelitian, Pande menyebut permohonan telah diajukan kepada kementerian pada Mei 2026.

Selanjutnya, surat izin penelitian berlaku mulai September hingga 30 November 2026, dengan catatan adanya pemberitahuan kepada Perbekel Candikuning sebagai pihak kedinasan.

Meski demikian, izin administratif tersebut tetap perlu diikuti koordinasi dengan pihak yang selama ini mengelola atau menjaga lokasi peninggalan.

Sebab, menurut Pande, kegiatan penelitian harus tetap menghormati keberadaan adat, pengelola, serta fungsi keagamaan yang telah berjalan di kawasan tersebut. (*)

Sidak Malam di Lapas Karangasem, Pisau Modif hingga Palu Ditemukan


Karangasem, Bali Kini – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Karangasem menggelar penggeledahan atau razia gabungan bersama aparat penegak hukum pada Kamis (17/9/2026) malam. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WITA tersebut melibatkan personel Polres Karangasem, termasuk anggota Satresnarkoba dan Buser, Kodim Karangasem, BNN Kabupaten Karangasem, Bapas Karangasem serta LPKA Karangasem.

Razia dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas. Kegiatan tersebut juga menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.61.OT.02.02 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan dalam rangka Deteksi Dini Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban pada Lapas, LPKA dan Rumah Tahanan Negara di seluruh Indonesia.

Kepala Lapas Kelas IIB Karangasem, I Made Supartana, memimpin langsung apel sebelum kegiatan penggeledahan dimulai. Setelah apel, tim dibagi untuk melakukan pemeriksaan terhadap kamar-kamar hunian di blok pria dan wanita.

Sasaran penggeledahan meliputi telepon seluler, narkotika serta berbagai benda yang berpotensi digunakan untuk mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang, di antaranya satu pisau modifikasi, satu palu, satu tang, satu kayu balok, dua tali, 13 paku, tiga botol kaca, empat gunting kuku, empat penjepit kertas dan enam sendok.

Petugas juga menemukan empat ikat pinggang, tiga set kartu remi, tiga botol parfum berbahan kaca, delapan cermin, satu bingkai kaca dan satu amplas.

Seluruh barang hasil penggeledahan tersebut kemudian dicatat, disita dan diinventarisasi. Barang-barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian selanjutnya akan dimusnahkan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Selain melakukan penggeledahan, petugas juga menggelar tes urine terhadap pegawai dan warga binaan. Sebanyak lima pegawai dan 10 warga binaan mengikuti pemeriksaan yang didampingi langsung oleh petugas BNN Kabupaten Karangasem.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta tes urine dinyatakan negatif narkoba.

I Made Supartana mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas.

“Sebagai deteksi dini gangguan kamtib, kegiatan berjalan aman dan lancar,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Karangasem.

Pihak Lapas Karangasem menyatakan kegiatan penggeledahan akan dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di lingkungan Lapas. (Ami)

Breaking News

warmadewa

warmadewa

Kabar Internasional

Kabar Karangasem

Kabar Tabanan

Kabar Nasional

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved