-->

Selasa, 06 Desember 2022

Ketua TP PKK Tabanan Kembali Gencarkan Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber


BALIKINI.NET | TABANAN — Menuju penghujung tahun, tak menyurutkan semangat Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, S.H.,M.M untuk terus mensosialisasikan program-program kerja unggulan PKK, salah satunya yakni Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Pemberdayaan Bank Sampah yang disampaikannya secara langsung melalui dialog interaktif di media Radio Global FM Bali, Selasa, (6/12). 

Dengan didampingi oleh Gusti Putu Ekayana selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan dan juga Pengurus TP. PKK Kabupaten yang menghadiri, dialog yang berlangsung hangat selama 120 menit tersebut mengangkat topik terkait solusi-solusi terhadap kendala sampah yang sejatinya dapat diolah kembali. Hal ini diharapkan mampu mengubah paradigma sampah, yang nantinya tidaklah menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun tanggung jawab kita bersama, terlebih sampah rumah tangga. 

“Sampahku tanggung jawabku” menjadi tema dialog sebagaimana sampah dalam hal ini ditekankan untuk menjadi tanggung jawab bersama, dengan tujuan masyarakat nantinya mampu berkomitmen untuk buang sampah yang benar, dengan slogan “kebersihan adalah investasi”. Dapat dikatakan investasi, sebab sampah tidak hanya berakhir menjadi hal yang tidak berguna, tapi bisa diolah dan dikelola menjadi berbagai rupa yang dapat dijual dan menghasilkan uang kembali. 

Di segmen ini, Ny. Rai Sanjaya menyampaikan, kendala sampah yang semakin hari menumpuk dan harus segera dipikirkan dan diatasi dengan segera. “Mengapa topik ini kami angkat, karena sesuai Pergub, dan juga sudah menjadi masalah seperti yang kita alami baru-baru ini, dampak banjir yang mana isinya semuanya sampah. Dan dengan mengangkat tema ini, kita harapkan mampu mengubah kesadaran masyarakat dan merubah perilaku serta paradigma agar sampah bisa dikelola, tidak menjadi musibah dan bagaimana sampah itu pada akhirnya akan menjadi berkah buat kita” paparnya saat itu. 

Adapun langkah-langkah yang selama ini telah dilakukan di Tabanan dalam mengantisipasi sampah termasuk mendirikan Bank Sampah, pengelolaan sampah berbasis TPS3R (Reduce, Reuse dan Recycle) dengan menggandeng pihak-pihak terkait dan LSM, serta beragam sosialisasi termasuk pengelolaan eco-enzym. “Salah satunya dengan menggandeng kami di PKK, karena kami di PKK sudah memiliki kader-kader yang membidangi masalah sampah, dan sudah kita kaitkan dengan 10 program PKK yaitu pelestarian lingkungan hidup, kita sudah mempunyai kader-kader yang nanti bisa bekerjasama menangani masalah tersebut” Ny. Rai Sanjaya menjelaskan. Pihaknya juga menyatakan kesiapan TP PKK Tabanan untuk terus bersinergi mengatasi permasalahan sampah. 

Pihaknya juga menekankan, pentingnya sosialisasi untuk terus dilakukan, terutama ibu-ibu sebagai ujung tombak penggerak program Pemerintah seperti pengelolaan sampah ini. “Sampahku adalah tanggung jawabku, dalam kesempatan ini saya ingin sosialisasikan bagaimana kita mengubah pola pikir dan mindset, bersama-sama mengajak dan mensosialisasikan cara mengolah sampah, misalnya membuat lubang biopori atau bagaimana sampah yang gampang terurai kita buat menjadi pupuk, langkah yang kecil dulu. Lalu sampah sayur-sayuran bisa kita pakai menjadi eco-enzym” sebutnya. Eco-Enzym yang terbentuk dari pengelolaan sampah, nantinya dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih untuk di rumah. 

Mendukung paparan ketua TP PKK Tabanan, Gusti Putu Ekayana, selaku Kadis LH yang saat itu mendampingi juga menjelaskan antisipasinya sekaligus solusi untuk menanggulangi masalah sampah di Tabanan terlebih beberapa waktu lalu sempat terdampak banjir. “Beberapa waktu lalu kita sempat didera oleh masalah darurat sampah, memang kala itu terjadi kerusakan alam di TPA mandung karena keadaannya yang overload. Jadi perlu penataan dan perbaikan alat berat. Solusinya sudah kita kerjasamakan dengan TPS3R terdekat, dan saat kami mengajukan usulan kepada pimpinan, justru beliau sangat mendukung dan siap mengawal kami. Bahwa sampah adalah tanggung jawab kita bersama” Jelasnya saat itu. 

Pihaknya juga menjelaskan, dengan menggandeng PKK nantinya dapat terbentuk bank-bank sampah di setiap daerah yang tentunya juga akan membawa manfaat bagi masyarakat. “Sistemnya saat sudah ada pengurus, nanti kumpul setiap bulan, bawa timbangan dan langsung dicatat. Transaksinya juga sudah diarahkan ke digital. Nanti kami carikan mitra kerja  sehingga sampah-sampah yang menumpuk akan memiliki nilai ekonomi” imbuh Ekayana.  

Sabtu, 03 Desember 2022

Babinsa Desa Kukuh Melaksanakan PAM Upacara Pitra Yadnya


BALIKINI.NET | TABANAN — Babinsa Desa Kukuh Koramil 1619-06/Marga, Serda I Gede Putu Antarayasa bersama Bhabinkamtibmas Aiptu I Made Rasnu dan Pecalang Desa Adat Pekraman Kukuh melaksanakan PAM (Pengamanan) Upacara Pitra Yadnya di Setra Gandamayu Desa Adat Kukuh Banjar Lodalang, Senin, (21/11/2022). Kegiatan PAM ini dilakukan untuk membantu memberikan rasa aman dan nyaman saat  proses pelaksanaan upacara Pitra Yadnya yang diselenggarakan masyarakat di Desa Kukuh.

Babinsa Desa Kukuh Serda I Gede Putu Antarayasa mengatakan dirinya bersama Bhabinkamtibmas dan Pecalang Desa Adat Pekraman Kukuh melaksanakan PAM kegiatan upacara Pitra Yadnya di Setra Gandamayu Desa Adat Kukuh. Pengamanan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang melaksanakan upacara Pitra Yadnya termasuk juga masyarakat pengguna jalan yang melintas di tempat tersebut.

"Kami bersama Bhabinkamtibmas dan juga Pecalang bersinergi melaksanakan PAM di Setra Gandamayu Desa Adat Kukuh. PAM ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang melaksanakan upacara Pitra Yadnya," kata Serda Putu Antarasaya.

Menurut Serda Antarayasa adapun warga yang meninggal yang di upacarai dalam upacara Pitra Yadnya ini ada 3 sawe diantaranya adalah almarhum I Ketet Rapeg meninggal di usia 83 tahun kerena sakit asal Banjar Lodalang Desa Kukuh, almarhum Jero Suli (Ni Nyoman Puti) meninggal dunia karena sakit diusia 73 tahun asal Banjar Dinas Tengah Desa Kukuh dan almarhum Ni Made Cameng meninggal dunia karena sakit di usia 77 tahun asal Banjar Mungal Desa Kukuh, terangnya.

"Kegiatan Upacara Pitra Yadnya yang di laksanakan di Setra Gandamayu ini dapat berjalan dengan lancar tertib dan aman atas keterlibatan semua pihak dan masyarakat," pungkasnya.

Selasa, 29 November 2022

Upacara Peringatan HUT ke-529 Kota Tabanan Diperingati Dengan Khidmat


BALIKINI.NET | TABANAN — Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-529 Kota Tabanan dengan Ibu Kota “Singasana” yang dirangkaikan dengan HUT ke-51 KORPRI, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, menegaskan kepada seluruh anggota KORPRI dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat Tabanan, Selasa, (29/11).

“Hari jadi juga dapat dimaknai sebagai sakralisasi dari sebuah kelahiran. Momentum historis ini kita jadikan dasar pijakan dalam menyukseskan pembangunan Daerah Bali dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga dapat dipakai simbol dan spirit dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, hari jadi harus disikapi secara mendalam, arif dan bijaksana,” pinta Bupati Sanjaya saat itu.

Dalam kegiatan upacara yang dilangsungkan di halaman depan kantor Bupati Tabanan itu, turut dihadiri oleh Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Tabanan, Komandan Rindam IX/Udayana, Jajaran Forkopimda, Kakanwil Ditjen Pembendaharaan Bali, Sekda, para Asisten beserta seluruh Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan, Pimpinan Instansi Vertikal dan direktur BUMD, dan undangan lainnya.

Selain itu, Bupati Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat agar selalu peka terhadap kondisi sosial dengan tetap menjunjung semangat menyama braya di Bali, saling membantu sesama, saling asah asih asuh, salunglung sabayantaka, bekerjasama dan bergotong-royong dalam suasana kekeluargaan menuju Bali Era Baru. Dimana tataan kehidupan Dunia Baru ditandai dengan kehidupan harmonis terhadap alam.

Disamping itu, sesuai tema peringatan HUT Kota Tabanan “Jayaning Singasana” mewujudkan kejayaan menuju Tabanan Era Baru, Aman, Unggu dan Madani (AUM), memiliki makna sangat relevan dalam upaya kita untuk mewujudkan pemulihan ekonomi, bangkit bersama membangun Tabanan menuju Tabanan Era Baru. Hal ini tentunya dikatakan Sanjaya sangat relevan dijadikan agenda utama pembanguna di Kabupaten Tabanan dan memerlukan dukungan seluruh komponen masyarakat termasuk jajaran KORPRI sebagai pilar utama.

“Sehingga kedepan saya harapkan Pemerintah Kabupaten Tabanan sebagai wadah Aparatur Sipil Negara untuk bekerja lebih profesional dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Tabanan serta memberikan ruang partisipasi seluas-luasnya kepada masyarakat Tabanan untuk mengambil peran dalam pembangunan,” yang disampaikan kembali oleh Bupati Sanjaya dengan tegas.

Di akhir kegiatan, Bupati Sanjaya mendapat kejutan dari Kakanwil Ditjen Pembendaharaan Bali berupa penghargaan atas Opini WTP LKPD Tahun 2021 Pemkab Tabanan. Untuk itu, Bupati Sanjaya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terkait khususnya kepada seluruh jajaran atas prestasi yang telah diperoleh selama ini oleh Pemkab Tabanan dalam upaya memacu pembangunan di segala aspek kehidupan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Minggu, 27 November 2022

Parade Budaya Nusantara Semarak HUT ke-529 Kota Tabanan Jayaning Singasana, Sukses Getarkan Tabanan


BALIKINI.NET | TABANAN — Semarak perayaan HUT ke-529 Kota Tabanan “Jayaning Singasana” kembali menggebrak dan menggetarkan seluruh komponen masyarakat. Yakni, melalui Pagelaran Seni Budaya Nusantara yang diselenggarakan di Jalan Gajah Mada Tabanan dan dibuka secara resmi oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, ditandai dengan pembunyian alat musik Okokan,  Minggu, (27/11).

Pagelaran yang melibatkan begitu banyak seniman dan elemen masyarakat, serta menampilkan beragam seni budaya ini, seperti Adi Merdangga, Okokan, Reog Ponorogo, Barong Sai, terutama Tari Jayaning Singasana AUM, disambut dengan riang gembira oleh seluruh komponen masyarakat. Bahkan, Bupati Sanjaya dibuat takjub dan bangga dengan melihat begitu antusiasnya ribuan penonton dari berbagai elemen masyarakat yang memadati Kota Tabanan.

Nampak saat itu, Bupati Sanjaya didampingi oleh Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Tjokorda Anglurah Tabanan, Wakil Bupati Tabanan beserta Istri, Ketua DPRD Tabanan beserta beberapa anggota, jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten dan seluruh OPD, serta Kepala Insntansi Vertikal dan BUMD di Tabanan, turut mengenakan pakaian Adat Bali maupun pakaian tokoh Pewayangan yang terbalut dalam konsep Bhineka Tunggal Ika. Dimana, Ketua Panitia Penyelenggara HUT ke-529 Kota Tabanan adalah I Gede Urip Gunawan dan Ketua Umum, Sekda I Gede Susila.

“Tentu saya merasa berbangga dan berbahagia dapat membuka Parade Budaya Nusantara ini dan bahkan ikut berpartisipasi sebagai peserta budaya. Biasanya kita nonton Parade Budaya, tapi hari ini, di hari yang bersejarah ini, Saya sama pak Wakil, sama Pak Ketua DPRD, semua teman-teman Forkopimda, memakai pakaian kebesaran Payas Agung Modif, Pewayangan dari Era Mahabarata, Majapahit, sampai di era mellennium,” ucap Orang nomor satu di Tabanan.

Selain itu, Sanjaya juga mengatakan, bahwa para seniman patut mendapat apresiasi yang tinggi karena menurutnya tidak mudah menjadi seniman. Terbukti, saat berjalan dari kantor Bupati menuju podium pembukaan parade, Sanjaya mengaku sangat kelelahan memakai Payas Agung Modif karena dirasanya terasa sangat berat. Dimana pada kesempatan itu, Sekda Tabanan memakai pakaian Hanoman, Inspektur memakai pakaian Krisna dan begitu juga dengan OPD lainnya dengan pakaian tokoh Pewayangan yang berbeda.

Maka dari itu, Politisi asal Dauh Pala Tabanan sangat mengapresiasi sekali para seniman Tabanan maupun seniman Bali, ketika tampil memeriahkan event-event apapun, terutama HUT Kota kali ini. Disamping turut berpartisipasi sebagai peserta, Sanjaya kembali menegaskan, bahwa inti dari parade ini adalah meliang-meliang, bersuka cita, setelah dua sampai tiga tahun lamanya terkungkung oleh dampak Covid-19. Sekarang dikatakannya merupakan momentum meliang-liang, uforia bagi para seniman, bagi para tokoh dan masyarakat, yang sebenarnya masyarakat sudah haus akan hiburan.

“Buktinya, tadi saya parade dari kantor Bupati sampai disini, penuh membludak setiap kegiatan yang kita lakukan, ini artinya masyarakat Tabanan haus terhadap hiburan. Maka dari itu, sewajarnya, sepatutnya, kita Pemerintah Kabupaten Tabanan terus memberikan ruang dan waktu, suguhan untuk hidup kembali seniman kita dan budaya kita di Tabanan yang kita cintai ini,” imbuh Sanjaya sebagai perwujudan jati diri bangsa yang berkepribadian di bidang budaya, pihaknya melibatkan seluruh jajaran di lingkungan Pemkab Tabanan agar turut serta.

Disamping itu, Sanjaya juga mengatakan, bahwa di Tabanan banyak mempunyai tarian yang bagus. Kemarin telah diciptakan Tarian maskot Bungan Sandat Serasi, yang sangat elegan. Sekarang pun, tarian kebesaran Tabanan bernama Tari Jayaning Singasana AUM. Jayaning berarti Jaya atau Kejayaan, Singasana bermakna Linggih atau Sasana dan AUM adalah Aman, Unggul dan Madani, sehingga tarian ini akan menggambarkan kejayaan Kabupaten Tabanan sebagai Singasana yang bergerak terus, dinamis, bersinergi antar pemimpin dan rakyatnya.

“Hal ini dicirikan dari gerak Tari yang bersinergi yaitu perpaduan konfigurasi Tri Sakti, antara sang Pencipta, Pemelihara dan Pelebur menjadi Eka Sakti untuk menuju masyarakat Tabanan yang sejahtera, kejayan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Tarian ini merupakan rangkuman visi misi Pemerintah Jaya-Wira yang diterjemahkan dalam visualisasi gerak oleh pranata tari Ni Nyoman Sri Suliati, serta pranata kerawitan I Gusti Nengah Hari Mahardika, tepuk tangan buat tokoh-tokoh seniman kita,” puji Sanjaya. 

Selasa, 22 November 2022

Bupati Sanjaya Dukung Sinergi Krama Wanesari Baleran Dalam Membangun Yadnya Ngaben Bersama


BALIKINI.NET | TABANAN –  Perwujudan dukungan dalam menjaga keseimbangam pembangunan yang harmonis sekala dan niskala dengan masyarakat, sinergitas antara pemerintah dan masyarakat harus terbentuk. Sebab itu, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, secara intens dan berkelanjutan turun ke masyarakat sebagai bentuk apresiasi dan dukungan atas pembangunan yang dilaksanakan masyarakat dalam mewujudkan Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

Seperti halnya kali ini, Selasa, (22/11), Bupati Sanjaya didampingi Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga dan beberapa anggotanya, yakni, I Wayan Widnyana dan Gusti Komang Wastana, Sekda, para Asisten dan OPD terkait, Camat dan unsur Forkopimcam Tabanan, Perbekel dan Bendesa Adat setempat, Bupati Sanjaya menghadiri upacara Pitra Yadnya Ngaben bersama yang diselenggarakan oleh krama Banjar Adat Wanasari Baleran, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan.

Dalam aksinya tersebut, Bupati Sanjaya menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah setempat. “Kebetulan juga saya mengajak Kepala BPBD Tabanan dan membawa paket Sembako untuk masyarakat yang terdampak bencana. Niki Ngaben Bersama dapat bonus, jarang-jarang terjadi dan kebetulan ada sembako untuk kami bagikan kepada masyarakat disini,” ucap Sanjaya.

Dihadapan masyarakat, Orang nomor satu di Tabanan juga mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat dan seluruh pihak terkait karena dalam melakukan konsep pembangunan, baik dari segi Parahyangan, Pawongan atau Palemahannya, sangat luar biasa. Disamping itu, rasa persaaudaraan dan kekompakan dari krama Wanesari Baleran juga tidak luput dari pujian Bupati Sanjaya yang begitu kompak dan bersatu.

‘Sampun guyub, sampun raket, paham arti sebuah kebersamaan, paham arti bagaimana kita kompak bersatu membangun di Kabupaten Tabanan, baik itu Parahyangan, Pawongan maupun Palemahannya. Azas manfaat ketika kita ajak kompak dirasakan dengan baik. Coba bayangkan, kalau tidak ada bantuan pemerintah dan persatuan masyarakat, pembangunan akan susah dilakukan,” tegas Sanjaya.

Selain itu, Sanjaya juga menambahkan, bahwa membangun Tabanan tidak bisa hanya dari satu sisi tetapi harus melalui semua sisi karena sebagai umat Hindu tidak pernah terlepas dari yang namanya Yadnya, baik itu Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya, dan Bhuta Yadnya. Untuk itu, Bupati Sanjaya menginginkan apa yang terjalin baik antara pemerintah dan masyarakat di Wanesari Baleran agar terus dilanjutkan dan ditingkatkan dalam tahun-tahun kedepannya sinergi untuk bersama-sama bergotong-royong mewujudkan pembangunan.

Atas kehadiran Bupati Sanjaya beserta jajaran, Ketua Panitia I Made Kadiana, menyampaikan kebahagiaanya dan berharap apa yang menjadi keinginan dari pelaksanaan karya ini bisa dicapai dengan maksimal. Kemudian, Ia mengatakan, bahwa Pitra Yadnya ini dilakasanakan sesuai Perarem Adat selama 5 tahun sekali, dengan Toya Prenawa, dan diikuti 12 Sawa, juga ada 4 Sawa Ngelangkir, 1 Sawa Ngelungah dan 15 Warak Kuron, serta pelaksanaan Atma Wedana 16 Sawa.

Dalam pelaksanaan Ngaben ini, pihaknya juga sangat bersyukur karena telah mendapat dukungan pemerintah, baik dari segi riil maupun materiil. “Tiang mewakili krama Banjar Adat Wanesari Baleran mengucapkan terimakasih yang sebesar-sebesarmya kepada Bupati Tabanan beserta jajaran atas bantuannya. Untuk sedikit kekurangan dalam pelaksanaan ini, kami juga laksanakan penggalian dan juga iuran dari masyarakat,” ungkapnya

Minggu, 20 November 2022

Pimpin Peringatan Hari Puputan Margarana ke-76 , Wagub Cok Ace Ajak Generasi Milenial Tiru Keteladanan Pahlawan Pejuang Kemerdekaan


BALIKINI.NET | TABANAN – Sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa Puputan Margarana merupakan suatu peristiwa heroik dari pasukan Ciung Wanara bersama-sama rakyat yang dipimpin oleh Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai untuk menjaga kemerdekaan dan kedaulatan bangsa dari penjajah yang ingin menguasai kembali tanah tumpah darah kita sampai pada tetes darah penghabisan yang dinamakan "Puputan Margarana". 

Puputan memiliki makna bahwa pengorbanan dalam peperangan untuk membela kebenaran, keadilan, mempertahankan harkat dan martabat, serta kedaulatan bangsa, merupakan perjuangan secara ikhlas, terhormat dan bukan pengorbanan yang sia-sia. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Sukawati saat memimpin Upacara peringatan hari Puputan Margarana ke-76 Tahun 2022, di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Minggu (20/11).

Ditambahkannya, sebagai penghargaan atas hal itu, kita memperingati peristiwa Puputan Margarana setiap tahun. Upacara peringatan ini bukan hanya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kemerdekaan yang kita nikmati, tetapi sekaligus sebagai refleksi terhadap jati diri sebagai bangsa bermartabat yang dilahirkan oleh para pejuang.

Perjuangan dan pengorbanan tanpa pamrih para pahlawan dalam peristiwa heroik Puputan Margarana tanggal 20 Nopember 1946 tersebut patut dijadikan contoh dan teladani semangat perjuangan para pahlawan oleh semua komponen masyarakat pada era sekarang ini, dalam mengisi kemerdekaan demi mencapai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur. "Sejalan dengan hal tersebut, maka sangatlah tepat tema yang diangkat dalam peringatan saat ini adalah "MENGIMPLEMENTASIKAN NILAI-NILAI PUPUTAN MARGARANA  MENUJU BALI UNGGUL, yakni berjuang melawan kemalasan dan kebodohan," tegas Wagub Cok Ace.

"Banyak hal yang dapat diteladani dari peristiwa sejarah masa lalu, salah satunya adalah kebersamaan dalam berbagai perbedaan. Kita boleh berbeda dalam tugas dan fungsi masing-masing, namun hendaknya bersama- sama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.
Contohnya, dalam konteks budaya Bali, kita memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang Adi Luhung, antara lain konsep Tri Hita Karana dan konsep menyama braya. Nilai kearifan lokal tersebut pada hakekatnya selaras dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konsep Tri Hita Karana mengajarkan keharmonisan dan keselarasan hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam serta lingkungan. Sedangkan konsep menyama braya mengajarkan semangat kebersamaan dan kekeluargaan dalam memecahkan berbagai persoalan kehidupan sehari-hari," imbuh Wagub Cok Ace.

Lebih lanjut disampaikan, bahwa bercermin dari konsep nilai perjuangan masa lalu yang diadaptasikan dengan konsep- konsep pembangunan pada masa sekarang ini, maka melalui momentum peringatan Hari Puputan Margarana ke-76 Tahun 2022 ini, Wagub Cok Ace mengajak seluruh krama Bali untuk terus memupuk dan meningkatkan rasa solidaritas sosial dengan dijiwai oleh semangat dan nilai- nilai luhur kepahlawanan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bali dengan Visi, Misi dan Program Pembangunan Bali "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana yang bermakna "Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali Sesuai dengan Prinsip Trisakti Bung Karno, Berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Lebih lanjut lagi, Wagub Cok Ace menegaskan bahwa momentum historis ini aga menjadi dasar pijakan dalam mensukseskan pembangunan daerah Bali dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan hari Puputan Margarana ke-76 tahun 2022 yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Bali, Wakil Bupati Tabanan dan segenap unsur terkait juga diisi dengan peletakan karangan bunga dan tabur bunga di pusara pejuang kemerdekaan, sekaligus dilengkapi dengan penandatanganan Surat Sakti dan Panji-Panji Perjuangan I Gusti Ngurah Rai.

Kamis, 17 November 2022

Presiden Jokowi Tutup KTT G20


BALIKINI.NET | MANGUPURA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menutup Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Tahun 2022 yang digelar di Bali selama dua hari pada 15-16 November 2022. 

Dalam sesi penutup KTT G20 yang digelar di Hotel Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Rabu, 16 November 2022, Presiden merasa terhormat telah memimpin G20 selama setahun terakhir.

"Merupakan suatu kehormatan bagi Indonesia untuk memimpin G20 selama satu tahun terakhir ini. Presidensi kami dimulai dengan harapan untuk menyatukan niat bersama dalam mewujudkan pemulihan dunia yang inklusif dari pandemi," ujar Presiden Jokowi. 

Sebagai presidensi G20, Indonesia telah mengupayakan berbagai solusi terbaik selama satu tahun kepemimpinan di tengah berbagai tantangan baru yang muncul. Presiden bersyukur bahwa G20 Indonesia telah menghasilkan sebuah dokumen berupa Deklarasi Para Pemimpin G20 Bali.

"Alhamdulillah hari ini kita dapat mengadopsi dan mengesahkan G20 Bali Leaders Declaration. Ini adalah deklarasi pertama yang dapat diwujudkan sejak Februari 2022. Saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua yang hadir yang telah memberikan fleksibilitasnya sehingga deklarasi dapat disepakati dan disahkan," ucapnya.

"Saya juga ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh working groups dan engagement groups atas dedikasi, sumbangan pemikiran, dan kontribusinya bagi presidensi G20 Indonesia," tambahnya.

Selain deklarasi, presidensi Indonesia juga menghasilkan concrete deliverables yang berisi daftar proyek kerja sama negara anggota G20 dan undangan. Menurut Presiden Jokowi, proyek kerja sama inilah yang akan membantu membumikan kerja G20 lebih dekat dengan rakyat. 

"Memastikan G20 bermanfaat tidak saja untuk anggotanya, namun juga bagi dunia, dan utamanya negara-negara berkembang. _Let us recover together, recover stronger," ucapnya.

Presiden Jokowi kemudian menyerahkan tampuk presidensi G20 kepada India yang akan memegang presidensi G20 pada tahun 2023.

"Saya juga ingin menyampaikan selamat kepada India yang akan melanjutkan kepemimpinan presiden G20 berikutnya," ujarnya. 

Dengan penyerahan presidensi tersebut, Presiden mengatakan bahwa amanah untuk menjaga dan mewujudkan pemulihan global serta pertumbuhan yang kuat dan inklusif selanjutnya berada di tangan Perdana Menteri (PM) Narendra Modi. 

"Saya yakin di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Modi, G20 akan terus bergerak," imbuhnya. 

Sebagai sahabat India dan sebagai bagian dari troika, Presiden Jokowi menegaskan bahwa Indonesia siap untuk mendukung kesuksesan presidensi G20 India tahun depan. Presiden juga meminta kepada semua pimpinan G20 yang hadir untuk mendukung India tahun depan. 

"Menandai berakhirnya presidensi Indonesia di G20, secara resmi saya menyerahterimakan tampuk kepemimpinan kepada India selaku presidensi G20 berikutnya," tandasnya.

Sementara itu, PM Narendra Modi dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberikan kepemimpinan yang efisien pada G20, bahkan di masa-masa sulit. PM Modi juga mengucapkan selamat kepada seluruh negara G20 yang telah mengadopsi Deklarasi G20 Bali.

"India akan berusaha untuk memajukan prakarsa terpuji Indonesia selama presidensi G20. Merupakan kebetulan yang sangat menguntungkan bagi India bahwa kami memikul tanggung jawab presidensi G20 di pulau suci Bali ini. India dan Bali memiliki hubungan yang telah lama," ujar PM Modi.

Menurut Modi, India mengambil alih G-20 pada saat dunia secara bersamaan bergulat dengan ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi, kenaikan harga pangan dan energi, dan efek buruk jangka panjang dari pandemi. Pada saat seperti itu, dunia memandang G20 dengan harapan.

"Hari ini, saya ingin memastikan bahwa presidensi G20 India akan inklusif, ambisius, tegas, dan berorientasi pada tindakan. Selama satu tahun ke depan, kami akan berusaha untuk memastikan bahwa G20 bertindak sebagai penggerak utama global untuk membayangkan ide-ide baru dan mempercepat aksi kolektif," ucap PM Modi. (Biro Setpres)

Sabtu, 12 November 2022

Peringatan HKN Tabanan Ke-58, Diharapkan Mampu Wujudkan Sistem Kesehatan yang Kuat


BALIKINI.NET | TABANAN — Menciptakan kondisi derajat masyarakat yang sehat,  tidak bisa berpatokan pada satu elemen. Untuk itu, Bupati Tabanan yang diwakili Sekda I Gede Susila, megatakan sangat diperlukan peran serta dan kolaborasi dari seluruh komponen masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat itu sendiri. Hal itu disampaikan saat menghadiri puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Kabupaten Tabanan Tahun 2022, Sabtu, (12/11).

Kegiatan HKN dengan tema “Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku” yang diselenggarakan di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para Asisten dan OPD serta para Camat se-Kabupaten Tabanan, para Kepala Rumah Sakit Pemerintah ataupun Swasta, serta para Kepala Puskesmas beserta staf, juga para tenaga kesehatan se-Kabupaten Tabanan.

“Dengan mengambil tema Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku, tentu kita cermati tema ini mengandung makna yang luar biasa, bagaiman kita terus berupaya untuk menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yang terbaik. Hal ini mengingatkan, bahwa derajat kesehatan masyarakat bisa terwujud, apabila seluruh komponen turut berperan serta mewujudkan itu,” ucap Susila.

Susila menambahkan, hal itu juga secara jelas sudah dituangkan dalam visi Pemerintah Kabupaten Tabanan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Rasanya tidak mungkin, derajat kesehatan masyarakat akan meningkat kalau hanya berpatokan pada satu elemen. Seluruh komponen harus saling bahu-membahu, gotong royong, maka dengan demikian Tabanan Era Baru di bidang kesehatan akan terwujud.

“Jadikan momentum hari ini menjadi salah satu upaya mewujudkan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Disamping itu pula, mari kita tingkatkan dan berdayakan kemampuan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu. Untuk itu, semua fasilitas, baik Rumah Sakit Swasta, Pemerintah, Puskesmas dan tempat-tempat pelayanan kesehatan lainnya, mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan standar dan terakreditasi Nasional,” harap Susila.

Sebelumnya, Doddy Setiawan selaku Ketua Panitia HKN ke-58 Tabanan, mengatakan, bahwa Hari Kesehatan Nasional merupakan merupakan salah satu hari peringatan yang patut dilaksanakan secara rutin setiap Tahun di Kabaupten Tabanan. Dan melalui HKN ke-58 ini, pihaknya berharap mampu menjadikan  momentum ini untuk menjadikan sistem kesehatan yang lebih kuat kedepaannya, bahkan dalam mengatasi situasi sulit setelah pandemi.

Adapun rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan perayaan puncak HKN, dikatakannya telah dilaksanakan dari 29 Oktober 2022 lalu. Dimana, dihiasi dengan kegiatan sederhana dan kebersamaan dari para tenaga kesehatan, seperti menggelar beberapa kegiatan lomba, bhakti sosial, seminar, juga persembahyangan bersama. Diantaranya, kegiatan senam, lomba merias dengan mata tertutup, lomba lari balon estafet, lomba memasukan paku ke botol dan lainnya.

© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved